PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH IV BANDUNG BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
PENATAAN ULANG LAYOUT DAN PENAMBAHAN
FASILITAS PENDUKUNG LABORATORIUM GEOTEKNIK
DISUSUN OLEH :
NAMA : WAHYU DWIYANTORO NIP : 1996071820191002
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH IV BANDUNG BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT TAHUN 2019
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH IV BANDUNG BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
PENATAAN ULANG LAYOUT DAN PENAMBAHAN FASILITAS PENDUKUNG LABORATORIUM GEOTEKNIK Disusun oleh : WAHYU DWIYANTORO 1996071820191002 DISEMINARKAN PADA : HARI : JUMAT TANGGAL : 6 SEPTEMBER 2019 MENTOR
Ferri Eka Putra, S.T., MDM. NIP. 198112282005021001
COACH
Ir. Adiwijaya, Ph.D. NIP. 195610081984031003
Plh. KEPALA BALAI DIKLAT PUPR WILAYAH IV BANDUNG
Ir. S. Bambang Widyarta, M.T. NIP. 196606201992031005 KEPALA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN
FUNGSIONAL, BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Ir. Moeh Adam, MM NIP. 196503031992031002
iii
KATA PENGANTAR
Laporan ini disusun dalam rangka kegiatan aktualiasi yang merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kegiatan aktualisasi merupakan intervensi dan instrumen untuk menerapkan nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Permasalahan yang diangkat sebagai isu utama yaitu “Kurang optimalnya pemanfaatan alat pengujian di Laboratorium Geoteknik Balai Litang Bahan dan Struktur Bangunan Puslitbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR”.
Laporan ini memuat hasil identifikasi dan rencana pengembangan Laboratorium Geoteknik. Identifikasi laboratorium memuat alat uji, ruang kerja, dan sumber daya manusia. Rencana pengembangan Laboratorium Geoteknik terdiri dari upaya pengembangan dari sisi alat uji, ruang kerja, sumber daya manusia (SDM), dan skenario pengembangan laboratorium. Pengembangan alat uji meliputi optimalisasi dan penambahan alat uji, pelengkapan prosedur operasi standar pengujian, dan pelengkapan prosedur operasi standar perawatan alat. Pengembangan ruang kerja meliputi pengaturan tata letak laboratorium serta penataan dan pengkategorian buku referensi laboratorium. Pengembangan SDM memuat jumlah personel dan kriteria yang dibutuhkan serta waktu pelaksanaannya. Skenario pengembangan laboratorium terdiri dari rencana kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjang. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Bpk. Ferri Eka Putra, S.T., MDM. selaku Mentor dan Kepala Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan; Bpk. Ajun Hariono, S.T., M.Sc.Eng.; Bpk. M. Rusli, S.T., Dipl.E,Eng., MDM.; dan Bpk. Chiko B. M. Wiradikarta, S.T., MDM. yang telah banyak membantu memberi masukan dan saran; Bpk. Ir. Adiwijaya, Ph.D. selaku Coach; dan seluruh pegawai Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan yang telah mendukung proses pelaksanaan aktualisasi, serta kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.
Bandung, September 2019
iv DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan ... 2
1.3. Lokasi Kegiatan ... 2
BAB 2 PENETAPAN ISU DAN RANCANGAN KEGIATAN ... 3
2.1. Profil Lembaga ... 3
2.2. Identifikasi Isu/Permasalahan Berdasarkan Uraian Tugas ... 4
2.3. Prioritas Isu ... 5
2.4. Gagasan Pemecah Isu ... 6
2.5. Rancangan Kegiatan ... 7
2.6. Jadwal Rencana Pelaksanaan ... 14
BAB 3 PELAKSANAAN KEGIATAN ... 15
3.1. Identifikasi Laboratorium ... 15
3.1.1. Alat Uji ... 15
3.1.2. Ruang Kerja ... 17
3.1.3. Sumber Daya Manusia ... 19
3.2. Pengembangan Laboratorium ... 20
3.2.1. Alat Uji ... 20
3.2.1.1. Optimalisasi dan Penambahan Alat Uji ... 20
3.2.1.2. Pelengkapan Prosedur Operasi Standar Pengujian ... 21
3.2.1.3. Pelengkapan Prosedur Operasi Standar Perawatan Alat... 22
3.2.2. Ruang Kerja ... 22
3.2.2.1. Pengaturan Tata Letak Laboratorium ... 22
3.2.2.2. Penataan dan Pengkategorian Buku Referensi Laboratorium .. 25
v
3.2.4. Skenario Pengembangan Laboratorium ... 28
3.3. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ... 30
3.3.1. Proses Pelaksanaan Aktualisasi ... 30
3.3.2. Analisa Dampak ... 34
BAB 4 PENUTUP ... 35
4.1. Kesimpulan ... 35
4.2. Saran ... 35
DAFTAR PUSTAKA ... 36
LAMPIRAN 1 Jenis Dan Kondisi Alat Uji Eksisting pada Laboratorium Geoteknik ... 37
LAMPIRAN 2 Data Kerusakan Alat Uji dan Saran Tindakan Penanganan ... 40
LAMPIRAN 3 Jenis Pengujian dan Peralatan yang Perlu Ditambahkan ... 46
LAMPIRAN 4 Prosedur Operasi Standar dan Alur Pengujian Geoteknik ... 49
LAMPIRAN 5 Prosedur Operasi Standar Perawatan Alat Uji ... 91
LAMPIRAN 6 Denah Laboratorium Geoteknik Kondisi Eksisting dan Rencana . 93 LAMPIRAN 7 Tata Letak Buku Referensi Laboratorium Geoteknik ... 96
LAMPIRAN 8 Kriteria dan Kualifikasi SDM ... 98
vi DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Profil Badan Penelitian dan Pengembangan ... 3
Tabel 2.2 Uraian tugas dan permasalahan... 5
Tabel 2.3 Prioritas isu ... 6
Tabel 2.4 Kegiatan 1 Persiapan Penyusunan Program... 10
Tabel 2.5 Kegiatan 2 Pembuatan Prosedur Pengujian ... 11
Tabel 2.6 Kegiatan 3 Penataan ulang layout/tata letak alat pengujian di laboratorium ... 12
Tabel 2.7 Kegiatan 4 Penyusunan Laporan ... 13
Tabel 2.8 Jadwal rencana pelaksanaan... 14
Tabel 3.1 Jenis dan kondisi alat uji eksisting pada Laboratorium Geoteknik ... 15
Tabel 3.2 Data kerusakan alat uji dan saran tindakan penanganan ... 21
Tabel 3.3 Jenis pengujian dan peralatan yang perlu ditambahkan ... 21
Tabel 3.3 Skenario pengembangan laboratorium... 29
vii DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Bagan alir kegiatan aktualisasi ... 9
Gambar 3.1 Beberapa alat uji eksisting pada Laboratorium Geoteknik ... 16
Gambar 3.2 Denah Laboratorium Geoteknik kondisi eksisting ... 17
Gambar 3.3 Laboratorium Geoteknik kondisi eksisting ... 18
Gambar 3.4 Denah Laboratorium Geoteknik kondisi rencana... 23
Gambar 3.5 Kondisi Laboratorium Geoteknik setelah dilakukan penataan ulang . 24 Gambar 3.6 Kondisi penataan buku referensi ... 25
Gambar 3.7 Layout tata letak buku referensi sesuai kategori/klasifikasi ... 26
Gambar 3.8 Kegiatan penataan buku-buku referensi ... 26
Gambar 3.9 Kondisi buku referensi setelah dilakukan penataan ... 27
viii DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Jenis Dan Kondisi Alat Uji Eksisting pada Laboratorium Geoteknik Lampiran 2 Data Kerusakan Alat Uji dan Saran Tindakan Penanganan
Lampiran 3 Jenis Pengujian dan Peralatan yang Perlu Ditambahkan Lampiran 4 Prosedur Operasi Standar dan Alur Pengujian Geoteknik Lampiran 5 Prosedur Operasi Standar Perawatan Alat Uji
Lampiran 6 Denah Laboratorium Geoteknik Kondisi Eksisting dan Rencana Lampiran 7 Tata Letak Buku Referensi Laboratorium Geoteknik
Lampiran 8 Kriteria dan Kualifikasi SDM Lampiran 9 Bukti-bukti Kegiatan Aktualisasi
1 BAB 1
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Aktualisasi merupakan salah satu wujud kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar yang terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kegiatan tersebut juga mendukung pembentukan sikap sesuai nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara. Pelatihan yang terintegrasi bertujuan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Sedangkan tujuan dilakukannya kegiatan aktualisasi yaitu: memenuhi kewajiban CPNS dalam menerima Pelatihan Dasar sesuai dengan UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Perka LAN Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan II; dan sebagai salah satu syarat kelulusan bagi seluruh CPNS peserta Pelatihan Dasar.
Pada kegiatan aktualisasi dilakukan penetapan isu dari permasalahan yang terjadi di lingkungan pekerjaan sesuai dengan kegiatan, tugas, dan fungsi masing-masing CPNS selama masa On the Job Training (OJT). Kegiatan OJT dilakukan di Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selama kegiatan ini, dilakukan pemindaian masalah dengan teknik environmental scanning, yaitu dengan menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan atau isu yang ada dalam organisasi atau lingkungan sekitar serta dengan pemetaan hubungan kausalitas.
Isu utama yang diangkat pada aktualisasi ini yaitu tidak optimalnya pemanfaatan alat-alat pengujian di Laboratorium Geoteknik Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan (BLBSB) Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Isu ini perlu ditangani melalui kegiatan aktualisasi karena akan memberikan dampak negatif apabila dibiarkan. Dampak negatif yang mungkin timbul yaitu: layanan advis teknis yang kurang komprehensif karena tidak adanya penyelidikan struktur bawah; menurunnya minat publik untuk melakukan pengujian di Laboratorium Geoteknik BLBSB karena dilakukan penolakan pengujian geoteknik; dan melemahnya penelitian dan pengembangan di bidang geoteknik. Dampak tersebut berkaitan sangat erat dengan tugas dan fungsi organisasi yaitu melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat serta memberikan pelayanan publik. Permasalahan pada isu tersebut dapat disebabkan karena: tidak adanya prosedur pengoperasian alat pengujian, kondisi
2 peralatan yang telah usang serta tidak teratur, serta tidak adanya SDM yang mengelola laboratorium. Melalui kegiatan aktualisasi, Laboratorium Geoteknik BLBSB diharapkan dapat beroperasi kembali setelah persyaratan-persyaratan seluruhnya dipenuhi.
1.2. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Melakukan identifikasi kondisi eksisting Laboratorium Geoteknik dari segi alat uji, ruang kerja, dan sumber daya manusia.
2. Melakukan kegiatan pengembangan laboratorium yang mendukung dan menunjang operasi Laboratorium Geoteknik.
1.3. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan berada di Laboratorium Geoteknik Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Panyawungan Cileunyi Kabupaten Bandung Jawa Barat.
3 BAB 2
PENETAPAN ISU DAN RANCANGAN KEGIATAN 2.1. Profil Lembaga
Kegiatan Aktualisasi dilaksanakan di Laboratorium Geoteknik Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Secara umum, profil Badan Penelitian dan Pengembangan (BALITBANG) ditampilkan pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Profil Badan Penelitian dan Pengembangan A Nama
SKPD/UKPD
BALITBANG/ Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan
B Visi dan Misi Visi:
Termanfaatkannya teknologi dan kebijakan untuk mendukung terwujudnya infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal dalam mendukung indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong
Misi:
- Menghasilkan Teknologi dan Kebijakan guna mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air, termasuk sumber daya maritim untuk ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi;
- Menghasilkan Teknologi dan Kebijakan guna mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional;
- Menghasilkan Teknologi dan Kebijakan guna mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak;
- Menghasilkan Teknologi dan Kebijakan guna mempercepat pembangunan infrastruktur PUPR secara terpadu dari pinggiran didukung industri konstruksi yang berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antar daerah;
4 Tabel 2.1 Profil Badan Penelitian dan Pengembangan (lanjutan)
B Visi dan Misi Misi: (lanjutan)
- Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi Badan Litbang PUPR yang meliputi Keuangan dan BMN, SDM dan Sarana Kelitbangan, Program, Monitoring dan Evaluasi, serta Administrasi Standardisasi, Diseminasi & Kerjasama.
C Nilai-nilai Organisasi
Integritas, Profesional, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika D Tugas
Organisasi
Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat.
E Uraian/Rincian Tugas Pegawai, dan atau tugas tambahan dan atau kegiatan inisiatif dgn persetujuan atasan.
1. melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang bahan dan struktur bangunan perumahan dan permukiman,
2. Membuat rencana optimalisasi pemanfaatan alat-alat pengujian di Laboratorium Geoteknik
3. Menyusun materi pemaparan SNI 8460:2017
4. Melakukan pengujian microtremor di lingkungan Puskim
5. membantu penyelia melakukan penyusunan dokumen laporan hasil pengujian,
2.2. Identifikasi Isu/Permasalahan Berdasarkan Uraian Tugas
Uraian tugas sesuai Tabel 2.1 setelah dikonsultasikan dengan mentor, maka uraian tugas yang bermasalah adalah sebagai berikut:
1. melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang bahan dan struktur bangunan perumahan dan permukiman,
2. membuat rencana pemanfaatan alat-alat pengujian di Laboratorium Geoteknik, 3. membantu penyelia melakukan penyusunan dokumen laporan hasil pengujian. Berdasarkan analisis, permasalahan dari masing-masing tugas tersebut diampilkan pada Tabel 2.2.
5 Tabel 2.2 Uraian tugas dan permasalahan
No Uraian Tugas Permasalahan
1 Melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang bahan dan struktur bangunan perumahan dan permukiman
Kurang lancarnya kegiatan litbang karena SDM difokuskan pada kegiatan layanan pengujian
2 Membuat rencana pemanfaatan alat pengujian di Laboratorium Geoteknik
Kurang optimalnya pemanfaatan alat pengujian di Laboratorium Geoteknik 3 Membantu melakukan
penyusunan dokumen laporan hasil pengujian
Ketidaksesuaian kompetensi SDM di bagian penyusunan laporan hasil pengujian, pembagian tugas yang kurang jelas, beban kerja Penyelia yang terlalu tinggi
2.3. Prioritas Isu
Dari identifikasi permasalahan berdasarkan uraian tugas, maka permasalahan di Balai Litbang Bahan Dan Struktur Bangunan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian PUPR adalah sebagai berikut:
1. Kurang lancarnya kegiatan litbang karena SDM difokuskan pada kegiatan layanan pengujian.
2. Kurang optimalnya pemanfaatan alat pengujian di Laboratorium Geoteknik. 3. Ketidaksesuaian kompetensi SDM di bagian penyusunan laporan hasil
pengujian.
4. Pembagian tugas yang kurang jelas. 5. Beban kerja Penyelia yang terlalu tinggi.
Setelah mengidentifikasi beberapa masalah sebagaimana diatas, maka langkah selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan pisau analisis untuk mendapatkan Isu prioritas atau isu yang diangkat, sebagaimana Tabel 2.3.
Dari analisa diatas maka Rumusan Isu yang diangkat adalah: “Kurang optimalnya pemanfaatan alat pengujian di Laboratorium Geoteknik”, Jika permasalahan ini tidak segera dipecahkan, maka akan menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Tidak adanya penyelidikan struktur bawah sehingga layanan advis teknis yang kurang komprehensif.
2. Penolakan pengujian geoteknik sehingga menurunkan minat publik untuk melakukan pengujian di Laboratorium BLBSB.
6 4. Tugas dan fungsi bidang tidak berjalan dengan efektif.
Pengujian pada bidang Geoteknik meliputi pengujian material tanah dan batuan. Parameter yang diperoleh dari hasil pengujian berupa parameter fisik dan mekanik. Pada umumnya, setiap jenis pengujian tidak terlepas dari pengujian lain sehingga setiap alat uji tidak dapat berdiri sendiri.
Tabel 2.3 Prioritas isu
No Isu Kriteria Total Peringkat
U S G 1
Kurang lancarnya kegiatan litbang karena SDM difokuskan pada kegiatan
layanan pengujian 5 4 3 12 II
2 Kurang optimalnya pemanfaatan alat
pengujian di Laboratorium Geoteknik 5 5 4 14 I 3
Ketidaksesuaian kompetensi SDM di bagian penyusunan laporan hasil
pengujian 3 4 4 11 IV
4 Pembagian tugas yang kurang jelas 4 4 4 12 III 5 Beban kerja Penyelia yang terlalu tinggi 3 3 4 10 V Keterangan:
U : Urgency S : Seriousness G : Growth
Angka menggunakan skala lingkert 1-5
2.4. Gagasan Pemecah Isu
Tidak beroperasinya Laboratorium Geoteknik dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
1. Tidak adanya prosedur pengoperasian alat pengujian. 2. Kondisi peralatan yang telah usang serta tidak teratur. 3. Tidak adanya SDM yang mengelola laboratorium.
Setelah melihat faktor-faktor penyebab tersebut diatas maka gagasan penyelesaian isu yang dilakukan adalah: “Penataan ulang layout dan penambahan fasilitas pendukung Laboratorium Geoteknik”. Gagasan ini sebagai pemecahan Isu: “Tidak optimalnya pemanfaatan alat pengujian di Laboratorium Geoteknik”, yang merupakan tugas Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan berdasakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang bahan dan struktur bangunan. Pelaksanaan
7 tugas tersebut melalui penelitian, pengembangan, serta pelayanan teknis meliputi pengujian, pengkajian, inspeksi dan sertifikasi.
Pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang geoteknik merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan untuk menghasilkan inovasi teknologi di bidang perumahan dan permukiman karena segala jenis infrastruktur memerlukan ilmu geoteknik. Selain itu, penyediaan layanan teknis juga harus diperhatikan untuk dapat memberikan layanan prima, baik pengujian, inspeksi maupun advis teknis yang berkaitan dengan Geoteknik.
2.5. Rancangan Kegiatan
Kegiatan, Tahapan Kegiatan, Output, Keterkaitan Substansi Mata pelatihan, Kontribusi Terhadap Visi-Misi dan tujuan Organisasi, dan Penguatan Nilai Organisasi, akan dijelaskan berikut ini. Menyadari bahwa core isu ini bersifat complicated atau tidak bersifat tunggal, sehingga diusulkan berapa kegiatan pemecahan masalah sebagai satu rangkaian kegiatan besar, kegiatan yang diusulkan untuk memecahkan isu adalah sebagai berikut:
1. Pada kegiatan persiapan penyusunan program terdiri dari tahapan kegiatan koordinasi dengan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Struktur Bangunan dan tahapan kegiatan studi literatur mengenai pengujian geoteknik. Koordinasi dengan kepala balai diawali dengan melakukan komunikasi dengan baik serta dengan membuat janji terlebih dahulu. Koordinasi dilakukan dengan cara berkonsultasi untuk memperoleh arahan serta persetujuan kegiatan. Hasil konsultasi berupa arahan atasan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sejauh perintah tersebut tidak menyimpang dari tugas dan fungsi balai serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perintah tersebut juga harus dilaksanakan secara profesional dan tidak memihak kepada kepentingan tertentu. Koordinasi dengan kepala balai yang dilakukan dengan menerapkan prinsip komunikasi, konsultasi, bertanggung jawab sesuai dengan peraturan, profesionalisme merupakan tindakan yang sudah sejalan dengan kaidah nilai etika publik. Pada tahap studi literatur, referensi yang digunakan berupa SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. SNI ini memuat tentang jenis-jenis pengujian yang disyaratkan pada kegiatan penyelidikan tanah. Penggunaan SNI sebagai acuan referensi merupakan salah satu contoh penerapan nilai nasionalisme.
2. Kegiatan pembuatan prosedur pengujian terdiri dari tahap Mengecek kondisi alat sesuai spesifikasi teknis alat pengujian, memilih dan mengklasifikasikan jenis pengujian sesuai kategori, menyusun alur pengujian, menyusun prosedur pengujian, mencetak pamflet alur pengujian dan dokumen prosedur pengujian.
8 Prosedur pengujian disusun secara efektif dan efisien agar teknisi dapat menjalankan dengan baik. Selain itu, dalam proses penyusunan prosedur pengujian juga harus menggunakan pendekatan ilmiah sehingga mendapatkan hasil yang rasional. Penyusunan prosedur yang memenuhi kaidah efektif, efisien, dan rasional merupakan bentuk penerapan nilai komitmen mutu. 3. Kegiatan penataan ulang layout/tata letak alat pengujian di laboratorium terdiri
dari tahap mengukur dimensi alat pengujian dan ruangan laboratorium, menyusun rencana layout/tata letak alat pengujian laboratorium, mencetak rencana layout/tata letak alat pengujian laboratorium, serta mengatur alat pengujian sesuai layout. Layout disusun sedemikian rupa supaya kegiatan pengujian dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga kinerja teknisi dapat lebih optimal. Kinerja yang lebih optimal dapat membuat produk/jasa yang diberikan menjadi lebih berkualitas. Proses penataan ulang layout/tata letak secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja dan kualitas produk barang/jasa merupakan bentuk penerapan nilai komitmen mutu.
4. Kegiatan penyusunan laporan akhir aktualisasi dilakukan dengan menyertakan hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya secara jelas, lugas, informatif, dan transparan. Jelas yang dimaksud berarti laporan disusun menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tidak mengandung makna yang ambigu. Lugas berarti penyampaian hasil dilakukan secara sederhana dan apa adanya. Informatif mengandung makna bahwa laporan mudah dipahami dan mengandung nilai manfaat. Transparan berarti bahwa informasi disampaikan secara terbuka dan menyeluruh. Penyampaian secara jelas, lugas, dan informatif merupakan bentuk penerapan nilai akuntabilitas. Sedangkan transparansi pada penyusunan laporan merupakan bentuk nilai anti korupsi.
Kegiatan lain yang perlu dilakukan untuk mendukung optimasi pemanfaatan alat pengujian Laboratorium Geoteknik yaitu dengan melakukan kaderisasi SDM yang berkompeten sebagai teknisi. Namun mengingat adanya batasan waktu pelaksanaan kegiatan dalam masa habituasi maka kegiatan ini tidak dapat dilakukan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan sebagai lanjutan kegiatan aktualisasi oleh Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan.
Dengan melakukan kegiatan penataan ulang layout dan penambahan fasilitas pendukung maka alat pengujian dapat dioperasikan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan serta layanan pengujian pada Laboratorium Geoteknik meskipun alat pengujian belum lengkap. Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Visi dan Misi BALITBANG serta tugas dan fungsi Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan dalam menyelenggarakan layanan publik serta kelitbangan. Pada pelaksanaan kegiatan, nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi secara tidak langsung mampu diterapkan dan
9 dibiasakan. Komunikasi dan konsultasi dengan atasan atau pimpinan untuk memperoleh arahan dalam melakukan kegiatan yang mendukung pendayagunaan Laboratorium Geoteknik sehingga dapat menunjang layanan advis teknis dan kegiatan kelitbangan yang lebih komprehensif merupakan bentuk penguatan nilai integritas dan profesional dalam organisasi. Pembuatan prosedur pengujian yang diwujudkan dalam sebuah dokumen sehingga mudah dipelajari dan tidak menutup kemungkinan untuk direvisi merupakan bentuk nilai visioner. Perencanaan secara baik dan matang pada setiap kegiatan diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Selain itu, pelaporan hasil kegiatan secara jelas, lugas, informatif, dan transparan merupakan bentuk penguatan nilai orientasi misi dan etika. Bagan alir kegiatan aktualisasi dapat dilihat pada Gambar 2.1. Rancangan kegiatan aktualisasi dapat dilihat pada Tabel 2.4, Tabel 2.5, Tabel 2.6, dan Tabel 2.7. Mulai Persiapan penyusunan program Pembuatan prosedur pengujian
Pembuatan layout/tata letak alat pengujian di laboratorium
Penyusunan laporan
Selesai
10 Tabel 2.4 Kegiatan 1 Persiapan Penyusunan Program
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi (iProve) 1 Persiapan penyusunan program Koordinasi dengan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Struktur Bangunan Persetujuan dan arahan dalam pelaksanaan kegiatan, standar pengujian geoteknik
Koordinasi dengan kepala balai diawali dengan melakukan komunikasi dengan baik serta dengan membuat janji terlebih dahulu.
Koordinasi dilakukan dengan cara berkonsultasi untuk memperoleh arahan serta persetujuan kegiatan. Hasil konsultasi berupa arahan atasan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sejauh perintah tersebut tidak
menyimpang dari tugas dan fungsi balai serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perintah tersebut juga harus dilaksanakan secara profesional dan tidak memihak kepada kepentingan tertentu.
Koordinasi dengan kepala balai yang dilakukan dengan menerapkan prinsip komunikasi, konsultasi, bertanggung jawab sesuai dengan peraturan, profesionalisme merupakan tindakan yang sudah sejalan dengan kaidah nilai etika publik. Pada tahap studi literatur, referensi yang digunakan berupa SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. SNI ini memuat tentang jenis-jenis pengujian yang disyaratkan pada kegiatan penyelidikan tanah. Penggunaan SNI sebagai acuan referensi merupakan salah satu contoh penerapan nilai nasionalisme. Meningkatan tata kelola sumber daya organisasi Badan Litbang yang meliputi Keuangan dan BMN, SDM dan Sarana Kelitbangan, Program, Monitoring dan Evaluasi, serta Administrasi Standardisasi, Diseminasi dan Kerjasama Memperkuat nilai Profesionalisme
Studi literatur mengenai pengujian geoteknik
11 Tabel 2.5 Kegiatan 2 Pembuatan Prosedur Pengujian
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi (iProve) 2 Pembuatan prosedur pengujian
Mengecek kondisi alat sesuai spesifikasi teknis alat pengujian Pamflet alur pengujian dan dokumen prosedur pengujian
Prosedur pengujian disusun secara efektif dan efisien agar teknisi dapat menjalankan dengan baik. Selain itu, dalam proses penyusunan prosedur pengujian juga harus menggunakan pendekatan ilmiah sehingga mendapatkan hasil yang rasional. Penyusunan prosedur yang memenuhi kaidah efektif, efisien, dan rasional merupakan bentuk penerapan nilai komitmen mutu. Mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong Memperkuat nilai Profesionalisme Memilih dan mengklasifikasikan jenis pengujian sesuai kategori Menyusun alur pengujian Menyusun prosedur pengujian
Mencetak pamflet alur pengujian dan dokumen prosedur pengujian
12 Tabel 2.6 Kegiatan 3 Penataan ulang layout/tata letak alat pengujian di laboratorium
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi (iProve) 3 Penataan ulang layout/tata letak alat pengujian di laboratorium Mengukur dimensi alat pengujian dan ruangan laboratorium
Gambar tata letak alat pengujian
Layout disusun sedemikian rupa supaya kegiatan pengujian dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga kinerja teknisi dapat lebih optimal. Kinerja yang lebih optimal dapat membuat produk/jasa yang diberikan menjadi lebih berkualitas. Proses penataan ulang layout/tata letak secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja dan kualitas produk barang/jasa merupakan bentuk penerapan nilai
komitmen mutu. Meningkatan tata kelola sumber daya organisasi Badan Litbang yang meliputi Keuangan dan BMN, SDM dan Sarana Kelitbangan, Program, Monitoring dan Evaluasi, serta Administrasi Standardisasi, Diseminasi dan Kerjasama Memperkuat nilai Orientasi Misi Menyusun rencana layout/tata letak alat pengujian
laboratorium
Mencetak layout/tata letak alat pengujian laboratorium Mengatur alat pengujian sesuai layout
13 Tabel 2.7 Kegiatan 4 Penyusunan Laporan
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi (iProve) 4 Penyusunan laporan Menyusun laporan hasil aktualisasi Laporan akhir hasil aktualisasi
Kegiatan penyusunan laporan akhir aktualisasi dilakukan dengan menyertakan hasil kegiatan yang telah dilakukan
sebelumnya secara jelas, lugas, informatif, dan transparan. Jelas yang dimaksud berarti laporan disusun menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tidak mengandung makna yang ambigu. Lugas berarti penyampaian hasil dilakukan secara sederhana dan apa adanya. Informatif mengandung makna bahwa laporan mudah dipahami dan mengandung nilai manfaat. Transparan berarti bahwa informasi
disampaikan secara terbuka dan menyeluruh. Penyampaian secara jelas, lugas, dan
informatif merupakan bentuk penerapan nilai akuntabilitas. Sedangkan transparansi pada penyusunan laporan merupakan bentuk nilai anti korupsi. Meningkatan tata kelola sumber daya organisasi Badan Litbang yang meliputi Keuangan dan BMN, SDM dan Sarana Kelitbangan, Program, Monitoring dan Evaluasi, serta Administrasi Standardisasi, Diseminasi dan Kerjasama Memperkuat nilai Integritas
14 2.6. Jadwal Rencana Pelaksanaan
Untuk melaksanakan kegiatan dan tahapan kegiatan yang telah direncanakan pada rancangan aktualisasi maka perlu dilakukan penjadwalan agar berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan dan tahap kegiatan tersebut akan dilakukan selama masa off campus dengan jadwal sebagai berikut.
Tabel 2.8 Jadwal rencana pelaksanaan
25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 1 Persiapan penyusunan program
2 Pembuatan prosedur pengujian 3 Pembuatan layout/tata letak alat
pengujian di laboratorium 4 Penyusunan laporan
September
No Kegiatan Juli Agustus
Legenda:
Koordinasi dengan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Struktur Bangunan Studi literatur mengenai pengujian geoteknik
Mengecek kondisi alat sesuai spesifikasi teknis alat pengujian Memilih dan mengklasifikasikan jenis pengujian sesuai kategori Menyusun alur pengujian
Menyusun prosedur pengujian
Mencetak pamflet alur pengujian dan dokumen prosedur pengujian Mengukur dimensi alat pengujian dan ruangan laboratorium Menyusun rencana layout/tata letak alat pengujian laboratorium Mencetak layout/tata letak alat pengujian laboratorium
Mengatur alat pengujian sesuai layout Menyusun laporan hasil aktualisasi Hari libur
15 BAB 3
PELAKSANAAN KEGIATAN 3.1. Identifikasi Laboratorium
3.1.1. Alat Uji
Pengujian pada bidang Geoteknik meliputi pengujian material tanah dan batuan. Parameter yang diperoleh dari hasil pengujian berupa parameter fisik dan mekanik. Pada umumnya, setiap jenis pengujian tidak terlepas dari pengujian lain sehingga setiap alat uji tidak dapat berdiri sendiri.
Berdasarkan hasil pengamatan di Laboratorium Geoteknik, diperoleh data jenis dan kondisi alat uji seperti pada Tabel 3.1. Beberapa kondisi alat uji ditampilkan pada Gambar 3.1. Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1.
Tabel 3.1 Jenis dan kondisi alat uji eksisting pada Laboratorium Geoteknik
No Nama Alat Jumlah Merek Kondisi Kelengkapan
1 Mesin Penumbuk/Pemadat 1 Tanifuji Machine baik, dapat beroperasi lengkap
2 Air Compressor 1 MAX belum
dioperasikan
kurang konverter kabel power 3 Cassagrande 1 Togoshi Seiki baik, counter
kurang lancar lengkap
4 Desikator 2 - baik lengkap
5 Timbangan
ketelitian 0,1 gram 1 AND baik, normal lengkap
6 Alat Uji CBR 1 Tanifuji
Machine baik kurang beberapa unit pendukung 7 Oven 1 Tanifuji Machine belum dioperasikan lengkap 8 Transducer + Data
Logger 1 WF baru lengkap
9 Batu pori diameter
10 cm 3 - baru lengkap
10 Batu pori diameter
16
(a) (b)
(c) (d)
(e) (f)
Gambar 3.1 Beberapa alat uji eksisting pada Laboratorium Geoteknik: (a) konsolidometer; (b) CBR; (c) oedometer; (d) falling head permeameter; (e)
17 Jenis alat uji yang tersedia sesuai dengan Tabel 3.1 dapat dikatakan belum memenuhi semua pengujian seperti yang terdapat pada SNI 8460-2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Alat uji masih perlu ditambah dan dilengkapi supaya sekurang-kurangnya cukup untuk melayani pengujian Geoteknik yang berkaitan dengan bangunan perumahan dan permukiman. Selain itu, kondisi alat uji juga sudah usang dan banyak yang tidak berfungsi (Gambar 3.1). Beberapa alat terlihat sudah berumur cukup lama dan terdapat beberapa bagian yang hilang (Gambar 3.1.a, Gambar 3.1.b, Gambar 3.1.d, dan Gambar 3.1.f). Sisanya merupakan alat baru yang terlihat jarang dioperasikan (Gambar 3.1.c, dan Gambar 3.1.e).
3.1.2. Ruang Kerja
Ruang Laboratorium Geoteknik berbentuk bujursangkar dan berukuran sekitar 7,2 m × 6,3 m. Tidak seluruh dari luasan tersebut dipakai, ada sebuah petak bersekat yang merupakan ruang kerja pegawai bukan Laboratorium Geoteknik. Sehingga ruang kerja efektif berbentuk huruf “L”. Denah dan kondisi Laboratorium Geoteknik eksisting secara berurutan ditampilkan pada Gambar 3.2 dan Gambar 3.3.
18 (a)
(b)
Gambar 3.3 Laboratorium Geoteknik kondisi eksisting: (a) tampak dari arah pintu; (b) tampak dari sudut ruangan
19 Ruang kerja Laboratorium Geoteknik terlihat tidak cukup luas dengan kondisi peralatan yang ada. Penataan alat uji juga kurang baik sehingga membuat pergerakan menjadi kurang leluasa. Penataan seperti ini cenderung membuat pekerjaan menjadi tidak efisien karena selain ruang geraknya terbatas, juga tidak terdapat pengelompokkan alat sesuai dengan frekuensi pemakaiannya. Alat uji perlu ditata kembali supaya pergerakan menjadi lebih efisien.
3.1.3. Sumber Daya Manusia
Laboratorium Geoteknik Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan sudah sekitar 2-3 tahun tidak beroperasi. Hal ini disebabkan karena tidak adanya SDM yang mampu mengoperasikan alat uji serta mengolah data hasil pengujian. Sebelumnya, Laboratorium Geoteknik hanya dioperasikan oleh 1 SDM sebagai peneliti dan sekaligus operator/teknisi. Kegiatan pengujian lebih difokuskan pada penelitian saja dan sangat jarang untuk pelayanan publik. Supaya kegiatan penelitian dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik, maka perlu dilakukan analisis kebutuhan dan kualifikasi SDM, baik untuk peneliti/penyelia maupun teknisi.
20 3.2. Pengembangan Laboratorium
Berdasarkan hasil identifikasi, maka perlu dilakukan pengaturan dan pengoptimalan supaya Laboratorium Geoteknik dapat beroperasi dan berkembang. Pengaturan dilakukan pada SDM dan tata letak peralatan. Alat uji eksisting dicek kondisinya agar dapat dilakukan penanganan yang tepat. Selain itu juga dilakukan perencanaan pengembangan laboratorium, baik dari sisi peralatan maupun SDM. Secara rinci, pengembangan laboratorium dijelaskan sebagai berikut.
3.2.1. Alat Uji
Pengembangan alat uji terdiri dari kegiatan Optimalisasi dan Penambahan Alat Uji, Pelengkapan Prosedur Operasi Standar Pengujian, dan Pelengkapan Prosedur Operasi Standar Perawatan Alat. Secara rinci dijelaskan sebagai berikut.
3.2.1.1. Optimalisasi dan Penambahan Alat Uji
Alat uji yang tersedia di Laboratorium Geoteknik dalam kondisi usang. Beberapa peralatan terlihat rusak dan tidak lengkap. Setelah dilakukan pengecekan dan analisis, diperoleh data kerusakan dan rencana tindakan penanganan yang perlu dilakukan. Salah satu dari data tersebut disajikan pada Tabel 3.2. Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 2. Data tersebut hanya terbatas pada alat uji yang tersedia di Laboratorium Geoteknik.
Apabila mengacu pada SNI 8460-2017, peralatan uji yang diperlukan dan belum tersedia di Laboratorium Geoteknik masih sangat banyak. Oleh karena itu, dilakukan pemilahan jenis pengujian yang relevan dengan bidang perumahan dan permukiman agar lebih efisien. Sebagian hasil pemilahan jenis pengujian dan peralatan yang perlu ditambahakan ditampilkan pada Tabel 3.3. Secara keseluruhan dapat dilihat pada Lampiran 3.
Alat uji pada Tabel 3.3 dipilih yang berteknologi terbaru dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi parameter uji serta efisiensi waktu dan tenaga. Selain itu, dengan menggunakan alat yang canggih diharapkan laboratorium memiliki daya saing yang tinggi terhadap laboratorium lain.
21 Tabel 3.2 Data kerusakan alat uji dan saran tindakan penanganan
No. Alat Uji Nama Alat Jumlah Merk Keterangan
1 Alat Uji Konsolidasi
Fungsi: Mengetahui sifat pemampatan tanah yang berkaitan dengan proses keluarnya air dari pori tanah akibat adanya tekanan aksial
yang bekerja pada tanah.
Kelengkapan
Tersedia
Oedometer 3 MBT Tidak layak
Oedometer 3 WF Perlu dikoneksikan
dengan komputer Beban Diperlukan Timbangan ketelitian 0,01 gr* Stopwatch*
Alat uji kadar air*
Alat uji specific
gravity*
Data Logger
Keterangan: *) Alat generik, dibutuhkan dalam beberapa pengujian. Tabel 3.3 Jenis pengujian dan peralatan yang perlu ditambahkan
No. Alat Uji Nama Alat Jumlah Merk Keterangan
1 Alat Uji Permeabilitas
Fungsi: Mengetahui sifat tanah
dalam meloloskan air.
Diperlukan Alat uji permeabilitas
(falling head) 1
ELE atau
WF -
Alat uji permeabilitas
(static head) 1
ELE atau
WF -
2 Alat Uji Triaksial
Fungsi: Mengetahui parameter kuat geser tanah pada kondisi Unconsolidated Undrained, Consolidated Undrained, dan Consolidated Drained pada
tanah kelempungan
Diperlukan
Alat uji triaxial (set)
1
ELE atau
WF -
3.2.1.2. Pelengkapan Prosedur Operasi Standar Pengujian
Pengujian Geoteknik pada umumnya saling terkait satu sama lain. Setiap pengujian umunya membutuhkan data pengujian lain sebagai pendukung. Prosedur pengujian yang dibuat pada periode jangka pendek ini hanya dikhususkan untuk alat uji yang
22 tersedia di Laboratorium Geoteknik Balai Litbang BSB. Prosedur pengujian untuk alat lain yang belum tersedia akan dibuat setelah proses pengadaan alat selesai, sehingga prosedur dapat menyesuaikan jenis dan teknologi alat. Selain prosedur pengujian, alur pengujian juga dibuat untuk mempermudah pemahaman dan penggambaran pengujian secara ringkas. Prosedur dan alur pengujian disusun berdasarkan SNI pengujian Geoteknik yang berlaku. Apabila belum tersedia dan masih dalam bentuk RSNI, maka penyusunan mengacu pada standar sebelumnya yang masih berlaku. Prosedur dan alur pengujian yang telah disusun disertakan dalam Lampiran 4.
3.2.1.3. Pelengkapan Prosedur Operasi Standar Perawatan Alat
Alat uji laboratorium perlu dirawat dengan baik dan benar supaya fungsinya dapat lestari. Metode perawatan dan pelaksanaannya setiap alat juga tidak sama, tergantung dari mekanisme kerja alat tersebut. Secara garis besar, perawatan terdiri dari perawatan rutin dan perawatan berkala. Perawatan rutin relatif lebih ringan dan sering dilakukan. Perawatan ini contohnya yaitu pembersihan alat pasca pengujian. Perawatan berkala dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama dan memerlukan penanganan khusus. Perawatan berkala contohnya penggantian pelumas pada alat mekanis. Secara detail, panduan perawatan dapat dilihat pada Lampiran 5.
3.2.2. Ruang Kerja
Pada ruang kerja laboratorium terdiri dari alat uji, meja kerja, dan almari yang berisi buku-buku referensi. Kegiatan yang dilakukan yaitu Pengaturan Tata Letak Laboratorium serta Penataan dan Pengkategorian Buku Referensi Laboratorium. Secara rinci dijelaskan sebagai berikut.
3.2.2.1. Pengaturan Tata Letak Laboratorium
Tata letak Laboratorium Geoteknik perlu diperbaiki sedemikian rupa sehingga peralatan berada pada tempat yang sesuai dengan frekuensi pemakaiannya sehingga pergerakan dapat lebih efisien. Sebagai salah satu contoh, peralatan yang frekuensi pemakaiannya cukup tinggi yaitu alat uji kadar air dan timbangan. Peralatan tersebut sebaiknya diletakkan di tempat yang dekat dan mudah diakses. Tempat tersebut umumnya berada di tengah sehingga tidak terlalu jauh dari ujung-ujung ruangan. Peralatan lain yang frekuensi pemakaiannya rendah dapat ditempatkan di bagian ujung-ujung ruangan, namun tetap memperhatikan ruang kerja untuk pergerakan. Berdasarkan pertimbangan efisiensi pergerakan dan ketersediaan ruangan, disusun tata letak Laboratorium Geoteknik seperti pada Gambar 3.4. Gambar skalatis disajikan dalam Lampiran 6.
23 Gambar 3.4 Denah Laboratorium Geoteknik kondisi rencana
Pada Gambar 3.4 dapat dilihat tata letak laboratorium kondisi rencana memberikan ruang gerak yang lebih luas. Selain untuk meningkatkan efisiensi kegiatan, juga untuk memberikan kemudahan untuk keluar dari ruangan apabila terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Beberapa peralatan seperti Sample Extruder(8) dan meja penyimpan beban(17) diletakkan di bawah meja dengan tujuan untuk efisiensi pemakaian ruangan. Selain itu, beberapa peralatan yang berukuran kecil dan berjumlah banyak diletakkan di nomor 18 dan tertutup almari sehingga terlihat lebih rapi. Kondisi Laboratorium Geoteknik setelah dilakukan penataan ulang ditampilkan pada Gambar 3.5.
Pada Gambar 3.5 dapat terlihat bahwa area bagian tengah menjadi lebih luas sehingga memudahkan pergerakan. Selain itu, perletakkan alat-alat yang berukuran besar maupun almari pada bagian tepi dalam membuat kesan ruangan menjadi lebih lega, karena tidak ada benda yang menutup pandangan ketika dilihat dari pintu.
24 (a)
(b)
Gambar 3.5 Kondisi Laboratorium Geoteknik setelah dilakukan penataan ulang: a) tampak dari arah pintu; (b) tampak dari sudut ruangan
25 3.2.2.2. Penataan dan Pengkategorian Buku Referensi Laboratorium
Salah satu aset yang terdapat di Laboratorium Geoteknik selain alat uji yaitu almari yang berisi buku referensi. Buku-buku referensi tersebut terdiri dari laporan kajian, laporan penyelidikan, proposal penelitian, katalog alat uji, standar, pedoman, textbook, majalah ketekniksipilan, dan sebagainya. Kondisi eksisting buku-buku tersebut dalam keadaan yang kurang rapi, dan tersusun acak tidak sesuai kategori atau klasifikasi (Gambar 3.6).
Gambar 3.6 Kondisi penataan buku referensi: eksisting (2 tingkat bagian bawah) dan dalam penataan (2 tingkat bagian atas)
Buku-buku referensi tersebut selanjutnya ditata ulang sesuai dengan kategori/klasifikasi untuk mempermudah pencariannya. Layout tata letak buku sesuai kategori disusun seperti pada Gambar 3.7. Kegiatan pelaksanaan seperti terlihat pada Gambar 3.8. Hasil kegiatan penataan buku-buku referensi dapat dilihat pada Gambar 3.9. Manfaat kegiatan ini dapat dirasakan secara langsung oleh pegawai lain, terutama yang mencari atau memerlukan referensi yang berkaitan dengan tugasnya. Salah satu manfaat kegiatan tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.10. Gambar yang lebih besar dapat dilihat pada Lampiran 7.
26 Gambar 3.7 Layout tata letak buku referensi sesuai kategori/klasifikasi
27 Gambar 3.9 Kondisi buku referensi setelah dilakukan penataan
(a) (b)
Gambar 3.10 Manfaat kegiatan penataan buku referensi: (a) mempermudah pencarian referensi; (b) menelaah referensi yang diperoleh untuk keperluan tugas
pegawai lain
3.2.3. Sumber Daya Manusia
Peran sumber daya manusia (SDM) memiliki pengaruh yang besar terhadap pengembangan laboratorium. Setiap SDM harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan tugas yang dijalankannya dan juga beban kerja yang sesuai. Beban kerja
28 yang diberikan sebaiknya tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan agar pekerjaan yang dihasilkan optimal dengan produktivitas yang tinggi. SDM yang diperlukan di Laboratorium Geoteknik terdiri dari Teknisi dan Peneliti/Penyelia. Secara umum, teknisi bertugas untuk mengoperasikan alat uji dan menyusun laporan. Sedangkan substansi laporan tersebut disusun berdasarkan interpretasi/justifikasi dari Peneliti/Penyelia. Saat ini, SDM yang dibutuhkan cukup Peneliti/Penyelia. Peneliti/Penyelia ini memiliki tugas untuk melakukan perencanaan pengembangan laboratorium. Selanjutnya apabila alat uji yang tersedia sudah memadai maka dilakukan penambahan SDM. SDM yang perlu ditambahkan segera yaitu Teknisi sebanyak 1 atau 2 orang. Teknisi tersebut diberi pelatihan tentang pengujian Geoteknik secara keseluruhan. Setelah itu dilakukan uji coba pengoperasian alat uji di Laboratorium Geoteknik. Apabila Teknisi dirasa sudah cukup mahir dan kelengkapan laboratorium sudah cukup, maka layanan pengujian Geoteknik dapat dibuka untuk umum. Selanjutnya apabila beban kerja sudah berlebihan dan tidak ideal maka dilakukan penambahan SDM, baik Teknisi maupun Peneliti/Penyelia. Sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan di Laboratorium Geoteknik terdiri dari Peneliti/Penyelia dan Teknisi. Jumlah SDM yang diperlukan menyesuaikan beban kerja supaya optimal. SDM yang dibutuhkan memiliki kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dan harus melalui proses kualifikasi. Kriteria-kriteria dan proses kualifikasi tersebut diberikan pada Lampiran 8.
3.2.4. Skenario Pengembangan Laboratorium
Pengembangan laboratorium geoteknik bertujuan untuk menambah dan melengkapi jenis pengujian agar sesuai dengan yang tertera pada SNI 8460-2017 sehingga pelayanan publik dapat meningkat dan kegiatan kelitbangan juga dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Skenario pengembangan laboratorium direncanakan dalam 3 tahap pelaksanaan, yaitu tahap pelaksanaan jangka pendek, tahap pelaksanaan jangka menengah, dan tahap pelaksanaan jangka panjang. Kegiatan yang dilakukan dalam jangka pendek yaitu kegiatan yang direncanakan dalam rancangan aktualisasi. Kegiatan ini dilakukan dalam durasi waktu 30 hari. Kegiatan jangka menengah direncanakan dalam durasi waktu sekitar 2 tahun dan dilaksanakan setelah kegiatan jangka pendek selesai. Pada kurun waktu ini dilakukan pengadaan peralatan uji, pengadaan SDM, pelatihan SDM, serta uji coba laboratorium. Kegiatan jangka panjang direncanakan dalam durasi sekitar 3 tahun dan dilaksanakan setelah kegiatan jangka menengah selesai. Pada kurun waktu ini dilakukan pengoperasian laboratorium sepenuhnya, sehingga setiap alat diupayakan harus bisa dioperasikan dengan baik. Setelah kegiatan terencana telah selesai dilaksanakan selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja dan beban kerja laboratorium. Hasil evaluasi tersebut
29 selanjutnya digunakan sebagai acuan untuk perbaikan dan peningkatan laboratorium supaya lebih baik. Skenario pengembangan laboratorium dapat dilihat pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4 Skenario pengembangan laboratorium
Unsur Kegiatan
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang Peralatan 1. Inventarisasi (Pendataan alat) 2. Pengecekan Kondisi Alat 3. Pembuatan Prosedur Pengujian 4. Pembuatan Alur Pengujian 1. Pengadaan Alat 1. Pengoperasian Secara Penuh 2. Persiapan Sertifikasi Laboratorium SDM 1. Pengadaan SDM 2. Pelatihan SDM 3. Uji Coba Laboratorium 1. Evaluasi Beban Kerja 2. Persiapan Sertifikasi Laboratorium Ruang Kerja
1. Penataan ulang layout Laboratorium 2. Penataan Laboratorium 3. Penyortiran dan Penataan Buku Referensi Laboratorium 1. Penambahan Ruang Kerja 2. Penataan Laboratorium 1. Persiapan Sertifikasi Laboratorium
Pengembangan Laboratorium Geoteknik mencakup 3 unsur yang meliputi peralatan, SDM, dan ruang kerja. Peralatan yang perlu ditambahakan ditampilkan pada Tabel 3.3. Peralatan yang lengkap dan canggih tentu harus didukung dengan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, SDM juga harus disiapkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. SDM yang diperlukan di Laboratorium Geoteknik terdiri dari Peneliti/Penyelia dan teknisi. Dalam jangka pendek, teknisi belum diperlukan terlebih dahulu karena masih dalam tahap persiapan. Peneliti/Penyelia dapat merangkap sebagai teknisi untuk pengoperasian alat sementara. Pada rencana jangka menengah dilakukan pengadaan Teknisi sebanyak 1 atau 2 orang dan pengadaan peralatan. Ruang kerja juga dilakukan penambahan untuk menyesuaikan perletakkan alat uji. Selanjutnya tambahan Peneliti/Penyelia dan teknisi juga dilakukan kembali setelah 2 tahun berjalan atau kurang dari 2 tahun apabila beban kerja terlalu berlebihan. Pada periode ini juga ditargetkan semua alat harus sudah dapat dioperasikan. Setelah itu dilakukan persiapan sertifikasi laboratorium guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan laboratorium.
30 3.3. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi
3.3.1. Proses Pelaksanaan Aktualisasi
Pelaksanaan aktualisasi dilakukan mengacu pada jadwal rencana pelaksanaan sesuai Tabel 2.8. Pada kenyataannya di lingkungan kerja, kegiatan pelaksanaan tersebut mengalami perubahan. Kegiatan dapat dilaksanakan dan selesai sebelum batas waktunya maupun dapat dilaksanakan melebihi batas waktunya. Selain adanya perubahan jadwal pelaksanaan, kegiatan yang dilaksanakan juga bertambah sesuai dengan arahan dari Mentor. Pelasanaan kegiatan selama masa aktualisasi dapat dilihat pada Tabel 3.5. Pada saat realisasi terlihat bahwa banyak kegiatan yang dimajukan karena menyesuaikan arahan mentor. Konsekuensi dari pemajuan jadwal tersebut adalah pemunduran jadwal kegiatan lainnya. Sehingga, tahapan kegiatan menjadi berubah. Selain itu, adanya usulan kegiatan tambahan dan kegiatan selain aktualisasi (non-lab.) juga mengurangi waktu pelaksanaan yang direncanakan sebelumnya. Kegiatan tambahan yang dimaksud yaitu Pengaturan SDM, Penataan dan Pengkategorian Buku Referensi, Skenario Pengembangan Laboratorium, Pelengkapan Panduan Perawatan Alat Uji, dan Kajian SDM. Kegiatan selain aktualisasi (non-lab.) yang dimaksud yaitu Persiapan dan Pelaksanaan Lomba dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-74, ikut serta dalam rapat, dan Survei dalam Rangka Advis Teknis. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan tersebut diatur kembali supaya dapat dilaksanakan sesuai target awal dan sesuai dengan tambahan dari Mentor serta tanpa meninggalkan kegiatan selain aktualisasi. Bukti-bukti kegiatan aktualisasi disajikan dalam Lampiran 11. Kegiatan-kegiatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan sesuai dengan target awal dan sesuai tambahan dari Mentor. Perlu adanya manajemen waktu dan koordinasi yang baik dengan seluruh elemen pegawai supaya kegiatan tersebut selesai.
Koordinasi dilakukan dengan atasan maupun rekan kerja untuk membahas rencana dan pelaksanaan kegiatan. Koordinasi dengan atasan dilakukan dengan cara berkonsultasi serta berdiskusi untuk memperoleh arahan dan persetujuan pelaksanaan. Persetujuan pelaksanaan kegiatan selanjutnya dikomunikasikan dengan rekan kerja supaya memperoleh dukungan. Komunikasi tersebut berhasil dibangun dengan baik sehingga setiap kegiatan memperoleh persetujuan dari atasan dan dukungan dari rekan kerja. Upaya konsultasi, komunikasi, dan pelaksanaan yang bertanggungjawab tersebut merupakan tindakan yang sudah sejalan dengan kaidah nilai etika publik serta telah memperkuat nilai profesionalisme dalam organisasi.
Prosedur pengujian disusun berdasarkan SNI yang mengatur pengujian Geoteknik. Sebelumnya dilakukan studi literatur mengenai persyaratan pengujian dari SNI 8460-2017. Selanjutnya, dilakukan pengumpulan SNI setiap pengujian sesuai SNI
31 8460-2017. Dari setiap SNI tersebut disusun prosedur dan bagan alir pengujian. Penyusunan dilakukan secara sederhana, padat, ringkas, dan sistematis supaya teknisi lebih mudah memahami. Dengan demikian, pengujian dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Upaya-upaya tersebut merupakan bentuk penerapan nilai komitmen mutu serta telah memperkuat nilai profesionalisme dalam organisasi. Prosedur pengujian disusun mengacu pada standar yang berlaku di Indonesia, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI). Penggunaan SNI diharapkan dapat meningkatkan konsistensi dan kepercayaan diri terhadap peraturan yang dibuat pemerintah. Hal ini tentunya harus dimulai dari Puskim selaku bagian dari badan penelitian dan pengembangan pemerintah supaya dapat menularkan dan menyebarluaskan penggunaan peraturan yang dibuat oleh pemerintah kepada masyarakat. Tindakan ini dilakukan sesuai dengan salah satu nilai dasar PNS yaitu nasionalisme.
Beberapa kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan secara individu, melainkan perlu bantuan dari pegawai lain, contohnya seperti kegiatan Penataan Laboratorium. Alat-alat pengujian pada laboratorium mayoritas berukuran besar dan berat. Oleh karena itu, butuh bantuan tenaga pegawai lain untuk memindahkan peralatan tersebut. Pegawai lain yang membantu juga memiliki tugas pokok yang wajib dikerjakan, sehingga perlu koordinasi dengan baik supaya waktu pelaksanaannya dapat efisien. Tindakan ini dilakukan sesuai dengan salah satu nilai dasar PNS yaitu etika publik serta telah memperkuat nilai profesionalisme dalam organisasi.
Tujuan akhir dari kegiatan ini yaitu meningkatkan daya guna laboratorium sehingga dapat memberikan pelayanan pengujian kepada masyarakat. Sesuai dengan rencana pengembangan laboratorium, layanan pengujian yang disediakan akan dilengkapi supaya dapat memenuhi persyaratan SNI. Selain dengan adanya layanan pengujian yang lengkap, laboratorium juga akan disertifikasi supaya memenuhi standar baku yang disyaratkan sehingga dapat memberikan mutu pelayanan yang prima. Tidak hanya itu, kegiatan penataan laboratorium juga telah dilakukan sebagai salah satu dasar dalam mempersiapkan dan melaksanakan rencana kegiatan selanjutnya. Penataan alat uji dilaksanakan sesuai layout/tata letak yang telah dirancang supaya kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja dan kualitas produk barang/jasa. Tindakan-tindakan yang telah dilakukan tersebut sudah mengacu pada nilai dasar PNS yaitu komitmen mutu. Kegiatan ini tentunya telah menguatkan nilai orientasi misi dalam organisasi.
Jenis alat yang tersedia di Laboratorium Geoteknik cukup banyak, namun belum lengkap sesuai dengan pengujian yang disyaratkan pada SNI 8460-2017. Alat-alat yang tersedia umumnya sudah tua dan usang, yaitu sejak tahun sekitar 1990. Namun
32 ada beberapa yang tergolong masih relatif baru dan masih utuh. Semua alat-alat yang tersedia belum terinventarisasi maupun terdata, sehingga jumlah dan kondisinya juga tidak diketahui secara pasti. Salah satu kegiatan tambahan yang disarankan oleh mentor yaitu pendataan alat uji. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Pendataan dilakukan sesuai dengan kategori alat uji yang tersedia dan ditulis sesuai dengan jumlah dan kondisi nyata. Pendataan ini dilakukan untuk mengontrol jumlah, kondisi, dan keberadaan alat sehingga mempermudah apabila akan dilakukan penambahan alat sesuai rencana pengembangan. Selanjutnya, setiap hasil pendataan disertakan dalam laporan secara jelas, lugas, informatif, dan transparan. Laporan disampaikan menggunakan Bahasa Indonesia yang sederhana supaya jelas, lugas dan mudah dipahami. Segala informasi yang diperoleh juga disampaikan secara keseluruhan dan terbuka serta mengandung nilai manfaat, sehingga menjadi transparan dan informatif. Penyampaian secara jelas, lugas, dan informatif merupakan bentuk penerapan nilai akuntabilitas. Sedangkan transparansi pada penyusunan laporan merupakan bentuk nilai anti korupsi. Kegiatan ini tentunya telah menguatkan nilai profesionalisme dalam organisasi.
Kegiatan tambahan lain yang dilakukan yaitu pembuatan rencana pengembangan SDM serta pembuatan skenario pengembangan laboratorium. Kegiatan tersebut disusun sesuai hasil identifikasi dari kondisi laboratorium eksisting dan diproyeksikan ke depan selama beberapa tahun. Proyeksi tersebut menerapkan beberapa target yang harus dicapai dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang secara rasional. Penyusunan rencana pengembangan tersebut juga harus berpedoman pada nilai komitmen mutu dan merupakan bentuk penguatan nilai visioner.
33 Tabel 3.5 Jadwal rencana pelaksanaan dan realisasi pelaksanaanya
25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5
- Koordinasi dengan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Struktur Bangunan - Studi literatur mengenai pengujian
geoteknik
+ Identifikasi laboratorium + Pendetailan kegiatan
- Mengecek kondisi alat sesuai spesifikasi teknis alat pengujian - Memilih dan mengklasifikasikan jenis pengujian sesuai kategori - Menyusun alur pengujian - Menyusun prosedur pengujian - Mencetak pamflet alur pengujian
dan dokumen prosedur pengujian
+ Pendataan alat
+ Kajian pengoptimalan fungsi alat + Kajian penambahan alat + Menyusun prosedur perawatan
- Mengukur dimensi alat pengujian dan ruangan laboratorium
- Menyusun rencana layout/tata letak alat pengujian laboratorium - Mencetak layout/tata letak alat
pengujian laboratorium - Mengatur alat pengujian sesuai
layout
+ Menata dan mengkategorikan buku referensi
- Menyusun laporan hasil aktualisasi
+ Menyusun rencana pengembangan SDM
6
+ Menyusun rencana pengembangan laboratorium
No Kegiatan Juli Agustus September
Kajian SDM
Kajian pengembangan laboratorium 1 Persiapan penyusunan program
2 Pembuatan prosedur pengujian
3 Pembuatan layout/tata letak alat
4 Penyusunan laporan 5
Legenda:
34 3.3.2. Analisa Dampak
Kegiatan aktualisasi ini memliki dampak bagi penulis maupun lingkungan kerja. Dampak tersebut ada yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung merupakan dampak yang bisa dirasakan manfatnya oleh pengguna dalam jangka waktu yang singkat setelah kegiatan selesai. Sedangkan dampak tidak langsung umumnya tidak dapat dirasakan secara langsung manfaatnya dalam jangka waktu singkat, namun perlu tindakan atau kegiatan lanjutan sampai selesai supaya manfaatnya lebih mudah dirasakan. Adapun dampak-dampak tersebut dijelaskan sebagai berikut.
1. Penataan laboratorium memberikan ruang gerak yang lebih luas sehingga pergerakan menjadi lebih efektif dan efisien. Penataan tersebut juga membuat laboratorium menjadi lebih teratur dan rapi sehingga membuat pekerjaan lebih nyaman.
2. Buku-buku referensi sebelumnya tidak tertata dengan baik, sehingga menyulitkan apabila perlu mencari buku referensi yang dibutuhkan. Penataan buku referensi yang sesuai kategori membuat pencarian buku referensi menjadi lebih mudah dan efisien. Hal ini sudah dirasakan manfaatnya oleh pegawai lain. 3. Kegiatan pendataan alat uji membuat laboratorium menjadi lebih mudah terpetakan, terutama dari sisi pengujian. Jenis pengujian sesuai alat uji yang tersedia dapat diketahui dari pengelompokkan alat uji. Selanjutnya diperlukan penambahan komponen atau bagian alat uji untuk melengkapi peralatan yang sudah ada supaya dapat berfungsi secara utuh.
4. Pembuatan prosedur operasi standar pengujian dan prosedur operasi standar perawatan alat yang sebelumnya tidak ada juga menambah kelengkapan laboratorium sehingga alat dapat dioperasikan oleh teknisi.
5. Rencana pengembangan laboratorium belum memberikan dampak yang cukup besar, namun dapat digunakan sebagai dasar untuk mengarahkan supaya pengembangan laboratorium lebih terarah dan efisien. Aktualisasi merupakan kegiatan jangka pendek yang terdapat pada rencana tersebut. Kegiatan jangka pendek sudah tercapai melebihi target awal. Ada beberapa kegiatan tambahan di luar rencana yang telah selesai dilaksanakan. Hal ini tentu dapat mengurangi beban kegiatan di jangka menengah, sehingga waktu pelaksanaannya dapat lebih cepat. Dengan demikian, rencana kegiatan jangka panjang juga dapat dilaksanakan lebih awal dan diselesaikan lebih cepat. Semakin cepat pelaksanaan rencana pengembangan laboratorium, maka semakin cepat pula laboratorium dapat beroperasi secara penuh untuk keperluan layanan publik, advis teknis, serta kegiatan penelitian dan pengembangan.
35 BAB 4
PENUTUP 4.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut.
1. Rancangan kegiatan aktualisasi telah selesai dilaksanakan sesuai jadwal rencana.
2. Selain kegiatan terencana, kegiatan tambahan sesuai arahan Mentor juga telah selesai dilaksanakan dalam waktu yang sama dengan kegiatan terencana. 3. Kegiatan identifikasi laboratorium telah dilaksanakan dengan baik sehingga
kondisi laboratorium dapat dipetakan dari sisi alat uji, ruang kerja, dan SDM. 4. Kondisi eksisting alat uji dalam keadaan usang dan rusak. Perlu dilakukan
penambahan dan perbaikan komponen supaya dapat berfungsi secara utuh. Alat uji juga perlu ditambah baru supaya dapat menyesuaikan pengujian seperti yang tertera dalam SNI 8460-2017.
5. Kondisi eksisting ruang kerja kurang ideal untuk digunakan. Beberapa peralatan tidak tertata rapi sehingga menyulitkan pergerakan. Buku referensi yang tidak tertata baik menyebabkan pencarian buku kurang efektif dan efisien. Penataan yang dilakukan telah membuat pergerakan menjadi efisien dan pekerjaan menjadi lebih nyaman.
6. Ketersediaan SDM di Laboratorium Geoteknik sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan penambahan SDM secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan.
7. Kegiatan aktualisasi merupakan kegiatan rencana jangka pendek dalam rencana pengembangan laboratorium. Dengan selesainya kegiatan aktualisasi, tersisa kegiatan dalam rencana jangka menengah dan jangka panjang yang belum dilaksanakan.
4.2. Saran
Adapun saran yang diberikan adalah sebagai berikut.
1. Rencana kegiatan jangka menengah dan jangka panjang perlu dilaksanakan supaya Laboratorium Geoteknik dapat beroperasi secara penuh untuk keperluan layanan publik, advis teknis, serta kegiatan penelitian dan pengembangan.
2. Kegiatan pengujian yang memerlukan alat pelengkap namun belum tersedia dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan Laboratorium Bahan Bangunan. 3. Perlu dilakukan kegiatan pelatihan pengujian secara mandiri untuk melatih
36 DAFTAR PUSTAKA
Perka LAN Nomor 22 Tahun 2016. 2016. Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan II. Indonesia: Lembaga Aparatur Sipil Negara. Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2016. 2016. Organisasi dan Tata Kerja Unit
Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Indonesia: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
SNI 1965-2008. 2008. Cara Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 1966-2008. 2008. Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 1967-2008. 2008. Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 2812-2011. 2011. Cara Uji Konsolidasi Satu Dimensi. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 3422-2008. 2008. Cara Uji Penentuan Batas Susut Tanah. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 3638-2012. 2012. Metode Uji Kuat Tekan-Bebas Tanah Kohesif. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 8460-2017. 2017. Persyaratan Perancangan Geoteknik. Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
UU No 5 tahun 2014. 2014. Aparatur Sipil Negara. Indonesia: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
37 LAMPIRAN 1
Jenis Dan Kondisi Alat Uji Eksisting pada Laboratorium Geoteknik
No Nama Alat Jumlah Merek Kondisi Kelengkapan
1 Mesin
Penumbuk/Pemadat 1
Tanifuji
Machine baik, dapat beroperasi lengkap
2 Air Compressor 1 MAX belum dioperasikan kurang konverter kabel
power 3 Cassagrande 1 Togoshi Seiki baik, counter kurang
lancar lengkap
4 Desikator 2 - baik lengkap
5 Timbangan
ketelitian 0,1 gram 1 AND baik, normal lengkap
6 Alat Uji CBR 1 Tanifuji
Machine baik
kurang beberapa unit pendukung
7 Oven 1 Tanifuji
Machine belum dioperasikan lengkap 8 Transducer + Data
Logger 1 WF baru lengkap
9 Batu pori diameter
10 cm 3 - baru lengkap
10 Batu pori diameter
4 cm 3 - baru lengkap
11 Sparepart O-ring +
nipple 3 - baru lengkap
12 Dial Gauge ketelitian 0,002 mm 3 WF baru lengkap 13 Dial Gauge
ketelitian 0,01 mm 2 Peacock baru lengkap
14 Dial Gauge
ketelitian 0,01 mm 3 Mitutoyo baik lengkap
15 Kabel Power +
RS-232 1 - baik lengkap
16 Hidrometer 2 TOMCO baru lengkap
17 Termometer 0-50
derajat C 4 - baru lengkap
18 Plaxis Manual v7 1 Plaxis baik tanpa cd
19 Piknometer 50 ml 1 IWAKI baru lengkap
20 Piknometer 100 ml 1 IWAKI baru lengkap
21 Piknometer 50 ml 1 Duran baik lengkap
22 Labu Erlenmeyer
200 ml 1 Duran baik lengkap
23 Labu Erlenmeyer
200 ml 1 Duran pecah lengkap
24 Labu Erlenmeyer
300 ml 1 Duran baik lengkap
25 Printer MP-258 1 Canon belum dioperasikan lengkap
26 Proving Ring 2 Macross baru lengkap
38
No Nama Alat Jumlah Merek Kondisi Kelengkapan
28 Alat uji batas susut 1 Macross baik lengkap
29 Alat pelepas
sampel tanah 1 - macet -
30 Alat uji konsolidasi 3 MBT 1 rusak konektor hilang
31 Alat uji konsolidasi 3 WF baru lengkap
32 Alat uji triaxial 1 MBT - -
33 Set beban 1 - baru -
34 Alat uji
permeabilitas 1 MBT kran macet lengkap
35 Trafo 110/220 1 Palapa baru lengkap
36 Mata sondir 1 - baik lengkap
37 Klem 1 - baik lengkap
38 Perlengkapan uji
triaxial 1 - - -
39 Hidrometer 1 - baru kurang 1 unit
40 Silinder cetak kuat
tekan bebas 1 - baru lengkap
41 Adapter dial gauge 1 - - -
42 Tabung silinder
ukur variasi - baik -
43 Alat tumbuk 1 - - -
44 Silinder ukur variasi - baru -
45 Sand Cone 1 - baik tidak lengkap
46 Thermal Paper 1 - baru lengkap
Saringan (Diameter mm) VARIASI 47 2,38 2 baik lengkap 48 1,7 1 baik lengkap 49 1,18 1 baik lengkap 50 2 1 baik lengkap 51 0,5 2 baik lengkap 52 0,28 1 baik lengkap 53 0,16 1 baik lengkap 54 0,15 1 baik lengkap 55 0,071 1 baik lengkap 56 0,05 1 baik lengkap Saringan (Diameter cm) 57 5 1 baik lengkap 58 4,5 2 baik lengkap 59 3,5 1 baik lengkap 60 3,15 1 baik lengkap 61 1,9 1 baik lengkap
39
No Nama Alat Jumlah Merek Kondisi Kelengkapan
Saringan (Diameter cm)
62 1,6 2 baik lengkap
63 Saringan no. 4 2 baik lengkap