OBAT ANTIANEMIA DEFISIENSI OBAT ANTIANEMIA DEFISIENSI
1.
1. PendahuluanPendahuluan
Anemia didefinisikan sebagai pengurangan volume sel darah merah atau Anemia didefinisikan sebagai pengurangan volume sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (Hb) dibawah nilai normal yang terjadi pada orang sehat. Hal konsentrasi hemoglobin (Hb) dibawah nilai normal yang terjadi pada orang sehat. Hal ini menyebabkan pengurangan kapasitas dalam membawa oksigen.
ini menyebabkan pengurangan kapasitas dalam membawa oksigen.22 Anemia bukanAnemia bukan merupakan suatu penyakit, namun sebuah manifestasi dari berbagai penyakit dan merupakan suatu penyakit, namun sebuah manifestasi dari berbagai penyakit dan kondisi patologis
kondisi patologis1111(ria BAB iii)(ria BAB iii)
Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka
dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka merasa lebih sulit untuk bekmerasa lebih sulit untuk bekerja. Artinya mutuerja. Artinya mutu hidupnya lebih rendah. Tingkat Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap hidupnya lebih rendah. Tingkat Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap ((complete blood count complete blood count / CBC). Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb, apabila Hb di/ CBC). Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb, apabila Hb di bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat Hb yang normal adalah bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat Hb yang normal adalah sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki. Secara keseluruhan, sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki. Secara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda.
juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda. Gejala yang um
Gejala yang umumnya dialami oleh pasien umnya dialami oleh pasien anemia yaianemia yaitu tu merasa lelah dmerasa lelah danan lemah, rasa sakit di dada, letargi (mengantuk), palpitasi, kaki dan tangan merasa lemah, rasa sakit di dada, letargi (mengantuk), palpitasi, kaki dan tangan merasa dingin, se
dingin, sesak nafas setelah latihan olah sak nafas setelah latihan olah raga ringan, jraga ringan, jantung akan beantung akan berdetak rdetak kencangkencang hanya dengan latihan olah raga ringan, dan merasa pusing mungkin bisa pingsan. hanya dengan latihan olah raga ringan, dan merasa pusing mungkin bisa pingsan. Pada orang yang lebih tua gejala payah jantung, angina pektoris, kaludikasio Pada orang yang lebih tua gejala payah jantung, angina pektoris, kaludikasio intermitten, dan kebingungan dapat ada. Gangguan penglihatan yang disebabkan intermitten, dan kebingungan dapat ada. Gangguan penglihatan yang disebabkan perdarahan retina dapat menjadi komplikasi anemia yang sangat berat, khususnya perdarahan retina dapat menjadi komplikasi anemia yang sangat berat, khususnya
yang timbul cepat (rapid onset).
yang timbul cepat (rapid onset). (Web Anemia Harna¶s World- kompilasi dengan I-(Web Anemia Harna¶s World- kompilasi dengan I-141A
141Abt%20Anemia.pdf folder bt%20Anemia.pdf folder Anemia bAnemia bahan)ahan)
Ada banyak hal berbeda yang menyebabkan anemia. Dibawah ini beberapa Ada banyak hal berbeda yang menyebabkan anemia. Dibawah ini beberapa perbedaan anemia berdasarkan penyebabnya:
perbedaan anemia berdasarkan penyebabnya: (I-141Abt%20Anemia.pdf folder (I-141Abt%20Anemia.pdf folder Anemia bahan)
Anemia bahan) a.
a. Anemia Defisiensi Besi (disebabkan tubuh kita kekurangan besi)Anemia Defisiensi Besi (disebabkan tubuh kita kekurangan besi) b.
b. Hemolytic anemia (lebih banyak sel darah merah mati dibanding yang dibuat)Hemolytic anemia (lebih banyak sel darah merah mati dibanding yang dibuat) c.
c. Pernicious anemia (tubuh kita kekurangan VitaPernicious anemia (tubuh kita kekurangan Vitamin B-12)min B-12) d.
e.
e. Sickle cell anemia Sickle cell anemia or thalassemia (sel darah merah tidak or thalassemia (sel darah merah tidak normalnormal).). f.
f. Anemia yang disebabkan karena Anemia yang disebabkan karena terkena penyakit, seperti kanker, AIDS,terkena penyakit, seperti kanker, AIDS, Liver, dan penyakit Kidney and Crohn¶s
Liver, dan penyakit Kidney and Crohn¶s g.
g. Anemia dAnemia disebabkan isebabkan oleh oboleh obat yang at yang diberikandiberikan h.
h. Anemia disebabkan oleh karena menyentuh atau menghirup zat kimiaAnemia disebabkan oleh karena menyentuh atau menghirup zat kimia berbahaya
berbahaya
Tabel 1.1
Tabel 1.1Penyebab anemia menurut umur Penyebab anemia menurut umur 1616 1
1 Bayi Bayi dibawadibawah h umur umur 1 1 tahun tahun -- Persediaan besi yang kurang karenaPersediaan besi yang kurang karena
berat badan lahir rendah atau lahir kembar berat badan lahir rendah atau lahir kembar 2
2 Anak Anak berumur berumur 1-2 1-2 tahun tahun -- Masukaan (intake) besi yang kurangMasukaan (intake) besi yang kurang karena tidak mendapat makanan tambahan karena tidak mendapat makanan tambahan (hanya minum susu)
(hanya minum susu)
-- Kebutuhan meningkat karena infeksiKebutuhan meningkat karena infeksi berulang atau menahun
berulang atau menahun -- MalabsorbsiMalabsorbsi
-- Kehilangan berlebihan karena perdarahanKehilangan berlebihan karena perdarahan antara lain karena infestasi parasit dan antara lain karena infestasi parasit dan divertikulum Meckeli
divertikulum Meckeli
3
3 Anak Anak berumur berumur 2-5 2-5 tahuntahun
---- Masukan besi kurang karena jenisMasukan besi kurang karena jenis makanan kurang
makanan kurang mengandunmengandungg F F e-hemee-heme -- Kebutuhan meningkat karena infeksiKebutuhan meningkat karena infeksi
berulang atau menahun berulang atau menahun
-- Kehilangan berlebihan karena perdarahanKehilangan berlebihan karena perdarahan antara lain karena infestasi parasit dan antara lain karena infestasi parasit dan divertikulum Meckeli
divertikulum Meckeli 4
4 Anak Anak berumur berumur 5 5 tahuntahun sampai remaja
sampai remaja
-- Kehilangan berlebihan karena perdarahanKehilangan berlebihan karena perdarahan antara lain karena infestasi parasit dan antara lain karena infestasi parasit dan poliposis
poliposis 5
berlebihan berlebihan
2
2.. Nutritional AnemiaNutritional Anemia
Anemia yang disebabkan oleh defisiensi nutrien yang merupakan faktor eritropoesis Anemia yang disebabkan oleh defisiensi nutrien yang merupakan faktor eritropoesis dalam pembentukan sel darah merah.
dalam pembentukan sel darah merah. (nutritional Anemia pdf folder asam folat)(nutritional Anemia pdf folder asam folat) Dalam eritropoesis normal membutuhkan zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Dalam eritropoesis normal membutuhkan zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Defisiensi salah satu
Defisiensi salah satu unsur tersebut menyebabkunsur tersebut menyebabkan an anemia. Aktifitas eranemia. Aktifitas eritripoeitripoesis diatur sis diatur oleh eritropoetin, yaitu suatu hormon yang terutama dilepaskan oleh ginjal. Pada oleh eritropoetin, yaitu suatu hormon yang terutama dilepaskan oleh ginjal. Pada gagal ginjal
gagal ginjal kronis sering terjadi anemia karena kronis sering terjadi anemia karena penurunan produksi eritropoepenurunan produksi eritropoetin.tin. Tipe anemia gizi berdasarkan pemeriksaan hematogolik:
Tipe anemia gizi berdasarkan pemeriksaan hematogolik: (nutritional Anemia(nutritional Anemia pdf folder asam folat)
pdf folder asam folat) a.
a. Anemia mikrositik Anemia mikrositik hipokhipokromik romik disebabkan oleh defisiensi zat besi disebabkan oleh defisiensi zat besi b.
b. Anemia makrositik hiperkromik atau megaloblastik anemiaAnemia makrositik hiperkromik atau megaloblastik anemia disebabkan oleh defisiensi vitamin B.12 dan asa
disebabkan oleh defisiensi vitamin B.12 dan asa m folatm folat 2
2.1 Anemia Defisiensi Besi.1 Anemia Defisiensi Besi 2
2.1.1 Patofisiologi.1.1 Patofisiologi Z
Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb).at besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb). Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb. Walaupun pembuatan eritrosit juga Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb. Walaupun pembuatan eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit daripada biasa sehingga timbul menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit daripada biasa sehingga timbul anemia hipokromik mikrositik.3
anemia hipokromik mikrositik.3 2
2.1..1.22 EtiologiEtiologi
Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan besi, Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan besi, gangguan absorpsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan
gangguan absorpsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan menahun.menahun. a.
a. Kehilangan besi sebKehilangan besi sebagai akibat perdarahan meagai akibat perdarahan menahun, yang dapat benahun, yang dapat berasal rasal dari:dari: Saluran Cerna : akibat dari tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, Saluran Cerna : akibat dari tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cac
divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cac ing tambang.ing tambang. Saluran genitalia wanita : menorrhagia, atau
Saluran genitalia wanita : menorrhagia, atau metrorhagiametrorhagia Saluran kemih : hematuria
Saluran kemih : hematuria Saluran napas : hemoptoe. Saluran napas : hemoptoe.
b.
b. Faktor nutrisi : akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan, atauFaktor nutrisi : akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan, atau kualitas besi (bioavaibilitas) besi ±yang tidak baik (makanan banyak serat, kualitas besi (bioavaibilitas) besi ±yang tidak baik (makanan banyak serat, rendah vitamin C, dan rendah daging).
rendah vitamin C, dan rendah daging). c.
c. Kebutuhan besi meningkat : seperti pada prematuritas, anak dalam masaKebutuhan besi meningkat : seperti pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan dan kehamilan.
pertumbuhan dan kehamilan. d.
d. Gangguan absorpsi besi : gastrektomi, tropical sprue atau kolitis kronik.Gangguan absorpsi besi : gastrektomi, tropical sprue atau kolitis kronik. 2
2.1.3 Epidemiologi.1.3 Epidemiologi
Diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia dan lebih dari 50% Diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia dan lebih dari 50% penderita ini adalah ADB da terutama mengenai bayi, anak sekolah, ibu hamil dan penderita ini adalah ADB da terutama mengenai bayi, anak sekolah, ibu hamil dan menyusui. Di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama selain kekurangan menyusui. Di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama selain kekurangan kalori protein, vitamin A
kalori protein, vitamin A dan yodium. Penelitian di Indodan yodium. Penelitian di Indonesia mendapatkan prevalensnesia mendapatkan prevalensii ADB pada anak balita sekitar 30 ± 40%, pada anak sekolah 25 ± 35% sedangkan hasil ADB pada anak balita sekitar 30 ± 40%, pada anak sekolah 25 ± 35% sedangkan hasil SKRT 1992 prevalensi ADB pada balita sebesar 5,55%. ADB mempunyai dampak SKRT 1992 prevalensi ADB pada balita sebesar 5,55%. ADB mempunyai dampak yang merugikan bagi kesehatan anak berupa gangguan tumbuh kembang, penurunan yang merugikan bagi kesehatan anak berupa gangguan tumbuh kembang, penurunan daya tahan tubuh dan daya konsentrasi serta kemampuan belajar sehingga daya tahan tubuh dan daya konsentrasi serta kemampuan belajar sehingga menurunkan prestasi belajar di sekolah.
menurunkan prestasi belajar di sekolah. 2
2.1.4 Patogenesis.1.4 Patogenesis
Perdarahan menahun menyebabkan kehilangan zat besi sehingga cadangan zat Perdarahan menahun menyebabkan kehilangan zat besi sehingga cadangan zat besi makin menurun. Jika cadangan kosong maka keadaan ini disebut iron depleted besi makin menurun. Jika cadangan kosong maka keadaan ini disebut iron depleted state. Apabila kekurangan zat besi berlanjut terus maka penyediaan zat besi untuk state. Apabila kekurangan zat besi berlanjut terus maka penyediaan zat besi untuk eritropoesis berkurang sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit, tetapi eritropoesis berkurang sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit, tetapi anemia secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut
anemia secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut ir ir onon def def iicciient ent eeryryththr r opoopoiiesesii s. s.Selanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer sehingga disebutSelanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer sehingga disebut ir
ir on def on def iicciiencenc y y anemanemiiaa.. 2
2.1.5 Gejala Klinis.1.5 Gejala Klinis
Anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak nafas, kurang tenaga Anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak nafas, kurang tenaga dan gejala lainnya. Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai dan gejala lainnya. Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti :
pada anemia jenis lain, seperti : a.
a. Atrofi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papilAtrofi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang
lidah menghilang b.
b. Glositis : iritasi lidahGlositis : iritasi lidah c.
d.
d. Koilonikia : kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok.Koilonikia : kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok. 2
2.1.6 Penatalaksanaan.1.6 Penatalaksanaan
Mengatasi penyebab perdarahan kronik, misalnya pada ankilostomiasis Mengatasi penyebab perdarahan kronik, misalnya pada ankilostomiasis diberikan antelmintik yang sesuai.
diberikan antelmintik yang sesuai. a.
a. Pemberian pPemberian preparat reparat Fe: Fe: Pemberian preparat Pemberian preparat besi besi (ferosulfat/ fe(ferosulfat/ ferofumarat/rofumarat/ feroglukonat) dosis 4-6 mg besi elemental/kg BB/hari dibagi dalam 3 dosis, feroglukonat) dosis 4-6 mg besi elemental/kg BB/hari dibagi dalam 3 dosis, diberikan di antara waktu makan. Preparat besi ini diberikan sampai 2-3 bulan diberikan di antara waktu makan. Preparat besi ini diberikan sampai 2-3 bulan setelah kadar
setelah kadar hemoglobhemoglobin normal.in normal. b.
b. Bedah : Untuk penyebab yang memerlukan intervensi bedah sepertiBedah : Untuk penyebab yang memerlukan intervensi bedah seperti perdarahan karena
perdarahan karena diverticulum Meckediverticulum Meckel.l. c.
c. Suportif : Makanan gizi seimbang terutama yang megandung kadar besi tinggiSuportif : Makanan gizi seimbang terutama yang megandung kadar besi tinggi yang bersumber dari hewani (limfa, hati, daging) dan nabati (bayam, yang bersumber dari hewani (limfa, hati, daging) dan nabati (bayam, kacang-kacangan).
kacangan). 2
2.1.7 Terapi.1.7 Terapi
Terapi kausal
Terapi kausal tergantung penyebabnytergantung penyebabnya,misalnya : a,misalnya : pengopengobatan cabatan cacing tambang,cing tambang, pengobatan hemoroid, pengobatan menoragia. Terapi kausal harus dilakukan, kalau pengobatan hemoroid, pengobatan menoragia. Terapi kausal harus dilakukan, kalau
tidak maka anemia akan
tidak maka anemia akan kambuh kembali.kambuh kembali. Terapi penyakit ini dapat dilakukan dala
Terapi penyakit ini dapat dilakukan dala m beberapa metode ym beberapa metode yaitu :aitu : a.
a. PreparatPreparatZZat Besi Oralat Besi Oral
Merupakan terapi yang disukai untuk kebanyakan pasien dengan anemia Merupakan terapi yang disukai untuk kebanyakan pasien dengan anemia defesiensi zat besi. Karena yang diabsorpsi paling efisien adalah zat besi dalam defesiensi zat besi. Karena yang diabsorpsi paling efisien adalah zat besi dalam bentuk fero, maka hanya garam-garam ferolah
bentuk fero, maka hanya garam-garam ferolah yang harus dipakai.yang harus dipakai. Preparat yang tersedia, yaitu:
Preparat yang tersedia, yaitu: i.
i. Ferrous suFerrous sulphat (lphat (sulfas fesulfas ferosus): prosus): preparat pilihan reparat pilihan pertama (mupertama (murah danrah dan efektif).
efektif).
ii. Ferrous gluconate, ferrous fumarat, ferrous lactate, dan ferrous ii. Ferrous gluconate, ferrous fumarat, ferrous lactate, dan ferrous succinate,harga lebih mahal, tetepi efektivitas dan
succinate,harga lebih mahal, tetepi efektivitas dan efek samping hampir sama.efek samping hampir sama. Pada pasien defisiensi besi, sekitar 50-100 mg besi dapat disatukan menjadi Pada pasien defisiensi besi, sekitar 50-100 mg besi dapat disatukan menjadi hemoglobin setiap hari. Karena kira-kira 25% garam ferosus oral dapat diabsorbsi, hemoglobin setiap hari. Karena kira-kira 25% garam ferosus oral dapat diabsorbsi, 100-200 mg besi seharusnya diberikan setiap hari untuk koreksi tercepat dari 100-200 mg besi seharusnya diberikan setiap hari untuk koreksi tercepat dari defisiensi. Bila hal ini menyebabkan keluhan saluran cerna yang tidak dapat defisiensi. Bila hal ini menyebabkan keluhan saluran cerna yang tidak dapat
ditoleransi (mual, nyeri epigastrium, diare, konstipasi), dapat diberikan dosis yang ditoleransi (mual, nyeri epigastrium, diare, konstipasi), dapat diberikan dosis yang lebih rendah. Hal ini akan memperbaiki defisiensi besi lebih baik tetapi lebih lambat. lebih rendah. Hal ini akan memperbaiki defisiensi besi lebih baik tetapi lebih lambat.
Berhasilnya terapi anemia defesiensi besi dengan preparat besi oral akan Berhasilnya terapi anemia defesiensi besi dengan preparat besi oral akan mengakibatkan retikulositosis yang cepat dalam waktu kira-kira satu minggu, mengakibatkan retikulositosis yang cepat dalam waktu kira-kira satu minggu, peningkatan kadar hemoglobin yang
peningkatan kadar hemoglobin yang berarti dalam 2-4 mingguberarti dalam 2-4 minggu, dan , dan perbaikan anemiaperbaikan anemia yang sempurna dalam 1-3 bulan. Terapi harus dilanjutkan selama 3-6 bulan untuk yang sempurna dalam 1-3 bulan. Terapi harus dilanjutkan selama 3-6 bulan untuk mengisi kembali cadangan besi tubuh. Kegagalan untuk berespon terhadap terapi besi mengisi kembali cadangan besi tubuh. Kegagalan untuk berespon terhadap terapi besi oral dapat disebabkan oleh kesalahan diagnosa (anemia karena penyebab lain, bukan oral dapat disebabkan oleh kesalahan diagnosa (anemia karena penyebab lain, bukan karena defesiensi besi), kehilangan darah yang terus-menerus, adanya keadaan lain karena defesiensi besi), kehilangan darah yang terus-menerus, adanya keadaan lain yang menekan pembentukan eritrosit, atau kegagalan pasien untuk menelan atau yang menekan pembentukan eritrosit, atau kegagalan pasien untuk menelan atau mengabsorpsi besi oral t
mengabsorpsi besi oral t ersebutersebut.(harna¶s world).(harna¶s world)
Masalah utama dengan preparat besi oral adalah preparat tersebut sering Masalah utama dengan preparat besi oral adalah preparat tersebut sering menyebabkan rasa tidak nyaman pada saluran cerna. Terapi oral dilanjutkan sampai menyebabkan rasa tidak nyaman pada saluran cerna. Terapi oral dilanjutkan sampai hemoglob
hemoglobin normal dan in normal dan simpanan besi tubuh dibentuk dengan memberikan simpanan besi tubuh dibentuk dengan memberikan dosis besidosis besi yang lebih rendah selama beberapa bulan. Anak-anak sangat sensitif terhadap yang lebih rendah selama beberapa bulan. Anak-anak sangat sensitif terhadap toksisitas besi dan bahkan 1 gram sulfas ferosus dapat bersifat fatal. Overdosis besi toksisitas besi dan bahkan 1 gram sulfas ferosus dapat bersifat fatal. Overdosis besi diterapi dengan desferioksamin oral dan parenteral, yang merupakan suatu kelasi besi diterapi dengan desferioksamin oral dan parenteral, yang merupakan suatu kelasi besi yang poten.
yang poten. b.
b. Besi parenteralBesi parenteral
Hanya boleh dipakai untuk menterapi pasien yang terbukti menderita anemia Hanya boleh dipakai untuk menterapi pasien yang terbukti menderita anemia defesiensi besi yang tidak dapat mentolerir atau mengabsorpsi besi oral, dan pasien defesiensi besi yang tidak dapat mentolerir atau mengabsorpsi besi oral, dan pasien dengan kehilangan darah kronis ekstensif yang tidak dapat mempertahankan kadar dengan kehilangan darah kronis ekstensif yang tidak dapat mempertahankan kadar hemoglobin normal dengan besi oral saja. Ini termasuk pasien dengan keadaan pasca hemoglobin normal dengan besi oral saja. Ini termasuk pasien dengan keadaan pasca gastrektomi dan reseksi usus halus sebelumnya, penyakit usus inflamantoris, sindrom gastrektomi dan reseksi usus halus sebelumnya, penyakit usus inflamantoris, sindrom malabsorpsi, dan perdarahan berat kronis dari lesi yang tidak dapat direseksi seperti malabsorpsi, dan perdarahan berat kronis dari lesi yang tidak dapat direseksi seperti yang terjadi pada teleangiektasia hemoragik herediter. Dekstran besi (Imferon) yang terjadi pada teleangiektasia hemoragik herediter. Dekstran besi (Imferon) merupakan preparat yang sekarang tersedia untuk terapi parenteral anemia defesiensi merupakan preparat yang sekarang tersedia untuk terapi parenteral anemia defesiensi besi. Ia merupakan suatu kompleks stabil dari fero hidroksida dan dekstran berberat besi. Ia merupakan suatu kompleks stabil dari fero hidroksida dan dekstran berberat molekul rendah, yang mengandung 50 mg besi elemental per ml larutan. Obat ini molekul rendah, yang mengandung 50 mg besi elemental per ml larutan. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena atau infus. Reaksi yang berat dapat terjadi dan diberikan melalui suntikan intravena atau infus. Reaksi yang berat dapat terjadi dan obat untuk resusitasi dan anafilaksis harus tersedia.
obat untuk resusitasi dan anafilaksis harus tersedia. Efek samping terapi besiEfek samping terapi besi parenteral meliputi nyeri setempat dan warna cokelat pada tempat suntikan, sakit parenteral meliputi nyeri setempat dan warna cokelat pada tempat suntikan, sakit
kepala, pusing, demam, artralgia, nausea, vomitus, nyeri punggung, flushing, kepala, pusing, demam, artralgia, nausea, vomitus, nyeri punggung, flushing, urtikaria, bronkospasme, dan jarang-jarang anfilaksis dan kematian. Karena urtikaria, bronkospasme, dan jarang-jarang anfilaksis dan kematian. Karena kemungkinan reaksi hebat seperti itu, test dose dan pemberian infus dekstran besi kemungkinan reaksi hebat seperti itu, test dose dan pemberian infus dekstran besi selanjutnya harus dilakukan di bawah pengawasan medis yang terus menerus. selanjutnya harus dilakukan di bawah pengawasan medis yang terus menerus. (harna¶s world)
(harna¶s world) 2
2.1.8 .1.8 FarmakoFarmakokinetik kinetik a.
a. Absorbsi dan transport besiAbsorbsi dan transport besi
Normalnya besi di absorbsi dalam duodenum dan jejunum proksimal. Dalam Normalnya besi di absorbsi dalam duodenum dan jejunum proksimal. Dalam keadaan normal 5-10% besi dari makanan diabsorbsi (sekitar 0,5-1 mg/hari), tetapi keadaan normal 5-10% besi dari makanan diabsorbsi (sekitar 0,5-1 mg/hari), tetapi dapat ditingkatkan bila simpanan besi rendah. Besi harus dalam bentuk ferro untuk dapat ditingkatkan bila simpanan besi rendah. Besi harus dalam bentuk ferro untuk dapat diabsorbsi dan absorbs terjadi melalui transport aktif. Besi ditranspor dalam dapat diabsorbsi dan absorbs terjadi melalui transport aktif. Besi ditranspor dalam plasma dengan terikat pada transferin,
plasma dengan terikat pada transferin, yaitu suatu globulin dan yaitu suatu globulin dan diandiangkut ke berbagaigkut ke berbagai jaringan terutama ke sumsum tulang dan depot Fe. Jelas bahwa kapasitas pengikatan jaringan terutama ke sumsum tulang dan depot Fe. Jelas bahwa kapasitas pengikatan total Fe dalam plasma sebanding dengan jumlah total transferin plasma, tetapi jumlah total Fe dalam plasma sebanding dengan jumlah total transferin plasma, tetapi jumlah Fe dalam plasma tidak selalu menggambarkan kapasitas pengikatan total Fe ini. Fe dalam plasma tidak selalu menggambarkan kapasitas pengikatan total Fe ini. Selain transferin, sel-sel retikulum dapat pula mengangut Fe yaitu untuk keperluan Selain transferin, sel-sel retikulum dapat pula mengangut Fe yaitu untuk keperluan eritropoesis. Sel ini juga berfungsi sebagai dudang Fe.
eritropoesis. Sel ini juga berfungsi sebagai dudang Fe. b.
b. EkskresiEkskresi
Ekskresi besi dari tubuh sangat sedikit bisa melalui urin, tinja, keringat, sel Ekskresi besi dari tubuh sangat sedikit bisa melalui urin, tinja, keringat, sel kulit yang terkelupas dan karena perdarahan (mens) sangat sedikit. Sedangkan besi kulit yang terkelupas dan karena perdarahan (mens) sangat sedikit. Sedangkan besi yang dilepaskan pada pemecahan hemoglobin dari eritrosit yang sudah mati akan yang dilepaskan pada pemecahan hemoglobin dari eritrosit yang sudah mati akan masuk kembali ke dalam iron pool dan digunakan lagi untuk sintesa hemoglobin. masuk kembali ke dalam iron pool dan digunakan lagi untuk sintesa hemoglobin. Pengeluaran besi dari tubuh yang normal:
Pengeluaran besi dari tubuh yang normal:1717 a.
a. Bayi : Bayi : 0,3 ± 0,3 ± 0,4 0,4 mg/harimg/hari b.
b. Anak 4-12 tahun : 0,4 ± 1 mg/hariAnak 4-12 tahun : 0,4 ± 1 mg/hari c.
c. Laki-laki dewasa : 1 ± 1,5 mg/hariLaki-laki dewasa : 1 ± 1,5 mg/hari d.
d. Wanita dewasa: 1 ± 2,5 mg/hariWanita dewasa: 1 ± 2,5 mg/hari e.
e. Wanita hamil : 2,7 mg/hariWanita hamil : 2,7 mg/hari c. Efek non terapi
c. Efek non terapi
Efek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi terhadap sediaan oral, dan Efek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi terhadap sediaan oral, dan ini sangat tergantung dari jumlah Fe yang dapat larut dan diabsorbsi pada tiap ini sangat tergantung dari jumlah Fe yang dapat larut dan diabsorbsi pada tiap
pemberian. Gejala yang timbul dapat berupa mual dan nyeri lambung (+_ 7-20%), pemberian. Gejala yang timbul dapat berupa mual dan nyeri lambung (+_ 7-20%), konstipasi (+- 10%), diare (+- 5%) dan kolik. Gangguan ini biasanya ringan dan dapat konstipasi (+- 10%), diare (+- 5%) dan kolik. Gangguan ini biasanya ringan dan dapat dikurangi dengan mengurangi dosis atau dengan pemberian sesudah makan, walaupun dikurangi dengan mengurangi dosis atau dengan pemberian sesudah makan, walaupun dengan cara ini absorpsi dapat berkurang. Perlu diterangkan kemungkinan timbulnya dengan cara ini absorpsi dapat berkurang. Perlu diterangkan kemungkinan timbulnya feses yang berwarna hitam
feses yang berwarna hitam kepada penderita.kepada penderita.
Pemberian Fe secara IM
Pemberian Fe secara IM dapat menyebabkan reaksi lokal pada tempat suntikandapat menyebabkan reaksi lokal pada tempat suntikan yaitu berupa rasa sakit, warna coklat pada tempat suntikan, peradangan lokal dengan yaitu berupa rasa sakit, warna coklat pada tempat suntikan, peradangan lokal dengan pembesaran kelenjar inguinal. Peradangan lokal lebih sering terjadi pada pemakaian pembesaran kelenjar inguinal. Peradangan lokal lebih sering terjadi pada pemakaian IM dibandingkan IV. Selain itu dapat pula terjadi reaksi sistemik yaitu 0,5-0,8% IM dibandingkan IV. Selain itu dapat pula terjadi reaksi sistemik yaitu 0,5-0,8% kasus. Reaksi yang dapat terjadi 10 menit setelah suntikan adalah sakit kepala, nyeri kasus. Reaksi yang dapat terjadi 10 menit setelah suntikan adalah sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hemolisis, takikardi, flushing, berkeringat, mual, muntah, otot dan sendi, hemolisis, takikardi, flushing, berkeringat, mual, muntah, bronkospasma, hipotensi, pusing, dan kolaps sirkulasi. Sedangkan reaksi yang sering bronkospasma, hipotensi, pusing, dan kolaps sirkulasi. Sedangkan reaksi yang sering timbul dalam ½-24 jam setelah suntikan misalnya sinkop, demam, menggigil, rash, timbul dalam ½-24 jam setelah suntikan misalnya sinkop, demam, menggigil, rash, urtikaria, nyeri dada, perasaan sakit pada seluruh badan dan ensefalopatia. Reaksi urtikaria, nyeri dada, perasaan sakit pada seluruh badan dan ensefalopatia. Reaksi sistemik ini lebih sering terjadi pada pemberian IV, demikian pula syok atau henti sistemik ini lebih sering terjadi pada pemberian IV, demikian pula syok atau henti jantung.
jantung.
intoksikasi akut sangat jarang terjadi padaorang dewasa, kebanyakan terjadi intoksikasi akut sangat jarang terjadi padaorang dewasa, kebanyakan terjadi pada anak akibat menelan terlalu banyak tablet FeSO4 yang mirip gula-gula. pada anak akibat menelan terlalu banyak tablet FeSO4 yang mirip gula-gula. Intoksikasi akut ini dapat terjadi setelah menelan Fe sebanyak 1 g. Kelainan utama Intoksikasi akut ini dapat terjadi setelah menelan Fe sebanyak 1 g. Kelainan utama terdapat pada saluran cerna, mulai dari iritasi, korosi, sampai terjadi nekrosis. Gejala terdapat pada saluran cerna, mulai dari iritasi, korosi, sampai terjadi nekrosis. Gejala yang timbul sering kali berupa mual, muntah, diare, hematemesis serta fes
yang timbul sering kali berupa mual, muntah, diare, hematemesis serta fes es berwarnaes berwarna hitam karena pendarahan pada saluran cerna, syok dan akhirnya kolap kardiovaskular hitam karena pendarahan pada saluran cerna, syok dan akhirnya kolap kardiovaskular dengan bahaya kematian. Efek korosi dapat menyebabkan efek stenosis piloris dan dengan bahaya kematian. Efek korosi dapat menyebabkan efek stenosis piloris dan terbentuknya jaringan perut berlebihan dikemudian hari gejala keracunan diatas dapat terbentuknya jaringan perut berlebihan dikemudian hari gejala keracunan diatas dapat timbul dalam waktu 30 menit atau setelah beberapa jam meminum obat. Terapi yang timbul dalam waktu 30 menit atau setelah beberapa jam meminum obat. Terapi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: pertama-tama diusahakan agar penderita dapat dilakukan adalah sebagai berikut: pertama-tama diusahakan agar penderita muntah,kemudian diberi susu atau telur yang mengikat Fe sebagai kompleks protein muntah,kemudian diberi susu atau telur yang mengikat Fe sebagai kompleks protein Fe. Bila obat diminum kurang dari 1 jam sebelumnya, dapat dilakukan bilasan Fe. Bila obat diminum kurang dari 1 jam sebelumnya, dapat dilakukan bilasan lambung dengan menggunakan larutan bikarbonat 1%. Akan tetapi, bila masuknya lambung dengan menggunakan larutan bikarbonat 1%. Akan tetapi, bila masuknya obat telah lebih dari 1 jam, maka t
obat telah lebih dari 1 jam, maka telah terjadi nikrosis sehingga bilasan lambung dapatelah terjadi nikrosis sehingga bilasan lambung dapat menyebabkan perforasi. Selanjutnya keadaan syok dehidrasi dan asidosis harus menyebabkan perforasi. Selanjutnya keadaan syok dehidrasi dan asidosis harus
diatasi. Selain itu, deferoksamin yang merupakan zat pengkelat (chelating agent) diatasi. Selain itu, deferoksamin yang merupakan zat pengkelat (chelating agent) spesifik untuk besi, efektif untuk mengatasi toksik sistemik maupun lokal.
spesifik untuk besi, efektif untuk mengatasi toksik sistemik maupun lokal.
c.
c. Sediaan dan PosologiSediaan dan Posologi
Sediaan Fe hanya digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi Fe. Sediaan Fe hanya digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi Fe. Penggunaan di luar indikasi ini, cenderung mengakibatkan penyakit Penggunaan di luar indikasi ini, cenderung mengakibatkan penyakit penimbunan besi dan keracunan besi. Anemia defisiensi Fe paling sering penimbunan besi dan keracunan besi. Anemia defisiensi Fe paling sering disebabkan oleh kehilanga darah. Selain itu, dapat pula terjadi misalnya pada disebabkan oleh kehilanga darah. Selain itu, dapat pula terjadi misalnya pada wanita hamil (teruatama multipara) dan pada masa pertumbuhan, karena wanita hamil (teruatama multipara) dan pada masa pertumbuhan, karena kebutuhan yang meningkat. Banyak anemia yang mirip anemia difisiensi Fe. kebutuhan yang meningkat. Banyak anemia yang mirip anemia difisiensi Fe. Sebagai pegangan untuk diagnostik dalam hal ini ialah, bahwa pada anemia Sebagai pegangan untuk diagnostik dalam hal ini ialah, bahwa pada anemia defisiensi Fe dapat t
defisiensi Fe dapat t erlihat granula erlihat granula berwarna kuning emas berwarna kuning emas di dalam di dalam selsel-sel-sel retikuloensotelial sumsum t
retikuloensotelial sumsum t ulangulang..
Sediaan Oral. Sediaan Oral.
Besi untuk pemberian oral tersedia dalam bentuk berbagai garam fero dari sulfat, Besi untuk pemberian oral tersedia dalam bentuk berbagai garam fero dari sulfat, fumarat, glukonat, suksinat, glutamat, dan laktat. Tidak ada perbedaan absorpsi pada fumarat, glukonat, suksinat, glutamat, dan laktat. Tidak ada perbedaan absorpsi pada garam-garam Fe ini. Jika ada, mungkin disebabkan oleh perbedaan kelarutannya garam-garam Fe ini. Jika ada, mungkin disebabkan oleh perbedaan kelarutannya dalam asam lambung. Dalam bentuk garam sitrat, tartrat, karbonat, pirofosfat, dalam asam lambung. Dalam bentuk garam sitrat, tartrat, karbonat, pirofosfat, ternyata Fe sukar diabsorpsi; demikian
ternyata Fe sukar diabsorpsi; demikian pula sebagai garam feri (Fe***).pula sebagai garam feri (Fe***).
Sediaan yang banyak digunakan dan murah adalah hidrat sulfat ferosus( FeSO4. 7 Sediaan yang banyak digunakan dan murah adalah hidrat sulfat ferosus( FeSO4. 7 H2O) 300 mg yang mengandung 20% Fe. Untuk anemia berat biasanya diberikan 3 H2O) 300 mg yang mengandung 20% Fe. Untuk anemia berat biasanya diberikan 3 kali 300mg sulfat ferosus sehari selama 6 bulan. Dalam hal ini mula-mula absorpsi kali 300mg sulfat ferosus sehari selama 6 bulan. Dalam hal ini mula-mula absorpsi berjumlah +- 45 mg sehari. Dan setelah depot Fe dipenuhi menurun menjadi 5-10 mg berjumlah +- 45 mg sehari. Dan setelah depot Fe dipenuhi menurun menjadi 5-10 mg sehari. Selama kausa anemia belum disingkirkan terapi harus diteruskan. Pada mereka sehari. Selama kausa anemia belum disingkirkan terapi harus diteruskan. Pada mereka yang intoleran terhadap dosis setinggi ini, dosis harus dikurangi sampai jumlah yang yang intoleran terhadap dosis setinggi ini, dosis harus dikurangi sampai jumlah yang terterima, atau bila perlu sediaan diganti dengan sediaan par
terterima, atau bila perlu sediaan diganti dengan sediaan par enteral.enteral.
Berbeda dengan fero sulfat, fero fumarat tidak mudah mengalami oksidasi Berbeda dengan fero sulfat, fero fumarat tidak mudah mengalami oksidasi pada udara lembab; dosis efektifnya 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi. Fero pada udara lembab; dosis efektifnya 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi. Fero glukanat, fero laktat, fero karbonat dosis afaktifnya kira-kira sama dengan fero sulfat. glukanat, fero laktat, fero karbonat dosis afaktifnya kira-kira sama dengan fero sulfat.
Terdapat pula sediaan Fe lepas lambat dan salut enterik, tetapi biovailabiltasnya Terdapat pula sediaan Fe lepas lambat dan salut enterik, tetapi biovailabiltasnya kurang baik.
kurang baik.
Sediaan parental Sediaan parental
Penggunaan sediaan untuk suntikan IM dan IV hanya dibenarkan bila Penggunaan sediaan untuk suntikan IM dan IV hanya dibenarkan bila pemberian oral tidak mungkin; misalnya penderita bersifat intoleran terhadap sediaan pemberian oral tidak mungkin; misalnya penderita bersifat intoleran terhadap sediaan
oral. Atau pemberian oral tida
oral. Atau pemberian oral tidak menimbulkan respon terapeutik.k menimbulkan respon terapeutik.
Iron dextran (imferon) mengandung 50 mg Fe setiap ml (5% larutan) untuk Iron dextran (imferon) mengandung 50 mg Fe setiap ml (5% larutan) untuk penggunaan IM atau IV. Respon terapeutik terhadap suntikan IM ini tidak lebih cepat penggunaan IM atau IV. Respon terapeutik terhadap suntikan IM ini tidak lebih cepat daripada pemberian oral. Dosis total yang diperlukan dihitung berdasarkan beratnya daripada pemberian oral. Dosis total yang diperlukan dihitung berdasarkan beratnya anemia, yaitu 250mg Fe untuk setiap gram kekurangan Hb. Pada hari pertama anemia, yaitu 250mg Fe untuk setiap gram kekurangan Hb. Pada hari pertama suntikan 50 mg, dilakukan dengan 100-250 mg setiap hari atau beberapa hari sekali. suntikan 50 mg, dilakukan dengan 100-250 mg setiap hari atau beberapa hari sekali. Penyuntikan dilakukan pada kuadran atas luar m. gluteus dan secara dalam untuk Penyuntikan dilakukan pada kuadran atas luar m. gluteus dan secara dalam untuk menghind
menghindari pewarnaaari pewarnaan kulit.n kulit.
Untuk memperkecil reaksi toksi pada pemberian IV, dosis permulaan tidak Untuk memperkecil reaksi toksi pada pemberian IV, dosis permulaan tidak boleh melebihi 25 mg dan diikuti dengan peningkatan bertahap untuk 2-3 hari sampai boleh melebihi 25 mg dan diikuti dengan peningkatan bertahap untuk 2-3 hari sampai tercapai dosis 100 mg/hari. Obat harus diberikan perlahan-lahan yaitu dengan tercapai dosis 100 mg/hari. Obat harus diberikan perlahan-lahan yaitu dengan menyuntikkan 20-50 mg/ menit.
menyuntikkan 20-50 mg/ menit. d.
d. Obat-obat lainObat-obat lain Riboflavin Riboflavin
Riboflavin (vitamin B12) dalam bentuk flavin mononukleotida (FMN) Riboflavin (vitamin B12) dalam bentuk flavin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) berfungsi sebagai koenzim dalam dan flavin adenin dinukleotida (FAD) berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme flavo-protein dalam pernapasan sel. Sehubungan dengan anemia, metabolisme flavo-protein dalam pernapasan sel. Sehubungan dengan anemia, ternyata riboflavin dapat memperbaiki anemia normokromik-normositik (pure ternyata riboflavin dapat memperbaiki anemia normokromik-normositik (pure red cell aplasia). Anemia defisiensi riboflavin banyak terdapat pada malnutrisi red cell aplasia). Anemia defisiensi riboflavin banyak terdapat pada malnutrisi protein kalori, di mana ternyata faktor defisiensi Fe dan penyakit infeksi protein kalori, di mana ternyata faktor defisiensi Fe dan penyakit infeksi memegang peranan pula. Dosis yang digunakan cukup 10 mg sehari per oral memegang peranan pula. Dosis yang digunakan cukup 10 mg sehari per oral atau IM.
Piridoksin Piridoksin
Vitamin B6 ini mungkin berfungsi sebagai koenzim yang merangsang Vitamin B6 ini mungkin berfungsi sebagai koenzim yang merangsang pertumbuhan heme. Defisiensi piridoksin akan menimbulkan anemia pertumbuhan heme. Defisiensi piridoksin akan menimbulkan anemia
mikrositik hipokromik. Pada sebagian besar penderita akan terjadi anemia mikrositik hipokromik. Pada sebagian besar penderita akan terjadi anemia normoblastik sideroakrestik dengan jumlah Fe non hemoglobin yang banyak normoblastik sideroakrestik dengan jumlah Fe non hemoglobin yang banyak dalam prekursor eritrosit, dan pada beberapa penderita terdapat anemia dalam prekursor eritrosit, dan pada beberapa penderita terdapat anemia megaloblastik. Pada keadaan ini absorpsi Fe meningkat, Fe binding protein megaloblastik. Pada keadaan ini absorpsi Fe meningkat, Fe binding protein menjadi jenuh dan terjadi hiperteremia, sedangkan daya regenerasi darah menjadi jenuh dan terjadi hiperteremia, sedangkan daya regenerasi darah menurun
menurun. Akhirnya a. Akhirnya akan didapatkan kan didapatkan gejala hemosiderosis.gejala hemosiderosis.
Kobal Kobal
Defisiensi kobal belum pernah dilaporkan pada manusia. Kobal dapat Defisiensi kobal belum pernah dilaporkan pada manusia. Kobal dapat meningkatkan jumlah hematokrit, hemoglobin, dan eritrosit pada beberapa meningkatkan jumlah hematokrit, hemoglobin, dan eritrosit pada beberapa penderita dengan anemia refakter, seperti yang penderita talasemia, infeksi penderita dengan anemia refakter, seperti yang penderita talasemia, infeksi kronik atau penyakit ginjal, tetapi mekanisme yang pasti tidak diketahui. kronik atau penyakit ginjal, tetapi mekanisme yang pasti tidak diketahui. Kobal merangsang pembentukan aritropoeitin yang berguna untuk Kobal merangsang pembentukan aritropoeitin yang berguna untuk meningkatkan ambilan Fe oleh sumsum tulang, tetapi ternyata pada penderita meningkatkan ambilan Fe oleh sumsum tulang, tetapi ternyata pada penderita anemia refrakter biasanya kadar eritrosit poietin sudah tinggi. Penyelidikan anemia refrakter biasanya kadar eritrosit poietin sudah tinggi. Penyelidikan lain mendapatkan bahwa kobal menyebabkan hipoksia intrasel sehingga dapat lain mendapatkan bahwa kobal menyebabkan hipoksia intrasel sehingga dapat merangsang pembentukan eritrosit. Sebaliknya, kobal dosis besar justru merangsang pembentukan eritrosit. Sebaliknya, kobal dosis besar justru menekan pembentukan eritrosit.
menekan pembentukan eritrosit. Kobal sering terdapat dala
Kobal sering terdapat dalam campuran sediaan Fe, m campuran sediaan Fe, karenkarena ternyata kobal dapata ternyata kobal dapat meningkatkan absorpsi Fe melalui usus. Akan tetapi, harus diingat bahwa meningkatkan absorpsi Fe melalui usus. Akan tetapi, harus diingat bahwa kobal dapat menimbulkan efek toksik berupa erupsi kulit, struma, angina, kobal dapat menimbulkan efek toksik berupa erupsi kulit, struma, angina, tinitus, tuli, payah jantung, sianosis, koma, malaise, anoreksia, mual dan tinitus, tuli, payah jantung, sianosis, koma, malaise, anoreksia, mual dan muntah.
muntah.
Tembaga Tembaga
Seperti telah diketahui kedua unsur ini terdapat dalam sitokrom oksidase, Seperti telah diketahui kedua unsur ini terdapat dalam sitokrom oksidase, maka akan sankut-paut antara metabolisme tembaga (Cu) dan Fe. Hinga maka akan sankut-paut antara metabolisme tembaga (Cu) dan Fe. Hinga sekarang belum ada kenyataan yang
sekarang belum ada kenyataan yang menunjukkan pentingnmenunjukkan pentingnya penambahan Cya penambahan Cuu baik dalam makanan ataupun sebagai obat, dan defisiensi Cu pada manusia baik dalam makanan ataupun sebagai obat, dan defisiensi Cu pada manusia
sangat jarang terjadi. Pada hewan coba, pengobatan anemia defisiensi Fe yang sangat jarang terjadi. Pada hewan coba, pengobatan anemia defisiensi Fe yang disertai hipokupremia dengan sediaan Fe, bersama atau tanpa Cu, memberikan disertai hipokupremia dengan sediaan Fe, bersama atau tanpa Cu, memberikan hasil yang sama. Sebaliknya, pada anemia dengan defisiensi Cu *yang sukar hasil yang sama. Sebaliknya, pada anemia dengan defisiensi Cu *yang sukar dibedakan dari defisiensi FE) diperlukan kedua unsur tersebut karena pada dibedakan dari defisiensi FE) diperlukan kedua unsur tersebut karena pada hewan dengan defisiensi Cu absorpsi Fe
hewan dengan defisiensi Cu absorpsi Fe akan berkurang.akan berkurang.
2
2.1.9 Sumber Zat Besi dan Proses.1.9 Sumber Zat Besi dan Proses
Besi yang terkandung dalam makanan dapat berbentuk
Besi yang terkandung dalam makanan dapat berbentuk F F e-hemee-heme dandan non- non-heme
heme.. F F ee non-hemenon-heme yang antara lain terdapat dalam beras, bayam, jagung, gandum,yang antara lain terdapat dalam beras, bayam, jagung, gandum, kacang kedelai; berada dalam bentuk senyawa
kacang kedelai; berada dalam bentuk senyawa fe ferryrry yang harus diubah dulu di dalamyang harus diubah dulu di dalam lambung oleh HCL menjadi bentuk
lambung oleh HCL menjadi bentuk fe ferr rr oo yang siap diserap di dalam usus.yang siap diserap di dalam usus. F F e-hemee-heme lebih mudah diserap terdapat
lebih mudah diserap terdapat di dalam ikan, hati, daging sapidi dalam ikan, hati, daging sapi1616.. F
F e non hemee non heme kemudian masuk ke usus halus dirubah menjadikemudian masuk ke usus halus dirubah menjadi fe ferr rr oo dengandengan pengaruh alkali, setelah itu
pengaruh alkali, setelah itu fe ferr rr oo diabsorpsi, sebagian disimpan sebagai senyawadiabsorpsi, sebagian disimpan sebagai senyawa feritin dan sebagian
feritin dan sebagian lagi masuk ke peredaran lagi masuk ke peredaran darah berikatan dengan prodarah berikatan dengan proteintein (transferin) yang akan digunakan kembali untuk sintesa hemoglobin. Sebagian dari (transferin) yang akan digunakan kembali untuk sintesa hemoglobin. Sebagian dari transferin yang tidak terpakai disimpan sebagai labile iron pool. Penyerapan
transferin yang tidak terpakai disimpan sebagai labile iron pool. Penyerapan fe ferr rr oo dipermudah dengan adanya fruktosa, asam askorbat (vitaminC), asam klorida dan dipermudah dengan adanya fruktosa, asam askorbat (vitaminC), asam klorida dan asam amino. Sedangkan akan terhambat dengan fosfat, kalsium oksalat, susu, antasid, asam amino. Sedangkan akan terhambat dengan fosfat, kalsium oksalat, susu, antasid, tanin (bahan dala
Gambar
Gambar 22.1.1Bagan metabolisme besiBagan metabolisme besi1717
Inti hem dibentuk oleh besi, yang dalam kombinasi dengan rantai globin yang Inti hem dibentuk oleh besi, yang dalam kombinasi dengan rantai globin yang sesuai akan membentuk protein hemoglobin. Lebih dari 90% besi yang bukan sesuai akan membentuk protein hemoglobin. Lebih dari 90% besi yang bukan simpanan dalam tubuh berada dalam hemoglobin (sekitar 2,3 gram). Sebagian besi simpanan dalam tubuh berada dalam hemoglobin (sekitar 2,3 gram). Sebagian besi (sekitar 1 gram) disimpan sebagai feritin dan hemosiderin dalam makrofag di limpa, (sekitar 1 gram) disimpan sebagai feritin dan hemosiderin dalam makrofag di limpa, hati, dan sumsum tulang. (at a
hati, dan sumsum tulang. (at a glance).glance).
2.2 Anemia Defisiensi Vita
2.2 Anemia Defisiensi Vitamin B12min B12
Defisiensi sianokobalamin menimbulkan anemia megaloblastik yang disertai Defisiensi sianokobalamin menimbulkan anemia megaloblastik yang disertai gangguan neurologik; bila tidak cepat diobati kelainan neurologik ini dapat membuat gangguan neurologik; bila tidak cepat diobati kelainan neurologik ini dapat membuat penderita cacat seumur hidup. Penggunaan asam folat pada anemia pernisiosa dapat penderita cacat seumur hidup. Penggunaan asam folat pada anemia pernisiosa dapat memperbaiki anemia, sedangkan kelainan neurologik tidak dipengaruhi. Jelas dengan memperbaiki anemia, sedangkan kelainan neurologik tidak dipengaruhi. Jelas dengan ini bahwa pada suatu anemia megaloblastik harus benar-benar dipastikan apakah ini bahwa pada suatu anemia megaloblastik harus benar-benar dipastikan apakah kelainan yang ada merupakan anamia pernisiosa atau bukan agar dapatdiberikan kelainan yang ada merupakan anamia pernisiosa atau bukan agar dapatdiberikan terapi yang tepat.
terapi yang tepat.
Sianokobalamin (Vitamin B12) merupakan satu-satuny kelompok senyawa Sianokobalamin (Vitamin B12) merupakan satu-satuny kelompok senyawa alam yang mengandung unsur Co dengan struktur yang mirip derivat porfirin alam alam yang mengandung unsur Co dengan struktur yang mirip derivat porfirin alam lain. Molekulny
lain. Molekulnya terdiri atas bagian-ba terdiri atas bagian-bagian cincin porfirin dengagian cincin porfirin dengan satu atom Co, an satu atom Co, basabasa dimetilbenzimadosal, ribosa dan asam fosfat. Umumnya senyawa dalam kelompok ini dimetilbenzimadosal, ribosa dan asam fosfat. Umumnya senyawa dalam kelompok ini dinamakan kobalamin; penambahan gugus CN pada kobalamin menghasilkan dinamakan kobalamin; penambahan gugus CN pada kobalamin menghasilkan sianokobalamin, sedangkan penambahan gugus-OH menghasilkan zat yang sianokobalamin, sedangkan penambahan gugus-OH menghasilkan zat yang dinamakan
dinamakan hidroksokobhidroksokobalaminn.alaminn.
Sianokobalamin yang aktif dalam tubuh manusia adalah deoksiadenosil Sianokobalamin yang aktif dalam tubuh manusia adalah deoksiadenosil kobalamin dan hidrokokobalamin yang terdapat dalam obat serta kobalamin lain kobalamin dan hidrokokobalamin yang terdapat dalam obat serta kobalamin lain dalam makanan harus diubah menjadi bentuk aktif lain.
dalam makanan harus diubah menjadi bentuk aktif lain.
Vitamin B12 bersama asam folat sangat penting untuk metabolisme intrasel. Vitamin B12 bersama asam folat sangat penting untuk metabolisme intrasel. Pada rangkaian reaksi ini vitamin B12 terdapat sebagai koenzim B12 yang aktif yaitu Pada rangkaian reaksi ini vitamin B12 terdapat sebagai koenzim B12 yang aktif yaitu %-deksiadenosilkobalamin dan metilkobalamin. Yang pertama merupakan unsur %-deksiadenosilkobalamin dan metilkobalamin. Yang pertama merupakan unsur penting dalam reaksi enzimatik di mitokondria. Sedangkan metilkobalamin penting dalam reaksi enzimatik di mitokondria. Sedangkan metilkobalamin
diperlukan sebagai donor metil pada pembentukan metionin dan derivatnya dari diperlukan sebagai donor metil pada pembentukan metionin dan derivatnya dari
homosistein. Jumlah vitamin B12 yang tidak adekuat ternyata juga mempengaruhi homosistein. Jumlah vitamin B12 yang tidak adekuat ternyata juga mempengaruhi metabolisme intrasel dari asam folat merlalui interaksi yang kompleks. Interaksi ini metabolisme intrasel dari asam folat merlalui interaksi yang kompleks. Interaksi ini merupakan rangkaian reaksi nti dalam sintesis purin dan pirimidin untuk merupakan rangkaian reaksi nti dalam sintesis purin dan pirimidin untuk pembentukan DNA. Inilah yang mendasari terjadinya anemia megaloblastik pada pembentukan DNA. Inilah yang mendasari terjadinya anemia megaloblastik pada
defisisensi Vitamin B12. defisisensi Vitamin B12.
Kelainan neurologi pada defisiensi vitamin B12 diduga karena kerusakan pada Kelainan neurologi pada defisiensi vitamin B12 diduga karena kerusakan pada sarung mielin. Namun. Mekanisme yang pasti belum dapat dijelaskan. Agaknya sarung mielin. Namun. Mekanisme yang pasti belum dapat dijelaskan. Agaknya pembentukan bagian lemak dari sarung mielin memerlukan isomerasi metilmalonat pembentukan bagian lemak dari sarung mielin memerlukan isomerasi metilmalonat
menjadi suksinat yang
menjadi suksinat yang menggunmenggunakan deoksiadensilkobalamin sebagai kofaktor.akan deoksiadensilkobalamin sebagai kofaktor.
2 2..22.1 Patofisiologi.1 Patofisiologi 2 2..22..22 EtiologiEtiologi 2 2..22.4 Patogenesis.4 Patogenesis 2
2..22.5 Gejala Klinis.5 Gejala Klinis
. Defisiensi kobalamin ditandai dengan gangguan hematopoesis, gangguan . Defisiensi kobalamin ditandai dengan gangguan hematopoesis, gangguan neurologi, karusakan sel epitel, terutama epitel saluran cerna, dan debilitas umum. neurologi, karusakan sel epitel, terutama epitel saluran cerna, dan debilitas umum. Defisiensi ini dapat didiagnosis dengan mengukur kadar vitamin B12 dalam plasma Defisiensi ini dapat didiagnosis dengan mengukur kadar vitamin B12 dalam plasma dan dengan uji fungsi lambung.
dan dengan uji fungsi lambung.
Defisiensi vitamin B12 pada orang dewasa lebih sering disebabkan oleh Defisiensi vitamin B12 pada orang dewasa lebih sering disebabkan oleh gangguan absorpsinya, misalnya pada defisiensi vitamin B12 yang klasik yang gangguan absorpsinya, misalnya pada defisiensi vitamin B12 yang klasik yang disebut anemia pernisiosa Addison. Pada penyakit tersebut terjadi kegagalan sekresi disebut anemia pernisiosa Addison. Pada penyakit tersebut terjadi kegagalan sekresi faktor intrinsik Castel (FIC) oleh sel perietal lambung yang berfungsi dalam absorpsi faktor intrinsik Castel (FIC) oleh sel perietal lambung yang berfungsi dalam absorpsi vitamin B12 di ileum.
Selain itu, sekresi FIC juga dapat berkurang pada kerusakan mukosa lambung Selain itu, sekresi FIC juga dapat berkurang pada kerusakan mukosa lambung oleh berbagai sebab. Gangguan fungsi ataupun struktur pada ileum, penyakit pankreas oleh berbagai sebab. Gangguan fungsi ataupun struktur pada ileum, penyakit pankreas dan adanya infestasi parasit dalam usus dapat pula menyebabkan difisiensi Vitamin dan adanya infestasi parasit dalam usus dapat pula menyebabkan difisiensi Vitamin B12.
B12.
2
2..22.6 .6 PenatalaksanaPenatalaksanaanan
Kebutuhan vitamin B12 bagi orang sehat kira-kira 1 ug sehari yaitu sesuai Kebutuhan vitamin B12 bagi orang sehat kira-kira 1 ug sehari yaitu sesuai dengan jumlah yang dieksresi oleh tubuh. Setiap hari tubuh akan mengeluarkan 3-7 dengan jumlah yang dieksresi oleh tubuh. Setiap hari tubuh akan mengeluarkan 3-7 ug sehari ke dalam saluran empedu; sebagian besar yang akan diabsorpsi melalui usus ug sehari ke dalam saluran empedu; sebagian besar yang akan diabsorpsi melalui usus dan hanya 1 ug ang tidak direarbsorpsi. Jadi jumlah tersebut cukup untuk dan hanya 1 ug ang tidak direarbsorpsi. Jadi jumlah tersebut cukup untuk mempertahankan jumlah vitamin B12 dalam gudang. Pada defisiensi vitamin B12 mempertahankan jumlah vitamin B12 dalam gudang. Pada defisiensi vitamin B12 tanpa komplikasi, respon hematologik minimal sudah didapat dengan 1 ug sehari. tanpa komplikasi, respon hematologik minimal sudah didapat dengan 1 ug sehari. Tetapi, anemia pernisiosa di mana faktor intrinsik Castle berkurang atau tidak ada Tetapi, anemia pernisiosa di mana faktor intrinsik Castle berkurang atau tidak ada kebutuhan ini akan meningkat, sebab apa yang dikeluarkan melalui saluran empedi kebutuhan ini akan meningkat, sebab apa yang dikeluarkan melalui saluran empedi tidak dapat direarbsorpsi.
tidak dapat direarbsorpsi. Sumber Vitamin B12 Sumber Vitamin B12
Sumer asli satu-satunya untuk vitamin B12adalah mikroorganisme. Bakteri Sumer asli satu-satunya untuk vitamin B12adalah mikroorganisme. Bakteri dalam kolon manusia juga membentuk vitamin B12, tetapi tidak berguna untuk dalam kolon manusia juga membentuk vitamin B12, tetapi tidak berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah makanan hewani, sebab tumbuh-tumbuhan memenuhi kebutuhan manusia adalah makanan hewani, sebab tumbuh-tumbuhan tidak mengandung vitamin B12. Berbeda dengan manusia, usus halus hewan tidak mengandung vitamin B12. Berbeda dengan manusia, usus halus hewan mengandung mikroorganisme yang menyebabkan hewan dapat memperoleh vitamin mengandung mikroorganisme yang menyebabkan hewan dapat memperoleh vitamin B12 dari flora ususnya sendiri.
B12 dari flora ususnya sendiri.
Vitamin B12 dalam makanan manusia juga terikat pada protein, tetapi akan Vitamin B12 dalam makanan manusia juga terikat pada protein, tetapi akan dibebaskan pada proses proteolisis. Jenia makanan yang kaya akan vitamin B12 dibebaskan pada proses proteolisis. Jenia makanan yang kaya akan vitamin B12 adalah jeroan (
adalah jeroan (hati, ginjal, jantung) dan kerang. Kuning telur, susu hati, ginjal, jantung) dan kerang. Kuning telur, susu kering bebkering bebas lemak as lemak dan makanan yang berasal dari laut (ikan sardin, kepiting) mengandung vitamin B12 dan makanan yang berasal dari laut (ikan sardin, kepiting) mengandung vitamin B12 dalam jumlah sedang.
dalam jumlah sedang.
2 2..22.7.7
2
2..22.8.8 Farmakokinetik Farmakokinetik -- AbsorbsiAbsorbsi
Sianokobalamin diabsorpsi baik dan cepat setelah pemberian IM dan SK. Kadar Sianokobalamin diabsorpsi baik dan cepat setelah pemberian IM dan SK. Kadar dalam plasma mencapau puncak dalam waktu 1 jam setelah suntikan IM. dalam plasma mencapau puncak dalam waktu 1 jam setelah suntikan IM. Hidroksokobalamain dan koenzim B12 lebih lambat diabsorpsi, agaknya karena Hidroksokobalamain dan koenzim B12 lebih lambat diabsorpsi, agaknya karena ikatannya lebih kuat dengan protein. Absorpsi peroral berlangsung lambat di ikatannya lebih kuat dengan protein. Absorpsi peroral berlangsung lambat di ileum; kadar puncak dicapai 8-12 jam setelah pemberian 3 mcg. Absorpsi ini ileum; kadar puncak dicapai 8-12 jam setelah pemberian 3 mcg. Absorpsi ini berlangsung den
berlangsung dengan dua mekanisme, yaitu gan dua mekanisme, yaitu dengan perantara faktor intrinsik Castledengan perantara faktor intrinsik Castle (FIC) dan absorpsi secara
(FIC) dan absorpsi secara langsunglangsung..
Absorpsi dengan perantara faktor intrinsik Castle (FIC) Absorpsi dengan perantara faktor intrinsik Castle (FIC)
Sangat penting dan sebagian besar anemia megaloblastik disebabkan oleh Sangat penting dan sebagian besar anemia megaloblastik disebabkan oleh gangguna mekanisme ini. Setelah dibebaskan dari ikatan protein vitamin B12 dari gangguna mekanisme ini. Setelah dibebaskan dari ikatan protein vitamin B12 dari makanan akan membentuk kompleks B12-FIC. FIC hanya mampu mengikat makanan akan membentuk kompleks B12-FIC. FIC hanya mampu mengikat sejumlah 1,5-3 mcg vitamin B12. Kompleks ini masuk ke ileum dan disini sejumlah 1,5-3 mcg vitamin B12. Kompleks ini masuk ke ileum dan disini melekat pada reseptor khusus di sel mukosa ileum untuk diabsorpsi. Untuk melekat pada reseptor khusus di sel mukosa ileum untuk diabsorpsi. Untuk perakatan ini diperlukan ion kalsium (ion magnesium dapat juga membantu) dan perakatan ini diperlukan ion kalsium (ion magnesium dapat juga membantu) dan suasana pH sekitar 6. Absorpsi berlangsug dengan mekanisme pinositosis oleh sel suasana pH sekitar 6. Absorpsi berlangsug dengan mekanisme pinositosis oleh sel mukosa ileum. FIC yang dihasilkan oleh sel parietal lambung, merupakan suatu mukosa ileum. FIC yang dihasilkan oleh sel parietal lambung, merupakan suatu glikoprotein dengan berat molekul 60.000. Bila sekresi FIC bertambah, misalnya glikoprotein dengan berat molekul 60.000. Bila sekresi FIC bertambah, misalnya akibat obat-obat kolinergik, histamin, dan mungkin juga beberapa hormon seperti akibat obat-obat kolinergik, histamin, dan mungkin juga beberapa hormon seperti ACTH, kortikosteroid dan hormon tiroid, maka absorpsi vitamin B12 juga akan ACTH, kortikosteroid dan hormon tiroid, maka absorpsi vitamin B12 juga akan meningkat. Karena untuk diabsorpsi vitamin B12 harus dibebaskan lebih dahulu meningkat. Karena untuk diabsorpsi vitamin B12 harus dibebaskan lebih dahulu dari protein, maka jumlah yang diabsorpsi juga tergantung dari ikatannya dengan dari protein, maka jumlah yang diabsorpsi juga tergantung dari ikatannya dengan makanan/jenis makanan.
makanan/jenis makanan.
Faktor intrinsik konsntrat (Eksogen) yang diberikan bersama vitamin B12 hanya Faktor intrinsik konsntrat (Eksogen) yang diberikan bersama vitamin B12 hanya berguna untuk penderita yang kurang mensekresi FIC dan penderita menolak berguna untuk penderita yang kurang mensekresi FIC dan penderita menolak untuk disuntik. Kebanyakan penderita akan menjadi fefrakter setelah pengobatan untuk disuntik. Kebanyakan penderita akan menjadi fefrakter setelah pengobatan lebih dari satu tahun., diduga karena terbentuknya antibodi terhadap faktor lebih dari satu tahun., diduga karena terbentuknya antibodi terhadap faktor intrinsik konsentrat di usus. Yang juga dapat mengurangi absorpsi vitamin B12 intrinsik konsentrat di usus. Yang juga dapat mengurangi absorpsi vitamin B12 ialah pengkelat kalsium dan sorbitol dosis besar (mungkin menyebabkan diare) ialah pengkelat kalsium dan sorbitol dosis besar (mungkin menyebabkan diare)
Absorpsi secara langsung tidak begitu penting, karena baru terjadi pada kadar Absorpsi secara langsung tidak begitu penting, karena baru terjadi pada kadar vitamin B12 yang tinggi, dan berlangsung secara difusi; jadi merupakan suatu vitamin B12 yang tinggi, dan berlangsung secara difusi; jadi merupakan suatu mass action effect.
mass action effect.
Transport. Setelah diabsorpsi, hampir semua vitamin B12 dalam darah terikat Transport. Setelah diabsorpsi, hampir semua vitamin B12 dalam darah terikat dengan protein plasma. Sebagian besar terikat pada beta-globulin (transkobalamin dengan protein plasma. Sebagian besar terikat pada beta-globulin (transkobalamin II), sisanya terikat pada alfa-glikoprotein (transkobalamin I) dan II), sisanya terikat pada alfa-glikoprotein (transkobalamin I) dan inter-alfa-glikoprotein (transkobalamin III). Vitamin B12 yang terikat pada transkobalamin glikoprotein (transkobalamin III). Vitamin B12 yang terikat pada transkobalamin II akan diangkut ke berbagai jaringan, terutama hati merupakan gudang utama II akan diangkut ke berbagai jaringan, terutama hati merupakan gudang utama penyimpan vitamin B12 (50-90%). Kadar normal vitamin B12 dalam plasma penyimpan vitamin B12 (50-90%). Kadar normal vitamin B12 dalam plasma
adalah 200-900 pg/ml dengan simpanan sebanyak 1-10 mg dalam hepar. adalah 200-900 pg/ml dengan simpanan sebanyak 1-10 mg dalam hepar.
-- Nasib dan EkskresiNasib dan Ekskresi
Baik sianokobalamin maupun hidroksokobalamin dalam jaringan dan darah Baik sianokobalamin maupun hidroksokobalamin dalam jaringan dan darah terikatoleh protein. Seperti halnya koenzim B12, ikatan dengan terikatoleh protein. Seperti halnya koenzim B12, ikatan dengan hidroksokobalamin lebih kuat sehingga sukar diekskresi melalui urin. Di dalam hidroksokobalamin lebih kuat sehingga sukar diekskresi melalui urin. Di dalam hati kedua kobalamin tersebut akan diubah menjadi koenzim B12. Pengurangan hati kedua kobalamin tersebut akan diubah menjadi koenzim B12. Pengurangan jumlah kobalamin dalam tubuh disebabkan oleh ekskresi melalui saluran empedu; jumlah kobalamin dalam tubuh disebabkan oleh ekskresi melalui saluran empedu; sebanyak 3-7 mcg sehari harus direabsorpsi dengan perantara FIC. Ekskresi sebanyak 3-7 mcg sehari harus direabsorpsi dengan perantara FIC. Ekskresi bersama urin hanya terjadi pada bentuk yang tidak terikat protein. Delapan puluh bersama urin hanya terjadi pada bentuk yang tidak terikat protein. Delapan puluh sampai 95% vitamin B12 akan diretensi dalam tubuh bila diberikan dalam dosis sampai 95% vitamin B12 akan diretensi dalam tubuh bila diberikan dalam dosis sampai 50 mcg; dengan dosis yang lebih besar, jumlah yang diekskresi akan lebih sampai 50 mcg; dengan dosis yang lebih besar, jumlah yang diekskresi akan lebih banyak. Jadi bila kapasitas ikatan protein dari hati, jaringan, dan darah telah jenuh, banyak. Jadi bila kapasitas ikatan protein dari hati, jaringan, dan darah telah jenuh, vitamin B12 bebas akan dikeluarkan bersama urin sehingga tidak ada gunanya vitamin B12 bebas akan dikeluarkan bersama urin sehingga tidak ada gunanya memberikan b12 dalam jumlah yang terlalu besar. Vitamin B12 dapat menembus memberikan b12 dalam jumlah yang terlalu besar. Vitamin B12 dapat menembus sawar urin dan
sawar urin dan masuk ke dalam sirkulasi bayi.masuk ke dalam sirkulasi bayi.
-- Sediaan dan PosologiSediaan dan Posologi
Vitamin B12 diindikasi untuk penderita defisiensi vitamin B12 misalnya Vitamin B12 diindikasi untuk penderita defisiensi vitamin B12 misalnya anemia pernisiosa. Pada penderita tanpa komplikasi perbaikan subyektif dan obyektif anemia pernisiosa. Pada penderita tanpa komplikasi perbaikan subyektif dan obyektif cepat diperoleh. Karena kausa tidak dihilangkan (kekurangan FIC tidak diperbaiki), cepat diperoleh. Karena kausa tidak dihilangkan (kekurangan FIC tidak diperbaiki), penderita memerlukan terapi seumur hidup. Pada penderita anemia pernisiosa yang penderita memerlukan terapi seumur hidup. Pada penderita anemia pernisiosa yang berat, selain gejala anemia mungkin terdapat trombositopenia dan leukopenia berat, berat, selain gejala anemia mungkin terdapat trombositopenia dan leukopenia berat,
kerusakan neurologik yang menyolok, kerusakan hati berat atau komplikasi bentuk kerusakan neurologik yang menyolok, kerusakan hati berat atau komplikasi bentuk lain. Walaupun diagnosis pasti belum ditegakkan, sebaiknya langsung disuntikkan lain. Walaupun diagnosis pasti belum ditegakkan, sebaiknya langsung disuntikkan 100mcg sianokobalamin dan asam folat 1-5 mg secara IM. Selanjutnya 100 mcg 100mcg sianokobalamin dan asam folat 1-5 mg secara IM. Selanjutnya 100 mcg sianokobalamin IM dan 1-2 mg asam folat per oral diberikan selama 1-2 minggu. sianokobalamin IM dan 1-2 mg asam folat per oral diberikan selama 1-2 minggu. Tindakan ini dila
Tindakan ini dilakukan untk menghindakukan untk menghindari kerusakan neurologik yang lebih ri kerusakan neurologik yang lebih berat.berat. Vitamin B12 tersedia dalam bentuk tablet untuk pemberia oral dan larutan Vitamin B12 tersedia dalam bentuk tablet untuk pemberia oral dan larutan untuk suntikan. Penggunaan sediaan oral pada pengobatan anemia pernisiosa keurang untuk suntikan. Penggunaan sediaan oral pada pengobatan anemia pernisiosa keurang bermanfaat dan biasanya terapi
bermanfaat dan biasanya terapi oral lebih mahal daripada teoral lebih mahal daripada terapi parental. Srapi parental. Sediaanediaan antianemia yang terdiri dari campuran Fe, vitamin B12, asam folat, kobal, Cu, ekstrak antianemia yang terdiri dari campuran Fe, vitamin B12, asam folat, kobal, Cu, ekstrak hati dan sebagainya, selain mahal, juga akan mengaburkan etiologi anemia yang hati dan sebagainya, selain mahal, juga akan mengaburkan etiologi anemia yang sebenar
sebenarnya. Meskipun sediaan oral dapat bermanya. Meskipun sediaan oral dapat bermanfaat sebagai suplemen dnfaat sebagai suplemen diit, namuiit, namunn kecil manfaatnya untuk penderita yang kekurangan faktor intrinsik atau penderita kecil manfaatnya untuk penderita yang kekurangan faktor intrinsik atau penderita dengan gangguan ileum, karena absorpsi secara difusi tidak dapat diandalkan sebagai dengan gangguan ileum, karena absorpsi secara difusi tidak dapat diandalkan sebagai terapi efektif. Maka cara pemberian yang terbaik adalah secara IM atau SK yang terapi efektif. Maka cara pemberian yang terbaik adalah secara IM atau SK yang disuntikkan dalam.
disuntikkan dalam.
Dienal tiga jenis suntikan vita
Dienal tiga jenis suntikan vitamin B12 yaitu:min B12 yaitu: 1.
1. Larutan sianokobalamin yang berkeuatan 10-1000 mcg/mlLarutan sianokobalamin yang berkeuatan 10-1000 mcg/ml 2.
2. Larutan ekstrak hati dalam air Larutan ekstrak hati dalam air 3.
3. Suntikan depot vitamin B12Suntikan depot vitamin B12
Suntikan larutan sianokobalamin jarang sekali menyebabkan reaksi alergi dan iritasi Suntikan larutan sianokobalamin jarang sekali menyebabkan reaksi alergi dan iritasi di tempat suntikan. Kalau terjadi reaksi alergi biasanya karena sediaannya tidak di tempat suntikan. Kalau terjadi reaksi alergi biasanya karena sediaannya tidak murni. Manfaat larutan ekstrak hati terhadap anemia pernisiosa disebabka oleh murni. Manfaat larutan ekstrak hati terhadap anemia pernisiosa disebabka oleh vitamin B12 yang terkandung di dalamnya. Penggunaan suntikan ekstrak hati ini vitamin B12 yang terkandung di dalamnya. Penggunaan suntikan ekstrak hati ini dapat menimbulkan reaksi alergi lokal maupun umum, dan dari yang ringan sampai dapat menimbulkan reaksi alergi lokal maupun umum, dan dari yang ringan sampai berat. Reaksi ini disebabkan oleh alergen yang bersifat spesies spesifik dan bukan berat. Reaksi ini disebabkan oleh alergen yang bersifat spesies spesifik dan bukan organ spesifik. Tidak ada hipersensitivitas silang antara larutan ekstrak hati dengan organ spesifik. Tidak ada hipersensitivitas silang antara larutan ekstrak hati dengan sianokobalamin. Tujuan penggunaan suntikan depot vitamin B12 adalah untuk sianokobalamin. Tujuan penggunaan suntikan depot vitamin B12 adalah untuk mengurangi frekuensi suntikan. Namun manfaat penggunaan sediaan ini masih dalam mengurangi frekuensi suntikan. Namun manfaat penggunaan sediaan ini masih dalam penelitian.