• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kul 2 Hemato-Onkologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kul 2 Hemato-Onkologi"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

ANEMIA DEFISIENSI BESI

ANEMIA DEFISIENSI BESI

(2)
(3)

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

• Anemia defisiensi besi (ADB):Anemia defisiensi besi (ADB): penyebab terbany

penyebab terbanyak anemia di ak anemia di duniadunia •

• Indonesia (SKRT ’95): prevalensi anemia nutrisiIndonesia (SKRT ’95): prevalensi anemia nutrisi usia < 5 tahun 40,5%;

usia < 5 tahun 40,5%; 5-9 tahun 47,2%;5-9 tahun 47,2%;

10-14 tahun 51,5%

10-14 tahun 51,5% •

• Kekurangan besiKekurangan besi  sintesa Hbsintesa Hb   kadar Hbkadar Hb 

• Hb baruHb baru  bila cadangan besi sumsum tulang dll. bila cadangan besi sumsum tulang dll. (RES) sudah(RES) sudah benar-benar habis

(4)
(5)

• Dampak ADB:Dampak ADB:

- perubahan epithel - perubahan epithel - ggg. pertumbuhan - ggg. pertumbuhan - kemampuan kerja - kemampuan kerja  - perubahan t

- perubahan tingkah lakuingkah laku

- gangguan pengaturan suhu tubuh

- gangguan pengaturan suhu tubuh

- prestasi belajar

- prestasi belajar 

- perubahan daya tahan tubuh

(6)
(7)

KLASIFIKASI DEFISIENSI BESI

KLASIFIKASI DEFISIENSI BESI

Iron Suffiency :Iron Suffiency :

anemia -, SDM normal (

anemia -, SDM normal ( jumlah, bentuk, ukuran & biokimia),jumlah, bentuk, ukuran & biokimia),

cadangan besi cukup

cadangan besi cukup

Iron Deficiency :Iron Deficiency :

anemia -, SDM normal, cadangan besi

anemia -, SDM normal, cadangan besi  (kadar feritin(kadar feritin ))

Iron Deficient Erythropoiesis :Iron Deficient Erythropoiesis : anemia -, cadangan besi

anemia -, cadangan besi , SDM abnormal (, SDM abnormal ( EPP/EPP/

protoporphyrin

protoporphyrin eritrosit, eritrosit, ukuran ukuran < (< (MCVMCV ), Red Cell), Red Cell

Distribution Width/ RDW

Distribution Width/ RDW ))

Iron Deficiency Anemia :Iron Deficiency Anemia :

~ Iron Deficient Erythropoiesis, tapi anemia +

(8)
(9)

PATOFISIOLOGI ADB

PATOFISIOLOGI ADB

• Besi dlm makanan di saluran cerna mjd FeBesi dlm makanan di saluran cerna mjd Fe++++ anorganik utkanorganik utk diserap

diserap penyerapan dipengaruhi: oksalat & fosfatpenyerapan dipengaruhi: oksalat & fosfat •

• Besi hanya diserap usus halus Besi hanya diserap usus halus bila bersenyawbila bersenyawa dgn a dgn apoferitinapoferitin

• Jumlah apoferitin mukosa usus bergantung [besi] tubuh. BilaJumlah apoferitin mukosa usus bergantung [besi] tubuh. Bila besi cukup: semua apoferitin + Fe

besi cukup: semua apoferitin + Fe++++ feritinferitin

• Setelah diserap, FeSetelah diserap, Fe++++ diikat transfdiikat transferin dalam erin dalam plasma (kapasitasplasma (kapasitas plasma mengikat besi: T

plasma mengikat besi: Total Iron Binding otal Iron Binding Capasity = Capasity = TIBC,TIBC,

banyak

(10)
(11)

...PATOFISIOLOGI ADB

...PATOFISIOLOGI ADB

• Kelebihan besi disimpan dlm stroma sumsum tulangKelebihan besi disimpan dlm stroma sumsum tulang sebagai feritin.

sebagai feritin. •

• Feritin berasal dari: mukosa usus dan limpaFeritin berasal dari: mukosa usus dan limpa

PENGATURAN PENYERAPAN BESI SANGAT PENTING KARENA

PENGATURAN PENYERAPAN BESI SANGAT PENTING KARENA

EKSRESI BESI SANGAT TERBATAS

EKSRESI BESI SANGAT TERBATAS

JUMLAH BESI DALAM TUBUH MANUSIA SEHAT SANGAT

JUMLAH BESI DALAM TUBUH MANUSIA SEHAT SANGAT

KONSTAN

KONSTAN HANYA DAPAT DIPERTAHANKAN BILA PENYERAPANHANYA DAPAT DIPERTAHANKAN BILA PENYERAPAN

DIATUR DENGAN BAIK

(12)
(13)

PENYEBAB ADB

PENYEBAB ADB

A. Diet yang tidak adekuat

A. Diet yang tidak adekuat

1. Makanan yang kurang mengandung besi

1. Makanan yang kurang mengandung besi •

• Susu mengandung hanya sedikit FeSusu mengandung hanya sedikit Fe

• Campuran yg tidak ideal untuk Campuran yg tidak ideal untuk penyerpenyerapan besiapan besi 2. Malabsorpsi/ Kelainan usus:

2. Malabsorpsi/ Kelainan usus:

diare

diare berulang, rberulang, reseksi eseksi usus, usus, picapica

3. Kebutuhan yang

3. Kebutuhan yang meningkatmeningkat

pertumbuhan yg cepat, masa adolescent dari bayi

pertumbuhan yg cepat, masa adolescent dari bayi

prematur

(14)
(15)

...PENYEB

...PENYEBAB

AB ADB

ADB

B. Kehilangan besi lewat perdarahan

B. Kehilangan besi lewat perdarahan

1. Perdarahan Gastro Intestinal : ulkus peptikum,

1. Perdarahan Gastro Intestinal : ulkus peptikum,

divertikulum meckel, ankylostomiasis, milk induced

divertikulum meckel, ankylostomiasis, milk induced

enteropathy

enteropathy

2. Epistaksis yang berulang

2. Epistaksis yang berulang

3. Menorrhagi

3. Menorrhagi

C.

(16)
(17)

K

K

ONSEKUENSI ANEMIA

ONSEKUENSI ANEMIA

DEFISIENSI BESI

DEFISIENSI BESI

• Insiden terbanyak : pada kelompok usia 6 bln - 3 tInsiden terbanyak : pada kelompok usia 6 bln - 3 th dan usiah dan usia 11 -

11 - 17 tahun 17 tahun , kar, karena terjadi ena terjadi pertumbuhan cepat dgnpertumbuhan cepat dgn

peningkatan jumlah sel darah me

peningkatan jumlah sel darah merahrah

- Pucatnya perlahan namun

- Pucatnya perlahan namun progresif progresif 

- Hb rendah (3-4

- Hb rendah (3-4 gr/dl) masih dapat di toleransigr/dl) masih dapat di toleransi

penderita, namun tidak

(18)
(19)

Konsekuensi anemia/hematologi

Konsekuensi anemia/hematologi

nampak lesu, lekas capai, pusing-pusing,

nampak lesu, lekas capai, pusing-pusing, nafsunafsu

berkurang

berkurang •

• Anemia berat:Anemia berat:

- dyspnea, berdebar-debar, mudah lelah

- dyspnea, berdebar-debar, mudah lelah

-- penipisan tulang kepala & rahang, foto kepala : ”hair onpenipisan tulang kepala & rahang, foto kepala : ”hair on

end

end appearancappearance”e”, , karena karena ekspansi dari ekspansi dari ruangruang-ruang-ruang

medula oleh sel eritroid sumsum tulang

(20)
(21)

Konsekuens

Konsekuensi Non i Non HematologiHematologi

• Pica, suka makan benda yang bukan makanan , Pica, suka makan benda yang bukan makanan , tanah,pasirtanah,pasir

• Perubahan epitel: koilonyPerubahan epitel: koilonychia, angular chia, angular stomatitis, atrofi papilstomatitis, atrofi papil lidah, perubahan mukosa lambung & usus

lidah, perubahan mukosa lambung & usus •

• Gangguan pertumbuhanGangguan pertumbuhan

• Kemampuan kerjaKemampuan kerja 

• Perubahan tingkah laku: iritabel, apatis, perhatianPerubahan tingkah laku: iritabel, apatis, perhatian 

• Abnormal thermogenesis: mungkin krn ggg. T4Abnormal thermogenesis: mungkin krn ggg. T4 T3T3

• InfeksiInfeksi

(22)
(23)

LABORATORIUM

LABORATORIUM

• Anemia hipokromik mikrositik, jumlah eritrositAnemia hipokromik mikrositik, jumlah eritrosit , eritrosit, eritrosit mengecil, hematokrit

mengecil, hematokrit  •

• Nilai indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC)Nilai indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) 

• Hapusan darah eritrosit: variasi ukuran eritrosit (RDW)Hapusan darah eritrosit: variasi ukuran eritrosit (RDW) ,, pucat, kelainan bentuk +

pucat, kelainan bentuk + •

• RetikulositRetikulosit , Serum Iron, Serum Iron , TIBC, TIBC , Satu, Saturasi Trrasi Transferinansferin 

• Free Erythrocyte Protoporphyrin (FEP)Free Erythrocyte Protoporphyrin (FEP) , penumpukan porfirin, penumpukan porfirin dalam eritrosit

dalam eritrosit •

• Cadangan Cadangan besi: besi: sangat sangat berkurang berkurang sampai sampai tak tak adaada

(24)
(25)

-DIAGNOSA BANDING

DIAGNOSA BANDING

Diagnosa banding anemia hipokromik mikrositik:

Diagnosa banding anemia hipokromik mikrositik:

1.

1. Thalassemia minorThalassemia minor

anemi ringan, kelainan fisik menyolok -, Hb A2

anemi ringan, kelainan fisik menyolok -, Hb A2 

2.

2. Anemia karena Anemia karena infekinfeksisi

SI/ TIBC

SI/ TIBC . Kadang saturasi transferin. Kadang saturasi transferin , serum feritin, serum feritin

normal/

normal/ , cadangan besi dlm sutul +, cadangan besi dlm sutul +

3.

3. Thalassemia majorThalassemia major

anemia berat, hepatosplenomegali, fisik khas, HbF

(26)
(27)

PENGOBATAN

PENGOBATAN

1.

1. Pengobatan Pengobatan KausalKausal

- Memperbaiki diet

- Memperbaiki diet

- Memberikan obat cacing (cacing tambang)

- Memberikan obat cacing (cacing tambang)

- Mengobati Hemorrhoid

- Mengobati Hemorrhoid

Sering Hb harus

Sering Hb harus  sebelum pengobatan kausalsebelum pengobatan kausal

2.

2. Memperbaiki Memperbaiki AnemiAnemi

bisa:

bisa: - - TTransfusi ransfusi darahdarah

-

(28)
(29)

Memperbaiki Anemi:

Memperbaiki Anemi:

• Hb > 5 gr/dl: diberi Fe, ambulatoir,Hb > 5 gr/dl: diberi Fe, ambulatoir, Hb < 3 gr

Hb < 3 gr/dl: MRS dan diberi transfusi darah./dl: MRS dan diberi transfusi darah.

Hb 3-5 gr/dl:

Hb 3-5 gr/dl: ambulatoir dgn Fe atau MRS dgn transfusi,ambulatoir dgn Fe atau MRS dgn transfusi,

dengan kecondongan ke arah cara pertama bila Hb makin

dengan kecondongan ke arah cara pertama bila Hb makin

mendekati 5 gr/dl

mendekati 5 gr/dl

T

Transfusi dapat diberikan pada Hb > ransfusi dapat diberikan pada Hb > 5 gr/dl, dg 5 gr/dl, dg indikasiindikasi

mendesak,

(30)
(31)

Transfusi darah

Transfusi darah

• Bisa dengan whole blood/ Bisa dengan whole blood/ komponen darah (PRC)komponen darah (PRC)

• Jumlah darah tiap Jumlah darah tiap tranfusi: tergtranfusi: tergantung Hbantung Hb  makin anemis,makin anemis, peningkatan Hb makin bertahap

peningkatan Hb makin bertahap hindarihindari ”overloading” ”overloading” dandan

kemungkinan gagal jantung

kemungkinan gagal jantung •

• Dosis darah per kDosis darah per kali transali transfusi: 6-10 cc/Kg BB, fusi: 6-10 cc/Kg BB, kecepakecepatan 10-20tan 10-20 tts/menit, diulang tiap hari hingga Hb 10 gr/dl

tts/menit, diulang tiap hari hingga Hb 10 gr/dl dilanjutkandilanjutkan

pemberian preparat besi

pemberian preparat besi •

• Transfusi dgn packed cellsTransfusi dgn packed cells  HbHb  lebih cepatlebih cepat Mencegah dek

Mencegah dekompensasi: furosemid 1-3 mgompensasi: furosemid 1-3 mg/Kg BB sebelum/Kg BB sebelum

transfusi

(32)
(33)

Pemberian Fe : Pemberian Fe :

• Fe dapat diberikan per Fe dapat diberikan per os/ parenteral, intramuskos/ parenteral, intramuskuler atauuler atau intravena.

intravena. •

• Sedapat mungkin: oral,Sedapat mungkin: oral, preparat yang dianjurkan:

preparat yang dianjurkan: FerrosulfFerrosulfat & at & FerrofumaraFerrofumaratt •

• Ferrosulfat (FeSOFerrosulfat (FeSO44 7 H7 H22O): mengandung 20% Fe,O): mengandung 20% Fe, Ferro fumarat: mengandung 33% Fe,

Ferro fumarat: mengandung 33% Fe,

Ferro glukomat: mengandung 12% Fe,

Ferro glukomat: mengandung 12% Fe,

Ferro laktat: Mengandung 19% Fe

(34)
(35)

• Dosis : 6 mg Fe/Kg/hariDosis : 6 mg Fe/Kg/hari

Misal : untuk anak umur 1 tahun dengan BB 9 Kg

Misal : untuk anak umur 1 tahun dengan BB 9 Kg

9 x 6 mg x 100/20 = 270 mg FeSO4

9 x 6 mg x 100/20 = 270 mg FeSO4

(Fe SO4 mengandung 20% Fe)

(Fe SO4 mengandung 20% Fe) •

• Ada yang menganjurkan dosis 3 mg Fe/Kg/hariAda yang menganjurkan dosis 3 mg Fe/Kg/hari

• diberikandiberikan “between meals”,“between meals”, untuk menghindari iritasiuntuk menghindari iritasi lambung diberikan setelah makan,

lambung diberikan setelah makan, dengan kemungkinandengan kemungkinan

resorpsi akan berkurang

(36)
(37)

• Preparat Preparat Fe per os: Fe per os: gigi hitam, gigi hitam, tetapi tetapi tidak permanentidak permanen  cegah/ kurangi dg kumur setelah makan preparat Fe Warna

cegah/ kurangi dg kumur setelah makan preparat Fe Warna

faeces: jadi hitam, dapat sbg tanda

faeces: jadi hitam, dapat sbg tanda obat dimakanobat dimakan •

• Stop bila: Stop bila: gangguan gastrointestinal gangguan gastrointestinal yang yang cukup cukup berat,berat, muntah-muntah, diare

muntah-muntah, diare diberi secara parenteraldiberi secara parenteral •

• Terapi berhasil: retikulositTerapi berhasil: retikulosit  pada hari pada hari ke-5, ke-5, puncak puncak pada haripada hari ke-10

ke-10 retikulositretikulosit  lagi, tetapi Hblagi, tetapi Hb 

Bila Hb telah normal, Fe diteruskan 6-8 minggu lagi untuk

Bila Hb telah normal, Fe diteruskan 6-8 minggu lagi untuk

mengisi tempat timbunan agar penderita tidak mudah jatuh

mengisi tempat timbunan agar penderita tidak mudah jatuh

dalam defisiensi lagi

(38)
(39)

Fe parenteral :

Fe parenteral : •

• Bila oral tidak bisa/ hasil tidak memuaskan,Bila oral tidak bisa/ hasil tidak memuaskan, misal : tidak mau minum

misal : tidak mau minum obat, ada penyakit usus/ lambung, diareobat, ada penyakit usus/ lambung, diare

krn preparat Fe, dsb

krn preparat Fe, dsb •

• Preparat Fe pro injeksi : Iron Dextran dan Iron SorbitexPreparat Fe pro injeksi : Iron Dextran dan Iron Sorbitex

• Dosis:Dosis:

BB x (Hb normal

BB x (Hb normal – – Hb penderita) x 3,4 x 0,5 mg FeHb penderita) x 3,4 x 0,5 mg Fe

100

(40)
(41)

Misal : anak BB 10 Kg dan Hb 5 gr/dl berumur ± 1,5 tahun

Misal : anak BB 10 Kg dan Hb 5 gr/dl berumur ± 1,5 tahun •

• VVolume darah 10 x 80 olume darah 10 x 80 cc = 800 cccc = 800 cc

• • Hb normal : 10 gr/dlHb normal : 10 gr/dl • • Kekurangan Hb : 10Kekurangan Hb : 10 – – 5 gr x 800 cc = 40 gr5 gr x 800 cc = 40 gr 100 100 •

• Kekurangan Kekurangan Fe: Fe: 40 40 x x 3,4 3,4 mg mg = = 136 136 mg mg FeFe (1 gr Hb mengandung 3,4 mg Fe)

(1 gr Hb mengandung 3,4 mg Fe) •

• TTambah ambah 50% 50% untuk untuk mengisi mengisi depot depot = 68 = 68 mg mg FeFe 204 mg Fe

204 mg Fe •

• Preparat Fe parenteral: 50 mg Fe/mlPreparat Fe parenteral: 50 mg Fe/ml  perlu 4 cc, diberikan 1perlu 4 cc, diberikan 1 cc

cc tiap tiap kali, kali, setiap setiap 2-3 2-3 harihari •

(42)
(43)

• Efek samping Fe parenteral: kulit tempat suntikan jadi hitam,Efek samping Fe parenteral: kulit tempat suntikan jadi hitam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot &

nyeri kepala, pusing, nyeri otot & sendi, takikardia, dyspnoe &sendi, takikardia, dyspnoe &

collapse

collapse •

• Bila terapi Fe tidak memperbaiki anemiBila terapi Fe tidak memperbaiki anemi  pikirkan :pikirkan :

 –

 – Obat tidak diminumObat tidak diminum

 –

 – Dosis kurang besarDosis kurang besar

 –

 – Resorpsi Fe per os tidak baikResorpsi Fe per os tidak baik – – penyakit usus/ enzim ususpenyakit usus/ enzim usus kurang aktif krn defisiensi besi

kurang aktif krn defisiensi besi mulai terapi dgn Femulai terapi dgn Fe

parenter

parenteral dilanjutkan al dilanjutkan oraloral  –

 – Utilisasi Fe yang diserap tidak baik, misal: pd Utilisasi Fe yang diserap tidak baik, misal: pd infekinfeksisi

 –

 – Ada kehilangAda kehilangan darah melampaui dosis an darah melampaui dosis Fe yg diberiFe yg diberi

 –

(44)
(45)

PENCEGAHAN

PENCEGAHAN

• Merupakan tujuan utamaMerupakan tujuan utama  perlu: pendidikan tentangperlu: pendidikan tentang pemberian makanan dan suplementasi besi

pemberian makanan dan suplementasi besi

a. Makanan

a. Makanan

- Pemberian ASI minimal 6 bulan

- Pemberian ASI minimal 6 bulan

- Hindari minum susu sapi

- Hindari minum susu sapi yang berlebihyang berlebih

- Tambahkan makanan/ bahan yang

- Tambahkan makanan/ bahan yang abs. besiabs. besi

(buah-buahan, daging, unggas)

(buah-buahan, daging, unggas)

- Hindari peningkatan BB berlebihan

- Hindari peningkatan BB berlebihan

- Pemberian Fe dlm makanan (iron

- Pemberian Fe dlm makanan (iron Fortified InfanFortified Infantt

Cereal)

(46)
(47)

Suplementasi besi:

Suplementasi besi: •

• Kebutuhan per hari untuk bayi - Kebutuhan per hari untuk bayi - 1 thn: 2 mg Fe/Kg (dapat1 thn: 2 mg Fe/Kg (dapat dipenuhi lewat pemberian Iron fortified milk formula dan

dipenuhi lewat pemberian Iron fortified milk formula dan

cereal).

cereal). •

• Bayi prBayi prematur butuh Fe ematur butuh Fe 2x 2x lebih banylebih banyak (4mg Fak (4mg Fe/Kg BB).e/Kg BB).

• Suplementasi besi juga dibutuhkan pada bayi minum ASISuplementasi besi juga dibutuhkan pada bayi minum ASI lebih dari 6 bulan

(48)
(49)

,

,

Bahan bacaan

Bahan bacaan

1. Pediatric Hematology

1. Pediatric Hematology

Lilleyman dkk, 2000

Lilleyman dkk, 2000

2. Blood Disease in Infancy and Childhood

2. Blood Disease in Infancy and Childhood

Dennis R Miller dkk

Dennis R Miller dkk

3. Nelson Pediatric Tex Book, 2002

(50)
(51)

HEMOFILIA

(52)
(53)

Hemofilia

Hemofilia

peny

penyakit

akit atau gangguan perdarahan

atau gangguan perdarahan yang bersifat

yang bersifat

herediter akibat kekurangan faktor pembekuan VIII

herediter akibat kekurangan faktor pembekuan VIII

dan IX.

dan IX.

diturunkan secara

diturunkan secara

 X-link

(54)
(55)

Epidemiologi

Epidemiologi

Hemofilia A > Hemofilia BHemofilia A > Hemofilia B

Hemofilia A insidennya 1Hemofilia A insidennya 1

diantar

diantara a 1000010000

Hemofilia B insidennya 1Hemofilia B insidennya 1

diantar

diantara a 5000050000

Tidak mengenalTidak mengenal

perbedaan ras, suku

perbedaan ras, suku

bangsa, dan negara

(56)
(57)

Hemofilia terbagi atas dua jenis

Hemofilia terbagi atas dua jenis

Hemofilia B Hemofilia B  HemofiliaHemofilia kekurangan Factor IX kekurangan Factor IX 

Christmas DiseaseChristmas Disease;;

di temukan untuk

di temukan untuk

pertama kali oleh

pertama kali oleh

Steven Christmas Steven Christmas asal Kanada asal Kanada Hemofilia A Hemofilia A 

Hemofilia karenaHemofilia karena

kekurangan Factor

kekurangan Factor

VIII.

VIII.

Hemofilia Klasik,Hemofilia Klasik,

paling banyak paling banyak kekurangan faktor kekurangan faktor pembekuan pada pembekuan pada darah darah

(58)
(59)

Etiologi..

Etiologi..

(60)
(61)

Patofisiologi

Patofisiologi

 jumlah pembeku darah

 jumlah pembeku darah jenis tertentu kjenis tertentu kurang dari jumlah normal,urang dari jumlah normal,

bahkan hampir tidak ada

bahkan hampir tidak ada

Hemofilia

(62)
(63)

Gejala klinis :

Gejala klinis :

hemarthrosis.hemarthrosis.

Masa protrombin (Masa protrombin (protrombin time, PT protrombin time, PT ) normal) normal

Masa Perdarahan (Masa Perdarahan (Bleeding Time Bleeding Time ) normal) normal

Jumlah trombosit normalJumlah trombosit normal

Masa Perdarahan (Masa Perdarahan (Bleeding Time Bleeding Time ) normal) normal

Hematom di kepala atau tungkai atas/bawahHematom di kepala atau tungkai atas/bawah

(64)
(65)

Jika terjadi perdarahan akut maka perlu dilakukan

Jika terjadi perdarahan akut maka perlu dilakukan

tindakan,

tindakan,

Immobilisasi, yaitu dengan meminta pasien untuk

Immobilisasi, yaitu dengan meminta pasien untuk

beristirahat (

beristirahat (rest 

rest ))

Mengompres perdarahan dengan es (

Mengompres perdarahan dengan es (ice 

ice ))

Melakukan penekanan atau pembebatan (

Melakukan penekanan atau pembebatan (compress 

compress ))

(66)
(67)

PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN

HEMOFILI A

HEMOFILI A

dosis faktor VIII sebesar 25-50 unit/kg

dosis faktor VIII sebesar 25-50 unit/kg

biasany

biasany

a untuk

a untuk

menaikkan kadar pada

menaikkan kadar pada

resipien menjadi 50-100% (50-100u/dl)

resipien menjadi 50-100% (50-100u/dl)

normal.

normal.

(68)
(69)

• KriopresipitatKriopresipitat

 –

 – 1 kantong kriopresipitat/5 kgBB meningkatakan kadar pada 1 kantong kriopresipitat/5 kgBB meningkatakan kadar pada resipienresipien

kira2 50% (50 u/dl) normal

kira2 50% (50 u/dl) normal

 –

 – ResikResiko penyakit yg timbul dari o penyakit yg timbul dari darah seperti hepatitis B darah seperti hepatitis B & AIDS lebih& AIDS lebih

rendah dibanding konsentr

rendah dibanding konsentrat yang dibuat jadi at yang dibuat jadi plasmaplasma

• KonsentrKonsentrat faktor VIII at faktor VIII yg dihasilkan dengan teknologiyg dihasilkan dengan teknologi rek

rekombinan & yg ombinan & yg disiapkan dari teknik antibodi monoklonal.disiapkan dari teknik antibodi monoklonal.

 –

 – KonsentrKonsentrat ini tersedia dalam bentuk bubuk terliofilisasi at ini tersedia dalam bentuk bubuk terliofilisasi dalam botoldalam botol

250-500 u yang dapat dilarutkan lagi tepat sebelum penggunaan

250-500 u yang dapat dilarutkan lagi tepat sebelum penggunaan

 –

(70)
(71)

• Untuk hemartrhosis biasa, diperlukan menaikkan kadar factorUntuk hemartrhosis biasa, diperlukan menaikkan kadar factor VIII sampai sekitar 50% (50 u/dl) dan mempertahankanya

VIII sampai sekitar 50% (50 u/dl) dan mempertahankanya

paling tidak di atas 5% (5 u/dl) selama 48-72 jam. Infuse

paling tidak di atas 5% (5 u/dl) selama 48-72 jam. Infuse

tunggal konsen

tunggal konsentrat factor VIII 20-30 trat factor VIII 20-30 unit/kgunit/kg •

• DesmopDesmopressin ressin (DDA(DDAVPVP, S, Stimate)timate)

 –

 – Menyebabkan kenaikan factor VIII pada penderita dengan hemofilia AMenyebabkan kenaikan factor VIII pada penderita dengan hemofilia A

ringan dan pada beberapa penderita dgn penyakit sedang. Dosis yang

ringan dan pada beberapa penderita dgn penyakit sedang. Dosis yang

dianjurkan adalah 0,3

dianjurkan adalah 0,3 μg/kgμg/kg bb, yang meningkatkan kadar factor VIIIbb, yang meningkatkan kadar factor VIII

25-50% diatas garis dasar.

25-50% diatas garis dasar.

 –

 – diberikan sekali tiap 2 hari dan hanya untuk episode pendarahan kecil,diberikan sekali tiap 2 hari dan hanya untuk episode pendarahan kecil,

seperti pendarahan mulut,

(72)
(73)

HEMOFILI B

HEMOFILI B •

• Replacement therapy factor IX dengan plasma Replacement therapy factor IX dengan plasma beku segarbeku segar atau konsentrat factor IX.

atau konsentrat factor IX. •

• Karena waktu paruh IX lebih lama daripada factor VIII (kiraKarena waktu paruh IX lebih lama daripada factor VIII (kira kira 24 jam), factor IX dapat

kira 24 jam), factor IX dapat diberikan lebih jarangdiberikan lebih jarang •

• Diperlukan infus 100 unit factor IX/ ml,Diperlukan infus 100 unit factor IX/ ml,

(74)
(75)

Pencegahan Pendarahan

Pencegahan Pendarahan

• Pasien dianjurkan mengkonsumsi makanan/ minuman yangPasien dianjurkan mengkonsumsi makanan/ minuman yang bergizi untuk menghindari

bergizi untuk menghindari terjadinyterjadinya obesitasa obesitas •

• Pasien hemofiilia tetap dapat melakukan olahraga untukPasien hemofiilia tetap dapat melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Tetapi tidak semua olahraga

menjaga kesehatan tubuhnya. Tetapi tidak semua olahraga

dapat dilakukan

dapat dilakukan •

• Rajin melakukan pemeriksaan gigi dan gusi, untukRajin melakukan pemeriksaan gigi dan gusi, untuk menghindari

menghindari terjadinyterjadinya a infekinfeksisi •

• Menghindari penggunaan Menghindari penggunaan obat-obatan secara sembarangobat-obatan secara sembaranganan

• Memberikan informasi kepada pihak-pihak tertentu mengenaiMemberikan informasi kepada pihak-pihak tertentu mengenai kondisi hemofilia yang dialami pasien

kondisi hemofilia yang dialami pasien •

• Memberikan lingkungan hidup yang mendukung bagiMemberikan lingkungan hidup yang mendukung bagi pertumbuhan dan

(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)

Definisi..

Definisi..

peny

peny

akit darah resesif

akit darah resesif

autosomal yang diwariskan

autosomal yang diwariskan

secara autosomal, berdasarkan kelainan hemoglobin.

secara autosomal, berdasarkan kelainan hemoglobin.

satu atau lebih rantai polipeptida hemoglobin

satu atau lebih rantai polipeptida hemoglobin

kur

kur

ang

ang

atau tidak terbentuk, dengan akibat terjadi anemia

atau tidak terbentuk, dengan akibat terjadi anemia

hemolitik.

(82)
(83)

Hemoglobin..

Hemoglobin..

Zat di dalam RBC, yang berfungsi mengangkut

Zat di dalam RBC, yang berfungsi mengangkut

zat asam dari paru-paru ke seluruh tubuh, dan

zat asam dari paru-paru ke seluruh tubuh, dan

memberi warna merah pada RBC.

memberi warna merah pada RBC.

(

(

α

α

2

2

β

β

2 )

2 )

(

(

α

α

2

2

δ

δ

2 )

2 )

Struktur Hemoglobi

Struktur Hemoglobi

n normal

n normal

:

:

HbA (96%-98%), HbA

(84)
(85)

Klasifikasi Thalassemia

Klasifikasi Thalassemia

a.

a. SeSecacara kra klinlinis tis thalhalasasememia diia dibabagi dgi dalalam 2 gam 2 goloolongngan yan yaiaitutu

Thalasemia Mayor (bentuk homozigot) Memberikan

Thalasemia Mayor (bentuk homozigot) Memberikan

gejala klinis yang jelas

gejala klinis yang jelas

Thalasemia Minor biasanya tidak memberikan gejala

Thalasemia Minor biasanya tidak memberikan gejala

klinis

klinis

b.

b. SecSecara ara molmolekuekuler ler thalthalaseasemia mia dibdibagi agi daldalam am 4 g4 golonolongan gan yaityaitu :u :

Thalasemia

Thalasemia

α

α

Thalasemia

Thalasemia

β

β

Thalasemia

Thalasemia

β

β

-

-

δ

δ

(gangguan pembentukan rantai

(gangguan pembentukan rantai

β

β

dan

dan

δ

δ

yang letak gen nya diduga berdekatan).

yang letak gen nya diduga berdekatan).

(86)
(87)

Etiologi

Etiologi

Kelainan kromosom 11

Kelainan kromosom 11

Kelainan / perubahan / mutasi pada gen globin alpha

Kelainan / perubahan / mutasi pada gen globin alpha

atau gen globin beta atau delta

atau gen globin beta atau delta

produksi rantai

produksi rantai

globin tersebut berkurang

-globin tersebut berkurang -

sel darah merah

sel darah merah

mudah sekali rusak atau umurnya lebih pendek dari

mudah sekali rusak atau umurnya lebih pendek dari

sel darah normal (120 hari).

(88)
(89)

Patofisiologi

Patofisiologi

Kelainan Gen Kelainan Gen Hambatan Hambatan pembentukan pembentukan rantai rantaiββ Kompensasi Kompensasiδδdandan

α

αtdk cukuptdk cukup Hb <<<

Hb <<<

Sel mudah pecah Sel mudah pecah Rantai

RantaiααDenaturasi dan presipitasi diDenaturasi dan presipitasi di dalam sel (Heinz Bodies)

dalam sel (Heinz Bodies) Kerusakan Membran sel Kerusakan Membran sel Gejala Anemia

Gejala Anemia

Anemia hemolitik  Anemia hemolitik 

Kompensasi Sumsum tulang pipih Kompensasi Sumsum tulang pipih (untuk meningkatkan produksi darah) (untuk meningkatkan produksi darah)

Kompensasi lien dan hepar Kompensasi lien dan hepar ( untuk bekerja lebih keras) ( untuk bekerja lebih keras)

Hepatomegali Hepatomegali Sutul membesar

(90)
(91)

Gejala Klinis

Gejala Klinis

Fasies mongoloid atau fasies Cooley

Fasies mongoloid atau fasies Cooley

Hepatoplasplenomegali

Hepatoplasplenomegali

Ikterus atau sub

Ikterus atau sub

 –

 –

ikterus

ikterus

Tulang : osteoporosis, tampak struktur mozaik

Tulang : osteoporosis, tampak struktur mozaik

Tengkorak : tampak struktur ”hairs –

Tengkorak : tampak struktur ”hairs –

on

on

 –

 –

end”

end”

(92)
(93)

Hairs on end

Hairs on end

wajah yang khas (facies cooley),wajah yang khas (facies cooley), frontal frontal 

bossing,

bossing, mulut tongos (mulut tongos (rodent like mouth rodent like mouth ),),

bibir agak tertarik, maloklusi gigi

(94)
(95)

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS

• Darah tepi ; hipokromDarah tepi ; hipokrom – – mikrositer,mikrositer, anisopoikilositosis, polikromasia, sel

anisopoikilositosis, polikromasia, sel

target, normoblas, leptositosis, dan

target, normoblas, leptositosis, dan

titik

titik – – titik basofiltitik basofil •

• RetikulositosisRetikulositosis

• ResistResistensi osmotik ensi osmotik meningkatmeningkat

• Sumsum tulang : hiperplasiSumsum tulang : hiperplasi normoblastik

(96)
(97)

Kadar besi serum & timbunan besi dalam sumsum

Kadar besi serum & timbunan besi dalam sumsum

tulang meningkat

tulang meningkat

Bilirubin bebas (

Bilirubin bebas (

unconjugated 

unconjugated 

) serum meningkat

) serum meningkat

Kadar Hb F meningkat pada thalassemia

Kadar Hb F meningkat pada thalassemia

beta may

beta may

or

or

Kadar Hb A2 meningkat pada thalassemia

Kadar Hb A2 meningkat pada thalassemia

beta minor

beta minor

Dengan elektroforesis dan kromatografi kolom dapat

Dengan elektroforesis dan kromatografi kolom dapat

ditentuk

ditentuk

an macam

an macam

hemoglobin maupun

hemoglobin maupun

rant

rant

ai

ai

polipeptida

(98)
(99)

PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN

A. Transfusi sel darah merah padat (PRC) 10

A. Transfusi sel darah merah padat (PRC) 10

ml/kg

ml/kg

BB

BB

per

per

kali.

kali.

B. Mencegah/ menghambat proses hemosiderosis :

B. Mencegah/ menghambat proses hemosiderosis :

Absorpsi Fe melalui us

Absorpsi Fe melalui us

us dapat dikurangi dengan

us dapat dikurangi dengan

menganjurkan penderita banyak minum teh.

menganjurkan penderita banyak minum teh.

Sedangkan eksresi Fe dapat

Sedangkan eksresi Fe dapat

ditingkat

ditingkat

kan dengan

kan dengan

pemberian

pemberian

”Fe chelating agent” 

”Fe chelating agent” 

yaitu

yaitu

Desferio

Desferio

xamin, dosis 25 mg

xamin, dosis 25 mg

/kg BB/hari dan

/kg BB/hari dan

diberikan 5 hari dalam seminggu

(100)
(101)

C. Splenektomi :

C. Splenektomi :

Indikasi splenektomi adalah bila

Indikasi splenektomi adalah bila ada tanda-tanda

ada tanda-tanda

hipersplenisme atau bila limpa terlalu besar.

hipersplenisme atau bila limpa terlalu besar.

Biasany

Biasanya splenektomi dilakukan bila anak

a splenektomi dilakukan bila anak sudah

sudah

berumur

berumur

5 tahun

5 tahun

D. Nasehat perkawinan dan diagnosis pra kelahiran

D. Nasehat perkawinan dan diagnosis pra kelahiran

sangat penting untuk mencegah

sangat penting untuk mencegah lahirny

lahirny

a thalassemia

a thalassemia

mayor. Sedapat mungkin hindari perkawinan antara

mayor. Sedapat mungkin hindari perkawinan antara

dua insan heterozigot, agar tidak terjadi bayi

dua insan heterozigot, agar tidak terjadi bayi

homozigot

(102)
(103)

Pola genetik pada penderita thalassemia.

Pola genetik pada penderita thalassemia.

penurunan s

(104)
(105)

KOMPLIKASI

KOMPLIKASI

• •

Hemosiderosis

Hemosiderosis

• •

Hipersplenisme

Hipersplenisme

Patah tulang

Patah tulang

(106)
(107)

Prognosis

Prognosis

Umumny

Umumny

a p

a p

asien dengan

asien dengan

peny

peny

akit

akit

thalassemia mayor memiliki prognosis yang

thalassemia mayor memiliki prognosis yang

kur

kur

ang b

ang b

aik, karena dapat terjadi

aik, karena dapat terjadi

berbagai

berbagai

komplikasi yang membahayakan nyawa pasien

komplikasi yang membahayakan nyawa pasien

, salah

, salah

satuny

satuny

a penyakit jantung akibat

a penyakit jantung akibat

penimbunan

penimbunan

Fe y

Fe y

ang dapat men

ang dapat men

imbulkan

imbulkan

kematian.

(108)
(109)

THX U..

(110)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Apabila simpanan besi cukup, maka kebutuhan untuk pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang akan selalu terpenuhi, apabila jumlah simpanan zat besi berkurang

Simpanan zat besi yang sangat rendah lambat laun tidak akan cukup untuk membentuk sel- sel darah merah di dalam sumsum tulang sehingga kadar hemoglobin terus menurun di bawah

Pada keadaan penimbunan besi, kadar besi serum, saturasi transferin dan feritin akan meningkat serta transferin binding capacity (TBC) terlampaui, hal ini dapat menyebabkan

Pada keadaan penimbunan besi, kadar besi serum, saturasi transferin dan feritin akan meningkat serta transferin binding capacity (TBC) terlampaui, hal ini dapat menyebabkan

Simpanan zat besi yang sangat rendah lambat laun tidak akan cukup untuk membentuk sel- sel darah merah di dalam sumsum tulang sehingga kadar hemoglobin terus menurun di bawah

&amp;nemia aplastik adalah anemia kegagalan sumsum tulang ditandai adanya pansitopenia dengan sebagian besar kasus terjadi kelainan sumsum tulang hypoplasia &#34;nsidennya adalah .-

Leukemia adalah golongan penyakit yang ditandai dengan penimbunan sel darah putih abnormal dalam sumsum tulang.. Sel abnormal ini dapat menyebabkan kegagalan sumsum

Apabila simpanan besi cukup, maka kebutuhan untuk pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang akan selalu terpenuhi, apabila jumlah simpanan zat besi berkurang