• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah

Transportasi adalah kegiatan atau proses pemindahan barang dari tempat yang satu ketempat lain. Berkembangnya inovasi dalam transportasi saat ini membuat dunia industri dibidang transportasi semakin meningkat,.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional hanya tumbuh 1,2% dari 7.771.014 unit pada tahun 2013 menjadi 7.867.195 unit pada tahun2014. Kinerja penjualan sepeda motor Honda tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pasar nasional yaitu sebesar 7,5% dari 4.700.871 unit pada tahun 2013, menjadi 5.051.100 unit pada tahun 2014. (sumber :Viva, 2015).

PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil mengakhiri 2014 dengan mencetak angka penjualan sepeda motor Honda sebesar 5.051.100 unit atau pencapaian pertama dalam sejarah penjualan tertinggi Honda di dunia. Pencapaian ini juga mengukuhkan kepemimpinan Honda di pasar motor nasional dengan 64,2% pangsa pasar. (sumber :Viva, 2015).

Dengan keadaan seperti ini, perusahaan sepeda motor semakin bersaing untuk mendapatkan keluasan dan profit yang besar dipasar Indonesia, hal ini dikarenakan bukan hanya PT. Mitra Makmurjaya Mandiri (Dealer Honda) yang memiliki brand ternama di Indonesia, melainkan pada brand lainnya seperti : Dealer Yamaha, Suzuki motor, dll. Dengan banyaknya industri motor di Indonesia membuat perusahaan bersaing untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.Untuk mendapatkan konsumen tidak hanya tertuju pada produknya, tetapi juga dalam penerapan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen.Berikut ini data penjualan sepeda motor periode mei – juli 2015.

(2)

Tabel 1.1 Data Penjualan Sepeda Motor Nasional Mei 2015 - Juli 2015

Sumber :www.beritasatu.com, 2015

Gambar 1.1 Data Penjualan Sepeda Motor Mei 2015

Sumber :www.beritasatu.com, 2015

Gambar 1.2 Data Penjualan Sepeda Motor Juni 2015

Brand Mei Juni Juli

Honda 306.002 364.660 280.197 Yamaha 159.682 200.451 135.954 Suzuki 9.233 13.735 12.328 Kawasaki 7.038 9.256 8.226 TVS &lainnya 736 573 2.540 Total 482.691 588.675 439.245

(3)

Sumber :www.beritasatu.com, 2015

Gambar 1.3 Data Penjualan Sepeda Motor Juli 2015

Sumber :pertamax7.com. (2015)

Gambar 1.4 Pangsa Pasar Industri Sepeda Motor

Bedasarkan data nasional diatas dijelaskan bahwa PT. Astra Honda Motor adalah industri sepeda motor yang memiliki urutan no. 1 secara nasional di Indonesia dan mampu menguasai pangsa pasar di Indonesia, Namun ketika melakukan wawancara dengan IbuAnggraini selaku Manager Marketing PT. Mitra Makmurjya Mandiri, diketahui bahwa dari tahun ke tahun PT. Mitra Makmurjaya Mandiri selalu mampu mengungguli pesaing dan menjadi market leadersepeda motor dibandingkan dengan dua pesaingnya, yaitu Suzuki dan Yamahauntuk wilayah Tangerang.Namun

(4)

saat ini PT. Mitra Makmurjaya Mandiri mengalami masalah, yaitu penurunan penjualan sejak januari 2014 sebesar 20-30%.

Setelah melakukan wawancara dengan Manager Marketingdan seorang staf service encounter, Suzuki memiliki penjualan yang cukup besar di wilayah Tangerang dan mampu menyetarakan penjualannya dengan PT. Mitra Makmurjaya Mandiri. Padahal pangsa pasar Suzuki tidak sebesar Honda secara nasional, Begitupun dengan Yamaha Motor adalah showroom yang berdiri sudah cukup lama di wilayah tangerang, berawal dari usaha dengan dealer kecil sampai dealer ini berkembang besar, dan mampu memperluas pangsa pasarnya di Tangerang.

Dengan adanya kasus ini, diduga bahwa ada dua faktor yang kemungkinan dapat mendorong keputusan pembelian konsumen, yaitu salesperson performancedan service encounter yang kurang maksimal dalam memberikan pelayanan bagi konsumen.

Menurut Pettijohn (2015), perusahaan yang ingin memiliki kekuatan penjualan harus berorientasi padakonsumen,perusahaan harus yakin bahwa salespersonperformancemereka harus memiliki keterampilan yang diperlukan. untuk mempertahankan posisi perusahaan, salesperson hendaklah semakin terampiluntuk mendapatkan penilaian lebih dari konsumen.

Salespersonperformancejuga harus termotivasi untuk terlibat dalam setiap aktivitas kegiatan perusahaan.Dengan demikian, perusahaanharus berusaha untuk membangun kepuasan kerja.Salesperson performancedengan kekuatan dan komitmen organisasi digunakan untuk mendukung setiap pekerjaannya.Selain itu, pentingnya pelatihan pada salesperson performanceyang terkontrol dan fokus pada konsumenakanmenunjukkan bahwa salah satu faktor yang mengarah pada keterampilan salespersonperformanceakan terkait dengan keputusan pembelian konsumen.

Besarnya tingkat pelatihan yang diberikan perusahaan kepadasalesperson performance karena dapat menambah wawasan dalam menanggani konsumen, kepuasan konsumen, komitmen dan keterampilan yang dimiliki oleh salesperson performance.Salesperson performance dapat memperluas produk knowledge ke konsumen dengan berbagai cara/alternatif.

Konsumen harusmengerti tentangprosedur pembelian, dan mengulang arahan penting bagi konsumen yang perlu diingat ketika melakukan transaksi.

(5)

PT. Mitra Makmurjaya Mandiri diduga kurang maksimal dalam kinerja pelayanannya, hal ini dilihat dari perilaku kurang baik, seperti : kurangnya wawasan/pengetahuan tentang produk, adaptasi dengan konsumen secara langsung maupun tidak langsung, kurangnya komunikasi dan pelatihan perusahaan kepada salesperson performance, perilaku berbeda di antara salesperson performance pada masing-masing individu. Sedangkan pada yamaha motor, Showroom ini memiliki salesperson yang mempunyai skill yang tinggi, hal ini dilihat dari tingkat kepercayaan owner (pemilik) dealer untuk menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada salah satu divisi atasan yang sudah terbiasa untuk mengelola setiap aktivitas/kegiatan salesperson performance. Dan pada suzuki motor, Showroom ini hanya memilikisalesperson yang sedikit, yaitu berjumlah 3 orang, tetapi hal ini tidak mempengaruhi perusahaan dalam mendapatkan konsumennya, karena salesperson memiliki skillpengalaman yang sudah terbiasa dalam menanggani konsumen,salesperson yang sangat aktif dalam melakukan pekerjaannya sehingga membuat suksesnya dealer suzuki ini.

Dalam penelitian ini, peneliti juga berpendapat bahwa variabel pesaingan diantara dealer sepeda motor honda dengan dua pesaingnya juga mempunyai hubungan erat pada service encounter, sering terjadiperubahan tatap wajah karyawan didalam perusahaan. Ketika pelayanan service encounter yang tidak memuaskan dan tidak sesuai dengan keinginan konsumen maka akan berdampak pada persaingan dalam pembelian produk sepeda motor.

Menurut chandon(2012), service encounter adalahimplikasi bagi perusahaan untuk berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dalam setiap pertemuan dengan konsumen.Pendekatan antara karyawan counter dengan konsumen tampaknya menjadi alat yang berguna untuk menilai kualitas layanan saat pertemuan.

Service encounter di PT. Mitra Mamkurjaya Mandiri sering mengalami perbedaan tatap wajah yang terjadi pada counter, hal ini diduga menjadi masalah bagi PT. Mitra Makmurjaya Mandiri. Karena seringnya hal tersebut terjadi, membuat kinerja perusahaan berkurang dalam melayani konsumen, seperti kurangnya penjelasan mengenai prosedur transaksi, pembayaran, pengurusan transaksi dan hal lainnya yang dibutuhkan oleh konsumen.Sedangkan pada yamaha motor, showroom ini memiliki banyak tenaga service encounter, yang memungkinkan konsumen mendapatkan informasi dengan cepatkarena keramahan, kesabaran staf dalam

(6)

menanggani konsumen, sehingga konsumen senang beriteraksi dengan service counter.

Perilaku niat pelanggan atas pembelian produk sepeda motor merupakan hasil dari proses pelayanan dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan salesperson performance itu sendiri serta pelayanan yang diterapkan secara langsung didalam perusahaan sebagai salah satu proses dalam mendorong keputusan pembelian konsumen dengan tingkat kepuasan mulai dari pelayanan awal sampai pelayanan yang berlanjut.

Jika memang benar terdapat perbedaan salesperson performance dan service encounter dengan dua pesaing honda, maka PT. Mitra Makmurjaya Mandiri perlu berfokus dalam meningkatkan salesperson performance dan service encounter agar tetap menjadi market leaderdan jika tidak ada perbedaan pada dua pesaing tersebut, maka perusahaan perlu mencari faktor lain yang menyebabkan masalah tersebut terjadi.

Dari uraian diatas, maka penulis akan meneliti mengenai “Analisis Perbedaan Salesperson Performance Dan Service Encounter Pada Dealer Sepeda Motor Honda, Yamaha, dan Suzuki di Wilayah Tangerang Dalam Rangka Medorong Keputusan Pembelian Konsumen”

1.2 Perumusan Masalah

Bedasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh salesperson performance dan service encounter terhadap keputusan pembelian di PT. Mitra Makmurjaya Mandiri?

2. Apakah terdapat perbedaan salespersonperformance dan service encounter diantara honda, yamaha, dan suzuki motor wilayah Tangerang?

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini hanya dilakukan di PT. Mitra Makmurjaya Mandiri (showroom sepeda motor honda saja), untuk mengetahui tentang perusahaan pada dua pesaing honda, yaitu Yamaha dan Suzuki Motor Tangerang, maka saya

(7)

akan menyebarkan kuesioner sendiri, guna mendapatkan informasi dari konsumennya dan mencari data perbedaan diantara showroom tersebut.

1.4 Tujuan Penelitian

Bedasarkan rumusan masalah diatas, penelitian ini bertujuan, sebagai berikut: 1. Mengetahui pengaruh salesperson performance dan service encounter terhadap keputusan pembelian di PT. Mitra Makmurjaya Mandiri.

2. Mengetahui perbedaansalesperson performance dan service encounter diantara dealer sepedamotor honda, yamaha dan suzuki.

1.5 Manfaat Penelitian

Dengan adanya makalah ini, diharapkan manfaatnya sebagai berikut : 1. Bagi Penulis

Dengan adanya laporan ini, penulis akan lebih memahami dalam mencari penyebab timbulnya suatu masalah didalam perusahaan dan mengetahui seberapa besar pentingnya sebuah pelayanan dan kinerja yang diterapkan dapatberpengaruh di perusahaan.

2. Bagi Pembaca

Dapat memberikan wawasan atau pengetahuan untuk mempelajari ilmu marketing didalam perusahaan, yaitu caramembangun relasi yang baik antara konsumen dengan perusahaan, pembaca dapat memahami setiap perilaku konsumen dan tipe-tipe konsumen dalam menentukan mengambil keputusan untuk memilih produk yang akan dibeli.

(8)

1.6 State Of The Art

Tabel 1.2 State Of The Art NO Judul Jurnal Penulis

& Tahun Hasil Penelitian 1 The influence of salesperson skill, motivation, and training on the practice of customer-oriented selling Pettijohn (2015)

kepuasan dan komitmen organisasi secara signifikan terkait dengan tingkat orientasi pelanggan oleh penjual. bahwa paparan tenaga penjual untuk tingkat atas pelatihan penjualan yang berkelanjutan, tingkat keterampilan tenaga penjual, dan interaksi antara penjual "motivasi dan

keterampilan penjualan "juga secara signifikan terkait dengan tingkat orientasi pelanggan 2 Service encounter dimensions - a dyadic perspective: Measuring the dimensions of service encounters as perceived by customers and personnel Chandon (2015)

hasil paling mencolok dirasakan pada kompetensi individu, mendengarkan dan dedikasi memberikan kontribusi pada

setiap pertemuan layanan

3 The Effects of Service Encounter and Experiential Value on Consumer Purchasing Behavior Hsien-Lun Wong (2010)

Lingkungan fisik juga memiliki berpengaruh pada perilaku pembelian. Kuncinya tetap kontak konsumen dengan Staf service encounter.

membuat mereka lebih mungkin untuk membeli.

(9)

4 Impact of Salesperson Selling Skill on Customer Purchase Decisions Tran Hoang Minh (2013)

negosiasi, komunikasi, mendengarkan, keterampilan empati dan pengetahuan produk merupakan komponen penting dari keterampilan menjual. Secara keseluruhan, salespersonadalah keterampilan yang memiliki dampak besar pada keputusan pembelian konsumen

(10)

Gambar

Gambar 1.1 Data Penjualan Sepeda Motor Mei 2015
Gambar 1.4 Pangsa Pasar Industri Sepeda Motor
Tabel 1.2 State Of The Art  NO  Judul Jurnal  Penulis

Referensi

Dokumen terkait

pembiayaan tetep akan diberikan dengan jumlah pembiayaan di.. kurangi, hal ini tentunya akan berdampak kepada pihak BPRS Haji Miskin tersebut, yang mana nantinya

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Kemudian Anda juga harus menyatakan bahwa karena Anda mengajukan permohonan terhadap Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris yang

Sebelumnya dikatakan bahwa Kecamatan Reok lolos untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal dikarenakan memiliki pelabuhan kelas III dan jalan areteri yang mendukung

Lokasi tersebut dipilih secara purposif dengan alasan (a) ja- lan lintas Papua merupakan jalan yang mengikuti garis perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea

1.1 PERSIAPAN YANG PERLU DIPERHATIKAN Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebagai seorang pengajar sebelum mengakses E-learning UPU diantaranya yaitu

Rencana ini menggambarkan arah, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan penyelenggaraan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang sesuai dengan tugas