Hubungan Antara Lahan, Pakan, Nener, Tenaga Kerja Dan Sistem Budidaya Dengan Hasil Produksi Tambak Bandeng Di Banda Aceh (Relationship Between Land, Feed, Nener, Labor and Cultivation
milkfish ponds Production Results In Banda Aceh)
M. Danil Furqansyah 1
Program Studi Agribisnis,
Abstrak - Penelitian ini menganalisis keadaan terkini pengaruh signifikan dan tidak signifikan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner oleh 35 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik Chi Square.
Kata kunci : Lahan, Pakan,Nener, Tenaga Kerja, Sistem Budidaya dan Produksi
Abstract- This study analyzes the current state of significant and insignificant influence factors Land, Feed, Total Nener, Labor and cultivation system against milkfish production in Banda Aceh. The data used in this study are primary data obtained by filling the questionnaire by 35 respondents. The analytical method used in this research is the statistical analysis Chi Square.
Keywords: Land, Feed, Nener, Labor, Cultivation and Productio
Budidayaperairan di indonesia
tambak. ikan merupakan komoditas primadona dalam bidang perikanan yang dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor komoditas perikanan Tingginya permintaan
Indonesia sebagai pengirim
Indonesia mempunyai luas wilayah serta adanya sumber daya alam yang mendukung untuk dapat mengembangkan usaha budidaya
2009).
Rahardi (1993) menyatakan salah satu jalan untuk memenuhi permintaan hasil tambak yang semakin meningkat dari tahun ketahun oleh Negara
pengimpor tersebut adalah meningkatkan produksi melalui usaha budidaya. Bandeng merupakan sala
diversifikasi budidaya yang tahan terhadap perubahan lingkungan guna mempertahankan produktivitas tambak. Sebagai salah satu tambak unggulan,
Hubungan Antara Lahan, Pakan, Nener, Tenaga Kerja Dan Sistem Budidaya Dengan Hasil Produksi Tambak Bandeng Di Banda Aceh (Relationship Between Land, Feed, Nener, Labor and Cultivation
milkfish ponds Production Results In Banda Aceh)
M. Danil Furqansyah1, Agustina Arida1, Romano
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
Penelitian ini menganalisis keadaan terkini pengaruh signifikan dan tidak signifikan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Data yang digunakan pada ah data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner oleh 35 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik Chi Square.
: Lahan, Pakan,Nener, Tenaga Kerja, Sistem Budidaya dan Produksi
This study analyzes the current state of significant and insignificant influence factors Land, Feed, Total Nener, Labor and cultivation system against milkfish Aceh. The data used in this study are primary data obtained by filling the questionnaire by 35 respondents. The analytical method used in this research is the statistical analysis Chi Square.
: Land, Feed, Nener, Labor, Cultivation and Production Systems
PENDAHULUAN
Budidayaperairan di indonesia sudah lama dilakukan oleh para petani merupakan komoditas primadona dalam bidang perikanan yang dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor komoditas perikanan Tingginya permintaan produksi tambak didalam dan diluar negeri menjadikan Indonesia sebagai pengirim hasil tambak terutama udang terbesar di dunia. Indonesia mempunyai luas wilayah serta adanya sumber daya alam yang mendukung untuk dapat mengembangkan usaha budidaya perikanan
Rahardi (1993) menyatakan salah satu jalan untuk memenuhi permintaan hasil tambak yang semakin meningkat dari tahun ketahun oleh Negara
pengimpor tersebut adalah meningkatkan produksi melalui usaha budidaya.
Bandeng merupakan salah satu komoditas potensial dalam usaha diversifikasi budidaya yang tahan terhadap perubahan lingkungan guna mempertahankan produktivitas tambak. Sebagai salah satu tambak unggulan,
Hubungan Antara Lahan, Pakan, Nener, Tenaga Kerja Dan Sistem Budidaya Dengan Hasil Produksi Tambak Bandeng Di Banda Aceh (Relationship Between Land, Feed, Nener, Labor and Cultivation System With
milkfish ponds Production Results In Banda Aceh)
, Romano1
Universitas Syiah Kuala
Penelitian ini menganalisis keadaan terkini pengaruh signifikan dan tidak signifikan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Data yang digunakan pada ah data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner oleh 35 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
: Lahan, Pakan,Nener, Tenaga Kerja, Sistem Budidaya dan Produksi
This study analyzes the current state of significant and insignificant influence factors Land, Feed, Total Nener, Labor and cultivation system against milkfish Aceh. The data used in this study are primary data obtained by filling the questionnaire by 35 respondents. The analytical method used in this research is
n Systems
oleh para petani merupakan komoditas primadona dalam bidang perikanan yang dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor komoditas perikanan. didalam dan diluar negeri menjadikan terbesar di dunia. Indonesia mempunyai luas wilayah serta adanya sumber daya alam yang perikanan (Nuhman, Rahardi (1993) menyatakan salah satu jalan untuk memenuhi permintaan hasil tambak yang semakin meningkat dari tahun ketahun oleh Negara – negara pengimpor tersebut adalah meningkatkan produksi melalui usaha budidaya.
h satu komoditas potensial dalam usaha diversifikasi budidaya yang tahan terhadap perubahan lingkungan guna mempertahankan produktivitas tambak. Sebagai salah satu tambak unggulan,
bandeng memiliki beberapa kemudahan dalam pemeliharannya, tidak rentan terhadap serangan penyakit (Ansari Nur, 2010).
Keberhasilan usaha budidaya tambak dilakukan dengan mengoptimalisasi pengaruh faktor produksi sebaik mungkin. Dalam hal ini, para pengusaha atau petani tambak haruslah bertindak secara efesiensi dengan melakukan penghematan atau penekanan biaya yang di butuhakan selama proses produksi dengan jalan merekayasa faktor
tertentu sehingga tercapai efesinsi teknis dan ekonomis. Dengan penggunaan faktor – faktor produksi yang
kerugian – kerugian sehingga di harapakan dapat lebih meningkatkan pendapatan yang diperoleh dan pada gilirannya dapat menunjang peningkatan taraf hidup masyarakat serta devisa negara (Sunardi, 2010).
Tabel 1. Data Produksi Budidaya Perikanan di Banda Aceh Tahun 2010
Jenis Budidaya
Budidaya Air Payau Bandeng Kerapu Udang Kepiting Kakap Sub Total Budidaya Air Tawar
Lele Gurame
Nila Sub Total
TOTAL
Sumber: Dinas Kelautan, Perikanan
bandeng memiliki beberapa kemudahan dalam pemeliharannya, tidak rentan adap serangan penyakit (Ansari Nur, 2010).
Keberhasilan usaha budidaya tambak dilakukan dengan mengoptimalisasi pengaruh faktor produksi sebaik mungkin. Dalam hal ini, para pengusaha atau petani tambak haruslah bertindak secara efesiensi dengan melakukan penghematan atau penekanan biaya yang di butuhakan selama proses produksi dengan jalan merekayasa faktor – faktor produksi melalui penguasaan teknologi tertentu sehingga tercapai efesinsi teknis dan ekonomis. Dengan penggunaan faktor produksi yang optimal, maka dapat memperkecil atau mengurangi kerugian sehingga di harapakan dapat lebih meningkatkan pendapatan yang diperoleh dan pada gilirannya dapat menunjang peningkatan taraf hidup masyarakat serta devisa negara (Sunardi, 2010).
1. Data Produksi Budidaya Perikanan di Banda Aceh Tahun 2010 Tahun
2010 (ton) 2011 (ton) 2012 (ton) Budidaya Air Payau
16.78 39.48 38.48 0.13 0.27 11 19 0.316 1.956 4.26 0.006 17.496 52.442 61.74
Budidaya Air Tawar
27.9 51.36 95.7
0.42 0.42
0.6 13
28.32 52.38 108.7
91.632 209.644 340.88
Sumber: Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Banda Aceh, 2014
bandeng memiliki beberapa kemudahan dalam pemeliharannya, tidak rentan Keberhasilan usaha budidaya tambak dilakukan dengan mengoptimalisasi pengaruh faktor produksi sebaik mungkin. Dalam hal ini, para pengusaha atau petani tambak haruslah bertindak secara efesiensi dengan melakukan penghematan atau penekanan biaya yang di butuhakan selama proses produksi faktor produksi melalui penguasaan teknologi tertentu sehingga tercapai efesinsi teknis dan ekonomis. Dengan penggunaan optimal, maka dapat memperkecil atau mengurangi kerugian sehingga di harapakan dapat lebih meningkatkan pendapatan yang diperoleh dan pada gilirannya dapat menunjang peningkatan taraf hidup 1. Data Produksi Budidaya Perikanan di Banda Aceh Tahun 2010 – 2013
2012 (ton) 2013 (ton) 109.3 45 10.8 165.1 102.1 28.4 130.5 591.1 dan Pertanian Kota Banda Aceh, 2014
Budidaya perikanan di Banda Aceh cukup menghasilkan produksi yang tinggi. Hal ini dikarenakan penduduk daerah pesisir pantai pada umunya memanfaatkan usaha perikanan sebagai lapangan pekerjaan, karena sektor perikanan sangat mendukung dan mempunyai peranan strategis dalam menjamin ketahanan pangan. Sehingga salah satu usaha yang digeluti oleh masyarakat pesisir adalah usaha tambak ikan bandeng ( Dewi Ayu, 2013).
Adapuntujuandaripenelitianiniadalah
dan tidak signifikan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh
Budidaya perikanan di Banda Aceh terbagi menjadi 2 jenis budidaya yaitu, budidaya air payau dan
budidaya perikanan tahun 2010
Penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh, yang terbagi menjadi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Syiah Kuala dan
Kecamatan tersebut merupakan Kecamatan yang memiliki luas lahan tambak terbesar di Kota Banda Aceh. Dari 2 Kecamatan tersebut maka penulis mengambil 1 desa di Kecamatan Kuta Alam dan 2 desa di Kecamatan Syiah Kuala. Dimana ketiga desa tersebut memiliki jumlah petani terbanyak. Penarikan sampel dilakukan dengan metode
petani yang memiliki usaha tambak di Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Kuta Alam. Ruang lingkup penelitian hanya t
mempengaruhi produksi tambak bandeng di Kota Banda Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah Uji chi
melihat hubungan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhad
(2006) menjelaskan bahwa Uji chi
melihat perbedaan antara frekuensi yang diamati dengan frekuensi harapan. Uji chi-square termasuk salah satu uji Non
diharuskan berdistribusi normal.
Hasil crosstab
petani) memiliki luas lahan dalam katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan petani yang memiliki luas lahan dengan katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katag
(2 petani). Untuk luas lahan dengan katagori besar tidak terdapat petani yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 37,1 % (13 petani) yang memiliki luas lahan dalam katagori besar dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi.
Budidaya perikanan di Banda Aceh cukup menghasilkan produksi yang tinggi. Hal ini dikarenakan penduduk daerah pesisir pantai pada umunya memanfaatkan usaha perikanan sebagai lapangan pekerjaan, karena sektor ngat mendukung dan mempunyai peranan strategis dalam menjamin ketahanan pangan. Sehingga salah satu usaha yang digeluti oleh masyarakat pesisir adalah usaha tambak ikan bandeng ( Dewi Ayu, 2013).
Adapuntujuandaripenelitianiniadalah untukmengetahuipengaruh
faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh
Budidaya perikanan di Banda Aceh terbagi menjadi 2 jenis budidaya yaitu, budidaya air payau dan budidaya air tawar. Hasil produksi masing
budidaya perikanan tahun 2010 – 2013 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh, yang terbagi menjadi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Kuta Alam. Kedua Kecamatan tersebut merupakan Kecamatan yang memiliki luas lahan tambak terbesar di Kota Banda Aceh. Dari 2 Kecamatan tersebut maka penulis mengambil 1 desa di Kecamatan Kuta Alam dan 2 desa di Kecamatan Syiah Kuala. Dimana a desa tersebut memiliki jumlah petani terbanyak. Penarikan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Objek penelitian adalah petani yang memiliki usaha tambak di Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Kuta Alam. Ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada faktor
mempengaruhi produksi tambak bandeng di Kota Banda Aceh.
Metode analisis yang digunakan adalah Uji chi-square digunakan untuk melihat hubungan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Usman (2006) menjelaskan bahwa Uji chi-square adalah pengujian hipotesis dengan melihat perbedaan antara frekuensi yang diamati dengan frekuensi harapan. Uji square termasuk salah satu uji Non-Parametrik, sehingga data tidak diharuskan berdistribusi normal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
crosstab menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 57,1 % (20
petani) memiliki luas lahan dalam katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan petani yang memiliki luas lahan dengan katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi sebanyak 5,7 % (2 petani). Untuk luas lahan dengan katagori besar tidak terdapat petani yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 37,1 % (13 petani) yang memiliki luas lahan dalam katagori besar dan memiliki hasil
roduksi dalam katagori tinggi.
Budidaya perikanan di Banda Aceh cukup menghasilkan produksi yang tinggi. Hal ini dikarenakan penduduk daerah pesisir pantai pada umunya memanfaatkan usaha perikanan sebagai lapangan pekerjaan, karena sektor ngat mendukung dan mempunyai peranan strategis dalam menjamin ketahanan pangan. Sehingga salah satu usaha yang digeluti oleh masyarakat pengaruh signifikan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Budidaya perikanan di Banda Aceh terbagi menjadi 2 jenis budidaya yaitu, budidaya air tawar. Hasil produksi masing – masing
2013 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.
Penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh, yang terbagi menjadi 2 Kecamatan Kuta Alam. Kedua Kecamatan tersebut merupakan Kecamatan yang memiliki luas lahan tambak terbesar di Kota Banda Aceh. Dari 2 Kecamatan tersebut maka penulis mengambil 1 desa di Kecamatan Kuta Alam dan 2 desa di Kecamatan Syiah Kuala. Dimana a desa tersebut memiliki jumlah petani terbanyak. Penarikan sampel Objek penelitian adalah petani yang memiliki usaha tambak di Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan erbatas pada faktor – faktor yang square digunakan untuk melihat hubungan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan ap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Usman square adalah pengujian hipotesis dengan melihat perbedaan antara frekuensi yang diamati dengan frekuensi harapan. Uji sehingga data tidak
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 57,1 % (20 petani) memiliki luas lahan dalam katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan petani yang memiliki luas lahan dengan ori tinggi sebanyak 5,7 % (2 petani). Untuk luas lahan dengan katagori besar tidak terdapat petani yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 37,1 % (13 petani) yang memiliki luas lahan dalam katagori besar dan memiliki hasil
Tabel 2. Frekuensi Hubungan antara Katagori Luas Lahan terhadap Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Luas Lahan
Kecil
Besar
Total
Sumber : Hasil Penelitian, 2016
Tabel 3. Hasil Chi-Square
Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Hasil analisis Chi sebesar 27.576 dan Chi
hitung > Chi-Square tabel (27,576 > 3,841) maka terima Ha tolak H
Chi-Square juga dapat di lihat dari nilai
dari 0,05 yang berarti
berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Dari hasil penelitian diketahui bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng, hal ini dikarenakan luas lahan berpengaruh terhadap produksi, semakin besar luas lahan yang digunakan sebagai Tabel 2. Frekuensi Hubungan antara Katagori Luas Lahan terhadap
Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Produksi Rendah Tinggi Kecil Count 20 2 % of Total 57.1% 5.7% Besar Count 0 13 % of Total .0% 37.1% Count 20 15 % of Total 57.1% 42,9%
Sumber : Hasil Penelitian, 2016
Square Test, Hubungan Antara Katagori Luas Lahan terhadap
Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh Value Df Asymp. Sig. (2-sided Exact Sig. (2-sided 27.576a 1 .000 Continuity Correctionb 23.989 1 .000 34.400 1 .000 .000 26.788 1 .000 35
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Hasil analisis Chi-Square menggunakan SPSS didapat Chi 27.576 dan Chi-Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena
Square tabel (27,576 > 3,841) maka terima Ha tolak H
juga dapat di lihat dari nilai Asymp.Sig dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng, hal ini dikarenakan luas lahan berpengaruh terhadap produksi, semakin besar luas lahan yang digunakan sebagai Tabel 2. Frekuensi Hubungan antara Katagori Luas Lahan terhadap Katagori
Total 2 22 5.7% 62.9% 13 13 37.1% 37.1% 15 35 42,9% 100,0%
Test, Hubungan Antara Katagori Luas Lahan terhadap Exact Sig.
sided
Exact Sig. (1-sided
.000 .000
Square menggunakan SPSS didapat Chi-Square hitung Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena Chi-Square Square tabel (27,576 > 3,841) maka terima Ha tolak H0. Pengaruh dengan nilai 0,000 lebih kecil signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng, hal ini dikarenakan luas lahan berpengaruh terhadap produksi, semakin besar luas lahan yang digunakan sebagai
saran produksi makan semakin banya banyak pula hasil panen yang didapat.
Tabel 4. Frekuensi Hubungan antara Katagori Pakan terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Pakan
Sedikit
Banyak
Total
Sumber : Hasil Penelitiaan (2016)
Hasil crosstab
petani) memberikan pakan dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak ada petani yang memberikan pakan dengan katagori kecil dan memiliki hasil produksi dala
pemberian pakan dengan katagori banyak terdapat 8,6 % (3 petani) yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15 petani) yang memberikan pakan dalam katagori banyak dan memiliki hasil produksi dal katagori tinggi.
Tabel 5. Hasil
Chi-Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
saran produksi makan semakin banyak pula nener yang ditebar sehingga semakin banyak pula hasil panen yang didapat.
Frekuensi Hubungan antara Katagori Pakan terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Produksi Rendah Tinggi Sedikit Count 17 % of Total 48.6% .0% Banyak Count 3 % of Total 8.6% 42.9% Count 20 % of Total 57.1% 42,9%
Sumber : Hasil Penelitiaan (2016)
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 48,6% % (17 petani) memberikan pakan dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak ada petani yang memberikan pakan dengan katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi. Untuk pemberian pakan dengan katagori banyak terdapat 8,6 % (3 petani) yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15 petani) yang memberikan pakan dalam katagori banyak dan memiliki hasil produksi dal
-Square Test, Hubungan Antara Katagori Pakan terhadap
Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh Value Df Asymp. Sig. (2-sided Exact Sig. (2-sided 24.792a 1 .000 Continuity Correctionb 21.506 1 .000 31.583 1 .000 .000 24.083 1 .000 35
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
k pula nener yang ditebar sehingga semakin Frekuensi Hubungan antara Katagori Pakan terhadap Katagori Produksi
Katagori Produksi Total Tinggi 0 17 .0% 48.6% 15 18 42.9% 51.4% 20 35 42,9% 100,0%
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 48,6% % (17 petani) memberikan pakan dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak ada petani yang memberikan pakan m katagori tinggi. Untuk pemberian pakan dengan katagori banyak terdapat 8,6 % (3 petani) yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15 petani) yang memberikan pakan dalam katagori banyak dan memiliki hasil produksi dalam Test, Hubungan Antara Katagori Pakan terhadap
Exact Sig. sided
Exact Sig. (1-sided
Hasil analisis Chi sebesar 24.792 dan Chi
hitung > Chi-Square tabel (24,792 > 3,841) maka terima Ha tolak H
Chi-Square juga dapat di lihat dari nilai
dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa pakan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahw
terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan pakan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi terhadap ikan bandeng, pemberian pakan yang berlebihan dan tidak teratur jumlahnya maka dapat membahayaka keberlangsungan hidup ikan bandeng dikarenakan pakan yang mengedap di dasar tambak lama kelamaan akan membuat air tercemar dan timbul banyak penyakit sehingga bisa dipastikan akan menurunkan hasil produksi ikan bandeng. namun kebanyakan petani ikan band
terhadap pakan alami yang dimana pakan alami bisa menekan biaya produksi. Tabel 6. Frekuensi Hubungan antara Katagori
Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Jumlah Nener Sedikit Banyak Total
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Hasil crosstab menunjukan bahwa dari 35 sampel petani, 57,1 % (20 petani) yang menebar nener dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak terdapat petani yang menebar nener dengan katagori kecil dan memiliki hasil produksi da
penebaran nener dengan katagori banyak tidak terdapat petani yang menebar nener memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15 petani) yang menebar nener dalam katagori besar dan memiliki hasil prod dalam katagori tinggi.
Hasil analisis Chi sebesar 35,000 dan Chi
hitung > Chi-Square tabel (35,000 > 3,841) maka terima Ha tolak H
Chi-Square juga dapat di lihat dari nilai
dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah nener berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Hasil analisis Chi-Square menggunkan SPSS didapat Chi 24.792 dan Chi-Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena
Square tabel (24,792 > 3,841) maka terima Ha tolak H
juga dapat di lihat dari nilai Asymp.Sig dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa pakan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa pakan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan pakan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi terhadap ikan bandeng, pemberian pakan yang berlebihan dan tidak teratur jumlahnya maka dapat membahayaka keberlangsungan hidup ikan bandeng dikarenakan pakan yang mengedap di dasar tambak lama kelamaan akan membuat air tercemar dan timbul banyak penyakit sehingga bisa dipastikan akan menurunkan hasil produksi ikan bandeng. namun kebanyakan petani ikan bandeng di Kota Banda Aceh masih ketergantungan terhadap pakan alami yang dimana pakan alami bisa menekan biaya produksi.
Frekuensi Hubungan antara Katagori Jumlah Nener terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Produksi Rendah Tinggi Sedikit Count 20 % of Total 57.1% .0% Banyak Count 0 % of Total .0% 42.9% Count 20 % of Total 57.1% 42,9%
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
menunjukan bahwa dari 35 sampel petani, 57,1 % (20 petani) yang menebar nener dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak terdapat petani yang menebar nener dengan katagori kecil dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi. Untuk penebaran nener dengan katagori banyak tidak terdapat petani yang menebar nener memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15 petani) yang menebar nener dalam katagori besar dan memiliki hasil prod dalam katagori tinggi.
Hasil analisis Chi-Square menggunkan SPSS didapat Chi 35,000 dan Chi-Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena
Square tabel (35,000 > 3,841) maka terima Ha tolak H
juga dapat di lihat dari nilai Asymp.Sig dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah nener berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Square menggunkan SPSS didapat Chi-Square hitung Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena Chi-Square Square tabel (24,792 > 3,841) maka terima Ha tolak H0. Pengaruh dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa pakan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
a pakan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan pakan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi terhadap ikan bandeng, pemberian pakan yang berlebihan dan tidak teratur jumlahnya maka dapat membahayakan keberlangsungan hidup ikan bandeng dikarenakan pakan yang mengedap di dasar tambak lama kelamaan akan membuat air tercemar dan timbul banyak penyakit sehingga bisa dipastikan akan menurunkan hasil produksi ikan bandeng. namun eng di Kota Banda Aceh masih ketergantungan terhadap pakan alami yang dimana pakan alami bisa menekan biaya produksi.
Jumlah Nener terhadap Katagori Katagori Produksi Total Tinggi 0 20 .0% 57.1% 15 15 42.9% 42.9% 15 35 42,9% 100%
menunjukan bahwa dari 35 sampel petani, 57,1 % (20 petani) yang menebar nener dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak terdapat petani yang menebar nener dengan lam katagori tinggi. Untuk penebaran nener dengan katagori banyak tidak terdapat petani yang menebar nener memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15 petani) yang menebar nener dalam katagori besar dan memiliki hasil produksi Square menggunkan SPSS didapat Chi-Square hitung Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena Chi-Square Square tabel (35,000 > 3,841) maka terima Ha tolak H0. Pengaruh dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah nener berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Tabel 7. Hasil Chi
terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah nener berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan semakin banyak jumlah nener yang di tebar maka semakin banyak pula hasil produksi yang di hasilkan, namun petani harus tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas nener yang di tebar pada tambak. N
selain itu nener tetap di uji penyakit apakah nener tersebut membawa penyakit atau tidak.
Tabel 8. Frekuensi Hubungan antara Katagori Tenaga Kerja terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Tenaga Kerja
Sedikit
Banyak
Total
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Chi-Square Test, Hubungan Antara Katagori Jumlah Nener
terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh Value Df Asymp. Sig. (2-sided Exact Sig. (2-sided 35.000a 1 .000 Continuity Correctionb 31.036 1 .000 47.804 1 .000 .000 34.000 1 .000 35
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah nener berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan semakin banyak jumlah nener yang di tebar maka semakin banyak pula hasil produksi yang di hasilkan, namun petani harus tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas nener yang di tebar pada tambak. Nener yang baik dilihat dari asal usul induknya dan selain itu nener tetap di uji penyakit apakah nener tersebut membawa penyakit Tabel 8. Frekuensi Hubungan antara Katagori Tenaga Kerja terhadap Katagori
Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Produksi Rendah Tinggi Sedikit Count 13 % of Total 37.1% .0% Banyak Count 7 % of Total 20.0% 42.9% Count 20 % of Total 57.1% 42,9%
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Test, Hubungan Antara Katagori Jumlah Nener terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Exact Sig. sided
Exact Sig. (1-sided
.000 .000
Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah nener berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan semakin banyak jumlah nener yang di tebar maka semakin banyak pula hasil produksi yang di hasilkan, namun petani harus tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas nener ener yang baik dilihat dari asal usul induknya dan selain itu nener tetap di uji penyakit apakah nener tersebut membawa penyakit Tabel 8. Frekuensi Hubungan antara Katagori Tenaga Kerja terhadap Katagori
Katagori Produksi Total Tinggi 0 13 .0% 37.1% 15 22 42.9% 62.9% 15 35 42,9% 100%
Hasil crosstab
petani) memiliki tenaga kerja dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak terdapat petani yang memiliki tenaga kerja dengan katagori sedikit d
Untuk tenaga kerja dengan katagori banyak terdapat 20,0 % (7 petani) yang memiliki tenaga kerja dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15petani) yang memiliki tenaga kerja dalam katagori banyak d
produksi dalam katagori tinggi. Tabel 9. Hasil Chi
terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Hasil analisis Chi sebesar 15,511 dan Chi
hitung > Chi-Square tabel (15,511 > 3,841) maka terima Ha tolak H
Chi-Square juga dapat di lihat
dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan tenaga kerja merupakan sumber daya manusia (SDM) yang berperan dalam mengelola tambak bandeng, seluruh kegiatan dari pengo
pakan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan serta pasca panen. Namun tidak dapat dipungkiri jika tenaga kerja bermalas
memperhatikan kebersihan tambak, tidak memilih nener yang sehat, pemberia pakan yang tidak teratur maka bisa saja dapat mengurangi hasil produksi.
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 37,1 % (13 petani) memiliki tenaga kerja dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak terdapat petani yang memiliki tenaga kerja dengan katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi. Untuk tenaga kerja dengan katagori banyak terdapat 20,0 % (7 petani) yang memiliki tenaga kerja dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % (15petani) yang memiliki tenaga kerja dalam katagori banyak dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi.
Chi-Square Test, Hubungan Antara Katagori Tenaga Kerja
terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh Value Df Asymp. Sig. (2-sided Exact Sig. (2-sided 15.511a 1 .000 Continuity Correctionb 12.852 1 .000 20.282 1 .000 .000 15.068 1 .000 35
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Hasil analisis Chi-Square menggunakan SPSS didapat Chi 15,511 dan Chi-Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena
Square tabel (15,511 > 3,841) maka terima Ha tolak H
juga dapat di lihat dari nilai Asymp.Sig dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan tenaga kerja merupakan sumber daya manusia (SDM) yang berperan dalam mengelola tambak bandeng, seluruh kegiatan dari pengolahan lahan, penebaran nener, pemberian pakan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan serta pasca panen. Namun tidak dapat dipungkiri jika tenaga kerja bermalas –
memperhatikan kebersihan tambak, tidak memilih nener yang sehat, pemberia pakan yang tidak teratur maka bisa saja dapat mengurangi hasil produksi.
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 37,1 % (13 petani) memiliki tenaga kerja dalam katagori sedikit dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak terdapat petani yang memiliki tenaga an memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi. Untuk tenaga kerja dengan katagori banyak terdapat 20,0 % (7 petani) yang memiliki tenaga kerja dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 42,9 % an memiliki hasil
Test, Hubungan Antara Katagori Tenaga Kerja terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Exact Sig. sided
Exact Sig. (1-sided
.000 .000
Square menggunakan SPSS didapat Chi-Square hitung Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena Chi-Square Square tabel (15,511 > 3,841) maka terima Ha tolak H0. Pengaruh dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. hal ini dikarenakan tenaga kerja merupakan sumber daya manusia (SDM) yang berperan dalam mengelola tambak lahan lahan, penebaran nener, pemberian pakan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan serta pasca panen. – malasan tidak memperhatikan kebersihan tambak, tidak memilih nener yang sehat, pemberian pakan yang tidak teratur maka bisa saja dapat mengurangi hasil produksi.
Tabel 10. Frekuensi Hubungan antara Katagori Sistem Budidaya terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Sistem Budidaya Tradisional Intensif Total
Sumber : Hasil Penelitian (2016) Hasil crosstab
petani) menerapkan sistem budidaya dalam katagori tradisional dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak ada petani yang menerapkan sistem budidaya dengan katagori tradisional dan
katagori tinggi sebanyak. Untuk penerapan sistem budidaya dengan katagori intensif tidak terdapat petani yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 5,7 % (2 petani) yang menerapkan sistem budidaya
katagori intensif dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi. Tabel 11. Hasil Chi
terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb
Sumber : Hasil Penelitian (2016)
Tabel 10. Frekuensi Hubungan antara Katagori Sistem Budidaya terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Katagori Produksi Rendah Tinggi Tradisional Count 33 % of Total 94.3% .0% Intensif Count 0 % of Total .0% 5.7% Count 33 % of Total 94,3% 5,7% Hasil Penelitian (2016)
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 94,3% (33 petani) menerapkan sistem budidaya dalam katagori tradisional dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak ada petani yang menerapkan sistem budidaya dengan katagori tradisional dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi sebanyak. Untuk penerapan sistem budidaya dengan katagori intensif tidak terdapat petani yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 5,7 % (2 petani) yang menerapkan sistem budidaya
katagori intensif dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi.
Chi-Square Test, Hubungan Antara Katagori Sistem Budidaya
terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh Value Df Asymp. Sig. (2-sided Exact Sig. (2-sided 35.000a 1 .000 Continuity Correctionb 18.900 1 .000 15.332 1 .000 .002 34.000 1 .000 35 Penelitian (2016)
Tabel 10. Frekuensi Hubungan antara Katagori Sistem Budidaya terhadap
Total Tinggi 0 33 .0% 94.3% 2 2 5.7% 5.7% 2 35 5,7% 100,0%
menunjukkan bahwa dari 35 sampel petani, 94,3% (33 petani) menerapkan sistem budidaya dalam katagori tradisional dan memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, Sedangkan tidak ada petani yang menerapkan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi sebanyak. Untuk penerapan sistem budidaya dengan katagori intensif tidak terdapat petani yang memiliki hasil produksi dalam katagori rendah, sedangkan terdapat 5,7 % (2 petani) yang menerapkan sistem budidaya dalam katagori intensif dan memiliki hasil produksi dalam katagori tinggi.
Test, Hubungan Antara Katagori Sistem Budidaya terhadap Katagori Produksi Tambak Bandeng di Banda Aceh
Exact Sig. sided
Exact Sig. (1-sided
Hasil analisis Chi sebesar 35,000 dan Chi
hitung > Chi-Square tabel (35,000 > 3,841) maka terima Ha tolak H
Chi-Square juga dapat di lihat dari nilai
dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem budidaya berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketah
signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. dikarenakan sistem budidaya intensif merupakan cara pemeliharaan dengan pengawasan ketat, sehingga dapat menekan / mengurangi kematian benih ikan dan memiliki hasil pro
lebih tinggi dari pada sistem budidaya tradisional
Luas lahan berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Semakin besar luas lahan yang di gunakan maka semakin banyak pula nener yang di tebar sehingga makin banyak pula hasil panen yang didapat.Pakan berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Pakan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil produksi terhadap ikan bandeng. Jumlah nener berpengaruh terhadap hasil pro
Banda Aceh. Semakin banyak pula nener yang ditebar maka semakin banyak pula hasil produksi ikan bandeng.
tambak bandeng. seluruh kegiatan dari pengolahan lahan, penebaran nener. Pemberian pakan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan serta pasca panen. Sistem budidaya berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng. Sistem budidaya merupakan teknologi terapan yang dipakai petani tambak dalam mengelola tambaknya, tambak intensi
pengawasn ketat, sehingga dapat menekan/mengurangi kematian dan memiliki hasil produksi yang lebih tinggi dari pada sistem budidaya tradisional.
Dalam melalukan usaha tani tambak, petani (pemilik tambak) seharusnya memperhatikan segala aspekpemeliharaantambakbandeng. Hal inidikarenakan agar keberlangsungan
lama. Bertahannya tambak kehidupan petani tambak
Petani harus segala sesuatu yang dapat mengantisipasi merugikan petani.
Dewi, A. 2013. Proses Pembelajaran Usaha Tambak Bandeng Universitas Negeri Malang. Malang
Hasil analisis Chi-Square menggunakan SPSS didapat Chi 35,000 dan Chi-Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena
Square tabel (35,000 > 3,841) maka terima Ha tolak H
ga dapat di lihat dari nilai Asymp.Sig dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem budidaya berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa sistem budidaya berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. dikarenakan sistem budidaya intensif merupakan cara pemeliharaan dengan pengawasan ketat, sehingga dapat menekan / mengurangi kematian benih ikan dan memiliki hasil pro
lebih tinggi dari pada sistem budidaya tradisional.
KESIMPULAN DAN SARAN
Luas lahan berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Semakin besar luas lahan yang di gunakan maka semakin banyak pula sehingga makin banyak pula hasil panen yang didapat.Pakan berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Pakan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil produksi terhadap ikan Jumlah nener berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Semakin banyak pula nener yang ditebar maka semakin banyak pula hasil produksi ikan bandeng. Tenaga kerja berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng. seluruh kegiatan dari pengolahan lahan, penebaran nener. rian pakan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan serta pasca Sistem budidaya berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng. Sistem budidaya merupakan teknologi terapan yang dipakai petani tambak dalam mengelola tambaknya, tambak intensif merupakan cara pemeliharaan dengan pengawasn ketat, sehingga dapat menekan/mengurangi kematian dan memiliki hasil produksi yang lebih tinggi dari pada sistem budidaya tradisional.
Dalam melalukan usaha tani tambak, petani (pemilik tambak) seharusnya erhatikan segala aspekpemeliharaantambakbandeng. Hal inidikarenakan agar keberlangsungan tambak bandeng dapat bertahan dalam jangka
tambak bandeng, akan mempengaruhi produksi tambak sendiri.
memperhatikan faktor eksternal seperti penyakit yang dapat mengurangi produksi tambak bandeng. mengantisipasi hal – hal buru yang dapat terjadi, sehingga
DAFTAR PUSTAKA
Proses Pembelajaran Usaha Tambak Bandeng
Universitas Negeri Malang. Malang.
Square menggunakan SPSS didapat Chi-Square hitung Square tabel Sebesar 3,841 pada df 1. Karena Chi-Square Square tabel (35,000 > 3,841) maka terima Ha tolak H0. Pengaruh dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem budidaya berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh.
ui bahwa sistem budidaya berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tambak bandeng. dikarenakan sistem budidaya intensif merupakan cara pemeliharaan dengan pengawasan ketat, sehingga dapat menekan / mengurangi kematian benih ikan dan memiliki hasil produksi yang
Luas lahan berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Semakin besar luas lahan yang di gunakan maka semakin banyak pula sehingga makin banyak pula hasil panen yang didapat.Pakan berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Pakan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil produksi terhadap ikan duksi tambak bandeng di Banda Aceh. Semakin banyak pula nener yang ditebar maka semakin banyak pula Tenaga kerja berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng. seluruh kegiatan dari pengolahan lahan, penebaran nener. rian pakan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan serta pasca Sistem budidaya berpengaruh terhadap hasil produksi tambak bandeng. Sistem budidaya merupakan teknologi terapan yang dipakai petani tambak dalam f merupakan cara pemeliharaan dengan pengawasn ketat, sehingga dapat menekan/mengurangi kematian dan memiliki hasil produksi yang lebih tinggi dari pada sistem budidaya tradisional.
Dalam melalukan usaha tani tambak, petani (pemilik tambak) seharusnya erhatikan segala aspekpemeliharaantambakbandeng. Hal inidikarenakan jangka waktu yang produksi dan juga penyakit ataupun bandeng. Petani harus terjadi, sehingga hal ini tidak
Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Banda Aceh. Data Produksi Budidaya Perikanan, 2014
Rahardi. 1993. Agribisnis Perikanan Sudjana. 2005. Metode Statistika. Usman, H dan P.S. Akbar. 2006.
Aksara. Jakarta.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Banda Aceh. Data Produksi Budidaya Perikanan, 2014.
Agribisnis Perikanan. Penebar Swadaya. Bogor. Metode Statistika. Tarsido. Bandung.
Usman, H dan P.S. Akbar. 2006. Pengantar Statistika Edisi Kedua. Aksara. Jakarta.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Banda Aceh. Data Produksi