• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA

KEPUASAN MAHASISWA BERDASARKAN KINERJA DOSEN DALAM PROSES PERKULIAHAN DI FKIP JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SILIWANGI

TIM PENGUSUL

Linda Herawati, M.Pd., NIDN 0427108101 Depi Setialesmana, M.Pd. NIDN 0419117705

Dibiayai oleh:

DIPA Universitas Siliwangi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sesuai dengan Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Dosen Muda No. 220/UN.58.9/LT/2015

tanggal 18 September 2015

UNIVERSITAS SILIWANGI NOVEMBER 2015

(2)

ABSTRAK

Kepuasan Mahasiswa Berdasarkan Kinerja Dosen dalam Proses Perkuliahan di FKIP Jurusan Matematika Universitas Siliwangi.

Kata Kunci: Kepuasan Mahasiswa, Kinerja Dosen, Proses Perkuliahan.

Penelitian ini untuk mengetahui kepuasan mahasiswa berdasarkan kinerja dosen dalam proses perkuliahan di FKIP Jurusan Matematika Universitas Siliwangi. Ada beberapa tujuan penelitian ini. Pertama, mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kinerja dosen dalam proses perkuliahan; Kedua, mengetahui kepuasan mahasiswa yang diakibatkan oleh kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan peneliti mengambil mahasiswa semester ganjil untuk dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket yang diberikan kepada mahasiswa. Analisis data menggunakan korelasi untuk mengetahui pengaruh kinerja dosen terhadap kepuasan mahasiswa dalam proses perkuliahan. Target penelitian yang ingin dicapai adalah publikasi ilmiah dalam jurnal yang memiliki ISSN atau jurnal nasional terakreditasi. Setelah melaksanakan penelitian, hasil yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi tangible, reliability, assurance dan emphaty dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Sedangkan kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi responsiveness tidak terdapat hubungan terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Adapun hasil kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen menunjukkan bahwa mahasiswa cukup puas terhadap kinerja dosen dari berbagai aspek dan faktor yang terdapat dalam proses perkuliahan.

(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim,

Alhamdulillahirrobbil’alamin, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT

karena atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan laporan penelitian

dosen muda ini. Laporan penelitian dosen muda ini dilakukan dalam memenuhi

salah satu tugas sebagai seorang dosen. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan

bimbingan dari berbagai pihak, dari mulai penyusunan proposal sampai pada

laporan penelitian ini, sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan penelitian

ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada:

(1) Dekan FKIP Universitas Siliwangi Dr. H. Cucu Hidayat, M.Pd;

(2) Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Siliwangi Hj. Ipah

Muzdalipah, M. Pd;

(3) Ketua LPPM Universitas Siliwangi Prof. H. Aripin, Ph.D;

(4) Tim peniliti yang telah bersama-sama menyelesaikan penelitian ini;

(5) Teman sejawat Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Siliwangi

yang telah memberi dukungan kepada saya dalam menyelesaikan penelitian

ini.

Saya berharap Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang

telah membantu dalam penyusunan laporan penelitian ini. Semoga membawa

manfaat bagi pengembangan ilmu dan dapat melengkapi penelitian terdahulu dan

memberi inspirasi pada penelitian berikutnya.

Akhir kata, peneliti menyadari sepenuh hati, laporan penelitian ini masih

jauh dari kesempurnaan, sehingga saran dan kritik dari pembaca, sangat

(5)

diharapkan. Semoga menjadi amal ibadah dan mendapat pahala yang setimpal

dari Allah SWT. Amiin.

Tasikmalaya, November 2015

Linda Herawati

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Definisi Operasional ... 3 1.4 Hipotesis Penelitian ... 4 1.5 Batasan Penelitian ... 5 1.6 Tujuan Penelitian ... 5 1.7 Target Penelitian ... 5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kepuasan ... 6

2.2 Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Perkuliahan ... 6

2.3 Penelitian yang Relevan ... 7

BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Tahapan-tahapan Penelitian ... 8

3.2 Tempat Penelitian ... 8

3.3 Variabel Penelitian ... 8

3.4 Desain Penelitian ... 9

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 9

3.6 Teknik Analisis Data ... 9

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Tingkat Kepuasan Mahasiswa ... 11

4.2 Deskripsi Variabel Penelitian ... 12

4.3 Hasil Analisis Korelasi ... 15

4.4 Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Kinerja Dosen dalam Proses Perkuliahan ... 18

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 20

DAFTAR PUSTAKA ... 21

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kriteria Korelasi

Tabel 4.1 Tingkat Kepuasan Mahasiswa ... 11

Tabel 4.2 Deskripsi Data Variabel Tangible ... 12

Tabel 4.3 Deskripsi Data Variabel Reliability ... 13

Tabel 4.4 Deskripsi Data Variabel Responsiveness ... 13

Tabel 4.5 Deskripsi Data Variabel Assurance ... 14

Tabel 4.6 Deskripsi Data Variabel Emphaty ... 14

Tabel 4.7 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Tangible ... 15

Tabel 4.8 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Reliability ... 16

Tabel 4.9 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Responsiveness ... 16

Tabel 4.10 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Assurance ... 17

Tabel 4.11 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Emphaty ... 17

Tabel 4.12 Interval Kepuasan Kinerja Dosen terhadap Proses Perkuliahan .. 17

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Justifikasi Anggaran Penelitian ... 22

Lampiran 2 Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ... 24

Lampiran 3 Biodata Tim Peneliti ... 25

Lampiran 4 Surat Pernyataan Ketua Peneliti ... 32

Lampiran 5 Angket Kepuasan Mahasiswa ... 35

Lampiran 6 Data Hasil Angket Kepuasan Mahasiswa ... 40

Lampiran 7 Hasil Pengolahan Data ... 61

Lampiran 8 Ringkasan Catatan Kegiatan Penelitian ... 67

Lampiran 9 Foto-foto Kegiatan Penelitian ... 69

(9)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perwujudan potensi diri menjadi kompetensi yang beragam, harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Pendidikan sebagai kunci semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas karena dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Sementara itu, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu dalam pemikiran secara kritis, kreatif, logis, dan kemauan bekerja sama sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Perguruan tinggi merupakan salah satu jalur yang sangat strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Perkembangan dunia pendidikan menuntut perguruan tinggi mampu menyelenggarakan pendidikan secara professional. Upaya yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah meningkatkan kerja dosen untuk memperbaiki perkuliahan, agar pemahaman dan berpikir tingkat tinggi mahasiswa terhadap materi kuliah meningkat. Sehingga semua mata kuliah diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan kualitas mahasiswa tersebut.

Banyak mahasiswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik, tapi pada kenyataannya sering tidak memahami atau tidak mengerti secara mendalam pengetahuan tersebut. Mahasiswa masih membutuhkan bimbingan dalam menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan itu dapat dipergunakan atau dimanfaatkan dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam kehidupan.

Dosen memiliki peranan penting dalam mewujudkan layanan perkuliahan secara professional. Sebagai tenaga pengajar, dosen diharapkan terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas perkuliahan melalui berbagai program yang terencana. Pengembangan bahan perkuliahan berbasis teknologi informasi, multimedia, dan pemanfaatan lingkungan kampus dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa serta mempercepat waktu tempuh studi. Pada saat ini paradigma mengutamakan hasil belajar mulai ditinggalkan, diganti dengan mengutamakan kualitas proses perkuliahan, karena hasil belajar akan baik bila

(10)

2

prosesnya juga baik. Kualitas pembelajaran berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dan harapan mahasiswa.

Proses pembelajaran bukan hanya diartikan sebagai hubungan antara anak didik dan pendidik, melainkan pula hubungan penerima jasa dengan pemberi jasa (Deswindi, 2009: 3). Lewis dan Smith (1994) menyebutkan terdapat empat jenis pelanggan dalam pendidikan tinggi, yaitu: pelanggan internal akademik, pelanggan internal administratif, pelanggan eksternal langsung, dan pelanggan eksternal tidak langsung. Mahasiswa merupakan pelanggan internal akademik dan administratif dalam lingkungan pendidikan tinggi. Pemerintah pula telah sejak lama

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga MIPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Proses pembelajaran MIPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahamialam sekitar secara ilmiah. Konsep-konsep MIPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasi.

Sebenarnya konsep kepuasan pelanggan masih bersifat abstrak. Pencapaian kepuasan dapat merupakan proses yang sederhana, komplek ataupun rumit. Untuk dapat memahami tingkat kepuasan pelanggan secara baik, maka perlu dipahami pula sebab-sebab kepuasan. Banyak pakar yang memberikan definisi terhadap konsep kepuasan pelanggan. Pakar Day (Tjiptono 2000:146) menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian/ diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya.

Penilaian tingkat kepuasan mahasiswa yang merupakan salah satu aspek penilaian terhadap kualitas pelayanan pendidikan, memiliki arti penting bagi kelangsungan sistem pendidikan. Hasil penilaian tingkat kepuasan mahasiswa dapat digunakan untuk mengarahkan sistem pendidikan yang lebih baik (Widarti, dkk, 2008:163). Tingkat kepuasan yang diukur untuk mengetahui kualitas

(11)

3

pembelajaran adalah tingkat kepuasan mahasiswa. Kepuasan dimaksudkan sebagai pemenuhan kebutuhan dan harapan mahasiswa sebagai pelanggan pelayanan jasa pendidikan (Margono, 2005:9). Model kualitas jasa yang sering digunakan untuk mengukur suatu kualitas jasa adalah model servQual (service quality). Model ini terdiri dari lima dimensi pelayanan jasa, yaitu: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty (Tjiptono, 2000: 55).

Kepuasan mahasiswa berkaitan dengan kepuasan dosen menyampaikan perkuliahan, interaksi antara dosen dan mahasiswa dan dengan layanan-layanan pendukung. Kepuasan mahasiswa akan terlihat seperti penilain layanan-layanan yang diberikan oleh universitas atau perguruan tinggi; survey kepuasan pelanggan seharusnya dapat melayani dua tujuan dalam tahun-tahun mendatang. Pertama sebagai alat pendidikan tinggi yang lebih komprehensif dan meningkatkan pengalaman pembelajaran mahasiswa secara umum. Kedua sebagai instrumen manajerial untuk menyesuaikan dan mengadopsi lembaga-lembaga pendidikan tinggi ke perubahan yang lebih maju.

Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Kepuasan Mahasiswa Berdasarkan Kinerja Dosen dalam Proses Perkuliahan di FKIP Jurusan Matematika Universitas Siliwangi.”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:

1) Adakah hubungan kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi keandalan (reliability), ketanggapan (responsevenes), penampilan (tangibles), ketulusan (empathy), jaminan (assurance) terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan?

2) Bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan?

1.3 Definisi Operasional

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, berikut dijelaskan pengertian dari istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini:

(12)

4

1) Kepuasan mahasiswa adalah perasaan puas seorang mahasiswa dalam proses perkuliahan yang dilakukan dosen sehingga ia mendapatkan pengetahuan sesuai harapannya, dengan indikator:

a. Kehandalan (reliability) adalah kemampuan dosen dalam proses perkuliahan sesuai dengan kontrak perkuliahan yang ditawarkan.

b. Ketanggapan (responsiveness) adalah respon atau kesigapan dosen dalam proses perkuliahan sehingga mahasiswa puas mengikuti proses perkuliahan.

c. Ketulusan (empaty) adalah cara atau metode yang digunakan dosen dalam proses perkuliahan secara menyenangkan.

d. Keberwujudan (tangible) adalah perfoma dosen dalam proses perkuliahan sehingga mahasiswa merasa puas dan materi yang diajarkan dapat diterima.

e. Jaminan (assurance) adalah pengetahuan, keahlian dan kemampuan dosen dalam proses perkuliahan.

2) Kinerja Dosen dalam proses perkuliahan adalah kegiatan yang dilakukan dosen dalam melaksanakan perkuliahan tiap semester. Indikator kinerja dosen dalam perkuliahan adalah sebagai berikut:

a. Ketepatan waktu perkuliahan;

b. Kesesuaian materi dengan kontrak perkuliahan;

c. Kesesuaian waktu tatap muka sesuai dengan system SKS; d. Kompetensi dosen dengan mata kuliah yang diampu; e. Kualitas proses perkuliahan;

f. Kualitas soal ujian dan g. Kualitas penilaian akhir.

1.4 Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi keandalan (reliability), ketanggapan (responsevenes), penampilan (tangibles), ketulusan (empathy), jaminan (assurance) terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan”.

(13)

5

1.5 Batasan Penelitian

Penelitian ini dibatasi hanya mengukur kepuasan mahasiswa berdasarkan kinerja dosen dalam proses perkuliahan pada mahasiswa 20% tiap tingkat mahasiswa di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Siliwangi.

1.6 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan yang diajukan dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1) Hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi keandalan (reliability), ketanggapan (responsevenes), penampilan (tangibles), ketulusan (empathy), jaminan (assurance) terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan;

2) Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

1.7 Target Penelitian

Target penelitian yang ingin dicapai adalah publikasi ilmiah dalam jurnal yang memiliki ISSN atau jurnal nasional terakreditasi, prosiding pada seminar ilmiah yang berskala lokal, regional maupun nasional.

(14)

6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kepuasan

Kepuasan menurut Kotler adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil dengan harapannya (Tjiptono, 2000: 90). Suatu pelayanan memiliki potensi untuk memenuhi atau tidak memenuhi harapan pelanggan. Suatu jasa dianggap memuaskan jika memiliki kualitas. Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan jasa, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Penilaian kualitas pelayanan atau jasa dapat diukur dengan dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expected service). Kepuasan dapat dilihat dari kesesuaian antara harapan dengan apa yang didapat dari suatu pelayanan (Tjiptono, 2000: 52).

2.2 Kepuasan Mahasiswa terhadap Kualitas Pelayanan atau Pembelajaran

Kepuasan merupakan persepsi seseorang terhadap sesuatu yang telah memenuhi harapannya. Kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran dapat dilihat dari 5 dimensi kepuasan yaitu : tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan

empathy.

Dimensi pertama dari kualitas pelayanan adalah tangible. Tangible merupakan dimensi fisik. Suatu jasa tidak dapat dicium, dan tidak dapat diraba, sehingga bukti fisik menjadi penting sebagai ukuran terhadap pelayanan. Tangible merupakan kemampuan untuk memberi fasilitas fisik kampus dan perlengkapan perkuliahan yang memadai menyangkut penampilan dosen serta sarana umum, misalnya: ketersediaan sarana prasarana. Mahasiswa akan menilai suatu kualitas pembelajaran dari segala sarana dan fasilitas yang ada.

Dimensi kepuasan kedua adalah reliability, yaitu dimensi yang mengukur kehandalan dari pendidikan tinggi dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswanya. Ada dua aspek dari dimensi ini, yaitu (1) kemampuan dosen untuk memberikan metode pembelajaran seperti yang dijanjikan dan (2) seberapa jauh dosen memberikan pembelajaran secara akurat. Reliability merupakan kemampuan dosen dalam memberikan pembelajaran sesuai dengan yang dijanjikan (tepat waktu), dengan segera, relevan dan akurat sehingga memuaskan mahasiswa.

Ketiga, responsiveness adalah dimensi kualitas pelayanan yang dinamis.

(15)

7

dan memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan mahasiswa. Dimensi ini tampak pada situasi dimana dosen mudah ditemui untuk keperluan konsultasi. Harapan mahasiswa terhadap keakuratan pelayanan akan selalu berubah dari waktu kewaktu.

Dimensi keempat dari dimensi kualitas pelayanan yang menentukan kepuasan pelanggan adalah assurance, yaitu dimensi jaminan kualitas yang berhubungan dengan perilaku staf pengajar atau dosen dalam menanamkan rasa percaya dan keyakinan kepada para mahasiswa. Assurance mencakup kompetensi, pengetahuan, keterampilan, kesopanan. Contoh dimensi ini ditunjukkan seperti sikap dosen yang menyampaikan kuliah sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Dosen berusaha menambah wawasan dengan membaca, menghadiri seminar, mengikuti pelatihan, atau melakukan penelitian. Terdapat empat aspek dari dimensi assurance, yaitu keramahan, kornpetensi, kredibilitas, dan keamanan.

Dimensi kepuasan yang terakhir adalah empathy. Empathy adalah sikap dosen dalam memberikan pelayanan sepenuh hati, seperti perhatian secara pribadi serta pemahaman bahwa setiap mahasiswa memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda. Sikap ini dapat ditunjukan dengan pemahaman peran dosen yang tidak hanya sebagai pendidik, melainkan juga sebagai konselor serta supervisor. Dimensi ini berkaitan dengan teori perkembangan kebutuhan manusia Maslow. Kebutuhan manusia tidak hanya berupa kebutuhan fisik, keamanan dan sosial, namun juga kebutuhan ego dan aktualisasi diri. Dua kebutuhan terakhir tersebut yang banyak berhubungan dengan dimensi empati. Kepuasan mahasiswa dengan mutu pelayanan dalam proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang kuat. Semakin berkualitas mutu pelayanan, maka semakin tinggi pula pencapaian kepuasan mahasiswa.

2.3 Penelitian yang Relevan

Berdasarkan hasil penelitian Suyoto, Agung Miftahudin (2013) tentang “Mengukur Kepuasan Mahasiswa Berdasarkan Kinerja Dosen dalam Proses Perkuliahan di Universitas Muhamadiyah Purwokerto” penulis memberikan simpulan dari hasil penelitian tersebut bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara kepuasan mahasiswa yang dilihat dari sisi kehandalan (reliability), ketanggapan (responsibility), ketulusan (empaty), keberwujudan (tangible), jaminan (assurance) dengan kinerja dosen dalam perkuliahan di Universitas Muhamadiyah Purwokerto.

(16)

8

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1 Tahapan-tahapan Penelitian

Tahapan yang dilakukan dalam penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap persiapan yang meliputi: menyusun rancangan penelitian, memilih lokasi peneilitian, mengurus perizinan, menjajagi dan melihat keadan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan dan menyiapkan instrument penelitian. Selanjutnya tahap pelaksanaan meliputi: memahami dan memasuki lapangan dan aktif dalam kegiatan. Kemudian tahap penyelesaian meliputi: mengumpulkan data hasil tes dari masing-masing kelas, mengolah dan menganalisis hasil data yang diperoleh berupa data kualitatif dari masing-masing kelas; penarikan kesimpulan merupakan tahapan paling akhir. Hasil analisis data diinterpretasikan kemudian dibuat simpulan berdasarkan pada hipotesis dan rumusan masalah penelitian.

3.2 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Siliwangi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester Ganjil.

3.3 Variabel Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kinerja dosen dalam proses perkuliahan dan variabel terikatnya adalah kepuasan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan persuasif, yakni dengan cara-cara yang tidak mengganggu mahasiswa dengan memperhatikan kesibukan mahasiswa. Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian deskriptif dan induktif untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa.

Metode pengambilan data menggunakan purposive random sampling, yakni pengambilan data dengan memilih dari populasi yang ditentukan, yakni mahasiswa Universitas Siliwangi Program Studi Pendidikan Matematika Semester Ganjil. Dari populasi tersebut kemudian dibagi lagi menjadi sub-sub populasi, kemudian ditentukan sampel secara acak sejumlah 20%.

Pembagian sub-sub populasi ini didasarkan pada pertimbangan: (1) Agar semua mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk memberikan penilaian

(17)

9

terhadap kinerja dosen terhadap proses perkuliahan pada setiap mata kuliah yang diikuti. (2) Agar semua dosen yang mengajar di jurusan Matematika, mulai dari semester I sampai VIII dapat terliput.

3.4 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah suatu rancangan penelitian yang dirancang sebagai ancang-ancang suatu kegiatan yang akan dilaksanakan. Menurut Arikunto, Suharsimi (2010: 90) “Desain (design) adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan, yang akan dilaksanakan. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

A: X → Y Keterangan:

A = sampel kelas acak X = kepuasan mahasiswa

Y = kinerja dosen dalam proses perkuliahan

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dengan cara memberikan angket kepada responden. Instrumen angket yang digunakan dalam mengukur kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi kehandalan (reliability) menggunakan 9 pernyataan, ketanggapan (responsibility) menggunakan 6 pernyataan, ketulusan (empaty) menggunakan 6 pernyataan, keberwujudan (tangible) menggunakan 8 pernyataan, serta jaminan (assurance) menggunakan 6 pernyataan.

3.6 Teknik Analisis Data

Pengolahan data primer dengan metode coding, editing, tabulating, serta klasifikasi data. Untuk mengetahui pengaruh kinerja dosen dalam proses perkuliahan terhadap kepuasan mahasiswa dilihat dari keandalan, ketanggapan, penampilan, ketulusan dan jaminan digunakan analisis regresi. Untuk mengetahui proporsi kinerja dosen dalam proses perkuliahan digunakan analisis determinasi. Pengolahan data sekunder dengan reduksi data, display data dan kategori data. Inputting data menggunakan program EXCEL. Deskripsi variabel penelitian

(18)

10

menggunakan tabel distribusi frekuensi dengan mengklasifikasikan jawaban responden ke lima kategori, yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat kurang puas (SKP). Pengelompokan dengan menghitung besar interval dengan rumus interval (Engel, 2005).

𝐼𝐼𝑛𝑛𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑣𝑣𝑎𝑎𝑙𝑙 = 𝑟𝑟𝑎𝑎𝑡𝑡𝑎𝑎 − 𝑟𝑟𝑎𝑎𝑡𝑡𝑎𝑎 𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑡𝑡𝑖𝑖𝑛𝑛𝑔𝑔𝑔𝑔𝑖𝑖 − 𝑟𝑟𝑎𝑎𝑡𝑡𝑎𝑎 − 𝑟𝑟𝑎𝑎𝑡𝑡𝑎𝑎 𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑒𝑒𝑛𝑛𝑑𝑑𝑎𝑎ℎ𝑘𝑘𝑎𝑎𝑡𝑡𝑒𝑒𝑔𝑔𝑜𝑜𝑟𝑟𝑖𝑖 𝑡𝑡𝑖𝑖𝑛𝑛𝑔𝑔𝑘𝑘𝑎𝑎𝑡𝑡 𝑘𝑘𝑒𝑒𝑝𝑝𝑢𝑢𝑎𝑎𝑠𝑠𝑎𝑎𝑛𝑛

Untuk membuktikan hipotesis, dilakukan analisis data kinerja dosen dalam proses perkuliahan dan data kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi reliability, responsibility, empaty, tangible dan assurance. Alat analisis untuk menguji hipotesis adalah analisis korelasi, dengan variabel dependen kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi keandalan, ketanggapan, ketulusan, keberwujudan, dan jaminan. Sebagai variabel independen kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

Sarwono dan Jonathan (2012:123) memberikan criteria untuk mempermudah melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel yang dapat dilihat pada table 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1 Kriteria Korelasi

Interval Koefisien Korelasi Kriteria

0 Tidak ada korelasi anatara dua variabel 0,01 – 0,25 Korelasi sangat lemah

0,26 – 0,50 Korelasi cukup

0,51 – 0,75 Korelasi kuat

0,76 – 0,99 Korelasi sangat kuat

1 Korelasi sempurna

(19)

11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Diskripsi Tingkat Kepuasan Mahasiswa

Diskripsi tingkat kepuasan mahasiswa selama proses perkuliahan, dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kategori kepuasaan; yakni sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat puas (SKP). Data selengkapnya terlihat pada tabel 4.1

Tabel 4.1 Tingkat Kepuasan Mahasiswa

No. Keterangan Pernyataan Rata-rata

Kepuasan Katagori Tingkat Kepuasan*)

1 Tangibles 2,54 Cukup Puas

2 Reliability 3,25 Cukup Puas

3 Responsiveness 2,97 Cukup Puas

4 Assurance 3,06 Cukup Puas

5 Emphaty 2,87 Cukup Puas

*) Perhitungan menentukan katagori tingkat kepuasan mahasiswa terdapat pada lampiran.

Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa 5 (lima) item pernyataan tentang tingkat kepuasan mahasiswa yang mencakup reliability, responsibility, empaty, tangible dan assurance terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan semuanya masuk kategori cukup puas. Ini berarti secara umum mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Siliwangi cukup puas dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Namun demikian universitas harus lebih meningkatkan pemberian layanan yang lebih baik lagi bagi mahasiswa khususnya layanan dosen dalam proses perkuliahan.

Persepsi mahasiswa tentang variabel kinerja dosen dalam proses perkuliahan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,25 dari skala 1 sampai 5, disisi yang lain menunjukkan bahwa nilai data tertinggi 3,49 dan nilai data terendah 2,89. Apabila data diklasifikasikan ke dalam lima kategori dan apabila ingin menyajikan dalam bentuk tabel maka nilai rata-rata tersebut masuk dalam katagori cukup puas mahasiswa terhadap kinerja dosen terhadap proses perkuliahan. Perhitungan kategori kepuasan terdapat pada lampiran.

(20)

12

4.2 Deskripsi Variabel Penelitian

Berdasarkan hasil isian kuisoner kepada responden, diperoleh informasi tentang kualitas pelayanan yang terkait dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Kualitas pelayanan disini dilihat dari 5 sisi kepuasan yaitu reliability, responsibility, empaty, tangible dan assurance. Masing-masing kualitas pelayanan dijadikan variabel dipendent. Sedangkan variabel yanng merupakan variabel independent adalah kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Deskripsi data tentang variabel penelitian kepuasan mahasiswa sebagai berikut:

4.2.1 Deskripsi data tentang variabel Tangible

Data responden tentang tangible diklasifikasikan kedalam lima kategori, yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat puas (SKP). Berdasarkan hasil analisis terhadap data responden, diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.2 Deskripsi Data Variabel Tangible

Keterangan Interval Frekuensi Persentase

Sangat kurang puas 1,96 – 2,17 14 11,76

Kurang puas 2,18 – 2,39 46 38,66

Cukup puas 2,40 – 2,61 44 36,98

Puas 2,62 – 2,83 14 11,76

Sangat puas 2,84 – 3,05 1 0,84

Jumlah 119 100,00

Berdasarkan data pada tabel tersebut terlihat bahwa penilaian responden tentang variabel tangibles yaitu sarana pendidikan, alat perkuliahan, media pengajaran dan prasarana pendidikan menurut persepsi mahasiswa secara umum berada dalam kategori kurang baik. Hal tersebut tampak pada persentase yang menunjukkan 50,42% menunjukkan mahasiswa sangat kuarang puas dan kurang puas pelayanan dilihat dari sisi tangibles. Oleh karena itu, pelayanan yang dilakukan harus lebih ditingkatkan lagi agar menjadi lebih baik sarana dan prasarananya.

4.2.2 Deskripsi data tentang variabel Reliability

Data responden tentang reliability diklasifikasikan kedalam lima kategori, yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat

(21)

13

puas (SKP). Berdasarkan hasil analisis terhadap data responden, diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.3 Deskripsi Data Variabel Reliability

Keterangan Interval Frekuensi Persentase

Sangat kurang puas 3,03 – 3,12 0 0

Kurang puas 3,13 – 3,22 12 10,08

Cukup puas 3,23 – 3,32 68 57,14

Puas 3,33 – 3,42 35 29,42

Sangat puas 3,43 – 3,52 4 3,36

Jumlah 119 100,00

Berdasarkan data pada tabel tersebut terlihat bahwa penilaian responden tentang variabel reliability yaitu kehandalan dosen dan staf akademik menurut persepsi mahasiswa secara umum berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut tampak pada persentase yang menunjukkan 89,92% menunjukkan mahasiswa sangat puas sampai cukup puas pelayanan dilihat dari sisi kehandalan dosen dan staf akademik.

4.2.3 Deskripsi data tentang variabel Responsiveness (sikap tanggap)

Data responden tentang responsiveness diklasifikasikan kedalam lima kategori, yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat puas (SKP). Berdasarkan hasil analisis terhadap data responden, diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.4 Deskripsi Data Variabel Responsiveness

Keterangan Interval Frekuensi Persentase

Sangat kurang puas 2,50 – 2,72 12 10,08

Kurang puas 2,73 – 2,95 22 18,49

Cukup puas 2,96 – 3,18 48 40,34

Puas 3,19 – 3,41 32 26,89

Sangat puas 3,42 – 3,64 5 4,2

Jumlah 119 100,00

Berdasarkan data pada tabel tersebut terlihat bahwa penilaian responden tentang variabel responsiveness yaitu kehandalan dosen dan staf akademik menurut persepsi mahasiswa secara umum berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut tampak pada persentase yang menunjukkan 71,43% menunjukkan

(22)

14

mahasiswa sangat puas sampai cukup puas pelayanan dilihat dari sisi sikap tanggap terhadap mahasiswa.

4.2.4 Deskripsi data tentang variabel Assurance (perlakuan pada mahasiswa)

Data responden tentang assurance diklasifikasikan kedalam lima kategori, yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat puas (SKP). Berdasarkan hasil analisis terhadap data responden, diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.5 Deskripsi Data Variabel Assurance

Keterangan Interval Frekuensi Persentase

Sangat kurang puas 2,62 – 2,81 6 5,04

Kurang puas 2,82 – 3,01 23 19,33

Cukup puas 3,02 – 3,21 54 45,38

Puas 3,22 – 3,41 30 25,21

Sangat puas 3,42 – 3,61 6 5,04

Jumlah 119 100,00

Berdasarkan data pada tabel tersebut terlihat bahwa penilaian responden tentang variabel assurance yaitu perlakuan pada mahasiswa menurut persepsi mahasiswa secara umum berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut tampak pada persentase yang menunjukkan 75,63% menunjukkan mahasiswa sangat puas sampai cukup puas pelayanan dilihat dari sisi perlakuan terhadap mahasiswa.

4.2.5 Deskripsi data tentang variabel Emphaty (Pemahaman terhadap kepentingan mahasiswa)

Data responden tentang emphaty diklasifikasikan kedalam lima kategori, yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), kurang puas (KP) dan sangat puas (SKP). Berdasarkan hasil analisis terhadap data responden, diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.6 Deskripsi Data Variabel Emphaty

Keterangan Interval Frekuensi Persentase

Sangat kurang puas 2,39 – 2,56 7 5,88

Kurang puas 2,57 – 2,74 28 23,53

Cukup puas 2,75 – 2,92 59 49,58

Puas 2,93 – 3,10 24 20,17

Sangat puas 3,11 – 3,28 1 0,84

(23)

15

Berdasarkan data pada tabel tersebut terlihat bahwa penilaian responden tentang variabel emphaty yaitu pemahaman terhadap kepentingan mahasiswa menurut persepsi mahasiswa secara umum berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut tampak pada persentase yang menunjukkan 70,59% menunjukkan mahasiswa sangat puas sampai cukup puas pelayanan dilihat dari sisi pemahaman terhadap kepentingan mahasiswa.

4.3 Hasil Analisis Korelasi

Untuk membuktikan hipotesis, dilakukan analisis korelasi terhadap data kinerja dosen dalam proses perkuliahan dan data kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Serta untuk mengetahui nilai koefisien korelasi antara variabel kinerja mengajar dosen dengan kepuasan mahasiswa mengikuti perkuliahan dilihat dari sisi tangible, maka dari hasil SPSS diketahui data seperti pada tabel 4.7 berikut ini:

Tabel 4.7 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Tangible

Correlations

kinerja dosen

Kepuasan tangible Kendall's tau_b kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 .014

Sig. (2-tailed) . .831

N 119 119

Kepuasan tangible Correlation Coefficient .014 1.000 Sig. (2-tailed) .831 .

N 119 119

Spearman's rho kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 .026 Sig. (2-tailed) . .782

N 119 119

Kepuasan tangible Correlation Coefficient .026 1.000 Sig. (2-tailed) .782 .

N 119 119

Dari hasil analisis koefisien korelasi diketahui bahwa nilai koefisien korelasinya sebesar 0,831 menggunakan Kendall's tau_b dan 0,782 dengan menggunakan Spearman's rho dengan sig.(2-tailed) yang menunjukkan bahwa korelasi antara variabel kinerja dosen dalam perkuliahan dengan tangible mempunyai hubungan yang cukup kuat terhadap kepuasan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.

Untuk mengetahui nilai koefisien korelasi antara variabel kinerja mengajar dosen dengan kepuasan mahasiswa mengikuti perkuliahan dilihat dari sisi reliability, maka dari hasil SPSS diketahui data seperti pada tabel 4.8 berikut ini:

(24)

16

Tabel 4.8 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Reliability

Correlations

kinerja dosen

kepuasan reliability Kendall's tau_b kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 .163*

Sig. (2-tailed) . .013

N 119 119

kepuasan reliability Correlation Coefficient .163* 1.000 Sig. (2-tailed) .013 .

N 119 119

Spearman's rho kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 .220* Sig. (2-tailed) . .016

N 119 119

kepuasan reliability Correlation Coefficient .220* 1.000 Sig. (2-tailed) .016 .

N 119 119

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Dari hasil analisis koefisien korelasi diketahui bahwa nilai koefisien korelasinya sebesar 0,013 menggunakan Kendall's tau_b dan 0,016 dengan menggunakan Spearman's rho dengan sig.(2-tailed) yang menunjukkan bahwa korelasi antara variabel kinerja dosen dalam perkuliahan dengan reliability mempunyai hubungan yang sangat lemah terhadap kepuasan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.

Untuk mengetahui nilai koefisien korelasi antara variabel kinerja mengajar dosen dengan kepuasan mahasiswa mengikuti perkuliahan dilihat dari sisi responsiviness.

Tabel 4.9 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Responsiveness

Correlations

kinerja dosen

Kepuasan Responsive Kendall's tau_b kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 -.177** Sig. (2-tailed) . .007

N 119 119

Kepuasan Responsive Correlation Coefficient -.177** 1.000 Sig. (2-tailed) .007 .

N 119 119

Spearman's rho kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 -.245** Sig. (2-tailed) . .007

N 119 119

Kepuasan Responsive Correlation Coefficient -.245** 1.000 Sig. (2-tailed) .007 .

N 119 119

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari hasil analisis koefisien korelasi diketahui bahwa nilai koefisien korelasinya sebesar 0,007 menggunakan Kendall's tau_b dan Spearman's rho

(25)

17

dengan sig.(2-tailed) yang menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara variabel kinerja dosen dalam perkuliahan dengan responsiveness terhadap kepuasan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.maka dari hasil SPSS diketahui data seperti pada tabel 4.9 tersebut.

Untuk mengetahui nilai koefisien korelasi antara variabel kinerja mengajar dosen dengan kepuasan mahasiswa mengikuti perkuliahan dilihat dari sisi assurance. Dari hasil analisis koefisien korelasi diketahui bahwa nilai koefisien korelasinya sebesar 0,347 menggunakan Kendall's tau_b dan 0,367 menggunakan Spearman's rho dengan sig.(2-tailed) yang menunjukkan menunjukkan bahwa korelasi antara variabel kinerja dosen dalam perkuliahan dengan assurance mempunyai hubungan yang sangat lemah terhadap kepuasan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan. Untuk lebih jelasnya terdapat hasil SPSS diketahui data seperti pada tabel 4.10 berikut ini:

Tabel 4.10 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Assurance

Correlations

kinerja dosen

Kepuasan assurance Kendall's tau_b kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 -.062

Sig. (2-tailed) . .347

N 119 119

Kepuasan assurance Correlation Coefficient -.062 1.000 Sig. (2-tailed) .347 .

N 119 119

Spearman's rho kinerja dosen Correlation Coefficient

1.000 -.083 Sig. (2-tailed) . .367

N 119 119

Kepuasan assurance Correlation Coefficient -.083 1.000 Sig. (2-tailed) .367 .

N 119 119

Untuk mengetahui nilai koefisien korelasi antara variabel kinerja mengajar dosen dengan kepuasan mahasiswa mengikuti perkuliahan dapat dilihat dari hasil analisis koefisien korelasi diketahui bahwa nilai koefisien korelasinya sebesar 0,747 menggunakan Kendall's tau_b dan 0,746 menggunakan Spearman's rho dengan sig.(2-tailed) yang menunjukkan menunjukkan bahwa korelasi antara variabel kinerja dosen dalam perkuliahan dengan emphaty mempunyai hubungan yang cukup lemah terhadap kepuasan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan. Untuk lebih jelasnya terdapat hasil SPSS diketahui data seperti pada tabel 4.11.

(26)

18

Tabel 4.11 Analisis Korelasi Kinerja Dosen terhadap Emphaty

Correlations kinerja dosen Kepuasan emphaty Kendall's tau_b

kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 -.021 Sig. (2-tailed) . .747

N 119 119

Kepuasan emphaty Correlation Coefficient -.021 1.000 Sig. (2-tailed) .747 .

N 119 119

Spearman's rho

kinerja dosen Correlation Coefficient 1.000 -.030 Sig. (2-tailed) . .746

N 119 119

Kepuasan emphaty Correlation Coefficient -.030 1.000 Sig. (2-tailed) .746 .

N 119 119

4.4 Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Kinerja Dosen dalam Proses Perkuliahan

Data responden mahasiswa tentang tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan dilihat dari beberapa faktor dan indikator. Data rata-rata skor tertinggi dari hasil responden mahasiswa tentang kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen adalah 3,49 dan skor rata-rata terendah adalah 2,89.

4.12 Tabel Interval Kepuasan Kinerja Dosen dalam Proses Perrkuliahan

Interval Kategori

2,89 – 3,01 Sangat kurang puas 3,02 – 3,14 Kurang puas 3,15 – 3,27 Cukup puas

3,28 – 3,40 Puas

3,41 – 3,53 Sangat puas

Faktor disiplin waktu terdapat 5 pernyataan yang menunjukkan rata-rata skor 3,3 yang menunjukkan kriteria kepuasan bahwa mahasiswa puas terhadap kinerja dosen dalam faktor disiplin waktu. Faktor strategi perkuliahan terhadap kinerja dosen terdapat 10 pernyataan yang menunjukkan rata-rata skor 3,27 bahwa mahasiswa berpendapat bahwa cukup puas terhadap kinerja dosen berdasarkan strategi perkuliahan. Faktor materi perkuliahan terdapat 6 pernyataan yang menunjukkan rata-rata skor 3,25 bahwa mahasiswa menunjukkan respon cukup puas terhadap kinerja dosen terhadap materi perkuliahan yang diberikan. Yang

(27)

19

terakhir adalah faktor evaluasi perkuliahan yang diberikan dosen, terdapata 5 pernyataan yang menunjukkan skor rata-rata 3,13 bahwa mahasiswa kurang puas terhadap kinerja dosen terhadap faktor evaluasi perkuliahan. Secara keseluruhan rata-rata skor terhadap tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan yaitu 3,25 yang menunjukkan bahwa mahasiswa cukup puas terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Disini dosen diharapkan untuk lebih meningkatkan lagi kinerja dalam proses perkuliahan dalam berbagai faktor yang ada. Adapun perhitungan kategori untu kinerja dosen terdapat pada lampiran.

(28)

20

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi tangible dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

2. Terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi reliability dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

3. Tidak terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi responsiveness dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

4. Terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi assurance dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

5. Terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi emphaty dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

6. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan menunjukkan bahwa mahasiswa cukup puas dengan kinerja dosen terhadap proses perkuliahan.

SARAN

Disarankan agar pada penelitian berikutnya dapat memasukkan indikator-indikator yang lain dalam proses perkuliahan, salah satunya dilihat dari tingkat partisipasi atau keaktifan mahasiswa. Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan tersebut, diperlukan pengukuran tingkat kepuasan pelayanan perkuliahan di Pendidikan Matematika Universitas Siliwangi secara periodik dan hasilnya harus ditindaklanjuti agar lebih meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa dalam setiap sisi dan menghasilkan sumber daya manusia khususnya mahasiswa yang berkualitas dan kompeten.

(29)

21

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Deswindi, Leli. 2009. Pengukuran Tingkat Kepuasan Dosen dan Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran E-Learning pada Universitas Bunda Mulia. Business & Management Journal Bunda Mulia. Vol. 5. No. 1. 1 – 14.

Engel, James F., Blakwell, Roger D., Miniard, Paul W. 2003. Consumer Behavior. Holt,Rinchant and Winston Inc.

Kotler, P. 2002. Edisi Millennium (Terjemahan). Jakarta: Prenhallindo.

Margono, Gaguk. 2005. Validitas Konstruk Instrumen Pengukur Tingkat Kepuasan Mahasiswa sebagai Pelanggan Internal. Jurnal PTM. Vol. 5. No.1 hal. 9 – 18.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Suyoto, Agung Miftahudin. 2013. Mengukur Kepuasan Mahasiswa Berdasarkan Kinerja Dosen dalam Proses Perkuliahan di Universitas Muhamadiyah Purwokerto. Sainteks Volume XI No 2 Oktober 2014.

Tjiptono, Fandy. 2000. Perspektif Manajemen & Pemasaran kontemporer. Yogyakarta : ANDI.

Widarti, Ari, I. A Eka Padmiari dan Ketuk Lilik Arwati. 2008. Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Proses Belajar Mengajar di Jurusan Gizi POLTEKKES DEPKES Denpasar. Jurnal Skala Husada. Vol.5. No.2. 163 – 167

Gambar

Tabel 3.1  Kriteria Korelasi
Tabel 4.1 Tingkat Kepuasan Mahasiswa  No.  Keterangan Pernyataan  Rata-rata
Tabel 4.2 Deskripsi Data Variabel Tangible
Tabel 4.3 Deskripsi Data Variabel Reliability
+6

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum dilakukan penilaian kinerja, penyusun melakukan penyusunan checklist penilaian kinerja Implementasi SMK3LL. Checklist ini dibuat dengan mengacu pada standar

Guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar (kepuasan mahasiswa dalam mengikuti Perkuliahan, tingkat kelulusan MK serta IP rata-rata MK), salah satu usaha yang

Kita bisa menghitung dari kewajiban dosen, jumlah ideal mahasiswa perkelas, jumlah SKS mata kuliah, dan jumlah total mahasiswa peserta kuliah. Kewajiban dosen PNS

Diantara respon negative adalah berdasarkan komentar beberapa mahasiswa yang menyatakan bahwa mengikuti perkuliahan secara daring terkenda dalam berbagai aspek diantaranya

Hasil analisis statistik dengan memperhitungkan variabel-variabel pengganggu seperti jenis kelamin, morbiditas ISPA, status gizi awal, tingkat asupan energi dan protein, kadar

Pembelajaran/Perkuliahan adalah untuk mengetahui sejauh mana proses dan hasil pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh dosen-dosen atau Kinerja

Persiapan mahasiswa dalam kegiatan praktikum , Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan, Kepuasan mahasiswa selama mengikuti perkuliahan, dukungan dosen, asisten

Perkuliahan Pada perkuliahan, dosen bisa melihat dan mengatur: perwalian mahasiswa, jadwal mengajar dan nilai kelas, minat mengajar, hasil quisioner, bimbingan/penguji TA