• Tidak ada hasil yang ditemukan

FRASA VERBAL DAN FUNGSINYA DALAM KALIMAT BAHASA BATAK TOBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FRASA VERBAL DAN FUNGSINYA DALAM KALIMAT BAHASA BATAK TOBA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAHASA BATAK TOBA

SKRIPSI OLEH

RUSMINA PANJAITAN NIM 030701008

DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS SASTRA

UNIVERSITAS SUMATRA UTARA

MEDAN

(2)

FRASA VERBAL DAN FUNGSINYA DALAM KALIMAT

BAHASA BATAK TOBA

SKRIPSI OLEH

RUSMINA PANJAITAN NIM 030701008

Skripsi ini diajukan untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sastra dan telah disetujui oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Dra.Salliyanti , M.Hum. Dra.Sugihana Br Sembiring. M.Hum.

NIP 131284308 NIP 131571776

Departemen Sastra Indonesia Ketua,

Dra. Nurhayati Harahap, M.Hum.

(3)

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila pernyataan yang saya perbuat ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi berupa pembatalan gelar kesarjanaan yang saya peroleh.

(4)

FRASA VERBAL DAN FUNGSINYA DALAM KALIMAT

BAHASA BATAK TOBA

Oleh

RUSMINA PANJAITAN

ABSTRAK

Penelitian ini membahas frasa verbal dan fungsinya dalam kalimat bahasa Batak Toba. Frasa verbal dapat dirumuskan sebagai gabungan dua kata atau lebih yang bersifat endosentrik atributif atau endosentrik koordinatif dengan verba sebagai unsur intinya. Frasa verbal endosentrik atributif terdiri atas unsur inti dan unsur tambahan. Unsur inti diisi oleh verba, sedangkan unsur tambahan diisi oleh kata tambah. Kata tambah pengisi unsur tambahan frasa verbal dapat digolongkan secara semantis menjadi lima belas golongan, yaitu aspek, ragam, larangan, negatif, keharusan, kemampuan, kesanggupan, keseringan, pembatasan, keterlanjuran, ketergesa-gesaan, kemendadakan, kebersamaan, kepura-puraan, dan keniatan. Frasa verbal endosentrik koordinatif terdiri atas dua atau lebih verba sebagai unsur intinya dan satu atau lebih penghubung. Berdasarkan corak hubungan antara verba satu dengan verba lainnya, frasa verbal endosentrik koordinatif dapat digolongkan menjadi frasa verbal endosentrik koordinatif aditif dan frasa verbal endosentrik koordinatif alternatif. Frasa verbal ditinjau dari segi kedudukannya dalam kalimat bahasa Batak Toba, frasa verbal dapat berfungsi sebagai predikat, subjek, objek, pelengkap, dan keterangan. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini penulis mengambil dua buku sebagai penuntun utama, yakni Ilmu Bahasa Indonesia ‘Sintaksis’ (Ramlan, 1995) dan Alwi, dkk. (2000) dalam bukunya Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ramlan (1995) untuk menganalisis masalah yang pertama yaitu struktur frasa verbal dalam bahasa Batak Toba dan buku Alwi, dkk. (2000) untuk menganalisis masalah yang kedua yaitu kedudukan frasa verbal dilihat dari segi fungsinya dalam kalimat bahasa Batak Toba. Buku ini penulis pilih karena dari semua buku yang membahas tentang frasa verbal kedua buku ini membahas masalah yang berhubungan dengan masalah penelitian ini.

(5)

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberkati penulis sehingga skripsi yang berjudul ’Frasa Verbal dan Fngsinya dalam Kalimat Bahasa Batak Toba’ dapat diselesaikan dengan baik.

Pada kesempatan ini penulis juga menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis hendak menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada pihak-pihak di bawah ini.

1. Bapak Drs. Syaifuddin, M.A.,Ph.D., selaku Dekan Fakultas Sastra USU. 2. Bapak Drs. Parlaungan Parlaungan, M.Hum., selaku Ketua Departemen Sastra

Indonesia Fakultas Sastra USU.

3. Ibu Dra. Mascahaya, M.Hum., selaku Sekretaris Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra USU.

4. Ibu Dra. Salliyanti, M.Hum., selaku Pembimbing I yang telah banyak memberikan arahan dan masukan kepada penulis sejak penulisan proposal sampai penulisan skripsi ini.

5. Ibu Dra. Sugihana Br. Sembiring, M.Hum., selaku Pembimbing II yang telah banyak mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Ibu Dra. Ida Basaria, M.Hum., selaku Dosen Wali penulis yang telah banyak

memperhatikan penulis selama kuliah di Fakultas Sastra.

7. Bapak dan Ibu staf pengajar Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra USU, yang telah memberikan bekal dan pengetahuan, baik dalam linguistik, sastra, maupun bidang-bidang umum lainnya.

8. Kak Fitri yang telah membantu penulis dalam hal administrasi di Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra USU.

9. Kedua orang tua penulis, W. Panjaitan dan H. Harahap, yang telah mendukung penulis selama perkuliahan baik melalui materi maupun spritual di dalam doa.

10.Saudara penulis, Marlina/ T. Siagian, Minar/ A. Sinaga, Maruli/ H. Lubis, Sulastri/ R. Situmorang, Romaida/ T. Marbun, dan Jodi yang senantiasa

(6)

memberikan dukungan kepada penulis agar tetap semangat mengerjakan skripsi ini bahkan yang telah membantu penulis secara materi.

11.Pimpinan BT/BS BIMA beserta stafnya buat kerja samanya dengan penulis selama ini.

12.Teman-teman saya satu profesi sebagai tentor di BT/BS BIMA yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu.

13.Teman-teman guru yang mengajar di SMA NASRANI 3 MEDAN yang tidak dapat saya sebut namanya satu persatu.

14.Teman-teman satu kamar Junita dan Mega buat kesabarannya menemani penulis selama empat tahun ini.

15.Teman-teman satu kos Neli (yang imut dan supel), Mangatur, Edi, Reni, Santi, Erni, Fita, Atur, Eka, Roi, Ganda, Bang Jeri, Bang Jinoko, Bang Alek, dan Bang Raimon dan mantan satu kos yang terus memberikan penulis semangat.

16.Ibu kos M. Simanjuntak.

17.Teman-teman satu angkatan Sastra Indosesia 2003.

18.Adik-adik di Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra USU angkatan 2004-2007.

Sebagai manusia, penulis menyadari kekurangan yang ada dalam diri penulis. Kekurangan-kekurangan tersebut mungkin saja tercermin dalam skripsi ini sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun sehingga kekurangan yang ada dapat disempurnakan pada masa mendatang.

Akhirnya penulis berharap, skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membaca.

Penulis,

(7)

PERNYATAAN i

ABSTRAK ii

PRAKATA iii

DAFTAR ISI v

DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN viii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1Latar Belakang Masalah 1

1.1.1 Latar Belakang 1

1.1.2 Masalah 8

1.2Tujuan dan Manfaat Penelitian 9

1.2.1 Tujuan Penelitian 9

1.2.2 Manfaat Penelitian 9

1.3Metode dan Teknik Penelitian 9 1.3.1 Metode dan Teknik Pengumpulan Data 9 1.3.2 Metode dan Teknik Pengkajian Data 12

1.4Landasan Teori 13

1.4.1 Konsep Dasar 13

1.4.2 Pengertian Frasa 14

1.4.3 Frasa Verbal 16

1.4.4 Struktur Frasa Verbal 17 1.4.5 Kedudukan Frasa Verbal dari Segi Fungsinya dalam

Kalimat... 18

BAB II FRASA VERBAL DAN FUNGSINYA DALAM KALIMAT BAHASA

BATAK TOBA 21

2.1 Struktur Frasa Verbal dalam Bahasa Batak Toba 21 2.1.1 Frasa Verbal Endosentrik Atributif 21

1. Aspek 22

(8)

3. Larangan 40 4. Negatif 43 5. Keharusan 47 6. Kemampuan 49 7. Kesanggupan 52 8. Keseringan 53 9. Pembatasan 55 10. Keterlanjuran 56 11. Ketergesa-gesaan 58 12. Kemendadakan 60 13. Kebersamaan 60 14. Kepura-puraan 62 15. Keniatan 63 2.1.2 Frasa Verbal Endosentrik Koordinatif 64

1. Frasa Verbal Endosentrik Koordinatif Aditif 65 2. Frasa Verbal Endosentrik Koordinatif Alternatif 68 2.2 Kedudukan Frasa Verbal Dilihat dari Segi Fungsinya dalam Kalimat

Bahasa Batak Toba 71 2.2.1 Frasa Verbal sebagai Predikat 71 2.2.2 Frasa Verbal sebagai Subjek 72 2.2.3 Frasa Verbal sebagai Objek 73 2.2.4 Frasa Verbal sebagai Pelengkap 74 2.2.5 Frasa Verbal sebagai Keterangan 75

BAB III SIMPULAN DAN SARAN 77

3.1 Simpulan 77

(9)

LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Informan Lampiran 2 Kusioner

Lampiran 3 Peta Kecamatan Silaen

(10)

DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN

Daftar Lambang

* tidak berterima pada tata bahasa Batak Toba [ ] batas frasa verbal

Daftar Singkatan

BBT bahasa Batak Toba

BI bahasa Indonesia KET keterangan O objek P predikat PEL pelengkap S subjek

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kekerabatan bahasa Batak Toba dengan Batak Simalungun berdasarkan persamaan dan perbedaan fonologinya dan waktu

Lamtio Simanjuntak : Adverbia Dalam Bahasa Batak Toba, 2005 USU Repository © 2008... Lamtio Simanjuntak : Adverbia Dalam Bahasa Batak Toba, 2005 USU Repository

Dari 200 data swadesh yang telah diklasifikasikan, dapat dilihat bahwa kosakata kerabat yang terdapat pada bahasa Batak Toba dengan bahasa Batak Mandailing adalah

diperoleh dari penelitian ini, bahwa makna metafora EMOSI STATIF dalam bahasa Batak Toba.. merupakan suatu bentuk ekspresi emosi Masyarakat Batak Toba yang

Peneliti beranggapan bahwa dalam berbahasa, masyarakat Batak Toba tidak selalu memakai lambang yang secara langsung mengacu pada objeknya atau pemakaian bahasa kias yang

Pengguna bahasa Batak Toba beranggapan frasa yang terdapat dalam data (72) yaitu sigotil monis memiliki nilai yang lebih halus dari pada kata holit yang keduanya

Dalam penelitian ini akan dijelaskan kalimat imperatif apa saja yang digunakan dalam upacara mangompoi jabu pada etnik Batak Toba beserta makna dan fungsinya..

Penulis terlebih dahulu mengucapkan puji dan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan rahmat-Nya yang telah memberikan kesehatan, kekuatan serta pertolongan