• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Industri perasuransian merupakan salah satu bentuk Lembaga Keuangan Non Bank yang berperan menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut terkait dengan kemampuannya sebagai lembaga penerima pemindahan risiko (transfer of risk) masyarakat serta lembaga penghimpun dan penyerap akumulasi dana masyarakat.

Industri asuransi jiwa sebagai bagian dari perasuransian di Indonesia pertumbuhannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pola konsumsi masyarakat, daya beli konsumen, kesadaran masyarakat akan kebutuhan asuransi jiwa serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa. Adanya peningkatan Gross Domestic Product (GDP) menunjukkan adanya kenaikan kelompok sosial ekonomi. Hal ini memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan industri asuransi.

Grafik di bawah ini menunjukkan perkembangan penerimaan premi asuransi jiwa dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2014.

Grafik 1.1 Pertumbuhan Premi Asuransi (dalam jutaan Rupiah)

(2)

2 Berikut ini data kontribusi penerimaan pendapatan premi perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang diambil dari data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kwartal empat tahun 2014.

Grafik 1.2 Pendapatan Premi Asuransi Jiwa di Indonesia (dalam satuan Milyar Rupiah)

Data hasil pengolahan Sumber : AAJI Data Q4 2014

Catatan : AXA Mandiri, AXA Financial, AXA Life dianggap menjadi satu “AXA”

Berdasarkan Laporan Perasuransian tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri perasuransian sektor jiwa di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Tingkat pertumbuhan rata-rata premi industri dari sektor asuransi jiwa di Indonesia dalam lima tahun terakhir adalah sebesar 15.1%. Dimana pendapatan jumlah premi bruto industri asuransi jiwa pada tahun 2014 sebesar Rp. 121.6 triliun, dengan kontribusi premi dari asuransi jiwa unit link sebesar 55.75%, kemudian diikuti oleh produk asuransi traditional dan kesehatan sebesar 44.25%.

(3)

3 Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), seperti disajikan dalam Grafik 1.3, dalam kurun waktu 2009–2014 tersebut menunjukkan bahwa unit link memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan industri perasuransian jiwa di Indonesia.

Grafik 1.3 Komposisi Premi Produk Unit Link dibandingkan dengan Produk Tradisional

Dalan satuan Milyar Rupiah

Sumber: Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Ketergantungan industri pada produk unit link, yaitu produk asuransi jiwa yang menggabungkan manfaat proteksi atas jiwa dengan suatu investasi, membawa dampak besar terhadap pertumbuhan industri asuransi jiwa. Adanya risiko volatilitas di pasar modal memberi dampak secara langsung terhadap kinerja investasi yang dilakukan oleh industri asuransi jiwa di Indonesia. Premi dari bisnis penjualan produk unit link yang pembayarannya dilakukan dengan pembayaran secara sekaligus atau jenis premi tunggal, akan sangat sensitif terhadap risiko pasar tersebut. Pada saat pasar sedang berfluktuasi, banyak calon nasabah memilih untuk tidak membeli produk asuransinya dan menunggu sampai dengan kondisi pasar membaik.

PT. ABC salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang berkembang cukup pesat dalam lima tahun terakhir, dimana kontribusi pendapatan premi yang diterima dari produk unit linknya sangat besar. Pada tahun 2013 kontribusi pendapatan premi dari produk unit link mencapai sebesai sebesar 75.9% dan 2014 mencapai sebesai sebesar 81.0% dari seluruh total pendapatan premiumnya.

(4)

4 Besarnya kontribusi pendapatan unit link perusahaan ini diperoleh karena produk unit link yang ditawarkan oleh PT. ABC memiliki fitur yang khusus dan unik yang dikenal dengan nama ARMS (Automatic Risk Management System) yang tidak dimiliki oleh produk unit link dari perusahaan asuransi lain. Fitur ini berupa fasilitas manajemen risiko di tingkat portofolio perorangan dari setiap nasabah unit link PT. ABC.

Sebagai perusahaan yang menjual produk asuransi jiwa unit link, PT. ABC menyadari akan pentingnya pengelolaan risiko. Kurangnya pengetahuan dan informasi masyarakat akan risiko yang melekat pada produk asuransi unit link dan permasalahan dasar seorang investor, yaitu emosi, ketakutan (fear) dan keserakahan (greedy), yang seharusnya tidak boleh ada, biasanya akan menjadi sering muncul pada kondisi market sedang berfluktuasi/volatile, mendasari PT ABC dalam mengembangan fasilitas menejemen risiko tersebut. Nasabah unit link yang berinvestasi dengan membeli produk asuransi dari PT ABC dihadapkan pada kondisi ketidakpastian. Gejolak perekonomian di dalam maupun di luar negeri dapat menimbulkan pengaruh yang besar pada pergerakan harga di pasar modal. Selain itu, sentimen para investor juga mempengaruhi pergerakan harga di pasar modal. Pergerakan naik turunnya harga pasar yang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu. Gejolak harga yang terjadi di pasar modal merupakan risiko yang dihadapi para nasabah unit link. Kondisi ketidakpastian pasar harus dikelola dengan tepat dan cermat, agar investasi yang dimiliki tidak mengalami kerugian yang dapat menyebabkan harapan nasabah sebagai pemegang polis asuransi jiwa tersebut tidak dapat terpenuhi.

PT. ABC menyediakan suatu sistem manajemen risiko untuk membantu investor dalam mengelola risiko. Sistem ini menggabungkan beberapa metode manajemen risiko yang berjalan secara otomatis dan tidak terpengaruh oleh emosi manusia. Metode ini terdiri dari:

1. Auto Balancing, berupa rebalancing

2. Auto Trading, berupa fasilitas profit taking dan cut loss

3. Auto Re-entry, berfungsi untuk menginvestasikan kembali seluruh hasil investasi yang telah direalisasikan

(5)

5 Fasilitas manajemen risiko ini disediakan sebagai suatu sarana yang dapat dipilih oleh nasabah yang bertujuan untuk melindungi dana nasabah yang ditempatkan pada produk ini, sehingga tujuan jangka panjang nasabah bisa terwujud.

1.2 Rumusan Masalah

PT. ABC sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia melihat fakta bahwa produk non traditional (unit link) memberikan kontribusi yang besar pada pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia, namun pengetahuan dan informasi masyarakat akan risiko yang melekat pada produk asuransi unit link sangat kurang. Untuk itu guna membantu nasabah pemegang polis asuransi jiwa unit link dalam mewujudkan perencaan keuangan mereka, perusahan menawarkan suatu solusi berupa fasilitas manajemen risiko investasi, Automatic Risk Management System (ARMS) di dalam produk unit link yang dijual perusahaan.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, hal yang hendak dijawab melalui penelitian ini (research question) adalah:

Apakah Automatic Risk Management System (ARMS) yang diterapkan pada produk unit link perusahaan asuransi jiwa, PT. ABC memberikan kinerja lebih baik bagi portofolio nasabah-nasabahnya?

1.4 Tujuan Penelitian

Dari uraian yang telah dijelaskan di atas, tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi apakah penerapan strategi manajemen risiko, Automatic Risk Management System (ARMS) dalam pengelolaan portofolio investasi nasabah pemegang polis asuransi jiwa unit link yang diterapkan oleh PT. ABC tersebut sudah tepat dan memberikan kinerja yang lebih baik.

1.5 Manfaat Penelitian

(6)

6 1. Bagi nasabah produk asuransi unit link, untuk membantu memahami manfaat dan risiko yang ada pada produk asuransi yang mereka miliki, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan referensi dalam mengambil keputusan saat merencanakan keuangan mereka.

2. Bagi perusahaan, pemahaman yang lebih baik akan produk yang mereka tawarkan akan memberikan rasa kepercayaan calon nasabah pada perusahaan sehingga tujuan bisnis perusahaan sesuai dengan visi misi perusahaan bisa terwujud.

3. Bagi negara Indonesia, pemahaman yang lebih baik akan produk unit link memberikan pengaruh ke pertumbuhan industri asuransi secara umum dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan perekonomian Indonesia.

4. Bagi akademisi, hasil kajian dalam penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan manajemen risiko pada bisnis asuransi jiwa.

1.6 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

Penelitian dilakukan atas sampel portofolio unit link yang dimiliki nasabah PT. ABC dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. Proses evaluasi dan analisis risiko dilakukan dengan mengambil sample portofolio nasabah unit link yang mengaktifkan fasilitas fitur manajemen risiko. Penelitian dibatasi pada pengujian keterkaitan antara penerapan manajemen risiko nasabah produk unit link PT. ABC dengan imbal hasil dan risiko yang ditanggung nasabah atas portofolio investasinya.

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan tesis ini disusun dengan kerangka sebagai berikut: BAB I. Pendahuluan

Pada Bab I, penulis akan menguraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan batasan penelitian dan dan sistematika penulisan.

(7)

7 BAB II. Landasan Teori

Pada Bab II, penulis akan menguraikan landasan teori yang merupakan referensi dan landasan utama dari penulisan ini, disertai dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penulisan tesis ini. Penulis akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan konsep yang terkait dengan asuransi jiwa, produk unit link dan investasi unit link, manajemen risiko investasi, pertimbangan dalam penentuan strategi investasi dan pengukuran kinerja portofolio serta teori-teori yang terkait dengan pengujian yang akan digunakan oleh penulis.

BAB III. Gambaran Umum Industri Asuransi, Profil Perusahaan dan Metoda Penelitian

Pada Bab III, dibahas sekilas tentang gambaran umum industri asuransi, khususnya asuransi jiwa di Indonesia, produk asuransi unit link, profil PT. ABC, manajemen risiko investasi yang diterapkan perusahaan dan metode penelitian. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan uji beda, Sign test, yaitu uji non parametric dua sampel berpasangan.

BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada Bab IV, penulis akan menguraikan analisis dan pembahasan perumusan masalah dan tujuan penulisan berdasarkan data-data yang diperoleh dari sumber yaitu PT. ABC dan dari pihak-pihak lain.

BAB V. Kesimpulan dan Saran

Pada BAB V, penulis menyampaikan kesimpulan penelitian yang merupakan intisari pembahasan yang relevan dan keterbatasan yang dihadapi oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian. Penulis juga menyampaikan rekomendasi untuk perbaikan strategi dan kemungkinan-kemungkinan strategi lain yang dapat diterapkan oleh PT. ABC.

Gambar

Grafik di bawah ini menunjukkan perkembangan penerimaan premi asuransi jiwa  dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2014
Grafik  1.2  Pendapatan  Premi  Asuransi  Jiwa  di  Indonesia  (dalam  satuan  Milyar  Rupiah)
Grafik 1.3 Komposisi Premi Produk Unit Link dibandingkan dengan Produk  Tradisional

Referensi

Dokumen terkait

Rumah Sakit dapat mengelola Manajemen Risiko yang merupakan panduan dalam penerapan risiko dan dapat memberikan pemahaman bagi seluruh karyawan tentang kebijakan Manajemen

Pada bab ini berisi uraian latar belakang dari penelitian yang menjadi dasar dalam identifikasi risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan menggunakan HIRARC

Hasil penelitian ini dapat memperluas dan memperkuat teori manajemen sumber daya manusia khususnya tentang bahasan analisis penerapan talent management dan

Tujuan penelitian berisi pernyataan mengenai tujuan dari dilakukannya penelitian, yaitu penerapan strategi yang digunakan dalam mempromosikan Perpustakaan Universitas

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil perancangan perancangan Master Plan Project Management untuk pembangunan Accsess Point Information System

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, penelitian ini akan membahas strategi programming yang digunakan program DISOSOR di 97,5 FM Motion Radio dalam meningkatkan jumlah

Tujuan Umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen Rumah Sakit, dengan studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah

Berdasarkan uraian kondisi yang telah dijelaskan pada latar belakang, permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah belum diketahui perbedaan kepresisian