UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP OPERASI
HITUNG BILANGAN BULAT DALAM PENGGUNAAN SIFAT
KOMUTATIF, ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF PADA MATA PELAJARAN
MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAMAT PERAGA KANCING
BERWARNA WARNI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional
DISUSUN OLEH :
AMYATI NIM : 825531661
Pokjar Jayanti Kabupaten Tangerang Masa Registrasi 2015.2
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH
SERANG
LEMBAR PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa : Nama : AMYATI
NIM : 825531661 Program Studi : S1 PGSD
Tempat Mengajar : SDN Pasirgintung
Alamat Sekolah : Kp. Rancaleutik Desa Pasirgintung Kec. Jayanti Kelas Penelitian : IV
Melakuka penelitian di SDN Pasirgintung untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah PDGK 4501 Teknik Penulisan Karya Ilmiah PDGK 4501 S1.
Memenuhi Pasirgintung, 23 September 2015
Kepala Sekolah Mahasiswa
ULFAH, S.Pd AMYATI
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL :: Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa Terhadap Operasi Hitung Bilangan Bulat Dalam Penggunaan Sifat Komuttatif, Asosiatif Dan Distributif Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Alamat Peraga Kancing Berwarna Warni.
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PDGK 4501 Teknik Penulisan karya Ilmiah (TPKI-PGSD)
Mengetahui Kresek, September 2015 Pembimbing/Supervisor 1 Mahasiswa
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat Nya lah maka penulis menyusun karya ilmiah dengan judul “Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa Terhadap Operasi Hitung Bilangan Bulat Dalam Penggunaan Sifat Komuttatif, Asosiatif Dan Distributif Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Alamat Peraga Kancing Berwarna Warni” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis karya ilmiah di susun sebagai tugas mandiri pada mata kuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah PDGK 4501. Penulisan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung dalam menyelesaikan proposal ini.
Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi pendorong serta meningkatkan profesionalitas peneliti untuk keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi penulis karya ilmiah yang lebih baik dan sempurna. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Kresek, September 2015
DAFTAR ISI
BAB II LANDASAN TEORI
A. Hakikat Pendidkan Kewarganegaraan B. Tujuan Pembelajaran
C. Kriteria Penulisan D. Konsep Belajar
E. Pendekatan Cooperatif Learning
BAB III METODE PENELITIAN
A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu B. Desain Prosuder Perbaikan Pembelajaran
C. Teknik Analisa Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Perbaikan Pembelajaran
B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR TABEL
1. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Tindakan Kelas 2. Tabel 4.1 Hasil Belajar Matematika Pra Siklus 3. Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Belajar Prasiklus 4. Tabel 4.3 Hasil Belajar Matematika Siklus Pertama 5. Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Belajar Silus Kedua 6. Tabel 4.5 hasil Belajar Matematika Siklus Kedua 7. Tabel 4.6 Rekapitulasi Rentang Nilai Siklus Kedua 8. Tabel 4.7 daftar Nilai Prasiklus, Siklus 1, Siklus2 9. Tabel 4.8 Analisis Nilai Prasiklus, Siklus1, Siklus2
DAFTAR GAMBAR
ABSTRAK
Nama : AMYATI NIP :
Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa Terhadap Operasi Hitung Bilangan Bulat Dalam
Penggunaan Sifat Komutatif, Asosiatif Dan Distributif Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Alamat Peraga Kancing Berwarna Warni dapat meningkatkan pemahaman Siswa terhadap operasi hitungan bulat.di kelas IV SDN Pasirgintung.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis kuantitatif berupa data tertulis dengan alat pengumpul data berupa item soal dalam bentuk uraian. Prosedur pelaksanaan tindakan merupakan suatu siklus kegiatan yang terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan Tindakan (3) Pengamatan dan Evaluasi (4) Analisis dan Refleksi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan Alamat Peraga Kancing
Berwarna Warni dalam pelajaran Matematika dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan untuk menganalisa dampak penerapan Alamat Peraga Kancing Berwarna Warni pada Mata Pelajaran Matematika tentang Peningkatan Hitungan Bilangan Bulat Dalam Penggunaan Sifat Komutatif, Asosiatif Dan Distributif di kelas V SDN Pasirgintung. Subjek peneliti adalah siswa kelas V SDN Pasirgintung yang berjumlah siswa 35 siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 16 siwa perempuan. Peneliti ini terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Etelah peneliti ini berlangsung selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran Matematika materi sistem Operai Hitung Bilangan Bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil ketuntasan siswa secara klasikal pada prasiklus 5,71% 47,43%, siklus 1 ketuntasan klasikal 22,85% dan daya serap 58,85% dan siklus 2 ketuntasan klasikal 100% dan daya serap 80,85%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Menggunakan Alamat Peraga Kancing Berwarna Warni dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini, semua hal dapat berubah dengan cepat dan oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya agar dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas serta dapat mengikuti arus perubahan tersebut dan mampu bersaing demi mendapatkan kehidupan yang layak. Dalam hal ini pendidikan menjadi salah satu peran utama dalam mengembangkan potensi manusia.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar Sekolah Dasar ditegaskan bahwa tujuan pendidikan dasar adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Terjadinya
desentralisasi pendidikan menyebabkan tujuan pendidikan diarahkan agar berkesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah yang disebut dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam tetap mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang diberikan pada semua jenjang pendidikan, karena Matematika merupakan bekal pengetahuan dasar dan pembentukan sikap serta pola pikir mereka selanjutnya. Tujuan pelajaran Matematika dalam KTSP 2006 adalah dapat memberikan dan mendidik siswa agar memahami konsep matematika, menggunakan penalaran pada pola dan sifat, memecahkan masalah, mengkomunikasikan gagasan dengan media lain untuk memeperjelas keadaan, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika.
dalam materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat, dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang masih rendah.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Matematika yang harus ditempuh oleh siswa kelas V ini yakni 65. Namun melihat realita di lapangan untuk mencapai nilai 65 itu cukup sulit. Berdasarkan hasil tes ulangan harian, dari 24 orang siswa kelas V SDN
Pasirgintung ini persentase siswa yang memperoleh nilai ≤ 65 berjumlah 15 orang siswa atau 57,7%, dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 berjumlah 11 orang siswa atau 42,3%.Rata-rata skor yang diperoleh siswa kelas V SDN Pasirgintung sebesar 64,81. Oleh karena itu, peneliti mengambil kelas V SDN Pasirgintung sebagai subjek dalam penelitian ini.
Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan dalam pembelajaran matematika guru selalu berkecimpung pada sesuatu yang abstrak, guru tidak memperhatikan pada karakteristik perkembangan siswa yang menurut Piaget anak usia sekolah dasar berada pada masa operasional konkret. Kemudian dalam menjelaskan materi, guru hanya memberikan rumus-rumus yang harus dihapalkan oleh siswa tanpa memahami konsep materi yang dijelaskan. Siswa hanya ditekankan untuk dapat menyelesaikan operasi hitung bilangan secara prosedural tanpa mengetahui konsep operasi hitung tersebut secara bermakna. Selain itu, rendahnya hasil belajar siswa juga disebabkan guru tidak menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa kurang tertarik untuk belajar matematika bahkan matematika akan selalu menjadi momok bagi siswa.
Dengan demikian, minat siswa untuk belajar matematika semakin hilang dan
matematika akan selalu dipandang pelajaran yang paling sulit. Salah satu kesulitan siswa dalam mempelajari materi pelajaran Matematika yaitu melakukan operasi hitung bilangan bulat. Pada saat melakukan operasi hitung bilangan bulat 3 siswa bingung dan kesulitan untuk menentukan nilai negatif atau positif hasil operasi hitung tersebut. Hal ini berarti, siswa belum paham maksud yang diminta dari soal tersebut. Kemudian siswa malas untuk membuat garis bilangan ketika diminta untuk menggunakan garis bilangan dalam membantu menyelesaikannya, alasannya malas, ribet dan lain-lain.
Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar memegang peranan yang sangat penting untuk menangani masalah tersebut. Peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi saja, melainkan lebih dari itu guru bisa dikatakan sebagai pusat pembelajaran dan sebagai pengendali serta pelaku dalam kegiatan proses belajar mengajar, guru mengatur arah proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus mampu membuat pengajaran menjadi lebih efektif dan menarik, dengan menggunakan media pembelajaran konkret yang relevan dengan materi pelajaran Matematika, sehingga materi pelajaran yang disampaikan dapat membuat siswa senang dan memiliki rasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut, serta terlebih Matematika tidak akan lagi dipandang sebagi pelajaran yang paling sulit.
Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
menggunakan media pembelajaran yang efektif bagi siswa dalam melakukan operasi hitung bilangan bulat, yakni media kancing berwarna. Judul yang diambil oleh peneliti yakni
“Penggunaan Media Kancing Berwarna untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa pada Materi Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V SDN Pasirgintung Semester 2 Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Tahun Ajaran 2013/2014)”. Dalam penilitian ini diharapkan terjadi peningkatan kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran matematika materi pokok Bilangan Bulat.
B. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, permasalahan utama dalam penelitian ini adalah “bagaimanakah penggunaan media kancing berwarna untuk
meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi Operasi Hitung Penjumlahan dan
Pengurangan Bilangan Bulat di kelas IVA SDN Ciburial?”. Masalah tersebut dapat dijabarkan ke dalam rumusan masalah yang lebih khusus yaitu berupa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika tentang Operasi Hitung Penjumlahan
dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan menggunakan media kancing berwarna di kelas IVA SDN Ciburial?
C. Tujuan Penelitian
Menentukan tujuan penelitian sangat diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Sejalan dengan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan “bagaimanakah penggunaan media kancing berwarna untuk
meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat di kelas IVA SDN Ciburial.” Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika tentang Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan menggunakan media kancing berwarna di kelas IVA SDN Ciburial.
2. Mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif siswa kelas IVA SDN Ciburialpada materi Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan menggunakan media kancing berwarna.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut.
Manfaat teoretis. Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan teori baru mengenai media pembelajaran kancing berwarna untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas IVA SDN Ciburial, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan penelitian tindakan kelas dan dapat dijadikan upaya bersama guru dan peneliti yang lain untuk
memperbaiki proses pembelajaran secara menyeluruh khususnya yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa serta sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
Manfaat praktis. Bermanfaat bagi: 1. Peneliti
Memberikan gambaran mengenai penggunaan media pembelajaran berupa kancing berwarna untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
2. Guru
a. Memberikan informasi mengenai penggunaan media kancing berwarna dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
b. Menambah wawasan bagi guru dalam menerapkan penggunaan media kancing berwarna pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. c. Guru termotivasi untuk mengembangkan media pembelajaran yang lainnya yang
3. Siswa
a. Memudahkan siswa dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
b. Pembelajaran lebih menyenangkan.
c. Melatih keterampilan siswa dalam menggunakan media kancing berwarna pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
d. Pemahaman siswa semakin meningkat.
e. Kemampuan kognitif siswa semakin meningkat. f. Hasil belajar siswa meningkat.
4. Sekolah
a. Meningkatkan prestasi sekolah terutama pada mata Pelajaran Matematika. b. Meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru.
E. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini yaitu, “Apabila guru menggunakan media pembelajaran kancing berwarna dengan tepat maka dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam melakukan Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Kelas IVA SDN Ciburial”.
F. Definisi Operasional
1. Media Kancing Berwarna
Media pembelajaran yang dimaksud yaitu kancing berwarna. Kancing berwarna adalah sebuah benda mungil yang biasa dipakai untuk kelengkapan dalam pakaian yang biasa dipakai sehari-hari. Kancing yang digunakan dalam penelitian ini adalah kancing warna biru menyatakan bilangan bulat positif dan kancing warna merah menyatakan bilangan bulat negatif. Penggunaan media kancing berwarna dalam penelitian ini adalah kegiatan menggunakan media
pembelajaran kancing berwarna yang dimanfaatkan untuk memudahkan siswa dalam
menjawab/menyelesaikan soal, dan membantu guru dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi pelajaran kepada siswa, sehingga mengurangi verbalisme pada siswa.
2. Kemampuan Kognitif
Kognitif seringkali dikenal dengan istilah intelek. Mahfudin Shalahudin (1989) (dalam Asrori 007: 48), menyatakan bahwa intelek adalah akal budi atau intelegensi yang berati kemampuan untuk meletakkan hubungan-hubungan dari proses berpikir. Menurut Jean Piaget (dalam Asrori 2007: 48), intelegensi sama dengan kecerdasan yaitu seluruh kemampuan
berpikir dan bertindak secara adaptif termasuk kemampuan-kemampuan mental yang kompleks seperti berpikir, mempertimbangkan, menganalisi, mensintesis, mengevaluasi dan
Kemampuan kognitif yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu kemampuan berpikir siswa yang melibatkan kemampuan intelektual dari tahap pemahaman sampai kepada aplikasi konsep yang dipelajari untuk menyelesaikan soal-soal yang memuat indikator kemampuan kognitif. Indikator kemampuan kognitif tersebut meliputi: Mengubah bentuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dari bentuk soal cerita dan gambar kedalam kalimat matematis, dan menyelesaikan soal operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Subyek, Tempat, Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu 1. Subyek Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada Kelas V SDN Pasirgintung Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Provinsi Banten pada mata pelajarn pendidikan Matematika.
Kelas yang diteliti adalah kelas V yang berjumlah 35 siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik tempat tinggalnya, kemampuan orang tuanya, status sosialnya, daya serapnya, prestasinya dan hasil belajarnya.
2. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Pasirgintung Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.
3. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal 10, 24 dan 27 Agustus 2015, perbaikan
pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika tiap siklusnya disusun dengan disesuaikan jadwal pelajaran di sekolah, yaitu sebagai berikut :
Tabel 1.
No. Hari / tanggal Mata Pelajaran Keterangan
1 Senin, 21 Agustus 2015 Matematika Pelaksanaan Pembelajaran 2 Senin, 24 Agustus 2015 Matematika Siklus 1 3 Kamis, 27 Agustus 2015 Matematika Siklus 2
4. Pihak yang membantu
Untuk lebih efektif dalam penelitian ini, ada beberapa pihak yang terlibat secara langsung untuk membantu Peneliti untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini yaitu :
1) Bapak H. Apendi M.Pd. Sebagai penilai 2 dan Supervisor 1 selaku tutor yang ditugaskan UPBJJ-UT Kresek, yang bertugas membimbig pelaksanaan Pemantapan Kemampuan Porfesional (PKP) di atas bimbingan untuk membuat laporan perbaikan pembelajaran. 2) Ibu Ulfah, S.Pd, sebagai Supervisor 2 dan Penilai 2 adalah Kepala SDN Pasirgintung
bertugas membimbing Mahasiswa melakukan praktek perbaikan pembelajaran di kelas tempat mahasiswa mengajar dan mengadakan penelitian.
B. Desain Prosuder Perbaikan Pembelajaran
Agar penelitian ini dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti maka proses penelitian perbaikan pembelajaran ini melalui Penelitian Tindakan Keelas (PTK). Supaya penelitian ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan siklus-siklus yang diamati, ada beberapa prosedur kerja yang harus dilakukan yaitu :
1. Perencanaan Tindakan 2. Pelaksanaan Tindakan 3. Pengamatan
4. Refleksi
SIKLUS 1
1. Perencanaan Tindakan
Adapun kegiatan pada tahapan perencanaan ini adalah sebagai berikut : a. Menetukan jadwal perbaikan pembelajaran Siklus 1
b. Menyiapkan Renana Perbaikan Pembelajaran Siklus 1
Adapun Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 merupakan Rencana Perbaikan Pembelajaran pada kegiatan pembelajaran prasiklus sebelum Penelitian Tindakan Kelas. Pada kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 yang perlu diperbaiki adalah metode yang digunakan oleh peneliti pada saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas V SDN pasirgintung mata pelajaran Matematika materi sistem
2.