Tahun 2016 - 2020 I-1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyusunan RPI2-JM berfungsi untuk menstrukturisasi program- program
pembangunan infrastruktur ataupun program-program investasi pembangunan
infrastruktur, agar tahapan investasi dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur
menjadi lebih terarah dan berkesinambungan.
Penyusunan RPI2-JM ini merupakan rangkaian tahapan pekerjaan yang saling
terkait dan melibatkan para pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di
daerah. Dalam proses penyusunan dokumen RPI2-JM ini , dihasilkan rangkaian
keterpaduan antar dokumen dan sinkronitas antar program/kegiatan. Dokumen
acuan sebagai input untuk penyusunan RPI2-JM Kabupaten Aceh Tengah adalah
RTRWN, RTRW Provinsi Aceh, RTRW kabupaten Aceh Tengah, RPJMN, RPJM Aceh,
RPJMD kabupaten Aceh Tengah, Renstra Dinas Cipta Karya Aceh, Renstra Dinas
Cipta Karya dan Pengairan Kabupaten Aceh Tengah. RPI2-JM ini disusun untuk
memberikan gambaran investasi infrastruktur bidang cipta karya di Kabupaten
Aceh Tengah secara rinci dengan kandungan informasi yang lengkap.
Dengan disusunnya Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur
jangka Menengah (RPI2-JM) Kabupaten Aceh Tengah dharapkan dapat
memberikan gambaran keterpaduan pengembangan infrastruktur dan program
investasi infrastruktur sesuai dengan kebutuhan dilapangan secara faktual dan
aktual .
1.2. Pengertian Dan Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
1.2.1. Pengertian RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka
Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen
Tahun 2016 - 2020 I-2 Karya yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dengan jangka waktu 5
(lima) tahun, dan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi,
Pemerintah Kabupaten/Kota, masyarakat, dan dunia usaha dengan mengacu pada
rencana tata ruang dan kebijakan skala nasional, provinsi, dan kabupaten kota,
untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan permukiman yang layak
huni dan berkelanjutan.
RPI2-JM Bidang Cipta Karya disusun dengan mengintegrasikan berbagai
dokumen perencanaan spasial maupun sektoral, mulai dari tingkat pusat, provinsi,
hingga kabupaten/kota. RPI2-JM Bidang Cipta Karya disusun sebagai dokumen
teknis operasional pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya sesuai dengan
dokumen rencana yang ada, dengan perkuatan pada rencana investasi sesuai
dengan kebutuhan dan kapasitas Daerah.
1.2.2. Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Pada Gambar 1-1 dapat dilihat bahwa RPI2-JM Bidang Cipta Karya, selain
mengacu pada rencana spasial dan arah pembangunan nasional/daerah, juga
mengintegrasikan rencana sektoral Bidang Cipta Karya, antara lain Rencana Induk
Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK), serta
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), dalam rangka mewujudkan
keterpaduan pembangunan permukiman yang berkelanjutan
Tahun 2016 - 2020 I-3 Gambar 1-1
Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya pada Sistem Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya
Sumber: Direktorat Bina Program, 2014
1.3. Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya Dengan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah
(RPI2-JM) adalah rencana dan program pembangunan infrastruktur tahunan dalam
periode tiga hingga lima tahun, yang mensinkronkan kegiatan pembangunan
infrastruktur, baik yang dilaksanakan dan dibiayai pemerintah, pemerintah daerah,
maupun oleh masyarakat/dunia usaha. Khusus untuk Bidang Cipta Karya, rencana
Tahun 2016 - 2020 I-4 dioperasionalkan melalui RPI2-JM Bidang Cipta Karya, untuk selanjutnya
dilaksanakan pembangunannya oleh seluruh pelaku pembangunan Bidang Cipta
Karya. Gambar 1-2 memaparkan Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya dengan
RPI2-JM Bidang Pekerjaan Umum dan dokumen perencanaan pembangunan di
daerah.
Gambar 1-2
Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya dengan RPI2-JM Bidang Pekerjaan Umum dan Dokumen Perencanaan Pembangunan di Daerah
Sumber: Direktorat Bina Program, 2014
Pada Gambar 1-2 dapat dilihat bahwa arahan kebijakan, rencana, dan
indikasi program terkait khusus untuk Bidang Cipta Karya yang tercantum pada
Perda RTRWK, Perda Perbup/Perwali RPJMD, RPI2-JM Bidang Cipta Karya, dan
Tahun 2016 - 2020 I-5 permukiman.
Integrasi rencana pembangunan permukiman berisikan arahan kebijakan
pengembangan permukiman di kabupaten/kota tersebut, untuk selanjutnya
diterjemahkan pada rencana induk masing-masing sektor, seperti Rencana Induk
Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK), dan Rencana
Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
Khusus untuk Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (KSK), yaitu wilayah yang
penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten/kota terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan
sosial masyarakat, budaya, dan/atau lingkungan, rencana pembangunan infrastruktur permukiman dapat dikembangkan lebih rinci melalui Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (RTBL KSK).
RTBL KSK berisikan rencana aksi program strategis dalam penanganan kegiatan permukiman dan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya pada kawasan
prioritas di perkotaan, dalam hal ini di KSK berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota.
Seluruh dokumen perencanaan yang ada selanjutnya dioperasionalkan
melalui RPI2-JM Bidang Cipta Karya, memuat rencana investasi yang melibatkan
Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dunia usaha,
masyarakat, dan bantuan pembiayaan pembangunan lainnya. Seluruh rencana
investasi, yang disusun dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial,
kelembagaan, serta kapasitas keuangan daerah, kemudian disusun dalam matriks
program lima tahunan dan untuk selanjutnya dibagi dalam rencana tahunan
(review) setiap tahunnya dalam rangka penyesuaian dengan arahan pembangunan
yang ada sesuai dengan kebutuhan daerah.
1.4. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya RPI2-JM Bidang Cipta Karya adalah untuk mewujudkan
kemandirian kabupaten Aceh Tengah dalam penyelenggaraan infrastruktur
permukiman yang berkelanjutan, baik di perkotaan maupun perdesaan.
Adapun tujuan dari disusunnya RPI2-JM Bidang Cipta Karya adalah sebagai
Tahun 2016 - 2020 I-6 pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya. RPI2-JM memuat rencana program
dan investasi dalam jangka waktu lima tahun yang mencakup multi sektor, multi
sumber pendanaan, dan multi stakeholders.
1.5. Prinsip Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Prinsip dasar RPI2-JM Bidang Cipta Karya secara sederhana adalah:
a. Multi Tahun, yang diwujudkan dalam kerangka waktu 5 (lima) tahun untuk
rencana investasi yang disusun.
b. Multi Sektor, yaitu mencakup sektor/bidang pengembangan sistem
penyediaan air minum, pengembangan sistem pelayanan persampahan,
pengembangan sistem pelayanan air limbah, pengembangan sistem
pematusan kota/drainase, peningkatan kualitas kawasan kumuh dan
peremajaan permukiman, penanganan kawasan kumuh, pengembangan
kawasan dan ruang terbuka hijau, serta penanggulangan kebakaran dan
penataan bangunan gedung.
c. Multi Sumber Pendanaan, yaitu memadukan sumber pendanaan pemerintah,
sumber pendanaan swasta, dan masyarakat. Sumber pendanaan
pemerintah dapat terdiri dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota,
sedangkan dana swasta dapat berupa Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS)
dan Coorporate Social Responsibility (CSR). Masyarakat dapat berkontribusi
dalam pemberdayaan masyarakat, antara lain dalam bentuk barang dan
jasa.
d. Multi Stakeholder, yaitu melibatkan masyarakat, pemerintah, dan swasta
sebagai pelaku pembangunan dalam proses penyusunan RPI2-JM Bidang
Cipta Karya maupun pada saat pelaksanaan program.
e. Partisipatif, yaitu memperhatikan kebutuhan dan kemampuan daerah
(kabupaten/kota dan provinsi) sesuai karakteristik setempat (bottom-up).
Tahun 2016 - 2020 I-7 dapat terwujud, sehingga pembangunan yang efektif dan efisien dapat tercapai.
RPI2-JM Bidang Cipta Karya bersifat dinamis dan dapat dikaji (review) setiap
tahunnya dalam rangka penyesuaian dengan arahan pembangunan yang ada
sesuai dengan kebutuhan daerah
1.6. Muatan Dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya.
Secara Substansi muatan dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya Terdiri dari
8 (delapan) Bab yaitu :
Bab 1 Pendahuluan
Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai latar belakang, maksud dan
tujuan RPI2-JM Bidang Cipta Karya, prinsip penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta
Karya, serta mekanisme penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.
Bab 2 Arahan Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya
Pada bagian ini berisikan arahan konsep perencanaan Bidang Cipta Karya,
antara lain amanat pembangunan nasional (RPJPN, RPJMN, MP3EI, MP3KI, KEK, dan Direktif Presiden), amanat peraturan perundangan terkait Pembangunan
Bidang Cipta Karya, serta amanat internasional.
Bab 3 Arahan Strategis Nasional Bidang Cipta Karya untuk Kabupaten/ Kota
Bagian ini berisikan arahan RTRW Nasional (PP No. 26 Tahun 2008), RTRW
Pulau, RTRW Provinsi, serta RTRW Kawasan Strategis Nasional (KSN). Indikasi
program Bidang Cipta Karya pada RTRW Nasional, RTRW Pulau, RTRW Provinsi,
maupun RTRW KSN yang terkait dengan kabupaten/ kota setempat dipaparkan
pada bagian ini.
Tidak hanya memaparkan arahan kebijakan spasial, bagian ini juga
memaparkan kedudukan kota pada rencana pengembangan kawasan khusus,
antara lain dalam rangka pengembangan MP3EI dan KEK (jika kabupaten/kota
tersebut termasuk dalam KPI MP3EI dan/atau kawasan pengembangan KEK).
Tahun 2016 - 2020 I-8 Pada bab ini berisikan penjelasan profil umum Kabupaten Aceh Tengah
seperti batas administrasi wilayah, demografi, geografi, topografi, geohidrologi,
geologi, klimatologi, serta kondisi sosial dan ekonomi wilayah.
Bab 5 Keterpaduan Strategi Pengembangan Kabupaten Aceh Tengah
Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai kebijakan dan strategi dokumen
rencana seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Permukiman (RP2KP), Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL),
Rencana Induk Sistem PAM (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK), dan Rencana
Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten Aceh Tengah
(RTBL KSK), serta penjelasan mengenai Keterpaduan Strategi dan Rencana
Pembangunan pada skala Kabupaten Aceh Tengah maupun kawasan.
Bab 6 Aspek Teknis Per Sektor
Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai rencana program investasi
infrastruktur Bidang Cipta Karya seperti rencana pengembangan permukiman,
rencana penataan bangunan dan lingkungan (PBL), rencana pengembangan sistem
penyediaan air minum, dan rencana penyehatan lingkungan permukiman (PLP).
Pada setiap sektor dijelaskan isu strategis, kondisi eksisting, permasalahan, dan
tantangan daerah, analisis kebutuhan, serta usulan program dan pembiayaan
masing-masing sektor.
Bab 7 Keterpaduan Program Berdasarkan Entitas
Bagian ini merupakan pengelompokan dari usulan aspek teknis per sektor
pada Bab 6 menjadi usulan berdasarkan entitas regional, Kabupaten Aceh Tengah
kawasan, dan lingkungan. Khusus untuk entitas kawasan, pemilihan kawasan
harus pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) sesuai dengan amanat
RTRW Kabupaten Aceh Tengah.
Tahun 2016 - 2020 I-9 Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai gambaran umum dan kondisi
eksisting lingkungan, analisis perlindungan lingkungan dan sosial seperti Kajian
Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), AMDAL, UKL-UPL, dan SPPLH, serta
perlindungan sosial pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pasca
pelaksanaan pembangunan bidang Cipta Karya.
Bab 9 Aspek Pembiayaan
Bab ini berisikan penjelasan mengenai Profil APBD Kabupaten Aceh Tengah,
profil investasi dan proyeksi investasi dalam pembangunan Bidang Cipta Karya,
serta strategi peningkatan investasi bidang Cipta Karya.
Bab 10 Aspek Kelembagaan Kabupaten/Kota
Bab ini berisikan penjelasan mengenai aspek kelembagaan Cipta Karya di
daerah yang fokus kepada aspek keorganisasian, aspek ketatalaksanaan, dan
aspek sumber daya manusia. Dari ketiga aspek tersebut dijelaskan kondisi
eksisting, analisis permasalahan dan rencana pengembangannya.
Bab 11 Matriks Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya
Pada bab ini berisikan matriks program investasi RPI2-JM Kabupaten Aceh
Tengah dan matriks keterpaduan program investasi RPI2-JM Kabupaten Aceh
Tengah.
1.7. Mekanisme Penyusunan Dan Penilaian RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Mekanisme penyusunan dan penilaian RPI2-JM Bidang Cipta Karya
dipaparkan dalam 3 (tiga) bagian, yaitu hubungan kerja penyusunan RPI2-JM
Bidang Cipta Karya, langkah penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya, serta
Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.
1.7.1. Hubungan Kerja Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Penyusunan RPI2-JM bidang Cipta Karya kabupaten Aceh Tengah pada
dasarnya melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah
Tahun 2016 - 2020 I-10 sebagai pembina. Sedangkan, pemerintah provinsi berperan sebagai fasilitator,
dan pemerintah kabupaten merupakan penyusun dari dokumen RPI2-JM Bidang
Cipta Karya.
Di dalam mekanisme penyusunan RPI2-JM Cipta Karya terdapat unit
pelaksanaan di Pusat dan Daerah. Pada tingkat pusat dibentuk Satgas
RPI2-JM/Randal, melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya, yang terdiri
dari pejabat yang mewakili Direktorat Bina Program, Direktorat Pengembangan
Permukiman, Direktorat Tata Bangunan dan Lingkungan, Direktortat
Pengembangan Air Minum, Direktorat Pengembangan PLP, dan Sekretariat Ditjen
Cipta Karya. Untuk kemudahan komunikasi dan koordinasi, pada struktur Satgas
terdapat juga Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
dan Papua-Maluku.
Pada tingkat provinsi, dibentuk satgas RPI2-JM yang berfungsi memfasilitasi
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyusunan
RPI2-JM. Satgas Provinsi dapat dibentuk melalui SK Gubernur/Sekda. Adapun
anggotanya terdiri dari unsur Bappeda, Dinas PU/CK/Permukiman, BPLHD,
Dispenda, SKPD terkait pembangunan Cipta Karya, dan Satker-Satker Cipta Karya
Provinsi.
Sementara di tingkat kabupaten/kota, dibentuk satgas RPI2-JM
Kabupaten/Kota yang bertugas menyusun RPI2-JM. Satgas dibentuk dengan SK
Bupati/Walikota dengan anggota terdiri dari unsur Bappeda, Dinas
PU/CK/Permukiman, BPLHD, Dispenda, SKPD terkait pembangunan Cipta Karya,
dan PDAM. Gambar 1.3 Memaparkan Keterkaitan Organisasi Penyusunan RPI2-JM
Kabupaten/Kota. Dengan melibatkan seluruh stakeholder pada penyusunan
RPI2-JM Bidang Cipta Karya, diharapkan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta
Karya dapat berjalan dengan efisien dan efektif dalam rangka mewujudkan
Tahun 2016 - 2020 I-11 Gambar 1-3
Tahun 2016 - 2020 I-13
1.7.2 Langkah Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Dalam penyusunannya, RPI2-JM Bidang Cipta Karya harus mengacu pada
dokumen perencanaan yang ada, baik dokumen pembangunan nasional,
perencanaan sektoral, maupun perencanaan spasial. Gambar 1-4 memaparkan
langkah-langkah penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.
Gambar 1-4
Langkah Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Tahun 2016 - 2020 I-14 Dari Gambar 1-4 dapat dilihat bahwa seluruh anggota Satgas, baik di
tingkat Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota memiliki peran penting dalam
penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya. Prinsip bottom up planning cukup kental
pada penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya ini, agar rencana yang dihasilkan
sesuai dengan kebutuhan infrastruktur Bidang Cipta Karya di daerah, dengan tetap
mengacu pada kebijakan nasional
1.7.3.Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
Kelayakan suatu dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya perlu dinilai untuk
meningkatkan kualitas substansi dokumen tersebut. Penilaian kelayakan tersebut
menggunakan metode skoring, dimana masing – masing kriteria kelayakan telah
ditetapkan bobot/nilainya. Indikator Penilaian Dokumen RPI2-JM dinilai dari
beberapa kriteria yaitu:
a. Kelengkapan Dokumen
Penilaian kelengkapan dokumen dilihat dari legalisasi dokumen RPI2 JM oleh Bupati/Walikota, dan outline dokumen yang sesuai dengan buku
pedoman penyusunan RPI2-JM.
Keterpaduan Strategi Pengembangan Kota dan Kawasan
Penilaian terhadap kelayakan rencana dilihat dari keterpaduan strategi
yang tertuang pada dokumen perencanaan pembangunan nasional
(RPJPN, RPJMN, peraturan perundangan Bidang Cipta Karya),
perencanaan spasial (RTRWN, RTR Pulau, RTRWP, RTRW KSN, dan RTRW
Kabupaten/Kota), dan perencanaan pengembangan kawasan khusus
(MP3EI dan KEK).
b. Kelayakan Program
Penilaian terhadap kelayakan program dalam rencana program investasi
sektor pengembangan permukiman, rencana program investasi sektor
PBL, rencana program investasi sektor PLP, rencana program investasi
sektor SPAM.
Tahun 2016 - 2020 I-15 Penilaian terkait aspek perlindungan sosial dan lingkungan dalam
pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya.
d. Kelayakan Pendanaan
Penilaian kelayakan dan kesesuaian anggaran untuk program /kegiatan
RPI2-JM serta pemanfaatan multi sumber pendanaan.
e. Kelayakan Kelembagaan
Penilaian kelayakan kelembagaan dilihat dari kesiapan kelembagaan untuk menyusun dan mengelola implementasi RPI2- JM di daerah.
f. Matriks Program
Penilaian kelayakan kegiatan dilihat dari penetapan prioritas program dan
matriks program berdasarkan entitas yang tertuang dalam RPI2-JM Bidang
Cipta Karya
Tabel 1.1 memaparkan cara penilaian kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
secara kuantitatif.
Tabel 1.1
Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
KRITERIA No INDIKATOR PENILAIAN
NILAI
KELENGKAPAN DOKUMEN (9,5)
1 Persetujuan Bupati/Walikota 2,0
A LEGALISASI
2 Persetujuan dari Kadis PU Provinsi 2,0
1 Pendahuluan 0,5
Araha
n Perencanaan Pembangunan
2 Bidang Cipta Karya 0,5
3 Arahan Strategis Nasional Bidang Cipta 0,5 Karya
Tahun 2016 - 2020 I-16 ARAHAN KEBIJAKAN (4)
ARAHAN Amanat Pembangunan Nasional Terkait
PERENCANAAN
1 Bidang Cipta Karya 0,5
PEMBANGUNAN Amanat Peraturan Perundangan
Pembangunan
C
BIDANG CIPTA
2 Terkait Bidang Cipta Karya 0,5
KARYA
3 Amanat Internasional Bidang Cipta Karya 0,5
ARAHAN
1 Arahan RTRW Nasional 0,5
STRATEGIS 2 Arahan RTRW Pulau 0,5
NASIONAL
BIDANG 3 Arahan RTRW Provinsi 0,5
CIPTA KARYA 4 Arahan RTR Kawasan Strategis Nasional 0,5
D UNTUK 5 Arahan MP3EI/KEK 0,5
PROFIL KABUPATEN/KOTA (2)
5 Keterpaduan Strategi Pengembangan 0,5
Kab./Kota
Matriks Rencana Program dan Investasi
Tahun 2016 - 2020 I-17
1 Geografi dan Administratif Wilayah 0,3
PROFIL
3 Perda Bangunan Gedung (BG) 2,0
STRATEGI
5 Rencana Tata Bangunan dan 1,0
PENGEMBANGAN
6 Rencana Induk Sistem Penyediaan Air 1,0
PERKOTAAN
7 Strategi Sanitasi Kota (SSK) 1,0
Rencana Pembangunan dan Pengembangan
8 Kawasan Permukiman (RP2KP) Kabupaten/Kota 1,0
F
Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan di Kawasan Strategis
9 1,0
10 Integrasi Strategi Pembangunan 2,5
Kab/Kota dan Sektor
KELAYAKAN PROGRAM (46)
Tahun 2016 - 2020 I-18
INVESTASI SEKTOR Permasalahan, dan Tantangan
PENGEMBANGAN
2 Analisis Kebutuhan Pengembangan 2,0
2 Analisis Kebutuhan Sektor PBL 2,0
Tahun 2016 - 2020 I-19
3 Kesiapan (Readiness Criteria) Sektor Air 2,0
2 Analisis Perlindungan Sosial 3,0
Tahun 2016 - 2020 I-20
INVESTASI Telah memuat informasi keterpaduan
INFRASTRUKTUR pembangunan berdasarkan entitas O JANGKA
2 wilayah dan sumber pembiayaannya 3,0
Tahun 2016 - 2020 I-21
(RPI2-JM)
Sumber : Dit. Bina Program, DJCK 2014