• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - DOCRPIJM 91e19b0418 BAB IBAB I RPI2JM ACEH TENGAH. PDF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - DOCRPIJM 91e19b0418 BAB IBAB I RPI2JM ACEH TENGAH. PDF"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Tahun 2016 - 2020 I-1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyusunan RPI2-JM berfungsi untuk menstrukturisasi program- program

pembangunan infrastruktur ataupun program-program investasi pembangunan

infrastruktur, agar tahapan investasi dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur

menjadi lebih terarah dan berkesinambungan.

Penyusunan RPI2-JM ini merupakan rangkaian tahapan pekerjaan yang saling

terkait dan melibatkan para pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di

daerah. Dalam proses penyusunan dokumen RPI2-JM ini , dihasilkan rangkaian

keterpaduan antar dokumen dan sinkronitas antar program/kegiatan. Dokumen

acuan sebagai input untuk penyusunan RPI2-JM Kabupaten Aceh Tengah adalah

RTRWN, RTRW Provinsi Aceh, RTRW kabupaten Aceh Tengah, RPJMN, RPJM Aceh,

RPJMD kabupaten Aceh Tengah, Renstra Dinas Cipta Karya Aceh, Renstra Dinas

Cipta Karya dan Pengairan Kabupaten Aceh Tengah. RPI2-JM ini disusun untuk

memberikan gambaran investasi infrastruktur bidang cipta karya di Kabupaten

Aceh Tengah secara rinci dengan kandungan informasi yang lengkap.

Dengan disusunnya Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur

jangka Menengah (RPI2-JM) Kabupaten Aceh Tengah dharapkan dapat

memberikan gambaran keterpaduan pengembangan infrastruktur dan program

investasi infrastruktur sesuai dengan kebutuhan dilapangan secara faktual dan

aktual .

1.2. Pengertian Dan Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

1.2.1. Pengertian RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka

Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen

(2)

Tahun 2016 - 2020 I-2 Karya yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dengan jangka waktu 5

(lima) tahun, dan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi,

Pemerintah Kabupaten/Kota, masyarakat, dan dunia usaha dengan mengacu pada

rencana tata ruang dan kebijakan skala nasional, provinsi, dan kabupaten kota,

untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan permukiman yang layak

huni dan berkelanjutan.

RPI2-JM Bidang Cipta Karya disusun dengan mengintegrasikan berbagai

dokumen perencanaan spasial maupun sektoral, mulai dari tingkat pusat, provinsi,

hingga kabupaten/kota. RPI2-JM Bidang Cipta Karya disusun sebagai dokumen

teknis operasional pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya sesuai dengan

dokumen rencana yang ada, dengan perkuatan pada rencana investasi sesuai

dengan kebutuhan dan kapasitas Daerah.

1.2.2. Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Pada Gambar 1-1 dapat dilihat bahwa RPI2-JM Bidang Cipta Karya, selain

mengacu pada rencana spasial dan arah pembangunan nasional/daerah, juga

mengintegrasikan rencana sektoral Bidang Cipta Karya, antara lain Rencana Induk

Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK), serta

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), dalam rangka mewujudkan

keterpaduan pembangunan permukiman yang berkelanjutan

(3)

Tahun 2016 - 2020 I-3 Gambar 1-1

Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya pada Sistem Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

Sumber: Direktorat Bina Program, 2014

1.3. Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya Dengan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah

(RPI2-JM) adalah rencana dan program pembangunan infrastruktur tahunan dalam

periode tiga hingga lima tahun, yang mensinkronkan kegiatan pembangunan

infrastruktur, baik yang dilaksanakan dan dibiayai pemerintah, pemerintah daerah,

maupun oleh masyarakat/dunia usaha. Khusus untuk Bidang Cipta Karya, rencana

(4)

Tahun 2016 - 2020 I-4 dioperasionalkan melalui RPI2-JM Bidang Cipta Karya, untuk selanjutnya

dilaksanakan pembangunannya oleh seluruh pelaku pembangunan Bidang Cipta

Karya. Gambar 1-2 memaparkan Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya dengan

RPI2-JM Bidang Pekerjaan Umum dan dokumen perencanaan pembangunan di

daerah.

Gambar 1-2

Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya dengan RPI2-JM Bidang Pekerjaan Umum dan Dokumen Perencanaan Pembangunan di Daerah

Sumber: Direktorat Bina Program, 2014

Pada Gambar 1-2 dapat dilihat bahwa arahan kebijakan, rencana, dan

indikasi program terkait khusus untuk Bidang Cipta Karya yang tercantum pada

Perda RTRWK, Perda Perbup/Perwali RPJMD, RPI2-JM Bidang Cipta Karya, dan

(5)

Tahun 2016 - 2020 I-5 permukiman.

Integrasi rencana pembangunan permukiman berisikan arahan kebijakan

pengembangan permukiman di kabupaten/kota tersebut, untuk selanjutnya

diterjemahkan pada rencana induk masing-masing sektor, seperti Rencana Induk

Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK), dan Rencana

Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Khusus untuk Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (KSK), yaitu wilayah yang

penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten/kota terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan

sosial masyarakat, budaya, dan/atau lingkungan, rencana pembangunan infrastruktur permukiman dapat dikembangkan lebih rinci melalui Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (RTBL KSK).

RTBL KSK berisikan rencana aksi program strategis dalam penanganan kegiatan permukiman dan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya pada kawasan

prioritas di perkotaan, dalam hal ini di KSK berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota.

Seluruh dokumen perencanaan yang ada selanjutnya dioperasionalkan

melalui RPI2-JM Bidang Cipta Karya, memuat rencana investasi yang melibatkan

Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dunia usaha,

masyarakat, dan bantuan pembiayaan pembangunan lainnya. Seluruh rencana

investasi, yang disusun dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial,

kelembagaan, serta kapasitas keuangan daerah, kemudian disusun dalam matriks

program lima tahunan dan untuk selanjutnya dibagi dalam rencana tahunan

(review) setiap tahunnya dalam rangka penyesuaian dengan arahan pembangunan

yang ada sesuai dengan kebutuhan daerah.

1.4. Maksud dan Tujuan

Maksud disusunnya RPI2-JM Bidang Cipta Karya adalah untuk mewujudkan

kemandirian kabupaten Aceh Tengah dalam penyelenggaraan infrastruktur

permukiman yang berkelanjutan, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Adapun tujuan dari disusunnya RPI2-JM Bidang Cipta Karya adalah sebagai

(6)

Tahun 2016 - 2020 I-6 pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya. RPI2-JM memuat rencana program

dan investasi dalam jangka waktu lima tahun yang mencakup multi sektor, multi

sumber pendanaan, dan multi stakeholders.

1.5. Prinsip Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Prinsip dasar RPI2-JM Bidang Cipta Karya secara sederhana adalah:

a. Multi Tahun, yang diwujudkan dalam kerangka waktu 5 (lima) tahun untuk

rencana investasi yang disusun.

b. Multi Sektor, yaitu mencakup sektor/bidang pengembangan sistem

penyediaan air minum, pengembangan sistem pelayanan persampahan,

pengembangan sistem pelayanan air limbah, pengembangan sistem

pematusan kota/drainase, peningkatan kualitas kawasan kumuh dan

peremajaan permukiman, penanganan kawasan kumuh, pengembangan

kawasan dan ruang terbuka hijau, serta penanggulangan kebakaran dan

penataan bangunan gedung.

c. Multi Sumber Pendanaan, yaitu memadukan sumber pendanaan pemerintah,

sumber pendanaan swasta, dan masyarakat. Sumber pendanaan

pemerintah dapat terdiri dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota,

sedangkan dana swasta dapat berupa Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS)

dan Coorporate Social Responsibility (CSR). Masyarakat dapat berkontribusi

dalam pemberdayaan masyarakat, antara lain dalam bentuk barang dan

jasa.

d. Multi Stakeholder, yaitu melibatkan masyarakat, pemerintah, dan swasta

sebagai pelaku pembangunan dalam proses penyusunan RPI2-JM Bidang

Cipta Karya maupun pada saat pelaksanaan program.

e. Partisipatif, yaitu memperhatikan kebutuhan dan kemampuan daerah

(kabupaten/kota dan provinsi) sesuai karakteristik setempat (bottom-up).

(7)

Tahun 2016 - 2020 I-7 dapat terwujud, sehingga pembangunan yang efektif dan efisien dapat tercapai.

RPI2-JM Bidang Cipta Karya bersifat dinamis dan dapat dikaji (review) setiap

tahunnya dalam rangka penyesuaian dengan arahan pembangunan yang ada

sesuai dengan kebutuhan daerah

1.6. Muatan Dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya.

Secara Substansi muatan dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya Terdiri dari

8 (delapan) Bab yaitu :

Bab 1 Pendahuluan

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai latar belakang, maksud dan

tujuan RPI2-JM Bidang Cipta Karya, prinsip penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta

Karya, serta mekanisme penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.

Bab 2 Arahan Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya

Pada bagian ini berisikan arahan konsep perencanaan Bidang Cipta Karya,

antara lain amanat pembangunan nasional (RPJPN, RPJMN, MP3EI, MP3KI, KEK, dan Direktif Presiden), amanat peraturan perundangan terkait Pembangunan

Bidang Cipta Karya, serta amanat internasional.

Bab 3 Arahan Strategis Nasional Bidang Cipta Karya untuk Kabupaten/ Kota

Bagian ini berisikan arahan RTRW Nasional (PP No. 26 Tahun 2008), RTRW

Pulau, RTRW Provinsi, serta RTRW Kawasan Strategis Nasional (KSN). Indikasi

program Bidang Cipta Karya pada RTRW Nasional, RTRW Pulau, RTRW Provinsi,

maupun RTRW KSN yang terkait dengan kabupaten/ kota setempat dipaparkan

pada bagian ini.

Tidak hanya memaparkan arahan kebijakan spasial, bagian ini juga

memaparkan kedudukan kota pada rencana pengembangan kawasan khusus,

antara lain dalam rangka pengembangan MP3EI dan KEK (jika kabupaten/kota

tersebut termasuk dalam KPI MP3EI dan/atau kawasan pengembangan KEK).

(8)

Tahun 2016 - 2020 I-8 Pada bab ini berisikan penjelasan profil umum Kabupaten Aceh Tengah

seperti batas administrasi wilayah, demografi, geografi, topografi, geohidrologi,

geologi, klimatologi, serta kondisi sosial dan ekonomi wilayah.

Bab 5 Keterpaduan Strategi Pengembangan Kabupaten Aceh Tengah

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai kebijakan dan strategi dokumen

rencana seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Pembangunan dan Pengembangan

Kawasan Permukiman (RP2KP), Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL),

Rencana Induk Sistem PAM (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK), dan Rencana

Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten Aceh Tengah

(RTBL KSK), serta penjelasan mengenai Keterpaduan Strategi dan Rencana

Pembangunan pada skala Kabupaten Aceh Tengah maupun kawasan.

Bab 6 Aspek Teknis Per Sektor

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai rencana program investasi

infrastruktur Bidang Cipta Karya seperti rencana pengembangan permukiman,

rencana penataan bangunan dan lingkungan (PBL), rencana pengembangan sistem

penyediaan air minum, dan rencana penyehatan lingkungan permukiman (PLP).

Pada setiap sektor dijelaskan isu strategis, kondisi eksisting, permasalahan, dan

tantangan daerah, analisis kebutuhan, serta usulan program dan pembiayaan

masing-masing sektor.

Bab 7 Keterpaduan Program Berdasarkan Entitas

Bagian ini merupakan pengelompokan dari usulan aspek teknis per sektor

pada Bab 6 menjadi usulan berdasarkan entitas regional, Kabupaten Aceh Tengah

kawasan, dan lingkungan. Khusus untuk entitas kawasan, pemilihan kawasan

harus pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) sesuai dengan amanat

RTRW Kabupaten Aceh Tengah.

(9)

Tahun 2016 - 2020 I-9 Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai gambaran umum dan kondisi

eksisting lingkungan, analisis perlindungan lingkungan dan sosial seperti Kajian

Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), AMDAL, UKL-UPL, dan SPPLH, serta

perlindungan sosial pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pasca

pelaksanaan pembangunan bidang Cipta Karya.

Bab 9 Aspek Pembiayaan

Bab ini berisikan penjelasan mengenai Profil APBD Kabupaten Aceh Tengah,

profil investasi dan proyeksi investasi dalam pembangunan Bidang Cipta Karya,

serta strategi peningkatan investasi bidang Cipta Karya.

Bab 10 Aspek Kelembagaan Kabupaten/Kota

Bab ini berisikan penjelasan mengenai aspek kelembagaan Cipta Karya di

daerah yang fokus kepada aspek keorganisasian, aspek ketatalaksanaan, dan

aspek sumber daya manusia. Dari ketiga aspek tersebut dijelaskan kondisi

eksisting, analisis permasalahan dan rencana pengembangannya.

Bab 11 Matriks Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya

Pada bab ini berisikan matriks program investasi RPI2-JM Kabupaten Aceh

Tengah dan matriks keterpaduan program investasi RPI2-JM Kabupaten Aceh

Tengah.

1.7. Mekanisme Penyusunan Dan Penilaian RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Mekanisme penyusunan dan penilaian RPI2-JM Bidang Cipta Karya

dipaparkan dalam 3 (tiga) bagian, yaitu hubungan kerja penyusunan RPI2-JM

Bidang Cipta Karya, langkah penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya, serta

Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.

1.7.1. Hubungan Kerja Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Penyusunan RPI2-JM bidang Cipta Karya kabupaten Aceh Tengah pada

dasarnya melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah

(10)

Tahun 2016 - 2020 I-10 sebagai pembina. Sedangkan, pemerintah provinsi berperan sebagai fasilitator,

dan pemerintah kabupaten merupakan penyusun dari dokumen RPI2-JM Bidang

Cipta Karya.

Di dalam mekanisme penyusunan RPI2-JM Cipta Karya terdapat unit

pelaksanaan di Pusat dan Daerah. Pada tingkat pusat dibentuk Satgas

RPI2-JM/Randal, melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya, yang terdiri

dari pejabat yang mewakili Direktorat Bina Program, Direktorat Pengembangan

Permukiman, Direktorat Tata Bangunan dan Lingkungan, Direktortat

Pengembangan Air Minum, Direktorat Pengembangan PLP, dan Sekretariat Ditjen

Cipta Karya. Untuk kemudahan komunikasi dan koordinasi, pada struktur Satgas

terdapat juga Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,

dan Papua-Maluku.

Pada tingkat provinsi, dibentuk satgas RPI2-JM yang berfungsi memfasilitasi

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyusunan

RPI2-JM. Satgas Provinsi dapat dibentuk melalui SK Gubernur/Sekda. Adapun

anggotanya terdiri dari unsur Bappeda, Dinas PU/CK/Permukiman, BPLHD,

Dispenda, SKPD terkait pembangunan Cipta Karya, dan Satker-Satker Cipta Karya

Provinsi.

Sementara di tingkat kabupaten/kota, dibentuk satgas RPI2-JM

Kabupaten/Kota yang bertugas menyusun RPI2-JM. Satgas dibentuk dengan SK

Bupati/Walikota dengan anggota terdiri dari unsur Bappeda, Dinas

PU/CK/Permukiman, BPLHD, Dispenda, SKPD terkait pembangunan Cipta Karya,

dan PDAM. Gambar 1.3 Memaparkan Keterkaitan Organisasi Penyusunan RPI2-JM

Kabupaten/Kota. Dengan melibatkan seluruh stakeholder pada penyusunan

RPI2-JM Bidang Cipta Karya, diharapkan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta

Karya dapat berjalan dengan efisien dan efektif dalam rangka mewujudkan

(11)

Tahun 2016 - 2020 I-11 Gambar 1-3

(12)
(13)

Tahun 2016 - 2020 I-13

1.7.2 Langkah Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Dalam penyusunannya, RPI2-JM Bidang Cipta Karya harus mengacu pada

dokumen perencanaan yang ada, baik dokumen pembangunan nasional,

perencanaan sektoral, maupun perencanaan spasial. Gambar 1-4 memaparkan

langkah-langkah penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.

Gambar 1-4

Langkah Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

(14)

Tahun 2016 - 2020 I-14 Dari Gambar 1-4 dapat dilihat bahwa seluruh anggota Satgas, baik di

tingkat Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota memiliki peran penting dalam

penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya. Prinsip bottom up planning cukup kental

pada penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya ini, agar rencana yang dihasilkan

sesuai dengan kebutuhan infrastruktur Bidang Cipta Karya di daerah, dengan tetap

mengacu pada kebijakan nasional

1.7.3.Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Kelayakan suatu dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya perlu dinilai untuk

meningkatkan kualitas substansi dokumen tersebut. Penilaian kelayakan tersebut

menggunakan metode skoring, dimana masing – masing kriteria kelayakan telah

ditetapkan bobot/nilainya. Indikator Penilaian Dokumen RPI2-JM dinilai dari

beberapa kriteria yaitu:

a. Kelengkapan Dokumen

Penilaian kelengkapan dokumen dilihat dari legalisasi dokumen RPI2 JM oleh Bupati/Walikota, dan outline dokumen yang sesuai dengan buku

pedoman penyusunan RPI2-JM.

Keterpaduan Strategi Pengembangan Kota dan Kawasan

Penilaian terhadap kelayakan rencana dilihat dari keterpaduan strategi

yang tertuang pada dokumen perencanaan pembangunan nasional

(RPJPN, RPJMN, peraturan perundangan Bidang Cipta Karya),

perencanaan spasial (RTRWN, RTR Pulau, RTRWP, RTRW KSN, dan RTRW

Kabupaten/Kota), dan perencanaan pengembangan kawasan khusus

(MP3EI dan KEK).

b. Kelayakan Program

Penilaian terhadap kelayakan program dalam rencana program investasi

sektor pengembangan permukiman, rencana program investasi sektor

PBL, rencana program investasi sektor PLP, rencana program investasi

sektor SPAM.

(15)

Tahun 2016 - 2020 I-15 Penilaian terkait aspek perlindungan sosial dan lingkungan dalam

pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya.

d. Kelayakan Pendanaan

Penilaian kelayakan dan kesesuaian anggaran untuk program /kegiatan

RPI2-JM serta pemanfaatan multi sumber pendanaan.

e. Kelayakan Kelembagaan

Penilaian kelayakan kelembagaan dilihat dari kesiapan kelembagaan untuk menyusun dan mengelola implementasi RPI2- JM di daerah.

f. Matriks Program

Penilaian kelayakan kegiatan dilihat dari penetapan prioritas program dan

matriks program berdasarkan entitas yang tertuang dalam RPI2-JM Bidang

Cipta Karya

Tabel 1.1 memaparkan cara penilaian kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

secara kuantitatif.

Tabel 1.1

Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

KRITERIA No INDIKATOR PENILAIAN

NILAI

KELENGKAPAN DOKUMEN (9,5)

1 Persetujuan Bupati/Walikota 2,0

A LEGALISASI

2 Persetujuan dari Kadis PU Provinsi 2,0

1 Pendahuluan 0,5

Araha

n Perencanaan Pembangunan

2 Bidang Cipta Karya 0,5

3 Arahan Strategis Nasional Bidang Cipta 0,5 Karya

(16)

Tahun 2016 - 2020 I-16 ARAHAN KEBIJAKAN (4)

ARAHAN Amanat Pembangunan Nasional Terkait

PERENCANAAN

1 Bidang Cipta Karya 0,5

PEMBANGUNAN Amanat Peraturan Perundangan

Pembangunan

C

BIDANG CIPTA

2 Terkait Bidang Cipta Karya 0,5

KARYA

3 Amanat Internasional Bidang Cipta Karya 0,5

ARAHAN

1 Arahan RTRW Nasional 0,5

STRATEGIS 2 Arahan RTRW Pulau 0,5

NASIONAL

BIDANG 3 Arahan RTRW Provinsi 0,5

CIPTA KARYA 4 Arahan RTR Kawasan Strategis Nasional 0,5

D UNTUK 5 Arahan MP3EI/KEK 0,5

PROFIL KABUPATEN/KOTA (2)

5 Keterpaduan Strategi Pengembangan 0,5

Kab./Kota

Matriks Rencana Program dan Investasi

(17)

Tahun 2016 - 2020 I-17

1 Geografi dan Administratif Wilayah 0,3

PROFIL

3 Perda Bangunan Gedung (BG) 2,0

STRATEGI

5 Rencana Tata Bangunan dan 1,0

PENGEMBANGAN

6 Rencana Induk Sistem Penyediaan Air 1,0

PERKOTAAN

7 Strategi Sanitasi Kota (SSK) 1,0

Rencana Pembangunan dan Pengembangan

8 Kawasan Permukiman (RP2KP) Kabupaten/Kota 1,0

F

Rencana Tata Bangunan dan

Lingkungan di Kawasan Strategis

9 1,0

10 Integrasi Strategi Pembangunan 2,5

Kab/Kota dan Sektor

KELAYAKAN PROGRAM (46)

(18)

Tahun 2016 - 2020 I-18

INVESTASI SEKTOR Permasalahan, dan Tantangan

PENGEMBANGAN

2 Analisis Kebutuhan Pengembangan 2,0

2 Analisis Kebutuhan Sektor PBL 2,0

(19)

Tahun 2016 - 2020 I-19

3 Kesiapan (Readiness Criteria) Sektor Air 2,0

2 Analisis Perlindungan Sosial 3,0

(20)

Tahun 2016 - 2020 I-20

INVESTASI Telah memuat informasi keterpaduan

INFRASTRUKTUR pembangunan berdasarkan entitas O JANGKA

2 wilayah dan sumber pembiayaannya 3,0

(21)

Tahun 2016 - 2020 I-21

(RPI2-JM)

Sumber : Dit. Bina Program, DJCK 2014

Gambar

Gambar 1-1 Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya pada Sistem Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya
Gambar 1-2
Langkah Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta KaryaGambar 1-4
Tabel 1.1 Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan

Dalam  rangka  pengembangan  permukiman  yang  layak  huni  dan  berkelanjutan,  Direktorat  Jenderal  Cipta  Karya,  Kementerian  Pekerjaan  Umum,  mengembangkan 

kabupaten dalam mendorong keterpaduan penanganan infrastruktur bidang cipta karya..

yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan infrastruktur Bidang Cipta Karya di. daerah, dengan tetap mengacu pada

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2- JM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang PU untuk Kota Probolinggo. Rencana Pembangunan dan Pengembangan Kawasan

Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya Pada bab. ini berisikan matriks Rencana Program Investasi Jangka Menengah

yang terbangun pada kawasan yang tidak sesuai dengan fungsinya Penataan Bangunan dan Lingkungan RTBL KSK Kawasan Permukiman Prioritas Kota Maros. Menata kawasan pasar