• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Oleh: Theresia Silalahi NIM Dosen Pembimbing: Dr. Drs. Bambang Hariadi, M.Ec., Ak. ABSTRACT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Oleh: Theresia Silalahi NIM Dosen Pembimbing: Dr. Drs. Bambang Hariadi, M.Ec., Ak. ABSTRACT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

PENGARUH KUALITAS AUDIT, AUDIT TENURE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI

BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2019) Oleh: Theresia Silalahi

NIM. 165020301111089 Dosen Pembimbing:

Dr. Drs. Bambang Hariadi, M.Ec., Ak.

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Jl. Veteran Malang, Jawa Timur

ABSTRAK

Laporan keuangan merupakan komponen bagian terpenting dalam perusahaan, hal tersebut dikarenakan laporan keuangan laporan keuangan merupakan sarana komunikasi yang menjadi penghubung antara pihak yang berkepentingan dalam hal pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas audit, audit tenure, ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan. Integritas laporan keuangan diukur dengan menggunakan indeks konservatisme. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 16 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2019. Teknik analisis data ini menggunakan teknik analisis regresi logistik. Hasil dari penelitian terhadap perusahaan BUMN ini menunjukkan bahwa kualitas audit dan audit tenure berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan serta menunjukkan ukuran perusahaan tidak signifikan terhadap integritas laporan keuangan

Kata kunci: Kualitas Audit, Audit Tenure, ukuran perusahaan ABSTRACT

(2)

PENDAHULUAN

Setiap perusahaan berkewajiban dalam menyusun laporan keuangan sebagai bentuk gambaran dari kondisi kinerja perusahaan yang berisi informasi keuangan perusahaan selama satu periode akuntansi. Laporan keuangan merupakan bentuk dari pertanggungjawaban perusahaan kepada pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan sebagai media komunikasi antara pihak

manajemen dengan pihak yang berkepentingan sehingga informasi yang disajikan tersebut harus memiliki kualitas informasi yang sesuai dengan fakta. Informasi yang memiliki kualitas tersebut akan menjadi informasi yang sangat berguna bagi kepentingan banyak pihak. Menurut Herlin (2009) laporan keuangan yang berkulitas adalah laporan keuangan yang memiliki integritas didalamnya. Dengan demikian, laporan keuangan yang disajikan harus memiliki kualitas yang

berintegritas tinggi. Pengukuran integritas laporan keuangan ialah dengan menggunakan prinsip konservatisme. Prinsip konservatisme akuntansi dalam laporan keuangan bertujuan untuk

mengakui, mengukur, dan melaporkan nilai aktiva dan pendapatan lebih rendah, dan nilai yang tinggi untuk kewajiban dan beban (Jamaan, 2008). Prinsip konservatisme ini menjadi salah satu faktor untuk mengurangi manipulasi laporan keuangan dan meningkatkan integritas laporan keuangan. Berbagai macam fenomena yang banyak ditemukan saat ini mengenai manipulasi data khususnya pada laporan keuangan. Kasus manipulasi laporan keuangan yang cukup menjadi perhatian tinggi ialah kasus yang menimpa

Satyam Computer Ltd, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur khususnya komponen elektronik komputer yang ikut

membawa nama kantor akuntan publik ternama, Price Waterhouse Coopers (PwC) (wartaekonomi, 2017). Satyam yang menjadi perusahaan terbesar di India diketahui melakukan rekayasa terhadap laporan keuangan senilai US$ 1 milyar. Akibat dari kasus ini bursa saham india sangat terguncang karena skandal terhadap manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh satyam. Kasus ini bahkan dikenal sebagai “EnronnyaIndia”.

Kasus-kasus yang terjadi tidak perlu terjadi lagi apabila auditor lebih fokus dan jeli dalam menilai laporan keuangan emitennya. Fenomena

manipulasi laporan keuangan yang semakin besar dan banyak melibatkan akuntan publik membuat masyarakat mempertanyakan kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik. Kontribusi akuntan publik itu sendiri adalah menyajikan akuntabilitas hasil operasi yang wajar dan informasi keuangan tersebut disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan kriteria atau aturan yang telah ditetapkan (Hadiningsih, 2016). Ismael et Al (2015) menyatakan perusahaan yang

mempercayakan pengauditan keuangannya kepada KAP besar (Big 4 accouting firms) akan

(3)

Selain kualitas audit yang berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan ialah audit tenure. Hal ini mempengaruhi integritas laporan keuangan karena melihat dari sisi lamanya perikatan entitas dengan auditor yang melakukan audit atas laporan keuangan. Audit tenure berarti lamanya jangka waktu seorang auditor bekerja dalam suatu kontrak di perusahaan tertentu (Dwiwinda et al, 2017). Sinason, et al (2001) menemukan panjang masa perikatan audit secara positif dipengaruhi oleh jenis perusahaan audit. Dengan demikian perusahaan-perusahaan audit besar seperti KAP besar (Big 4 accounting firms) memiliki masa perikatan audit yang panjang dibanding dengan KAP kecil (Non-Big 4 accounting firms).

Perbedaan jangka waktu perikatan audit antara KAP besar (Big 4 accouting firms) dan KAP kecil (Non-Big 4 accounting firms) dapat

mempengaruhi indepensi auditor dalam jangka panjang. Ukuran perusahaan dinilai dari besar atau kecilnya suatu perusahaan. Menurut (Ariantoni, 2017) ukuran perusahaan dapat dinyatakan dalam total aktiva, penjualan dan kapitalisasi pasar. Semakin besar total aktiva penjualan dan kapitalisasi pasar maka semakin besar ukuran perusahaan itu. Semakin besar aktiva maka semakin banyak modal yang ditanam, semakin

banyak penjualan maka semakin banyak perputaran uang dan semakin besar kapitalisasi pasar maka semakin besar pula perusahaan dikenal dalam masyarakat. Ukuran perusahaan merupakan ukuran untuk menentukan besar kecilnya perusahaan klien yang dihubungan dengan keuangan perusahaan. Perusahaan yang besar dipercayai dapat menyelesaikan kesulitan-kesulitan keuangan yang dihadapinya daripada perusahaan kecil. Maka dari itu ukuran besar kecilnya suatu perusahaan dapat dilihat dari total aset, kapitalisasi pasar dan penjualan. Karena jika aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan semakin besar, maka modal yang ditanam semakin besar pula, sedangkan semakin besarnya penjualan maka perputaran uang dalam perusahaan semakin besar, dan semakin besar kapitalisasi pasar maka perusahaan tersebut dikenal oleh masyarakat (Sudarmadji & Lana Sularto, 2007). Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan sektor BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-201. Perusahaan BUMN dipilih dengan alasan adanya berbagai kasus manipulasi data akuntansi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan BUMN di Indonesia. Selain itu karena BUMN merupakan penghasil pendanaan

(4)

merupakan salah satu pilar ekonomi, karena beberapa BUMN berada dalam industri vital dan strategis sehingga peningkatan kinerja BUMN harus memberikan implikasi postif terhadap perekonomian Indonesia (Agrianti, 2009).

Berdasarkan pemikiran di atas, maka penelitian ini diberi judul “Pengaruh Kualitas Audit, Audit Tenure dan Ukuran Perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan”. (Studi Empiris Pada Perusahaan BUMN yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2019).

LANDASAN TEORI Teori Agensi

Teori Agensi (Agency Theory) merupakan teori yang pertama kali dikembangan oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976. Teori keagenan (agency theory) merupakan kontrak hubungan antara pemilik (principal) dengan manajemen (management). Teori agensi menyatakan bahwa perusahaan salah satu media yang akan

menghubungkan pihak internal dan pihak eksternal maka dibutuhkan auditor yang

independen dan objektif dalam menilai laporan keuangan perusahaan agar terjamin akuntabilitas, transparansi dan keandalan informasi laporan keuangan (Herianti dan Suryani, 2016).

Signalling Theory

Menurut Siahaan (2017) menjelaskan mengenai teori sinyal yang mana merupakan suatu asimetri informasi antara pihak manajemen perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan adanya informasi tersebut. Signalling theory menjelaskan bahwa bagaimana perusahaan tersebut memberikan sinyal sebagai bentuk informasi terhadap pemakai laporan keuangan. Sinyal yang diberikan kepada perusahaan dapat berupa promosi ataupun informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan memiliki tingkatan kualitas yang baik dibandingkan dengan

perusahaan lain (Ismail, 2018).

Integritas Laporan Keuangan

Integritas adalah sebuah prinsip moral yang tidak memihak, jujur, terbuka, jujur dan seseorang yang memiliki integritas yang tinggi memandang dan mengemukakan fakta apa adanya (Mulyadi 2011:30). Laporan keuangan merupakan media untuk berkomunikasi antara manajemen

perusahaan dengan pihak dari luar perusahaan mengenai data keuangan atau aktivitas dari perusahaan

(5)

kesatuan yang utuh sehingga berpotensi dalam memancarkan kejujuran dan kewibawaan.

Kualitas Audit

Kualitas audit adalah kapasitas auditor eksternal dalam mendeteksi terjadinya kesalahan dan bentuk penyimpangan lainnya (Tussiana &

Lastanti 2016). Kualitas audit ini merupakan suatu kemungkinan dimana auditor dapat melaporkan temuannya dengan baik atau tidak tentang adanya suatu pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi kliennya. Kemungkinan temuan salah saji oleh auditor tergantung pada kemungkinan teknikal auditor sementara tindakan melaporkan salah saji tergantung pada indepensi auditor tersebut. Kualitas audit ini sangat penting karena kualitas audit yang tinggi akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan (De Angelo, 1981 dalam Hardiningsih, 2010).

Audit Tenure

Audit tenure adalah masa perikatan (keterlibatan) antara Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam memberikan jasa audit terhadap kliennya. Standar profesional audit mengharuskan auditor untuk mempertahankan sikap independen selama

penugasan audit. Menurut Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/POJK.03/2017 tentang Penggunaan

Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam kegiatan jasa keuangan berisi mengenai pihak yang melaksanakan penggunan jasa audit atas informasi keuangan historis tahunan dari akuntan publik yang sama paling lama untuk periode audit selama 3 tahun buku pelaporan secara berturut-turut.

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan menurut Khoiriyah (2018) adalah besar kecilnya perusahaan dilihat dari besarnya equit, nilai penjualan atau nilai aktiva dan suatu perusahaan yang sahamnya besar

(6)

Kerangka Teoritis

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, teori agensi dan signalling theory dibuatlah dugaan sementara untuk merumuskan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah integritas laporan keuangan.

PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Kualitas Audit terhadap Integritas Laporan Keuangan

Menurut Hamid & Solikhah (2017) menunjukkan bahwa setiap auditor memiliki berbagai macam tingkat kualitas yang berbeda-beda terhadap hasil dari kualitas audit yang diberikan. Kantor

Akuntan Publik yang besar seperti KAP Big

Four cenderung independen dibandingkan dengan Kantor Akuntan Publik yang kecil atau KAP non big four. Dengan demikian semakin tinggi kualitas audit dan semakin besar ukuran KAP maka integritas laporan keuangan yang dihasilkan akan semakin tinggi. Sehingga semakin besar ukuran KAP maka semakin baik integritas laporan

keuangan yang dihasilkan. KAP besar akan lebih insentif untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak reputasinya. Penelitian Qonitin dan Yudowati (2018) menunjukkan bahwa integritas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

H1: Kualitas Audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan Pengaruh Audit Tenure terhadap Integritas Laporan Keuangan

Audit tenure adalah lamanya masa perikatan auditor dengan kliennya Standar umum kedua (SA seksi dalam SPAP, 2009) menyebutkan bahwa dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan auditor. Standar ini menekankan bahwa auditor harus mampu bersikap independen (tidak mudah dipengaruhi), karena dalam

pelaksanaan jasa yang ia berikan untuk

kepentingan umum. Apabila auditor tidak mampu menolak tekanan dari klien seperti tekanan personal, emosional maupun keuangan, maka independensi auditor dapat berkurang dan dapat mempengaruhi kualitas audit karena seiring dengan berjalannya waktu, akan muncul

(7)

manajemen. Akibatnya, akan berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Setiawan, 2016) audit tenure berpengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan.

H2: Audit Tenure berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan

Perusahaan dapat dilihat dari aktiva perusahaan, semakin besar aktiva perusahaan maka semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Ukuran Perusahaan memiliki peranan penting dalam penyajian laporan keuangan dengan integritas yang lemah. Ukuran perusahaan yang kecil dianggap lebih banyak melakukan praktik manajemen laba daripada perusahaan besar. Hal ini disebabkan karena semakin besar ukuran perusahaan, biasanya informasi yang tersedia untuk investor dalam pengambilan keputusan sehubungan dengan investasi dalam saham perusahaan tersebut semakin banyak dan perusahaan yang besar lebih diperhatikan oleh masyarakat sehingga akan lebih berhati-hati dalam melakukan pelaporan keuangan.

H3: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan

METODE PENELITIAN

Data yang dipakai dalam penelitian ini berasal dari data sekunder. Perusahaan yang dipakai ialah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016- 2019 yang diperoleh peneliti dari website www.idx.co.id Pemilihan BEI sebagai sumber pengambilan data dikarenakan BEI merupakan bursa efek terbesar dan representative di

(8)

ILKit

Keterangan:

ILKit : Integritas Laporan Keuanganperusahaan i pada tahun t

Harga pasar saham: Harga saham pada 31 Desember

Nilai buku saham: total ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang beredar

Kualitas audit dalam penelitian ini diproksi berdasarkan ukuran kantor akuntan publik yaitu menggunakan KAP Big Four dan KAP non Big Four. Variabel ini diukur dengan menggunakan variabel dummy dimana angka 1 diberikan jika auditor yang mengaudit perusahaan merupakan auditor dari KAP big-four. Menurut Putra & Muid (2012) audit tenure diukur dengan cara

menjumlahkan total panjang masa perikatan audit dengan klien yang menggunakan jasa audit tersebut sebelum auditor berpindah. Variabel ini diukur mengggunakan variabel dummy yang mana lama masa jasa pemberian jasa audit oleh suatu KAP (bernilai 0 apabila perusahaan diaudit oleh KAP yang selama ≥3 tahun, dana diberi angka 1 apabila perusahaan diaudit oleh KAP yang sama selama < 3 tahun. Variabel ini diberi simbol TENURE. Menurut (Sudarmadji & Lana

Sularto, 2007) Ukuran Perusahaan merupakan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari total aset. Ukuran Perusahaan dalam

penelitian ini dihitung dengan logaritma natural dari total aset yang dimiliki perusahaan sebagai berikut:

Ukuran Perusahaan = LN Total Aset

Teknik analisis data yang digunakan dalam peenelitian ini ialah model regresi logistik

(logistic regression) untuk hubungan antara kedua variabel, yaitu variabel independen ke variabel dependen. Model regresi logistik dalam penelitian ini adalah:

Y = a+ β1KA + β2AT + β3UK + e

Keterangan:

Y: Simbol yang menunjukkan Integritas laporan keuangan a : konstanta

β0 : Konstanta

β1 ,β2..,β4 : Koefisien Regresi KA : Kualitas Audit

AT : Audit Tenure

UK : Ukuran Perusahaan

e : error

(9)

Hasil Uji Regresi Logistik

Pengujian terhadap hipotesis bertujuan untuk membuktikan pengaruh Kualitas Audit, Audit Tenure, Ukuran Perusahaan terhadap integritas laporan keuangan. Karena variabel dependen berbentuk biner (Konservatif/Tidak Konservatif), pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik. Tahapan dalam pengujian dengan menggunakan uji regresi logistik dapat dijelaskan sebagai berikut.

Menguji kelayakan model regresi Hosmer and Lemeshow Test

Berdasarkan hasil pada Tabel dibawah, pengujian menunjukkan nilai Chi- square sebesar 5,568 dengan signifikansi (p) sebesar 0,695.

Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka model dapat disimpulkan mampu memprediksi nilai observasinya.

Menilai keseluruhan model (overall model fit)

1. Koefisien Determinasi (R2) Negelkerke R Square

Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square

1 42.689 0.450 0.627

Berdasarkan hasil Tabel 4.6 uji regresi logistik diperoleh nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,627 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel Kualitas Audit, audit tenure dan ukuran

perusahaan adalah sebesar 62,7%. 2. Uji Hipotesis

Chi-square df Sig.

Step 38.315 3 0.000

Block 38.315 3 0.000

Model 38.315 3 0.000

Pada tabel tersebut diperoleh nilai peluang chi square 0,000 ≤ α=0,05 perhitungan ini menunjukkan bahwa variabel Kualitas Audit, Audit Tenure berpengaruh signifikan secara simultan terhadap integritas laporan keuangan.

3. Menguji Koefisien Regresi (Uji Wald) Untuk Menguji Signifikansi Setiap Variabel Model regresi logistik yang terbentuk disajikan pada tabel berikut ini.

Hasil Uji Koefisien Regresi Logistik

Step Chi-square df Sig.

(10)

Variabel bebas B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

X1 3.679 0.862 18.227 1 0.000 39.588

X2 2.646 1.002 6.970 1 0.008 14.096

X3 -0.215 0.346 0.384 1 0.535 0.807

Constant 4.997 10.832 0.213 1 0.645 148.035

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas, hasil pengujian menghasilkan model regresi sebagai berikut:

Y= 4,997 + 3,679 X1 + 2,646 X2 – 0,215 X2

Diskusi Hasil Pengujian Hipotesis Pengaruh Kualitas Audit (X1) terhadap Integritas Laporan Keuangan (Y)

Pada hasil analisis menggunakan metode regresi Logistik, diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 sehingga variabel Kualitas Audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Koefisien regresi yang positif menandakan arah pengaruh variabel independen yang positif. Maka dapat disimpulkan kualitas audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Mudasetia (2017), Nurjannah dan Pratomo (2014) yang menyatakan bahwa kualitas audit berpengaruh terhadap integritas laporan

keuangan, kualitas audit sangat diperlukan untuk pengambilan keputusan para investor dan pengguna laporan keuangan, Berbeda dengan penelitian Hardiningsih 2010), Tussiana dkk (2016) bahwa kualitas audit tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Semakin baik kualitas audit perusahaan yang diukur sesuai proksi ukuran KAP big four atau non big-four, maka semakin konservatif perusahaan dalam menyusun laporan keuangan yang beintegritas.

Pengaruh Audit Tenure (X2) terhadap Integritas Laporan Keuangan (Y)

(11)

(2016), dan Fatimah (2020) yang menyatakan bahwa audit tenure berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Namun hasil ini berbeda dengan penelitian dari Qoyyimah (2015), Ismail (2018) yang mengungkapkan bahwa audit tenure tidak berpengaruh terhadap integritas laporan kekuangan. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan audit tenure akan menurunkan sikap skeptisme auditor sehingga kualitas audit seorang auditor akan turut menurunkan integritas laporan keuangan yang dihasilkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit masa perikatan antara auditor dengan klien (kurang dari 3 tahun) maka semakin tinggi pula independensi auditor dan kualitas auditnya sehingga integritas laporan keuangan akan semakin meningkat. Pengaruh Ukuran Perusahaan (X3) terhadap Integritas Laporan

Keuangan (Y)

Pada hasil analisis menggunakan metode regresi logistik, diperoleh nilai signifikansi t sebesar 0,535 lebih besar

dari alpha yang dipakai yaitu 0,535 > 0,05. Sehingga H3 menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan ditolak. Hasil pengujian ini

menunjukkan bahwa H0 diterima dan dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Koefesien regresi

(12)

banyak asset yang dimiliki, dan sumber daya yang besar akan meningkatkan peluang perusahaan untuk menghasilkan laporan keuangan yang memiliki integritas baik.

SIMPULAN

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kualitas audit merupakan prediktor laporan keuangan yang berintegritas. Hasil ini menujukkan bahwa auditor yang termasuk dalam KAP big four dipercaya dalam pelaksanaan tugasnya memberikan audit yang lebih berkualitas untuk menghindari adanya kecurangan atas laporan keuangan. Sehingga, laporan keuangan yang dihasilkan memiliki tingkat keintegritasan yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa audit tenure merupakan prediktor integritas laporan keuangan. Semakin sedikit masa perikatan antara auditor dengan klien maka semakin tinggi pula independensi auditor sehingga integritas laporan keuangan akan semakin meningkat. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa ukuran perusahaan bukan merupakan

prediktor dari integritas laporan keuangan. Perusahaan kecil maupun perusahaan besar akan sama-sama berusaha untuk memberikan kualitas kepada pemilik dan pemangku kepentingan lainnya seperti investor dan kreditur sebaik mungkin sehingga keduanya sama-sama berpeluang untuk membuat laporan keuangan yang mempunyai integritas yang baik. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini telah dilakukan berdasarkan prosedur ilmiah. Namun,penelitian ini memiliki keterbatasan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang disediakan oleh pihak ketiga. Peneliti

memiliki kendala dalam

(13)

SARAN

Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait selanjutnya di masa yang akan mendatang. Saran untuk penelitian selanjutnya bagi peneliti dalam pengumpulan data berupa laporan keuangan diharapkan mengecek dari beberapa sumber tidak terpaku hanya pada satu sumber saja seperti website Bursa Efek Indonesia, namun peneliti juga dapat menemukan data dari website-website lain yang resmi seperti website perusahaan atau website lain yang memuat informasi mengenai pasar modal. Hal ini akan memudahkan peneliti dalam pengumpulan data berupa laporan keuangan perusahaan yang dibutuhkan.

DAFTAR PUSAKA

Ariantoni, Z. (2017). Pengaruh Ukuran

Perusahaan, KesulitanKeuangan/Financial Distess, Komite Audit, Kepemilikan Manajerial dan Proporsi Dewan Komisaris Independen Terhadap Integritas Laporan pada Perusahaan Jasa yang Terdaftar di BEI. JOM Fekon.

Adriansano., Chello, A., & Nuryantoro. (2015). Pengaruh Independensi Auditor Dan Kualitas Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan ( Studi Pada Perusahaan Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009-2013 ). Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom, 2(1): 1–8. Astria, T., (2011). Analisis Pengaruh Audit

Tenure, Struktur Corporate Governance,

dan Ukuran KAP terhadap Integritas Laporan Keuangan. Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro. Dewi, Ni Kadek Harum Sari Dan I Made Pande

Dwiana Putra. (2016). Pengaruh

Mekanisme Corporate Governance Pada Integritas Laporan Keuangan. E- Jurnal Akuntansi, 15(3). ISSN:2302-8556.

Dwidinda., Julia., Khairunnisa., & Triyanto, D. N. (2017). The Influence Of Independent Commissioners, Audit Committees, Institusional Ownership And Managerial Ownership Of The Integrity Of Financial Statement (Case Studies At Property And Real Estates Sub Sectors Listed On Indonesian Stock Excange Period 2012- 2015). E-Proceeding Of Management, 4(3), 2821-2827.

Giri, E.F. (2010). Pengaruh Tenur Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Reputasi KAP Terhadap Kualitas Audit: Kasus Rotasi Wajib

Auditor di Indonesia. Simposium

Nasional Akuntansi XIII Purwokerto

Hardiningsih, P. (2010). Pengaruh Independensi, Corporate Governance, dan Kualitas Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan, Jurnal Kajian Akuntansi Universitas Stikubank, 2(1), 61-76.

Ida Ayu Sri Gayatri, I. D. (2013). PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP

INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana . Indriani, R., & Khoiriyah, W. (2010). Pengaruh Kualitas Pelaporan Keuangan Terhadap Informasi Asimetri. Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto, hal 2.

Jama’an. (2008). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance, dan Kualitas Kantor Akuntan Publik Terhadap Integritas Laporan

(14)

Juliana, & Radita, M. (2019). PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP

INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN. Wahana Akuntansi.

Mais, R. G., & Nuari, F. (2016). PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN

LEVERAGE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN. Jurnal Review Akuntansi dan Keuangan.

Nurdiniah, D., & Pradika, E. (2017). Effect of Good Corporate Governance, KAP Reputation, Its Size and Leverage on Integrity of Financial Statements. 68 International Journal of Economics and Financial, 7(4), 174–181. Nuryaman. (2009). PENGARUH KONSENTRASI KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN,MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE

TERHADAP UKURAN SUKA RELA. Jurnal Keuangan Indonesia.

Okpala, K. E. (2012). Audit Committee and Integrity of Financial Statements. Accounting Review, 15(2), 445-512. Oktadella, D. (2011). Analisis Corporate

Governance Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Skripsi).

Oyedokun, G. (2016). Audit Tenure, Auditor Rotation, and Integrity of Financial Statements: Empirical Evidences From Nigeria. Journal of Accounting, 5 (3), 359-450.

Mayangsari, S. J. S. N. A. V. 2003. "Analisis pengaruh independensi, kualitas audit, serta mekanisme corporate governance terhadap integritas laporan keuangan". Vol. 16, No., hlm: 17.

Siahaan, S. B. (2017). Pengaruh Good Corporate Governance Dan Kualitas

KAP Terhadap Integritas Laporan Keuangan Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal

Akuntansi Dan Keuangan Methodist, 1(1), 81–95

Sinason, D. H., Jones, J. P., & Shelton, S. W. (2001). An Investigation of Auditor and Client Tenure. Mid-American Journal of Business, 16(2), 31-40.

Sudarmadji, A. M., & Lana Sularto. (2007). Pengaruh Ukuran Perusahaan ,Profitabilitas,Leverage, dan Tipe Kepemilikan Perusaaan Terhadap Luas Voluntary Disclosure Laporan Keuangan Tahunan.

Susiana., & Herawaty, A. (2007). Analisa Pengaruh Indepedensi, Mekanisme Corporate Governance, Kualitas Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi X. Unhas Makasar. 26-28 Juli 2007.

Verya, E. (2017). ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN,

LEVERAGE,DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP

INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN. JOM Fekon.

Yunos, M., Syahrul, A. A., & Sulaiman, N. (2014). The Influence Of Internal

Governance Mechanisms On Integrity Of Financial Reporting. Journal Of

Accounting, 2(1), 164-193.

Watts, Ross L. (2003). Positive Accounting Theory. New Jersey: Prentice Hall International, Inc.

Widya. (2005). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Perusahaan Terhadap Akuntansi Konservatif. Simposium Nasional Akuntansi VII. Zhou, H., & Yang, X. (2016). Corporate

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji reabilitas instrument penelitian dengan menggunakan rumus teknik korelasi alpha untuk indikator empirik pada konsep perilaku kepemimpinan kepala sekolah,

Berdasarkan hasil penelitian pada seluruh atlet dan telah disesuaikan dengan norma kemampuan personal (personal competence) dalam kecerdasan emosi dan juga norma prestasi,

Persiapan wadah kultur skala intermediate dan skala massal dilakukan dengan cara bak disemprot dengan air laut untuk membersihkan kotoran yang menempel pada

Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada masyarakat umumnya dan dunia Pasar Modal khususnya tentang mengapa Otoritas Jasa Keuangan lebih sering

Dalam memperhitungkan unsur-unsur ke dalam produksi terdapat dua pendekatan yaitu full costing dan variabel costing.Full costing merupakan metode pententuan (HPP) yang

Objek dari pajak penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesaia maupun dari luar

Adapun hasil- hasil dari penelitian terdahulu yang dijadikan perbandingan tidak lepas dari topik penelitian mengenai Analisis Implementasi Corporate Social

Keraf (1981) meninjau reduplikasi dari segi morfologis dan semantis yaitu melihat reeduplikasi dari segi bentuk, fungsi dan makna. Keempat ahli bahasa diatas mengkaji reduplikasi