Analisis Regresi 1
Pokok Bahasan :
Model-model Regresi yang
Lebih Lanjut
Macam-macam Model Regresi
Model Regresi
Sederhana Berganda
Linier Non Linier Linier Non Linier
1 peubah penjelas > 1 peubah penjelas
Reciprocal Log Multiplikatif
Polinom Eksponensial
Sederhana
Linier
Hubungannya linier
Non Linier
Polinom
Multiplikatif
Eksponensial
Reciprocal
Contoh : Macam-macam Model Regresi
ε β x
β x β
Y
0
1
2 2
ε β e
Y
0 β1 xY β
0e
β1xε
ε β x
Y
0 β1ε β x
β
1
1
0
ε β x
β
Y
0
1
Model-model Regresi yang Lebih Lanjut
SEDERHANA, NONLINIER dalam PARAMETER
BERGANDA, LINIER dalam PARAMETER
hubungannya LINIER :
Ada interaksi :
k k
x x
x Y
x x
Y
2
....
2 1
1 0
2 2 1
1 0
3 2 23 3
1 13 2
1 12 3
3 2
2 1
1 0
2 1 12 2
2 1
1 0
x x x
x x
x x
x x
Y
x x x
x Y
0x
1Y
BERGANDA, POLINOM
Ordo DUA :
Ordo TIGA :
(lanjutan)
2 1 12 2
2 22 2
1 11 2
2 1
1 0
2 1 11 1
1 0
x x x
x x
x Y
x x
Y
2 2 1 122 2
2 1 112 2
1 12 3
2 222
3 1 111 2
2 22 2
1 11 2
2 1
1 0
3 1 111 2
1 11 1
1 0
x x x x x x x
x x
x x
x Y
x x
x Y
Model-model Regresi yang Lebih Lanjut
Model2 Regresi yang Lebih Lanjut
BERGANDA, NONLINIER dalam PARAMETER
MULTIPLIKATIF
EKSPONENSIAL
RESIPROKAL
(lanjutan)
0x
11x
22x
33Y
0 1x1 2x2
. e
Y
2 2 1
1 0
1
x
Y x
Transformasi untuk Meluruskan Pola Garis
Pada analisis regresi transformasi terhadap peubah penjelas dan atau peubah respon dimaksudkan untuk :
Memenuhi asumsi yang disyaratkan pada suatu metode, agar metode tsb sah digunakan (mis.
MKT untuk menduga parameter, uji t dan uji F untuk menguji parameter)
Meluruskan pola dugaan garis regresi, agar
analisis dapat dilakukan dengan menggunakan model garis lurus (regresi linier yang hubungan- nya linier, banyaknya parameter sedikit)
pengerjaannya lebih sederhana/tidak rumit
Transformasi untuk Meluruskan:
Pola Parabola
POLA GARIS :
Y
X X
Y Y Y
β1 < 0 β1 > 0
β1 < 0
β1 > 0 β2 > 0
β2 > 0
β2 < 0
β2 < 0
2 2 1
0
β x β x
β
Y
TRANSFORMASI:
X diperbesar X2 Y diperkecil Y1/2
TRANSFORMASI:
X diperkecil X1/2 Y diperkecil Y1/2
TRANSFORMASI:
X diperbesar X2 Y diperbesar Y2
TRANSFORMASI:
X diperkecil X1/2 Y diperbesar Y2
PERSAMAAN REGRESI :
X Y
Contoh: Transformasi untuk Meluruskan Tebaran Pola Parabola
Persamaan Regresi: Y β0 β1x β2x2
X
akar Y
10 8
6 4
2 0
16 14 12 10 8 6 4 2 0
Scatterplot of akar Y vs X
x1
y
10 8
6 4
2 0
250
200 150
100
50
0
Scatterplot of y vs x1
Y Y
*
Transformasi Y*= akar Y telah mampu meluruskan pola tebaran menjadi garis lurus. Analisis dilakukan thdp data yg ditransformasi, menggunakan model linier sederhana.
di TRANSFORMASI :
Transformasi untuk Meluruskan:
Pola Hiperbola
PERSAMAAN REGRESI :
TRANSFORMASI :
Ke dua ruas dibalik
x Y x
X Y
X
POLA GARIS :
x 1
1
x x Y
Y 1
1 0
*
*
* 1 0
*
,
1 ,
1 ,
lurus garis
x x Y Y
x Y
1
Contoh: Transformasi untuk Meluruskan Tebaran Pola Hiperbola
Persamaan Regresi : di TRANSFORMASI : x
Y x
Y* = 1/Y
X* = 1/X
1/x
1/y
1.0 0.8
0.6 0.4
0.2 0.0
6.0 5.5 5.0 4.5 4.0 3.5 3.0
Scatterplot of 1/y vs 1/x
x1
y
10 8
6 4
2 0
0.35
0.30
0.25
0.20
0.15
Scatterplot of y vs x1
Transformasi untuk Meluruskan:
Pola Eksponensial
PERSAMAAN REGRESI :
TRANSFORMASI :
Ke dua ruas di ln β x
e Y
X Y
X
POLA GARIS :
x e
y
x
ln
ln ln
Y
1 0
*
1 0
*
, ln
, ln
lurus garis
y Y
x
Y
Contoh: Transformasi untuk Meluruskan Tebaran Pola Eksponensial
Persamaan Regresi : di TRANSFORMASI :
Y e
β xx
y
10 8
6 4
2 0
60 50 40 30 20 10 0
Scatterplot of y vs x
x
ln(y)
10 8
6 4
2 0
4
3
2
1
0
Scatterplot of ln(y) vs x
r = 0.927 r = 0.987
Y
Y
* ln
Transformasi untuk Meluruskan:
Pola Pangkat
MODEL REGRESI :
TRANSFORMASI : Ke dua ruas di ln
x β
Y
X Y
POLA GARIS :
x x
y
ln ln
) (
ln ln
1 0
*
*
* 1 0
*
, ln
, ln
, ln
lurus garis
x x
y Y
x Y
1 1
1 1 1 0 1
Contoh: Transformasi untuk Meluruskan Tebaran Pola Pangkat
Persamaan Regresi : di TRANSFORMASI :
Y x
βx
y
10 8
6 4
2 0
200
150
100
50
0
Scatterplot of y vs x r=0.89
ln(x)
ln(y)
2.5 2.0
1.5 1.0
0.5 0.0
5.5 5.0 4.5 4.0 3.5 3.0 2.5 2.0 1.5
Scatterplot of ln(y) vs ln(x) r=0.954
Y*= ln Y X*= ln X
Transformasi untuk Meluruskan:
Pola Kebalikan Eksponensial
PERSAMAAN REGRESI :
TRANSFORMASI : Ke dua ruas di ln
e
xY
X Y
X
POLA GARIS :
Y
0
e
β β
, β Y, x x
Y
β x β
Y
*
*
*
1 0
* 1 0
, 1 ln
ln
lurus
garis
0
e
1 0
1 0
x e
y
x
ln
) (
ln ln
Contoh: Transformasi untuk Meluruskan Tebaran Pola Kebalikan Eksponensial
Persamaan Regresi : di TRANSFORMASI :
Y*= ln Y X*= 1/X
e
xY
x
y
10 8
6 4
2 0
16
12
8
4
0
Scatterplot of y vs x r=-0.735
1/x
ln(y)
1.0 0.8
0.6 0.4
0.2 0.0
3.0 2.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0
Scatterplot of ln(y) vs 1/x r=0.848
Model Hasil Transformasi
Hati-hati dengan asumsi sisaan jika Y ditransformasi
Sisaan = Y
transformasi– Y
transformasiDidiagnosa seperti yang telah diterangkan pada pokok bahasan DIAGNOSA SISAAN, untuk
mengetahui apakah sisaan tersebut memenuhi
kondisi Gauss-Markov pada MKT dan atau sebaran Normal.
Interpretasi hasil dilakukan terhadap transformasi
balik dugaan garis regresi yang didapat
Contoh: Menduga Parameter Regresi Pola Pangkat
Persamaan Regresi : di TRANSFORMASI :
Y x
βx
y
10 8
6 4 2 0 200
150 100 50 0
Scatterplot of y vs x r=0.89
ln(x)
ln(y)
2.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 5.5 5.0 4.5 4.0 3.5 3.0 2.5 2.0 1.5
Scatterplot of ln(y) vs ln(x) r=0.954
Y*= ln Y X*= ln X Karena bentuk tebarannya tidak linier, maka dilakukan transformasi agar menjadi linier. Setelah linier maka selanjutnya dilakukan anali- sis regresi linier sederhana.
Persamaan Regresi yang Digunakan : lnY 0 1ln x garis lurus MENGUJI APAKAH MODEL REGRESI LINIER PAS ?
Sequential Analysis of Variance Source DF SS F P Linear 1 6.98396 89.44 0.000 Quadratic 1 0.15023 2.07 0.174
Penambahan penga- ruh kuadratik ke dlm model tidak nyata pers.linier pas
Contoh: Menduga Parameter Regresi Pola Pangkat
Fitted Value
Residual
4.5 4.0
3.5 3.0
2.5 0.50 0.25 0.00 -0.25 -0.50 -0.75
Residuals Versus the Fitted Values (response is ln(y)1)
Dugaan garis regresi yang digunakan :
ln(y) = 1.64 + 1.44 ln(x)
MENDIAGNOSA SISAAN
The regression equation is: ln(y) = 1.64 + 1.44 ln(x)
Predictor Coef SE Coef T P Constant 1.6398 0.2506 6.54 0.000 ln(x) 1.4433 0.1526 9.46 0.000 S = 0.279431 R-Sq = 86.5% R-Sq(adj) = 85.5%
Dari hasil tebaran sisaan terhadap nilai dugaannya didapatkan bahwa :
- Sisaan di sekitar nol
- Lebar pita hampir sama ragam homogen - Tebaran tidak berpola sisaan saling bebas
Sisaan memenuhi asumsi Gauss-Markov
0 dan
10
0E
(lanjutan)
Contoh: Menduga Parameter Regresi Pola Pangkat
Residual
Percent
0.50 0.25
0.00 -0.25
-0.50 -0.75
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20
10 5
1
Normal Probability Plot of the Residuals (response is ln(y)1)
APAKAH SISAAN MENYEBAR NORMAL?
Plot antara sisaan dan peluang normal menunjukkan pola garis lurus sisaan menyebar Normal
Uji t dapat digunakan
Predictor Coef SE Coef T P Constant 1.6398 0.2506 6.54 .000 ln(x) 1.4433 0.1526 9.46 .000
Kesimpulan : ln x berpengaruh linier terhadap ln Y
ln(Y) = 1.64 + 1.44 ln(x)
(lanjutan)
Contoh: Menduga Parameter Regresi Pola Pangkat
Dugaan persamaan garis regresi : ln Y = 1.64 + 1.44 ln x
Transformasi balik :
Interpretasi : perubahan x dari x
ike x
i+1mengubah Y sebesar
44 . 1 64 . 1
ln 64
. 1
x ln 1.44 64
. 1 ln
.
.
1.4 4
x e
e e
Y
e e
x Y
INTERPRETASI DUGAAN GARIS REGRESI HASIL TRANSFORMASI
1.44 1.44
0
1 1
64 .
1
x x e
x
x
e
. x x
.
10
Y
e Y
(lanjutan)
Model Regresi Polinomial
ORDO KE-SATU
hubungannya linier
Satu peubah penjelas
Dua peubah penjelas
K peubah penjelas
ORDO KE-DUA
ε β X
β
Y 0 1
ε β X
β X β
Y
0 1 1 2 2 ε β X
....
β X β X
β
Y
0
1 1
2 2
k k
•
Satu peubah penjelas
• Dua peubah penjelas
Banyaknya parameter ordo ke-2 dg k peubah = ½( k2+3k) + 1
ε β X
β X β
Y
0
1
11 2
ε X
β X β X
β X β X
β X β
Y 0 1 2 2 11 12 22 22 12 1 2
Model-model Regresi Berdasarkan Peubah Penjelas-nya
Explanatory Variable
1st Order Model
3rd Order Model
2 or More Quantitative
Variables
2nd Order Model 1st
Order Model 2nd
Order Model
Inter- Action
Model
1
Qualitative Variable
Dummy Variable
Model 1
Quantitative
Variable
Model Ordo ke-1 dengan 2 Peubah Penjelas
1. Hubungan antara 2 peubah penjelas dengan peubah respon merupakan fungsi linier.
2. Diasumsikan tidak ada interaksi antara X
1& X
2 Pengaruh X
1terhadap Y tidak dipengaruhi nilai X
23. Model Regresinya Y β
0 β
1X
1 β
2X
2 ε
Tidak ada interaksi
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
Y = 1 + 2X
1+ 3X
2Model Ordo ke-1
dengan 2 Peubah Penjelas
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
E(Y) = 1 + 2X
1+ 3X
2E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(0) = 1 + 2X
1Tidak ada interaksi
Model Ordo ke-1
dengan 2 Peubah Penjelas
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
E(Y) = 1 + 2X
1+ 3X
2E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(1) = 4 + 2X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(0) = 1 + 2X
1Tidak ada interaksi
Model Ordo ke-1
dengan 2 Peubah Penjelas
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(2) = 7 + 2X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3X
2E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(1) = 4 + 2X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(0) = 1 + 2X
1Tidak ada interaksi
Tidak ada interaksi
Model Ordo ke-1
dengan 2 Peubah Penjelas
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(2) = 7 + 2X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3X
2E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(1) = 4 + 2X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(0) = 1 + 2X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(3) = 10 + 2X
1Tidak ada interaksi
Model Ordo ke-1
dengan 2 Peubah Penjelas
Pengaruh X
1thdp Y tidak bergantung pada X
2Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(2) = 7 + 2 X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3X
2E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(1) = 4 + 2 X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(0) = 1 + 2 X
1E(Y) = 1 + 2X
1+ 3(3) = 10 + 2 X
1Tidak ada interaksi
Model Ordo ke-1
dengan 2 Peubah Penjelas
Explanatory Variable
1st Order Model
3rd Order Model
2 or More Quantitative
Variables
2nd Order Model 1st
Order Model 2nd
Order Model
Inter- Action
Model
1
Qualitative Variable
Dummy Variable
Model 1
Quantitative Variable
Model-model Regresi
Berdasarkan Peubah Penjelas-nya
Model Interaksi dengan 2 Peubah Penjelas
1.
Anggap ada 2 peubah penjelas yang saling berinteraksi
Pengaruh peubah penjelas yang satu (mis. X1) berubah-ubah tergantung pada nilai peubah penjelas lainnya (mis. X2)
2.
Model regresi-nya :
3.
Dapat dikombinasikan dengan model lainnya, mis. Model peubah boneka
ε X
β X β X
β X β
Y
0
1 1
2 2
3 1 2
Efek Interaksi
1. Model Regresi-nya:
2. Tanpa Interaksi, efek X 1 terhadap Y diukur oleh 1
3. Ada Interaksi, efek X 1 terhadap Y diukur oleh 1 + 3 X 2
Efek naik jika X
2naik
2 1
3 2
2 1
1
0
X X X X
Y
Hubungan Model Interaksi
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
Y = 1 + 2X
1+ 3X
2+ 4X
1X
2Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
Y = 1 + 2X
1+ 3X
2+ 4X
1X
2Y = 1 + 2X
1+ 3(0) + 4X
1(0) = 1 + 2X
1Hubungan Model Interaksi
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
Y = 1 + 2X
1+ 3X
2+ 4X
1X
2Y = 1 + 2X
1+ 3(1) + 4X
1(1) = 4 + 6X
1Y = 1 + 2X
1+ 3(0) + 4X
1(0) = 1 + 2X
1Hubungan Model Interaksi
Y
X
14
8 12
0
0 0.5 1 1.5
Y = 1 + 2X
1+ 3X
2+ 4X
1X
2Y = 1 + 2X
1+ 3(1) + 4X
1(1) = 4 + 6X
1Y = 1 + 2X
1+ 3(0) + 4X
1(0) = 1 + 2X
1Hubungan Model Interaksi
Worksheet untuk Model Interaksi
Case, i Y
iX
1iX
2iX
1iX
2i1 1 1 3 3
2 4 8 5 40
3 1 3 2 6
4 3 5 6 30
: : : : :
Kalikan X
1dg X
2untuk mendapatkan X
1X
2.
Lakukan regresi X
1, X
2, X
1X
2thdp Y
Model-model Regresi Berdasarkan Tipe Peubah Penjelas-nya
Explanatory Variable
1st Order Model
3rd Order Model
2 or More Quantitative
Variables
2nd Order Model 1st
Order Model 2nd
Order Model
Inter- Action
Model
1
Qualitative Variable
Dummy Variable
Model 1
Quantitative
Variable
Peubah Boneka
(Dummy variable)
0 1 1 2 2 3 3Y
: Regresinya
Model x x x
Peubah boneka adalah peubah bebas/penjelas yang tipenya kategorik dengan dua taraf: yes atau no , on atau off , male atau female, nilainya 0 atau 1
Peubah Respon (Y) Peubah Penjelas (x)
Kuantitatif Kategorik
Banyaknya barang yang terjual dalam satu minggu
1.Harga barang
2.Biaya iklan Adanya hari libur dalam minggu tersebut
Kecepatan reaksi
bahan kimia 1.Suhu
2.Tekanan Jenis katalisator yang digunakan
Peubah Boneka (Dummy variable)
Jika uji parameter peubah boneka nyata
peubah boneka berpengaruh nyata
ada 2 persamaan (grafik): kategori-1 dan kategori-2
Koef intersep untuk ke-dua kategori berbeda
Slope untuk ke-dua kategori tersebut sama
1 0
1 0
1 2
0 1
0
x b
b (0)
b x
b b
y
x b )
b (b
(1) b
x b b
y
1 2
1
1 2
1
ˆ ˆ
Intersep berbeda Slope sama
(lanjutan)
Contoh : Penggunaan Peubah Boneka
Persamaan regresinya :
Y = banyaknya pie yg terjual/minggu x1 = harga pie
x2 = hari libur (X2 = 1 jika dalam minggu tsb ada hari libur)
(X2 = 0 jika dalam minggu tsb tidak ada hari libur
)
2 1
0
x x
Y
1
2Sebuah toko kue ingin memprediksi banyaknya pie yang terjual per minggu. Untuk itu dikumpulkan data penjualan selama 25 minggu, beserta data peubah-peubah penjelas yang diperkirakan
mempengaruhi banyaknya penjualan pie. Yaitu peubah harga, dan peubah ada/tidak-nya hari libur pd minggu ybs.
P Boneka
Contoh : Penggunaan Peubah Boneka
1 1 2
0 2
1 1
0
b x b ( 1 ) b b b x
b
Y
(lanjutan)
y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0Jika H0: β2 = 0 ditolak, maka
“Hari Libur”
berpengaruh nyata thdp banyaknya penjualan pie y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
1 1 0
2 1
1
0
b x b ( 0 ) b b x b
Y
Ada hari libur
Tidak ada hari libur
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
b
0+ b
2b
0y (banyaknya pie yg terjual)
Interpretasi Koefisien Peubah Boneka
Contoh:
b
2= 15: rata-rata, banyaknya pie yg terjual 15 unit lebih banyak dalam minggu yg ada hari liburnya dibanding dg dalam minggu yg tidak ada hari liburnya
libur) 15(hari
30(harga) -
300 Penjualan
x 15 x
30 - 300 Y ˆ
2 1
Penjualan = banyaknyam pie yg terjual/minggu Harga = harga pie
hari libur 1 jika dalam minggu tsb ada hari libur
0 jika dalam minggu tsb tidak ada hari libur