i
i
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI
DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DARI DAERAH
DENGAN VARIASI KETINGGIAN TEMPAT
TUMBUH DI BALI TERHADAP FUNGI Candida
albicans ATCC 10231 DENGAN MENGGUNAKAN
METODE DIFUSI DISK
Skripsi
Ni Luh Putu Putri Ardiyanti 1208505062
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA
ii Lembar Pengesahan
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH
HIJAU (Piper betle L.) DARI DAERAH DENGAN VARIASI
KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DI BALI TERHADAP FUNGI
Candida albicans ATCC 10231 DENGAN MENGGUNAKAN
METODE DIFUSI DISK
SkripsiSkripsi ini diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana farmasi (S. Farm) di Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
Oleh
Ni Luh Putu Putri Ardiyanti NIM. 1208505062
Menyetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
Ni Luh Putu Vidya Paramita, S. Farm., M.Sc., Apt. A. A. Gede Rai Yadnya Putra, S.Farm.,M.Si., Apt.
NIP. 198401032008122004 NIP.
Mengesahkan: Ketua Jurusan Farmasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt. NIP. 196804201994021001
iii
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir I yang berjudul ”Uji Aktivitas Antifungi Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dari
daerah dengan variasi ketinggian tempat tumbuh di Bali terhadap Fungi Candida albicans ATCC 10231 dengan Menggunakan Metode Difusi Disk”.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Ida Bagus Made Suaskara, M.Si. selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udaya
2. Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt. selaku Ketua Jurusan di Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.
3. Ni Luh Putu Vidya Paramita, S. Farm., M.Sc., Apt. selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing penulis dalam penyusunan Skripsi ini.
4. A. A. Gede Rai Yadnya Putra, S.Farm.,M.Si., Apt. selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing penulis dalam penyusunan Skripsi ini.
5. Ni Putu Linda Laksmiani, S. Farm., M.Sc., Apt., Eka Indra Setyawan, S. Farm., Apt., Made Ary Sarasmita, S. Farm., M. Farm.Klin., Apt. selaku tim penguji Skripsi. Terima kasih atas saran dan bimbingannya.
iv
6. Seluruh dosen beserta staf pegawai di Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana yang telah memberikan dukungan, semangat, dan fasilitasnya.
7. Orang tua penulis, I Made Budi Arta selaku ayah dan Ni Wayan Sri Yudiani S.H. selaku ibu, serta adik Ni Made Dwika Ardiyanti.
8. Serta seluruh keluarga besar yang telah memberi dukungan, doa, dan motivasi.
9. I Gusti Ngurah Widiangga Prihantara selaku teman terdekat penulis. Terimakasih atas dukungan, saran serta motivasi yang telah diberikan kepada penulis.
10. Teman-teman seperjuangan Dioscuri Hygeia 2012, teman-teman tim penelitian Sirih, Pebri Utami, Putri Dwijayanti, Cahyani Pratiwi, Dewi, Sulys Wintari, Suastini, Budningrum, Inggrid, Harlina yang telah memberikan dukungan dan bantuannya selama penulisan Skripsi ini. 11. Kepada semua pihak yang namanya tidak bisa penulis sebutkan satu per
satu.
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bermanfaat demi kelancaran Skripsi ini sangat penulis harapkan. Penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Bukit Jimbaran, Mei 2016
v v DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ... i LEMBAR PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH ... xi
ABSTRAK ... ABSTRACT ... x BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Rumusan Masalah ... 4 1.3. Tujuan Penelitian ... 5 1.4. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
2.1. Tanaman Sirih Hijau ... 6
2.1.1. Klasifikasi ... 6
2.1.2. Deskripsi ... 6
2.1.3. Kandungan Kimia ... 7
2.1.4. Bioaktivitas Daun Sirih Hijau terhadap Fungi C. albicans ... 8
2.2. Kandidiasis ... 8
2.3. Candida albicans ... 10
2.4. Minyak Atsiri. ... 12
2.5. Isolasi Minyak Atsiri ... 13
2.6. Metode Uji Aktivitas Antifungi ... 13
vi
3.1. Rancangan Penelitian ... 15
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 15
3.3. Obyek Penelitian ... 16
3.4. Bahan Penelitian... 16
3.4.1. Bahan Ekstraksi Minyak Atsiri ... 16
3.4.2. Bahan Uji Antifungi ... 17
3.5. Alat Penelitian ... 17
3.6. Variabel Penelitian ... 17
3.6.1. Variabel Bebas ... 17
3.6.2. Variabel Terikat ... 18
3.6.3. Variabel Terkendali ... 18
3.7. Batasan Operasional Penelitian ... 18
3.8. Prosedur Penelitian... 19
3.8.1. Determinasi Tanaman ... 19
3.8.2. Pengambilan dan Preparasi Sampel ... 19
3.8.3. Ekstraksi Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau... 19
3.8.4. Sterilisasi Alat dan Bahan ... 20
3.8.5. Pembuatan Media ... 20
3.8.6. Uji Aktivitas Antifungi ... 20
3.9. Analisis Data ... 23
3.10.Skema Penelitian ... 25
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 28
4.1 Determinasi Tanaman ... 28
4.2 Preparasi Sampel ... 28
4.3 Ekstraksi Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau ... 29
4.4 Uji Aktivitas Antifungi ... 31
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 36
5.1 Kesimpulan ... 36
vii
vii
DAFTAR PUSTAKA ... 37 LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 41
viii
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan. ... 15 Tabel 3.2 Sampel Uji, Konsentrasi dan Jenis Fungi yang Digunakan pada Uji Aktivitas Antifungi.. ... 22 Tabel 3.3 Klasifikasi Respon Hambatan ... 23
ix
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Daun Sirih Hijau... 6
Gambar 3.1 Skema umum ... 23
Gambar 3.2 Skema Destilasi Minyak Atsiri ... 24
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Pembuatan Kontrol Positif Flukonazol 1024 µg/mL ... 41 Lampiran 2 Determinasi Tanaman Sirih Hijau ... 42
xi
xi
DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH
Aerob : Suatu proses biologi yang memerlukan oksigen
(oksigen terlarut).
Anaerob : Suatu proses biologi yang tidak memerlukan
oksigen.
Autoklaf : Pemanas tertutup yang digunakan untuk
mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121oC, 15 psi) selama kurang lebih 15 menit.
ATCC : American Type Culture Collection
C. albicans : Candida albicans
CFU : Colony Forming Unit
Intermediete : Kategori dimana isolat/mikroba dapat dihambat dengan konsentrasi tertentu secara minimal
KHM : Kadar Hambat Minimum
NCCLS : Nation Comitte for Clinical Laboratory Standar
Resistent :Kategori dimana isolat/mikroba tidak dapat dihambat oleh konsentrasi yang telah ditentukan
SDA : Saboraund Dextrose Agar
SPSS : Statistical Package for the Social Sciences
Sterilisasi :Proses penghilangan semua jenis organisme hidup,
xii
fungi, bakteri, mycoplasma, virus) yang terdapat dalam suatu benda.
Streak for single colony: Metode untuk memisahkan mikroorganisme
menjadi koloni tunggal dengan cara menggoreskan isolat pada media agar
Susceptible :Kategori dimana isolat/mikroba dapat dihambat dengan konsentrasi tertentu secara maksimal
xiii
xiii ABSTRAK
Kandidiasis merupakan infeksi karena jamur Candida salah satunya Candida
albicans. Pada umumnya kandidiasis sering terjadi pada daerah beriklim tropis. Betle oil hasil destilasi daun segar sirih hijau yang berasal dari Bangkok, Thailand
memiliki aktivitas sebagai antifungi terhadap Candida albicans TISTR 5779 dengan KHM sebesar 25 µL/mL. Perbedaan tempat tumbuh daun sirih hijau, mempengaruhi komponen utama minyak atsiri yang dihasilkan. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antifungi Candida
albicans ATCC 10231 dari minyak atsiri daun sirih hijau (Piper betle L.), dari
daerah dengan variasi ketinggian tempat tumbuh yang berbeda di Bali.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengujian aktivitas minyak atsiri daun sirih hijau sebagai antifungi terhadap Candida albicans ATCC 10231 dilakukan dengan metode difusi disk dengan konsentrasi larutan uji minyak atsiri dari masing-masing daerah adalah 100 µL/mL.Aktivitas antifungi ditentukan berdasarkan diameter zona hambat yang dihasilkan disekitar kertas cakram. Nilai diameter zona hambat dianalisa secara deskriptif berdasarkan kategori respon hambat: resistant (≤14 mm), intermediate (15-19 mm), susceptiple (≥20 mm) dan secara statistik dengan uji ANOVA one way.
Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antifungi yang bermakna (P<0,05) dari minyak atsiri daun sirih hijau yang diperoleh dari daerah dengan ketinggian tempat tumbuh yang berbeda di Bali terhadap Candida albicans ATCC 10231. Berdasarkan kategori respon aktivitas agen antifungi, minyak atsiri daun sirih pada dataran rendah memiliki aktivitas susceptible, sedangkan pada dataran sedang dan dataran tinggi memiliki aktivitas intermediete. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor ketinggian tempat tumbuh mempengaruhi aktivitas antifungi yang dihasilkan.
Kata kunci : Daun sirih hijau, Piper betle L., minyak atsiri, Candida albicans,
xiv ABSTRACT
Candidiasis is a fungal infection due to Candida one of them Candida
albicans. Candidiasis generally occur in tropical climate. Betle oil from distiled fresh green betel leaf from Bangkok, Thailand has antifungal activity against
Candida albicans TISTR 5779 with a MIC of 25 µL/mL. Differences grown
conditions of green betel leaf , will affect to the main component of essential oil produced. Therefore, this research was conducted to determine differences in
Candida albicans ATCC 10231 antifungal activity of essential oils of green betel
leaf ( Piper betle L. ), from an area with different heights in Bali.
This study was an experimental research. The activity of essential oils of green betel leaf as an antifungal against Candida albicans ATCC 10231 test performed by disk diffusion method, the concentration of the test solution of
essential oils from each area is 100 µL/mL. Antifungal activity is determined by
the diameter of the inhibition zone around the paper disc. The value of diameter of diameter inhibition zone were analyzed descriptively by category inhibition
response: resistant (≤14 mm), intermediate (15-19 mm), susceptiple (≥20 mm),
and statistical analysis with one-way ANOVA.
The result of statistical analysis showed that there were significant differences in antifungal activity ( P<0.05 ) of green betel leaf essential oil obtained from an area with different heights in Bali against Candida albicans ATCC 10231. Based on the response antifungal agent activity categories, betel leaf essential oil from area with height 166 asl was susceptible activity, while area with height 668 asl and area with heigh 1099 asl were intermediete activity. Based on the result can be concluted different growth heights factor influence of antifungal activity.
Keyword : Green betel leaf, Piper betle L., essential oil, Candida albicans, Difusi
1