• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

[email protected]

INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH

1

NITA YISWA, ST, M.Si

Tenaga Ahli Perencanaan dan Kebijakan Publik 08129347000 – [email protected]

Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Kabupaten Purwakarta

Bandung, 7-9 November 2019

(2)

[email protected]

PENGERTIAN INDIKATOR KINERJA

• Indikator Kinerja adalah tanda yang berfungsi sebagai alat ukur

pencapaian kinerja suatu kegiatan, program atau sasaran dan tujuan dalam bentuk keluaran (output), hasil (outcome), dampak (impact)

(Permendagri No. 86/2017).

• Indikator kinerja adalah alat ukur untuk menilai keberhasilan pembangunan secara kuantitatif dan kualitatif (PP No. 8/2008).

• Indikator kinerja adalah alat ukur spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif yang terdiri dari unsur masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak yang menggambarkan tingkat capaian kinerja suatu

kegiatan (PP No. 6/2008).

2

(3)

[email protected]

APA BEDA KINERJA DAN INDIKATOR KINERJA??

Merupakan suatu variabel yang digunakan untuk mengukur

sebuah perubahan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap suatu kondisi.

KINERJA INDIKATOR KINERJA

Unjuk kerja dan prestasi kerja atau hasil kerja yang

diwujudkan dalam melakukan suatu kegiatan/program atau mencapai tujuan dan sasaran tertentu.

Contoh:

Menurunnya kemiskinan Contoh:

Angka Kemiskinan

3

(4)

[email protected]

Visi/Misi

Tujuan dan Sasaran

Program

Kegiatan

Masukan (Input) Dampak (Impact)

Hasil (Outcome)

Keluaran (Output)

Hasil Pembangunan daerah yg diperoleh dari pencapaian outcome

merupakan keadaan yang ingin dicapai atau dipertahankan pada penerima manfaat

dalam periode waktu tertentu adalah suatu produk akhir yang dihasilkan dari serangkaian proses yang diperuntukkan

bagi customer atau target group agar outcome dapat terwujud.

Input merupakan sumberdaya atau prasyarat yang dibutuhkan selama aktivitas

berlangsung guna menghasilkan dan men- deliver output

“Apa yang ingin diubah”

“Apa yang ingin dicapai”

“Apa yang dikerjakan dan dihasilkan (barang)

atau dilayani (proses)”

“Apa yang digunakan dalam bekerja”

Aktivitas

merupakan berbagai proses yang diperlukan untuk menghasilkan output

PENDEKATAN KERANGKA LOGIKA ( LOGIC MODEL ) KINERJA

mekanisme mengkonversi input

menjadi output

4

(5)

[email protected]

Dampak (Impact)

RPJPD RPJMD RENSTRA-PD

Dampak (Impact)

Hasil (Outcome)

Keluaran (Output)

Dampak (Impact) tahunan

RENJA-PD

RKPD

Dampak (Impact) tahunan

TUJUAN/SASARAN

PROGR AM KEGIA T A N

1 2 3 4 1 2 3 4 5

Hasil (Outcome)

Capaian outcome RPJMD merupakan kumpulan dari seluruh outcome Renstra-PD

Hasil (Outcome)

Keluaran (Output) Hasil

(Outcome)

Capaian outcome/output RKPD merupakan kumpulan dari seluruh outcome/output Renja-PD

Keluaran (Output)

ARSITEKTUR KINERJA DOKUMEN PPD

Dampak (Impact)

1 2 3 4 5

5

(6)

[email protected]

TIPE DAN JENIS INDIKATOR KINERJA

A. Kualitatif:

• menggambarkan kondisi atau keadaan tertentu yang ingin dicapai, melalui

penambahan informasi tentang skala/tingkat pelayanan yang dihasilkan, (misal baik, cukup atau kurang).

B. Kuantitatif:

• Angka Absolut (misal 30 orang, 80 unit)

• Persentase: menggunakan perbandingan angka absolut dari yang diukur dengan populasinya (misal 50% atau 100%)

• Rasio: membandingkan angka absolut dengan angka absolut lain yang terkait (misal rasio jumlah guru dibandingkan jumlah murid)

• Rata-rata: angka rata-rata dari suatu populasi atau total kejadian (misal rata-rata biaya pelatihan per-peserta dalam suatu diklat)

• Indeks: angka patokan dari variabel kejadian berdasarkan suatu rumus tertentu

(misal indeks harga saham, indeks pembangunan manusia)

6

(7)

[email protected]

INPUT

• Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk

melaksanakan kegiatan.

• Dengan meninjau distribusi sumberdaya, dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang

ditetapkan.

Contoh:

Jumlah dana yang dibutuhkan

Tenaga yang terlibat

Peralatan yang digunakan

Jumlah Bahan yang digunakan

7

(8)

[email protected]

INDIKATOR KINERJA OUTPUT

• Dengan membandingkan keluaran dapat dianalisis apakah kegiatan yang terlaksana telah sesuai dengan rencana.

• Merupakan apa yang dikerjakan dan dihasilkan (barang) atau dilayani (proses).

• Indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.

Contoh:

 Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan

 Jumlah orang yang diimunisasi/vaksinasi;

 Jumlah permohonan yang diselesaikan;

 Jumlah pelatihan/peserta pelatihan.

 Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan

 Jumlah pupuk/obat/bibit yang dibeli;

 Jumlah gedung/jembatan yang dibangun;

 Meter panjang jalan yang dibangun/direhab.

8

(9)

[email protected]

INDIKATOR KINERJA OUTCOME

• Pengukuran indikator outcome seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran.

• Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output,

walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu outcome dari kegiatan tersebut telah tercapai.

• Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.

9

(10)

[email protected]

..Lanjutan

Contoh:

 Peningkatan langsung hal-hal yang positif:

 Cakupan kunjungan Ibu hamil K4

 Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik

 Persentase rumah tinggal bersanitasi

 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/SMP/SMA

 Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial

 Cakupan penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

 Persentase koperasi aktif

 Persentase Perangkat Daerah yang mengelola arsip secara baku

 Penurunan langsung hal-hal negatif:

 Tingkat pelanggaran lalu lintas

 Rasio KDRT

 Angka Kematian Ibu

INDIKATOR KINERJA OUTCOME

10

• Daftar Indikator kinerja OUTCOME untuk mengukur PROGRAM dapat dilihat pada Tabel T- A.2 Lampiran

Permendagri No. 86 Tahun 2017.

• Tabel ini memuat indikator pada Aspek Pelayanan Umum

(11)

[email protected]

INDIKATOR KINERJA DAMPAK

• Indikator dampak untuk mengukur keberhasilan sasaran.

• Indikator ini menggambarkan keberhasilan pembangunan daerah yang diperoleh dari pencapain berbagai program prioritas terkait.

Contoh:

 Peningkatan hal yang positif:

 Laju pertumbuhan ekonomi

 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

 Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)

 Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita

 Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB

 Penurunan hal yang negatif:

 Angka kemiskinan

 Tingkat Pengangguran Terbuka

11

• Daftar Indikator kinerja DAMPAK/IMPACT untuk mengukur TUJUAN/SASARAN dapat dilihat pada Tabel T-A.1 Lampiran

Permendagri no. 86 Tahun 2017.

• Tabel ini memuat indikator pada Aspek Kesejahteraan

Masyarakat dan Aspek Daya Saing Daerah.

(12)

[email protected]

BEBERAPA SUMBER INDIKATOR KINERJA

Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang ditetapkan

menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK)

STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)

Indikator Tujuan Pembangunan

Berkelanjutan/SDGs & KLHS

Ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi

Indikator Kinerja Utama (IKU)

INDIKATOR KINERJA (IK)

12

(13)

[email protected]

KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah dan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada akhir periode masa jabatan.

No. Indikator Target Tahun ke-

1 2 3 4 5

Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Provinsi/Kabupaten/Kota….

Indikator Kinerja

Utama diambil dari

indikator sasaran

strategik RPJMD

13

(14)

[email protected]

INDIKATOR KINERJA SASARAN RPJMD = IKU DAERAH

No.

Misi

Tujuan

Sasaran

Indikator Tujuan/

Sasaran

Target Kinerja Tahun Ke-

I II III IV V

-

Bab V.

RPJMD

14

(15)

[email protected]

INDIKATOR KINERJA SASARAN RENSTRA PD = IKU PD

NO. TUJUAN SASARAN

INDIKATO R KINERJA

TUJUAN/

SASARAN

TARGET KINERJA PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

dst..

Bab IV.

Renstra PD

15

(16)

[email protected]

Contoh

INDIKATOR KINERJA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAERAH TINGKAT DAMPAK ( IMPACT )

16

(17)

[email protected]

Contoh

INDIKATOR KINERJA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAERAH TINGKAT HASIL ( OUTCOME )

17

(18)

[email protected] 1 8

IKU OPD (Impact )

ARSITEKTUR KINERJA RPJMD & RENSTRA-PD

IKU Daerah (Impact )

Outcome

Outcome

Output

Visi & Misi Tujuan &

Sasaran

Strategi &

Arah Kebijakan

Program Pemb.

Daerah & Program PD

Program &

Kegiatan

3 4 1 2 5

Tujuan &

Sasaran

Strategi &

Arah Kebijakan

3 4

1 2 5

(19)

[email protected]

PENERAPAN INDIKATOR KINERJA DALAM RPJMD

RPJMD

1. PENDAHULUAN

2. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 3. GAMBARAN KEUANGAN DAERAH

4. PERMASALAHAN DAN ISU SRATEGIS DAERAH 5. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

6. STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

7. KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAN PROGRAM PERANGKAT DAERAH

8. KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

9. PENUTUP

 IK tingkat dampak (impact) >> 5 thn terakhir

 IK tingkat hasil (outcome) >> 5 thn terakhir

 IK lainnya yang digunakan pada RPJMD periode lalu

 IK tingkat dampak (impact) >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat hasil (outcome) >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat dampak (impact) RPJMD >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat dampak (impact) seluruh Renstra PD

>> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat hasil (outcome) >> 5 thn yg akan datang

19

(20)

[email protected]

PENERAPAN INDIKATOR KINERJA DALAM RENSTRA PD

RENSTRA PD

1. PENDAHULUAN

2. GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH 3. PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS

PERANGKAT DAERAH 4. TUJUAN DAN SASARAN

5. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

6. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

7. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

8. PENUTUP

 IK tingkat dampak (impact) seluruh Renstra PD >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat hasil (outcome) >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat dampak (impact) >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat hasil (outcome) >> 5 thn yg akan datang

 IK tingkat keluaran (output) >> 5 thn yg akan datang

20

 IK tingkat dampak (impact) & hasil (outcome) >> 5 thn terakhir

(21)

[email protected]

KETERKAITAN IKU DAN IKK PADA BAB VIII RPJMD DENGAN INDIKATOR KINERJA PD PADA BAB VII RENSTRA PD

NO.

ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA

PEMBANGUNAN DAERAH

KONDISI KINERJA PADA AWAL

PERIODE RPJMD

TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN

KONDISI KINERJA PADA AKHIR

PERIODE RPJMD THN 0 TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4 TAHUN 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

ASPEK PELAYANAN UMUM

PELAYANAN URUSAN WAJIB

1. PENDIDIKAN

1.1. PENDIDIKAN DASAR:

1.1.1. ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH

1.1.2. RASIO KETERSEDIAAN

SEKOLAH/PENDUDUK USIA SEKOLAH

1.1.3. RASIO TERHADAP MURID

1.1.4. Dst….

Tabel: Indikator Kinerja PD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

Penetapan Indikator Kinerja Daerah

Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Provinsi/Kabupaten/Kota ...

No Indikator Kondisi Kinerja Pada Awal Periode

RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja

pada akhir periode RPJMD

Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

No. Indikator Target Tahun ke-

1 2 3 4 5

Penetapan Indikator Kinerja Utama Provinsi/Kabupaten/Kota….*)

21

(22)

[email protected]

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang

berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal.

Pelayanan Dasar

A

• Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar Warga Negara Jenis Pelayanan Dasar

B

• Jenis Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan dalam rangka penyediaan barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh oleh setiap Warga Negara secara minimal

Mutu Pelayanan Dasar

C

• Mutu Pelayanan Dasar adalah ukuran kuantitas dan kualitas barang dan/atau jasa kebutuhan dasar serta pemenuhannya secara minimal dalam Pelayanan Dasar sesuai standar teknis agar hidup secara

layak

22

(23)

[email protected]

NO JENIS SPM

1 Kesehatan 2 Sosial

3 Lingkungan Hidup

4 Pemerintahan Dalam Negeri 5 Perumahan Rakyat

6 Layanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

7 Keluarga Berencana Dan Keluarga Sejahtera 8 Pendidikan Dasar

9 Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 10 Ketenagakerjaa

11 Komunikasi dan Informasi 12 Ketahanan Pangan

13 Kesenian 14 Perhubungan 15 Penanaman Modal

NO JENIS SPM

1 Pendidikan 2 Kesehatan

3 Pekerjaan Umum 4 Perumahan Rakyat

5 Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat

6 Sosial

6 URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR

23

(24)

[email protected] 24

No Jenis Pelayanan

Dasar

Indikator Pencapaian Target Capaian

Batas Waktu Capaian 1 Pendidika

n

Menengah

Jumlah Persentase Warga Negara Usia 16-18 Tahun yang berpartisipasi dalam pendidikan menengah

100% Setiap Tahun

2 Pendidika n Khusus

Jumlah Persentase Warga Negara Usia 4 – 18 tahun yang termasuk dalam penduduk dissabilitas yang berpartisipasi dalam pendidikan Khusus.

100% Setiap Tahun

No Jenis Pelayanan

Dasar

Indikator Pencapaian Target Capaian

Batas Waktu Capaian 1 Pendidikan

Dasar

Jumlah Persentase Warga Negara Usia 7 - 15 Tahun yang

berpartisipasi dalam pendidikan dasar (SD/Mi, SMP/MTs)

100% Setiap Tahun

2 Pendidikan Kesetaraan

Jumlah Persentase Warga Negara Usia 7 – 18 Tahun yang belum menyelesaiakan

pendidikan dasar dan atau menengah yang perpartisipasi dalam pendidikan kesataraan

100% Setiap Tahun

3 Pendidikan Anak Usia Dini

Jumlah Persentase Warga Negara Usia 5-6 Tahun yang

berpartisipasi dalam pendidikan PAUD

100% Setiap Tahun

TARGET DAN INDIKATOR PENERIMA LAYANAN SPM

(Lampiran Permendagri 100 tahun 2018)

P R O V I N S I KABUPATEN/KOTA

(25)

[email protected]

CONTOH:

PENERAPAN SPM PENDIDIKAN SEBAGAI INDIKATOR KINERJA PROGRAM DAN KEGIATAN

NO JENIS PELAYANAN DASAR MUTU PELAYANAN DASAR PENERIMA PELAYANAN DASAR I PROVINSI ditetapkan dalam standar teknis, yang

sekurang-kurangnya memuat:

1 pendidikan menengah a. standar jumlah dan kualitas barang

dan/atau jasa

Warga negara usia 16 (enam belas) tahun sampai dengan 18 (delapan belas) tahun untuk Jenis Pelayanan Dasar pendidikan menengah

2 pendidikan khusus b. standar jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan

Warga negara usia 4 (empat) tahun sampai dengan 18

(delapanbelas) tahun untuk Jenis Pelayanan Dasar pendidikan khusus

II KABUPATEN/KOTA c. petunjuk teknis atau tata cara pemenuhan standar

1 pendidikan anak usia dini Warga negara usia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk Jenis Pelayanan Dasar pendidikan anak usia dini

2 pendidikan dasar Warga negara usia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 15 (lima

belas) tahun untuk Jenis Pelayanan Dasar pendidikan dasar

3 pendidikan kesetaraan Warga negara usia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 18

(delapanbelas) tahun untuk Jenis Pelayanan Dasar pendidikan kesetaraan

Indikator: Persentase Warga negara usia 16-18 tahun yang yang berpartisipasi dalam pendidikan menengah Program: Program Pendidikan Menengah (Provinsi)

Kegiatan:

- Pengadaan alat praktik dan peraga siswa

Indikator: Jumlah alat praktik dan peraga siswa yang diadakan.

- Penambahan ruang kelas sekolah

Indikator: Jumlah ruang kelas baru yang dibangun.

- Dst..

25

(26)

[email protected]

INDIKATOR DALAM SDGs DAN KLHS

26

17 TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

169 TARGET

4 PILAR PEMBANGUNAN: SOSIAL; EKONOMI;

LINGKUNGAN; DAN HUKUM & TATA KELOLA

319 INDIKATOR:

- 111 INDIKATOR PILAR PEMBANGUNAN SOSIAL - 91 INDIKATOR PILAR PEMBANGUNAN EKONOMI - 83 INDIKATOR PILAR PEMBANGUNAN LINGKUNGAN - 34 INDIKATOR PILAR PEMBANGUNAN HUKUM & TATA KELOLA

Permendagri 7/2018 dan Buku Metadata Pilar Pembangunan SDGs

(27)

[email protected]

CONTOH INDIKATOR SDGs & KLHS

27

TUJUAN 2: MENGHILANGKAN KELAPARAN, MENCAPAI KETAHANAN PANGAN DAN

GIZI YANG BAIK, SERTA MENINGKATKAN PERTANIAN

BERKELANJUTAN

TARGET:

Pada tahun 2030, menggandakan produktivitas pertanian dan pendapatan produsen makanan skala kecil, khususnya

perempuan, masyarakat penduduk asli, keluarga petani, penggembala dan nelayan, termasuk melalui akses yang aman dan sama terhadap lahan, sumber daya produktif, dan input lainnya, pengetahuan, jasa keuangan, pasar, dan peluang nilai tambah, dan pekerjaan nonpertanian.

INDIKATOR:

- Nilai Tambah Pertanian dibagi jumlah tenaga kerja di sektor pertanian (rupiah per tenaga kerja)

- Rata-rata pendapatan produsen pertanian skala kecil, menurut jenis dan status adat

Permendagri 7/2018 dan Buku Metadata Pilar Pembangunan SDGs

(28)

[email protected]

IMPACT

(IKU DAERAH)

KETERKAITAN KINERJA RPJMD DAN RENSTRA-PD

OUTPUT OUTCOME

IMPACT (IKU OPD)

IK

SASARAN

IK

SASARAN

IK

PROGRAM

IK

KEGIATAN IK TUJUAN

IK TUJUAN

28

(29)

[email protected]

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENYUSUN TARGET

Target IK harus memenuhi kriteria spesifik, realistis, dapat dicapai, dapat diterapkan, dapat dimengerti, dapat diukur, dapat diadaptasi.

Pemahaman yang jelas tentang situasi pada baseline data (contoh: rata-rata 5 tahun terakhir, tahun lalu, trend rata-rata, dll)  memberikan informasi

kondisi awal perencanaan periode selanjutnya.

 Ketersediaan sumber daya (data, dana dan SDM) selama periode pencapaian sasaran/program/ kegiatan.

 Penetapan target IK disesuaikan dengan peraturan formal yang terkait.

 IK yang berbentuk indeks, perlu diberi penjelasan makna angka skala tersebut.

Angka target IK yang berupa persentase hendaknya disertakan dengan data mentahnya (angka pembilang dan penyebut).

29

(30)

[email protected]

IDENTIFIKASI TARGET YANG DIHARAPKAN

Tingkat Indikator

Baseline

Tingkat kenaikan/

penurunan yg

diinginkan

Target Kinerja

30

(31)

[email protected]

TERIMA KASIH

NITA YISWA ST, M.Si - 08129347000

31

Referensi

Dokumen terkait

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa difusi inovasi yang pada dasarnya sebagai penyebarluasan dari gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi

Dari Kekristenan kasih itu adalah kasih Agape yaitu yang bersumber dari Allah sendiri dan puncaknya adalah dalam diri Yesus Kristus yang telah menjadi manusia untuk menebus

Pemulihan selepas bersenam atau bersukan boleh dipercepatkan dengan pengambilan karbohidrat dan protein dalam masa sejam selepas tamat bersenam atau bersukan5. Selesema yang

Upaya adalah suatu usaha untuk mencapai suatu maksud, untuk memecahkan suatu persoalan.(Tim Ganesha Sains Bandung, 2001: 502) Pengertian Upaya yang dimaksud dalam

Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini diperoleh sistem informasi kasir penjualan barang, maka akan mempermudah proses pancarian data dan mengupdate suatu

Variabel yang mempengaruhi Keputusan Pembelian dalam penelitian ini hanya terdiri dari tiga variabel yaitu Kualitas Produk , Kualitas Pelayanan, dan Harga dan masih

Dalam bab ini diterangkan mengenai harga penjualan pada Perusahaan Plastik Daya Tunggal di Kebumen, unsur-unsur pendapatan dan biaya, penggolongan biaya, pemisahan

Drop atau guttae adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspense dimaksudkan untuk obat dalam atau luar, digunakan dengan cara meneteskan menggunakan