• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOG CARE CENTER DI DENPASAR, BALI Penerapan Konsep One Stop

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DOG CARE CENTER DI DENPASAR, BALI Penerapan Konsep One Stop"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

– Dog Care

DOG CARE CENTER DI DENPASAR, BALI Penerapan Konsep One Stop

Kadek Tania Utami Putri 1) , Tri Anggraini Prajnawrdhi 2) , dan I Gusti Agung Bagus Suryada 3)

1) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]

2) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]

3) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]

ABSTRACT

A massive increase of dog population, one of them is in Bali. However from the high number of the dog populations, there are many dog which categorized wild and abandoned. The wild and abandoned dogs needs a temporary shelter before it can be adopted. Untill now the proportion of dog shelter in Bali compare to the number of abandoned dogs is still very less. Thus, this Dog Care Center is ecpected to reduce the number of the abandoned dogs in Bali. In the addi- tion, Dog Care Center is also equipped with support facilities related to take care for dogs such as pet shop, dog hotel and daycare, dog clinic, dog grooming, and café & playground. All supporting facilities are commercial facilities (profit) to support non-profit facilities (dog shelter). The main function of this facility is a based on the concept of One Stop that use in the planning of Dog Care Center in Denpasar. This One Stop concept aims to facilitate dog, dog owners and dog lov- ers. Because One Stop concept at the Dog Care Center in Denpasar offers everything that needed by dog, dog owners and dog lovers, all will enjoy the facilities in one place.

Keywords: dog, dog shelter, dog care, One Stop ABSTRAK

Perkembangan jumlah populasi anjing yang tinggi saat ini, salah satunya di Bali. Namun tingginya jumlah populasi anjing tersebut diantaranya masih banyak yang dalam kategori liar dan terlantar. Anjing liar dan terlantar ini memerlukan tempat penampungan sementara sebelum dapat diadopsi. Hingga saat ini perbandingan jumlah tempat penampungan yang ada di Bali dengan jumlah anjing liar masih sangat kurang.

Dengan demikian, Dog Care Center di Denpasar ini diharapkan untuk dapat membantu mengurangi jumlah anjing liar di Bali. Selain itu, Dog Care Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang berhubungan dengan perawatan untuk anjing peliharaan diantaranya pet shop, penitipan anjing, klinik anjing, salon anjing dan cafe serta tempat bermain anjing. Seluruh fasilitas pendukung tersebut merupakan fasilitas komersil (profit) guna mendukung fasilitas non-profit (tempat penampungan anjing liar). Fungsi utama dari fasilitas ini merupakan sebuah penerapan Konsep One Stop yang digunakan pada perencanaan Dog Care Center di Denpasar ini. Konsep One Stop ini bertujuan untuk memfasilitasi anjing, pemilik anjing dan pecinta anjing. Karena konsep One Stop pada Dog Care Center di Denpasar ini menawarkan segala segala sesuatu yang diperlukan oleh anjing, pemilik anjing dan pecinta anjing seluruhnya dapat dinikmati hanya dalam satu tempat.

Kata Kunci: anjing, penampungan anjing, perawatan anjing, One Stop

PENDAHULUAN

Bali merupakan salah satu daerah dengan jumlah populasi anjing yang cukup tingi. Menurut data terakhir populasi anjing di Bali sejumlah 421.588 ekor (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, 2016). Namun 9,6% dari jumlah tersebut yaitu sejumlah 40.571 ekor masih dikategorikan ke dalam kategori anjing liar dan terlantar. HIngga saat ini di Bali masih terdapat hanya 2 tempat penampungan anjing liar dan terlantar. Sehingga jumlah tempat penampungan anjing liar dan terlantar di Bali dinilai masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan penyebaran kuesioner online dengan hasil sebesar 71,4% masih sering melihat adanya anjing liar dan terlantar.

Anjing merupakan hewan yang membutuhkan perawatan, sehingga untuk pengadaan tempat penampungan

(2)

anjing liar membutuhkan biaya yang cukup besar. Berdasarkan tempat penampungan anjing yang sudah ada operasional menggunakan biaya yang hanya berasal dari donator, hal tersebut menyebabkan tidak tetapnya biaya yang didapat. Guna menunjang biaya yang dibutuhkan untuk keperluan operasional tempat penampungan yang merupakan non-komersil makan dibutuhkan fasilitas penunjang yang bersifat komersil.

Fungsi komersil yang direncakan merupakan fungsi-fungsi perawatan yang berhubungan dengan anjing.

Berhubung anjing merupakan hewan yang membutuhkan perawatan dan kini banyak pemelihara anjing yang cukup sibuk jadi fasilitas-fasilitas pendukung ini sangat dibutuhkan. Adanya tempat penampungan dengan beberapa fungsi pendukung ini selain untuk mendukung kegiatan non-komersil dan kegiatan komersil dari segi biaya, dapat juga dijadikan sebagai ajang promosi dan pengenalan. Karena berdasarkan kuesioner online sebesar 41,2% masyarakat umum masih tidak mengetahui adanya tempat penampungan anjing di Bali dan 30,7% lainnya hanya pernah mendengar. Sehingga diharapkan pengunjung yang berkun- jung ke area fungsi komersil juga dapat mengetahui dan melihat adanya tempat penampungan anjing untuk dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengadopsi anjing.

DOG CARE CENTER DI DENPASAR Tujuan, Civitas dan Fungsi

Dog Care Center di Denpasar ini bertujuan untuk dapat memadahi segala kegiatan yang berhubungan dengan anjing baik dari segi perawatan dan yang lainnya. Untuk civitas yang diwadahi yaitu anjing (anjing li- ar dan juga anjing peliharaan), pemelihara anjing, pecinta anjing dan pengelola. Dog Care Center ini mem- iliki 2 fungsi yaitu fungsi utama dan fungsi pendukung. Fungsi utama merupakan sebagai tempat penam- pungan anjing liar dan terlantar. Fungsi penampungan ini membutuhkan beberapa ruang yang digunakan sebagai area karantina saat anjing pertama diselamatkan hingga ruang adopsi yang merupakan area tempat tinggal anjing yang sudah siap untuk diadopsi. Fungsi pendukung merupakan sebagai tempat penjualan per- lengkapan dan kebutuhan anjing (pet shop), penitipan anjing (dog hotel & day care), klinik anjing, café &

playground, dan salon anjing (dog grooming).

Tema

Tema yang diangkat pada perencanaan Dog Care Center ini mengambil pendeketan dari civitas utama yang merupakan anjing. Sehingga berdasarkan pendekatan tersebut ditentukan tema paw (cakar) yang merupa- kan salah satu ciri khas anjing. Dengan menggunakan metode analogi untuk penerapannya. Berdasarkan bentuk cakar anjing tersebut terdiri atas beberapa bentuk yang terpisah namun masih saling terhubung da- lam satu bentuk yaitu bentuk cakar. Dalam penerapannya yaitu terdapat beberapa fungsi namun masih sal- ing terhubung dalam satu tempat yaitu Dog Care Center. Dari segi bentuk cakar anjing memiliki bentuk yang dinamis seperti sifat anjing yang dinamis, dalam penerapannnya pola massa bangunan dan tapak menggunakan bentuk yang dinamis.

Lokasi Tapak

Tapak terpilih memiliki lokasi di Denpasar, tepatnya di Jalan Teuku Umar Barat-Denpasar Barat. Karakteristik pemilihan tapak berdasarkan aspek non- fisik karena Denpasar merupa- kan daerah dengan jumlah popu- lasi anjing tertinggi di Bali.

Tinginya jumlah populasi terse-

but didominasi oleh kategori an-

jing peliharaan , sehingga ber-

dasarkan hal tersebut

membuktikan bahwa masyarakat

di Kota Denpasar memiliki ting-

kat kepedulian yang tinggi ter-

hadap anjing. Sehingga fungsi

pendukung yang bersifat

komersil paling dbutuhkan di Ko-

ta Denpasar. Dari segi fisik

Denpasar memiliki tanah yang

relatif datar hal terebut untuk

Gambar 1. Lokasi Tapak

(3)

– Dog Care memudahkan proses pembangunan. Dan letak tapak di Denpasar Barat memiliki lokasi yang strategis yaitu dekat dengan pusat kota dan daerah pariwisata daerah Kuta dan Seminyak. Sehingga memudahkan untuk wisatawan yang juga memilki minat yang tinggi terhadap anjing. Lokasi tapak mudah terlihat, mudah diakses dan juga jauh dari area permukiman penduduk. Lokasi tapak dan sekitarnya dapat dilihat pada Gambar 1.

PENERAPAN KONSEP ONE STOP PADA DOG CARE CENTER DI DENPASAR

Konsep One Stop merupakan sebuah konsep yang dalam Bahasa Indonesia berarti satu titik perhentian.

Sehingga dapat diartikan bahwa dalam satu titik perhentian terdapat segala sesuatu yang diperlukan atau dibutuhkan. Dalam perencanaan Dog Care Center di Denpasar melalui proses skematik desain dengan be- berapa konsep diantaranya Konsep Zoning, Entrance, Pola Massa & Orientasi, Blok Plan, Sirkulasi, Parkir, Ruang Luar serta Utilitas. Diantara seluruh konsep yang digunakan penerapan konsep One Stop yang pal- ing terlihat adalah pada Kosep Zoning, Pola Massa Bangunan dan Sirkulasi.

Fungsi dan Zoning

Fungsi – fungsi yang terdapat pada Dog Care Center ini merupakan seluruh fungsi yang dibutuhkan oleh an- jing, pemilik anjing, dan pecinta anjing. Fungsi – fungsi tersebut antara lain tempat penampungan yang dapat difungsikan untuk mengadopsi anjing, tempat pembelian perlengkapan yang dibutuhkan anjing yaitu pet shop, tempat penitipan anjing peliharaan sementara, tempat pemeriksaan kesehatan anjing berupa klin- ik, tempat perawatan anjing berupa salon anjing, serta tempat untuk bersantai dan bermain Bersama anjing yaitu café & playground, penyewaan area untuk event yang berhubungan dengan anjing, hingga tempat un- tuk kremasi anjing. Se-

luruh-fungsi-fungsi ter- sebut merupakan fasili- tas yang diperlukan yang berhubungan dengan anjing. Sehing- ga dengan penerapan konsep One Stop ini pengunjung dpat menikmati seluruh fasil- itas yang diperlukan hanya dengan dating ke 1 tempat, yaitu Dog Care Center. Konsep zoning makro (tapak) pada Dog Care Center di Denpasar ini dibagi menjadi 4 berdasarkan fungsi yaitu 1) fungsi utama, 2) fungsi pen- dukung, 3) fungsi pengelola dan 4) fungsi servis.

Berdasarkan organisasi ruang dan analisis tapak, tapak dibagi menjadi beberapa zona tersebut. Konsep One Stop memiliki pengaruh pada penempatan zona pada zoning makro yaitu zona fugsi pendukung berada di tengah yang menguhubungkan dengan zona-zona yang lainnya. Hal tersebut karena dalam zona pen- dukung menjadi center (titik tengah) yang menguhubungkan dengan seluruh fungsi-fungsi yang terdapat di Dog Care Center. Dalam zoning mikro penempatan zona atau area lobby terletak di tengah zona lainnya.

Perletakan setiap are zoning berdasarkan fungsi ini juga dipengaruhi oleh tema yaitu paw yang terdiri atas bebrapa bentuk namun tetap saling berhubungan. Area lobby ini lah yang menjadi area penghubung seluruh fungsi yang terdapat di Dog Care Center ini. Area lobby memiliki akses langsung menuju ruang adopsi (tem- pat penampungan anjing liar), pet shop, penitipan anjing, klinik anjing, café & playground dan salon anjing (dog grooming). Berdasarkan konsep One Stop ini lah kelengkapan fungsi dan zoning setiap fungsi yang terdapat di Dog Care Center saling berhubungan dekat. Zoning pada tapak dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Zoning Pada Tapak

Sumber: Tania, 2018 : Lampiran

(4)

Pola Massa Bangunan

Pola massa bangunan pada Dog Care Center menggunakan pola massa cluster. Pola massa bangunan cluster dipilih agar hubungan kegiatan ruang kompak, dimensi setiap bangunan menjadi lebih kecil sehingga dapat memaksiimalkan penghawaan dan pencahayaan alami bagi setiap bangunan dan dapat memberi kesal informal pada bangunan. Jadi terdapat beberapa massa bangunan yang dipisah berdasarkan ke- lompok fungsi yang berbeda. Fungsi fungsi massa bangunan tersebut diantaranya fungsi komersil, non- komersil, medis dan pengelola. Fungsi komersil terletak pada bangunan A yaitu untuk fungsi lobby, pet shop, penitipan, dog grooming dan café & playground. Fungsi lobby, pet shop, penitipan dan playground outdoor serta area serbaguna terletak pada lantai dasar. Sedangkan untuk fungsi dog grooming dan café &

playground indoor terletak di lantai 2. Pada bangunan B dan area bawah ramp pada bangunan A merupakan bangunan fungsi non-komersil yaitu untuk fungsi tempat penampungan anjing. Pada bangunan A sepanjang ramp pada bagian bawahnya merupakan fungsi ruang adopsi (ruang tidur anjing). Ruang adopsi dan ruang komunal pada bagian tengah tidak memiliki pembatass sehingga anjing yang terdapat disana dapat bebas seperti di habitatnya. Pada bangunan B merupakan fungsi penunjang penampungan yaitu ruang karantina (untuk anjing yang baru diselamatkan dan harus mendapatkan pemeriksaan awal dan vaksinasi akan dikar- antina selama 2 minggu) (N.S. Budiana, 2008), ruang karantina virus, ruang penyembuhan (untuk luka fisik yang sering dialami anjing), ruang pendataan, gudang serta dapur untuk tempat penampungan. Bangunan C merpakan fungsi medis yaitu klinik anjing yang terdapat ruang periksa (umum dan penampungan), ruang operasi dan ruang rawat inap. Pada bangunan D merupakan fungsi pengelola yaitu back office. Penerapan tema dalam konsep massa bangunan dapat dilihat dari penenpatan setiap masa bangunan yang dinamis, sehingga tidak terkesan kaku karena fungsi bangunan merupakan bangunan informal. Konsep One Stop pada pola massa yaitu dari penempatan fungsi bangunan A yang terletak pada bagian depan tengah dari seluruh bangunan. Sehingga bangunan A menjadi center dari seluruh bangunan yang ada. Penempatan po- la massa bangunan pada tapak dapat dilihat pada Gambar 3.

Sirkulasi

Sirkulasi khususnya sirkulasi manusia dan anjing merupakan penerapan dari konsep One Stop sehingga sir- kulasi dipilih menggunakan pola sirkulasi radial. Pola sirkulasi radial merupakan pola sirkulasi yang memiliki suatu titik yang menjadi pusat. Pola sirkulasi radial ini memiliki pola jalan yang berkembang menjadi bebera-

Gambar 3. Site Plan

Sumber: Tania, 2018:Lampiran

(5)

– Dog Care pa cabang dari atau menu suatu tempat tersebut. Penerapan pola sirkulasi radial ini dapat dilihat pada penempatan pola massa bangunan. Bangunan A merupakan titik tengah dari sirkulasi radial. Sehingga se- luruh bangunan dan juga area ruang luar memilki akses langsung menuju bangunan A. Dari bangunan A memiliki akses langsung menuju ruang adopsi, bangunan C (klinik), area komunal (tempat bermain pada ru- ang adopsi aanjing liar), drop off area, playground, dan juga bangunan D (back office). Pola sirkulasi radial juga digunakan pada setiap fungsi. Titik pusat ruang yang menjadi center sirkulasi adalah area lobby. Lobby merupakan ruang yang menghubungkan seluruh fungsi yang disediakan, baik fungsi utama (penampungan anjing liar) hingga fungsi pendukung (petshop, penitipan, dog grooming dan café & playground). Sehingga penerapan konsep One Stop ini diwujudkan dengan area lobby ini. Dari lobby seluruh fungsi yang diperlukan oleh anjing, pemilik anjing dan pecinta anjing seluruhnya dapat diakses dari 1 ruang ini. Untuk akses dari lobby menuju ke klinik melalui area yang bersebelahan dengan ruang komunal pada bagian tengah tapak, akses dari lobby menuju ke penampungan melalui ramp. Pet shop dan lobby dirancang hanya dengan perbedaan level lantai untuk membedakan setiap ruang. Hal tersebut untuk membuat pengunjung lebih ter- tarik berbelanja karena pet shop mudah dilihat. Begitu pula untuk perbedaan ruang antara lobby dengan penitipan. Sirkulasi menggunakan ramp berulang sebagai akses menuju lantai 2 dari lobby serta akses menuju tempat penampungan merupakan salah satu penerapan tema yang memiliki bentuk dinamis.

Sirkulasi antar setiap bangunan dan setiap fungsi ruang dapat dilihat Layout pada Gambar 4.

Sirkulasi pada lobby menuju dog grooming dan café pada lantai 2 menggunakan ramp. Penggunaan ramp bertujuan untuk memudahkan akses bagi anjing yang diajak pemiliknya untuk menuju ke lantai 2, sehingga anjing tidak perlu digendong ataupun melompat terus menerus seperti jika menggunakan tangga. Dari arah ramp ini juga pengunjung langsung dapat melihat ruang adopsi yang terletak di sebelah ramp, hal ini ber- tujuan untuk menarik minat pengunjung untuk mengadopsi anjing. Tampilan ramp sebagai akses menuju lantai 2 pada bangunan A. Selain untuk akses menuju ke lantai 2 pada bangunan A, ramp juga berfungsi sebagai akses menuju ke area tempat penampungan anjing liar dan terlantar. Ramp pada bangunan A menuju tempat penampungan ini berbentuk mengelilingi area komunal (area bermain anjing liar dan ter- lantar). Selain itu pada bagian bawah ramp juga difungsikan sebagai ruang adopsi (ruang tidur anjing) pen- ampungan anjing liar dan terlantar ini. Pada area ruang adopsi ini juga dilengkapi dengan gutter untuk mem- permudah sirkulasi air saat membersihkan area ruang adopsi. Untuk ramp pada bangunan A yang juga pada bagian bawahnya digunakan sebagai area tidur anjing penampungan (ruang adopsi) dapat dilihat pada

Gambar 4. Layout

Sumber: Tania, 2018:Lampiran

(6)

Gambar 5. Sepanjang ramp menggunakan dinding setinggi 1.2m dan selanjutnya pada bagian atas dinding menggunakan kaca kerpyak yang berfungsi untuk sirkulasi udara dan juga agar pengunjung yang melalui ramp dapat leluasa melihat ke luar terutama ke area ruang komunal tempat penampungan anjing.

SIMPULAN

Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa Dog Care Center di Denpasar bertujuan untuk membantu mengurangi jumlah anjing liar dan terlantar yang terdapat di Bali. Dog Care Center merupakan sebuah tempat yang dapat mewadahi anjing, pemilik anjing dan pecinta anjing. Dog Care Center memiliki fungsi utama sebagai tempat penampungan anjing liar dan terlantar serta fungsi pendukung diantaranya pet shop, penitipan anjing, klinik anjing, salon anjing dan café & playground. Fasilitas – fasilitas pendukung ter- sebut meruuakan fasilitas profit yang bertujuan untuk menunjang fasilitas non-profit (penampungan anjing).

Dog Care Center di Denpasar ini menerapkan konsep One Stop untuk memudahkan anjing, pemilik anjing dan pecinta anjing. Jadi hanya dengan mengunjungi satu tempat seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh an- jing, pemilik anjing dan pecinta anjing dapat dinikmati.

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali., 2016. Populasi Anjing di Bali. Denpasar : Dinas Pe- ternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali

N.S, Budiana. 2008. Anjing. Jakarta : Penebar Swadaya

Putri, Kadek Tania Utami. 2018. Dog Care Center di Denpasar. Skripsi. Program S1 Jurusan Teknik Arsi- tektur Universitas Udayana. Denpasar

Gambar 5. Tampak Bangunan A

Sumber: Tania, 2018:Lampiran

Gambar

Gambar  2.  Zoning Pada Tapak  Sumber: Tania, 2018 : Lampiran
Gambar  3.  Site Plan  Sumber: Tania, 2018:Lampiran
Gambar  4.  Layout  Sumber: Tania, 2018:Lampiran
Gambar 5. Sepanjang ramp menggunakan dinding setinggi 1.2m dan selanjutnya pada bagian atas dinding  menggunakan  kaca  kerpyak  yang  berfungsi  untuk  sirkulasi  udara  dan  juga  agar  pengunjung  yang  melalui  ramp dapat leluasa melihat ke luar teruta

Referensi

Dokumen terkait

Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Operating Expenses/Operating Income (BOPO), Return On Asset (ROA) , dan Net Interest Margin (NIM) Terhadap Loan

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan para informan mengenai proses pelayanan yang gampang dan tidak berbelit-belit, peneliti dapat mengambil

Dalam perhitungan kali ini, bentuk tangga yang digunakan adalah tangga bentuk U, karena pada saat survey, proyek yang didatangi menggunakan tangga bentuk U, sehingga

Kunjungan Kerja bersama Bappeda, Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Penataan Ruang & Permukiman, Badan Lingkungan Hidup Provsu,

Angka kumulatif survivor (hidup) diperoleh dari menjumlahkan hewan uji yang tetap hidup pada dosis terkecil yang tidak menyebabkan kematian (100% hewan uji tetap hidup) dengan jumlah

Lengkapi semua data field, terutama field yang bersifat mandatory, kemudian klik tombol ‘Save’ untuk menyimpan data mitra baru. Data mitra dapat diubah / update dengan cara

Komposisi adalah kombinasi dari berbagai elemen seni rupa atau karya seni untuk mencapai kesesuaian atau integrasi antara warna, garis, bidang dan unsur-unsur

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Ibu Buruh Pabrik tentang Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) dengan Status Gizi Anak Balita (Studi di Kelurahan Pagersari,