Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DAN JAM WAKTU AKTIF BELAJAR SISWA MENGIKUTI
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
(Studi Eksperimen Terhadap Siswa SMPN 2 GARUT Kabupaten Garut)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Olahraga
Oleh Cemi Pratama
0800068
JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 2013
Pengaruh Permainan Tradisional
Terhadap Kebugaran Jasmani Dan
Jam Waktu Aktif Belajar Siswa
Mengikuti Pembelajaran Pendidikan
Jasmani
Oleh Cemi Pratama
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
© Cemi Pratama 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Agustus 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
LEMBAR PENGESAHAN
CEMI PRATAMA 0800068
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DAN JAM WAKTU AKTIF BELAJAR SISWA MENGIKUTI
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
Disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing I
(Dr. Uhamisastra MS) NIP.195106221980021001
Pembimbing II
(Dra. Hj. Oom Rohmah M.Pd) NIP. 196005181987032003
Mengetahui
Ketua Program Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Cemi Pratama (2013). Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap kebugaran Jasmani dan Jam Waktu Akti Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Penjas. Skripsi Program Studi PJKR Jurusan Pendidikan Olahraga. FPOK – UPI.
Proes pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah pada umumnya selalu berpacu dan focus pada kurikulum yang berlaku, sehingga aktivitas bermain menurun mengakibatkan jam waktu aktif belajar siswa berkurang. Sementara itu dalam proses pembelajaran penjas pada tingkat SMP siswa mulai bosan dengan materi yang diberikan oleh guru. Pada proses pembelajaran ini peneliti mencoba menggunakan pengajaran dalam bentuk sederhana melalui suatu permainan tradisional seperti gobag sodor bebentengan dan boy-boyan. Dalam pembelajaran permainan tradisional ini peneliti dapat mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap kebugaran jasmani dan jam waktu aktif belajar. dalam proses pembelajaran permainan tradisional ini tetap mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah dan dalam pelaksanaannya bentuk permainan tradisional disisipkan pada kegiatan inti pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, desain penelitian pretest
and posttest control group design. Sampel penelitian siswa kelas VII SMPN I
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
UCAPAN TERIMA KASIH ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A.Latar Belakang Penelitian ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 3
C.Rumusan Masalah ... 3
D.Batasan Penelitian ... 4
E. Tujuan Penelitian ... 4
F. Manfaat Penelitian ... 4
G.Anggapan Dasar ... 5
H.Pengertian Istilah ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS ... 7
A.Tinjauan Pustaka ... 7
1. Hakikat Permainan Tradisional ... 7
2. Hakikat Kebugaran Jasmani ... 15
a. Pengertian Kebugaran Jasmani ... 16
b. Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani ... 18
c. Komponen Kebugaran Jasmani... 20
3. Jam Waktu Aktif Belajar ... 23
B.Kerangka Berpikir ... 27
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB III PROSEDUR PENELITIAN ... 29
A.Metode Penelitian ... 29
B. Populasi Dan Sampel ... 29
C.Desain Penelitian ... 30
D.Instrumen Penelitian ... 31
1. Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani ... 31
2. Tes Waktu Aktif Belajar Siswa (JWAB) ... 34
3. Pelaksanaan Pengumpulan Data ... 37
4. Analisi Data ... 37
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 40
A.Hasil Penelitian ... 40
1. Deskripsi Data ... 40
2. Uji Normalitas Data ... 41
3. Uji Homogenitas ... 41
4. Uji Hipotesis ... 42
B. Diskusi Penemuan ... 43
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 45
A.Simpulan ... 45
B.Saran ... 45
DAFTAR PUSTAKA ... 46 LAMPIRAN-LAMPIRAN
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan sarana atau tempat berlangsungnya pendidikan
diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak
didik secara optimal. Namun untuk mencapai semuanya maka banyak sekali
faktor yang mempengaruhi anak didik, baik faktor internal dalam diri anak didik
tersebut dan faktor eksternal dari luar. Sekolah mempunyai tugas pokok yaitu
menyiapkan siswa agar dapat mencapai perkembangan yang optimal.
Perkembangan secara optimal dimiliki anak apabila memperoleh pendidikan dan
prestasi belajar yang sesuai dengan bakat, minat serta kemampuan yang dimiliki
dalam hal ini perlu pengembangan bagaimana merangsang agar anak mau
mengikuti pembelajaran dengan tujuan dari pembelajaran itu sendiri dapat
tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.
Keadaan anak kecil baik secara fisik maupun mental belum sempurna.
Dan kesempatan untuk melatih potensi-potensi ialah pada waktu bermain. Karena
bermain merupakan naluri atau dorongan, ini harus diusahakan secara baik dan
terkontrol. Oleh karena itu bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat
penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. terutama anak
dimana anak masih dalam tahap perkembangan, selain itu apabila anak merasa
senang anak akan lebih bersemangat dalam melakukan aktifitas jasmani dalam hal
ini mengikuti pembelajaran penjas dengan baik sehingga apa yang disampaikan
dapat diterima oleh anak.
Sementara itu dalam proses pembelajaran penjas di tingkat SMP anak
mulai merasa bosan dengan materi yang di ajarkan oleh gurunya, oleh karena itu
diperlukan cara pengajaran dengan bentuk-bentuk sederhana melalui suatu
permainan tradisional agar anak merasa senang dan ceria dalam mengikuti
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
dengan bermain dalam halnya permaianan yang suka di lakukan
anak-anaksehingga jika diterapkan kepada pembelajaran penjas akan sangat mudah
dipahami oleh peserta didik.
Pendidikan jasmani dan kesehatan merupakan bagian integral dari
pendidikan keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan,
kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan
sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.
Adapun tujuan dari pendidikan jasmani itu ialah meningkatkan kualitas manusia,
atau membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yang mempunyai sasaran
keseluruhan aspek pribadi manusia. Dengan proses pembelajaran yang
menyenangkan akan memudahkan untuk mencapai tujuan penjas yang telah
ditentukan dalam kurikulum.
Upaya membina dan meningkatkan aktivitas pengembangan kemampuan
daya gerak siswa sekolah dasar, maka guru pendidikan jasmani perlu merancang
bentuk-bentuk pembelajaran yang menarik bagi siswa. Siswa SMP apabila
dikategorikan berdasarkan periodisasi umur menurut Hurlock termasuk pada
kategori remaja awal dimana remaja awal ini memiliki karakteristik yang unik,
dari segi fisik anak remaja awal ini harus diberikan tugas-tugas yang sesuai
dengan tahap perkembangannya karena pada usia ini pertumbuhnnya masih pesat.
Dari segi psikis anak pada periode remaja awal masih aktif dalam berbagai jenis
cabang permainan akan tetapi selain itu relatif mudah bosan sehingga diperlukan
pembelajaran yang menarik. karena alasan inilah, maka bermain menjadi
kebutuhan dalam proses pembelajaran penjas.
Dalam pendidikan jasmani saat ini masih sangat kurang pembelajaran
yang menerapkan sistem permainan didalamnya karena guru penjas saat ini masih
menggunakan gaya mengajar komando langsung ke inti pembelajaran tanpa
menggunakan pendekatan permainan sehingga siswa menjadi jenuh tidak
bersemangat dalam pembelajaran penjas. Kebugaran jasmani merupakan salah
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
tugas gerak yang diberikan oleh guru penjas tidak dilakukan secara maksimal oleh
siswa dikarenakan pembeljaran penjas masih menggunakan metode yang
konservatif, siswa merasa bosan sehingga dalam melaksanakan tugas gerak yang
diberikan tidak maksimal, akibatnya kebugaran jasmani siswa tidak meningkat.
Metode pembelajaran yang membosankan tidak hanya bedampak pada
kebugaran jasmani siswa, akan tetapi juga berpengaruh terhadap jam waktu aktif
belajar siswa menjadi tidak efektif dan kebugaran jasmaninya pun berkurang,
karena itulah diperlukan satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan
kebugran jasmani siswa dan jam waktu aktif belajar . Berdasarkan permasalahan
yang penulis paparkan di atas, maka penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana
pengaruh permainan tradisional terhadap tingkat kebugaran jasmani dan jam
waktu aktif belajar yang penulis tuangkan kedalam judul “Pengaruh peramainan
tradisional terhadap kebugaran jasmani dan jam waktu aktif belajar siswa di SMP
Negeri 2 Garut”
B.Identifikasi Masalah
Adapun permasalahan yang sering terjadi ketika proses belajar mengajar
yaitu Dalam mengikuti proses pembelajaran penjas banyak anak yang mengalami
kesulitan dalam melakukan bentuk-bentuk gerakan yang harus dilakukannya,
sehingga kurang pula merangsang pertumbuhan perkembangan serta kebugaran
jasmani siswa , dan waktu aktif belajar siswa dalam mengikutin pembelajaran
penjas jadi berkurang dan Siswa merasa bosan dan jenuh dengan metode yang
diterapkan oleh guru penjas sehingga antusias siswa dalam mengikuti
pembelajaran aktivitas penjas rendah dan berakibat pada kebugaran jasmani dan
jumlah waktu aktif belajar siswa SMPN 2 GARUT menjadi rendah pula.
C.Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan
diteliti berdasarkan latar belakang masalah sebagai berikut :
1. Seberapa besar pengaruh pembelajaran penjas dalam bentuk permainan
tradisional dapat meningkatkan jam waku aktif belajar siswa dalam
mengikuti proses pembelajaran penjas di SMP Negeri 2 Garut?
2. Seberapa besar pengaruh pembelajaran penjas dalam bentuk permainan
trdisional dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 2 Garut?
D.Batasan Penelitian
Untuk menghindari penafsiran yang terlalu luas dan untuk memperoleh
gambaran yang jelas, maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Garut
2. Penelitian ini hanya difokuskan pada bagaimana pengaruh permainan
tradisioanal terhadap kebugaran jasmani siswa dan jam waktu aktif belajar
siswa mengikuti pembelajaran penjas di SMP 2 Garut
3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah permainan tradisional, sedangkan
variabel terikat dalam penelitian ini adalah kebugaran jasmani dan jam waktu
aktif siswa mengikutin pembelajaran penjas
4. Permainan tradisional dalam penelitia ini adalah gobag sodor,boy boyan dan
bebentengan
5. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah kelas VII di SMP Negeri 2
Garut yang terdiri dari 9 kelas dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang
siswa dan siswi
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tujuan dari penelitian ini adalah satu hal yang ingin dicapai setelah
melakukan penelitian, sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan
maka tujuan penelitian ini, yaitu :
1. Untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap kebugaran
jasmani siswa di SMP Negeri 2 Garut.
2. Untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap jam waktu aktif
belajar siswa di SMP Negeri 2 Garut.
F. Manfaat Penelitian
1. Guru pendidikan jasmani semakin diberdayakan untuk mengambil berbagai
prakarsa professional secara mandiri sebagai ujung tombak dalam proses
pembelajaran penjas dilapangan
2. Siswa dapat aktif dan semangat dalam mengikutin pembelajar penjas di
sekolah
3. Tujuan dari pembelajar penjas dapat tercapai dengan baik serta sebagai bahan
rujukan dan pertimbangan bagi guru penjas terhadap penerapan metode atau
strategi pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kebugaran jasmani
siswa dan jam waktu aktif belajar dalam pembelajaran penjas melelui
aktivitas permaianan tradisional.
G. Anggapan Dasar
Permainan /olahraga tradisional dalam pembelajaran penjas memiliki
kedudukan yang sangat penting dalam rangka melestarikan , memelihara , bahkan
mengembang hingga mensejajarkan dengan cabang-cabang olahraga lainnya,
permainan tradisional juga secara keilmuan merupakan kajian ilmu keolahragaan
(Nurlan Kusnaedi, 2010:24). Permainan tradisional merupakan unsur kebudayaan
yang tidak bileh di anggap remeh karena permainan tradisional memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap perkembangan kejiwaan , sifat, dan kehidupan social
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Permainan tradisional merupakan salah satu variasi atau modifikasi dalam
pembelajaran penjas, Sukiman D, (2008 : 19) Mengemukakan bahwa permainan
tradisional disini adalah permainan anak-anak dari bahan sederhana sesuai aspek
budaya dalam kehidupan masyarakat. Dan menurut (Semiawan 2008) “Permainan
tradisional juga dikenal sebagai permainan rakyat merupakan sebuah kegiatan
rekreatif yang tidak hanya bertujuan untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat
untuk memelihara hubungan dan kenyamanan sosial”.
Dari uraian diatas, peneliti memiliki anggapan dasar bahwa:
1. Proses pembelajaran penjas akan sangat efektif bila dalam proses
pembelajarannya disajikan dengan bentuk-bentuk permainan tradisional
sehingga diharapkan kebugaran jasmani dan jam waktu aktif belajar siswa
dapat meningkat.
2. Melalui permainan tradisional dapat memberikan pengaruh yang sangat besar
terhadap kebugaran jasmani siswa dan jam waktu aktif belajar.
G. Penjelasan Istilah
Dalam penelitian ini penulis mempergunakan beberapa istilah, untuk
menghindari berbagai penafsiran maka perlu dijelaskan penggunaan istilah-istilah
berikut ini:
1. Permainan tradisional adalah permainan anak-anak dari bahan sederhana sesuai
aspek budaya dalam kehidupan masyarakat (Sukiman D, 2008 : 19)
2. Siswa adalah seseorang (dengan segala karakteristiknya) yang terus berupaya
mengembangkan seoptimal mungkin melalui kegiatan-kegiatan belajar guna
mencapai tujuan sesuai dengan tahapan yang dijalaninya (Makmun,
1986-1987:3).
3. Waktu aktif belajar adalah waktu yang dipergunakan secara efektif selama
proses belajar mengajar (Lutan dan Suherman, 2000:45-46)
4. Kebugaran jasmani perlu dikaitkan dengan peningkatan kualitas hidup yang
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
pengertian kebugaran jasmani adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan
sehari-hari dengan semangat dan penuh kesadaran, yang dilakukan tanpa
mengalami kelelahan yang berarti, serta dapat terhindar dari penyakit kurang
gerak (hypokinetik) sehingga dapat menikmati kehidupan dengan baik dan
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
PROSEDUR PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Metode dalam suatu penelitian merupakan salah satu cara yang ditempuh
untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan tujuan dalam sebuah penelitian adalah
untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan mengumpulkan hasil pemecahan
masalah melalui cara tertentu sesuai dengan prosedur penelitian yang dilakukan.
Dalam suatu penelitian terdapat beberapa metode yang biasa dipergunakan
diantaranya eksperimen.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen. Metode ini digunakan atas dasar pertimbangan bahwa sifat penelitian
eksperimental yaitu mencobakan sesuatu untuk mengetahui pengaruh atau akibat
dari suatu perlakuan atau treatment. Di samping itu penulis ingin mengetahui
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang diselidiki atau diamati.
Metode penelitian eksperimen merupakan rangkaian kegiatan percobaan
dengan tujuan untuk menyelidiki sesuatu hal atau masalah sehingga diperoleh
hasil. Jadi dalam metode eksperimen harus ada faktor yang dicobakan, dalam hal
ini faktor yang dicobakan dan merupakan variabel bebas adalah pengaruh
olahraga tradisional untuk mengetahui perbedaannya terhadap variabel terikat
yaitu waktu aktif belajar.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Mengenai populasi oleh Arikunto (1988:115), menjelaskan bahwa :
“Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Adapun populasi yang akan
digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V11 SMP NEGRI 1 Garut
berjumlah 30 orang yang terdiri dari 20 orang putra dan 10 orang putri.
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
objek dengan sifat-sifat umumnya. Sebagian yang diambil dari populasi disebut
sampel penelitian. Berkaitan dengan hal ini Arikunto (1992:107), bahwa : “Untuk
sekedar ancer-ancer, maka apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil
semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Dalam penelitian
ini penulis mengambil sampel secara keseluruhan dari jumlah siswa putra putri
yaitu 30 orang.
C. Desain Penelitian
Untuk mempermudah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam
penelitian, diperlukan desain yang dijadikan pegangan agar penelitian tidak keluar
dari ketentuan yang sudah ditetapkan, sehingga tujuan atau hasil yang diinginkan
akan sesuai dengan harapan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penulis
dalam penelitian ini, menggunakan desain eksperimen yaitu pre tes, post tes, grup
desain. Adapun desain penelitian yang penulis rancang adalah sebagai berikut :
Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol
Pre-Test dan Post-Test Tretment Pre-Test dan Post-Test
Olahraga Tradisional
Kelompok Eksperimen
X1
t1 t2
Gambar 3.1 : Desain Penelitian, (Sumber Arikunto 1993 : 77)
Keterangan :
t1 : Tes Awal (pre test)
t2 : Tes Akhir (post test)
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu Populasi
Sampel
Tes Awal
KELOMPOK KONTROL (kelompok yang tidak diberi perlakuan) KELOMPOK EKSPERIMEN
(kelompok yg diberi perlakuan permainan tradisional)
Tes Akhir
Pengolahan dan Analisis Data
Kesimpulan
Untuk lebih jelasnya langkah-langkah penelitian dapat dilihat dari bagan alur
penelitian sebagai berikut :
Gambar 3.2 : Alur Penelitian
D. Instrumen Penelitian
1. Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani
Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kebugaran jasmani merupakan ciri
utama dari sehat dinamis. Ketika seseorang memiliki sehat dinamis maka orang
tersebut sudah pasti memiliki kebugaran jasmani yang baik. Untuk mengetahui
tingkat kebugaran jasmani dapat diukur dengan cara tes kebugaran jasmani atau
juga bisa disebut physical fitness test. Tes kebugaran jasmani ini terdiri dari
beberapa item tes namun secara umum merupakan tes yang mengukur daya tahan
jantung paru, kekuatan dan daya tahan otot dan kelentukan atau fleksibilitas. Item
tes kebugaran jasmani ini biasanya dikelompokan berdasarkan umur, hal ini
karena karakteristik masing-masing kelompok umur berbeda, sehingga
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
usia 13-15 tahun yang terdiri dari beberapa item tes, diantaranya :
1) Lari cepat (sprint) 50 m
2) Bergantung angkat badan (pull-up) 60 detik
3) Loncat tegak
4) Lari jauh dengan jarak 1000 meter
Untuk tingkat SMP butir tes kebugaran jasmani:
1) Tes lari cepat 50 meter
2) Angkat tubuh/pull up (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera)
3) Berbaring duduk/sit up (60 detik)
4) Loncat tegak/vertical jump
5) Lari jarak jauh (800 meter puteri dan 1000 meter putera)
Dan untuk ketentuan tesnya adalah sebagai berikut :
1) Tes lari cepat 50 meter untuk siswa smp
Tes lari cepat ini bertujuan untuk mengukur kecepatan lari seseorang, agar
kecepatan lari seseorang tersebut dapat diketahui secara obyektif maka keadaan
lintasan lari harus lurus, rata dan tidak licin dan untuk menghitung waktunya
dalam pelaksanaan penelitian penulis menggunakan stopwatch. Untuk skala
penilaiannya adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1
Skala Penilaian Tes Lari Cepat Tingkat SMP
Waktu Skor
2) Angkat tubuh/pull up 30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera
Tes angkat tubuh/pull up ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya
tahan otot lengan. Tes ini dilakukan dengan cara menggantungkan badan dengan
tangan pada palang tunggal kemudian dihitung berapa kali mampu mengangkat
badannya ke atas dengan kepala melewati palang dalam waktu yang ditentukan.
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Jumlah Skor
3) Berbaring duduk/sit up (60 detik)
Tes berbaring duduk/sit up ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya
tahan otot perut. Tes ini dilakukan dengan cara berbaring duduk tanpa istirahat
dan dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang ditentukan. Untuk skala
penilaian adalah sebagai berikut :
Tabel 3.3
Skala Penilaian Berbaring Duduk/Sit up Tingkat SMP
Jumlah Skor
tungkai. Tes ini dilakukan dengan cara melioncat setinggi-tingginya dan raihan
loncatan diukur untuk mendapatkan tinggi loncatan caranya raihan tertinggi
loncatan dikurangi raihan tertinggi tanpa loncatan. Untuk skala penilaian adalah
sebagai berikut :
Tabel 3.4
Skala Penilaian Loncat Tegak/Vertical Jump Tingkat SMP
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tes lari jauh ini bertujuan untuk mengukur gaya tahan, dilakukan dengan
cara lari sejauh jarak yang telah ditentukan dan diambil jumlah waktunya. Untuk
menghitung waktunya dalam pelaksanaan penelitian penulis menggunakan
stopwatch. Untuk skala penilaiannya adalah sebagai berikut :
Tabel 3.5
Skala Penilaian Lari Jarak Jauh tingkat SMP
Waktu Skor
Sd –4’.24” 5
4’.25” –5’.35” 4
5’.36” –6’.22” 3
6’.23” –7’.43” 2
7’.44” ke atas 1
2. Tes Jam Waktu Aktif Belajar Siswa (JWAB)
Untuk mengetahui waktu aktif belajar siswa melalui pengembangan
permainan tradisional, maka peneliti langsung melaksanakan observasi untuk
mengumpulkan data. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data adalah
dengan cara observasi langsung dan wawancara dengan menggunakan:
a. Observasi
Format observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah merujuk
kepada duration recording. Dengan format duration recording mengungkapkan
indikator yang menjadi bagian dari jumlah waktu aktif belajar siswa adalah
sebagai berikut:
Tabel 3.6
Format Observasi Duartion Recording
1) Manajemen (M) adalah waktu yang dihabiskan oleh sebagian besar siswa (lebih dari
50%) melakukan aktifitas yang bersifat manajerial misalnya pergantian bentuk latihan,
menyimpan dan mengambil bola, mendengarkan aturan-aturan dalam mengikuti
pelajaran, mendengarkan peringatan, ganti pakaian, kehadiran.
2) Aktivitas belajar (A) adalah waktu yang dihabiskan oleh sebagian besar siswa (lebih
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
(lebih dari 50%) untuk mendengarkan informasi bagaimana melakukan keterampilan
(melihat demonstrasi, mendengarkan instruksi penampilan).
4) Lain-lain (L) adalah waktu yang dihabiskan oleh sebagian besar siswa (lebih dari 50%)
tetapi tidak termasuk dalam ketiga kategori di atas (misalnya: tunggu giliran, sebagian
besar siswa diam atau ngobrol tidak melakukan kegiatan yang ditugaskan, menunggu
guru untuk memberikan instruksi).
Dari empat kategori perilaku siswa pada proses pembelajaran pendidikan
jasmani diambil indikator yang memuat penilaian:
1) Pada kategori managemen. Seluruh aktivitas yang dilakukan oleh siswa pada
saat pembelajaran berlangsung yaitu, siswa memakai pakaian olahraga, siswa
mengambil dan menyimpan kembali peralatan, dann siswa memperhatikan
peringatan dari guru, mendengarkan aturan-aturan dalam mengikuti pelajaran,
dan kehadiran.
2) Pada kategori intruksi. Seluruh siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa
mendengarkan informasi bagaimana melakukan keterampilan (melihat
demonstrasi, mendengarkan instruksi penampilan).
3) Pada kategori aktivitas belajar. Seluruh siswa melakukan aktivitas belajar
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
siswa diam atau ngobrol, tidak melakukan kegiatan yang ditugaskan, dan
menunggu guru untuk memberikan instruksi.
b. wawancara
Wawancara yaitu peneliti dibantu observer melakukan wawancara kepada
siswa yang diteliti untuk memperoleh keseluruhan informasi yang diperlukan
untuk mencari solusi atas permasalahan penelitian yang diajukan.
c. Catatan lapangan
Catatan lapangan yaitu catatan otentik hasil observasi, yang
menggambarkan tingkah laku murid atau kejadian-kejadian pada saat penelitian
berlangsung yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi. Hal yang dicatat
adalah tentang aspek pembelajaran di kelas, suasana kelas, pengelolaan kelas,
interaksi guru dengan siswa dan interaksi peserta dengan peserta didik. Catatan
lapangan dapat dikembangkan berdasarkan kisi-kisi sebagai berikut :
Tabel 3.7
Dokumentasi merupakan bukti dari segala kegiatan yang dilaksanakan
dalam penelitian berlangsung. Kegiatan yang didokumentasikan berupa kegiatan
yang dilakukan oleh peneliti maupun kegiatan yang dilakukan oleh siswa serta
kegiatan lain yang dianggap mendukung dalam proses penelitian. Semua kegiatan
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 3. Pelaksanaan Pengumpulan Data
Mengumpulkan data merupakan kegiatan penting dalam suatu
penelitian. Dengan adanya itulah dilakukan penelitian dengan menganalisisnya
untuk kemudian dibahas dan disimpulkan dengan referensi yang dimiliki,
sedangkan yang dimaksud data itu sendiri adalah hasil pencatatan penelitian
baik berupa fakta maupun angka (Suharsimi Arikunto, 2006:99). Dalam hal
ini perlu diingat bahwa kualitas data ditentukan oleh kualitas alat
pengambilan data atau alat pengukurannya. Kalau alat pengambilan datanya
cukup variabel dan valid, maka datanya juga akan valid. Adapun metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian itu adalah metode
observasi untuk variable JWAB (jam waktu aktif belajar ) dan tes untuk
mengetahui tingkat kebugaran jasmani.
4. Analisis Data
Setelah seluruh data hasil penelitian atau pengumpulan data terkumpul,
maka selanjutnya dilakukan pengolahan data dan analisis data. Untuk mengolah
data tersebut maka diperlukan beberapa rumus statistik seperti yang terdapat
dalam buku teori statistika dari Sudjana untuk menjawab masalah penelitian yang
diajukan sehingga dapat tercapai tujuan penelitian yang diharapkan oleh penulis.
Setelah data dari tes awal dan tes akhir terkumpul, langkah selanjutnya adalah
mengolah dan menganalisis data tersebut secara statistik. Langkah-langkah
pengolahan data tersebut, ditempuh dengan prosedur sebagai berikut:
1. Menghitung skor rata-rata kelompok sampel dengan menggunakan rumus
dari Sujana (2001) sebagai berikut:
Xi
X =
n
Arti dari tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah:
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= Jumlah
n = Jumlah sampel
2. Menghitung simpangan baku dengan rumus dari Sujana (2001) sebagai
berikut:
(X-X)2 S =
n – 1
Arti dari tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah:
S = Simpangan baku yang dicari
n = Jumlah sampel
(X-X)2 = Jumlah kuadrat nilai data dikurangi rata-rata
3. Menguji normalitas data menggunakan uji kenormalan Lilliefors.
Prosedur yang digunakan menurut Sujana (2001) adalah sebagai berikut:
a. Pengamatan X1, X2, … Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2, ..., Zn
dengan menggunakan rumus:
Xi – X
Z1 =
S
(X dan S masing-masing merupakan rata-rata dan simpangan baku dari
sampel).
b. Untuk bilangan baku ini digunakan daftar distribusi normal baku,
kemudian dihitung peluang F(Z1) = P(Z Z1).
c. Selanjutnya dihitung proporsi Z1, Z2, … Zn Zi. Jika proporsi ini
dinyatakan S(Zi), maka:
Banyaknya Z1, Z2, ... , Zn Zi
S (Zi) =
n
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
tersebut. Untuk menolak atau menerima hipotesis, kita bandingkan Lo
dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar untuk taraf nyata yang
dipilih. Kriterianya adalah: tolak hipotesis nol jika Lo yang diperoleh
dari data pengamatan melebihi L dari daftar tabel. Dalam hal lainnya
hipotesis nol diterima.
4. Menguji homogenitas.
Rumus yang digunakan menurut Sujana (2001) adalah sebagai berikut:
Variansi terbesar
F =
Variansi terkecil
Kriteria pengujian adalah: terima hipotesis jika hitung lebih kecil dari
F-tabel distribusi dengan derajat kebebasan = (V1,V2) dengan taraf nyata (α)
= 0,05.
5. Pengujian signifikansi peningkatan hasil pembelajaran, menggunakan uji t
dengan rumus dari Sujana (2001) sebagai berikut:
S2 =
Arti dari tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah:
S = Simpangan baku
Untuk harga lainnya Ho ditolak, distribusi t dengan tingkat kepercayaan 0.95 dan
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan uji hipotesis, dalam penelitian ini penulis
mendapatkan kesimpulan bahwa permainan tradisional memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap kebugaran jasmani dan permainan tradisional juga
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jam waktu aktif belajar. Dalam
hal ini permainan tradisional memberikan aktifitas yang dapat meningkatkan
kelincahan, daya tahan otot, kelentukan dengan demikian pemahaman tentang
permainan tradisional dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran dimana siswa
dapat melakukan pembelajaran dengan rasa senang sehingga siswa akan aktif
dalam pembelajaran. Apabila siswa aktif maka secara otomatis siswa akan banyak
melakukan gerak dan ini berdampak pada peningkatan kebugaran jasmani dan jam
waktu aktif belajar pun menjadi optimal.
B. Saran
Ada beberapa hal yang akan penulis sampaikan sebagai masukan dan saran
hal ini dilandasi dari hasil temuan penulis dilapangan, adapun saran tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Permainan tradisional perlu lebih disosialisasikan karena dari hasil penelitian
yang penulis lakukan permainan tradisional cukup memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap kebugaran jasmani dan jam waktu aktif belajar.
2. Kepada guru Pendidikan Jasmani dimanapun berada penulis berharap supaya
lebih meningkatkan pendekatan bermain dalam aktivitas pembelajaran penjas
karena pada dasarnya bermainan itu merupakan kebutuhan bagi siswa agar
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (1992). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi II. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi 2010. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mahendra, A. (2007) Senam Artistik Teori dan Metode Pembelajaran Senam
Untuk Mahasiswa FPOK-UPI.
Mahendra Agus. (2003). Pembelajaran Senam. Departemen Pendidikan Nasional
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Bahagia, Yoyo (2010). Modul 2 Modifikasi Media Pembelajaran. Bandung:
FPOK UPI Bandung.
Nasution, (1996). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Schembri, Gene (1983). Gym Skills. Dingley Vic: The Australian Gymnastics
Federation Inc.
Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Sudjana. (1992). Metode Stastistika. Bandung. Tarsito Bandung.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Handri, T. (2011). Pengaruh perbandingan motode bagian dan metode
keseluruhan terhasap hasil belajar senam lantai guling belakang. Skripsi:
FPOK UPI Bandung
Abdulhak, Ishak dan Harun, Djaenudin (2003). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Jakarta
Cemi Pratama , 2013
Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kebugaran Jasmani Dan Jam Waktu Aktif Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Smpn 2 Garut Kabupaten Garut)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
______________________________________________________________
Abduldaem. (2011). Narkoba dan Zat Berbahaya lainnya. [online]. Tersedia : http://
Hasan, F (2012). Media Pembelajaran. [online]. Tersedia : http://
http://vhariss.wordpress.com/2011/10/20/senam-lantai/
Ismail Shalih. (2011). Pengertian Media Pembelajaran . [online] Tersedia :
http://ismail403.wordpress.com/2013/01/06pengertian-media-pembelajaran/
Aviani. (2012). Makalah Media Audio Visual. [online]. Tersedia :
http://avianinuravivah.blogspot.com/2012/11/makalah-media-audio-visual.html?m=1