7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web
2.1.1. Website
A. Pengertian Website
Menurut Yuhefizar (2009:2) Website dapat diartikan sebagai keseluruhan halaman-halaman yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi, sebuah website biasanya dibangun itu baik banyak halaman web saling berhubungan.
B. Internet
Menurut Hermawan (2013:68) Internet merupakan komunikasi jaringan kumunikasi global yang menghubungkan di dunia meskipun berbeda sistem operasi dan mesin.
C. E-commerce
Menurut Munawar (2013:52) Elektronic E-commerce adalah penjualan atau pembelian barang dan jasa, antara perusahaan, rumah tangga, individu, pemerintah dan masyarakat atau organisasi, yang dilakukan melalui komputer pada media jaringan barang dan jasa dipesan melalui jaringan tersebut.
2.1.2. Bahasa-bahasa Pemograman Web
Menurut Febrian (2017:23) Bahasa Pemograman Web adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam situs yang pada saat diakses. Jenis scripts sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah situs. Semaikin banyak ragam scripts yang digunakan maka akan terlihat situs semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Bagusnya situs dapat terlihat dengan tanggapan pengunjung serta frekuensi kunjungan. Beragam scripts saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas situs. Jenis-jenis scripts yang banyak dipakai para designer antara lain: HTML (HyperText Markup Language), PHP (Personal Home Page), XML (Extensible Markup Language), Java Scripts, CSS (Cascanding Style Sheets) dan sebagainya. Bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan ASP dan lainya merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs.
Berikut ini ada beberapa macam bahasa pemograman yang digunakan dalam tugas akhir ini:
1. HTML (HyperText Markup Language)
Menurut Sidik, dkk, (2007:1) “HTML kependekan dari Hyper Text Markup Laguage. Dokumen HTML adalah file teks murni yang dapat dibuat dengan editor teks sembarang. Dokumen ini disebut sebagai web page. Dokumen HTML merupakan dokumen yang disajikan dalam browser web.” Versi terakhir dari HTML adalah HTML 4.01, meskipun saat ini telah berkembang XHTML yang merupakan pengembangan dari HTML. HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan web browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang
diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki kemampuan browser. Secara garis besar, terdapat 4 jenis elemen dari HTML:
a. Structural
Tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah teks (contoh,
<h1>Golf</h1> akan memerintahkan browser untuk menampilkan "Golf" sebagai teks tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1 .
b. Presentational.
Tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tidak peduli dengan level dari teks tersebut (contoh, <b>boldface</b> akan menampilkan bold. Tanda presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan teks.
c. Hypertext
Tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut atau pranala ke dokumen lain (contoh, <a href="http://www.wikipedia.org/">Wikipedia</a>
akan menampilkan Wikipedia sebagai sebuah hyperlink ke URL tertentu).
d. Elemen widget
Elemen yang membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis horizontal (<hr>).
2. PHP (Personal Home Page)
Menurut Oktavian (2010:31) PHP (Personal Home Page) adalah bahasa pemograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama F1 (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows).
3. CSS (Cascading Style Sheets)
Menurut Sulistiawan (2008:32) Cascanding Style Sheets (CSS) adalah bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
2.1.3. Aplikasi
A. Adobe Dreamweaver
Menurut Sibero (2011:384) “Adobe Dreamweaver adalah suatu produk web developer yang dikembangkan AdobeSystem Inc., sebelum produk Dreamweaver dikembangkan oleh Macro-media Inc. Yang kemudian sampai saat ini pengembangannya diteruskan oleh Adobe System Inc. Setelah diambil oleh Adobe System Inc., Dreamweaver dikembangkan dan dirilis dengan kode nama Creative
Suit (CS)”. Selain itu, Dreamweaver CS6 juga memberikan keleluasan kepada anda untuk menggunakan sebagai media penulisan bahasa pemograman web.
Dreamweaver secara keseluruhan mudah di setting. Dengan dreamweaver kita dapat juga membuat objek dan command kita sendiri, memodifikasi shortcut keyboard, bahkan menulis kode Javascript untuk mengembangkan kemampuan Dreamweaver dengan prilaku baru, fasilitas Property inspectors, dan laporan situs. Kita juga dapat melakukan evaluasi situs dengan melakukan pengecekan broken link, kompatibilitas browser, maupun perkiraan waktu download halaman web.
B. Xampp
Menurut Ibrahim (2008:2) “XAMPP merupakan suatu paket instalasi untuk Apache, PHP, dan MySQL”. XAMPP merupakan pengembangan dari LAMP (Linux Apache, MYSQL, PHP dan PERL) XAMPP ini merupakan project non- profit yang dikembangkan oleh Apache Friend yang didirikan Kai„Oswalad‟
Seidler dan KaVogelgesang pada tahun 2002, projectmereka ini bertujuan mempromosikan penggunaan Apache web server.
Mengenal bagian XAMPP yang bisa digunakan pada umumnya :
a. htdocs adalah folder tempat meletakkan berkas-berkas yang akan dijalankan, seperti berkas PHP,HTML, dan script lain.
b. phpMyAdmin merupakan bagian untuk mengelola basis data MySQL yang ada di komputer. Untuk membukanya, buka browser lalu ketikkan http://localhost/ phpMyAdmin maka akan muncul halaman phpMyAdmin.
c. Kontrol panel yang berfungsi untuk mengelola layanan (service) XAMPP.
Seperti menghentikan (stop) layanan, ataupun memulai (start).
2.1.4. Database
Pengertian Databse menurut Anhar (2010:45) ialah “sekumpulan table- table yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom”.
Database atau Basis Data adalah sekumpulan data yang saling terhubung satu dengan yang lainya atau sekumpulan table yang saling terhubung satu dengan yang lainya dan fungsi dari database adalah menyimpan suatu data pada table- table dan dikumpulkan menjadi satu dengan database. Database juga bisa diumpamakan sebagai sebuah rumah dengan beberapa kamar-kamar dan sebuah property seperti lemari, meja belajar, tempat tidur itu bisa disebut dengan querynya.
A. Mysql
Menurut WK (2010:5) “MySQL adalah program database yang mampu mengirim dan menerima data dengan cepat dan multiuser.” MySQL merupakan perangkat lunak sistem manajamen sistem basis data SQL.
2.1.5. Model Waterfall
Menurut Sommerville (2011:29) Waterfall model mengambil kegiatan proses dasar spesifikasi, pengembangan, validasi, evolusi dan mewakili kegiatan tersebut sebagai fase proses terpisah seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian.
1. Requirement Definition
Pada tahap ini dilakukan analisa lebutuhan & membuat spesifikasi lengkap tentang isi, jenis script yang digunakan, menentukan jenis website statis atau dinamis, penggunaan multimedia & kebutuhan-kebutuhan lainya. Tahap ini harus menerangkan sejelas-jelasnya terhadap website yang akan dibangun karena tahap ini adalah tahap penentu untuk keberhasilan tahap-tahap selanjutnya.
2. System And Design
Pada tahap ini web desainer berkolaborasi dengan web programer dalam menentukan rancangan website sesuai dengan spesifikasi yang diberikan. Web desainer membuat rancangan tampilan visual (front-end), sedangkan web programer menentukan rancangan program (back-end) yang dibutuhkan dalam pembuatan fasilitas-fasilitas yang ada pada website.
3. Implementasi And Unit Testing
Pada tahap ini dilakukan proses implementasi terhadap seluruh website sesuai dengan tugas masing-masing (web designer & web programmer) yang bertanggung jawab terhadap bagian tugasnya. Web desainer membuat tampilan front-end dengan menggunakan tool bantu untuk membuat layout & gambar- gambar yang ditampilkan, sedangkan web programmer melakukan coding sesuai bagian tugasnya masing-masing.
Pada tahap ini juga terdapat proses uji coba pada masing-masing unit sehingga dapat diketahui bagian (unit) mana yang masih harus diperbaiki sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Hal ini sangat penting artinya bagi kemudahan dalam melakukan koreksi atau perbaikan pada sebuah unit sehingga kinerja tim pengembangan lebih efektif & efisien.
4. Integration And System Testing
Pada tahap ini dilakukan penggabungan dari semua komponen penyusun website sehingga menjadi website yang solid & sesuai dengan spesifikasi yang ada. Pada tahap ini dilakukan proses uji coba terhadao sistem yang dibangun termasuk sistem navigasi, buku tamu, login, contact form, & fasilitas lainya diuji kinerjanya sehingga dapat diketahui bagian mana yang masih belum berfungsi dengan baik. Tahap ini merupakan tahap penting sebelum website dipublikasikan.
Hal ini sangat berkaitan dengan kredibilitas klien yang memesan website tersebut.
5. Operation And Mintenance
Pada tahap ini, website siap untuk dipublikasikan di internet, pada tahap ini, web administrator mulai mencari sebuah web hosting & melakukan installasi bahkan mengupdate & memelihara website tersebut. Untuk mendukung kelanjutan dari situs diperlukan pemeliharaan setiap waktu sesuai yang diinginkan seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar atau lain sebagainya.
Tanpa pemeliharaan yang baik situs akan terkesan membosankan atau monoton juga akan segera ditinggal pengunjung. Pemeliharaan situs dapat dilakukan per periode tertentu seperti setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan sekali secara rutin atau secara periodik saja tergantung kebutuhan (tidak rutin). Pemeliharaan rutin biasanya dipakai oleh situs-situs berita, penyedia artikel, organisasi atau lembaga pemerintah. Sedangkan pemeliharaan periodik biasanya untuk situs-situs pribadi, penjualan atau e-commerce dan lain sebagainya.
Pembuatan website dengan metode waterfall ini membutuhkan banyak orang yang memiliki spesialisasi pada masing-masing tahapan diatas. Pembuatan website dengan menggunakan metode ini dilakukan secara tahap demi tahap
sehingga cenderung membutuhkan waktu pengerjaaan yang sangat lama, tapi dengan menggunakan metode ini, pembangunan sebuah website akan jadi kompleks & minimnya dalam jangka panjang.
Sumber: Sommerville (2011:29)
Gambar II.1 Model Waterfall 2.2. Teori Pendukung
2.2.1. Struktur Navigasi
Menurut Binanto (2010:268) “Struktur navigasi adalah gabungan dari struktur referensi informasi situs web dan mekanisme link yang mendukung pengunjung untuk melakukan penjelajahan situs”.Struktur navigasi juga dapat diartikan sebagai struktur alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website. Menurut Binanto (2010:269) ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan yaitu:
1. Struktur Navigasi Linear
Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dari frame atau byte informasi ke informasi lainnya.
Sumber : Binanto, (2010:269)
Gambar II.2 Struktur Navigasi Linear 2. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur dasar ini disebut juga struktur “linear dengan percabangan” karena pengguna melakukan navigasi di sepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.
Sumber : Binanto (2010:269)
Gambar II.3
Struktur Navigasi Hierarchical (Hirarki)
3. Struktur Navigasi Tidak Berurut (Non-Linier)
Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terkait dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya
Sumber : Binanto (2010:269)
Gambar II.4
Struktur Navigasi Non Linear 4. Struktur Navigasi Campuran (Composite)
Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara non linear), tetapi terkadang dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan atau pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki
Sumber : Binanto (2010:269)
Gambar II.5
Struktur Navigasi Composite
2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Priyadi (2013:40) Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship
1. Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata, Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis, Entity set dapat berupa:
a. Obyek secara fisik : Rumah,kendaraan,peralatan
b. Obyek secara konsep fisik : Pekerjaan,Perusahaan, Rencana 2. Atribut
a. Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relasionship tersebut.
b. Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.
Berikut beberapa jenis atribut, yaitu:
1. Key: Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
2. Atribut Simple : Atribut yang bernilai tunggal.
3. Atribut Multivalue : Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiao instan entity.
4. Atribut Composite : Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
3. Relationship
a. Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
b. Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.
4. Cardinality Ratio
Menurut Priyadi (2013:41) Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainya. Jenis Cardinality Ratio
1. One to One (1:1)
Sumber: Priyadi (2013:42)
Gambar II.6
Cardinality Ratio One to One 2. One to Many (1:N) atau Many to One (N:1)
Sumber : Priyadi (2013:43)
Gambar II.7
Cardinality Ratio One to Many
3. Many to Many (N:N)
P1 P2 P3
r1 r2 r3 r4 r5
P1 P2 P3
PEGAWAI N KERJA N PROYEK
PEGAWAI KERJA PROYEK
Sumber: Priyadi (2013:44)
Gambar II.8
Cardinality Ratio Many to Many 2.2.3 Logical Record Strukture (LRS)
Menurut Kusrini (2007:76) LRS (Logical Record Structure) adalah representasi dari structur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas, menentukan kardinalitas, jumlah tabel dari Foreign Key (FK). Berikut contoh serta cara kerja dari LRS berdasarkan kardinalitas antar tabel yaitu:
1. One-to-one
Nasabah
Id_nasabah Nm_lengkap
Alamat Telepon Jenis_Kelamin
Pengajuan
Id_reques Amount Purpose Used
date
1 1
Sumber: Kusrini (2007: 76)
Gambar II.9
Kardinalitas antar tabel LRS
Gambar diatas menunjukan relasi dengan kardinalitas one-to-one karena satu nasabah hanya bisa melakukan satu pengajuan pembayaran Relasi 1:1 yang terjadi pada contoh diatas membentuk tabel LRS sebagai berikut:
Nasabah
Id_nasabah Nm_lengkap
Alamat Telepon Jenis_Kelamin
Pengajuan
Id_reques Amount Purpose Used
date Id_nasabah
Sumber: Kusrini (2007: 76)
Gambar II.10
Kardinalitas antar tabel LRS
2. One-to-many
Karyawan
Id_Karyawan Nama
Ttl Alamat Telepon
Jabatan
Id_Jabatan Nama_jabatan
1 1..*
Sumber: Kusrini (2007: 77)
Gambar II.11
Kardinalitas antar tabel LRS
Gambar diatas menunjukan relasi dengan kardinalitas satu jabatan dapat dimiliki oleh banyak karyawan, akan tetapi karyawan hanya bisa mengakses atau memiliki satu jabatan saja. Relasi 1..* yang terjadi pada contoh diatas membentuk tabel LRS sebagai berikut:
Karyawan
Id_Karyawan Nama
Ttl Alamat Telepon
Jabatan
Id_Jabatan Nama_jabatan Id_jabatan
Sumber: Kusrini (2007: 77)
Gambar II.12
Kardinalitas antar tabel LRS 3. Many-to-many
Nasabah
Id_nasabah Nm_lengkap
Alamat Telepon Jenis_Kelamin
Produk
Id_produk Id_nasabah
Name detail
1..* 1..*
Sumber: Kusrini (2007: 78)
Gambar II.13
Kardinalitas antar tabel LRS
Gambar diatas menunjukan relasi dengan kardinalitas satu nasabah dapat melihat banyak produk dan satu produk juga diakses oleh banyak nasabah. Relasi *.* yang terjadi pada contoh diatas menghasilkan sebuah tabel baru, dapat dilihat pada tabel LRS sebagai berikut:
Nasabah
Id_nasabah Nm_lengkap
Alamat Telepon Jenis_Kelamin
Detail Produk
Id_produk Id_nasabah
Id_produk Id_nasabah
Name detail Produk
Id_produk Id_nasabah
Sumber: Kusrini (2007: 78)
Gambar II.14
Kardinalitas antar tabel LRS 2.2.4. Pengujian Web
Menurut Hariyanto (2007:379), “Konsep kotak hitam digunakan untuk mereperensikan sistem yang cara kerja di dalamnya tidak tersedia untuk diinpeksi Pengujian adalah proses pemeriksaan atau evaluasi sistem atau komponen sistem untuk memperifikasi apakah sistem yang di buat sudah memenuhi dari kebutuhan yang dispesifikasikan atau perbedaan hasil yang diharapkan dengan hasil yang terjadi.Di dalam kotak hitam item-item yang diuji dianggap “gelap”. Karena logika tidak diketahui, yang diketahui hanya apa yang masuk dan apa yang keluar dari kotak hitam.
Metode uji coba blackbox memfokuskan pada keperluan fungsional dari software. Karena itu ujicoba blackbox memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program.. Pada siklus hidup pengembangan perangkat lunak (System Development Life Cycle: SDLC) salah satu suatu proses yang harus dilakukan adalah proses pengujian pengujian (testing). Pengujian perangkat lunak adalah suatu teknik yang digunakan menguji apakah sebuah perangkat lunak yang
dihasilkan telah memenuhi kebutuhan proses bisnis pengguna atau masih belum.
Ujicoba blackbox berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya :
a. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang
b. Kesalahan interface
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
d. Kesalahan performa
e. Kesalahan inisialisasi dan terminasi
Ujicoba blackbox diaplikasikan dibeberapa tahapan berikutnya. Karena ujicoba blackbox dengan sengaja mengabaikan struktur kontrol,sehingga perhatiannya difokuskan pada informasi domain.