Penyelesaian Sengketa Pembebasan Tanah Ulayat untuk Pembangunan Bandar Udara Silambo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
engadaan tanah yang dibentuk di setiap kabupaten/kota yang keanggotaannya sebagaimana yang diatur dalam pasal 7 Keppres N0 55 Tahun 1993, dalam musyawarah untuk menetapkan
(1) Hak Ulayat dan serupa itu dari masyarakat hukum adat, (untuk selanjutnya disebut hak ulayat), adalah kewenangan yang menurut hukum adat dipunyai oleh masyarakat hukum
untuk keperluan pertanian dan keperluan lain yang memerlukan Hak Guna Usaha atau Hak Pakai, dapat dilakuakn oleh masyarakat hukum adat dengan penyerahan penggunaan tanah untuk
PEMBERIAN GANTI RUGI TANAH HAK MILIK DALAM PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN JALUR LINTAS SELATAN.. DALAM RANGKA MEWUJUDKAN
Penglepasan tanah ulayat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk keperluan pertanian dan keperluan lain yang memerlukan Hak Guna Usaha atau Hak Pakai, dapat dilakukan
Bahkan, warga negara Indonesia (WNI) yang telah melakukan perkawinan campuran dengan Warga Negara Asing (WNA ) tidak dapat mempunyai tanah dengan status hak milik atas
Masyarakat Desa Long Temuyat yang memiliki tanah dapat melapor kepada Kepala Adat, membuat surat kepemilikan tanah sehingga batas-batas tanah dan kepemilikan
Teknis Analisa data yang digunakan bersifat deskritif kualitatif., Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelesaian sengketa hak atas tanah ulayat berdasrkan hukum adat masyarakat Desa