HUBUNGAN RASIO LIMFOSIT MONOSIT PRE OPERASI
DENGAN PROGNOSIS PASIEN OSTEOSARKOMA DI RSUP.
HAJI ADAM MALIK MEDAN
TESIS
Oleh
DAVID M. PURBA
NIM. 117102015
Diajukan untuk melengkapi persyaratan mencapai Magister Kedokteran Surgery pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK
SPESIALIS ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERNYATAAN
HUBUNGAN RASIO LIMFOSIT MONOSIT PRE OPERASI DENGAN PROGNOSIS PASIEN OSTEOSARKOMA DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN
TESIS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah dituliskan atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Medan, Desember 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepadaTuhanYesus Kristus penulis haturkan atas berkat dan karuniaNya penulis
dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan tesis Magister ini yang merupakan salah satu
persyaratan tugas akhir untuk memperoleh gelas Magister Kedokteran bidang Ilmu Bedah di
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.
Dengan selesainya penulisan tesis ini, perkenankanlah penulis untuk menyampaikan rasa
terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:
1. Kedua orang tua, ayah St.NelsonPurbasertaibuSarinimDamanik,terimakasihyang
sebesar-besarnya yang telah membesarkan dan mendidik saya sejak kecil hingga
sekarang dan selalu mengiringi dengan doa dan dukungan selama menjalani
pendidikan selama ini,serta kepada mertua saya Alm.St.M.Saleh
SarumpaetdanAlm.St.Prof.Dra.Sortha S Silalahi.
2. Terima kasih yang tak terkira kepada istri terkasih dr.Kamelia K.J.Sarumpaet serta
ananda Raydrian R.M.Purba dan Kathrin F.Purba atas segala pengorbanan,
pengertian, dukungan, semangat dan kesabaran dalam segala hal suka dan duka
mendampingi selama menjalani masa pendidikan ini.
3. Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara dan Bapak Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara serta Ibu Plt. Ketua Program Studi Magister Kedokteran
Klinik atas kesempatan yang telah diberikan kepada penulis untuk mengikuti
Program Magister Kedokteran Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera
Utara.
4. Ketua Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, dr.
Emir Taris Pasaribu, SpB(K)Onk dan Sekretaris Departemen, dr. Erjan Fikri,
SpB,SpBA. Ketua Program Studi Ilmu Bedah, dr. Marshal, SpB,SpBTKV(K) dan
Sekretaris Program Studi Ilmu Bedah, dr. Asrul S, SpB-KBD, yang telah bersedia
menerima, mendidik dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran selama
penulis menjalani pendidikan.
5. Pembimbing tesis saya dr.ChairiandiSiregar,SpOT(K) dandr.ImanDwiWinanto,SpOT
yang telah membimbing, mendidik, mengkoreksi dan senantiasa memberikan
dorongan serta motivasi yang tiada henti-hentinya dengan bijaksana dan tulus
6. Prof. Aznan Lelo, PhD, SpFK, yang telah membimbing, membantu dan meluangkan
waktu dalam membimbing statistik dari tulisan tugas akhir ini.
7. Rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh
guru-guru bedah saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, di lingkungan
RSUP H. Adam Malik, RSU Pirngadi Medan, RS Haji Mina Medan dan di semua
tempat yang telah mengajarkan ketrampilan bedah pada diri saya. Semua telah tanpa
pamrih memberikan bimbingan, koreksi dan saran kepada penulis selama mengikuti
program pendidikan ini.
8. Para senior dan sejawat peserta program studi Ilmu Bedah yang bersama-sama menjalani suka duka selama pendidikan
9. Para pegawai dilingkungan Departemen Ilmu Bedah FK USU dan tenaga kesehatan
yang berbaur berbagi pekerjaan memberikan pelayanan.
Terima kasih.
Medan, Desember 2016
Penulis
DAFTAR ISI
1.3 Hipotesis Penelitian ... 2
1.4 Tujuan Penelitian ... 2
1.4.1 Tujuan Umum ... 2
1.4.2 Tujuan Khusus ... 2
1.5 Manfaat Penelitian ... 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1 Osteosarkoma ... 4
2.1.1 Etiologi ... 5
2.1.2 Predileksi Anatomi... 5
2.1.3 Klasifikasi ... 6
2.1.4 Beberapa Varian Osteosarkoma ... 8
2.1.5 Stadium ...10
2.1.6 Penatalaksanaan ... 11
2.2 Respon Imun Terhadap Tumor ... 13
2.2.1 Rasio Limfosit Monosit ... 15
2.2.2 Kerangka Teori ... 17
BAB III. METODE PENELITIAN ... 18
3.1 Desain Penelitian ... 18
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 18
3.3 Populasi dan Subjek Penelitian ... 18
3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ... 18
3.5 Variabel Penelitian ... 19
3.6 Perkiraan Besar Sampel ... 19
3.7 Alur Penelitian ... 20
3.9 Analisa Data Statistik ... 21
BAB IVHASIL PENELITIAN... 22
4.1 Karakteristik Subjek Penelitian... 22
4.2 Analsis Bivariat ... 27
BAB V. PEMBAHASAN ... 29
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN ... 32
6.1 Simpulan ... 32
6.2 Saran ... 32
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Staging Osteosarkoma berdasarkan kriteria Enneking………14
Tabel 4.1 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia………...30
Tabel 4.2 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin………31
Tabel 4.3 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Lokasi Tumor………31
Tabel 4.4 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Operasi……….32
Tabel 4.5 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Metastasis ………..32
Tabel 4.6 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Stadium Klinis………...33
Tabel 4.7 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Kemoterapi………33
Tabel 4.8 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Prognosis………...34
Tabel 4.9 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Rasio Limfosit-Monosit…………36
Tabel 4.10 Distribusi RLM Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Metastasis, Stadium, Kemoterapi dan Lokasi Tumor………36
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Teori………24
Gambar 3.1 Alur Penelitian……….29
Gambar 4.1 Distribusi subjek penelitian berdasarkan kematian………..34
Gambar 4.2 ROC Rasio Limfosit-Monosit ………..35
DAFTAR SINGKATAN
ADCC : Antibody dependent cell mediated cytotoxicity
AJCC : American Joint Comitte for Cancer
AKA : Above Knee Amputation
AUC : Area Under Curve
cAMP : Cyclic Adenosine Monophosphate
CD 4 : Cluster Differentiation 4
CD 8 : Cluster Differentiation 8
CD147 : Cluster Differentiation 147
CDC : Complement Dependent Cytotoxicity
COX-2 : Cyclooxigenase 2
CT : Computed Tomographic
CTL : Cytotoxic T Lymphocyte
HRLM : High Rasio Limfosit Monosit
IFN : Interferon
IFN-ɣ : Interferon Gamma
Ig G : Imunoglobulin G
Ig M : Imunoglobulin M
IL : Interleukin
LRLM : Low Rasio Limfosit Monosit
LT : Limfotoksin
MHC : Major Histocompatibility Complex
MRI : Magnetic Resonance Imaging
NC sel : Natural Cytotoxic
NF-kB : Nuclear Factor - kB
NK sel : Sel Natural Killer
PG : Prosraglandin
PMN : Polimorfonuklear
RNI : Reactive Nitrogen Intermediates
ROC : Receiving Operation Curve
ROS : Reactive Oxygen Species
TAA : Tumor Associated Antigen
TAM : Tumor Associated Macrophage Rasio limfosit-monosit (RLM)
Tc : Sel T – cytotoxic
Th : Sel T- helper
TILs : Tumor infiltrating lymphocytes
TNF : Tumor Necrotizing Factor
TNM : Tumor – Nodul – Metastase
HUBUNGAN RASIO LIMFOSIT MONOSIT PRE OPERASI DENGAN PROGNOSIS PASIEN OSTEOSARKOMA DI RSUP. HAJI ADAM MALIK MEDAN
David M Purba*, C Siregar**,ID Winanto**
Departemen Ilmu Bedah*, Departemen Ilmu Bedah Ortopedi**
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara-RSUP.H.Adam Malik, Medan
Abstrak
Pendahuluan : Patogenesis kanker dipengaruhi oleh sistem imun dan inflamasi. Pada beberapa neoplasma, infiltrasi sel mononuklear merupakan indikator untuk prognosis yang baik. Pada percobaan eksperimental terbukti bahwa sel T sitotoksik (CTL) menghasilkan respon imun antitumor yang efektif in vitro. Monosit yang masuk dan beredar ke jaringan
(makrofag) menghasilkan TNF α yang meningkatkan kemampuan invasi, angiogenesis dan
motilitas sel kanker. Tujuan penelitian ini untuk melihat rasio limfosit monosit sebagai prediktor prognosis pada pasien osteosarkoma.
Metode : Penelitian ini bersifat analitik retrospektif dengan sumber data adalah rekam medis pasien yang telah didiagnosa dengan Osteosarkoma di RSUP Haji Adam Malik Medan. Dari tahun 2011 hingga 2016 diperoleh 41 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Rasio limfosit-monosit (RLM) diperoleh dari pemeriksaan darah pre operasi. Nilai cut-off RLM ditentukan dengan menggunakan kurva ROC dengan nilai Overall Survival diambil dari tindakan operasi hingga meninggal dunia.
Hasil : Rerata usia subjek penelitian adalah 22.41 + 13,79 dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 28 (68,3%), lokasi tumor terbanyak di femur 22 (52%), dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 36 (87,8%). Dari kurva ROC didapatkan nilai cut-off RLM adalah 2,34. Pasien dengan Low RLM(LRLM) sebanyak 23 (56,1%). Analisis bivariat dengan menggunakan Chi-square test menunjukkan tidak tampak hubungan antara RLM pre operasi dengan prognosis pasien osteosarkoma (p=0,083). Kurva Kaplan Meier menunjukkan pada High RLM (HRLM), one year survival dan two years survival didapatkan nilai 0,5 dan 0,38, sedangkan pada LRLM, one year survival dan two years survival adalah0,38 dan 0,08.
Simpulan : Tidak ada hubungan antara RLM pre operasi dengan prognosis pasien osteosarkoma (p=0,083), namun Kurva Kaplan Meier menunjukkan overall survival pada HRLM lebih baik dibandingkan LRLM.
Saran : Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan analisis multivariat dan metode yang dapat mengkontrol faktor risiko lainterhadap prognosis.
THE RELATIONSHIP OF PRE-OPERATION LYMPHOCYTE-MONOCYTE
RATIO AND THE PROGNOSIS OF OSTEOSARCOMA PATIENTS IN HAJI ADAM
MALIK HOSPITAL MEDAN
David M Purba(1), C Siregar*(2),ID Winanto*(2) Surgery Departement (1), Orthopaedic Departement *(2)
Medical School University of Sumatera Utara - H. Adam Malik Hospital, Medan
Abstract
Introduction : The pathogenesis of cancer is affected by immune system and inflammation. In some neoplasm, the infiltration of mononuclear cells is an indicator of a good prognosis. Experimental trials proved that cytotoxic T cells (CTL) produce an effective in vitro
antitumor immune response. Monocytes that enter the tissues (macrophages) produce TNF α
which increases the ability of the invasion, angiogenesis and cancer cell motility. The using ROC curve. The Overall Survival is taken from surgery until the patients died.
Result : The mean age of the subjects are 22,41 ±13.79 with 28 (68.3%) males, most of the tumors were located in the femur (52%) and as many as 36 patients died (87.8%). The LMR cut off obtained from the ROC curve is 2.34. There were 23 patients (56.1%) with LLMR. Bivariate analysis using chi-square test showed no visible relationship between the pre operation LMR with the osteosarcoma prognosis (p = 0.083). Kaplan Meier curve showed in HLMR, one year and two year survival were 0.5 and 0.38, respectively, whereas in LLMR, one year and two years survival were 0.38 and 0.08, respectively.
Conclusion : There is no relationship between pre operation LMR with the prognosis of patients with osteosarcoma (p = 0.083) but the Kaplan Meier curve showed the overall survival of HLMR are better than the LLMR.