Lampiran 1
PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN
( INFORMED CONSENT )
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Umur :
Pendidikan :
Pekerjaaan :
Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat
penelitian ini dari penelitian ini, dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi
menjadi responden yang berjudul “ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Risiko
HIV/AIDS Terhadap Kelompok Waria Di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS)
Bestari Kota Medan Tahun 2014 “
Peneliti Medan, 2014
Lampiran 2
No. Responden KUESIONER
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO HIV/AIDS TERHADAP KELOMPOK WARIA DI KLINIK IMS
BESTARI KOTA MEDAN TAHUN 2014 A. Karakteristik Responden
Isilah data berikut sesuai dengan identitas Anda :
1. Nama : ……….
2. Umur : ……….
3. Pendidikan :………..
4. Pekerjaan :……….
B. Pengetahuan tentang HIV/AIDS
Berilah tanda silang (√) pada jawaban menurut anda yang paling benar pada jawaban pertanyaan.
NO PERTANYAAN YA TIDAK
1 HIV adalah Virus yang merusak system kekebalan tubuh manusia.
2 Yang dimaksud dengan AIDS adalah kumpulan berbagai gejala dan infeksi yang menyebabkan berkurangnya kekebalan tubuh.
3 Virus HIV terdapat pada tubuh manusia pada cairan sekresi vagina, semen, darah dan air susu ibu.
4 Perilaku seseorang tertular HIV/AIDS melalui kontak seksual dengan penderita HIV/AIDS.
5 Virus HIV tidak menular melalui mendonorkan darah orang yang terinfeksi HIV/AIDS.
6 Virus HIV tidak menular melalui bergaul dengan penderita HIV/AIDS.
7 Dengan menggunakan kondom akan mencegah tertular HIV/AIDS.
8 HIV dapat menular melaui hubungan seks bebas dan anal seks (perilaku seks yang menyimpang)
9 Gejala HIV/AIDS timbul setelah seseorang kontak dengan virus HIV yang membutuhkan waktu lama.
11 Pada tahap awal seseorang yang telah terinfeksi HIV akan terlihat sehat.
12 Penyakit HIV/AIDS dapat sembuh sempurna. 13 HIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular.
14 Penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui berdekatan dengan penderita HIV/AIDS.
15 Penyebaran HIV/AIDS dapat terjadi melalui kontak seksual dengan penderita HIV/AIDS.
16 Yang paling rendah berisiko terkena HIV/AIDS adalah orang yang bekerja di klinik perawatan penderita HIV/AIDS.
17 Yang merupakan peningkatan terhadap risiko terkena HIV/AIDS dengan melakukan seks bebas tanpa kondom. 18 Pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS yang
diajukan oleh pemerintah adalah pantang berhubungan seks sebelum menikah.
19 Pencegahan penularan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan cara menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seks bebas.
KUESIONER SIKAP
Petunjuk : Berilah tanda (√) pada salah satu kotak yang tersedia sesuai dengan jawaban responden dengan keterangan sebagai berikut :
SS : Sangat Setuju S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya akan menolak hubungan seksual jika pasangan saya tidak mau menggunakan kondom. 2 Saya menggunakan kondom atas kemauan
sendiri.
3 Menurut saya berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko tertular HIV/AIDS.
4 Menurut saya orang yang terkena HIV/AIDS hendaknya dikarantinakan.
5 Menurut saya informasi atau penyuluhan tentang HIV/AIDS harus diberitahukan kepada waria.
6 Menurut saya berjabat tangan,tinggal serumah,serta menggunakan peralatan makanan yang sama dapat menularkan HIV/AIDS.
7 Menurut saya seseorang yang menderita HIV/AIDS bisa tampak sehat.
8 Menurut saya merokok, anal seks, gonta-ganti pasangan serta mabuk-mabukan dan menggunakan narkoba adalah gaya hidup sekarang.
9 Apakah dengan rutin kelayanan kesehatan (VCT) dapat mengurangi risiko tertular HIV /AIDS. 10 Usaha untuk menghindari HIV/AIDS yaitu
KUESIONER TINDAKAN
Petunjuk : Berilah tanda (√) pada salah satu kotak yang tersedia sesuai dengan jawaban responden dengan keterangan sebagai berikut :
No Pernyataan Ya Tidak
1 HIV/AIDS hanya dapat dicegah melalui kondom
2 Saya selalu menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual
3 Saya dapat memperoleh kondom di mana saja dan kapan saja
4 Saya akan menolak berhubungan seksual jika pasangan saya tidak mau menggunakan kondom
5 Saya sudah sering melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom
6 Saya menggunakan kondom atas kemauan sendiri
7 Saya tahu pekerjaan saya sebagai waria pekerja seks mempunyai resiko HIV/AIDS yang tinggi 8 Saya tahu cara menggunakan kondom yang
baik dan benar
9 Saya pernah mendapat penyuluhan tentang kondom dari petugas kesehatan
Lampiran 3 : POA
Tabel Rencana Waktu Penelitian
No Uraian Kegiatan Februari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan judul 2 Survei awal
3 Konsultasi Proposal
4 Seminar Proposal 5 Perbaikan kolokium 6 Uji validitas dan
pengumpulan data 7 Pengambilan data 8 Analisa data 9 Konsultasi hasil
penelitian 10 Seminar hasil
penelitian
11 Perbaikan seminar hasil penelitian
12 Seminar komprehensif 13 Perbaikan seminar
Lampiran 5 : Hasil Uji Statistik 1. Analisis Univariat
Kasus
umurk
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid >=35 tahun 9 25.0 25.0 25.0
15-34 tahun 27 75.0 75.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
didik
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SD 6 16.7 16.7 16.7
SMP 19 52.8 52.8 69.4
SMA 11 30.6 30.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Pendidikan dasar 6 16.7 16.7 16.7
Pendidikan lanjutan 30 83.3 83.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
kerja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Salon 17 47.2 47.2 47.2
Rias Pengantin 15 41.7 41.7 88.9
Jualan 4 11.1 11.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
pekerjaan
pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Bekerja 36 100.0 100.0 100.0
Pengetahuan
pengetahuan 1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 17 47.2 47.2 47.2
ya 19 52.8 52.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahaun 2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 16 44.4 44.4 44.4
ya 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 14 38.9 38.9 38.9
ya 22 61.1 61.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 20 55.6 55.6 55.6
ya 16 44.4 44.4 100.0
pengetahuan 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 17 47.2 47.2 47.2
ya 19 52.8 52.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 23 63.9 63.9 63.9
ya 13 36.1 36.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 19 52.8 52.8 52.8
ya 17 47.2 47.2 100.0
pengetahuan 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 11
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 20 55.6 55.6 55.6
ya 16 44.4 44.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 12
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 17 47.2 47.2 47.2
ya 19 52.8 52.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 13
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 20 55.6 55.6 55.6
ya 16 44.4 44.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 14
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 16 44.4 44.4 44.4
ya 20 55.6 55.6 100.0
pengetahuan 15
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 22 61.1 61.1 61.1
ya 14 38.9 38.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 16
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 15 41.7 41.7 41.7
ya 21 58.3 58.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 17
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 26 72.2 72.2 72.2
ya 10 27.8 27.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 18
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 15 41.7 41.7 41.7
ya 21 58.3 58.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 10 27.8 27.8 27.8
Kurang 26 72.2 72.2 100.0
Sikap
sikap 1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 3 8.3 8.3 8.3
TS 2 5.6 5.6 13.9
S 20 55.6 55.6 69.4
SS 11 30.6 30.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 6 16.7 16.7 16.7
TS 15 41.7 41.7 58.3
S 15 41.7 41.7 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 1 2.8 2.8 2.8
TS 8 22.2 22.2 25.0
S 18 50.0 50.0 75.0
SS 9 25.0 25.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 1 2.8 2.8 2.8
TS 24 66.7 66.7 69.4
S 8 22.2 22.2 91.7
SS 3 8.3 8.3 100.0
sikap 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 4 11.1 11.1 11.1
TS 15 41.7 41.7 52.8
S 10 27.8 27.8 80.6
SS 7 19.4 19.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 6 16.7 16.7 16.7
TS 17 47.2 47.2 63.9
S 10 27.8 27.8 91.7
SS 3 8.3 8.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 2 5.6 5.6 5.6
TS 23 63.9 63.9 69.4
S 7 19.4 19.4 88.9
SS 4 11.1 11.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 1 2.8 2.8 2.8
TS 15 41.7 41.7 44.4
S 13 36.1 36.1 80.6
SS 7 19.4 19.4 100.0
sikap 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 5 13.9 13.9 13.9
TS 13 36.1 36.1 50.0
S 16 44.4 44.4 94.4
SS 2 5.6 5.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 5 13.9 13.9 13.9
TS 12 33.3 33.3 47.2
S 14 38.9 38.9 86.1
SS 5 13.9 13.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 8 22.2 22.2 22.2
Kurang 28 77.8 77.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
Tindakan
tindakan 1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 21 58.3 58.3 58.3
ya 15 41.7 41.7 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 17 47.2 47.2 47.2
ya 19 52.8 52.8 100.0
tindakan 3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 19 52.8 52.8 52.8
ya 17 47.2 47.2 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 21 58.3 58.3 58.3
ya 15 41.7 41.7 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 24 66.7 66.7 66.7
ya 12 33.3 33.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 23 63.9 63.9 63.9
ya 13 36.1 36.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 8
Valid tidak 31 86.1 86.1 86.1
ya 5 13.9 13.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 23 63.9 63.9 63.9
ya 13 36.1 36.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 11 30.6 30.6 30.6
ya 25 69.4 69.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 9 25.0 25.0 25.0
Kurang 27 75.0 75.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
K_HIV
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Positif 36 100.0 100.0 100.0
Kontrol umurk
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid >=35 tahun 8 22.2 22.2 22.2
15-34 tahun 28 77.8 77.8 100.0
didik
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SD 8 22.2 22.2 22.2
SMP 16 44.4 44.4 66.7
SMA 12 33.3 33.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Pendidikan dasar 8 22.2 22.2 22.2
Pendidikan lanjutan 28 77.8 77.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
kerja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Salon 15 41.7 41.7 41.7
Rias Pengantin 14 38.9 38.9 80.6
Jualan 7 19.4 19.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Pengetahuan
pengetahuan 1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 15 41.7 41.7 41.7
ya 21 58.3 58.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahaun 2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 13 36.1 36.1 36.1
ya 23 63.9 63.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 14 38.9 38.9 38.9
ya 22 61.1 61.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 19 52.8 52.8 52.8
ya 17 47.2 47.2 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 16 44.4 44.4 44.4
ya 20 55.6 55.6 100.0
pengetahuan 6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 13 36.1 36.1 36.1
ya 23 63.9 63.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 14 38.9 38.9 38.9
ya 22 61.1 61.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 21 58.3 58.3 58.3
ya 15 41.7 41.7 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 20 55.6 55.6 55.6
ya 16 44.4 44.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 14 38.9 38.9 38.9
ya 22 61.1 61.1 100.0
pengetahuan 11
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 12
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 16 44.4 44.4 44.4
ya 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 13
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 17 47.2 47.2 47.2
ya 19 52.8 52.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 14
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 15 41.7 41.7 41.7
ya 21 58.3 58.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 15
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
pengetahuan 16
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 15 41.7 41.7 41.7
ya 21 58.3 58.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 17
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan 18
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 14 38.9 38.9 38.9
ya 22 61.1 61.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
pengetahuan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 20 55.6 55.6 55.6
Kurang 16 44.4 44.4 100.0
Sikap
sikap 1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 2 5.6 5.6 5.6
S 17 47.2 47.2 52.8
SS 17 47.2 47.2 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 9 25.0 25.0 25.0
TS 4 11.1 11.1 36.1
S 18 50.0 50.0 86.1
SS 5 13.9 13.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TS 9 25.0 25.0 25.0
S 17 47.2 47.2 72.2
SS 10 27.8 27.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 3 8.3 8.3 8.3
TS 10 27.8 27.8 36.1
S 20 55.6 55.6 91.7
SS 3 8.3 8.3 100.0
sikap 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 3 8.3 8.3 8.3
TS 9 25.0 25.0 33.3
S 13 36.1 36.1 69.4
SS 11 30.6 30.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 6 16.7 16.7 16.7
TS 14 38.9 38.9 55.6
S 12 33.3 33.3 88.9
SS 4 11.1 11.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 2 5.6 5.6 5.6
TS 19 52.8 52.8 58.3
S 5 13.9 13.9 72.2
SS 10 27.8 27.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TS 17 47.2 47.2 47.2
S 13 36.1 36.1 83.3
SS 6 16.7 16.7 100.0
sikap 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 3 8.3 8.3 8.3
TS 16 44.4 44.4 52.8
S 9 25.0 25.0 77.8
SS 8 22.2 22.2 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid STS 5 13.9 13.9 13.9
TS 11 30.6 30.6 44.4
S 7 19.4 19.4 63.9
SS 13 36.1 36.1 100.0
Total 36 100.0 100.0
sikap
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 18 50.0 50.0 50.0
Kurang 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
Tindakan
tindakan 1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 20 55.6 55.6 55.6
ya 16 44.4 44.4 100.0
tindakan 2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 11 30.6 30.6 30.6
ya 25 69.4 69.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 13 36.1 36.1 36.1
ya 23 63.9 63.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 18 50.0 50.0 50.0
ya 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 16 44.4 44.4 44.4
ya 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 19 52.8 52.8 52.8
ya 17 47.2 47.2 100.0
tindakan 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 15 41.7 41.7 41.7
ya 21 58.3 58.3 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 20 55.6 55.6 55.6
ya 16 44.4 44.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 16 44.4 44.4 44.4
ya 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid tidak 11 30.6 30.6 30.6
ya 25 69.4 69.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
tindakan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 20 55.6 55.6 55.6
Kurang 16 44.4 44.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
K_HIV
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
2. Analisis Bivariat
tindakan * K_HIV
Crosstab
K_HIV
Total
Negatif Positif
tindakan Baik Count 20 9 29
% within tindakan 69.0% 31.0% 100.0%
% within K_HIV 55.6% 25.0% 40.3%
% of Total 27.8% 12.5% 40.3%
Kurang Count 16 27 43
% within tindakan 37.2% 62.8% 100.0%
% within K_HIV 44.4% 75.0% 59.7%
% of Total 22.2% 37.5% 59.7%
Total Count 36 36 72
% within tindakan 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df
Asymp. Sig. (2-sided)
Exact Sig. (2-sided)
Exact Sig. (1-sided)
Pearson Chi-Square 6.986a
1 .008
Continuity Correctionb 5.774 1 .016
Likelihood Ratio 7.124 1 .008
Fisher's Exact Test .016 .008
Linear-by-Linear Association 6.889 1 .009
N of Valid Casesb 72
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 14,50.
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for tindakan (Baik / Kurang) 3.750 1.379 10.200
For cohort K_HIV = Negatif 1.853 1.172 2.932
For cohort K_HIV = Positif .494 .274 .891
N of Valid Cases 72
Sikap * K_HIV
Crosstab
K_HIV
Total
Negatif Positif
sikap Baik Count 18 8 26
% within sikap 69.2% 30.8% 100.0%
% within K_HIV 50.0% 22.2% 36.1%
% of Total 25.0% 11.1% 36.1%
Kurang Count 18 28 46
% within sikap 39.1% 60.9% 100.0%
% within K_HIV 50.0% 77.8% 63.9%
% of Total 25.0% 38.9% 63.9%
Total Count 36 36 72
% within sikap 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df
Asymp. Sig. (2-sided)
Exact Sig. (2-sided)
Exact Sig. (1-sided)
Pearson Chi-Square 6.020a
1 .014
Continuity Correctionb 4.876 1 .027
Likelihood Ratio 6.138 1 .013
Fisher's Exact Test .026 .013
N of Valid Casesb 72
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 13,00. b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for sikap (Baik / Kurang) 3.500 1.260 9.724
For cohort K_HIV = Negatif 1.769 1.137 2.753
For cohort K_HIV = Positif .505 .272 .941
N of Valid Cases 72
Pengetahuan * K_HIV
Crosstab
K_HIV
Total
Negatif Positif
pengetahuan Baik Count 20 10 30
% within pengetahuan 66.7% 33.3% 100.0%
% within K_HIV 55.6% 27.8% 41.7%
% of Total 27.8% 13.9% 41.7%
Kurang Count 16 26 42
% within pengetahuan 38.1% 61.9% 100.0%
% within K_HIV 44.4% 72.2% 58.3%
% of Total 22.2% 36.1% 58.3%
Total Count 36 36 72
% within pengetahuan 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2-sided)
Exact Sig. (2-sided)
Exact Sig. (1-sided)
Continuity Correctionb 4.629 1 .031
Likelihood Ratio 5.802 1 .016
Fisher's Exact Test .031 .015
Linear-by-Linear Association 5.635 1 .018
N of Valid Casesb 72
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 15,00. b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for pengetahuan
(Baik / Kurang) 3.250 1.217 8.676
For cohort K_HIV = Negatif 1.750 1.103 2.775
For cohort K_HIV = Positif .538 .308 .942
N of Valid Cases 72
Pekerjaan * K_HIV
Crosstab
K_HIV
Total
Negatif Positif
pekerjaan Bekerja Count 36 36 72
% within pekerjaan 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Total Count 36 36 72
% within pekerjaan 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value
Pearson Chi-Square .a
N of Valid Cases 72
Risk Estimate
Value
Odds Ratio for pekerjaan (Bekerja / .) .a
a. No statistics are computed because pekerjaan is a constant.
Pendidikan * K_HIV
Crosstab
K_HIV
Total
Negatif Positif
pendidikan Pendidikan
dasar
Count 8 6 14
% within pendidikan 57.1% 42.9% 100.0%
% within K_HIV 22.2% 16.7% 19.4%
% of Total 11.1% 8.3% 19.4%
Pendidikan lanjutan
Count 28 30 58
% within pendidikan 48.3% 51.7% 100.0%
% within K_HIV 77.8% 83.3% 80.6%
% of Total 38.9% 41.7% 80.6%
Total Count 36 36 72
% within pendidikan 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df
Asymp. Sig. (2-sided)
Exact Sig. (2-sided)
Exact Sig. (1-sided)
Pearson Chi-Square .355a 1 .551
Continuity Correctionb .089 1 .766
Likelihood Ratio .356 1 .551
Fisher's Exact Test .767 .383
Linear-by-Linear Association .350 1 .554
N of Valid Casesb 72
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for pendidikan (Pendidikan
dasar / Pendidikan lanjutan) 1.429 .440 4.636
For cohort K_HIV = Negatif 1.184 .699 2.003
For cohort K_HIV = Positif .829 .431 1.593
N of Valid Cases 72
Umurk * K_HIV
Crosstab
K_HIV
Total
Negatif Positif
umurk >=35 tahun Count 8 9 17
% within umurk 47.1% 52.9% 100.0%
% within K_HIV 22.2% 25.0% 23.6%
% of Total 11.1% 12.5% 23.6%
15-34 tahun Count 28 27 55
% within umurk 50.9% 49.1% 100.0%
% within K_HIV 77.8% 75.0% 76.4%
% of Total 38.9% 37.5% 76.4%
Total Count 36 36 72
% within umurk 50.0% 50.0% 100.0%
% within K_HIV 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 50.0% 50.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df
Asymp. Sig. (2-sided)
Exact Sig. (2-sided)
Exact Sig. (1-sided)
Pearson Chi-Square .077a 1 .781
Continuity Correctionb .000 1 1.000
Likelihood Ratio .077 1 .781
Linear-by-Linear Association .076 1 .783
N of Valid Casesb 72
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8,50.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for umurk (>=35 tahun / 15-34
tahun) .857 .288 2.547
For cohort K_HIV = Negatif .924 .524 1.630
For cohort K_HIV = Positif 1.078 .639 1.819
N of Valid Cases 72
3. Analisis Multivariat
Logistic Regression
Case Processing Summary
Unweighted Casesa N Percent
Selected Cases Included in Analysis 72 100.0
Missing Cases 0 .0
Total 72 100.0
Unselected Cases 0 .0
Total 72 100.0
a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.
Dependent Variable Encoding
Original Value Internal Value
Negatif 0
Block 1: Method = Backward Stepwise (Likelihood Ratio)
Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 16.859 3 .001
Block 16.859 3 .001
Model 16.859 3 .001
Model Summary
Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square
1 82.955a .209 .278
a. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than ,001.
Classification Tablea
Observed
Predicted
K_HIV
Percentage Correct
Negatif Positif
Step 1 K_HIV Negatif 19 17 52.8
Positif 6 30 83.3
Overall Percentage 68.1
a. The cut value is ,500
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
95,0% C.I.for EXP(B)
Lower Upper
Step 1a pengetahua
n 1.096 .545 4.035 1 .045 2.991 1.027 8.711
sikap 1.279 .567 5.087 1 .024 3.594 1.182 10.924
tindakan 1.230 .550 5.007 1 .025 3.422 1.165 10.055
Constant -2.221 .690 10.367 1 .001 .108
Model if Term Removed
Variable
Model Log Likelihood
Change in -2 Log
Likelihood df
Sig. of the Change
Step 1 pengetahuan -43.566 4.177 1 .041
sikap -44.183 5.412 1 .020
tindakan -44.097 5.240 1 .022
Block 0: Beginning Block
Classification Tablea,b
Observed
Predicted
K_HIV
Percentage Correct
Negatif Positif
Step 0 K_HIV Negatif 0 36 .0
Positif 0 36 100.0
Overall Percentage 50.0
a. Constant is included in the model.
b. The cut value is ,500
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 0 Constant .000 .236 .000 1 1.000 1.000
Variables not in the Equation
Score df Sig.
Step 0 Variables pengetahuan 5.714 1 .017
sikap 6.020 1 .014
tindakan 6.986 1 .008
Lampiran 6 : Uji Validitas dan reliabilitas
Reliability Pengetahuan Tidak Valid
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.907 20
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
p1 .87 .346 30
p2 .80 .407 30
p3 .60 .498 30
p4 .70 .466 30
p5 .70 .466 30
p6 .60 .498 30
p7 .77 .430 30
p8 .83 .379 30
p9 .67 .479 30
p10 .77 .430 30
p11 .63 .490 30
p12 .77 .430 30
p13 .70 .466 30
p14 .80 .407 30
p15 .77 .430 30
p16 .63 .490 30
p17 .73 .450 30
p18 .80 .407 30
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
p1 .87 .346 30
p2 .80 .407 30
p3 .60 .498 30
p4 .70 .466 30
p5 .70 .466 30
p6 .60 .498 30
p7 .77 .430 30
p8 .83 .379 30
p9 .67 .479 30
p10 .77 .430 30
p11 .63 .490 30
p12 .77 .430 30
p13 .70 .466 30
p14 .80 .407 30
p15 .77 .430 30
p16 .63 .490 30
p17 .73 .450 30
p18 .80 .407 30
p19 .70 .466 30
p20 .67 .479 30
Item-Total Statistics Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
p1 13.63 26.930 .529 .903
p2 13.70 26.700 .495 .904
p3 13.90 26.990 .330 .909
p4 13.80 25.545 .676 .899
p5 13.80 25.545 .676 .899
p6 13.90 26.369 .456 .905
p7 13.73 26.685 .468 .904
p8 13.67 26.161 .682 .900
p9 13.83 26.213 .510 .903
p11 13.87 25.292 .693 .898
p12 13.73 25.995 .631 .900
p13 13.80 26.028 .568 .902
p14 13.70 26.079 .651 .900
p15 13.73 26.064 .614 .901
p16 13.87 25.292 .693 .898
p17 13.77 26.116 .572 .902
p18 13.70 26.838 .461 .904
p19 13.80 26.717 .418 .906
p20 13.83 27.454 .252 .910
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
14.50 28.948 5.380 20
Reliability Pengetahuan Valid
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 29 96.7
Excludeda 1 3.3
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.916 18
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
p1 .86 .351 29
p2 .79 .412 29
p4 .72 .455 29
p5 .72 .455 29
p6 .62 .494 29
p8 .83 .384 29
p9 .66 .484 29
p10 .76 .435 29
p11 .66 .484 29
p12 .76 .435 29
p13 .69 .471 29
p14 .79 .412 29
p15 .76 .435 29
p16 .66 .484 29
p17 .72 .455 29
p18 .79 .412 29
p19 .69 .471 29
Item-Total Statistics Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
p1 12.38 24.458 .525 .914
p2 12.45 24.113 .524 .914
p4 12.52 23.259 .670 .910
p5 12.52 23.259 .670 .910
p6 12.62 24.030 .440 .916
p7 12.48 24.187 .473 .915
p8 12.41 23.680 .689 .910
p9 12.59 23.894 .481 .915
p10 12.48 23.473 .650 .910
p11 12.59 22.894 .708 .909
p12 12.48 23.544 .632 .911
p13 12.55 23.470 .594 .912
p14 12.45 23.542 .673 .910
p15 12.48 23.473 .650 .910
p16 12.59 22.894 .708 .909
p17 12.52 23.616 .584 .912
p18 12.45 24.185 .505 .914
p19 12.55 24.042 .464 .915
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
Reliability Sikap
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.896 10
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
s1 3.97 .765 30
s2 3.97 .765 30
s3 2.90 1.242 30
s4 2.90 1.242 30
s5 4.03 .669 30
s6 2.90 1.242 30
s7 4.03 .669 30
s8 4.10 .548 30
s9 4.03 .669 30
Item-Total Statistics Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
s1 32.73 33.168 .804 .877
s2 32.73 33.168 .804 .877
s3 33.80 30.924 .606 .894
s4 33.80 30.924 .606 .894
s5 32.67 34.506 .749 .882
s6 33.80 32.028 .517 .902
s7 32.67 34.506 .749 .882
s8 32.60 35.283 .808 .883
s9 32.67 34.506 .749 .882
s10 32.83 35.592 .588 .890
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
36.70 40.838 6.390 10
Reliability Tindakan
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
t1 .70 .466 30
t2 .80 .407 30
t3 .77 .430 30
t4 .63 .490 30
t5 .77 .430 30
t6 .87 .346 30
t7 .73 .450 30
t8 .73 .450 30
t9 .80 .407 30
t10 .63 .490 30
Item-Total Statistics Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
t1 6.73 7.926 .489 .883
t2 6.63 7.689 .697 .868
t3 6.67 7.471 .753 .863
t4 6.80 7.407 .667 .869
t5 6.67 7.954 .531 .879
t6 6.57 8.254 .530 .879
t7 6.70 7.666 .626 .872
t8 6.70 7.528 .687 .868
t9 6.63 7.964 .565 .877
t10 6.80 7.476 .638 .872
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
Lampiran 7
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO HIV/AIDS TERHADAP KELOMPOK WARIA DI KLINIK INFEKSI
MENULAR SEKSUAL (IMS) BESTARI KOTA MEDAN TAHUN 2014
Windy Maidesi1, Rahayu Lubis 2, Hiswani 2
1
Staf Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara
2
Universitas Sumatera Utara, Jl. Universitas No. 21 Kampus USU Medan Staf Pengajar FKM– USU, Medan
ABSTRAK
Since first discovered in 1987, the HIVAIDS cases have been increased in 33 provinces and 300 districts/ cities of Indonesia. The accumulation of HIV/AIDS up to the end of 2012 were 92,251 cases. Three of the 15 shemales at Sexually Transmitted Infection (STI) Bestari Clinic are found to have suffered from HIV/ AIDS. The purpose of this study was to find out the factors influencing the risk of HIV/ AIDS on shemale group at STI at Bestari Clinic in the City of Medan in 2014.
The population of this observational analytic study with case control design was 192 shemales visited the STI Bestari Clinic in the City of Medan, from January to December 2013. And 36 of them were selected to be the sample in the case group and 36 to be in the control group. The data obtained were analyzed through univariately, bivariately and multivariate analysis by using multiple logistic regression tests.
The results of bivariate analysis showed that the variable of knowledge (OR=3,250;95%CI 1,217-8,676), attitude (OR=3,500;95%CI 1,260-9,724), and action (OR=3,750;95%CI 1,379-10,200) had influence on the incidence of HIV/ AIDS in the shemale group. The result of multivariate analysis showed that the dominant variable influenced the incidence of HIV/ AIDS in the shemale group was attitude, where the shemales with unfavorable attitude had 3,59 times more risky to be suffered from HIV/ AIDS than those with favorable attitude
Medan City Health Service is expected to strengthen the VCT services in order to find the cases of HIV/ AIDS to reduce the risk of transmission and risky behaviors. STI Bestari Clinic in the City of Medan is expected to improve the extension on HIV/ AIDS for the community through electronic media, mass media as well as improving the quality of IEC and the use of condom among high-risk groups.
.
Keywords : HIV/ AIDS, Knowledge, Attitude, Action, Shemales
PENDAHULUAN
Masalah HIV/AIDS adalah masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian yang sangat
kedalam masyarakat (generalized epidemic), dengan prevalensi HIV dipopulasi dewasa sebesar 2,4%. Berdasarkan jenis kelamin, kasus HIV/AIDS dilaporkan banyak ditemukan pada laki-laki yaitu 74,5%, sedangkan pada perempuan 25% (DepKes RI, 2008). Sedangkan dibanyak tempat lainnya dalam kategori terkonsentrasi dengan prevalensi HIV >5% pada populasi waria.
Kaum waria merupakan suatu paparan nyata yang tidak dapat ditolak eksistensinya dimasyarakat. Pada tahun 1920 muncul komunitas homoseksual di kota besar Hindia-Belanda. Pada tahun 1969 berlangsung pertikaian antara waria dan gay dengan polisi yang dikenal dengan istilah huru hara stonewall, yang terjadi di NewYork Amerika. Kejadian tersebut menjadi langkah awal bagi waria dan gay dalam mempublikasikan keberadaan mereka (Ardian, 2006). Pada tahun yang sama mulai muncul organisasi waria yang bernama Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD). Pada tahun 2009 berdasarkan data Yayasan Srikandi Sejati (Hamid, 2011) sebuah lembaga yang mengurusi masalah waria, jumlah waria Indonesia mencapai 6.000.000 orang. Waria merupakan salah satu kelompok risiko tinggi penyebar HIV/AIDS yang keberadaannya saat ini cukup mengkhawatirkan karena aktivitas yang melekat dalam kesehari-harian mereka. Aktivitas seksual pada waria sebagai pekerja seksual dianggap beresiko tinggi karena mereka mempunyai banyak pasangan seksual pria dan kemungkinan besar pasangan mereka mempunyai banyak pasangan seksual pria lainnya, baik pria yang sudah atau
belum menikah. Kelompok ini bahkan besar kemungkinan atau risikonya lebih tinggi tertular penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS.
Seperti kita ketahui keberadaan kaum transgender seperti waria di Indonesia masih dilihat sebelah mata. Tidak sedikit dari kita yang menganggap jijik dan sinis. Padahal transgender ini amat rentan mengalami diskriminasi dan tindak kekerasan. Mereka kerap menjadi korban kekerasan dan pembunuhan, baik oleh perorangan, aparat hukum, atau kelompok anti waria atas dasar kebencian dan prasangka buruk. Para waria di Indonesia banyak kita temui dipinggir jalan sebagai pengamen atau pekerja seks.
bersama para waria ini diluar gedung. Saat ini merupakan saat mencari tambahan uang untuk para waria. Mereka tidak perlu bersusah payah merayu seperti para waria di Indonesia, karena dengan sendirinya para penonton membayar.
Sebaliknya dengan keberadaan waria di Indonesia yang melekat stigma dan diskriminasi. Tak jarang para waria selalu berurusan dengan Satpol Pamong Praja.Hal ini berpengaruh pada rendahnya pendapatan waria di Indonesia sehingga banyak dari mereka yang mengamen dan turun kejalan mengakibatkan rentan terhadap HIV/AIDS. Perilaku marginalisasi yang diderita oleh kaum waria dan homoseksual ini memaksa mereka untuk berlaku heteroseksual dipermukaan untuk melepaskan diri dari status marginal atau tersisih. Keadaan ini berdampak buruk pada laju penyebaran HIV/AIDS di masyarakat karena mereka akan melakukan hubungan seks dengan laki-laki dan juga dengan istri sah mereka (Iis, 2008).
Kasus Kumulatif HIV/AIDS yang dilaporkan di kabupaten Brebes tercatat 60 yang terdeteksi sejak tahun 2010 sampai April 2013., di Kota Tegal dilaporkan 211 yang terdeteksi sejak 2008 sampai Oktober 2012 yang terdiri atas 117 HIV dan 94 AIDS, dan di Kabupaten Pemalang 61 HIV dan 26 AIDS dengan 19 kematian karena waria dinilai memiliki risiko besar penularan HIV/AIDS (Kemenkes, 2012).
Paparan penderita HIV/AIDS di Sumatera Utara terus meningkat. Setidaknya hingga Juli 2012 jumlah kumulatif penderita HIV/AIDS mencapai 3.684 orang. Dari data Global
Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS berkisar 200 penderita setiap tahunnya. Dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Medan menyatakan bahwa Kecamatan Medan Kota menjadi wilayah kelompok gay dengan 295 orang. Diperingkat kedua ditempati kecamatan Medan Sunggal dengan 245 gay, dan peringkat ketiga ditempati Medan Petisah dengan 208 gay. Untuk waria, Medan Baru menduduki tempat pertama dengan 161 waria, Medan Johor di posisi kedua dengan 134 waria, dan Medan Petisah di posisi ketiga dengan 93 waria. Dari survey awal yang dilakukan di Klinik IMS Bestari Medan Kota peneliti mendapatkan data di bulan Desember 2013 bahwa dari 15 waria yang mendatangi klinik IMS didapatkan hasil rata-rata setiap bulannya ada 3 penderita HIV/AIDS dari kelompok waria yang berobat di Klinik IMS Bestari Kota Medan (Dinkes, 2013).
Permasalahan Apakah Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko HIV/AIDS terhadap Kelompok Waria di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan Tahun 2014?.
Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko HIV.AIDS terhadap Kelompok Waria di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan Tahun 2014.
METODE PENELITIAN
Seksual (IMS) Bestari Kota Medan. Populasi adalah seluruh waria yang datang ke klinik IMS Bestari Kota Medan pada bulan Januari sampai Desember 2013 yang tercatat dalam buku register sebanyak 192 orang. Sampel berjumlah 72 waria yaitu 36 kasus dan 36 kontrol.
Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan, karena berdasarkan survey awal yang dilakukan, terdapat jumlah waria yang mengalami HIV/AIDS, dan lokasinya berdekatan dengan tempat dimana banyak waria yang melakukan penyimpangan perilaku seksual.
Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah kasus kontrol berdasarkan sumber dari Klinik IMS Bestari Kota Medan pada bulan Januari sampai Desember 2013 dari buku register sebanyak 36 orang penderita HIV(+), dengan kriteria inklusi sebagai berikut:
Kriteria inklusi pada case (kasus) adalah waria yang HIV(+) yang datang ke klinik IMS Bestari pada bulan Januari sampai Desember 2013, berusia > 15 tahun, tempat lokasi terdiri dari waria yang berdomisili Medan Baru sebanyak 20 orang dan Medan Petisah sebanyak 16 orang, lama bekerja ≥3 tahun dan bersedia menjadi responden.
HASIL PENELITIAN 1. Analisis Univariat
Berdasarkan karakteristik responden (umur, pendidikan, dan
pekerjaan), yang berjumlah 36 kasus dan 36 kontrol menunjukkan bahwa pada kelompok yang HIV/AIDS (kasus) proporsi umur responden tertinggi pada kelompok 15-34 tahun (75,0%), dan kelompok kontrol (77,8%). Proporsi pendidikan yang paling banyak yaitu tamat SMP (52,8%), dan kelompok kontrol (44,4%). Semua responden bekerja (100%), Proporsi profesi pekerjaan terbanyak sebagai salon (47,2%) pada kelompok kasus dan kelompok kontrol (41,7%).
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Variabel Karakteristik Responden
Variabel Kasus Kontrol
Sikap waria pada kelompok kasus yang paling banyak ditemukan waria yang sikapnya kurang mengenai HIV/AIDS sebesar 77,8%, sedangkan kelompok kontrol ditemukan waria yang memiliki sikap kurang sebesar 50,0%,
Tindakan waria pada kelompok kasus yang paling banyak ditemukan waria yang tindakannya kurang mengenai HIV/AIDS sebesar 75,0%, sedangkan kelompok kontrol ditemukan waria yang memiliki tindakan kurang sebesar 44,4%.
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Variabel Perilaku
Pengetahuan Kasus Kontrol n % n %
2. Hubungan Variabel Independen dengan Variabel Dependen
Berdasarkan enam variabel (umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan tindakan) yang diteliti ternyata diperoleh tiga variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian HIV/AIDS yaitu pengetahuan (p=0,017; OR=3,250; 95%CI 1,217-8,676), sikap (p=0,014; OR=3,500; (95%CI 1,260-9,724), dan tindakan (p=0,008; OR=3,750; 95%CI 1,379-10,200), sedangkan umur (p=0,781; OR=0,857; 95%CI 0,288-2,547), pendidikan (p=0,551; OR=1,429; 95%CI 0,440-4,636) dan pekerjaan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian HIV/AIDS.
Tabel 3. Hubungan Variabel Independen Dengan Variabel Dependen
Variabel Independen Kejadian HIV/AIDS
P OR
(95% Cl) Negatif Positif
Tabel 3. (Lanjutan)
Variabel Independen Kejadian HIV/AIDS
p OR
(95% Cl) Negatif Positif
n % n %
3. Pengaruh Perilaku (Pengetahuan, Sikap dan Tindakan) terhadap Kejadian HIV/AIDS
Hasil analisis uji regresi logistik juga menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,045), sikap (p=0,024) dan tindakan (p=0,025) berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS. Variabel yang paling dominan adalah variabel sikap dengan nilai OR=3,594.
Probabilitas waria yang memiliki pengetahuan kurang, sikap kurang dan tindakan kurang kemungkinan untuk positif mengalami HIV/AIDS sebesar 80%, sedangkan waria yang memiliki pengetahuan baik, sikap baik dan tindakan baik kemungkinan untuk positif mengalami HIV/AIDS sebesar 9,8%.
Tabel 4. Hasil Uji Regresi Logistik
Variabel B Sig. Exp B(OR) 95%CI
Pengetahuan 1,096 0,045 2,991 1,207-8,711
Sikap 1,279 0,024 3,594 1,183-10,924
Tindakan 1,230 0,025 3,422 1,165-10,055
Konstanta -2,221 0,001 0,108
PEMBAHASAN
Pengaruh Antara Karakteristik terhadap Kejadian HIV/AIDS di Klinik IMS Bestari Medan
1. Umur
Pada analisis multivariat bahwa umur tidak ada pengaruh bermakna antara umur terhadap kejadian HIV/AIDS.
karena faktor kurangnya pengetahuan, lebih menuruti emosi yaitu ingin mendapatkan pasangan dan materi yang lebih tanpa memikirkan resiko terhadap perilaku yang akan mungkin dilakukan.
2. Pendidikan
Pada analisis multivariat bahwa umur tidak ada pengaruh bermakna antara pendidikan terhadap kejadian HIV/AIDS.
Berdasarkan hasil penelitian Eda dkk (2012) bahwa responden yang memiliki pendidikan rendah yang tidak berniat menggunakan kondom secara konsisten saat melakukan hubungan seks (50,0%). Hal ini terjadi karena responden tidak mau mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan tentang resiko penularan IMS dan HIV/AIDS.
Stigma juga dialami oleh waria pada tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti klinik, rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya. Ketika mereka mendapatkan gunjingan, hal tersebut yang membuat para waria enggan datang ke klinik kesehatan untuk memeriksakan kesehatan mereka. Dalam komunitas ini sudah mendapatkan bantuan dari LSM yang menyediakan pelayanan mobil, dimana dokter dan perawat langsung mendatangi para waria dan melakukan perawatan secara gratis. Tapi kini bantuan tersebut tidak lagi di perpanjang dari pusat, sehingga saat ini para waria tidak melalukan pemeriksaan lagi, karena kurangnya biaya yang mereka miliki untuk melakukan perawatan.
3. Pekerjaan
Berdasarkan hasil multivariat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan waria dengan kejadian HIV/ AIDS.
Hasil penelitian Eda dkk (2012) bahwa responden yang memilki pekerjaan sebagai PNS yang tidak berniat menggunakan kondom secara konsisten saat melakukan hubungan seks (66.7%), hal ini terjadi bukan karena pengetahuan yang kurang tapi karena merasa malu untuk membeli kondom.
Pengaruh antara Perilaku terhadap Kejadian HIV/AIDS di Klinik IMS Bestari Medan
1. Pengetahuan
Berdasarkan analisis multivariat diperoleh ada pengaruh pengetahuan waria terhadap kejadian HIV/AIDS di Klinik IMS Bestari Medan. Pada variabel pengetahuan dengan nilai OR 2,991 (95% CI 1,027-8,711) artinya waria yang positif mengalami HIV/AIDS 2,9 kali kemungkinannya memiliki pengetahuan kurang dibanding waria yang negatif mengalami HIV/AIDS.
Kurangnya dukungan keluarga serta adanya diskriminasi pada kelompok waria sehingga mengakibatkan rendahnya informasi dan pengetahuan waria mengenai risiko HIV/AIDS. Pada sebagian ODHA yang sudah membuka status terhadap keluarga akan bisa mendapat dukungan dan bantuan dari keluarga dan dukungan teman sebaya serta tenaga kesehataan tentang informasi seputar mengenai HIV/AIDS terutama cara menghindari agar tidak tertular.
2. Sikap
Variabel sikap hasil analisis multivariat diperoleh nilai OR 3,594 (95% CI 1,182-10,924) artinya waria yang positif mengalami HIV/AIDS 3,6 kali kemungkinannya memiliki sikap kurang baik dibanding waria yang negatif mengalami HIV/AIDS.
Sikap mendukung yang (positif) dari responden dipengaruhi oleh pengetahuan tentang informasi HIV/AIDS dan adanya kunjungan ke layanan VCT. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan
tetapi merupakan predisposisi tindakan/praktik. Sikap ini dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif. Dalam penelitian ini pengetahuan yang baik ditunjukkan dengan sikap yang positif pula pada konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela khususnya di Klinik IMS Bestari Kota Medan. Sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu menerima, diartikan bahwa orang mau memperhatikan obyek, merespon diartikan memberikan jawaban bila ditanya, menghargai yang diartikan dengan mengajak orang lain untuk diskusi suatu masalah dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dipilih dengan segala resiko. Hal ini dapat dilihat pada hasil kuisioner yang menyatakan bahwa waria yang sudah mengerti dan paham terhadap apa yang mereka kerjakan akan mempunyai risiko terkena HIV/AIDS. Sebaliknya waria yang mempunyai sikap dan kesadaran mau datang kelayanan VCT dengan kesadaran sendiri tanpa unsur paksaan atau mengharapkan sesuatu dengan pamrih akan mengurangi risiko terkena HIV/AIDS.
3. Tindakan
Krisis identitas yang dialami waria tidak hanya berdampak psikologis, tetapi juga berpengaruh dalam perilaku sosial mereka. Akibatnya, muncul hambatan-hambatan dalam melakukan hubungan sosial sehingga umumnya waria sulit melakukan hubungan sosial secara lebih luas, mereka sulit mengintegrasikan dirinya ke dalam struktur sosial yang ada di masyarakat. Adanya marginalisasi bagaimana sebenarnya waria harus dipandang dalam konstruksi sosial yang lebih jelas dan memiliki arti dalam kehidupan sosial umumnya, adalah satu upaya yang dilakukan oleh kaum waria untuk dapat eksis dalam kehidupannya (Koeswinarno, 2005). Dalam komunitas waria, ada kalanya mereka membentuk keluarga berdasarkan ikatan persahabatan, yang acapkali justru memberikan kesejahteraan yang lebih baik daripada di keluarga mereka sendiri. Walaupun para waria masih amat menghargai ikatan batin dengan anggota-anggota keluarga mereka. Namun sering kali dihadapkan pada dilema antara menyembunyikan identitas (dengan konsekuensi selalu berpura-pura dan merasa tidak enak) dan membuka identitas (dengan konsekuensi berbagai rupa tindakan yang kadang tidak manusiawi). Di ranah keluargalah mereka berhadapan dengan kendala yang paling berat. Kendala itu begitu berat, justru karena keluarga begitu penting bagi mereka. Jalan keluar dari kendala itu masih belum jelas atau pun mudah dicapai. Sebagain dari para waria terus saja menghindari dari keterbukaan seperti itu. Sebagian lagi melarikan diri dengan
hidup dan bekerja di tempat yang jauh dari keluarga (Utomo, 2003).
Sebagian besar waria menyatakan menyukai teknik seks secara secara anal-seks dan oral seks, karena alasan ingin diperlakukan sebagai perempuan dalam berhubungan seks. Sebagian besar waria menyukai pasangan tetap seorang pria yang telah keluarga ataupun sudah memiliki pacar. Bagi waria, pria yang sudah berkeluarga ataupun sudah memiliki pacar terlihat sangat macho sehingga terkesan pasangan tetap meraka adalah laki-laki normal. Ada juga waria yang menyukai waria lainnya, dengan alasan pasangan tetap seorang waria lebih memahami diri mereka dan ketika melakukan hubungan seksual pasangan yang waria juga lebih memuaskan daripada laki-laki normal. Ada juga waria yang sudah bekeluarga dan telah mempunyai anak, meskipun mereka punya istri, mereka juga memiliki pasangan laki-laki bahkan sering berganti-ganti pasangan.
KESIMPULAN
5. Tidak terdapat pengaruh antara faktor risiko umur, pendidikan dan pekerjaan terhadap kejadian HIV/AIDS di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan.
6. Pengetahuan yang kurang memahami informasi kesehatan tentang penularan HIV/AIDS berpengaruh dalam kejadian HIV/AIDS terhadap kelompok waria di Klinik IMS Bestari Medan.
kelompok waria di Klinik IMS Bestari Kota Medan.
8. Sikap penilaian positif atau penolakan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS mempunyai pengaruh paling bermakna terhadap kejadian HIV/AIDS terhadap kelompok waria di Klinik IMS Bestari Kota Medan.
SARAN
8. Dinas Kesehatan Kota Medan untuk meningkatkan dan memperkuat layanan VCT dalam rangka pencarian kasus penderita HIV/AIDS sehingga dapat mengurangi risiko penularan serta perilaku berisiko dalam beberapa kelompok rentan masyarakat.
9. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan HIV/AIDS agar para petugas kesehatan menganjurkan tes HIV Atas Inisiatif Pemberi Pelayanan Kesehatan dan Konseling (TIPK) yang dilakukan kepada waria untuk kepentingan kesehatan dan pengobatan berdasarkan inisiatif dari pemberi pelayanan kesehatan.
10. Diharapkan para waria agar tetap menggunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual baik dengan pelanggannya dan juga dengan pasangan tetapnya.
11. Klinik IMS Bestari Kota Medan untuk meningkatkan kualitas KIE kepada masyarakat, serta penggunaan kondom pada kelompok berisiko tinggi (waria). 12. KPA (Komisi Penanggulangan
AIDS) Kota Medan, LSM, media
massa dan elektronik, diharapkan memperkuat konsolidasi dan koordinasi pada semua jajaran sektor kesehatan dan lintas program serta pada pengambil kebijakan.
13. Mobile klinik yang dilakukan petugas kelapangan khususnya terhadap kelompok waria ditingkatkan lagi dengan harapan kelompok waria sadar dan mau datang kelayanan IMS dan VCT tanpa unsur paksaan dan mengharapkan sesuatu dengan pamrih.
14. Kepada peneliti berikutnya diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya yang lebih mendalam tentang faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS.
DAFTAR PUSTAKA
Ardian, P. 2006. Waria di Mata Masyarakat. Yogyakarta: Pinang Merah Publisher.
Depkes RI, 2006. Pedoman Pelayanan Konseling dan Testing HIV/AIDS Secara Sukarela (Voluntary Counselling and Testing).
Depkes RI, 2008. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia, Dirjen PPM & PL Depkes RI, Jakarta Dinkes Kota Medan, 2013. Data Kasus
HIV/AIDS di Kota Medan. Eda, N.; Widjanarko, B.; Widagdo, L.,
Hamid, A. 2011. Buku Ajar Aspek Psikoseksual. Jakarta: Widya Medika.
Iis, D. 2008. Transeksualitas Fakta Yang Tertutup Misteri. Yogyakarta: Pinang Merah Publisher.
Kemenkes, RI. 2012. Pedoman
Penerapan Layanan Komprehensif HIV-IMS
Berkesinambungan. Jakarta. Koeswinarno. Hidup Sebagai Waria.
LKiS. Yogyakarta. 2005.