Tugas 1 - Teori Akuntansi

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENDEKATAN TEORI AKUNTANSI PENDEKATAN TEORI AKUNTANSI

(Ghozali & Chariri, 2014) (Ghozali & Chariri, 2014)

TEORI DAN AKUNTANSI TEORI DAN AKUNTANSI

Teori Akuntansi terdiri atas kata teori dan akuntansi. Pengertian “teori” itu sendiri Teori Akuntansi terdiri atas kata teori dan akuntansi. Pengertian “teori” itu sendiri memiliki beberapa arti seperti dibahas oleh Ghozali dan Chariri pada Bab 2 buku Teori memiliki beberapa arti seperti dibahas oleh Ghozali dan Chariri pada Bab 2 buku Teori Akuntansi, tergantung dari sudut pandang apa yang digunakan. Teori sendiri sering disebut Akuntansi, tergantung dari sudut pandang apa yang digunakan. Teori sendiri sering disebut  proposisi

 proposisi atau atau hipotesis. hipotesis. Proposisi Proposisi adalah adalah kalimat kalimat indikatif indikatif atau atau pernyataan pernyataan tentang tentang konsepkonsep dimana pernyataan tersebut punya nilai kebenaran jika dikaitkan dengan fenomena, sebagai dimana pernyataan tersebut punya nilai kebenaran jika dikaitkan dengan fenomena, sebagai contoh benar, salah, mungkin benar dan lain-lain. Sedangkan hipotesis merupakan proposisi contoh benar, salah, mungkin benar dan lain-lain. Sedangkan hipotesis merupakan proposisi yang dikaitkan dengan pengujian empiris. Sehingga secara singkat dapat dikatakan bahwa yang dikaitkan dengan pengujian empiris. Sehingga secara singkat dapat dikatakan bahwa teori adalah argumen logis, dimana teori terdiri dari premis atau pernyataan yang teori adalah argumen logis, dimana teori terdiri dari premis atau pernyataan yang dihubungkan secara logis untuk menghasilkan suatu hipotesis.

dihubungkan secara logis untuk menghasilkan suatu hipotesis.

Kembali kepada pembahasan pada Bab 3, akuntansi memiliki beberapa teori parsial Kembali kepada pembahasan pada Bab 3, akuntansi memiliki beberapa teori parsial yang seringkali bersifat implisit dan masing-masing teori itu terkadang bertentangan antara yang seringkali bersifat implisit dan masing-masing teori itu terkadang bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Bahkan menurut

satu dengan yang lainnya. Bahkan menurut American Accounting Association American Accounting Association(AAA,1977) :(AAA,1977) :

“tidak ada teori akuntansi tunggal yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan “tidak ada teori akuntansi tunggal yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan  pemakai,...yang ada

 pemakai,...yang ada dalam dalam koleksi koleksi teori teori yang digambarkan yang digambarkan sesuai sesuai dengan dengan perbedaanperbedaan  pemakainya”

 pemakainya”

KLASIFIKASI PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI KLASIFIKASI PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI

Teori Akuntansi dapat dirumuskan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Teori Akuntansi dapat dirumuskan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu berdasarkan metode penalaran, Secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu berdasarkan metode penalaran, sistem bahasa dan tujuan perumusannya, untuk kemudian dibagi kembali menjadi beberapa sistem bahasa dan tujuan perumusannya, untuk kemudian dibagi kembali menjadi beberapa sub sesuai tabel di bawah ini.

(2)

A1.

A1. PendekatPendekatan an DeduktifDeduktif

Dimulai dari proposisi akuntansi dasar hingga menghasilkan prinsip akuntansi yang Dimulai dari proposisi akuntansi dasar hingga menghasilkan prinsip akuntansi yang reasional yang dapat dijadikan sebagai pedoman / dasar untuk membuat dan reasional yang dapat dijadikan sebagai pedoman / dasar untuk membuat dan mengembangkan teknik akuntansi.

mengembangkan teknik akuntansi.

 Penting : penentuan tujuan pelaporan keuanganPenting : penentuan tujuan pelaporan keuangan

Hal ini sangat penting mengingat tujuan yang berbeda akan membawa pada Hal ini sangat penting mengingat tujuan yang berbeda akan membawa pada kebutuhan struktur yang berbeda sehingga menghasilkan prinsip yang berbeda kebutuhan struktur yang berbeda sehingga menghasilkan prinsip yang berbeda  pula.

 pula. Setelah Setelah tujuan tujuan ditetapkan ditetapkan barulah barulah definisi definisi dan dan asumsi asumsi dapat dapat dibuat dibuat untukuntuk kemudian mengembangkan logika terstruktur yang digunakan untuk mencapai kemudian mengembangkan logika terstruktur yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

tujuan tersebut.

 Keuntungan : Mampu merumuskan struktur teori yang konsisten, terkoordinasi,Keuntungan : Mampu merumuskan struktur teori yang konsisten, terkoordinasi, lengkap dan setiap tahapan berjalan secara logis. Sehingga konsistensi antar lengkap dan setiap tahapan berjalan secara logis. Sehingga konsistensi antar  proposisi dapat berjalan.

 proposisi dapat berjalan.

 Kelemahan :Kelemahan : 

 Didasarkan pada postulate dan tujuan tertentu yang bisa saja salah --> prinsipDidasarkan pada postulate dan tujuan tertentu yang bisa saja salah --> prinsip  juga menjadi salah.

 juga menjadi salah. 

 Menghasilkan prinsip yang seringkali terlalu teoritis --> kurang teruji dalamMenghasilkan prinsip yang seringkali terlalu teoritis --> kurang teruji dalam  praktik.  praktik. A. Metode A. Metode Penalaran Penalaran Deduktif Induktif Deduktif Induktif Etikal Sosiologi Etikal Sosiologi Ekonomi Eklektik Ekonomi Eklektik B. Sistem B. Sistem Bahasa Bahasa Sintaktik

Sintaktik Semantik Semantik PragmatikPragmatik

Deskriptif Deskriptif Psikologis Psikologis C. Tujuan C. Tujuan Teori Normatif

Teori Normatif Teori AkuntansiTeori Akuntansi Positif Positif Struktur Struktur Prinsip Prinsip Definisi & Definisi & Asumsi Asumsi Logika Logika Terstruktur Terstruktur Tujuan Tujuan

(3)

A2.

A2. PendekatPendekatan an InduktifInduktif

Dalam Akuntansi, proses induktif melibatkan kegiatan observasi mengenai data Dalam Akuntansi, proses induktif melibatkan kegiatan observasi mengenai data keuangan yang berkaitan dengan bermacam-macam unit usaha.

keuangan yang berkaitan dengan bermacam-macam unit usaha.

 Penting : mengamati terus-menerus hubungan antar variabel yang diobservasi.Penting : mengamati terus-menerus hubungan antar variabel yang diobservasi.

Dengan demikian apabila terdapat hubungan yang jelas --> prinsip akan dapat Dengan demikian apabila terdapat hubungan yang jelas --> prinsip akan dapat dirumuskan.

dirumuskan.

 Keuntungan : didasarkan atas kebebasanKeuntungan : didasarkan atas kebebasan

Perumusan suatu teori akuntansi tidak terbatas dan dibatasi pada struktur atau Perumusan suatu teori akuntansi tidak terbatas dan dibatasi pada struktur atau model yang sudah ada.

model yang sudah ada.

 Kelemahan :Kelemahan : 

 Observer sangat mungkin bias tanpa disadari.Observer sangat mungkin bias tanpa disadari. 

 Data yang diobservasi seringkali jumlahnya terbatas --> kesimpulan yangData yang diobservasi seringkali jumlahnya terbatas --> kesimpulan yang

dibuat menjadi salah karena data yang penting tidak dapat diobservasi. dibuat menjadi salah karena data yang penting tidak dapat diobservasi.

A3.

A3. PendekatPendekatan an EtikaEtika 

 Didasarkan atas hal sbb :Didasarkan atas hal sbb :truth, justice, fairness.truth, justice, fairness. 

 Scott (1943) menyatakan bahwa prinsip akuntansi merupakan pernyataan umumScott (1943) menyatakan bahwa prinsip akuntansi merupakan pernyataan umum

yang menghubungkan prosedur dan aturan akuntansi dengan konsep sosial. yang menghubungkan prosedur dan aturan akuntansi dengan konsep sosial. Perubahan kondisi lingkungan dapat mengubah prosedur akuntansi.

Perubahan kondisi lingkungan dapat mengubah prosedur akuntansi.

  Namun  Namun pendekatan pendekatan etika etika tidak tidak dapat dapat menghasilkan menghasilkan standar standar yang yang dapatdapat

dipedomani terlebih digunakan dalam praktik. dipedomani terlebih digunakan dalam praktik.

A4.

A4. PendekatPendekatan an SosiologiSosiologi 

 Pendekatan ini mempunyai penekanan pada pengaruh sosial yang timbul dariPendekatan ini mempunyai penekanan pada pengaruh sosial yang timbul dari

 praktik

 praktik atau atau teknik teknik akuntansi akuntansi yang yang dilakukan dilakukan di di lingkungan lingkungan dimana dimana akuntansiakuntansi digunakan.

digunakan.

  Nilai sosial dianggap sebagai kriteria utama dalam perumusan akuntansi. Nilai sosial dianggap sebagai kriteria utama dalam perumusan akuntansi. 

 Akuntansi yang dikembangkan dengan tujuan mendorong perusahaan untukAkuntansi yang dikembangkan dengan tujuan mendorong perusahaan untuk

mempertanggungjawabkan kegiatan usahanya pada lingkungan sosialnya, ke mempertanggungjawabkan kegiatan usahanya pada lingkungan sosialnya, ke dalam laporan keuangan disebut sebagai

(4)

A5.

A5. PendekatPendekatan an EkonomiEkonomi

 Memusatkan pada pengendalian perilaku indikator makro ekonomi sebagai akibatMemusatkan pada pengendalian perilaku indikator makro ekonomi sebagai akibat

adopsi dari bermacam-macam teknik akuntansi. Dengan kata lain, teknik adopsi dari bermacam-macam teknik akuntansi. Dengan kata lain, teknik akuntansi yang dikembangkan harus mampu berpengaruh terhadap kesejahteraan akuntansi yang dikembangkan harus mampu berpengaruh terhadap kesejahteraan ekonomi umum.

ekonomi umum.

 Kriteria yang digunakan yaitu :Kriteria yang digunakan yaitu :

a.

a. Kebijakan dan teknik akuntansi mampu mencerminkan fakta ekonomiKebijakan dan teknik akuntansi mampu mencerminkan fakta ekonomi  b.

 b. Pemilihan teknik akuntansi bergantung pada konsekuensi ekonomi yangPemilihan teknik akuntansi bergantung pada konsekuensi ekonomi yang timbul dari penggunaan teknik tersebut.

timbul dari penggunaan teknik tersebut.

A6.

A6. PendekatPendekatan an EklektikEklektik

Menggabungkan berbagai pendekatan yang selama ini digunakan. Menggabungkan berbagai pendekatan yang selama ini digunakan.

B1.

B1. Teori Teori SintaktikSintaktik

 Banyak diskusi dan teori yang membahas mengenai pendekatan dengan teoriBanyak diskusi dan teori yang membahas mengenai pendekatan dengan teori

sintaktik. Namun secara singkat dalam teori ini berusaha menjelaskan praktik sintaktik. Namun secara singkat dalam teori ini berusaha menjelaskan praktik akuntansi serta memprediksi bagaimana reaksi akuntan pada situasi tertentu atau akuntansi serta memprediksi bagaimana reaksi akuntan pada situasi tertentu atau  bagaimana akuntan melaporkan peristiwa tertentu.

 bagaimana akuntan melaporkan peristiwa tertentu.

 Contoh : terdapat transaksi yang dicatat dalam buku besar --> transaksi tersebutContoh : terdapat transaksi yang dicatat dalam buku besar --> transaksi tersebut

diolah dengan dasar dan asumsi akuntansi

diolah dengan dasar dan asumsi akuntansi historical costhistorical cost --> dengan demikian--> dengan demikian akuntan akan menganggap bahwa inflasi tidak perlu dicaat dan nilai pasar akuntan akan menganggap bahwa inflasi tidak perlu dicaat dan nilai pasar dhiraukan.

dhiraukan.

 Teori praktik akuntansi tradisional diperlukan untuk memperoleh gambaran atasTeori praktik akuntansi tradisional diperlukan untuk memperoleh gambaran atas

 praktik akuntansi yang ada, untu

 praktik akuntansi yang ada, untuk kemudian dievaluasi.k kemudian dievaluasi.

B2.

B2. Teori Teori Semantik Semantik (Interpr(Interpretasi)etasi)

 Berkaitan dengan penjelasan mengenai fenomena dan simbol yang mewakili.Berkaitan dengan penjelasan mengenai fenomena dan simbol yang mewakili.

 Struktur akuntansi meskipun dapat dirumuskan dengan logis, tidak akan memilikiStruktur akuntansi meskipun dapat dirumuskan dengan logis, tidak akan memiliki

arti jika simbol atau istilah yang menggambarkan suatu peristiwa tidak berkaitan arti jika simbol atau istilah yang menggambarkan suatu peristiwa tidak berkaitan secara empiris dengan fenomena dunia nyata. Diharapkan interpretasi suatu secara empiris dengan fenomena dunia nyata. Diharapkan interpretasi suatu laporan keuangan diartikan sama oleh pemakainya.

(5)

B3.

B3. Teori Teori Pragmatik Pragmatik (Perilaku)(Perilaku)

Menjelaskan pengaruh informasi akuntansi terhadap perilaku para

Menjelaskan pengaruh informasi akuntansi terhadap perilaku para decision maker.decision maker.

a.

a. DeskriptifDeskriptif

 Berdasar metode ini, perilaku akuntansi diawasi secara kontinyu yangBerdasar metode ini, perilaku akuntansi diawasi secara kontinyu yang

 bertujuan untuk meniru prosedur dan prinsip akuntansi (pendekatan induktif).  bertujuan untuk meniru prosedur dan prinsip akuntansi (pendekatan induktif). Kemudian pengujian akan berjalan dengan mengamati tindakan orang yang Kemudian pengujian akan berjalan dengan mengamati tindakan orang yang menangani akuntansi tersebut.

menangani akuntansi tersebut.

 Contoh : Antrolog akuntansi mengamati tindakan orang akuntansi umumnyaContoh : Antrolog akuntansi mengamati tindakan orang akuntansi umumnya

mencatat angka dengan sifat konservatif, dan menggeneralisir sebagai mencatat angka dengan sifat konservatif, dan menggeneralisir sebagai

“prinsip konservatisme”

“prinsip konservatisme” --> maka pengujian dilakukan dengan mengamati--> maka pengujian dilakukan dengan mengamati apakah pelaku-pelaku akuntansi pada kenyataannya mencatat angka secara apakah pelaku-pelaku akuntansi pada kenyataannya mencatat angka secara konservatif.

konservatif.

 Kelemahan :Kelemahan :

1.

1. Tidak ada penilaian logisTidak ada penilaian logis 2.

2. Tidak mungkin dilakukan perubahan karena tidak berujung pangkalTidak mungkin dilakukan perubahan karena tidak berujung pangkal 3.

3. Fokus pada perilaku akuntan, buan pada pengukuran kinerja perusahaanFokus pada perilaku akuntan, buan pada pengukuran kinerja perusahaan (contoh: aset, hutang, pendapatan dll).

(contoh: aset, hutang, pendapatan dll).  b.

 b. PsikologisPsikologis

 Mengamati reaksi pemakai laporan keuanganMengamati reaksi pemakai laporan keuangan

Reaksi pamakai laporan keuangan merupakan bukti apakah laporan keuangan Reaksi pamakai laporan keuangan merupakan bukti apakah laporan keuangan tersebut bermanfaat dan relevan untuk mereka.

tersebut bermanfaat dan relevan untuk mereka.

 Kelemahan : beberapa pemakai laporan keuangan mungkin saja bereaksiKelemahan : beberapa pemakai laporan keuangan mungkin saja bereaksi

secara tidak logis atau memi

secara tidak logis atau memiliki respon khusus yang tidak lazim.liki respon khusus yang tidak lazim.

C1.

C1. Teori Teori NormatifNormatif

 Berusaha menjelaskan bagaimana akuntansi seharusnya dipraktikkan.Berusaha menjelaskan bagaimana akuntansi seharusnya dipraktikkan. 

 Teori ini mempunyai fokus pada 2 (dua) teori antara lain :Teori ini mempunyai fokus pada 2 (dua) teori antara lain : 1.

1. True IncomeTrue Income

Penciptaan pengukuran tunggal yang benar untuk aktiva dan l Penciptaan pengukuran tunggal yang benar untuk aktiva dan l abaaba

2.

2.  Decision-Usefulness Decision-Usefulness

Berpatokan pada tujuan akuntansi sebagai alat untuk membantu pengambilan Berpatokan pada tujuan akuntansi sebagai alat untuk membantu pengambilan keputusan dengan cara menyediakan laporan keuangan yang relevan. keputusan dengan cara menyediakan laporan keuangan yang relevan. Pengujian dilakukan dengan teori pragmatis psikologis. Pengujian lainnya Pengujian dilakukan dengan teori pragmatis psikologis. Pengujian lainnya

(6)

 beranggapan

 beranggapan bahwa bahwa semua semua pemakai pemakai laporan laporan keuangan keuangan memiliki memiliki kebutuhankebutuhan yang sama.

yang sama.

C2.

C2. Teori Teori Akuntansi Akuntansi PositifPositif 

 Didasarkan pada anggapan bahwa kekuasaan dan politik merupakan sesuatu Didasarkan pada anggapan bahwa kekuasaan dan politik merupakan sesuatu yangyang tetap dan sistem sosial organisasi adalah fenomena empiris yang konkrit. tetap dan sistem sosial organisasi adalah fenomena empiris yang konkrit. Pendukung aliran positif merasa bahwa dirinya adalah seorang pengamat yang Pendukung aliran positif merasa bahwa dirinya adalah seorang pengamat yang netral dan obyektif.

netral dan obyektif. 

 Teori akuntansi positif berusaha menjelaskan fenomena akuntansi berdasarkanTeori akuntansi positif berusaha menjelaskan fenomena akuntansi berdasarkan alasan yang menyebabkan terjadinya sesuatu --> menjelaskan serta mempredisi alasan yang menyebabkan terjadinya sesuatu --> menjelaskan serta mempredisi konsekuensi yang terjadi saat manajer membuat keputusan tertentu.

konsekuensi yang terjadi saat manajer membuat keputusan tertentu. 

 Individu selalu bertindak atas dasar motivasi pribadi.Individu selalu bertindak atas dasar motivasi pribadi.

 Terdapat tiga hipotesis dalam teori akuntansi positif, yaitu :Terdapat tiga hipotesis dalam teori akuntansi positif, yaitu : 1.

1. Bonus Plan HypothesisBonus Plan Hypothesis 2.

2. Debt/Equity HypothesisDebt/Equity Hypothesis 3.

3. Political Cost HypothesisPolitical Cost Hypothesis

Tiga hipotesis tersebut memperlihatkan Teori Akuntansi Positif mengakui Tiga hipotesis tersebut memperlihatkan Teori Akuntansi Positif mengakui adanya hubungan (1) Manajemen dengan pemilik (2) Manajemen dengan adanya hubungan (1) Manajemen dengan pemilik (2) Manajemen dengan kreditur dan (3) Manajemen dengan pemerintah.

kreditur dan (3) Manajemen dengan pemerintah. 

 Saat ini teori akuntansi positif menekankan pada penjelasan mengenai alasanSaat ini teori akuntansi positif menekankan pada penjelasan mengenai alasan terhadap praktik akuntansi dan informasi yang dihasilkannya, dalam keputusan terhadap praktik akuntansi dan informasi yang dihasilkannya, dalam keputusan ekonomi individu, perusahaan dan pihak lain yang berperan dalam k

ekonomi individu, perusahaan dan pihak lain yang berperan dalam k egiatan pasaregiatan pasar modal dan ekonomi

modal dan ekonomi

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Ghozali, I., & Chariri, A. (2014).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :