Persepsi siswa terhadap kompetensi guru IPS SMP lulusan FKIP dan lulusan non-FKIP di kota Yogyakarta
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN. Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhanku Yesus Kristus Bapak Mardjono dan Ibu Saminah Kakakku Rina, Heru, Rahayu, dan Adikku Sigit Seluruh Keluarga Besarku Kekasihku Cipluk Wido Rini Sahabat-sahabatku Brodol Family Sahabat-sahabat Pendidikan Ekonomi 2012 Almamaterku Univesitas Sanata Dharma. iv.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO. Sedaya Kersaning Gusti. v.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK. PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU IPS SMP LULUSAN FKIP DAN LULUSAN NON-FKIP DI KOTA YOGYAKARTA (Studi Komparasi: Siswa SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dan SMP Stella Duce 2 Yogyakarta). Adit Kurnia Setyawan Universitas Sanata Dharma 2016 Penelitian ini merupakan penelitian komparasi yang bertujuan untuk menguji dan menganalisis perbedaan persepsi siswa terhadap kompetensi guru IPS SMP lulusan FKIP dan lulusan non-FKIP di SMP Kota Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP di Kota Yogyakarta. Jumlah responden sebanyak 106 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk menentukan tempat penelitian dan proportional sampling untuk menentukan jumlah responden di masing-masing kelas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif serta analisis uji Independent Sample T-tes untuk data berdistribusi normal dan Uji Mann Whitney (Z test) untuk data yang berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru IPS SMP lulusan FKIP dan lulusan nonFKIP di SMP Kota Yogyakarta; 2) ada perbedaan persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru IPS SMP lulusan FKIP dan lulusan non-FKIP di SMP Kota Yogyakarta; 3) ada perbedaan persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru IPS SMP lulusan FKIP dan lulusan non-FKIP di SMP Kota Yogyakarta; dan 4) ada perbedaan persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru IPS SMP lulusan FKIP dan lulusan non-FKIP di SMP Kota Yogyakarta. Kata kunci: kompetensi guru, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial.. viii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT STUDENT’S PERCEPTION TO SOCIAL SCIENCE TEACHER’S COMPETENCE IN JUNIOR HIGH SCHOOLS GRADUATED FROM FKIP AND NONFKIP IN YOGYAKARTA (A Comparative Study: Between Pangudi Luhur 1 and Stella Duce 2 Students). Adit Kurnia Setyawan Sanata Dharma University 2016. This research is a comparative study. It aims to examine and analyze the differences of student’s perception on Social Science teacher’s competence of Junior High School graduated from FKIP and non-FKIP. The research was conducted from July to August 2016. Population in this research were all students of Junior High Schools in Yogyakarta. The total numbers of respondents were 106 students. The sampling technique was purposive sampling for determining the place where research was conducted and proportional sampling for determining the number of respondents. Data analysis was descriptive analysis and test analysis of Independent Sample T-test for normal distribution of data and Mann Whitney test is for non-normal distribution of data. The results show that: 1) there is difference in student’s perception on pedagogical competence of Junior High School Social Science teacher graduated from FKIP and non-FKIP in Junior High Schools of Yogyakarta; 2) there is difference in student’s perception on professional competence of Junior High School Social Science teacher graduated from FKIP and non-FKIP in Junior High Schools of Yogyakarta; 3) there is difference in student’s perception on personality competence of Junior High School Social Science teacher graduated from FKIP and non-FKIP in Junior High Schools of Yogyakarta; 4) there is difference in student’s perception on social competence of Junior High School Social Science teacher graduated from FKIP and non-FKIP in Junior High Schools of Yogyakarta.. Keywords: teacher’s competence, pedagogical competence, competence, personality competence, social competence.. ix. professional.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. `. Puji Syukur dan terima kasih penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha. Kuasa, karena berkat dan kasihNya yang luar biasa sehingga skripsi ini yang berjudul “Persepsi Siswa Terhadap Komparasi Kompetensi Guru IPS SMP Lulusan FKIP dan Guru IPS SMP Lulusan Non-FKIP di Kota Yogyakarta” dapat penulis selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas semua bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan tugas akhir ini hingga selesai. Secara khusus rasa terimakasih tersebut kami sampaikan kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan serta Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Dra. C. Wigati Retno Astuti, M.Si.,M. Ed. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi. 4. Bapak Y.M.V Mudayen, S.Pd., M.Sc, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan bimbingan untuk ketercapaian skripsi ini. 5. Seluruh Bapak/Ibu Dosen yang telah banyak memberikan pengetahuan selama proses perkuliahan.. x.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Ibu Christina Kristiani selaku tenaga administrasi Pendidikan Ekonomi yang selalu membantu dan memberikan informasi akademik selama proses perkuliahan. 7. Bapak Yohanes Mardjono dan Veronica Saminah yang sudah memberikan perhatian, bmbingan, nasehat dalam bentuk materiil atau non materiil. 8. Cipluk Wido Rini terkasih yang telah banyak memberikan nasihat, kritik, saran, kasih sayang, menemani, dan mendengarkan keluh kesah penulis. 9. Sahabat-sahabat selama proses perkuliahan Gardika Edi, Daniel Setyawan, Agustinus Nindya, Yosep Henri, Fransiskus A. Sogen, Nina Cahyani, Vidia Natalia, Anggi Budi Faderika, Erlina, Fransisca Cristi,yang selalu menemani, memberikan nasihat, canda tawa dan motivasi kepada penulis. 10. Seluruh teman-teman Pendidikan Ekonomi Angkatan 2012 11. Sahabat saya Umek dan Jojo yang senantiasa menghibur dan memberikan semangat. 12. Seluruh keluarga besar Banyu Biru Nunggal Rasa. 13. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk bantuan dan dukungannya selama ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan. kritik dan saran yang membangun guna. menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.. Yogyakarta, 2 Oktober 2016 Penulis. Adit Kurnia Setyawan. xi.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................... i. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii. HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv. HALAMAN MOTTO .................................................................................. v. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... vi. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................... vii. ABSTRAK .................................................................................................... viii. ABSTRACT ................................................................................................... ix. KATA PENGANTAR .................................................................................. x. DAFTAR ISI ................................................................................................. xii. DAFTAR TABEL ........................................................................................ xvi. DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xviii. BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1. A. Latar Belakang .................................................................................... 1. B. Rumusan Masalah ............................................................................... 4. C. Tujuan Penelitian ................................................................................ 5. D. Definisi Operasional............................................................................ 5. E. Manfaat Penelitian .............................................................................. 9. xii.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................... 11. A. Pengertian Kompetensi ...................................................................... 11. B. Komponen Kompetensi ...................................................................... 12. C. Landasan Yuridis Kompetensi Guru .................................................. 14. D. Kompetensi Guru ............................................................................... 14. 1. Kompetensi Pedagogik.................................................................. 15. 2. Kompetensi Profesional ............................................................... 21. 3. Kompetensi Kepribadian .............................................................. 22. 4. Kompetensi Sosial ........................................................................ 22. E. Karakteristik Tanggung Jawab dan Kompetensi Guru ...................... 23. F. Pengertian IPS .................................................................................... 26. G. Kerangka Berpikir .............................................................................. 27. H. Hipotesis ............................................................................................. 29. BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 30. A. Jenis Penelitian .................................................................................... 30. B. Waktu dan Tempat ............................................................................. 30. C. Sumber Data ....................................................................................... 31. D. Subjek danObjek Penelitian ............................................................... 31. E. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel ......................... 31. F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 34. G. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ....................................................... 39. H. Uji Prasyarat ....................................................................................... 48. I. Teknik Analisis Data .......................................................................... 48. 1. Analisis Deskriptif ....................................................................... 48. 2. Independen Sampel T-test ............................................................ 50. BAB IV GAMBARAN UMUM ................................................................... 51. A. SMP Pangudiluhur 1 Yogyakarta ....................................................... 51. 1. Identitas Sekolah .......................................................................... 51. xiii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Siswa, Kelas dan Nilai Ujian Nasional ........................................ 53. 3. Fasilitas ........................................................................................ 55. 4. Ketenagaan ................................................................................... 56. 5. Catatan Prestasi Siswa Tahun 2015/2016 .................................... 62. B. SMP Stella Duce 2 Yogyakarta .......................................................... 63. 1. Identitas Sekolah .......................................................................... 63. 2. Sejarah Singkat SMP Stella Duce 2 Yogyakarta ......................... 63. 3. Semboyan, Visi, Misi ................................................................... 64. 4. Tujuan SMP Stella Duce 2 ........................................................... 65. 5. Profil Guru dan Karyawan SMP Stella Duce 2 ............................ 66. 6. Struktur Organisasi ...................................................................... 71. 7. Jumlah Siswa ................................................................................ 72. 8. Tata tertib Siswa ........................................................................... 73. BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................... 80. A. Deskripsi Data .................................................................................... 80. 1. Kompetensi Pedagogik ................................................................. 82. 2. Kompetensi Profesional ............................................................... 84. 3. Kompetensi Kepribadian .............................................................. 86. 4. Kompetensi Sosial ........................................................................ 88. B. Pengujian Prasyarat Analisis Data ..................................................... 90. 1. Uji Normalitas Data ..................................................................... 90. C. Analisis Data ...................................................................................... 91. 1. Kompetensi Guru ditinjau dari Kompetensi Pedagogik ............... 91. 2. Kompetensi Guru ditinjau dari Kompetensi Profesional ............. 93. 3. Kompetensi Guru ditinjau dari Kompetensi Kepribadian ............ 94. 4. Kompetensi Guru ditinjau dari Kompetensi Sosial ...................... 96. D. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................. 98. 1. Perbedaan Kompetensi Pedagogik Guru IPS Lulusan FKIP dan Lulusan Non-FKIP ................................................................ 2. Perbedaan Kompetensi Profesional Guru IPS Lulusan FKIP. xiv. 99.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dan Lulusan Non-FKIP ................................................................ 100. 3. Perbedaan Kompetensi Kepribadian Guru IPS Lulusan FKIP dan Lulusan Non-FKIP ................................................................ 102. 4. Perbedaan Kompetensi Sosial Guru IPS Lulusan FKIP dan Lulusan Non-FKIP ....................................................................... 103. BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ................. 105. A. Kesimpulan ........................................................................................ 105. B. Keterbatasan ....................................................................................... 105. C. Saran ................................................................................................... 106. DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 109. LAMPIRAN ................................................................................................... 110. xv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 3.1 : Jumlah Peserta Didik ........................................................................ 34. Table 3.2 : Kisi-kisi Kuesioner Kompetensi Pedagogik ..................................... 36. Table 3.3 : Kisi-kisi Kuesioner Kompetensi Profesional .................................... 37. Table 3.4 : Kisi-kisi Kuesioner Kompetensi Kepribadian .................................. 38. Table 3.5 : Kisi-kisi Kuesioner Kompetensi Sosial ............................................ 39. Table 3.6 : Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Pedagogik ............ 41. Tabel 3.7 : Hasil Pengujian Ulang Validitas Variabel Kompetensi Pedagogik ............................................................................................. 42. Table 3.8 : Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Profesional .......... 43. Tabel 3.9 : Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Kepribadian .......... 44. Tabel 3.10 : Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Sosial .................. 44. Table 3.11 : Hasil Pengujian Ulang Validitas Variabel Kompetensi Sosial ....... 45. Table 3.12 : Hasil pengujian Reliabilitas Variabel kompetensi Pedagogik .... ... 47. Table 3.13 : Hasil pengujian Reliabilitas Variabel kompetensi Profesional ... ... 47. Tabel 3.14 : Hasil pengujian Reliabilitas Variabel kompetensi Kepribadian ..... 48. Table 3.15 : Hasil pengujian Reliabilitas Variabel kompetensi sosial ................ 48. Table 3.16 : Kriteria Kompetensi Guru Berdasarkan PAP II.............................. 50. Table 5.1 : Responden Penelitian ...................................................................... 81. Table 5.2 : Deskripsi Data Kompetensi Guru Lulusan FKIP............................. 82. Table 5.3 : Deskripsi Data Kompetensi Guru Lulusan Non-FKIP .................... 83. xvi.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Table 5.4 : Kriteria Kompetensi Pedagogik Guru IPS Lulusan FKIP ............... 83. Table 5.5 : Kriteria Kompetensi Pedagogik Guru IPS Lulusan Non-FKIP ....... 84. Table 5.6 : Kriteria Kompetensi Profesional Guru IPS Lulusan FKIP .............. 85. Table 5.7 : Kriteria Kompetensi Profesional Guru IPS Lulusan Non-FKIP ...... 86. Table 5.8 : Kriteria Kompetensi Kepribadian Guru IPS Lulusan FKIP ............ 87. Table 5.9 : Kriteria Kompetensi Kepribadian Guru IPS Lulusan Non-FKIP .... 88. Tabel 5.10 : Kriteria Kompetensi Sosial Guru IPS Lulusan FKIP ..................... 89. Table 5.11 : Kriteria Kompetensi Sosial Guru IPS Lulusan Non-FKIP ............. 90. Table 5.12 : Hasil Uji Normalitas ...................................................................... 91. Table 5.13 : Hasil Uji Independent Sample T-test Kompetensi Pedagogik ........ 93. Table 5.14 : Hasil Uji Independent Sample T-test Kompetensi Profesional ....... 95. Table 5.15 : Hasil Uji Mann Whitney Kompetensi Kepribadian ........................ 96. Table 5.16 : Hasil Uji Independent Sample T-test Kompetensi Sosial ............... 98. xvii.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran I. : Kuesioner Penelitian………………………………………......... 110. Lampiran II. : Uji Validitas dan Reliabilitas……………………………………. 119. Lampiran III : Data Induk Penelitian……………………………………………. 129 Lampiran IV : Uji Normalitas Data……………………………………………… 148 Lampiran V. : Distribusi Frekuensi & PAP II…………………………………… 150. Lampiran VI : Pengujian Hipotesis Penelitian…………………………………… 168 Lampiran VII : Tabel Statistika…………………………………………………… 173 Lampiran VIII : Surat Ijin Penelitian………………………………………………. 177. xviii.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Dalam konteks pendidikan di Indonesia, persoalan-persoalan mengenai kualitas pendidikan nasional dinilai oleh banyak kalangan masih tergolong rendah dan belum memadahi. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia akan berpengaruh pula terhadap kualitas sumber daya yang dimiliki. Salah satu indikator rendahnya kualitas pendidikan di negara ini diantaranya beberapa lulusan perguruan tinggi belum siap untuk memasuki dunia kerja yang ditandai oleh minimnya kompetensi yang dimiliki berkaitan dengan kompetensi sebagai tenaga pendidik. Kompetensi guru yang dituangkan dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Janawi, 2012: 45-46). Sebagai tenaga pendidik yang profesional guru harus memiliki kompetensi. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10 dinyatakan secara tegas bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai. oleh. guru. atau. dosen. dalam. melaksanakan. tugas. keprofesionalan”. Seorang guru profesional diwajibkan memiliki 4. 1.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. kompetensi dasar. Keempat kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Pada kenyataan yang terjadi sekarang ini, seorang guru dapat mengajar di sekolah sekalipun mereka tidak memiliki kompetensikompetensi yang seharusnya dikuasai oleh guru. Terlebih lagi, sekarang ini pemerintah telah melegalkan sarjana non-kependidikan dapat menjadi guru di sekolah-sekolah baik untuk tingkat SD, SMP maupun SMA untuk mengajarkan materi pelajaran yang mereka kuasai walaupun pada dasarnya mereka tidak memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik. Seiring dengan tantangan dunia global saat ini, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan yang terkait dengan kompetensinya. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran dengan siswa di dalam kelas. Berbagai hal yang menjadi faktor pembentuk kompetensi guru meliputi faktor dari dalam diri guru maupun faktor dari luar diri. Faktor dari dalam terlihat dari adanya tekad dan kemauan yang kuat dalam diri seseorang dalam menjalankan tugasnya sebagai guru akan mendorong terbentuknya kompetensi itu. Selain itu, faktor dari luar terlihat dari adanya motivasi orang lain dan juga kemampuan-kemampuan individu yang dimiliki juga akan membentuk kompetensi dengan sendirinya. Hal lain yang menjadi faktor pembentuk kompetensi guru salah satunya adalah.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. latar belakang pendidikan yang dimiliki guru tersebut. Guru yang memiliki latar belakang pendidikan dari FKIP mempunyai kompetensi berbeda dengan guru yang memiliki latar belakang pendidikan dari non-FKIP. Sekarang ini, telah banyak guru yang berasal dari lulusan nonFKIP dapat mengajar di sekolah bahkan untuk semua jenjang pendidikan formal. Guru lulusan non-kependidikan tidak berarti mereka tidak mampu untuk menjadi guru profesional. Guru non-kependidikan memiliki kesempatan yang sama dengan guru dari sarjana kependidikan, misalnya dalam memperoleh pendidikan profesi guru. Tidak menutup kemungkinan apabila guru dari sarjana non-kependidikan dapat mengajar lebih baik daripada guru yang berasal dari sarjana kependidikan. Ini semua tergantung dari. usaha. guru. itu. sendiri. dalam. mengembangkan. kompetensinya dan seluruh tanggungjawabnya sebagai guru. Namun apabila melihat dari sudut pandang yang berbeda, guru yang berasal dari sarjana pendidikan dapat dikatakan tidak seluruhnya memiliki kompetensi untuk dapat menjadi guru yang profesional, apalagi jika dibandingkan dengan guru yang berasal dari sarjana non-kependidikan yang pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk mengajar menjadi guru sebelumnya. Sehingga hal ini akan menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak apakah guru yang berasal dari sarjana kependidikan dan guru yang berasal dari non-kependidikan memiliki kompetensi keguruan yang sama atau tidak..
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Hal ini penting untuk diketahui oleh siapapun bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki kompetensi dan keahlian masing-masing, sekalipun itu bukan sebagai guru. Sedangkan kompetensi guru adalah hal penting yang harus dimiliki mahasiswa calon guru terutama dalam mempersiapkan. diri. untuk. menghadapi. dunia. kependidikan. dan. harapannya akan mampu mengubah arah pendidikan bangsa kearah yang lebih baik lagi. Akan tetapi kompetensi-kompetensi itu juga harus selalu dikembangkan untuk mewujudkan seorang pendidik yang profesional agar dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas. Mengingat bahwa kompetensi guru merupakan hal yang penting dan wajib dimiliki oleh seorang guru, tentunya terdapat berbagai pihak yang dapat menilai suatu kompetensi guru tersebut dapat dikatakan baik atau sebaliknya. Pihakpihak tersebut diantaranya adalah Kemendikbud, kepala sekolah, sesama guru, siswa maupun masyarakat. Mereka memiliki hak untuk menilai bagaimana kinerja serta kompetensi yang dimiliki guru, mengingat bahwa guru merupakan faktor penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Penilaian terhadap kompetensi guru ini, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh guru. Baik guru yang berasal dari lulusan FKIP maupun non-FKIP. Harapannya, apabila terdapat kompetensi guru yang masih rendah akan dapat diperbaiki sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian dengan menguji dan menganalisis.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. perbedaan kompetensi guru IPS antara guru lulusan FKIP dan guru lulusan non FKIP di SMP Kota Yogyakarta.. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kompetensi guru IPS lulusan FKIP di Daerah Yogyakarta? 2. Bagaimana kompetensi guru IPS lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta? 3. Apakah ada perbedaan kompetensi pedagogik antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta? 4. Apakah ada perbedaan kompetensi profesional antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta? 5. Apakah ada perbedaan kompetensi kepribadian antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta? 6. Apakah ada perbedaan kompetensi sosial antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta?. C. Tujuan Penelitian 1. Menguji dan menganalisis kompetensi guru IPS lulusan FKIP di Daerah Yogyakaarta. 2. Menguji dan menganalisis kompetensi guru IPS lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakaarta..
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. 3. Menguji dan menganalisis perbedaan kompetensi pedagogik guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta. 4. Menguji dan menganalisis perbedaan kompetensi profesional guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta. 5. Menguji dan menganalisis perbedaan kompetensi kepribadian guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta. 6. Menguji dan menganalisis perbedaan kompetensi sosial guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP di Daerah Yogyakarta.. D. Definisi Operasional 1. Kompetensi Guru merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. 2. Kompetensi guru IPS lulusan FKIP merupakan kecakapan guru IPS lulusan FKIP dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya menurut persepsi siswa. Indikator kecakapan guru IPS lulusan FKIP adalah Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Kompetensi Kepribadian, dan Kompetensi Sosial. 3. Kompetensi guru IPS lulusan non-FKIP merupakan kecakapan guru IPS lulusan non-FKIP dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya menurut persepsi siswa. 4. Kompetensi Pedagogik.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. baik. dalam. kegiatan. awal. pembelajaran,. inti. pembelajaran dan akhir pembelajaran menurut persepsi siswa. Indikator yang digunakan untuk mengukur kompetensi ini adalah: a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, kultural, emosional, dan intelektual b) Menguasai teori-teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. c) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu. d) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik e) Memanfaatkan. teknologi. informasi. dan. komunikasi. untuk. kepentingan pembelajaran. f) Memfasilitasi. pengembangan. potensi. peserta. didik. untuk. mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. g) Berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun dengan peserta didik. h) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. i) Melakukan. tindakan. reflektif. untuk. peningkatan. kualitas. pembelajaran. 5. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menyampaikan materi pembelajaran secara luas dan mendalam.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. menurut persepsi siswa. Indikator yang digunakan untuk mengukur kompetensi ini adalah: a) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu b) Menguasai standar kompetensi, dan kompetensi dasar mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu c) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif d) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif e) Memanfaatkan. teknologi. informasi. dan. komunikasi. untuk. berkomunikasi dan mengembangkan diri 6. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kecakapan guru menempatkan diri sebagai panutan bagi siswa. Indikator yang digunakan untuk mengukur kompetensi ini adalah: a) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. b) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. c) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. d) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri..
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. e) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 7. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru berinteraksi dengan peserta didik, rekan sejawat, dan orang-orang yang ada disekitar dirinya. Indikator yang digunakan untuk mengukur kompetensi ini adalah: a) Bersikap inklusif dan bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. b) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. c) Ceradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki kergaman sosial budaya. d) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.. E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepustakaan dalam pengetahuan tentang penelitian studi komparasi perbedaan kompetensi guru IPS SMP lulusan FKIP dan non-FKIP..
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. 2. Manfaat Praktis a. Bagi kepala sekolah Penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan pengetahuan kepada kepala sekolah agar lebih memperhatikan kompetensikompetensi yang dimiliki oleh guru-guru di sekolah khususnya dalam penelitian ini adalah guru IPS SMP untuk dapat meningkatkan kualitas peserta didik serta mutu sekolah agar mampu. menciptakan. dan. meluluskan. peserta. didik. yang. berkualitas. b. Bagi Guru, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi guru dalam pembelajaran, serta dapat memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan profesinalisme sebagai tenaga pendidik. c. Bagi Sekolah, sebagai masukan dan semangat untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui guru. d. Bagi Peneliti, memberikan wawasan tentang kompetensi guru baik lulusan FKIP maupun lulusan non-FKIP serta memberikan motivasi untuk meningkatkan kompetensi sebagai calon guru. e. Bagi Peneliti lain, penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan wawasan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan informasi serta referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis mengenai kompetensi guru IPS lulusan FKIP dan non-FKIP..
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kompetensi Menurut Marselus (2011: 17) kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang, akibat dari pendidikan maupun pelatihan, atau pengalaman belajar informal tertentu yang didapat, sehingga menyebabkan seseorang dapat melaksanakan tugas tertentu dengan hasil yang memuaskan. Nana Sudjana (Janawi, 2011:30) memahami kompetensi sebagai suatu kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi. Senada dengan Nana Sudjana, Sardiman (Janawi, 2011:30) mengartikan kompetensi adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang berkenaan dengan tugasnya. Kedua definisi tersebut menjelaskan bahwa kompetensi adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang, dalam hal ini oleh guru. Kompetensi mutlak dimiliki oleh seorang guru sebagai suatu kemampuan dasar, keahlian, dan keterampilan dalam proses belajar mengajar. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10 dinyatakan secara tegas bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan” Dengan demikian, tenaga pendidik yang profesional adalah tenaga pendidik yang memiliki seperangkat kompetensi yang harus dimiliki. 11.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai tenaga pendidik. Seorang guru yang dikatakan profesional adalah tenaga pendidik yang telah memenuhi. persyaratan. kompetensi. yang. pada. perkembangannya. diwujudkan dengan sertifikat tenaga pendidik.. B. Komponen Kompetensi Cooper (Janawi, 2011: 39) menjelaskan komponen kompetensi diklasifikasikan kepada beberapa kategori, yaitu: pertama, mengetahui pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia. Kedua, mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang diampunya. Ketiga, mempunyai sikap yang tepat tentang dirinya. Keempat, mempunyai keterampilan tentang teknik mengajar. Identik dengan Cooper, Glasser (Janawi, 2011: 39) menjelaskan bahwa aada empat hal dasar yang harus dikuasai guru, yaitu: pertama, menguasai bahan pelajaran. Kedua, kemampuan mendiagnosa tingkah laku siswa. Ketiga, kemampuan melaksanakan proses pembelajaran. Keempat, kemampuan mengukur hasil belajar siswa. Nana Sudjana (Janawi, 2011:41) menjelaskan bahwa pembagian kompetensi yang harus dimiliki guru sebenarnya meliputi tiga aspek, yaitu: 1. Kompetensi bidang kognitif Kompetensi. bidang. kognitif. berhubungan. dengan. kompetensi. intelektual seperti penguasaan materi, pengetahuan tentang cara.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. mengajar, pengetahuan mengenai belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan bimbingan dan penyuluhan, pengetahuan tentang administrasi kelas, dan cara mengevaluasi hasil belajar anak. 2. Kompetensi bidang sikap Kompetensi bidang sikap berhubungan dengan kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal yang berkenaan dengan tugas dan profesinya, seperti sikap mencintai pekerjaannya dan lainnya. 3. Kompetensi perilaku/performance Kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan/perilaku guru, seperti keterampilan mengajar, membimbing, menilai, menggunakan alat bantu (teknologi pendidikan), dan berkomunikasi dengan anak. Terlepas dari perbedaan pendapat di kalangan para tokoh pendidikan, sebenarnya komponen kompetensi yang harus dikuasai guru sebagai kebutuhan mutlak, tidak terlepas dari unsur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga komponen itu memiliki andil besar dalam mempengaruhi proses pembelajaaran yang berlangsung antara guru dan anak. Bahkan pada akhirnya berkualitas atau tidaknya proses pembelajaran berrgantung pada kemampuan guru. Hal inilah yang menyebabkan bahwa guru yang profesional adalah guru yang menguasai kompetensi standar minimal..
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. C. Landasan Yuridis Kompetensi Guru Kompetensi guru dituangkan secara jelas dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang berkenaan dengan kompetensi pedagogik,. kompetensi. profesional,. kompetensi. kepribadian,. dan. kompetensi sosial. Hal-hal yang bersifat lebih teknis dan penjabarannya dapat diperhatikan melalui PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu pendidikan harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.. D. Kompetensi Guru Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang secara kaffah membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi dan profesionalisme (Mulyasa, 2007:26). Menurut Suyanto dan Djihad Hisyam (Suyanto & Asep, 2013: 40) ada tiga jenis kompetensi guru, yaitu: 1. Kompetensi profesional, yaitu memiliki pengetahuan yang luas pada bidang studi yang diajarkan, memilih dan menggunakan berbagai metode. mengajar. diselenggarakan;. di. dalam. proses. belajar-mengajar. yang.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. 2. Kompetensi kemasyarakatan, yaitu mampu berkomunikasi dengan siswa, sesama guru, dan masyarakat luas dalam konteks sosial; 3. Kompetensi personal, yaitu memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran: ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Lebih lanjut secara jelas telah dituangkan dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang berkenaan dengan kompetensi pedagogik,. kompetensi. profesional,. kompetensi. kepribadian,. dan. kompetensi sosial. 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik berkaitan langsung dengan penguasaan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu lain yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru. Oleh karena itu seorang calon guru harus memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang relevan dengan bidang keilmuannya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru telah menggarisbawahi 10 kompetensi inti yang harus dimiliki oleh guru yang terkait dengan standar kompetensi pedagogik. Kesepuluh kompetensi inti itu adalah sebagai berikut: a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, kultural, emosional, dan intelektual..
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Peserta didik yang dilayani oleh guru adalah individuindividu yang unik. Mereka bukanlah sekelompok manusia yang dapat dengan mudah diatur, didikte, diarahkan atau diperintah menurut kemauan guru. Mereka adalah subjek yang memiliki latar belakang, karakteristik, keunikan, kemampuan yang berbeda-beda. Karena itu pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan berbagai. aspek. perkembangannya. dan. faktor-faktor. yang. memengaruhinya merupakan syarat mutlak bagi guru agar guru dapat berhasil dalam pembelajarannya (Marselus, 2001: 30). b) Menguasai teori-teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Tugas utama guru adalah memengaruhi siswa bisa belajar. Karena itu tidak terelakkan bahwa guru juga harus menguasai dengan baik teori-teori belajar, dan bagaimana teori-teori itu diaplikasikan. dalam. pembelajaran. melalui. model-model. pembelajaran tertentu. Secara umum ada tiga teori belajar yang masih berpengatuh sampai saat ini yakni teori-teori behaviorisme, teori-teori kognitivisme, dan teori-teori humanistic-konstruktivis. Ketiga. teori. ini. meletakkan. dasar. bagi. berbagai. model. pembelajaran yang ada saat ini (marselus, 2011: 32). Selain menguasai teori-teori belajar dan pembelajaran, guru juga harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Menurut T. Raka Joni, pembelajaran yang mendidik adalah.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. pembelajaran yang tidak hanya berupa penerusan informasi, melainkan pembelajaran yang lebih banyak memberikan peluang bagi peserta didik untuk pembentukan kecerdasan, pemerolehan pengetahuan dan keterampilan. Ini berarti guru harus lebih mengedepankan. peran. siswa. pembelajaran.. Pembelajaran. pembelajaran. yang. sebagai yang. subjek. mendidik. memberikan. aktif. dalam. juga. berarti. pengalaman-pengalaman. bermakna yang tidak hanya berguna untuk kepentingan sesaat (seperti untuk menyelesaikan soal tes agar bisa lulus), tetapi pembelajaran yang memberikan kemampuan bagi siswa untuk bisa belajar sepanjang hayat (learning how to learn) (Marselus, 2011: 34). c) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu. Pemahaman kurikulum harus selalu mengalami perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan. Diskursus kurikulum menjadi perhatian penting para pakar pendidikan, termasuk guru yang dianggap sebagai pelaku kurikulum secara teknis dalam proses pembelajaran. Menurut Zamroni, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah mempertimbangkan dua model, yaitu memperkuat hidden curriculum dan mengembangkan teknik refleksi diri (self-reflection) (Janawi, 2011: 75)..
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. d) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Untuk. memunculkan. pembelajaran. yang. mendidik,. berbagai pendekatan telah dilakukan oleh pendidik, sekolah dan penentu kebijakan. Sebelum guru menyelenggarakan teknik pembelajaran yang mendidik, setiap guru harus memahami tujuan belajar itu sendiri. e) Memanfaatkan. teknologi. informasi. dan. komunikasi. untuk. kepentingan pembelajaran. Menurut Nana Sudjana, belajar dan mengajar sebagai suatu proses, mengandung tiga unsur yang dapat dibedakan, yakni tujuan pengajaran (instruksional), pengalaman (proses) belajar mengajar, dan hasil belajar (Janawi, 2011: 86). Tujuan Instruksional Khusus (TIK) menjadi dasar awal kegiatan pembelajaran. Proses pencapaian pembelajaran diukur melalui proses pertama, yakni tercapai atau tidak TIK itu sendiri. Jika TIK tercapai, maka tujuantujuan berikutnya akan mengarah pada tujuan akhir pendidikan, yakni proses perubahan perilaku peserta didik (behavioral changing). TIK dalam proses belajar mengajar menjadi tujuan operasional dari setiap pembelajaran yang terfokus pada mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu perumusan TIK tetap mengacu kepada pencapaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagaimana yang diungkapkan dalam Taxonomy Bloom..
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. f) Memfasilitasi. pengembangan. potensi. peserta. didik. untuk. mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Siswa sebagai individu memiliki berbagai bakat dan kemampuan yang beragam. Karena itu tugas guru adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa agar berbagai potensi dan kemampuan yang beragam itu dapat dikembangkan secara optimal. Salah satu wahana untuk mengembangkan kemampuan, potensi, bakat. atau minat. siswa adalah melalui. kegiatan-kegiatan. ekstrakurikuler. Guru tidak hanya menjadi fasilitator belajar di ruang kelas, tetapi juga harus menjadi fasilitator belajar di luar ruang kelas pada situasi-situasi non pembelajaran. Melalui kegiatan pengembangan minat, bakat dan kemampuan siswa ini, para siswa merasa dihargai dan memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuannya secara optimal tanpa dihambat oleh berbagai kegiatan-kegiatan akademik pelajaran semata (Marselus, 2011: 38). g) Berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun dengan peserta didik. Agar guru dapat berinteraksi dengan siswa dan dapat melaksanakan. pembelajarannya. secara. efektif,. kemampuan. berkomunikasi merupakan salah satu prasayaratnya. Guru harus bisa berkomunikasi secara efektif dengan siswa agar pesan-pesan pembelajaran dapat dipahami, dihayati atau diamalkan oleh para siswa (Marselus, 2011: 39)..
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. h) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Supranata dan Hatta dalam Janawi mengartikan evaluasi atau penilaian merupakan proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta dan membuat pertimbangan dasar yang profesional untuk mengambil kebijakan pada sekumpulan informasi, yaitu informasi tentang peserta didik (Janawi, 2011: 90). Pada umumnya evauasi dapat dijadikan sebagai proses umpan balik (feedback process). Pertama, evalusi menjadi dasar untuk melakukan penilaian terhadap tingkat keberhasilan anak baik pada tiap proses pembelajaran, semester, dan tahunan. Dalam dunia pendidikan, evaluasi tetap harus dilakukan. Melalui evaluasi inilah, tujuan pembelajaran dapat diketahui berhasil atau tidaknya, mencapai sasaran atau tidak. Kedua, evaluasi menjadi umpan balik baik bagi guru maupun anak. i) Melakukan. tindakan. reflektif. untuk. peningkatan. kualitas. pembelajaran. Tindakan reflektif menjadi acuan peningkatan kualitas pendidikan, lebih khusus lagi kualitas proses pembelajaran. Tindakan ini sering dilupakan oleh para guru dan pelaku dunia persekolahan. Padahal dalam paradigma dunia pendidikan modern, tindakan reflektif menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam proses peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri (Janawi, 2011: 95)..
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. 2. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar tenaga pendidik. Ia akan disebut profesional, jika ia mampu menguasai keahlian dan keterampilan teoritik dan praktik dalam proses pembelajaran. Kompetensi ini cenderung mengacu kepada kemampuan teoritik dan praktik lapangan. Kompetensi profesional sebagaimana yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terkait penguasaan terhadap struktur keilmuan dari mata pelajaran yang diasuh secara luas dan mendalam, sehingga dapat membantu guru membimbing siswa untuk menguasai pengetahuan atau keterampilan secara optimal. Secara lebih spesifik menurut Permendiknas N0.16/2007, standar kompetensi ini dijabarkan ke dalam lima kompetensi inti yakni: a) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. b) Menguasai standar kompetensi, dan kompetensi dasar mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu. c) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. d) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. e) Memanfaatkan. teknologi. informasi. berkomunikasi dan mengembangkan diri.. dan. komunikasi. untuk.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. 3. Kompetensi Kepribadian Kemampuan ini meliputi kemampuan personalitas, jati diri sebagai seorang tenaga pendidik yang menjadi panutan bagi peserta didik. Kompetensi inilah yang selalu menggambarkan prinsip bahwasannya guru adalah sosok yang patut digugu dan ditiru. Menurut Permendiknas No. 16/2007. Kemampuan dalam standar kompetensi ini mencakup lima kompetensi utama yakni: a) bertindak sesuai dengan norma agama, hokum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, b) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat, c) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, d) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri, dan e) menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 4. Kompetensi Sosial Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan guru berinteraksi dengan peserta didik dan orang yang ada di sekitar dirinya. Modal interaksi berupa komunikasi personal yang dapat diterima oleh peserta didik dan masyarakat yang ada di sekitarnya. Dalam konteks ini hendaknya guru memiliki strategi dan pendekatan dalam melakukan komunikasi yang cenderung bersifat horizontal. Guru yang profesional juga memiliki kompetensi sosial yang dapat diandalkan. Kompetensi ini. Nampak. dalam. kemampuannya. untuk. berinteraksi. dan.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. berhubungan dengan orang lain secara efektif (siswa, rekan guru, orang tua, kepala sekolah, dan masyarakat pada umumnya). Permendiknas No.16/2007, kemampuan dalam standar kompetensi ini mencakup empat kompetensi utama yakni : a) bersikap inklusif dan bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi; b) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat; c) beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki kergaman sosial budaya; d) berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.. E. Karakteristik Tanggung Jawab dan Kompetensi Guru Menurut Janawi (2011: 52-56), beberapa karakteristik tanggung jawab guru yang berhubungan dengan kompetensi guru, yaitu: a) Tanggung jawab dan kompetensi guru Guru adalah refleksi dari sebagian manusia yang memiliki tugas dan fungsi sebagai tenaga pendidik. Seorang guru profesional harus memnuhi persyaratan sebagai manusia, bertanggung jawab dalam bidang kependidikan. Guru selaku pendidik bertanggung jawab untuk mentransformasikan dan mewariskan nilai-nilai dan normanorma kepada generasi berikutnya. Transformasi tersebut menjadi.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. proses konversi nilai, bahkan melalui proses pendidikan diupayakan terciptanya nilai-nilai baru yang sesuai dengan nilai dan norma masyarkat. Guru akan mampu melaksanakan tanggung jawabnya apabila ia memiliki kompetensi yang diperlukan untuk itu. Setiap tanggung jawab membutuhkan sejumlah kompetensi. Tanggung jawab tersebut akan merefleksikan pribadi guru sebagai pendidik profesional yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. b) Tanggung jawab moral Setiap. guru. profesional. berkewajiban. menghayati. dan. mengamalkan Pancasila dan bertanggung jawab mewariskan moral. Tanggung jawab seperti ini menjadi tanggung jawab bagi setiap guru di tanah air. Implementasinya, guru harus memiliki kompetensi dalam bentuk kemampuan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa yang tertuang dalam Pancasila sebagai filosofi bangsa. Lebih khusus lagi, sebagai implementasi dari nilai moral tersebut, guru harus mampu sebagai model, sebagai manusia pancasila bagi muridmuridnya, bahkan guru harus mampu berbicara dan bergerak selaku manusia Pancasila. c) Tanggung jawab dalam bidang pendidikan di sekolah Tanggung jawab guru dalam konteks ini berarti, guru bertanggung jawab memberikan bimbingan dan pengajaran kepada peserta didik. Bimbingan ini dapat diformulasikan dalam pembinaan.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. kurikulum, menuntun peserta didik belajar, membina pribadi, watak, dan jasmaniah siswa, menganalisis kesulitan belajar, dan menilai kemajuan belajar siswa secara berkesinambungan. Tanggung jawab guru dalam bidang pendidikan di sekolah diperkuat dengan kompetensi yang relevan seperti kompetensi pedagogis, kepribadian, dan sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut dibutuhkan agar guru dapat menjadi model bagi siswa di dalam kelas. d) Tanggung jawab guru dalam masyarakat Guru yang profesional adalah guru yang mampu memerankan dirinya dalam bermasyarakat. Di satu sisi guru adalah sosok individu sebagai warga masyarakat, dan di pihak lain guru bertanggung jawab dalam memajukan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, guru harus memiliki. kemampuan. memecahkan. permasalahan-permasalahan. sosial, memahami nilai-nilai, norma-norma, adat istiadat, kebutuhan dan kondisi empiric masyarakat. e) Tanggung jawab dalam bidang keilmuan Guru. sebagai. ilmuwan. bertanggung. jawab. terhadap. pengembangan ilmu, terutama disiplin ilmu yang dimilikinya. Tanggung jawab tersebut diwujudkan dengan melakukan kajian atau penelitian khususnya yang berkenaan dengan profesinya sebagai guru. Tanggung jawab ini selalu terabaikan oleh guru. Guru cenderung memahami tugasnya dalam proses pembalajaran dan lupa melakukan kajian dalam proses pembelajaran..
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. F. Pengertian IPS Manusia terlahir sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari manusia lain. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki rasa ketergantungan terhadap manusia dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keterkaitan antara manusia dengan manusia danmanusia dengan alam lingkungan dikaji dalam berbagai disiplin ilmusosial melalui berbagai sudut pandang. Berbagai disiplin ilmu sosial tersebut adalah geografi, ekonomi, sejarah, dan sosiologi, politik, hukum, dan. antropologi. yang. selanjutnya. disederhanakan. menjadi. Ilmu. Pengetahuan Sosial (IPS). Trianto (2010: 171) menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial masyarakat yang diwujudkan dalam satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial. IPS atau studi sosial merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial yaitu sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial. Supardi (2011: 182), mendefinisikan Pendidikan IPS di sekolah adalah suatu penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, psikologi, filsafat, ideologi negara dan agama yang diorganisasikan dan disajikan secara.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Melalui mata pelajaran pengetahuan sosial siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga negara Indonesia dan warga dunia yang baik. Menjadi warga negara dan warga dunia yang baik merupakan tantangan yang berat karena masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang mempelajari masalah-masalah sosial yang didalamnya merupakan penyederhanaan dari berbagai ilmu sosial seperti antropologi, geografi, sejarah, hukum, ilmu-ilmu politik dan humaniora yang terpadu dan terseleksi untuk pencapaian tujuan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. G. Kerangka Berpikir Dalam pendidikan baik itu pendidikan formal maupun non-formal, seorang guru merupakan faktor terpenting sebagai indikator tercapainya kualitas pendidikan yang baik terutama adalah guru yang profesional. Kompetensi merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang. guru. yang. profesional. dalam. mempertanggungjawabkan. kewajibannya sebagai tenaga pendidik. Dalam hal ini, peneliti ingin mengetahui perbedaan kompetensi guru lulusan FKIP dan guru lulusan non-FKIP dilihat dari kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Guru yang berasal dari lulusan FKIP seharusnya memiliki bekal dan kemampuan yang lebih matang dibandingkan guru yang berasal dari.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. non-FKIP apabila dilihat dari segi kompetensi dan keterampilan yang diperoleh selama proses perkuliahan sebelumnya. Faktanya guru lulusan FKIP. selama. proses. perkuliahan. selalu. diberikan. pengetahuan-. pengetahuan mengenai keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru mulai dari pemahaman mengenai administrasi guru, teori pembelajaran, dan juga sikap dan perilaku peserta didik. Bahkan seorang calon guru lulusan FKIP sebelumnya telah dibekali keterampilan mengajar melalui pembelajaran mikro dan praktik pengalaman lapangan di sekolah yang diselenggarakan oleh program studi. Sedangkan guru yang berasal dari lulusan non-FKIP tidak dibekali keterampilan mengenai dunia pendidikan karena mereka dipersiapkan bukan sebagai tenaga pendidik dan selama proses perkuliahan tidak dibekali kompetensi-kompetensi sebagai calon tenaga pendidik. Seperti yang telah disinggung di atas bahwa kompetensi yang dimiliki oleh guru profesional yaitu meliputi empat kompetensi. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Kompetensi profesional berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai dan menyampaikan materi pembelajaran. Kompetensi kepribadian berkaitan dengan kecakapan guru menempatkan diri sebagai panutan bagi siswa. Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan guru berinteraksi dengan peserta didik, rekan sejawat, dan orang-orang di sekitar dirinya. Berkaitan dengan keempat kompetensi tersebut guru lulusan FKIP telah dipersiapkan selama.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. menempuh perkuliahan dan ketika menjadi seorang guru mereka telah memiliki persiapan yang matang sebelumnya. Sedangkan guru lulusan non-FKIP, mungkin saja dalam menguasai keempat kompetensi tersebut sewaktu mereka telah menjadi guru bukan sewaktu mereka dalam proses perkualiahan sebelumnya. Karena pada dasarnya guru lulusan non-FKIP tidak mempelajari keterampilan sebagai calon guru sebelumnya.. H. Hipotesis Berdasarkan uraian kerangka berpikir yang dikemukakan oleh peneliti, maka hipotesis dari penelitian ini adalah : 1. Terdapat perbedaan kompetensi pedagogik antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan Non-FKIP di Daerah Yogyakarta. 2. Terdapat perbedaan kompetensi profesional antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan Non-FKIP di Daerah Yogyakarta. 3. Terdapat perbedaan kompetensi kepribadian antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan Non-FKIP di Daerah Yogyakarta. 4. Terdapat perbedaan kompetensi sosial antara guru IPS lulusan FKIP dan guru lulusan Non-FKIP di Daerah Yogyakarta..
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif.. Penelitian. komparatif. adalah. penelitian. yang. bersifat. membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Menurut Nazir (2005: 58) penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor - faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Jadi peneitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.. B. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan di beberapa SMP di daerah kota Yogyakarta. Waktu penelitian yang digunakan untuk pelaksanaan penelitian ini adalah Juli –September 2016.. 30.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. C. Sumber Data 1. Data primer. Data primer adalah data mengenai persepsi siswa terhadap kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, personal, profesional dan sosial menurut persepsi siswa di beberapa SMP yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. 2. Data Sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen atau arsip yang terkait dengan penelitian. Data sekunder dari penelitian ini yaitu mengenai gambaran umum tempat penelitian, dalam penelitian ini adalah beberapa SMP kota Yogyakarta.. D. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Kota Yogyakarta yang memiliki guru IPS lulusan FKIP dan non-FKIP SMP. Sedangkan objek penelitian adalah persepsi siswa terhadap kompetensi guru lulusan FKIP dan lulusan non-FKIP, meliputi kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.. E. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, Sugiyono (2007: 72). Populasi penelitian adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006: 130). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP di kota Yogyakarta yang memiliki guru IPS lulusan FKIP dan non-FKIP. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2006: 56). Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel (Arikunto, 2006:131). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A dan VIII C SMP Pangudiluhur 1 dan juga siswa kelas VII Creativity dan VIII Venus SMP Stelladuce 2. Dalam penelitian ini, digunakan rumus Slovin untuk mengetahui banyaknya responden sebagai berikut (Yusuf, 2014: 170):. Keterangan: s. = sampel. N = populasi e = derajat ketelitian atau nilai kritis yang diinginkan Perhitungan responden menggunakan rumus Slovin dengan tingkat ketelitian sebesar 5% adalah sebagai berikut:.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. Jadi jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 105,88 dibulatkan menjadi 106 responden. Tabel 3.1 Jumlah Peserta Didik Kelas VII dan VIII SMP Pangudiluhur 1 dan SMP Stelladuce 2 Yogyakarta Kelas VII A SMP PANGUDILUHUR 1 VIII C SMP PANGUDILUHUR 1 VII Creativity SMP STELLADUCE 2 VIII Venus SMP STELLADUCE 2 Total. Jumlah 41 41 31 31 144. Perhitungan Responden Setiap Kelas: Kelas VII A. =. dibulatkan menjadi 30. Kelas VIII C. =. dibulatkan menjadi 30. Kelas VII Creativity =. dibulatkan menjadi 23. Kelas VIII Venus. dibulatkan menjadi 23. =. 3. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah sampling purposive (sampel bertujuan). Dimana pengambilan.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. anggota sampel dari populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu yaitu sampel diambil tidak ditekankan pada jumlah melainkan ditekankan pada kekayaan informasi yang dimiliki anggota sampel sebagai sumber data.. Peneliti hanya meneliti siswa SMP di kota Yogyakarta yang. memiliki guru IPS lulusan FKIP dan non-FKIP. Teknik sampling untuk menentukan jumlah responden penelitian menggunakan Proportional Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel yang memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori dalam populasi penelitian (Sugiyono, 2003: 75).. F. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi perangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan kuesioner berupa pernyataan-pernyataan mengenai kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetens profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Agar variabel tersebut dapat diukur, maka variabel tersebut perlu diturunkan ke dalam beberapa indikator. Rincian mengenai variabel penelitian, indikator dan butir pernyataan disampaikan dalam tabel berikut:.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Kompetensi Pedagogik Dimensi Indikator No. item (+) (-) Karakter peserta didik 1. Menguasai 1,2,3,4,5 6 karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual Perancangan dan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran. Pengembangan Potensi Peserta Didik. Komunikasi. 2. Menguasai teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. 7,8. 3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu. 4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.. 9,10. 11,12. 5. Memanfaatkan 13, 14 teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 6. Memfasilitasi 15,16 pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 17,18.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. Evaluasi Hasil Belajar dan Refleksi. 8. Menyelenggarakan 19,20,22 penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.. 21. 23,24. 25. Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Profesional Dimensi Indikator No. item (+) (-) Penguasaan Materi 1. Menguasai materi, 27,28 26 Pembelajaran struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. 2. Menguasai standar 29,30 kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu. 3. Mengembangkan 31,32 materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 4. Mengembangkan 33 keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. Penguasaan Teknologi. 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. 34. 35. Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Kompetensi Kepribadian Dimensi Indikator No. item (+) (-) Dapat Menjadi Teladan 1. Bertindak sesuai 36,37 dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia 2. Menampilkan diri 38,39,40 sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 3. Menampilkan diri 41,42 sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. Etos Kerja 4. Menunjukkan etos 43, 44 kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 5. Menjunjung tingi kode etik profesi guru.. 45.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Kompetensi Sosial Dimensi Indikator No. item (+) (-) Bersosialisasi Dengan 1. Bersikap inklusif 46,47,48 Lingkungan Sekitar dan bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 2. Berkomunikasi 49,50 51 secara efektif, empatik, dan santun dengan sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. 3. Beradaptasi di 52,53 tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 4. Berkomunikasi 54,55 dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. G. Uji Validitas dan uji Reliabilitas Analisis data dilakukan dengan serangkaian tahapan pengujian, mulai dari pengukuran instrumen yaitu : 1. Uji validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2006: 168-169). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Pengujian. validitas. ini. menggunakan. rumus. dikemukakan oleh Pearson (Arikunto, 2006: 170):. rxy. ∑ √{ ∑. ∑ ∑. ∑. }{ ∑. dimana, r = Koefisien korelasi setiap pernyataan X = Nilai dari setiap pernyataan Y = Nilai dari total semua pernyataan N = Banyaknya sampel atau responden. ∑. }. korelasi. yang.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. Koefisien korelasi ini merupakan koefisien validitas. Jika koefisien korelasi hitung lebih besar dari koefisien korelasi tabel, maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid dengan tingkat signifikansi 5%. Pengujian instrumen dilakukan pada responden dalam penelitian yang berjumlah 106 siswa, dengan berdasarkan pada jawaban responden atas 25 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi pedagogik Guru IPS, 10 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi profesional Guru IPS, 10 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi kepribadian Guru IPS, dan 10 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi sosial Guru IPS. Kesimpulan pengujian validitas diperoleh dengan membandingkan rhitung dengan rtabel, nilai rtabel untuk 106 responden pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,1909 yang diperoleh sebagai berikut: df = n – 2 = 106 – 2 = 104. Nilai rhitung di hitung menggunakan program SPSS versi 16. Hasil pengujian validitas mengenai kompetensi guru IPS SMP adalah sebagai berikut: Tabel 3.6 Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Pedagogik Guru IPS Item Nilai r Nilai r Keterangan Pernyataan hitung Table 1 0,655 0,1909 Valid 2 0,712 0,1909 Valid 3 0,607 0,1909 Valid 4 0,650 0,1909 Valid 5 0,656 0,1909 Valid 6 0,121 0,1909 Tidak Valid 7 0,401 0,1909 Valid 8 0,530 0,1909 Valid 9 0,310 0,1909 Valid.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. 10 0,236 11 0,286 12 0,528 13 0,230 14 0,368 15 0,653 16 0,274 17 0,443 18 0,411 19 0,417 20 0,336 21 0,341 22 0,279 23 0,364 24 0,289 25 0,301 Sumber: data primer, diolah 2016. 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari pengujian validitas 25 item, terdapat 1 item yang tidak valid yaitu item 6. Maka dilakukan pengujian validitas ulang dengan cara menghilangkan item yang tidak. valid. tersebut.. Adapun. penyajian. validitas. ulang. setelah. menghilangkan item yang tidak valid sehingga menghasilkan 24 item yang dapat dikatakan valid adalah sebagai berikut: Tabel 3.7 Hasil Pengujian Ulang Validitas Variabel Kompetensi Pedagogik Guru IPS Item Nilai r Nilai r Keterangan Pernyataan hitung Table 1 0,657 0,1909 Valid 2 0,702 0,1909 Valid 3 0,611 0,1909 Valid 4 0,656 0,1909 Valid 5 0,641 0,1909 Valid 7 0,401 0,1909 Valid 8 0,525 0,1909 Valid 9 0,311 0,1909 Valid 10 0,255 0,1909 Valid 11 0,295 0,1909 Valid.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. 12 0,526 13 0,264 14 0,383 15 0,657 16 0,285 17 0,430 18 0,407 19 0,415 20 0,329 21 0,322 22 0,285 23 0,356 24 0,290 25 0,302 Sumber: data primer, diolah 2016. 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909 0,1909. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid. Tabel 3.8 Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Profesional Guru IPS Item Nilai r Nilai r Keterangan Pernyataan Hitung Table 26 0,417 0,1909 Valid 27 0,419 0,1909 Valid 28 0,501 0,1909 Valid 29 0,252 0,1909 Valid 30 0,434 0,1909 Valid 31 0,314 0,1909 Valid 32 0,450 0,1909 Valid 33 0,454 0,1909 Valid 34 0,252 0,1909 Valid 35 0,318 0,1909 Valid Sumber: data primer, diolah 2016 Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pernyataan mengenai variabel kompetensi profesional adalah valid. Dikatakan valid karena nilai rhitung > rtabel..
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. Tabel 3.9 Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Kepribadian Guru IPS Item Nilai r Nilai r tabel Keterangan Pernyataan Hitung 36 0,661 0,1909 Valid 37 0,610 0,1909 Valid 38 0,699 0,1909 Valid 39 0,671 0,1909 Valid 40 0,656 0,1909 Valid 41 0,683 0,1909 Valid 42 0,604 0,1909 Valid 43 0,718 0,1909 Valid 44 0,574 0,1909 Valid 45 0,477 0,1909 Valid Sumber: data primer, diolah 2016 Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pernyataan mengenai variabel kompetensi kepribadian adalah valid. Dikatakan valid karena nilai rhitung > rtabel. Tabel 3.10 Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompetensi Sosial Guru IPS Item Nilai r Nilai r Keterangan Pernyataan Hitung Table 46 0,379 0,1909 Valid 47 0,517 0,1909 Valid 48 0,625 0,1909 Valid 49 0,551 0,1909 Valid 50 0,296 0,1909 Valid 51 0,045 0,1909 Tidak Valid 52 0,596 0,1909 Valid 53 0,523 0,1909 Valid 54 0,418 0,1909 Valid 55 0,526 0,1909 Valid Sumber: data primer, diolah 2016 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari pengujian validitas 10 item, terdapat 1 item yang tidak valid yaitu item 51. Maka dilakukan pengujian validitas ulang dengan cara menghilangkan item yang.
(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. tidak. valid. tersebut.. Adapun. penyajian. validitas. ulang. setelah. menghilangkan item yang tidak valid sehingga menghasilkan 9 item yang dapat dikatakan valid adalah sebagai berikut: Tabel 3.11 Hasil Pengujian Ulang Validitas Variabel Kompetensi Sosial Guru IPS Item Nilai r Nilai r Pernyataan Hitung Table 46 0,378 0,1909 47 0,555 0,1909 48 0,628 0,1909 49 0,573 0,1909 50 0,254 0,1909 52 0,610 0,1909 53 0,547 0,1909 54 0,452 0,1909 55 0,561 0,1909 Sumber: data primer, diolah 2016. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid. 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen itu sudah baik (Arikunto, 2006: 178). Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang. benar sesuai dengan. kenyataannya, maka berapa kali pun diambil, tetap akan sama. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Uji Reliabilitas penelitian ini dilakukan dengan uji Alpha Cronbach. Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut (Arikunto, 2006:196):.
(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. (. )(. ∑. ). Keterangan : r1. = reliabilitas instrumen. k. = banyak butir pertanyaan atau banyaknya soal. ∑ϭt2 = varian total Indikator pengukuran reliabilitas sebagai berikut: 0,8 - 1,0 = reliabilitas baik 0,6 - 0,8 = reliabilitas diterima < 0,6. = reliabilitas kurang baik. Variabel dapat dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0,60. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha dengan derajat keyakinan 5% menggunakan SPSS versi 16.0. Uji coba instrumen dilakukan kepada responden yang sekaligus menjadi sampel penelitian yang berjumlah 106 peserta didik dengan berdasarkan pada jawaban dari 25 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi pedagogik Guru IPS, 10 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi profesional Guru IPS, 10 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi kepribadian Guru IPS, dan 10 butir pernyataan yang menunjukkan variabel kompetensi sosial Guru IPS..
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Sesuai dengan Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Pasal 10 ayat (1), dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional yaitu
Sedangkan Kompetensi guru Menurut UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Bab I pasal 1), kompetensi guru adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang
Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas
1. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan
Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan
Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) disebutkan bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan
seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (UU