• Tidak ada hasil yang ditemukan

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016 DEVI NUR LAILY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016 DEVI NUR LAILY"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU SISWA KURIKULUM 2013 DAN BUKU PAKET BAHASA INDONESIA BSE DALAM PEMBELAJARAN

MEMBACA SISWA KELAS SATU SD NEGERI SUMBERJO KECAMATAN PURWOASRI KABUPATEN KEDIRI TAHUN AJARAN

2015-2016

Devi Nur Laily

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Abstrak: Ada tiga cakupan masalah yang menjadi fokus penelitian tentang penerapan penggunaan buku ajar terhadap kemampuan membaca siswa, yakni (1) perbedaan kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri sumberjo sebelum dan sesudah penggunaan buku paket bahasa Indonesia BSE, (2) perbedaan kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo sebelum dan sesudah penggunaan buku siswa tematik Kurikulum 2013, dan (3) perbedaan kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo antara penggunaan buku BSE bahasa Indonesia dan buku siswa tematik Kurikulum 2013 setelah melakukan pascates. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo yang berjumlah 41 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok A berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas B berjumlah 21 siswa menjadi kelas eksperimen.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa tes (prates dan pascates), dimana kelas kontrol disajikan teks bacaan dari buku paket bahasa Indonesia BSE, sedangkan kelas eksperimen disajikan teks bacaan dari buku siswa tematik Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil tes antara penggunaan buku paket bahasa Indonesia dengan buku siswa Kurikulum 2013. Keduanya terdapat peningkatan keampuan siswa dalam membaca. Akan tetapi yang berpengaruh lebih baik adalah penggunaaan buku paket bahasa Indonesia BSE.

Kata-kata kunci : buku siswa Kurikulum 2013, buku bahasa Indonesia BSE, pembelajaran membaca

PENDAHULUAN

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat cerdas, damai, terbuka,

dan demokratis. Oleh karena itu pembaharuan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa, salah satunya adalah perubahan kurikulum.

(2)

menaikkan harkat dan martabat suatu bangsa Indonesia. Kurikulum merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum harus efektif dan efisien. Jika kurikulum sudah tidak memadai, maka kurikulum harus disempurnakan lagi.

Kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Namun apapun kurikulum harus didukung oleh guru professional karena mereka

merupakan ujung tombak

implementasi kurikulum dan pembelajaran yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Dengan kata lain, tanpa guru profesional perubahan kurikulum tidak akan menyukseskan kualitas pendidikan sebab guru professional

mampu merencanakan,

melaksanakan, dan melakukan evaluasi yang hanya dilakukan di pendidikan formal yaitu sekolah.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional maupun sosial.

Berkenaan dengan peranan sekolah dalam mengembangkan kepribadian anak, Hurlock (1986:322)

dalam Yusuf (2007:54)

mengemukakan bahwa sekolah merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak (siswa), baik dalam cara berfikir, bersikap maupun berperilaku. Sekolah berperan sebagai subtitusi keluarga, dan guru subtitusi orang tua. Ada beberapa alasan sekolah

memainkan peranan yang berarti bagi perkembangan kepribadian anak, yaitu (a) para siswa harus hadir disekolah; (b) sekolah memberikan pengaruh kepada anak secara dini, seiring dengan perkembangan

“konsep diri-nya”; (c) anak-anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah daripada di tempat lain di luar rumah; (d) sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses, dan (e) sekolah memberi kesempatan pertama kepada anak unntuk menilai dirinya, dan kemampuannya secara realistik.

Jadi, pendidikan formal termasuk sekolah sangat penting bagi anak-anak (siswa) untuk meraih prestasi atau cita-cita sesuai dengan harapan demi kehidupan di masa depan kelak.

Pendidikan yang dibutuhkan di era sekarang adalah sekolah yang efektif, yakni sekolah yang memajukan, meningkatkan, atau mengembangkan prestasi akademik, keterampilan sosial, sopan santun, sikap positif terhadap belajar, rendahnya angka absen siswa, dan memberikan keterampilan-keterampilan yang memungkinkan siswa dapat bekerja.

Sekolah yang efektif juga sangat didukung oleh kualitas para guru, baik menyangkut karakteristik pribadi maupun kompetensinya. Karakteristik pribadi dan kompetensi guru ini sangat berpengaruh terhadap kualitas iklim kelas, proses pembelajaran di kelas, atau hubungan guru-siswa di kelas, yang pada gilirannya akan berpengaruh juga pada keberhasilan belajar siswa.

(3)

dalam proses pembelajaran selalu aktif, tekun dan mandiri. Berperilaku baik dan mengamalkan ilmu pengetahuannya dengan sebaik-baiknya, dengan kata lain pendidikan yang berhasil berarti mengeluarkan siswa (output) yang baik.

Sekolah sebagai satuan pendidikan yang menjadi tempat

berlangsungnya kegiatan

pembelajaran melaksanakan

Kurikulum 2013 yang

implementasinya dilakukan serempak pada tahun 2014 pada seluruh sekolah di lingkungan sekolah dasar dan menengah. Dewasa ini, kurikulum di Indonesia menetapkan sistem kurikulum 2013 yang mana di dalam pelaksanaannya sangat kompleks dari mulai bahan ajar hingga penilaian autentik. Berbeda dengan kurikulum 2006 yang masih mencantumkan mata pelajaran di setiap pertemuan di kelas. Pada kurikulum 2013, sudah disistematiskan menjadi pola tematik pada jenjang kelas satu, dua, empat dan lima. Sudah tidak ada mata pelajaran, yang ada setiap hari siswa membawa satu buku pegangan yang

bernama “buku siswa” untuk

menunjang pembelajaran.

Berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Mendikbud pada tanggal 11 Desember 2014, menyebutkan bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah yang melaksanakan kurikulum 2013 sejak semester pertama pada tahun pelajaran 2014-2015 harus kembali melaksanakan kurikulum lama yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP 2006) pada semester kedua pada tahun pelajaran 2014-2015 karena KTSP 2006 hanya dapat digunakan hingga batas akhir tahun pelajaran 2019-2020.

Sedangkan satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama tiga semester sejak tahun pelajaran 2013-2014 tetap menggunakan Kurikulum 2013 yang kemudian disebut sebagai satuan pendidikan rintisan.

Sekolah di lingkungan kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri yang terdiri dari 33 sekolah pada tahun pelajaran 2014-2015, serempak menerapkan kurikulum 2013 sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah dimana posisi guru dalam kurikulum ini mengalami pengurangan, fungsi dan pekerjaan guru yang bersifat administratif. Guru cukup membuat perencanaan sebelum melakukan kegiatan pembelajaran di kelas sesuai dengan buku pedoman guru (buku guru), buku pedoman peserta didik (buku siswa), dan standar nasional pendidikan yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

Namun, sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, maka sebanyak 32 satuan pendidikan yang berada di kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri kembali pada kurikulum 2006 (KTSP) dan 1 sekolah yang tetap menerapkan kurikulum 2013 karena telah melaksanakan kurikulum 2013 sejak tahun pelajaran 2013-2014.

(4)

dasar lain telah kembali pada kurikulum lama yaitu KTSP. Perbedaan penggunaan buku ajar yang berbeda mengakibatkan adanya kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk jenjang kelas satu SD berkenaan dengan keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan buku siswa pada kurikulum 2013 dengan buku paket bahasa Indonesia BSE pada kurikulum 2006.

Kegiatan membaca di SDN Sumberjo kelas satu terkait dengan penggunaan buku pegangan yang sebelumnya, yaitu buku paket Bahasa Indonesia kini mulai tergantikan dengan buku siswa tematik pada Kurikulum 2013. Penyajian yang menarik membuat siswa merasa senang dan antusias, namun, kendala dalam bacaan cerita. Di awal kegiatan pembelajaran, siswa seringkali merasa kesulitan merangkai untuk membaca susunan kata yang tertuang dalam bacaan. Ada pula yang sama sekali belum bisa membaca bacaan utuh meskipun hanya sebuah kata, hal ini dikarenakan terdapat siswa yang memasuki jenjang sekolah dasar tanpa mendapatkan kegiatan pembelajaran di taman kanak-kanak sehingga siswa sama sekali tidak mengetahui huruf apalagi menyusun kata menjadi kalimat.

Buku siswa tematik kelas satu berbeda dengan konsep buku mata pelajaran terutama buku paket Bahasa Indonesia (BSE). Buku siswa K-13 sudah cenderung mengacu pada pokok bahasan yang berkenaan dengan perintah yang ada pada masing-masing pembelajaran. Seperti bacalah dengan nyaring!, ayo berlatih!, ayo berkreasi! Dan lain sebagainya.

Di dalam buku siswa tematik kelas satu, sudah tidak ada ejaan dalam cerita baik ejaan pengenalan huruf maupun rangkaian huruf tiap suku kata, tetapi sudah berupa teks panjang yang nantinya dibaca siswa secara nyaring. Hal ini ada beberapa kendala guru berkenaan dengan penerapan buku siswa tematik Kurikulum 2013 dengan keterampilan membaca nyaring siswa kelas satu beserta strategi yang akan digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas 1 SDN Sumberjo, kecamatan Purwoasri, kabupaten Kediri.

(5)

MANFAAT PENELITIAN

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada pihak yang membutuhkan baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut.

a) Bagi peneliti, penelitian ini merupakan kesempatan peneliti untuk menerapkan strategi dalam upaya meningkatkan keterampilan membaca berkenaan dengan perbedaan penggunaan buku ajar. b) Bagi ilmu pengetahuan, penelitian

ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan serta dapat memberikan informasi dalam bidang keterampilan membaca terkait perbedaan penggunaan buku ajar.

c) Bagi lembaga pendidikan, sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. d) Bagi pembaca, hasil penelitian ini

diharapkan untuk menambah pengetahuan dan menjadi literatur bagi peneliti selanjutnya.

e) Bagi Pemerintah, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pemerintah dalam mengambil kebijakan, khususnya kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum dan penggunaan buku ajar terhadap keterampilan membaca siswa kelas satu sekolah dasar.

f) Bagi guru, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait kemampuan membaca siswa menggunakan buku ajar yang berbeda sehingga guru mengetahui efisiensi penggunaan buku ajar bagi siswa

g) Bagi siswa, hasil dari penelitian ini diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan membaca dengan menggunakan buku ajar berbeda sesuai dengan Kurikulum yang berlaku.

METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk penelitian eksperimen karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku siswa Kurikulum 2013 dan penggunaan buku paket bahasa Indonesia BSE dalam pembelajaran membaca.

Menurut Prehati(2013), langkah-langkah penelitian eksperimen yakni menyusun rencana eksperimen yang berupa:

1) Mengidentifikasi semua variabel non eksperimen yang sekiranya akan mengganggu hasil eksperimen dan menentukan bagaimana mengontrol variabel-variabel tersebut. Menurut Sugiyono (2007:_ ), variabel merupakan segala sesuatu yang diberi berbagai macam nilai. Nilai variabel tergantung pada konstruk yang diwakilinya. Nilai variabel dapat berupa angka atau atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran nilai. Penelitian ini memiliki dua variabel yakni kelas A sebagai kelas kontrol dan kelas B sebagai kelas eksperimen. 2) Memilih desain eksperimen.

(6)

model in peneliti ingin mengecek ada tidaknya pengaruh pretest terhadap

posttest.

3) Memilih sampel yang representatif dari subyek yang termasuk dalam populasi. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi kelas satu SDN Sumberjo yang berjumlah 41 orang yang terbagi menjadi dua kelompok.

4) Menggolongkan wakil subyek ke dalam dua kelompok, disusul dengan penentuan kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yakni kelompok kontrol pada kelas satu A yang terdiri dari 20 siswa dan kelas eksperimen pada kelas B yang terdiri dari 21 siswa.

5) Memilih atau menyusun instrumen yang tepat untuk mengukur hasil pemberian perlakuan. Dalam pengambilan data, penelitian ini menggunakan tes yang terbagi menjadi dua yakni prates dan pasca tes terhadap kemampuan membaca siswa.

6) Membuat garis besar prosedur pengumpulan data dan melakukan uji coba instrumen dan eksperimen agar apabila sampai pada pelaksanaan, baikeksperimen maupun instrument pengukur hasil sudah betul-betul sempurna. Peneliti

dalam melaksanakan

penelitian,membuat instrumen penelitian yang berupa tes sesuai dengan lembar observasi yang telah disusun terlebih dahulu, setelah itu melakukan

uji coba membaca untuk siswa kelas satu, yang mana kelas satu A menggunakan buku paket BSE Bahasa Indonesia dan kelas satu B menggunakan buku tematik Kurikulum 2013.

7) Merumuskan hipotesis nol atau hipotesis statistik. Adapun hipotesis nol dalam penelitian ini adalah: Ho = tidak terdapat perbedaan penggunaan buku siswa Kurikulum 2013 dan buku paket bahasa Indonesia BSE dengan keterampilan membaca siswa.

8) Lokasi penelitian ini di SDN

Sumberjo, Kecamatan

Purwoasri, Kabupaten Kediri. Adapun alasan penulis memilih lokasi ini karena SDN Sumberjo masih menerapkan Kurikulum 2013, Purwoasri kembali sementara SDN lain di wilayah Kecamatan menerapkan kurikulum lama yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP 2006).

Setelah itu peneliti akan melakukan uji t (uji parsial) dimana pada tahapan ini dilakukan pengujian terhadap pengaruh masing-masing variabel bebas buku siswa Kurikulum 2013 (X1), buku paket bahasa Indonesia (BSE) (X2), untuk mengetahui apakah berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap keterampilan membaca (Y). penelitian ini menggunakan program diperoleh nilai thitung . pengambilan kesimpulan untuk uji t adalah:

• Uji nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak (variabel X secara individu berpengaruh terhadap variabel Y)

(7)

individu tidak berpengaruh terhadap variabel Y)

HASIL PENELITIAN

Hasil Uji T penggunaan buku paket bahasa Indonesia BSE terhadap kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo setelah melakukan prates dan pascates dapat diketahui, bahwa nilai BSE prates memiliki nilai F. hitung sebesar 0.534 dengan tingkat signifikansi 0.474. jika dilihat dari nilai t. hitung maka nilai prates BSE sebesar -2.148 df 18 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.46. dan nilai BSE pascates memiliki nilai F. hitung sebesar 6.282 dengan tingkat signifikansi 0.022. jika dilihat dari nilai t. hitung BSE pascates memiliki nilai -2.251 df 18 dengan nilai signifikansi sebesar 0.037. dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku BSE setelah dilakukan tes memiliki nilai yang lebih baik dari pada nilai sebelum dilakukan tes.

Hasil Uji T penggunaan buku siswa Kurikulum 2013 terhadap kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo setelah melakukan prates dan pascates dapat diketahui, bahwa nilai K13 prates memiliki nilai F. hitung sebesar 0.000 dengan tingkat signifikansi 0.989. jika dilihat dari nilai t. hitung maka nilai prates K13 sebesar 0.209 df 19 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.837 dan nilai K13 pascates memiliki nilai F. hitung sebesar 0.099 dengan tingkat signifikansi 0.757. jika dilihat dari nilai t. hitung K13 pascates memiliki nilai -2.100 df 19 dengan nilai signifikansi sebesar 0.049. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku K13 setelah dilakukan tes memiliki

nilai yang lebih baik dari pada nilai sebelum dilakukan tes.

Hasil uji t pascates antara penggunaan buku paket bahasa Indonesia BSE dengan buku siswa Kurikulum 2013 terhadap kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo dapat diketahui, bahwa nilai BSE pascates memiliki nilai F. hitung sebesar 6.282 dengan tingkat signifikansi 0.282. jika dilihat dari nilai t. hitung maka nilai pascates BSE sebesar --2.251 df 18 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.037. dan nilai K13 pascates memiliki nilai F. hitung sebesar 0.099 dengan tingkat signifikansi 0.757. Jika dilihat dari nilai t. hitung K13 pascates memiliki nilai -2.100 df 19 dengan nilai signifikansi sebesar 0.049. dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku BSE memiliki nilai yang lebih baik, daripada pengunaan buku K13, hal ini dikarenakan buku BSE cenderung lebih mudah untuk dipelajari jika dibandingkan dengan buku K13. Siswa lebih mudah belajar dengan menggunakan buku BSE.

SIMPULAN

Berdasarkan pada rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis, dapat diambil simpulan sebagai berikut:

1) Perbedaan kemampuan membaca siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo sebelum dan sesudah penggunaan buku paket bahasa Indonesia BSE terlihat pada skor prates siswa terendah mendapat skor 16 dan skor tertinggi 70 dari skor maksimal 80. Sementara itu, skor nilai pascates siswa

menggunakan buku BSE

(8)

skor tertinggi 80. Hasil uji beda penggunaan buku BSE setelah diadakan prates menunjukkan nilai -2.148 dan hasil uji beda pascates menunjukkan nilai -2.251 dengan taraf signifikansi prates 0.46 dan pascates 0.037. 2) Perbedaan kemampuan membaca

siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo sebelum dan sesudah penggunaan buku siswa tematik Kurikulum 2013 terlihat pada skor prates siswa terendah mendapat skor 16 dan skor tertinggi 61 dari skor maksimal 80. Sementara itu, skor nilai pascates siswa menggunakan buku K-13 mendapat skor terendah 20 dan skor tertinggi 78. Hasil uji beda penggunaan buku K-13 setelah diadakan prates menunjukkan nilai 0.209 dan hasil uji beda pascates menunjukkan nilai -2.100 dengan taraf signifikansi prates 0.837 dan pascates 0.049. 3) Perbedaan kemampuan membaca

siswa kelas satu SD Negeri Sumberjo antara penggunaan buku BSE Bahasa Indonesia dan buku siswa tematik Kurikulum 2013 setelah melakukan pascates terlihat pada nilai t hitung pascates penggunaan buku BSE sebesar -2.251 dengan taraf signifikansi sebesar 0.037 dan nilai pascates penggunaan buku K-13 sebesar -2.100 dengan taraf signifikansi 0.049. Hasil uji beda antara penggunaan buku BSE dan penggunaan buku K-13 setelah pascates dapat simpulkan bahwa penggunaan buku BSE lebih efektif sehingga memiliki nilai yang lebih baik bila dibandingkan dengan penggunaan buku K-13. Jika dilihat nilai signifikansi

penggunaan buku BSE

menunjukkan bahwa tingkat signifikansi penggunaan buku BSE lebih kuat bila dibandingkan dengan penggunaan buku K-13.

SARAN

a) Bagi peneliti, penelitian ini merupakan strategi dalam upaya meningkatkan keterampilan membaca berkenaan dengan perbedaan penggunaan buku ajar, sehingga mampu memberikan sumbangan pemikiran baru bagi peneliti, bahwa semakin banyak sumber belajar yang digunakan dapat menambah kemampuan guru dalam mengajar.

b) Bagi ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, agar siswa mampu membaca dengan cepat maka perlu adanya konsep penataan buku ajar yang disesuaikan dengan kemampuan pemahaman siswa.

c) Bagi lembaga pendidikan, berdasarkan hasil penelitian ini kepala sekolah sebagai pemimpin dan pembuat kebijakan mempertimbangkan ketepatan penggunaan buku ajar yang tepat untuk digunakan. d) Bagi pembaca, setelah membaca

hasil penelitian ini disarankan untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana strategi belajar membaca yang baik dan tepat.

(9)

membaca siswa, tetapi buku

paket BSE mampu

meningkatkan lebih baik dari pada buku K13, untuk itu perlu adanya penyempurnaan atau mengkaji ulang buku K13 agar lebih maksismal.

f) Bagi guru, berdasarkan hasil dari penelitian ini disarankan kepada Bapak atau Ibu guru dalam mengajar menggunakan buku ajar tidak hanya satu buku ajar akan tetapi harus memakai banyak buku dan disesuaikan dengan dengan kemampuan siswa sehingga guru mengetahui efisiensi penggunaan buku ajar bagi siswa.

g) Bagi siswa, hasil dari penelitian ini diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan membaca dengan menggunakan buku ajar berbeda sesuai dengan Kurikulum yang berlaku.

h) Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan menambah variabel yang dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam membaca.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, edisi Revisi. Jakarta: Cetakan Kedelapan Rineka Cipta.

Aulina, Choirun Nisak & Vanda Rezania. 2013. Metode Whole Language untuk Pembelajaran Bahasa Pada Anak TK. ISBN: 978-602-70216-0-0.

Baso, Sitti Aisa Andi, dkk. - .

Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Permulaan Melalui Metode SAS di Kelas II SDN

Pinotu. Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 2 No. 1. ISSN 2354-614X

Bawani, Partiwi Kestu. 2013. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Permainan Kartu Huruf Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi II Sumberejo Kabupaten Klaten Tahun 2013-2014. Naskah Publikasi Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dalman. 2014. Keterampilan Membaca. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta

Harjasujana, A. S.1988.Materi Pokok Membaca.Jakarta: Karunika

Hasan, Arianti. _ . Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Pada Siswa Kelas IV SDN Salunggadue. Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 5 No. 6. ISSN 2354-614X

Juliani,. Peningkatan Kemampuan

Membaca Nyaring

Pembelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Demonstrasi Kelas II SDN 04 Sungai Kunyit. Artikel

Penelitian. Program

SarjanaKependidikan Guru Dalam Jabatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjung Pura Pontianak

(10)

Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan. Bandung:Remaja Rosda Karya Prehati, Wiwin. 2013. Pengertian

Penelitian Eksperimen. Wiwinprehati.staff.iainsalatiga. ac.id. diakses tanggal 20 Mei 2016 pukul 13.00

Slavin, E Robert dkk. 2014.Membaca Membuka Pintu Dunia. Program “Succes for All” Model yang Jelas dan Kuat untuk Meningkatkan Kemmpuan Membaca Anak Sekolah Dasar. Edisi kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugiyono. 2007. Metode Penilaian

Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R/D). Bandung: Alfabeta.

Tarigan, Henry Guntur. 2008.

Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa: Bandung

Yusuf, Syamsu. 2007.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Widiyati, Evita. 2013. Peningkatan Minat dan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui

Media Buku Cerita Binatang dan Permainan Bahasa Siswa Kelas II SD Plus Al-Anwar Pacul GowangJombang. Jurnal Pendidikan Humaniora vol. 1 No.4.

Wijayantiromi. 2013. Makalah membaca dan menulis. file:///G:/FD%20Q/MAKALAH %20MEMBACA%20DAN%20 MENULIS%20_%20wijayantir omi.htm. Diakses tanggal 23 Desember 2014

Zahara. 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Pembelajaran Bahasa

Indonesia Dengan

Referensi

Dokumen terkait

Siswa antusias, aktif membaca, menulis, dan keberanian siswa dalam proses pembelajaran menulis teks eksposisi juga meningkat, dan dengan kategori baik, begitupunpada siklus

Tindak bahasa yang digunakan pembina upacara dalam amanat pembina upacara Sekolah Dasar di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang adalah (1) tindak verdiktif (

Angket yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua macam, yaitu (1) angket untuk menjaring analisis kebutuhan bahan ajar bagi siswa dan guru bahasa Indonesia,

Bahan ajar yang dirancang adalah bahan cetak yang berupa buku ajar yang berisi materi membaca dan menulis teks (biografi, prosedur) dengan mengintegrasikan aspek

Hasil studi pendahuluan dimanfaatkan sebagai bahan untuk merancang/ mendesain produk. Pada langkah itu dirancang/disesain produk yang berupa buku ajar keterampilan menulis

Hasil penelitian terhadap Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru karya Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid.Pada bagian ini, peneliti memaparkan ke dalam

Kegiatan ini dilakukan dengan cara merangkum karakteristik siswa dalam sebuah catatan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian pengembangan produk

Sedangkan menurut persepsi siswa penyajian bahan ajar ini ditunjukkan dengan jawaban angket atas pertanyaan yang berbunyi (1) penyajian bahan ajar ini menarik, memperoleh