CYBER SCHOOL SMK PGRI 1 KOTA TANGERANG
Didi Kurnaedi
Sistem Informasi, Stmik Pgri Tangerang [email protected]
ABSTRAK
SMK PGRI 1 Tangerang is a school under the auspices of the Indonesian Teachers Association (PGRI), supported by the power of information and communication technology. Information Technology has changed the learning method both for students and teachers, as an alternative learning SMK PGRI 1 Tangerang City to manage learning with the concept of Cyber School. The concept of Cyber School is a school-based concept of technology in the process of teaching and learning in the classroom. Utilization of information technology includes an integrated system that helps the education community in carrying out their respective functions with the aim of developing the potential of learners. One technology that is often used in teaching and learning is the use of Internet-based or Web-based technologies. the use of technology in the field of education is to help the learning process and improve performance by making, using, and managing processes and sources of technology adequate This research uses a qualitative approach. The subject of research is SMK PGRI 1 Kota Tangerang. This research includes qualitative research with descriptive approach. Technique of taking data through observation, interview and documentation. In order for the results of research to run well, then the process of data analysis is done by the following steps: first, data reduction, second presentation of data and third, verification is the conclusion that provides analysis. Concept Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang has modules admistarsi, academic modules, and supervisory module, Cyber School can assist principals in monitoring the events occurring in schools
Keywords: Cyber School, PGRI, SMK PGRI 1 Tangerang INTISARI
SMK PGRI 1 Kota Tangerang adalah persekolah yang dibawah naugan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang didukung dengan kekuatan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi Informasi telah merubah metode pembelajaran baik untuk siswa dan guru, sebagai alternatif pembelajaran SMK PGRI 1 Kota Tangerang melakukan pengelolaan pembelajaran dengan konsep Cyber School. Konsep Cyber School merupakan suatu konsep sekolah yang berbasis kepada teknologi dalam proses belajar-mengajar di kelas.
Pemanfaatan teknologi informasi mencakup suatu sistem terintegrasi yang membantu komunitas pendidikan dalam menjalankan fungsinya masing-masing dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik. Salah satu teknologi yang sering digunakan dalam proses belajar-mengajar adalah digunakannya teknologi berbasis Internet atau Web. penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan adalah untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah SMK PGRI 1 Kota Tangerang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumulan data dapat melalui observasi, wawancara dan mengumpulkan dokumen-dokumen. Dalam menganalisa data digunakan metode deskriptif kualitatif, yakni berdasarkan pada gejala-gejala yang tampak. Proses analisa data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, reduksi data , kedua penyajian data dan ketiga, verifikasi yaitu penarikan kesimpulan yang memberikan analisis data puncak.Konsep Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang memiliki modul admistarsi, modul akademik, dan modul pengawasan, Cyber School dapat membantu kepala sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah Kata Kunci : Cyber School, PGRI, SMK PGRI 1 Kota Tangerang
1. PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan modal utama meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saat ini pengelolaan kualitas masih berfokus pada ruang lingkup internal baik itu sekolah maupun dinas pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, perlu keterlibatan antar semua entitas dari ekosistem pendidikan, seperti pemerintah, sekolah, orangtua atau dari siswa itu sendiri
Dunia tanpa batas atau globalisasi adalah fenomena yang melingkupi dunia saat ini. Perubahan lingkungan yang tidak dapat diprediksi selalu mempengaruhi secara langsung perubahan sistem yang ada dan mereka implementasi yang bertujuan menjadikan mereka lebih kompetitif. Salah satu sistem yang menghadapi perubahan adalah nasional sistem Pendidikan.
Smart school merupakan sebuah Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sekolah yang secara cerdas telah dikembangkan oleh Indismart untuk memudahkan proses pengolahan data sekolah. Sebagai sistem pengolah data, Smart school juga berperan dalam bidang administrasi, aktivitas akademik dan komunikasi internal maupun eksternal. Sistem ini sudah diuji di beberapa sekolah tingkat SD, SMP, maupun SMA. Dan terbukti Smartschool memudahkan segala pengolahan data sekolah dan menyediakan akses informasi untuk guru, siswa, maupun orangtua.
Penciptaan Smart school adalah satu perubahan langsung dari fenomena dan menjadi agenda inti bangsa untuk membawa pendidikan nasional ke tingkat yang lebih kompeten. Keberhasilan pendidikan nasional tergantung pada keberhasilan sumber daya manusia dalam sistem yang ada yang mengubah proses pedagogis dan keterikatannya dengan nilai-nilai yang ada dan mengkonversi ke praktik-praktik yang digariskan dalam tujuan Smart school
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mengubah kehidupan sosial dan budaya masyarakat dalam mengatasi segala permasalahannya. E-commerce aspek ekonomi, e-government sektor pemerintahan, dan media pembelajaran e-learning pada sektor pendidikan. Dampak perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dunia pendidikan sangat luar biasa. Pengaplikasian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan merupakan sebuah tantangan nyata dan kekinian yang harus dihadapi dan tidak boleh ditolak (Jamal Ma’mur Asmani, 2011: 8).
Berbagai materi pembelajaran dan model pembelajaran semuanya memanfaatkan komputer yang terhubung dengan internet seperti : e-learning (electronic learning), e-teaching (electronic teaching), Computer Assisted Instruction (CAI), dan Computer Based Instruction (CBI) (Rusman, 2012: 128).
Dengan adanya materi pembelajaran dan model pembelajaran yang sudah terintegrasi dengan internet memungkinkan guru dan siswa mencari sendiri informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.
Mewajibkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai program atau materi wajib bagi semua sekolah menjadikan perkembangan model pembelajaran yang terintegrasi dengan internet di Indonesia cukup banyak dan sangat inovatif. Langkah nyata yang ditunjukkan pemerintah dalam mendukung pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah dengan memberikan layanan pendidikan online melalui situs pembelajaran, e-book, dan pengembangan e-library. Semua yang dilakukan pemerintah tersebut tentu saja bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia Ternyata tidak hanya pemerintah saja yang merespon positif adanya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dalam dunia pendidikan, sekolahpun merespon positif hal ini dengan melakukan berbagai perubahan sistem belajar mengajar yang dilakukan di sekolah yaitu dengan mengoptimalkan pembelajaran dengan memanfaatkan komputer dan internet.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara pandang, cara kerja dan sekaligus implementasi dalam bidang pembelajaran. Hal tersebut ditandai dengan munculnya istilah baru seperti eBook, e-learning, cyberschool.
Konsep pembelajaran yang saat ini sedang diterapkan di SMK PGRI 1 Tangerang adalah cyberschool.
Kata cyberschool terdiri dari dua suku kata, yaitu cyber yang dalam dunia teknologi informasi berarti dunia maya dan school yang berarti sekolah. Jadi cyberschool merupakan sekolah yang menggunakan model pembelajaran dengan berbantu internet/ruang maya. Cyberschool memadukan penggunaan perangkat komputer dan internet. Konsep cyberschool erat kaitannya dengan istilah distance learning (pembelajaran jarak jauh), edupay, cyberschools, virtual school, e-education, e-classes dan bentuk kelas jarak jauh lainnya yang memberikan penghargaan atau pujian kepada peserta didiknya. Sekolah berbasis cyberschool bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di SMK PGRI 1 Tangerang.
Cyberschool atau yang lebih populer dengan istilah virtual school,menyediakan materi pembelajaran dalam bentuk digital yang disebarluaskan melalui internet. Aktivitas pembelajaran yang didukung oleh telekonferensi berbasis internet ini memudahkan peserta didik menjawab pertanyaan, mendiskusikan materi dan bertanya pada guru untuk memecahkan permasalahan tertentu yang berkaitan dengan mata pelajaran tanpa harus datang ke rumah pendidik atau ke sekolah. Hal ini berarti bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah berbasis cyberschool selalu berkaitan dengan dua hal, yaitu teknologi komunikasi dan koneksi internet. Dua hal tersebut akan membuat para siswa bersentuhan langsung dengan teknologi informasi dan komunikasi, dalam hal ini adalah internet. Para siswa akan dihadapkan pada sebuah dunia luas yang kaya akan informasi dan sebuah pengalaman yang sangat menantang. Ada sejumlah prasyaratan penting yang dimiliki sebelum siswa menggunakan Internet. Siswa dituntut kesiapan mereka berhadapan dengan teknologi Informasi (Rusman, 2012:
132).
Sekolah berbasis cyberschool yang selalu memanfaatan teknologi komunikasi dan internet mengharuskan sekolah memiliki kurikulum yang jelas dan berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam mengimplementasikan proses pembelajaran berbasis cyberschool sekolah juga dituntut untuk mengetahui tahapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Munir menjelaskan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam
pendidikan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu penggunaan audio visual aid, materi-materi berpogram, dan penggunaan komputer dalam pendidikan (Jamal Ma’mur Asmani, 2011: 133). Selain itu, perlu diketahui juga model pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Abdulhak mengatakan ada tiga model pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, yaitu teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi sumber informasi, dan teknologi informasi dan komunikasi sebagai system pembelajaran (Rusman, 2012: 413).
Selanjutnya yang sangat penting bagi sekolah berbasis cyberschool harus memiliki sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang memadai, untuk sarana dan prasarana sekolah harus memiliki koneksi internet yang dapat diakses setiap saat, perangkat komputer lengkap (satu siswa satu komputer) agar dalam proses belajar mengajar siswa dapat fokus dan konsentrasi dalam mengikuti tanpa terganggu oleh temannya, ruang kelas yang dilengkapi LCD, adanya Laboratorium ICT, adanya website sekolah, adanya bahan ajar berbasis multimedia, kompetensi berbahasa asing, mampu memperbaiki kerusakan yang berhubungan dengan kendala teknis selama
proses pembelajaran berlangsung dan siswa harus memiliki budaya teknologi yang peka terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada sekarang secara up to date (Jamal Ma’mur Asmani, 2011: 185).
Sedangkan sumber daya manusia yang memadai maksudnya adalah kompetensi guru. Kompetensi yang harus dimiliki guru di sekolah berbasis cyberschool adalah guru harus mampu mengoperasikan perangkat computer dan dapat menyambungkannya dengan koneksi internet, mampu membuat bahan ajar multimedia, dan memiliki sertifikat TI (Rusman, 2012: 309). Selain itu dukungan dari seluruh warga sekolah juga menjadi hal yang penting dalam menerapkan sekolah berbasis cyberschool ini. Dukungan dari semua warga sekolah sangat penting dalam menunjang penerapan sekolah berbasis cyberschool ini, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Karyawan, Siswa, Komite Sekolah, dan Orangtua (Udin Syaefudin Sa’ud, 2010: 190). Hal ini menjadi faktor pendukung terlaksananya sekolah berbasis cyberschool.
2. METODE PENELITIAN
Dalam sebuah kegiatan penelitian, pendekatan sangat diperlukan untuk memudahkan peneliti memahami dan bahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan sebuah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati kemudian diarahkan pada suatu latar individu secara holistik (utuh).
Metode penelitian yang bersifat deskriptif, dilakukan tidak untuk menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan suatu keadaan yang diteliti apa adanya dan memaparkan kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai kedaan yang sebenarnya. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memberikan gambaran-gambaran tentang suatu gejala/suatu masyarakat tertentu. Dalam penelitian deskriptif harus diperkecil dan tingkat keyakinan harus maksimal.
2.1. Data dan Sumber Data
Data adalah kejadian-kejadian yang nyata yang dapat dijadikan dasar analisis atau kesimpulan. Data yang dikumpulkan dapat berupa data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, dan data sekunder yakni data yang diperoleh dari informasi yang telah di olah oleh pihak lain. Sedangkan sumber data merujuk pada dari mana data penelitian itu diperoleh, data dapat berasal dari orang maupun bukan orang.
Dalam melakukan penelitian ini data-data yang diperlukan diperoleh dari dua sumber yaitu:
1. Data Primer
Data yang diperoleh dari sumbernya secara langsung, diamati dan dicatat secara langsung, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pihak yang terkait, khususnya bagian Sistem Informasi Manajemen SMK PGRI 1 Tangerang, kepala sekolah dan Waka Kurikulum.
2. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari data yang sudah ada dan mempunyai hubungan masalah yang diteliti yaitu meliputi literatur-literatur yang ada.
2.2. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan / mengumpulkan data yang akurat dan valid dalam penelitian skripsi ini, maka peneliti menggunakan beberapa pendekatan atau teknik pengumpulan data. Di antaranya adalah:
a. Metode Observasi
Metode observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung ke objek dan melakukan pencatatan mengenal fenomena yang diselidiki. Observasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memantau, melihat, mengamati dan mencatat kejadian serta kondisi lingkungan yang terjadi dalam penerapan Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang.
b. Metode interview
Metode interview merupakan teknik pengumpulan data dengan bentuk pertanyaan langsung kepada objek, berdasarkan tujuan tertentu Interview atau wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan dan dijawab secara lisan pula.
c. Metode dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan tehnik pengumpulan data yang ditujukkan kepada subyek penelitian.
Dokumen yang diketik dapat berbagai macam, tidak hanya dokumen resmi, dokumen dapat berupa catatan pribadi, surat pribadi, buku harian, laporan kerja, notulen rapat catatan kasus, rekaman kaset, rekaman video, foto dan lain sebagainnya
2.3. Analisis Data
Analisis Data adalah suatu proses yang dilakukan untuk merinci usaha penelitian untuk menemukan suatu tema dan ide, sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Proses analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Reduksi data
Reduksi data adalah analisis data yang menajamkan, menggolongkan dan mengurutkan data dengan cara sedemikian rupa dan di dapat kesimpulan untuk dilakukan diverifikasi. Data yang diperoleh dari lapangan langsung ditulis dengan rinci dan sistematis setiap selesai mengumpulkan data. Reduksi data dalam peneliti dilakukan untuk mencari data yang dinyatakan belum valid, bila diperlukan serta membantu dalam memberikan kode kepada aspek-aspek tertentu.
b. Diplay data atau penyajian data
Yaitu mengumpulkan data atau informasi secara tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Data yang sudah ada di susun dengan menggunakan teks yang bersifat naratif, selain itu bisa juga bersifat matriks, grafik, networks dan chart.
c. Menarik kesimpulan atau verifikasi
Yaitu merupakan rangkaian analisis data puncak. Verifikasi dimaksudkan untuk menghasilkan kesimpulan yang valid. Dalam sebuah kesimpulan dapat ditinjau ulang dengan cara melakukan analisis kembali catatan-catatan selama penelitian dan mencari pola, tema, model, hubungan dan persamaan untuk diambil sebuah kesimpulan
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
SMK PGRI 1 Tangerang berdiri pada tahun 1982 yang dulu bernama SMEA PGRI Tangerang. Di lokasi SMK PGRI 1 Tangerang terdapat tanaman pohon membuat suasana lingkungan yang rindang dan sangat mendukung suasana kegiatan belajar mengajar. SMK PGRI 1 Tangerang mempuyai tempat yang strategi yaitu di daerah perkotaan dan berada di lingkungan dunia pendidikan. Jarak ke kecamatan 5 km.
SMK PGRI 1 Tangerang mempunyai status akreditasi dengan mendapatkan nilai A untuk semua jurusan yaitu Akuntansi, Pemasaran, Administrasi Perkantoran, Multimedia dan Teknik Komputer dan Jaringan. Pada tahun 2016 penataan administrasi dan pengambaran sarana prasarana yang mulai diperbaiki. Hal ini ditunjukkan untuk membentuk sekolah yang lebih baik dan di unggulkan terutama potensi Pendidik dan tenaga Kependidikan untuk kemajuan sekolah.
Visi dan Misi Sekolah dengan ciri khas penekanan pada pembentukan karakter siswa, imtaq dan imtek dengan penambahan sarana IT yang cukup memadai dengan harapan proses pembelajaran semakin baik sesuai Visi dan Misi serta tujuan SMK PGRI 1 Tangerang.
Lulusan SMK PGRI 1 Tangerang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagian besar bekerja, serta Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah memenuhi rombongan belajar namun masih perlu meningkatkan kompetensinya. Begitu pula dalam karya dan inovasi perlu meningkatkan kreatifitas dan produktivitas sehingga hasil pembelajaran lebih meningkat. Tugas pokok dan fungsi utama bagi pendidik untuk melaksanakan standar profesi yaitu penyiapan segala perangkat pembelajaran masih harus ditingkatkan, sehingga tugas pokok tersebut bukan menjadi kebiasaan dan kebutuhan sehari-hari. Etos kerja, kerjasama, dan kedisiplinan sudah membudaya.
Penyelenggaraan pendidikan perlu adanya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kurikulum sekolah menengah kejuruan pun menjadi perhatian dan pemikiran- pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebijakan, menyesuiakan dunia industri dan dunia usaha.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai pembelajaran serta tujuan, isi, bahan pelajaran yang digunakan sebagain pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkanlah apa yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanankan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi kelulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
3.1. Konsep Cyber School
Konsep Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang dapat diterapkan berbasis pada model bisnis yang di jalankan, karena setiap sekolah adalah seperti sebuah perusahaan, hanya tujuan bisnis adalah untuk memberikan
pendidikan. Sebuah konsep Cyber School yang terdiri dari Pembelajaran Online dengan menggunakan moodle, Sistem Absen Siswa, guru dan staf dengan menggunakan finger, Sistem Administrasi Sekolah yang terdiri dari absen kelas yang terekam dalam sistem, sistem pembayaran dengan sistem edupay, sistem perpustakan dengan sistem digital, Sistem Nilai dengan nllai tugas dan ulangan, nilai ujian dan nilai rapaort yang terekam dalam sistem. Seperti Gambar 1.
Gambar 1. Konsep Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang
Dengan Sistem Cyber School yang terapkan dapat menghilangkan pemasalahan disekolah seperti:
1. Proses pengolahan data yang masih tertulis atau manual.
2. Validasi data yang tidak akurat.
3. Penggunaan kertas sebagai media, sehingga memakan tempat dan sering hilang.
4. Sulitnya memperoleh data-data sekolah yang dibutuhkan karena data tersebut tidak terintegrasi pada satu tempat.
Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang adalah untuk memotivasi setiap siswa untuk suka belajar;
keterampilan akademik, sosial, dan kepemimpinan diperlukan untuk terlibat dalam pemikiran kritis; dan kemampuan untuk menunjukkan penguasaan akademis keterampilan yang diperlukan untuk masa depan yang sukses.
Cyberschool menggunakan teknologi sebagai alat untuk belajar dengan cara-cara baru dan kuat yang memungkinkan siswa lebih fleksibel dan independensi, mempersiapkan siswa untuk menjadi siap bersaing pada masa depan.
Gambar 2. Simandudik Cyber School SMK PGRI 1 Tangerang
3.2. Modul Smart School SMK PGRI 1 Tangerang 3.2.1. Modul Sistem Pembelajaran Online
Pembelajaran dengan paradigma lama adalah guru menerangkan pembelajaran dengan menggunakan papan tulis dan kapur atau spidol. Guru harus mampu untuk merancang suatu sistem yang berpusat kepada siswa. Misalnya, Dalam Pembelajaran guru harus membuat rancanagn belajar secara terstruktur dengan baik, bila dilihat dari sudut pandang, terdiri dari: instruktur menyajikan topik, yang ditentukan oleh kurikulum, dengan memperkenalkan beberapa konsep baru. Pertama, ia memberikan sedikit latar belakang sejarah, maka ulasan beberapa landasan teoritis yang diperlukan untuk secara resmi mewakili konsep. Lalu ia mendefinisikan konsep- konsep baru, menambahkan beberapa contoh aplikasi ilustrasi, menyediakan beberapa referensi untuk membaca lebih lanjut, dan menyimpulkan dengan meringkas pelajaran dan memberikan beberapa latihan praktek, dll.
SMK PGRI 1 Tangerang melakukan metode pembelajaran dengan sistem moodle yang dapat digunkan guru dan siswa sebagai media pembelajaran interaktif, dalam melakukan pembelajaran di kelas.
Gambar 3. Sistem Pembelajaran Online
3.2.2. Modul Sistem Absensi
Kemajuan teknologi saat ini sudah sangat semakin canggih. Sudah banyak sekali perangkat elektronik yang cukup canggih dan sangat membantu dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satunya adalah konsep absensi dengan menggunakan sidik jari atau fingerprint. Penerapan Sistem Absensi dengan Fingerprint membantu orang tua siswa dalam mengawasi anaknya untuk masuk ke sekolah, siswa yang datang wajib melakukan absen fingerprint dan laporan kehadiran siswa langsung masuk kedalam sms gateway dan aplikasi simandudik apps yangsudah di dowload orangtua siswa.
Gambar 4. Modul Sistem Absensi
3.2.3. Modul Administrasi Sekolah
Mempermudah fungsi operasional administrasi sekolah yang meliputi informasi fisik sekolah, data kondisi sarana dan prasarana sekolah serta data TPTK serta data murid. Modul ini akan bermanfaat bagi operator sebagai alat bantu Pendataan kondisi sekolah. Selain itu, guru juga merasa dimudahkan dalam hal mendapatkan/mengisi keadministrasian, adminstrasi sekolah masih dalam proses pengembangan sistem.
Gambar 5. Modul administrasi sekolah 3.2.4. Modul Sistem Pembayaran
Dalam rangka memberikan kemudahan untuk siswa dalam melakukan pembayaran SPP/Iuran Sekolah, maka SMK PGRI 1 Tangerang bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri menerapkan sistem Edupay kepada Siswa yang tentu cara ini merupakan terobosan terbaru dan diharapkan bisa mengatasi kendala yang dihadapi siswa selama ini dengan sistem yang sebelumnya telah dipakai
Gambar 6. Modul Sistem pembayaran
3.2.5. Modul Sistem Perpustakaan
Smart Library memiliki teknologi yang dapat diintegrasikan dengan sistem Smart Schools yang dimiliki SMK PGRI 1 Tangerang. Setiap siswa yang meminjam buku di perpustakaan tidak membawa kartu anggota perpustakaan, tetapi hanya menunjukkan kartu siswa SMK PGRI 1 Tangerang yang berisi data siswa dengan mengunakan sistem smartcard dan koleksi buku tidak lagi berbentuk hardcopy tetapi sudah sistem digital.
Gambar 7. Modul Sistem Perpustakaan
3.2.6. Modul Nilai
Membantu guru dalam pengarsipan dan pelaporan nilai siswa. Fitur-fitur yang tercakup dalam modul ini adalah: - Fitur Kelola Nilai, Fitur Absensi Siswa, Fitur E-learning Modul ini juga akan membantu mempermudah proses pemasukan dan pendataan nilai siswa oleh guru. Selain itu, fitur e-learning juga bisa dimanfaatkan untuk membantu proses belajar siswa.
Gambar 8. Modul Nilai
3.2.7. Modul Pengawasan
Modul ini dapat membantu kepala sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah. Fitur-fitur yang tercakup dalam modul ini adalah fitur akses Dashboard yang berisikan hasil analitik dari data-data sekolah yang ditampilkan dalam bentuk Chart
Gambar 9. Sister Fani SMK PGRI 1 Tangerang
3.2.8. Topologi Jaringan Komputer
4. KESIMPULAN
Kebijakan sekolah berbasis cyberschool adalah kebijakan untuk melaksanakan seluruh kegiatan akademik sekolah yang terintegrasi oleh penggunaan ICT dan akses interne
Perkembangan teknologi informasi (TI) dan komunikasi atau ICT (information communication technology) era sekarang ini mempunyai peran yang signifikan dalam kehidupan manusia dan organisasi, termasuk di dalamnya adalah lembaga pendidikan, seperti sekolah baik tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
ICT dalam lembaga pendidikan khususnya SMK PGRI 1 Tangerang bukan lagi pilihan, namun sudah menjadi satu keperluan mutlak yang harus dimiliki dan digunakan untuk meningkatkan kualitas proses penyelenggaraan pendidikan. Dari sinilah perlunya Cyber school.
Dengan demikian, maka jelaslah bahwa cyber school akan lebih unggul jika dibandingkan dengan yang tradisional. Bayangkan, perpustakaan dapat diakses malam hari langsung dari rumah, tugas dikumpulkan melalui e-mail, pengumuman sekolah diakses tanpa harus ke sekolah, Terpantaunya setiap kegiatan siswa di sekolah oleh guru ataupun orang tua, membantu kepala sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah dan sebagainya. Teknologi Informasi (TI) yang merupakan tulang punggung kampus digital, didukung oleh tiga komponen utama : Computer, Communication dan Content
UCAPAN TERIMA KASIH
Disampaikan terima kasih kepada Drs. H, Aep Gumiwa, M.M selaku Kepala SMK PGRI 1 Tangerang, sivitas SMK PGRI1 Tangerang dan keluarga yang telah mendukung.
DAFTAR PUSTAKA
Andi Abdul Muis. (2001). Indonesia Di Era Dunia Maya: Teknologi Informasi Di Dalam Dunia Tanpa Batas.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ariesto Hadi Sutopo. (2012). Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Attarana, Mohammad, 2012, Learning Culture in a Smart School: A Case Study, Procedia - Social and Behavioral Sciences 64 ( 2012 ) 417 – 423
Ereth, Janice, 2011, The Central City Cyberschool Of Milwaukee, Inc, Children’s Research Center, Madison Jamal Ma’mur Asmani. 2011. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia
Pendidikan. Yogyakarta : DIVA Press.
Khoiria ,Arum Fatwa, 2015, Implementasi Kebijakan Sekolah Berbasis Cyberschool Di Smp Budya Wacana Yogyakarta
Rancang Bangun Smart School Dengan Sistem Pembelajaran Online Studi Kasus Smp Advent Abepura Papua Mingsep Rante Sampebua
Rumini, Dr. Abidarin Rosidi, Sudarmawan Perancangan E-Learning Di Mti Stmik Amikom Yogyakarta, M.T.3 Vol . IX Nomor 26 Juli 2014 - Jurnal Teknologi Informasi ISSN : 1907-2430
Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer:Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: Alfabeta.
Wan Ali, W., Mohd Nor, H., Hamzah, A., & Alwi, N. (2009). The conditions and level of ICT integration in Malaysian Smart Schools. International Journal of Education and Development using ICT.