• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Word of Mouth Communication terhadap Proses Keputusan Pembelian pada Rumah Makan Sky Resto II di Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Word of Mouth Communication terhadap Proses Keputusan Pembelian pada Rumah Makan Sky Resto II di Bandung."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

iv

ABSTRACT

The purpose of this research is determine to influence of word of mouth communication to consumer buying decision process at SkyResto II Restaurant.

The technical sampling using non-probability which proposive sampling with the responden is 120 consumer for the first time comes to try food this restourant.

The types of this resarch is using causal reseach. The data analysis technique used in this study is a simple linear regression analysis and was processed using SPSS 17 for windows.

The equation is: Y = 20.623 + 0.860 X, where the influence word of mouth communication refers to theprocess of consumer decision makingby 31,0%,while the remaining 69.0% is influenced by o ther variables beyond the variables of word of mouth communication. Hypothesis test results indicate that there are significant word of mouth communication influence to the buying decision process.

(2)

v

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh word of mouth communication terhadap proses keputusan pembelian konsumen di Rumah Makan Sky Resto II.

Metoda sampling yang digunakan adalah nonprobabilitas dengan pendekatan purposive sampling, denganresponden sebanyak 120 konsumen yang baru pertama kali mencoba makanan di rumah makan tersebut.

Jenis penelitian yang digunakan adalah kausal riset. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS 17for windows.

Hasil persamaan regresi adalah Y = 20.623+ 0.860 X,dimana pengaruh variabelword of mouthcommunicationterhadap proses keputusan pembelian sebesar 31,0% sedangkan sisanya 69,0 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel word of mouth commmunication. Hasil uji hipotesis menunjukkan word of mouth commmunicationmemiliki pengaruh signifikan terhadap proses keputusan pembelian.

(3)
(4)

xii

Tabel XXIII Uji Reliabilitas WOMC ... 48

Tabel XXIV Uji Reliabilitas PKP ... 48

Tabel XXV Uji Normalitas ... 49

Tabel XXVI Hasil Uji Anova ... 50

(5)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1 Model Utama Komunikasi ... 11

Gambar 2 Model Tahapan Word of Communication ... 16

Gambar 3 Proses Pengambilan Keputusan Konsumen ... 17

Gambar 4 Kerangka Teori ... 19

Gambar 5 Kerangka Pemikiran ... 20

(6)

xiii

Lampiran E Regresi Linier Sederhana ...77

Lampiran F Uji Normalitas ...78

Lampiran G Hasil Uji Anova ...79

Lampiran H Tabulasi data ...80

Lampiran I Daftar Riwayat Hidup ...83

Lampiran J Jurnal Pengaruh Word of Mouth Communication Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian ...84

Lampiran K Pengaruh Word of Mouth Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen...104

Lampiran L Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Produk House of Adity...105

Lampiran M Pengaruh Iklan dan Word of Mouth (WOM) Terhadap Minat Beli Mahasiswa Universitas Negeri Padang atas Kartu Perdana IM3 ...106

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Saat ini informasi merupakan hal yang paling dibutuhkan seluruh lapisan

masyarakat. Informasi dapat disebarkan dengan sangat cepat melalui komunikasi.

Sama halnya dengan pemasaran, dalam pemasaran komunikasi memegang peranan

penting dalam meningkatkan penjualan. Bagi konsumen komunikasi turut membantu

mereka dalam membuat keputusan pembelian, karena tanpa memperoleh informasi

yang memadai, seseorang konsumen tentunya akan sangat sulit untuk mengambil

keputusan dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa yang tepat sesuai

dengan keinginan. Menurut Shimp T.A (1993 : 35) komunikasi merupakan “The

process of establishing a commonness or oneness of thought between a sender and a

receiver.” Diungkapkan pula komunikasi tidak hanya menghubungkan perusahaan

dengan konsumen, tetapi juga menghubungkan antara konsumen dengan lingkungan

sosialnya.

Dalam manajemen pemasaran, komunikasi ini disebut word of mouth

communication. Hal ini dikemukakan pertama kali oleh William H. Whyte dalam

penelitiannya yang ditulis dalam majalah Fortune, 60 tahun yang lalu, bahwa

“konsumen yang puas akan menyebarkan informasi tersebut kepada konsumen

lainnya dikarenakan penyebarannya yang sangat cepat sehingga sangat

(8)

BAB I PENDAHULUAN

2

akan efektif apabila didukung oleh pengalaman yang real tanpa rekayasa terhadap

merek atau produk barang dan jasa . Oleh karena itu saat ini word of mouth

communication mampu dijadikan sarana utama dalam proses pengambilan keputusan

dalam kegiatan pemasaran dengan alasan keberhasilannya dan dapat meningkatkan

penjualan. Hawkins, Neal dan Quester (1994 : 405) menjelaskan bahwa “while many

customer undoubtedly tried the product after seeing it used in store, most learned

about it from friends. This is reffered as word of mouth communication. People

learned about new product from friend and other the other reference group by (1)

observing and participating with them as they use the product, or (2) by seeking or

receiving advice and information from them”. Menurut Hawkins, Neal dan Quester

banyak konsumen tanpa ragu mencoba suatu produk setelah melihatnya di toko,

sementara itu banyak pula konsumen yang mempelajari dahulu dari rekannya. Inilah

yang di maksud word of mouth communication. Dikatakan pula masyarakat belajar

tentang suatu produk baru dari rekan dan kelompok referensi lainnya dengan cara (1)

mengamati dan berpartisipasi dengan mereka pada saat menggunakan produk

tersebut, atau (2) dengan mencari atau menerima saran dan informasi dari mereka

(kelompok acuan) pada saat itulah word of mouth communication terjadi.

Dengan menggunakan alat pemasaran word of mouth communication, maka biaya

pemasaran bisa ditekan sedemikian rupa sehingga biaya menjadi lebih rendah. Ali

Hasan (2010 : 36) mengatakan bahawa “Low Budget High Impact Marketing” yang

artinya anggaran rendah dampak pemasaran tinggi.

Begitu pula fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa Rumah Makan Sky Resto II

(9)

BAB I PENDAHULUAN

3

tersebut dipertegas oleh hasil wawancara peneliti dengan owner (21 April 2013)

bahwa Rumah Makan Sky Resto II memanfaatkan konsep pemasaran melalui word

of mouth communication para pelanggannya. Dengan menggunakan konsep tersebut,

pemilik rumah makan tidak perlu menggunakan biaya promosi yang besar untuk

meningkatkan penjualan. Melalui word of mouth communication diungkapkan

kualitas layanan yang merupakan keunggulan rumah makan ini agar menciptakan

kepuasan konsumen. Kualitas layanan ini terlihat dari makanan Chinese Food yang

disajikannya bersih, cepat saji dan harganya relatif murah. Selain itu, rumah makan

tersebut juga menerima delivery order melalui nomer telepon yang tersedia. Untuk

delivery order, konsumen bisa mendapatkan pesanan makanan dalam waktu 30

menit. Kondisi ini membuat konsumen tertarik akan informasi yang didapatnya

sehingga befikir untuk melakukan pembelian di rumah makan tersebut. Berdasarkan

uraian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian word of mouth communication

yang dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian konsumen untuk membeli

produk dengan judul : Pengaruh Word of Mouth Terhadap Proses Keputusan

Pembelian. Studi kasus : Konsumen Rumah Makan Sky Resto II”

1.2 Identifikasi Masalah

Apakah terdapat pengaruh word of mouth communucation terhadap proses keputusan

pembelian pada Rumah Makan Sky Resto II.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

(10)

BAB I PENDAHULUAN

4

Maksud dari penelitian ini adalah mengumpulkan data untuk memperoleh informasi

word of mouth communication dan proses keputusan pembelian.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh word of mouth

communication terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada Rumah

Makan Sky Resto II.

1.4 Kegunaan Penelitian

Bagi akademisi

Sebagai bahan referensi bagi para akademisi yang akan melakukan

penelitian yang berkaitan dengan pengaruh word of mouth

communication terhadap proses keputusan pembelian.

Bagi perusahaan

Setelah melakukan penelitian ini diharapkan pemilik mendapatkan

masukan tentang pengaruh word of mouth communication terhadap

proses keputusan pembelian konsumen pada Rumah Makan Sky Resto

(11)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

58 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Terdapat pengaruh word of mouth communication terhadap proses kepuasan pembelian

sebesar 31,0% yang memiliki arti bahwa pengaruh word of mouth communication terhadap

keputusan pembelian konsumen sebesar 31,0%, sedangkan sisanya sebesar 69,0% di

pengaruhi oleh faktor-faktor lain word of mouth communication terhadap proses keputusan

pembelian.

5.1.1 Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini adalah peneliti hanya menggunakan kuesioner dengan

sumber Rika Yustikartini (2009) tentang Pengaruh Word of Mouth Communication

Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen yang dipakai pada Salon Memory Bandung.

Jl. Ir. Hj. Juanda No. 185 pada skripsi strata 1, Program Sarjana Unversitas Padjajaran

Bandung. Butir-butir kuesioner tersebut disesuaikan deisesuikan dengan obyek

penelitian Rumah Makan Sky Resto II.

5.2 Saran

Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar memperluas penelitian ini, baik dalam hal

responden maupun ruang lingkup penelitian dan Bagi pihak-pihak yang tertarik untuk

meneliti topik ini secara lebih mendalam, maka peneliti manyarankan beberapa hal berikut:

1. Peneliti selanjutnya dapat memperluas lingkup penelitian yaitu tidak hanya pada

(12)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

59

Demikian juga dengan respondennya, peneliti selanjutnya diharapkan dapat

meneliti di berbagai level rumah makan yang ada.

2. Dalam hal jumlah sampel, diharapkan penelitian selanjutnya dapat menambahkan

lagi jumlah sampelnya.

Demikianlah beberapa saran yang dapat penulis sampaikan, semoga saran-saran ini

dapat menyempurnakan penelitian – penelitian selanjutnya sehingga dapat menjadi alat yang

(13)

60

DAFTAR PUSTAKA

Arfiansyah, Dedy (2012) Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian

Konsumen di Resto D’Cost Cabang Sukajadi. Bandung.

Damayanti, Lia. (2007) Pengaruh Word Of mouth Communication Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Amanda Brownies Kukus Cabang Ranca Bolang Margahayu Raya, Bandung. Skripsi Strata, Program Sarjana Unversitas Padjajaran. Bandung.

Ferdinand, Hair et al (2006). (

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/482/jbptunikomp-gdl-didisuband-24090-3-bab iii.pdf.)

Fill, Chris. (2009). Marketing Communication, (edisi ke-5). Pearson Education Limited.

Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Hasan, Ali. (2010). Marketing dati Mulut ke Mulut. Yogyakarta: Media Pressindo.

Jogiyanto. (2004). Salah Kaprah dan Pengalaman-pengalaman. Metodologi Penelitian Bisnis, Edisi pertama, BPFE-YOGYAKARTA.

Kotler, Philip dan Kevin Keller 2007. Manajemen Pemasaran, PT Index, Jakarta.

Kurnia, Dita. (2010) Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Produk House of Adity. Bandung.

Lestari, Ika Pujana. ( 2012). Pengaruh Word Of Mouth Communication Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Auraku Skin Solution Ruko Perumahan Taman Mutiara. Bandung.

London, D.L. and Della Bitta, A.J. (1993) Consumer Behaviour, 4th Edition, USA: McGraw Hill.

Mahendra, Oka. (2002). Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian di Cafe BMC. Skripsi Strata 1, Program Sarjana Unversitas Padjajaran. Bandung.

(14)

61

Neal C, Quester P &Hawkins D (1994). Consumer Behaviour –Implications for Marketing Strategy. Sydney: Irwin/McGraw-Hill.

Sciffman & Kanuk. (2008). Perilaku Konsumen (Eedisi ke tujuh). Index, Jakarta

Setiawan, Nasrul. (2012). Konsep Validitas dan Reliabilitas, dikases dari

http://statistikceria.blogspot.com/2012/01/konsep-validitas-dan-realibilitas.html

Shimp, A Terrance. (1993). Promotion Manajemen and Marketing Communications, 3th edition. The Dryden Press, Orlando Florida.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : CV Alfabet.

Suliyanto. (2005). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta : CV. Andi Offset.

Wangsamukti, Progira. (2012). Pengaruh WOM (Word of Mouth) Melalui Media Blackberry Terhadap Keputusan Pembelian Produk Ero Jersey. Bandung.

Werdingsih, Ratih. (2010). Pengaruh Word of Mouth Communication terhadap proses keputusan pembelian baik secara simultan maupun parsial.

Whyte, W. H., Jr . (1952). Groupthink. Majalah Fortune , hal 142

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang mengkaji Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian dan Kepuasan Konsumen (Studi Pada Konsumen Rumah Teh Ndoro

4.9.1 Pengaruh Word of Mouth Terhadap Proses Keputusan Pembelian pada CV. Vannisa

Berdasarkan uji t dapat dijelaskan bahwa: variabel word of mouth communication (X2) terhadap keputusan pembelian kompor gas Rinnai pada konsumen Kelurahan Cereme

Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh word of mouth terhadap proses keputusan pembelian produk atau jasa dan dilakukan sampel penelitian ini

Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi word of mouth yang dilakukan antar konsumen saling mempengaruhi keputusan pembelian dalam suatu

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Word of Mouth Communication Terhadap Keputusan Pembelian Pasar Tradisional Pajak USU

Pengaruh Word Of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh word of mouth dan lokasi terhadap proses keputusan pembelian survei pada konsumen kopi skuter6666.. Serta