• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN PRODUK HANDPHONE MEREK NOKIA PADA MAHASISWA S1 INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN PRODUK HANDPHONE MEREK NOKIA PADA MAHASISWA S1 INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

i

MAHASISWA S1 INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)

Oleh

ABDUL MAJID

H24061326

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2010

(2)

ii

Konsumen Produk Handphone Merek Nokia pada Mahasiswa S1 IPB. Dibawah bimbingan JONO M. MUNANDAR.

Teknologi telekomunikasi merupakan pasar yang sedang berkembang pesat. Nokia yang menjadi market leader pada industri ini harus berjuang mempertahankan marketshare karena ketatnya persaingan. Walaupun angka penjualan Nokia terus mengalami kenaikan, namun angka marketshare pada tahun 2009 justru mengalami penurunan. Untuk terus mempertahankan marketshare, Nokia harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Nokia serta sikap konsumen terhadap atribut tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menganalisa karakteristik responden yang menjadi konsumen HP Nokia, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk HP merek Nokia, dan (3) menganalisa sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh HP merek Nokia.

Penelitian ini dilaksanakan terhadap konsumen Nokia mahasiswa strata 1 Institut Pertanian Bogor (IPB). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner. Data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, internet, skripsi, dan literatur yang dikeluarkan oleh lembaga terkait serta bahan pustaka atau laporan lainnya yang merupakan hasil penelitian terdahulu.

Berdasarkan analisis deskriptif, mayoritas pengguna ponsel Nokia adalah mahasiswa laki-laki berusia antara 21-24 tahun, bertempat tinggal di rumah sewa (kost), mempunyai klasifikasi pekerjaan sebagai unemployee (tidak bekerja), dengan pengeluaran per bulan antara Rp 500.000–Rp. 1.000.000, menghabiskan kurang dari Rp 100.000 per bulan untuk pulsa, menggunakan ponsel Nokia seri N73, mendapatkan informasi tentang Nokia dari iklan di televisi, tertarik menggunakan Nokia karena mutunya bagus dan paling sering menggunakan fitur komunikasi suara dan layanan pesan singkat (SMS). Berdasarkan metode perbandingan eksponensial, ada 10 faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli ponsel Nokia, yaitu garansi yang diberikan, harga beli, fitur yang ditawarkan, model yang dipasarkan, teknologi yang ditawarkan, kemudahan dalam penggunaan, lokasi customer service, lokasi outlet penjualan resmi, mutu sinyal, dan keragaman fitur/fasilitas. Berdasakan analisis multiatribut Fishbein, atribut ponsel yang dianggap paling penting adalah mutu sinyal. Atribut yang dianggap paling tidak penting adalah lokasi outlet penjualan resmi. Berdasarkan perhitungan tingkat kepercayaan terhadap atribut ponsel, Nokia merupakan merek yang paling dipercaya sesuai dengan harapan responden pada 9 atribut dengan skor tertinggi yaitu garansi yang diberikan, fitur yang ditawarkan, model yang dipasarkan, teknologi yang ditawarkan, kemudahan dalam penggunaan, lokasi customer service, lokasi outlet penjualan resmi, mutu sinyal, dan keragaman fitur/fasilitas. Harga beli Nokia merupakan atribut yang tidak dipercaya dapat dijangkau oleh responden. Nexian adalah merek ponsel dengan harga beli yang paling terjangkau. Pada analisis sikap, Nokia merupakan ponsel yang dinilai paling baik daripada 7 merek lain karena memiliki skor paling tinggi dan berada pada kategori sangat baik.

(3)

iii

MAHASISWA S1 INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

SARJANA EKONOMI

pada Departemen Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Oleh:

ABDUL MAJID

H24061326

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2010

(4)

iv Pertanian Bogor (IPB) Nama : Abdul Majid

NIM : H24061326

Menyetujui

Dosen Pembimbing,

(Dr. Ir. Jono M. Munandar, MSc) NIP : 196101231986011002

Mengetahui : Ketua Departemen,

(Dr. Ir. Jono M. Munandar, MSc) NIP : 196101231986011002

(5)

v

Penulis dilahirkan di Ciamis pada tanggal 8 Maret 1987. Penulis merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Haeruman Sidiq dan Ibu Suprihatin.

Penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SDN Cikacang, Ciamis pada tahun 2000. Selanjutnya penulis menempuh pendidikan SLTP di Madrasah Tsanawiyah Al-Islam Cijantung, Ciamis dan keluar sebagai lulusan terbaik. Pada tahun 2003, penulis melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Cijantung Ciamis dan masuk program IPA serta menjadi lulusan terbaik pada tahun 2006. Selanjutnya, penulis diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Pada tahun 2007, penulis diterima di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan intra kampus diantaranya sebagai staf divisi Marketing Centre Entrepreneurship for Youth (Century) IPB pada tahun 2006-2007. Pada tahun itu pula penulis menjadi staf Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Lembaga Dakwah Kampus DKM Al-Hurriyyah IPB dan staf Divisi Pendidikan Paguyuban Mahasiswa Galuh Ciamis (PMGC). Selanjutnya, pada tahun 2007-2008 penulis menjadi staf Divisi Politik, Kajian Strategis, dan Advokasi BEM FEM IPB. Pada tahun 2007-2010 penulis aktif sebagai staf Divisi Syiar Management Moslem Society, Departemen Manajemen FEM.

Selain aktif di Organisasi, penulis juga aktif di kepanitiaan kampus diantaranya pada tahun 2007 sebagai Penanggungjawab Keluarga MPKMB AGRARIS IPB dan Ketua Panitia Pemilihan Raya FEM IPB. Sedangkan pada tahun 2008, penulis mengikuti kepanitiaan menjadi Ketua Panitia Talkshow Politik Ceria BEM FEM IPB, Ketua divisi HUMAS Masa Perkenalan Departemen Manajemen FEM IPB, staf Divisi PJAK Masa Perkenalan Fakultas FEM IPB, dan staf Divisi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi “the 3rd Banking Goes To Campus” BEM FEM IPB.

(6)

vi

Segala puji senantiasa dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia Nikmat-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Era globalisasi menyebabkan tingkat persaingan menjadi sangat ketat. Pasar elektronik handphone merupakan pasar yang mengalami perkembangan begitu pesat. Sehingga produsen harus mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan sikap konsumennya masing-masing untuk terus bertahan dalam industri ini. Skripsi ini berjudul “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen Produk Handphone Merek Nokia pada Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor (IPB)”.

Bogor, November 2010

Penulis

(7)

vii

moril maupun materiil. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Dr. Jono M. Munandar, M.Sc sebagai dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, saran, motivasi, dan pengarahan kepada penulis.

2. Dr.Ir. Abdul Kohar I., M.Sc dan Dr.Ir. Ma’mun Sarma, MS, M.Ec atas kesediaannya untuk meluangkan waktu menjadi dosen penguji. Semua saran dan kritik Bapak merupakan hal yang sangat berharga dalam penyempurnaan skripsi ini.

3. Ketua Departemen, Kepala Tata Usaha Departemen, seluruh staf pengajar/dosen, dan karyawan/karyawati di Departemen Manajemen, FEM IPB.

4. Ibunda Ibu Suprihatin dan ayahanda Bapak Haeruman Sidiq yang telah menjadi inspirasi, motivasi, pencurah kasih sayang, dan do’a yang tulus, serta adik-adikku yang lucu yang selalu menjadi inspirasi bagi penulis.

5. Windha Afrina yang selama ini menemani dan selalu memberikan motivasi selama penyelesaian skripsi ini.

6. Jojo, Fifi, Alvi, Riki, Radius, Eca, Eyi, Ojan, dan teman satu bimbingan yang selalu memberikan motivasi kepada penulis.

7. Risal Yusaldi, Abrian, Toniman, Rofik, Galih, dan teman-teman satu kostan yang telah menjadi sahabat dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

8. Ucul, Ayu, Harboy, dan Eja di “geng pundung” yang selalu memberikan keceriaan dan pelajaran indahnya berbagi kepada penulis ditengah banyaknya kesibukan mengerjakan tugas kuliah.

9. Jali, Ege, Ade, Munawar, Ikbal, Wiwit, Ferry, Bryan, Emo, Rauf, Erika, Erni, Afif, dan rekan-rekan di Departemen manajemen Angkatan 43 yang telah memberikan kenangan indah selama penulis kuliah.

(8)

viii semua kebaikannya.

Tak ada gading yang tak retak. Skripsi ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif diperlukan untuk hal yang lebih baik. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kemashlahatan umat dan bernilai ibadah dalam pandangan Allah SWT. Amin.

Bogor, November 2010

Penulis

(9)

ix

Halaman RINGKASAN

RIWAYAT HIDUP ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

UCAPAN TERIMAKASIH ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN ... xi I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2. Perumusan Masalah ... 6 1.3 Tujuan Penelitian ... 7 1.4 Manfaat Penelitian ... 7

1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 8

II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Telepon Selular (PONSEL) ... 9

2.2 Telepon pintar (smartphone) ... 9

2.3 Pemasaran ... 10

2.4 Produk ... 11

2.5 Perilaku Konsumen ... 12

2.6 Model Keputusan Konsumen ... 12

2.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian ... 13

2.8 Preferensi Konsumen ... 14 2.9 Sikap Konsumen ... 15 2.9.1 Fungsi Sikap ... 15 2.9.2 Model Sikap ... 16 2.10 Persepsi Konsumen ... 19 2.11 Atribut Produk ... 19

2.12 Metode Perbandingan Eksponensial ... 20

2.13 Penelitian Terdahulu ... 21

III METODE PENELITIAN ... 24

3.1 Kerangka Pemikiran ... 24

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 26

3.3 Jenis dan Sumber Data ... 26

3.4 Teknik Pengambilan Sampel ... 26

(10)

x

3.6.2 Uji Reliabilitas ... 29

3.6.3 Analisis Deskriptif ... 30

3.6.4 Metode Perbandingan Eksponensial ... 30

3.6.5 Model Sikap Multiatribut Fishbein ... 31

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

4.1 Gambaran Umum Nokia Corporation ... 32

4.2 Identifikasi Atribut dan Merek ... 33

4.3 Pengujian Validitas dan Realibilitas Kuesioner... 35

4.4 Karakteristik Responden ... 36

4.4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 36

4.4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia... 36

4.4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Tinggal ... 37

4.4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pekerjaan ... 37

4.4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran Perbulan ... 38

4.4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran Pulsa ... 39

4.4.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Tipe HP Nokia ... 39

4.4.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi Pertama Kali tentang HP Nokia ... 41

4.4.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Memilih HP Nokia 41 4.4.10 Karakteristik responden berdasarkan fitur HP Nokia yang digunakan ... 42

4.5 Analisis Multiatribut Fishbein ... 43

4.5.1 Nilai Evaluasi Konsumen Terhadap Atribut Handphone ... 44

4.5.2 Nilai Kepercayaan Konsumen terhadap Atribut Beberapa Merek Handphone ... 45

4.5.3 Nilai Sikap Konsumen terhadap Beberapa Merek Handphone ... 47

4.5.4 Selisih Nilai Sikap Konsumen Maksimum (Ao Maks) dengan Nilai Sikap Konsumen (Ao) ... 50

4.6 Implikasi Manajerial ... 51

KESIMPULAN DAN SARAN... 55

1. Kesimpulan ... 55

2. Saran ... 56

DAFTAR PUSTAKA ... 57

LAMPIRAN ... 59

(11)

xi

No. Halaman

1 Penjualan Lima Vendor HP Seluruh Dunia ... 2

2 Proporsi Penyebaran Sampel Berdasarkan Fakultas di IPB ... 27

3 Perhitungan Metode Perbandingan Eksponensial ... 34

4 Persentase Responden Berdasarkan Tipe HP Nokia ... 40

5 Nilai Evaluasi Kepentingan Konsumen (ei) terhadap Atribut Handphone ... 44

6 Nilai Keyakinan Konsumen (bi) terhadap Atribut Beberapa Merek Handphone ... 46

7 Nilai Maksimum Sikap Konsumen (Ao maks) Handphone ... 47

8 Rentang Nilai (Skala) Maksimum terhadap Produk Handphone ... 47

9 Selisih Nilai Sikap Konsumen (Ao) Maksimum dengan Nilai Sikap Konsumen (Ao)... 50

(12)

xii

No. Halaman

1 Data Penjualan Smartphone ... 3

2 Pertumbuhan Marketshare Smartphone di Dunia ... 4

3 Marketshare Ponsel di Indonesia ... 6

4 Model Keputusan Konsumen ... 13

5 Kerangka Pemikiran ... 25

6 Persentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 36

7 Persentase Responden Berdasarkan Usia ... 37

8 Persentase Responden Berdasarkan Tempat Tinggal ... 37

9 Persentase Responden Berdasarkan Status Pekerjaan ... 38

10 Persentase Responden Berdasarkan Pengeluaran Perbulan ... 38

11 Persentase Responden Berdasarkan Pengeluaran Pulsa... 39

12 Persentase Responden Berdasarkan Sumber Informasi ... 41

13 Persentase Responden Berdasarkan Alasan Memilih Nokia ... 42

14 Persentase Responden Berdasarkan Fitur yang Digunakan ... 43

15 Sikap Konsumen Terhadap Delapan Merek Handphone ... 49

(13)

xiii

No. Halaman

1 Kuesioner untuk Identifikasi Atribut dan Merek ... 60

2 Kuesioner untuk Identifikasi Konsumen dan Analisis Sikap ... 63

3 Jumlah Mahasiswa IPB ... 69

4 Identifikasi Atribut ... 71

5 Identifikasi Merek ... 72

6 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepentingan Atribut Handphone ... 74

7 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepentingan Atribut Handphone ... 75

8 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Nokia ... 76

9 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Nokia ... 77

10 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Samsung ... 78

11 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Samsung ... 79

12 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek LG ... 80

13 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek LG ... 81

14 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek BlackBerry ... 82

15 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek BlackBerry . 83 16 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Motorola ... 84

17 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Motorola ... 85

18 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Sony Ericsson 86

19 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Sony Ericsson ... 87

20 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Apple ... 88

21 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Apple... 89

22 Hasil Uji Validitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Nexian ... 90

23 Hasil Uji Reliabilitas Tingkat Kepercayaan Atribut HP Merek Nexian ... 91

24 Perhitungan Nilai Keyakinan ( ), Nilai Sikap Konsumen ( ), dan Perhitungan Selisih Nilai Sikap Konsumen Maksimum dengan Nilai Sikap Konsumen.. ... 92

(14)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Industri telekomunikasi semakin berkembang pesat. Beberapa vendor besar seperti Nokia, Sony Ericsson, Research In Motion (RIM), LG dan Motorola terus merilis produk baru setiap periodenya. Ada sekitar 74 macam merek ponsel yang beredar di pasar global. Sampai dengan tahun 2008 ada 5 merek ponsel yang memiliki pangsa pasar (marketshare) tertinggi di dunia yaitu Nokia, Samsung, LG, Motorola, dan Sony Ericsson (Fauzi, 2010). Hingga tahun 2009, Nokia secara global menjadi vendor yang meraih

marketshare tertinggi. Pada 3 tahun terakhir, Nokia terus mendominasi pasar

dengan raihan penjualan tertinggi. Pada tahun 2007, Nokia mencatat 40%

marketshare ponsel di dunia (Kristian, 2010). Pada tahun 2008, marketshare

Nokia mencapai 38,6% dan pada tahun 2009 meraih 36,4% (Fauzi, 2010). Namun berdasarkan analisis dari lembaga riset teknologi Gartner, terjadi penurunan penjualan ponsel di seluruh dunia pada tahun 2009 dibanding pada tahun 2008. Tiga vendor besar telepon selular (ponsel) yaitu Nokia, Motorola dan Sony Ericsson mengalami penurunan penjualan pada tahun 2009. Ketiga merek tersebut marketsharenya tergerus oleh vendor pesaingnya. Pada tahun 2008, Nokia berhasil menjual sebanyak 472.314.900 unit ponsel atau meraih 38,6% marketshare. Sedangkan pada tahun 2009 Nokia hanya menjual 440.881.600 unit ponsel atau menguasai 36,4%

marketshare atau turun 2,2%. Motorola melakukan penjualan 106.522.400

unit ponsel pada tahun 2008, namun mengalami penurunan menjadi hanya 58.475.200 unit pada tahun 2009. Menurut data Gartner, marketshare Motorola turun sebesar 3,9%. Sony Ericsson juga mengalami penjualan yang kurang baik sehingga marketsharenya turun 3,1%.

Vendor yang mengalami kenaikan penjualan di tahun 2009 lalu adalah Samsung dan LG. Samsung berhasil menjual 235.772.000 unit ponsel atau meningkatkan 3,2% marketsharenya. Sementara LG menjual 122.055.300 unit atau marketsharenya naik sebesar 1,7% (Suryadhi, 2010). Daftar 5 besar

(15)

vendor ponsel di dunia yang dirilis Gartner dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini:

Tabel 1 : Penjualan Lima Vendor HP Seluruh Dunia Ket.

HP

Market share Angka penjualan (unit)

2008 2009 2008 2009

Nokia 38,6% 36.4% 472.314.900 440.881.600

Samsung 16,3% 19.5% n.a 235.772.000

LG 8,4% 10.1% n.a 122.055.300

Motorola 8,7% 4.8% 106.522.400 58.475.200

Sony Ericsson 7,9% 4.5% n.a n.a

Sumber : detikinet.com, 2010.

Dari data diatas terlihat walaupun terdapat penurunan angka penjualan, namun marketshare Nokia tetaplah yang tertinggi. Angka nominal penjualan ponsel Nokia juga masih menjadi yang tertinggi dibandingkan 4 vendor lainnya. Hal yang menarik adalah bagaimana Nokia bisa tetap memimpin pasar walaupun mendapat gempuran dari para pesaingnya.

Di kelas smartphone, Nokia mendominasi pasar di kawasan ASEAN. Pada bulan Desember 2009, Nokia menjadi gadget paling populer di Negara Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia (Suryadhi, 2010). Secara global, penjualan smartphone didominasi oleh 5 merek yaitu Nokia, RIM (produsen BlackBerry), Apple, HTC, dan Fujitsu. Pada angka penjualan, kelima merek tersebut mengalami peningkatan dari data tahun 2008 sampai tahun 2009. Nokia menjual 15,297 juta unit pada tahun 2008 dan naik menjadi 18,441 juta unit pada tahun 2009. BlackBerry menjual 5,594 juta unit pada tahun 2008 dan 7,678 juta unit pada tahun 2009. Selanjutnya, Apple dan HTC masing-masing menjual 0,892 juta unit dan 1,330 juta unit pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 menjual 5,434 juta unit dan 2,471 juta unit. Vendor Fujitsu menjual 1,071 juta unit pada tahun 2008 dan 1,249 juta unit pada tahun 2009. Data selengkapnya mengenai penjualan smartphone di dunia pada tahun 2008 dan tahun 2009 dapat dilihat pada Gambar 1.

Tingkat marketshare smartphone tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2008 ke tahun 2009 kecuali merek Nokia dan Fujitsu. Walaupun terjadi peningkatan penjualan, Nokia justru mengalami penurunan tingkat

(16)

Gambar 1. Data Penjualan Smartphone (angka dalam juta unit) Sumber: ismashphone.com, 2010.

Penurunan marketshare terjadi juga pada merek Fujitsu dari 3,3% menjadi 3,0% pada tahun 2009. BlackBerry naik dari 17,3% pada tahun 2008 menjadi 18,7% pada 2009. Apple juga mengalami kenaikan tingkat

marketshare dari 2,8% di tahun 2008 menjadi 13,3% pada tahun 2009. Begitu

juga dengan HTC yang naik dari 4,1% pada tahun 2008 menjadi 6,0% pada 2009. Fenomena ini memperlihatkan bahwa semakin tergerusnya marketshare Nokia karena kehadiran beberapa merek baru smartphone seperti BlackBerry dan Apple. Data selengkapnya mengenai marketshare smartphone di dunia pada tahun 2008 dan tahun 2009 dapat dilihat pada Gambar 2.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia yang berjumlah 237.556.363 penduduk per Mei 2010, atau 3,64% dari jumlah penduduk di dunia yang mencapai 6.528.784.400 orang, telah menjadi daya tarik bagi para produsen telepon selular atau handphone (HP). Indonesia menjadi pasar potensial untuk ponsel karena jumlah penduduknya yang besar, gaya hidup yang semakin modern dan perekonomiannya yang dinilai semakin bagus. Produk ponsel seperti Nokia, Sony Ericsson, LG, Samsung, Blackberry, dan beberapa ponsel merek China semakin meramaikan pasar ponsel Indonesia. Produk serupa dengan tipe baru banyak yang sukses mendongkrak penjualan setiap harinya.

18.441 7.678 5.434 2.471 1.249 15.297 5.594 0,892 1.330 1.071 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000

Nokia RIM Apple HTC Fujitsu

2009 2008

(17)

Gambar 2. Pertumbuhan Marketshare Smartphone di Dunia

Sumber: ismashphone.com, 2010.

Sejak pertama kali ponsel memasuki pasar Indonesia, Nokia merupakan merek yang paling banyak meraih marketshare. Pasar yang luas dan permintaan yang tinggi di Indonesia membuat Nokia memimpin pasar ponsel selama beberapa tahun. Namun mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan China. Hal ini karena mulai diberlakukannya kesepakatan perdagangan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Pemberlakuan ACFTA berimbas pada penurunan harga produk-produk China di pasar Indonesia. Salah satu produk China di bidang elektronik yang menjadi perhatian banyak kalangan adalah handphone atau telepon selular (ponsel).

Bea masuk 0% membuat harga ponsel China berbagai merek turun sampai 10%. Pada akhir tahun 2009, marketshare ponsel China berbagai merek di Indonesia sudah mencapai 19%. Pertumbuhan ponsel China setiap tahunnya rata-rata bisa mencapai lebih dari 5% (Bataviase, 2010).

Keadaan ini memaksa persaingan pasar ponsel di Indonesia semakin ketat. Akibatnya marketshare ponsel yang sebelumnya masih didominasi oleh merek Nokia, Samsung, LG, Sony Ericsson dan Motorola semakin tergerus oleh ponsel China. Dengan fitur yang canggih dan harga yang terjangkau membuat ponsel China lebih dipilih oleh pasar. Bahkan sejak ponsel China

45% 18,70% 13,30% 6% 3% 47,40% 17,30% 2,80% 4,10% 3,30% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50%

Nokia RIM Apple HTC Fujitsu

2009 2008

(18)

mulai masuk di pasar Indonesia, sebagai distributor khusus ponsel Nokia, Global Teleshop juga mencari terobosan dengan mengembangkan program penjualan dengan mendistribusikan ponsel merek lain diantaranya LG Indonesia untuk ponsel merek LG, Research in Motion (RIM) untuk merek BlackBerry, dan Apple Inc. untuk IPhone sejak awal Februari 2010.

Selain itu, kehadiran smartphone BlackBerry membuat marketshare semakin terpecah. Dengan memiliki sejumlah fitur baru yang relatif lebih baik dibanding ponsel yang ada sebelumnya, BlackBerry mampu menunjukan angka penjualan yang besar. Research in Motion (RIM) selaku penyedia teknologi BlackBerry menyatakan bahwa pertumbuhan penggunaan layanan BlackBerry di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Pada tahun 2009 ada sekitar 300.000 lebih pengguna layanan BlackBerry dari 3 operator yang menyediakan layanannya di Indonesia, yaitu Indosat, Telkomsel, serta Excelcomindo Pratama (XL) (Chip, 2009).

Pada akhir tahun 2009 total penjualan ponsel di Indonesia mencapai 25 juta unit. Pada tahun 2010 Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) memproyeksikan pertumbuhan 20-22% dengan total volume impor sedikitnya 40 juta unit. Dari total penjualan tersebut, marketshare ponsel China masih berkisar 10%, namun tidak tertutup kemungkinan setelah ACFTA pangsa pasar ponsel China makin meningkat (Sinaga, 2010).

Menurut data yang dimiliki oleh lembaga riset MarkPlus, penyebaran BlackBerry di Indonesia pada tahun 2009 dominan di Jabodetabek sekitar 60%. Berikutnya di Jawa Timur 15%, Jawa Tengah 10%, Jawa Barat 8%, Medan 7%. Berdasarkan survei yang sama, untuk merek ponsel yang disukai oleh masyarakat di Jakarta, Surabaya dan Bandung, didominasi oleh Nokia kemudian BlackBerry dan Sony Ericsson. Nokia juga mendominasi hasil survey berdasarkan jenis kelamin dengan posisi kedua dan ketiga ditempati oleh BlackBerry dan Sony Ericsson (Fauzi, 2009).

Menurut data GfK per Mei 2010, ponsel China berbagai merek meraih 30% marketshare ponsel di Indonesia. Beberapa merek ponsel China seperti Nexian, HT Mobile, dan TiPhone, mampu mengalahkan penjualan berbagai

(19)

merek ponsel seperti Motorola, Samsung, LG, dan Sony Ericsson. Nokia dan Samsung menjadi merek ponsel yang meraih marketshare tertinggi dengan masing-masing 45% dan 12%. Nexian berada di posisi ke-3 dengan meraih 7%. Sony Ericsson berada di peringkat 4 dengan marketshare 5% bersaing dengan HT Mobile di posisi ke-5 sebagai ponsel dengan marketshare sebesar 5%. (Firman, 2010). Data selengkapnya mengenai marketshare ponsel di Indonesia pada tahun 2010 dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Marketshare Ponsel di Indonesia Sumber: vivanews.com, 2010.

Generasi muda Indonesia sangat berpengaruh perannya terhadap pembangunan Indonesia. Proses berpikir yang kritis dan kreatif para pemuda tentu harus menjadi perhatian bagi para pemasar industri telekomunikasi, karena generasi muda merupakan pasar yang potensial bagi perkembangan industri ini. Proses keputusan pembelian sesuatu seperti barang elektronik terutama ponsel tentu akan berpengaruh terhadap pola konsumsi generasi muda di masa yang akan datang.

Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai institusi yang berisi sebagian besar mahasiswa dengan pola pikir generasi muda yang baik. Hal ini menjadi penting sebagai tempat yang dipilih dalam penelitian karena dalam proses pengambilan keputusan mereka mempertimbangkan hal-hal yang penting bagi seorang konsumen dalam melakukan pembelian.

1.2 Perumusan Masalah

Nokia sebagai produk ponsel yang menjadi pemimpin pasar atau

market leader tentu harus mewaspadai fenomena ini terutama di Indonesia

45% 12% 7% 5% 5% 0% 10% 20% 30% 40% 50%

Nokia Samsung Nexian SE HT Mobile

(20)

yang merupakan pasar potensial di Asia Tenggara. Perkembangan teknologi yang terus berubah secara cepat membuat sikap dan cara pasar merespon berubah dengan cepat pula. Oleh karena itu, apabila ingin tetap menjadi

market leader, maka Nokia harus mengetahui karakteristik, sikap, dan atribut

yang dipilih konsumennya.

Berdasarkan ilustrasi diatas, maka perumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana karaktersitik responden yang menjadi konsumen ponsel Nokia?

2. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian ponsel merek Nokia?

3. Bagaimanakah sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh ponsel merek Nokia?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah :

1. Mengidentifikasi dan menganalisa karakteristik responden yang menjadi konsumen ponsel Nokia.

2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk ponsel merek Nokia.

3. Menganalisa sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh ponsel merek Nokia.

1.4 Manfaat Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dari dilaksanakannya penelitian ini yaitu : 1. Bagi Nokia merupakan informasi yang dapat dijadikan acuan untuk

mengimplementasikan suatu usaha pemasaran untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen, sehingga Nokia dapat mempertahankan pangsa pasar yang ada bahkan meningkatkannya.

2. Bagi penulis sebagai salah satu sarana pengembangan wawasan dan pengalaman dalam menganalisis suatu hal sebagai wadah menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah.

(21)

3. Sebagai informasi dan referensi bagi pembaca dan pihak-pihak terkait dalam penelitian selanjutnya pada bidang yang sejenis.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini meliputi bidang manajemen pemasaran Nokia dan perilaku konsumen. Dalam penelitian ini konsumen yang dijadikan responden adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) strata satu yang menjadi konsumen Nokia. Penilaian sikap responden dilakukan terhadap merek Nokia, sedangkan untuk tujuh merek lain dilakukan berdasarkan persepsi responden. Tempat ini dipilih karena populasinya dapat diukur dan proporsi sampel dapat diketahui, serta responden dipastikan mempunyai kapabilitas dalam menjawab pertanyaan yang diberikan dalam kuesioner.

(22)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Telepon Selular (PONSEL)

Telepon genggam sering disebut handphone (disingkat HP) atau disebut pula sebagai telepon selular (disingkat ponsel) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System

for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access).

Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun untuk televisi online di telepon genggam mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS,3G). Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di ponsel tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat (Wikipedia, 2010).

2.2 Telepon pintar (smartphone)

Telepon pintar (smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, terkadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan definisi

(23)

telepon pintar. Bagi beberapa orang, telepon pintar merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh piranti lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, telepon pintar hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baik built-in maupun eksternal) dan konektor VGA. Dengan kata lain, telepon pintar merupakan komputer mini yang mempunyai kapabilitas sebuah telepon.

Kebanyakan alat yang dikategorikan sebagai telepon pintar menggunakan sistem operasi yang berbeda. Dalam hal fitur, kebanyakan telepon pintar mendukung sepenuhnya fasilitas surel dengan fungsi pengatur personal yang lengkap. Fungsi lainnya dapat menyertakan miniature papan ketik QWERTY, layar sentuh atau D-pad, kamera, pengaturan daftar nama, penghitung kecepatan, navigasi piranti lunak dan keras, kemampuan membaca dokumen bisnis, pemutar musik, penjelajah foto dan melihat klip video, penjelajah internet, atau hanya sekedar akses aman untuk membuka surel perusahaan, seperti yang ditawarkan oleh Blackberry. Fitur yang paling sering ditemukan dalam telepon pintar adalah kemampuannya menyimpan daftar nama sebanyak mungkin, tidak seperti telepon genggam biasa yang mempunyai batasan maksimum penyimpanan daftar nama (Wikipedia, 2010). 2.3 Pemasaran

Menurut Kotler (2005), pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan produk lain. Direct

Marketing (Pemasaran Langsung) adalah penggunaan surat, telepon, faksimili,

e-mail, dan alat komunikasi non personal lainnya untuk melakukan komunikasi secara langsung agar mendapat tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan.

Kotler (2005) mendefinisikan peluang pemasaran perusahaan sebagai sebuah arena yang menarik untuk tindakan pemasaran perusahaan dimana perusahaan tersebut akan dapat meraih keuntungan persaingan. Kemungkinan

(24)

berhasil sebuah perusahaan yang memanfaatkan peluang tentu bergantung pada keunggulan perusahaan yang dapat menghasilkan nilai terbaik bagi pelanggan dan dapat mempertahankannya.

2.4 Produk

Produk adalah suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan.

Menurut Garvin dalam Umar (2005), untuk menentukan dimensi kualitas produk berupa barang, dapat melalui delapan dimensi:

1. Performance, adalah hal-hal yang berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.

2. Features, yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.

3. Reliability, adalah hal-hal yang berkaitan dengan probabilitas suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu dan kondisi tertentu.

4. Conformance, adalah hal-hal yang berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.

5. Durability, adalah hal yang merefleksikan umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.

6. Serviceability, adalah karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.

7. Aesthetics, adalah karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika dan reflekasi dari preseferensi individual.

(25)

8. Fit and finish, adalah sifat subyektif berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang berkualitas.

2.5 Perilaku Konsumen

Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang disebut konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun bagi kepentingan hidup orang lain dan untuk diperdagangkan. Secara umum konsumen dapat diartikan sebagai orang yang mempunyai keinginan atau minat, melakukan pembelian, dan tidak lagi menggunakan produk selama berada di dalam proses konsumsi. Konsumen yang dimaksud disini adalah mahasiswa yang menjadi konsumen produk HP merek Nokia.

Engel et al. (1994) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan tersebut. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor pengaruh lingkungan, perbedaan individu, dan proses psikologis. Sedangkan menurut Sumarwan (2004) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk barang dan jasa setelah melakukan hal-hal diatas atau kegiatan mengevaluasi.

Studi perilaku konsumen merupakan sebuah proses yang tidak pernah berhenti dan meliputi aspek yang sangat luas, dari proses pencarian informasi, pengambilan keputusan, pembelian, penggunaan, pembuangan produk, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan.

2.6 Model Keputusan Konsumen

Sumarwan (2004) menyebutkan, proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk atau jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu: (1) kegiatan yang dilakukan oleh produsen atau lembaga

(26)

lain, (2) faktor perbedaan individu konsumen, dan (3) faktor lingkungan konsumen. Proses keputusan konsumen terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang baik. Model keputusan konsumen selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Model Keputusan Konsumen (Sumarwan, 2004) 2.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian

Banyak faktor yang mempengaruhi proses keputusan pembelian konsumen, bisa berasal dari dalam diri konsumen maupun dari luar. Kottler (2002) mengemukakan ada empat faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian suatu produk, yaitu:

1. Faktor Budaya Strategi pemasaran Perusahaan Pemerintah Organisasi nirlaba Partai politik PROSES KEPUTUSAN Pengenalan kebutuhan pencarian informasi evaluasi alternatif pembelian, dan kepuasan FAKTOR LINGKUNGAN 1. Budaya 2. Karakteristik sosial ekonomi 3. Keluarga dan rumah tangga 4. Kelompok acuan 5. Situasi konsumen PERBEDAAN INDIVIDU 1. Kebutuhan dan motivasi 2. Kepribadian 3. Pengolahan informasi dan persepsi 4. Proses belajar 5. Pengetahuan 6. Sikap IMPLIKASI Strategi pemasaran Kebijakan publik Pendidikan konsumen

(27)

Faktor Budaya yang mempengaruhi proses keputusan pembelian oleh konsumen terdiri dari budaya, sub budaya, kelas sosial, keluarga, dan situasi.

2. Faktor Sosial

Faktor Sosial yang mempengaruhi proses keputusan pembelian oleh konsumen terdiri dari kelompok acuan, keluarga, peran, dan status.

3. Faktor Pribadi

Terdiri dari usia, pekerjaan dan ekonomi individu, gaya hidup, dan kepribadian.

4. Faktor Psikologis

Mengemukakan empat faktor psikologis yang mempengaruhi proses keputusan pembelian. Terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan dan sikap.

2.8 Preferensi Konsumen

Preferensi konsumen didefinisikan sebagai suatu pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap produk (barang dan jasa) yang dikonsumsi. Preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada (Kotler, 2000). Teori Preferensi digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan bagi konsumen. Misalnya ada seorang konsumen ingin mengkonsumsi produk dengan sumberdaya terbatas, maka ia harus memilih alternatif, sehingga nilai guna atau utilitas yang diperoleh mencapai optimal. Studi mengenai preferensi akan memberikan petunjuk untuk mengembangkan produk-produk baru, karakteristik atau ciri-ciri produk, harga dan bauran pemasaran lainnya.

Terdapat banyak aksioma yang digunakan untuk menerangkan tingkah laku individu dalam masalah penetapan pilihan. Menurut Kotler (2000) hubungan preferensi ini biasanya diasumsikan memiliki tiga sifat dasar, yaitu: 1. Kelengkapan (Completeness)

Jika A dan B merupakan dua kondisi, maka tiap orang selalu harus bisa menspesifikan apakah:

a. A lebih disukai daripada B b. B lebih disukai daripada A

(28)

c. A dan B sama-sama disukai

Dengan posisi ini tiap orang diasumsikan selalu dapat menentukan pilihan diantara dua alternatif.

2. Transivitas (Transivity)

Jika seseorang mengatakan ia lebih menyukai A dari pada B, dan lebih menyukai B daripada C, maka ia harus lebih menyukai A daripada C. 3. Kontinuitas (Continuity)

Jika sesorang mengatakan “A lebih disukai daripada B” maka situasi yang mirip dengan A harus lebih disukai daripada B.

Ketiga proporsi diatas diasumsikan tiap orang dapat membuat atau menyusun ranking semua kondisi/situasi mulai dari yang paling disukai hingga yang paling tidak disukai. Pada sejumlah alternatif yang ada, orang lebih cenderung memaksimalkan kepuasannya.

2.9 Sikap Konsumen

Sikap konsumen adalah faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan dan perilaku. Mowen dan Minor (1998) yang dikutip dalam Sumarwan (2004) menyebutkan istilah pembentukan sikap konsumen seringkali menggambarkan hubungan antara kepercayaan, sikap dan perilaku.

Engel et al.(1994) mengemukakan bahwa sikap menunjukan apa yang konsumen disukai dan tidak disukai. Definisi tersebut menggambarkan pandangan kognitif dari psikologi sosial dimana sikap memiliki tiga unsur ; (1) kognitif (Pengetahuan) (2) afektif (emosi, perasaan), (3) konatif (tindakan). Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak disukai, dan sikap juga menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut (Sumarwan, 2004). 2.9.1 Fungsi sikap

Sumarwan (2004) mengemukakan empat fungsi sikap yaitu : (1) fungsi utilitarian, (2) fungsi mempertahankan ego, (3) fungsi ekspresi nilai, dan (4) fungsi pengetahuan. Keempat fungsi sikap tersebut bisa

(29)

digunakan oleh pemasar sebagai metode untuk mengubah sikap konsumen terhadap produk, jasa, atau merek.

1) Fungsi Utilitarian

Seseorang menyatakan sikapnya terhadap objek atau produk karena ingin memperoleh manfaat dari produk (rewards) tersebut atau menghindari resiko dari produk (punishment). Sikap berfungsi mengarahkan perilaku untuk mendapatkan penguatan positif (positive reinforcement) atau menghindari risiko (punishment), karena itu sikap berperan seperti operant conditioning.

2) Fungsi mempertahankan ego

Sikap berfungsi untuk melindungi seseorang (citra diri- self

images) dari keraguan yang muncul dari dalam dirinya sendiri atau

faktor luar yang mungkin menjadi ancaman bagi dirinya. Sikap tersebut berfungsi meningkatkan rasa aman dari ancaman yang datang dan menghilangkan keraguan yang ada dalam diri konsumen. Sikap akan menimbulkan kepercayaan diri yang lebih baik untuk meningkatkan citra diri dan mengatasi ancaman dari luar.

3) Fungsi ekspresi nilai

Sikap berfungsi untuk menyatakan nilai-nilai, gaya hidup, dan identitas sosial dari seseorang. Sikap akan menggambarkan minat, hobi, kegiatan, dan opini dari seorang konsumen.

4) Fungsi pengetahuan

Keingintahuan adalah satu karakter konsumen yang penting. Pengetahuan yang baik mengenai suatu produk seringkali mendorong sesorang untuk menyukai produk tersebut. Karena itu sikap positif terhadap produk seringkali mencerminkan pengetahuan konsumen terhadap suatu produk.

2.9.2 Model Sikap

Menurut Sumarwan (2004), ada tiga model sikap yaitu : 1. Model tiga komponen (tricomponent model)

Model ini disebut juga model ABC. A menyatakan sikap (affect), B menyatakan perilaku (behaviour), dan C adalah kepercayaan

(30)

(Cognitive). Sikap menyatakan perasaan terhadap suatu objek sikap. Perilaku adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu, sedangkan kognitif adalah kepercayaan seseorang terhadap objek sikap. Model ABC menganggap bahwa afek, kognitif, dan perilaku adalah berhubungan satu sama lain.

2. Model sikap multiatribut Fishbein

Teori-teori sikap mengemukakan bahwa sikap konsumen terhadap suatu produk akan mempengaruhi perilaku atau tindakan konsumen terhadap produk tersebut. Pengukuran sikap yang paling populer digunakan oleh para peneliti konsumen adalah Model Multiatribut Sikap dari Fishbein, yang terdiri dari tiga model: the

attitude-toward –objek model, the attitude-toward – behavior-model,

dan the theory-of-reasoned-action model.

Menurut Sumarwan (2004), model ini secara singkat menyatakan bahwa sikap seorang konsumen terhadap suatu objek akan ditentukan oleh sikapnya terhadap berbagai atribut yang dimiliki oleh objek tersebut. Model ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap konsumen terhadap berbagai merek dari suatu produk. Komponen ei mengukur evaluasi kepentingan atribut-atribut yang dimiliki oleh objek tersebut. Konsumen belum memperhatikan merek dari suatu produk ketika mengevaluasi tingkat kepentingan atribut tersebut. Sedangkan bi mengukur kepercayaan konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh masing-masing merek. Konsumen harus memperhatikan merek yang dimiliki oleh suatu produk ketika mengevaluasi atribut yang dimiliki oleh masing-masing merek tersebut. Model Fishbein mengemukakan tiga konsep utama, yaitu sebagai berikut:

1) Atribut (salient belief)

Atribut adalah karakteristik dari objek sikap (Ao). Salient Belief adalah kepercayaan konsumen bahwa produk memiliki berbagai atribut, sering disebut sebagai attribute-object beliefs.

(31)

Kepercayaan adalah kekuatan kepercayaan bahwa suatu produk memiliki atribut tertentu. Konsumen akan mengungkapkan kepercayaan terhadap berbagai atribut yang dimiliki suatu merek dan produk yang dievaluasinya, langkah ini digambarkan oleh bi yang mengukur kepercayaan konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh masing-masing merek. Konsumen harus memperhatikan merek dari suatu produk ketika mengevaluasi atribut yang dimiliki oleh masing-masing merek tersebut. Kepercayaan tersebut sering disebut sebagai object-attribute

linkage, yaitu kepercayaan konsumen tentang kemungkinan

adanya hubungan antara sebuah objek dengan atributnya yang relevan.

3) Evaluasi atribut

Evaluasi atribut adalah evaluasi baik atau buruknya suatu atribut, yaitu menggambarkan pentingnya suatu atribut bagi konsumen. Komponen ei mengukur evaluasi kepentingan atribut-atribut yang dimiliki oleh objek tersebut. Ei mengukur seberapa senang persepsi konsumen terhadap atribut suatu produk atau merek.

Model sikap multiatribut Fishbein diformulasikan sebagai berikut :

... (1) Keterangan :

= Sikap terhadap suatu objek

= Kekuatan kepercayaan bahwa objek tersebut memiliki atribut I

= Evaluasi terhadap atribut I

n = Jumlah atribut yang dimiliki objek 3. Model sikap angka ideal

Model sikap lainnya yang sering digunakan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap suatu produk adalah model sikap angka ideal (the ideal-point model). Engel et al.(1994) mengungkapkan bahwa model angka ideal ini akan memberikan informasi mengenai merek ideal yang dirasakan konsumen.

(32)

2.10 Persepsi konsumen

Menurut Mowen dalam Sumarwan (2004), persepsi adalah tahap pemaparan, perhatian dan pemahaman informasi oleh konsumen. Persepsi bersama keterlibatan konsumen dan memori akan mempengaruhi pengolahan informasi. Sumarwan (2004), menyebutkan bahwa persepsi adalah ketika seorang konsumen melihat realitas diluar dirinya atau dunia sekelilingnya. Konsumen seringkali memutuskan pembelian suatu produk berdasarkan persepsinya terhadap produk tersebut. Dua orang konsumen yang menerima dan memperhatikan stimulus yang sama, mungkin akan mengartikan stimulus tersebut berbeda. Bagaimana seseorang memahami stimulus akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai, harapan dan kebutuhannya, yang sifatnya sangat individual.

2.11 Atribut Produk

Atribut produk adalah semua fitur (baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud) suatu barang atau jasa yang dapat dinilai konsumen. Salah satu perbedaan mendasar antara barang dan jasa adalah bahwa jasa lebih sulit dinilai oleh konsumen. Menurut Lovelock (2007), ada tiga kategori karakteristik produk yang berbeda yaitu, pencarian, pengalaman, dan kepercayaan.

Atribut pencarian adalah karakteristik yang memungkinkan pelanggan menilai produk sebelum membelinya. Karakteristik tersebut berupa gaya, warna, teksur, rasa, bunyi, dan harga. Calon pelanggan dapat melihat, mencoba, dan merasakan produk tersebut sebelum membelinya. Tahap ini membantu pelanggan menilai apa yang akan didapat setelah ia mengkonsumsi barang atau jasa.

Atribut pengalaman adalah atribut yang hanya dapat dinilai pelanggan selama penyerahan jasa. Dalam hal ini pelanggan tidak dapat mengandalkan informasi dari teman, keluarga, atau narasumber lain sewaktu menilai jenis produk ini. Atribut kepercayaan adalah atribut yang mungkin tidak dapat dinilai pelanggan bahkan setelah membeli dan

(33)

mengkonsumsinya. Contohnya seorang pasien tidak dapat menilai seberapa baik seorang dokter gigi mengerjakan pembedahan gigi yang kompleks.

Atribut produk dapat dibedakan kedalam atribut fisik dan atribut abstrak. Atribut fisik menggambarkan ciri-ciri fisik dari suatu produk misalnya spesifikasi mobil, (warna, tinggi, panjang, dan model). Atribut abstrak menggambarkan karakteristik subjektif dari suatu produk berdasarkan persepsi konsumen (Sumarwan, 2004).

2.12 Metode Perbandingan Eksponensial

Metode perbandingan eksponensial (MPE) adalah metode pengambilan keputusan yang mengkuantitaskan pendapat seseorang atau lebih dalam skala tertentu. Penialaian yang diberikan dalam hal ini telah ditetapkan sebelumnya. Prinsip MPE adalah metode skoring terhadap pilihan-pilihan yang ada. Dengan perhitungan secara eksponensial, perbedaan nilai kriteria yang satu dengan kriteria yang lainnya dapat dibedakan dengan jelas tergantung tingkat penilaian tersebut.

Hal yang sangat penting dalam metode ini adalah penentuan bobot dari setiap kriteria yang ada. Selain itu, kemampuan dari orang yang memberikan judgement berpengaruh terhadap validnya dari metode keputusan ini. Menurut Ma’arif (2003), tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan teknik MPE adalah:

1) Penentuan alternatif keputusan,

2) Penyusunan kriteria keputusan yang akan dikaji,

3) Penentuan derajat kepentingan relative setiap kriteria keputusan dengan menggunakan skala konversi tertentu sesuai dengan keinginan pengambilan keputusan,

4) Penentuan derajat kepentingan relatif setiap pilihan keputusan dengan pada setiap keputusan,

5) Menghitung nilai dari setiap alternatif, dan

6) Pemeringkatan nilai yang diperoleh dari setiap alternatif keputusan. Perhitungan nilai untuk masing-masing alternatif dalam metode perbandingan eksponensial adalah sebagai berikut:

(34)

(TNi) =

………..(2)

Keterangan :

TNi = Total nilai alternatif ke-i

RK ij = derajat kepentingan relatif kriteria ke-j pada pilihan keputusan i TKK j = derajat kepentingan dari kriteria keputusan ke-j; TKK, >0; bulat n = jumlah pilihan keputusan

m = jumlah kriteria keputusan 2.13 Penelitian Terdahulu

Haryanti (2005) melakukan penelitian “Analisis Kepuasan Dan Loyalitas Konsumen Terhadap Handphone Sony Ericsson (Kasus Mahasiswa Institut Pertanian Bogor)”. Pengambilan contoh dilakukan dengan teknik non probablity sampling dengan cara purposive sampling (pertimbangan tertentu) dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Alat analisis yang digunakan adalah statistic deskriptif untuk menganalisis loyalitas konsumen dan Important Performance Analysis untuk menganalisis kepuasan konsumen. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 12 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada diagram kartesius Important Performance Analysis ada enam atribut pada kuadran I yaitu mutu sinyal, garansi, harga jual kembali yang tinggi, harga terjangkau, daya tahan batere, dan teknologi yang canggih. Pada kuadran II ada empat atribut yaitu keaslian produk, keragaman fitur, bentuk/desain menarik, dan kemudahan dalam penggunaan. Selanjutnya pada kuadran III ada empat atribut yaitu layanan purna jual, kelengkapan aksesoris, outlet penjualan resmi, dan layar monitor jelas. Sedangkan untuk kuadran IV ada empat atribut yaitu merek terkenal, warna menarik, awet, dan keragaman tipe produk. Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah positif lemah.

Mulyandari (2006), melakukan penelitian “Sikap dan Perilaku Mahasiswa Terhadap Penggunaan Ponsel (Kasus : Mahasiswa Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor)”. Pengambilan contoh dilakukan dengan teknik proporsional sampling dengan cara accidental (sampel yang kebetulan ditemui). Alat analisis yang digunakan adalah uji statistic non parametric melalui uji Chi-square untuk

(35)

melihat hubungan antara variable dengan data berbentuk nominal dengan nominal dan antara data berbentuk nominal dengan ordinal. Data dengan skala ordinal diolah dengan menggunakan uji korelasi spearman. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 12 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa KPM memiliki sikap yang positif terhadap ponsel. Karakteristik personal yang mempengaruhi sikap mahasiswa dalam penggunaan ponsel adalah tujuan penggunaan ponsel. Perilaku mahasiswa dalam menggunakan ponsel cenderung tinggi bila dilihat dari frekuensi penggunaannya. Perilaku mahasiswa dalam menggunakan ponsel tidak hanya dipengaruhi oleh sikap tetapi juga dipengaruhi oleh entensi mereka berperilaku.

Lutfiyah (2007) melakukan penelitian “Persepsi dan Perilaku Remaja dalam Penggunaan Ponsel (Kasus : Remaja SMA Kornita Bogor)”. Pengambilan contoh dilakukan secara proporsional kepada 34 responden dengan responden kelas satu berjumlah 11 orang, kelas dua berjumlah 11 orang, dan kelas tiga berjumlah 12 orang. Penentuan kelas diambil secara

purposive sedangkan sampel terhadap siswa dilakukan secara probability sampling. Alat analisis yang digunakan adalah tabel frekuensi dan tabulasi

silang (crosstabs). Tabel frekuensi digunakan untuk mendapatkan deskripsi faktor individu, persepsi remaja terhadap ponsel, dan perilaku remaja dalam menggunakan ponsel. sedangkan tabulasi silang adalah untuk menganalisa hubungan antara faktor individu, persepsi, dan perilaku remaja dalam penggunaan ponsel. Pengolahan data dilakukan dengan pengolahan secara manual. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar remaja SMA Kornita tepat dalam mempersepsikan ponsel. secara umum remaja berprilaku agak buruk, kadangkala remaja menggunakan ponsel pada waktu jam belajar berlangsung, menggunakan ponsel di sembarang tempat, mengisi pulsa ponsel secara boros, dan menggunakan ponsel semata-mata dengan tujuan hiburan. Faktor individu yang mempengaruhi persepsi remaja terhadap ponsel yaitu cenderung jenis kelamin.

Pada penelitian ini, selain membahas sikap konsumen terhadap ponsel merek Nokia, juga membahas apa saja faktor atau atribut yang

(36)

mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian ponsel. Selain itu, penilaian sikap konsumen terhadap Nokia dibandingkan dengan 7 merek lain yang menjadi merek dengan marketshare tertinggi baik secara global maupun nasional. Sehingga akan terlihat keunggulan dan kekurangan atribut masing-masing merek serta sikap konsumen terhadap 8 merek ponsel berdasarkan persepsi konsumen. Dengan begitu, bisa diketahui dimana posisi sikap konsumen terhadap Nokia dibandingkan dengan 7 merek lain.

(37)

III. METODE PENELITIAN

3.1 Kerangka Pemikiran

Saat ini diprediksi lebih dari 1 miliar lebih unit ponsel yang beredar secara global. Dari angka itu jumlah pemakai Nokia menguasai 36,4% market

share ponsel dunia. Indonesia menjadi pasar potensial produk ponsel karena

jumlah penduduknya yang besar, gaya hidup yang semakin modern dan perekonomiannya yang dinilai semakin bagus. Nokia memasuki pasar Indonesia sebagai market leader dengan menghadirkan ponsel untuk berbagai segmen.

Sampai bulan Desember 2009 Nokia tercatat menguasai pasar Asia Tengggara untuk Negara Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Merek ponsel yang disukai oleh masyarakat di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan Bandung didominasi oleh Nokia kemudian disusul oleh BlackBerry dan Sony Ericsson. Nokia juga mendominasi hasil survei berdasarkan jenis kelamin, disusul oleh BlackBerry dan Sony Ericsson (Andrian, 2009).

Mulai tanggal 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina sesuai kesepakatan perdagangan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Pemberlakuan ACFTA berimbas pada penurunan harga produk-produk China di pasar Indonesia. Salah satu produk China di bidang elektronik yang menjadi perhatian banyak kalangan adalah handphone.

Bea masuk nol persen membuat harga ponsel China berbagai merek turun sampai sepuluh persen. Pada akhir 2009, marketshare ponsel China berbagai merek di Indonesia sudah mencapai 19%. Kondisi ini menempatkan ponsel China berbagai merek di urutan ke-2 setelah Nokia. Rata-rata, setiap tahunnya pertumbuhan ponsel China bisa mencapai lebih dari 5% (Bataviase, 2010).

Oleh karena itu, Nokia harus mengetahui secara mendalam tentang konsumennya. Pengetahuan tersebut meliputi faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan sikap konsumen terhadap atribut-atribut dari ponsel

(38)

Nokia berdasarkan tingkat kepercayaan dan tingkat kepentingan konsumen. Kerangka pemikiran yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Kerangka Pemikiran

Analisis deskriptif digunakan untuk membuat gambaran bagaimana karakteristik responden untuk diketahui gambaran respondennya. Tahapan proses pengambilan keputusan mengenai analisis faktor dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengaruh lingkungan, perbedaan individu dan proses psikologis. Dari sejumlah atribut yang mempengaruhi sikap konsumen akan diproduksi sehingga menghasilkan beberapa faktor. Identifikasi atribut dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada tiga orang pakar sebagai responden. Pakar tersebut terdiri dari satu orang dosen, satu orang pedagang

Nokia sebagai market leader Berlakunya ACFTA

membuat Ponsel China lebih murah

Persaingan semakin ketat &

marketshare Nokia turun

Perlu mengetahui kebutuhan Konsumen sponsor Karaktersitik responden Identifikasi atribut ponsel Nokia Identifikasi tingkat kepentingan dan kepercayaan Analisis

deskriptif

MPE Model Multiatribut

Fishbein

Evaluasi perbaikan untuk Nokia Corporation

Profil responden Faktor-faktor yang

mempengaruhi keputusan pemilihan

Sikap konsumen terhadap atribut ponsel

(39)

ponsel disalah satu pusat penjualan ponsel di Jakarta yaitu ITC Roxxy Mas, dan terakhir pedagang ponsel di pusat penjualan ponsel di Kota Bogor yaitu Plaza Jambu Dua. Kuesioner untuk identifikasi merek dan atribut dapat dilihat pada Lampiran 1.

Penilaian konsumen terhadap atribut-atribut ponsel merek Nokia berdasarkan tingkat kepentingan dan kepercayaan menggunakan Model Multiatribut Fishbein. Menurut Sumarwan (2004), Model Multiatribut Fishbein menyatakan sikap seorang konsumen terhadap berbagai atribut yang dimiliki oleh objek tersebut. Hasil analisis ini akan menghasilkan sikap konsumen terhadap atribut ponsel Nokia yang bisa direkomendasikan untuk evaluasi Nokia Corporation. Kuesioner untuk identifikasi konsumen dan analisis sikap konsumen terhadap atribut ponsel dapat dilihat pada Lampiran 2.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih adalah kampus Institut Pertanian Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purpossive) dengan responden mahasiswa strata satu pengguna ponsel Nokia. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Agustus 2010.

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumbernya, penulis melakukan pengambilan data dengan menyebar kuesioner yang diberikan kepada responden. Sedangkan data sekunder penelitian ini diperoleh dari buku-buku, jurnal, internet, majalah, skripsi, dan literatur yang dikeluarkan oleh lembaga terkait serta bahan pustaka atau laporan lainnya yang merupakan hasil penelitian terdahulu.

3.4 Teknik Pengambilan Sampel

Menurut Malhotra (2005), populasi adalah gabungan seluruh elemen yang memiliki serangkaian karakteristik serupa yang mencakup semesta untuk kepentingan riset pemasaran. Populasi sasaran adalah kumpulan atau elemen yang memiliki informasi yang dicari oleh peneliti dan yang akan diambil

(40)

kesimpulannya. Populasi sasaran harus didefinisikan secara tepat. Mendefinisikan populasi sasaran meliputi menerjemahkan definisi masalah kedalam pernyataan yang tepat mengenai siapa yang harus dan siapa yang tidak harus dimasukan kedalam sampel. Sedangkan sampel adalah subkelompok populasi yang terpilih untuk berpartisipasi dalam studi.

Menurut Umar (2003), ada beberapa macam cara yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel dari suatu populasi, salah satunya adalah dengan rumus slovin sebagai berikut:

n = N ... (3)

1 + N (e)²

Keterangan : n = jumlah sampel (orang) N = jumlah populasi (orang)

e = nilai kritis yang digunakan 10%

Berdasarkan data yang diperoleh, populasi mahasiswa strata 1 di IPB berjumlah 14178 orang. Sehingga penentuan jumlah sampel adalah :

n = 14178 = 99,3 ≈ 100 orang 1 + 14178 (10%)2

Langkah selanjutnya yaitu mengetahui proporsi sebaran sampel pada masing-masing fakultas di IPB. Data mengenai proporsi sebaran sampel berdasarkan fakultas di IPB dapat dilihat pada Tabel 2. Data selengkapnya mengenai jumlah mahasiswa IPB dapat dilihat pada Lampiran 3.

Tabel 2 : Proporsi Penyebaran Sampel Berdasarkan Fakultas di IPB

No. Fakultas Populasi Persentase Sampel

1 Pertanian 1865 13% 13

2 Kedokteran Hewan 678 5% 5

3 Perikanan dan Ilmu Kelautan 1614 11% 11

4 Peternakan 962 7% 7

5 Kehutanan 1598 11% 11

6 Teknologi Pertanian 1731 12% 12

7 MIPA 2841 20% 20

8 Ekonomi dan Manajemen 1751 12% 12

9 Ekologi Manusia 1138 8% 8

JUMLAH 14178 100% 100

3.5 Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data sebagai berikut:

(41)

1. Kuesioner adalah untuk memperoleh data primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari sumbernya. Kuesioner diperoleh dari pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yaitu mahasiswa yang menjadi konsumen produk ponsel merek Nokia. Daftar pertanyaan dibuat dengan jawaban tertutup berupa pilihan dengan menggunakan skala likert.

2. Studi literatur adalah studi untuk memperoleh data sekunder. Data sekunder adalah data yang berasal dari buku, jurnal, hasil penelitian terdahulu, maupun internet.

3.6 Metode Pengolahan dan Analisis Data

Data yang terkumpul kemudian diolah dengan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen Nokia. Sedangkan data mengenai faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen diolah menggunakan metode

perbandingan eksponensial. Kemudian untuk menilai sikap konsumen tehadap

nokia dilakukan dengan analisis sikap multiatribut Fishbein. 3.6.1 Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product

Moment Pearson yang digunakan untuk menentukan suatu besaran yang

menyatakan seberapa kuat hubungan suatu peubah dengan peubah lain. Uji validitas yang dilakukan terdiri dari uji validitas responden dan uji validitas kuesioner. Uji validitas responden dilakukan pada jawaban responden dalam pengukuran faktor yang mempengaruhi proses keputusan pemilihan dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap ponsel merek Nokia. Uji validitas ini untuk menghilangkan jawaban responden yang sifatnya konstan.

Uji validitas menggunakan rumus teknik korelasi product

moment pearson dengan nilai alpha 0,05. Apabila nilai korelasi r hitung

yang diperoleh > dari pada angka kritik table korelasi r, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Uji validitas dirumuskan sebagai berikut:

(42)

Keterangan:

r = Koefisien korelasi pearson n = Jumlah responden (orang)

X = Variabel bebas (skor masing-masing pertanyaan dari tiap responden)

Y = Variabel terkait (skor total semua pertanyaan dari tiap responden) 3.6.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten (Umar, 2003). Uji reliabilitas suatu konstruk variable dapat dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > dari 0,6 dengan Rumus sebagai berikut:

r11 = ... (5) Keterangan:

r11 = reliabilitas instrument k = jumlah butir pertanyaan

t2 = varian total b2 = jumah varian butir

Jumlah varian butir dicari dulu dengan cara mencari nilai varian tiap butir, kemudian jumlahkan (Umar, 2003), seperti yang dipaparkan berikut ini:

2

= ... (6) Keterangan:

n = Jumlah responden (orang)

X = Nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan). Jika kuesioner terbukti valid, maka keabsahan kuesioner tersebut diuji reliabilitasnya.

Nilai reliabilitas yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai dari r table product moment. Jika [r11] < r product

moment dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan tidak

reliable. Sebaliknya, jika [r11] > r product moment dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan reliable dan

(43)

penelitian dapat menggunakan instrument yang sama dapat dilanjutkan.

3.6.3 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuannya adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

3.6.4 Metode Perbandingan Eksponensial

Menurut Ma’arif (2003), tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan teknik MPE adalah:

1) Penentuan alternatif keputusan,

2) Penyusunan kriteria keputusan yang akan dikaji,

3) Penentuan derajat kepentingan relatif setiap kriteria keputusan dengan menggunakan skala konversi tertentu sesuai dengan keinginan pengambilan keputusan,

4) Penentuan derajat kepentingan relatif setiap pilihan keputusan dengan pada setiap keputusan,

5) Menghitung nilai dari setiap alternatif, dan

6) Pemeringkatan nilai yang diperoleh dari setiap alternatif keputusan.

Perhitungan nilai untuk masing-masing alternatif adalah sebagai berikut:

(TNi) =

... (2) Keterangan :

TNi = Total nilai alternatif ke-i

RK ij = Derajat kepentingan relatif kriteria ke-j pada pilihan keputusan i

TKK j = derajat kepentingan dari criteria keputusan ke-j; TKK, >0; bulat

n = jumlah pilihan keputusan m = jumlah kriteria keputusan

Gambar

Tabel 1 : Penjualan Lima Vendor HP Seluruh Dunia         Ket.
Gambar 1. Data Penjualan Smartphone (angka dalam juta unit)  Sumber: ismashphone.com, 2010
Gambar 4. Model Keputusan Konsumen (Sumarwan, 2004)  2.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian
Gambar 5. Kerangka Pemikiran
+7

Referensi

Dokumen terkait

The aim of this study are to analyze the text of female sexuality articles that realized in the women magazines (i.e. vocabulary, grammar, cohesion and text

“ Gejala-gejala yang dapat memberikan indikasi mengenai kesulitan seseorang dalam menyesuaikan diri, di antaranya adalah : perilaku membangkang, mudah tersinggung,

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan fungsi pembaca metadata pada perangkat berbasis Android karena sekalipun sudah lama diterapkan pada aplikasi manajemen data

Source: Reproduced from Trostle (2008), from IMF data on prices and USDA index of exchange rates... Price rises happen when

Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nornor g rahun 2003 tentang wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan pemberhentian pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Keanekaragaman Laba -laba pada

Pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil Algoritma Least Connection terbaik untuk tipe file teks, Algoritma Weighted Least Connection untuk tipe file gambar, Algoritma

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen yang melakukan pembelian Frestea , untuk mengidentifikasi proses pengambilan