• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR POKOK BAHASAN PECAHAN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR POKOK BAHASAN PECAHAN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Materi yang sudah dikuasai siswa yaitu dengan frekuensi relatif sebesar lebih dari 60% adalah pada materi penjumlahan bilangan bulat dengan frekuensi relatif sebesar

1) Siswa salah dalam menentukan kpk dari penyebutnya. Berdasarkan wawancara, siswa melakukan kesalahan karena mengurangkan penyebut dari kedua pecahan tersebut. Dari

(b) kesalahan konsep (siswa kurang memahami KPK, salah dalam menentukan pembilang baru dan menyamakan penyebut); (c) kesalahan aplikasi (siswa memahami konsep mengubah pecahan

o Mempelajari cara menyederhanakan pecahan dengan membagi pembilang dan penyebut pecahan itu dengan bilangan yang sama, sampai tidak dapat dibagi lagi1. o Mengerjakan

Memiliki visi kedepan dapat memberikan kita gambaran mengenai hari esok. Yakinlah bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini. Berhenti menyalahkan orang lain.. 6 Tidak jarang

bilangan bulat. Kemudian siswa juga belum merubah dari pecahan biasa menjadi pecahan campuran kembali. Pada jawaban yang tertulis pemahaman siswa kurang baik. Siswa

Jadi pecahan yang nilainya besar yaitu 2 4 KESIMPULAN : Jika membandingkan bilangan pecahan yang pembilangnya sama maka lihatlah penyebutnya.. apabila penyebut lebih kecil maka

Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama Pengurangan pecahan yang memiliki penyebut sama dapat dihitung dengan cara mengurangi pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap.. Penjumlahan