117 PROSES PEMBERIAN KREDIT GRIYA MULTI DAN
PENGELOLAANNYA PADA BANK BTN CABANG BOGOR (Studi Kasus PT. Bank Tabungan Negara Cabang Bogor)
Nursana Rizki Amelia dan Hendri Maulana Universitas Ibn Khaldun Bogor
ABSTRAK
Kredit merupakan kebutuhan masyarakat yang memiliki penghasilan pas-pasan akan tetapi ingin merenovasi rumahnya atau untuk keperluan lainnya seperti pendidikan anak, membeli rumah lagi dan masih banyak lagi keperluan yang bisa dipenuhi dengan kredit ini. Dalam ketentuan perjanjian kredit griya multi tersebut ditegaskan bahwa selama jangka waktu kredit pihak debitur atau nasabah dilarang menjual atau mengalihkan hak atas rumah dan tanah tersebut pada pihak lain tanpa ada persetujuan secara tertulis dari bank selama jangka waktu kredit griya multi dari bank belum berakhir atau dilunasi oleh nasabah.
Kredit griya multi adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan syarat nasabah harus memberikan agunan atau jaminan berupa sertifikat rumah kepada bank.
Kata Kunci: Kredit , Kredit Griya Multi dan Pengelolaan Kredit Griya Multi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia, selain sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, perumahan dan pemukiman mempunyai fungsi yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan peningkatan kualitas
generasi mendatang, termasuk perannya sebagai pemantapan jati diri.
Namun demikian, persoalan perumahan dan permukiman pada umumnya masih dianggap sebagai beban dan merupakan kebutuhan konsumtif semata.
Dilain pihak, sektor perumahan dan permukiman sesungguhnya dapat berperan sebagai salah satu lokomotif
118 perekonomian dan penciptaan
lapangan kerja produktif. Sehingga, penyelenggaraan sektor perumahan dan permukiman dapat diletakkan sebagai bagian dari produktivitas kota/wilayah. Kondisi karakteristik dan potensi termasuk kemampuan serta kapasitas dari setiap daerah dalam penyelenggaraan perumahan dan permukiman sesungguhnya sangat beragam, lokal dan kontekstual. Dengan demikian bagaimanapun juga perlunya untuk terus dikembangkan strategi operasional penyelenggaraan yang sesuai dengan keberagaman dan kemandirian yang ada di tingkat lokal. Melihat begitu pentingnya fungsi rumah bagi kehidupan manusia, namun masih banyak juga anggota masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak huni dikarenakan umur rumah yang sudah tua dan membutuhkan perawatan khusus seperti renovasi. Akan tetapi biaya renovasi yang tinggi dan kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat masyarakat lebih memilih untuk menunda renovasi rumahnya dibandingkan tidak bisa memenuhi kebutuhan diri mereka masing-masing seperti membeli makanan,
pakaian serta kebutuhan lainnya. Oleh karena itu dengan adanya permasalahan seperti ini maka bank sebagai penyedia jasa layanan keuangan mengeluarkan produk yaitu kredit griya multi yang biasa disebut dengan kredit agunan rumah. Kredit ini dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat yang memiliki penghasilan pas-pasan akan tetapi ingin merenovasi rumahnya atau untuk keperluan lainnya seperti pendidikan anak, membeli rumah lagi dan masih banyak lagi keperluan yang bisa dipenuhi dengan kredit ini. Dalam ketentuan perjanjian kredit griya multi tersebut ditegaskan bahwa selama jangka waktu kredit pihak debitur atau nasabah dilarang menjual atau mengalihkan hak atas rumah dan tanah tersebut pada pihak lain tanpa ada persetujuan secara tertulis dari bank selama jangka waktu kredit griya multi dari bank belum berakhir atau dilunasi oleh nasabah.
Merasa tertarik dan penasaran dengan segala sesuatu tentang kredit griya multi maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Proses Pemberian Kredit Griya Multi Dan
119 Pengelolaannya Pada Bank Btn
Cabang Bogor”.
1.2 Ruang Lingkup
1. Bagaimanakah prosedur pemberian kredit griya multi pada bank BTN Cabang Bogor ?
2. Bagaimanakah
pengelolaan kredit griya multi di bank BTN Cabang Bogor pada ?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Kredit
“Kredit adalah penyedia uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antar bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga” (Rachamadi,2001) Sedangkan pengertian kredit menurut Undang-Undang Perbankan R.I tahun 1992, tentang: Perbankan, definisi dari Kredit adalah penyedian uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
2.2. Pengertian kredit griya multi Kredit griya multi atau yang biasa disebut kredit agun rumah adalah kredit konsumtif yang digunakan untuk keperluan pribadi debitur seperti renovasi rumah, biaya pendidikan, untuk liburan, pembelian mobil dan masih banyak lagi. Kredit griya multi diperuntukan untuk para calon debitur yang membutuhkan dana konsumtif dengan jumlah pinjaman tinggi. Produk pinjaman yang termasuk dalam jenis Kredit Multiguna ini menggunakan syarat jaminan berupa sertifikat rumah, ruko, rukan ataupun apartemen. Kredit griya multi di bank BTN ini Nilai kreditnya bebas.selain itu BTN dapat mencairkan dana pinjaman Kredit Multiguna sesuai dengan nilai agunan Anda. Antara 80% - 90% dana pinjaman dapat cair dari jumlah nilai agunan. Pembiayaan pinjaman ini dapat Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan finansial yang
120 bersifat konsumtif dan juga dapat
digunakan untuk kebutuhan modal kerja.
Keunggulan dari kredit griya multi BTN adalah:
1. Suku bunga yang ditawarkan cukup kompetitif
2. Plafon kredit yang cukup besar (hingga mencapai Rp 1.000.000.000)
3. Jangka waktu yang sangat fleksibel sampai dengan 10 tahun 4. Adanya perlindungan Asuransi
Jiwa dan Asuransi Kebakaran
Dari beberapa keunggulan diatas anda tetap dikenakan kewajiban sebagai debitur yaitu salah satunya adalah anda akan dikenakan denda untuk biaya pelunasan diawal sebesar 1% dari sisa plafon kredit. Anda juga akan mendapatkan biaya 7% dari plafon kredit untuk biaya provisi, administrasi, notaris dan asuransi. Kemudian untuk biaya pinalti keterlambatan, Anda akan dikenakan biaya sebesar 1.5% dari angsuran bulanan.
Dokumen yang harus dilengkapi untuk mengajukan kredit griya multi ini adalah
a. Form aplikasi kredit
b. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah/Cerai
c. Pas Foto Terbaru Pemohon & Pasangan
d. Slip Gaji Asli Terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan e. Fotokopi SK Pengangkatan
Pegawai Tetap
f. Fotokopi Tabungan/Giro di Bank BTN/Bank Lain Minimal 3 Bulan Terakhir
g. Fotokopi SPT Pph PS 21 untuk Kredit >50 juta s/d 100 juta h. Fotokopi NPWP untuk
Permohonan Kredit > 100 juta i. Fotokopi Akta Pendirian
Perusahaan Berikut Perubahannya, SIUP, TDP, & SITU
j. Fotokopi Izin Praktek k. Fotokopi SHM/SHGB/IMB
Setelah semua dokumen persyaratan telah lengkap, Bank BTN akan memproses pengajuan aplikasi Kredit Multiguna Anda selama 7-14 hari kerja.
2.3. Pengelolaan Kredit
Pengelolaan kredit yang baik mulai dari perencanaan jumlah kredit, penentuan suku bunga, prosedur pemberian kredit, analisis
121 pemberian kredit sampai kepada
pengendalian dan pengawasan kredit macet. Dari sudut kolektibilitas yaitu keadaan pembayaran pokok dan pembayaran bunga kreditoleh nasabah, maka kredit yang diberikan oleh bank dapat digolongkan ke beberapa keadaan, yaitu:
1. Lancar (pas)
Suatu kredit dapat dikatakan lancar apabila:
a. Pembayaran angsuran pokok dan atau bunga tepat waktu dan
b. Pembayaran angsuran pokok dan atau bunga tepat waktu dan
c. Memiliki mutasi rekening yang aktif atau
d. Bagian dari kredit yang dijamin dengan agunan tunai (cash collateral)
2. Dalam perhatian Khusus (special mention). Dikatakan dalam perhatian khusus apabila memenuhi kriteria antara lain: a. Terdapat tunggakan
pembayaran angsuran pokok dan atau bunga yang belum melampaui 90 hari atau
b. Kadang-kadang terjadi cerukan atau
c. Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan atau
d. Mutasi rekening relaktif aktif atau
e. Didukung dengan pinjaman baru
3. Kurang lancar (substandard) Dikatakan kurang lancar apabila memenuhi kriteria diantaranya:
a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 90 hari atau
b. Sering terjadi cerukan atau
c. Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih dari 90 hari
d. Frekuensi mutasi rekening reklatif rendah atau
e. Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur atau
f. Dokumen pinjaman yang lemah
122 Dikatakan diragukan apabila
memenuhi kriteria antaranya: a. Terdapat tunggakan
pembayaran angusran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 180 hari atau
b. Terjadi cerukan yang bersifat permanen atau c. Terjadi wanprestasi lebih
dari 180 hari atau
d. Terjadi kapitalisasi bunga e. Dokumen hukum yang
lemah, baik untuk perjanjian kredit maupun pengikatan jaminan 5. Macet (loss)
Dikatakan macet apabila memenuhi kriteria antara lain:
a. Terdapat tunggakan pembayaran anguran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 270 hari atau
b. Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru
c. Dari segi hukum dan kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai yang wajar.
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Produk Kredit Griya Multi BTN
Kredit Griya Multi BTN adalah fasilitas kredit dari Bank BTN yang dapat Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan konsumtif dengan menjaminkan rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan milik Anda.Kredit Griya Multi memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai berikut:
a. Suku bunga kompetitif b. Nilai Kredit Bebas
c. Jangka waktu sangat flexible s.d. 10 tahun
d. Perlindungan Asuransi Jiwa Kredit dan Asuransi Kebakaran
Pemberian kredit griya multi pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sama dengan kredit yang lain yang membedakan hanyalah jenis dan type produknya. Kredit Griya Multi ini menggunakan suku bunga annuity. Annuity atau anuitas merupakan bunga dengan mengalihkan persentase bunga dikalikan dengan saldo akhir pinjaman secara tahunan. Kemudian angsuran perbulan dihitung dengan
123 membagi angsuran tahunan dibagi
menjadi 12 bulan. Dalam metode annuityini, total angsuran pertahun akan sama, sementara angsuran pokok dan bunga akan berubah. Angsuran pokok akan meningkat setiap tahun dan angsuran bunga akan menurun, karena dihitung dari saldo akhir kredit.Berikut adalah simulasi kredit griya multi pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kantor cabang Bogor.
Bapak Budi mengajukan permohonan Kredit Griya Multi dengan harga agunan ditaksir Rp.100.000.000, dengan harga agunan Rp.100.000.000 maka pinjaman yang dapat diberikan adalah Rp.75.000.000 atau sekitar 75% dari harga agunan. Jadi kredit yang diajukan oleh pak Budi sebesar Rp.75.000.000, dengan jangka waktu 10 tahun dan bunga 13,5% . Perhitungan angsuran perbulannya adalah sebagai berikut:
Faktor anuitas = ( ) ( ) = ( ) ( ) = = 1,392496133 x13,5% = 0,187986978
Jumlah Angsuran = Faktor Anuitas X Jumlah Kredit
12
= 0,187986978 X 75.000.000 12
= Rp. 1.174.918
Pokok = Jumlah Angsuran – (Jumlah KGM X i) 12 =Rp.1.174.918-(Rp.75.000.000 X 13,5%) 12 = Rp.1.174.918-Rp.843750 = Rp. 331.168 Bunga= Jumlah KGM X i 12 = 75.000.000 X 13,5% 12 = Rp.843.750
Proses untuk pemberian kredit griya multi adalah sebagai berikut:
1. Data pemohon kredit griya multi masuk
2. Data pemohon di cek di BI checking dilihat apakah masih memiliki tunggakan kredit atau tidak jika kredit lancar dan BI checking bagus maka prose dilanjutkan
124 3. Lalu setelah itu dilakukan
penilaian agunan yakni dengan mensurvey agunan yang akan dijadikan jaminan 4. Setelah berkas pemohon
kredit dan hasil survey agunan sudah selesai maka data dikirim ke bagian Data Entry Officer (DEO) untuk diverifikasi kelengkapannya dan diinput ke eloan secara detail.
5. Setelah diinput oleh Data Entry Officer (DEO) berkas tersebut dikembalikan lagi kepada loan service. Kemudian berkas tersebut oleh loan service di data entry ke eloan dan dikirim ke eloan sub branch head.
6. Berkas tersebut di update oleh sub branch head dan dikirim ke analis.
7. Bagian loan admin analys memulai dengan menilai agunan dari calon debitur, dan meminta verifikasi keabsahan dan kelengkapan agunan kepada instansi yang terkait.
8. Kemudian loan admin analyst melakukan analisa kredit
berdasarkan data dalam eloan consumer, acuan penilaian agunan, serta data pendukung lain seperti system informasi debitur (SID).
9. Hasil dari analisa kredit ini kemudian diinput kedalam eloan consumer, kemudian menunggu hasil keputusan dari loan admin head.
10. Loan admin head kemudian memeriksa hasil analisa kredit pada eloan consumer, kemudian apabila ditolak loan admin head maka loan service langsung membuat surat penolakan kredit 2 rangkap dan ditandatangani oleh sub branch head. Surat penolakan kredit yang asli akan diserahkan kepada calon debitur dan yang copyannya diarsipkan oleh bank.
11. Kemudian apabila keputusan hasil analisa kredit disetujui, loan admin head kemudian meng-approve pada aplikasi eloan consumer serta menunggu approval lagi dari sub branch manager.
12. Setelah mendapat persetujuan dari branch
125 manager berupa approve pada
aplikasi eloan consumer, kemudian loan service membuat dan mencetak surat persetujuan penegasan perjanjian kredit (SP3K) di print menggunakan kertas 3
rangkap. SP3K
ditandatangani oleh loan service dan sub branch head. Setelah itu loan service menyerahkan rangkap 1 kepada calon debitur dan rangkap 2 untuk diarsipkan. h. Pengelolaan Kredit Griya Multi
Alur dalam pengelolaan kredit griya multi adalah sebagai berikut:
1. Perencananaan jumlah kredit griya multi mulai dari minimum jumlah kredit yang bisa diambil oleh debitur atau nasabah
sampai dengan
maksimum kredit yang bisa diambil sesuai dengan peraturan bank umum yang berlaku dan kemampuan si debitur dalam melunasi kreditnya.
2. Penentuan suku bunga kredit griya multi yaitu menentukan besarnya suku bunga kredit yang akan dibebankan kepada debitur jika mengambil kredit griya multi yang dipilihnya. Penentuan suku bunga kredit ini berdasarkan suku bunga minimum yang berlaku dan telah disetujui oleh BI.
3. Proses pemberian kredit griya multi yaitu tahap-tahap yang akan dilalui debitur apabila ia ingin mengambil kredit griya multi sebagai kredit yang telah dipilihnya. Proses pemberian kredit griya multi cukup panjang namun tidak terlalu rumit dan tidak menyulitkan debitur atau nasabah. 4. Analisis pemberian kredit
griya multi yaitu menganalisa kredit yang telah bank berikan kepada debitur apakah digunakan sesuai dengan yang dikatakan debitur pada
126 saat mengajukan
permohonan atau digunakan untuk hal lain yang kedepannya akan menimbulkan kerugian bagi bank contohnya nasabah atau debitur menggunakan kredit untuk kabur dan akhirnya terjadilah kredit macet karena debitur tidak membayar angsuran kreditnya. Selain itu analisa pemberian kredit juga dilakukan untuk mengetahui apakah debitur akan memiliki usaha yang maju dan terus berjalan untuk kedepannya apabila dia memiliki usaha dan apabila dia bekerja maka apakah dia diberhenti bekerja atau pindah pekerjaan atau di phk dari pekerjaannya padahal dia masih memiliki tunggakan kredit yang belum dilunasi atau debitur termasuk kedalam daftar hitam nasional
bank harus
mengetahuinya agar bank tidak mengalami kerugian.
5. Pengendalian dan pengawasan kredit griya multi terhadap kredit macet yaitu pengendalian dan pengawasan yang dilakukan bank terhadap debitur agar debitur selalu tepat waktu dalam membayar angsuran kreditnya. Supaya memperkecil
kemungkinan terjadinya kredit macet akibat kelalaian bank atau terjadinya masalah keuangan yang dialami oleh debitur seperti contohnya usaha debitur bangkrut atau tiba-tiba debitur di phk atau mengundurkan diri dari pekerjaannya.
3.2. Temuan
1. Untuk mendapatkan Kredit Griya Multi bagi yang sudah bekerja harus melampirkan surat keterangan kerja minimal masa kerjanya sudah satu tahun, apabila masa
127 kerjanya belum mencapai
satu tahun maka belum bias mengajukan kredit griya multi.
2. Di Bank BTN terdapat produk kredit griya multi produk ini banyak sekali diminati oleh calon debitur. Banyak sekali yang mengajukan kredit griya multi yang biasa disebut kredit agunan rumah.
3. Pemohon kredit yang sudah disetujui oleh bank harus membayar proses kredit tersebut yang tertuang dalam SP3K,apabila pemohon belum melunasi biaya proses kredit, maka akad kredit bisa dilakukan.
4. Tidak boleh menjual agunan yang dijadikan jaminan sebelum kredit lunas
3.3 Kendala Yang Dihadapi Dan Upaya Untuk Memecahkannya
a. Masalah Character
Pada saat pemohon mengajukan kredit dan melengkapi persyaratan yang diberikan oleh bank, setelah dicek kembali terdapat KTP
yang bermasalah antara status perkawinan yang di KTP dan diform aplikasi berbeda. Pemecahan solusi: pihak loan service menelpon pemohon tersebut untuk meminta kejelasan masalah tersebut dan pemohon harus membuat data yang terbaru dan sementara pengajuan kreditnya dipending sampai pemohon tersebut memperbaiki data dirinya. b. Masalah kelengkapan
persyaratan dokumen
1. Dalam berkas pemohon ada yang belum melengkapi
persyaratannya seperti slip gaji yang terbaru. Pemecahan solusi: pengajuan kreditnya dipending sampai pemohon menyerahkan slip gajinya yang terbaru. 2. Pada saat verifikasi data
pemohon ada yang belum melampirkan surat keterangan kerja atau surat keputusan pengangkatan karyawan tetap. Pemecahan solusi:
128 menginformasikan
kepada calon debitur
untuk segera
menyerahkan surat keterangan kerja atau surat keputusan pengangkatan karyawan tetap.
3. Bagi yang wiraswasta ada yang tidak melampirkan laporan keuangan dari usaha tersebut, sehingga menghambat ntuk proses kredit. Pemecahan solusi: menginformasikan
kepada pemohon tersebut untuk membuat dan menyerahkan laporan keuangan dari usaha tersebut agar berkas tersebut dapat diproses. c. Masalah Pekerjaan Pemohon
1. Pada pengisian form aplikasi pemohon menulis nomor telepon yang tidak bisa dihubungi. Pemecahan solusi: berkas tersebut direject karena nomor telepon tidak bisa dihubungi sehingga menyulitkan analis untuk mendapatkan informasi
tentang status pekerjaan pemohon dan pendapatan gaji perbulannya.
2. Pemohon menulis alamat kantor yang kurang jelas. Pada saat survey ketempat kerja ternyata pemohon tersebut tidak bekerja ditempat tersebut. Hal ini sangat penting bagi analis untuk memastikan
pekerjaan.pemohon.peme cahan solusi: berkas tersebut direject dan dibuat surat penolakan. 3. Pada saat team analis
melakukan survey ketempat kerja ternyata
pemohon sudah
dipindahkan ke tempat lain tetapi masih satu group dengan perusahaan tersebut. Pemecahan solusi: berkas tersebut sementara direject dan
pemohon bisa
mengajukan banding kembali apabila pemohon sudah menyerahkan alamat kantor yang baru.
129 4. Setelah analis menelpon
atasan dan bagian HRD dari perusahaan tersebut ternyata pemohon bekerja diperusahaan tersebut belum mencapai satu tahun. Pemecahan solusi: berkas tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Loan service langsung membuat surat penolakan yang ditandatangani oleh sub branch head
5. setelah analis menelpon atasan dan bagian HRD dari perusahaan tersebut ternyata pemohon bekerja diperusahaan tersebut tetapi kedudukannya diperusahaan tersebut di formulir dengan keterangan HRD tidak sesuai. Pemecahan solusi: loan service langsung membuat surat penolakan dikarenakan debitur tidak jujur atas jabatannya diperusahaan tersebut. d. Masalah kemampuan bayar
Kemampuan pemohon tidak mencukupi karena mempunyai cicilan hutang dibank lain. Pemecahan solusi: membuat surat
penolakan yang
ditandatangani oleh sub branch head.
e. Masalah proses akad kredit 1. Pada saat calon debitur
sudah dijadwal untuk akad kredit dan persetujuan kredit sudah dibuat, ternyata calon debitur tersebut tidak bisa akad dan meminta jadwal akad diundur pada hari lain. Pemecahan solusi: loan service membuat memo track mundur (pemindahan aplikasi) yang isinya dari persetujuan kredit (PK) ke SP3K dan memo tersebut ditujukan kepada
Accounting Unit.
f. Masalah pembayaran angsuran
Banyak nasabah yang belum membayar cicilan angsuran kredit griya multi. Pemecahan solusinya: menelpon nasabah
130 tersebut untuk segera
membayar angsurannya, memberikan surat pemberitahuan kepada nasabah tentang jumlah angsuran yang harus dibayar. Bisa juga dengan cara memotong tabungan nasabah yang ada di rekening BTN apabila saldo tabungan mencukupi.
BABIV
KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan
Berdasarkan ruang lingkup masalah dan pembahasan masalah yang dilakukan, maka dapat disimpulkan:
1. Untuk proses pemberian kredit griya multi ini prosesnya cukup panjang namun tidak terlalu rumit yaitu dimulai dari masuknya data pemohon lalu dicek di BI checking oleh LS lalu penilaian agunan oleh analis setelah itu data dimasukan ke DEO setelah itu data diberikan kepada sub branch head untuk di cek setelah dari sub branch head diberikan kepada LA head untuk
diputuskan kreditnya diterima atau ditolak jika ditolak maka LS akan menerbitkan surat penolakan dan jika diterima maka LA akan mengapprove data tersebut dan mengirimnya ke sub branch head untuk selanjutnya di approve dan setelah itu LS akan menerbitkan SP3K 3 rangkap yang akan ditanda tangani oleh sub branch head dan LS setelah ditanda tangani maka SP3K akan diberikan kepada debitur 1 rangkap dan 2 rangkap sisanya diarsipkan oleh bank 2. Untuk pengelolaan Kredit
Griya Multi di bank BTN penulis rasa sudah cukup maksimal dengan adanya percepatan proses layanan kredit yang memudahkan nasabah dalam mengajukan kredit lalu optimalisasi tenaga marketing Kredit Griya Multi membuat Kredit Griya Multi banyak dikenal oleh masyarakat selain itu bank BTN juga melakukan kerjasama dengan instansi atau perusahaan agar
131 karyawan atau karyawati
disana yang sudah memiliki rumah bisa mengajukan Kredit Griya Multi di Bank BTN.
4.2 Saran
Saran yang dapat penulis berikan sebagai masukan kepada PT. Bank Tabungan Negara agar pihak loan service lebih berhati-hati dalam menerima debitur yang akan diberi pinjaman kredit karena tidak sedikit debitur yang bermasalah yang berhasil mengajukan kredit ke bank dengan berbagai cara seperti meminta bantuan developer yang sudah sering memberikan banyak debitur kepada BTN sehingga dipercaya oleh BTN akan tetapi saat di cek kebenaran dari data yang diberikan, debitur ternyata berbohong dan menyebabkan permohonan kreditnya ditolak.
DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, Irham, 2014, Bank dan
Lembaga Keuangan
Lainnya Teori dan Aplikasi, Bandung: Alfabeta.
Hasibuan, Drs. H. Malayu S.P, 2015,
Dasar-dasar Perbankan, Edisi Kesepuluh, Jakarta: Bumi Aksara.
Kasmir, 2013, Bank dan lembaga keuangan lainnya, Edisi ketiga belas, Jakarta: Rajawali pers.
Frianto Pandia. 2012. Manajemen Dana dan Kesehatan Bank. Jakarta: Rineka Cipta.
Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, 2012, Bank dan Lembaga Keuangan, Edisi pertama, Jakarta: Rajawali Pers.
Maryanto, Supriyono, 2011, Buku Pintar Perbankan, Yogyakarta: Andi Yogyakarta.