STMIK Dharmapala Riau 1880
PENGARUH MEDIA JEJARING SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BUKITTINGGI
KIKI AMELIZA
Dosen STMIK Dharmapala
ABSTRAK
Kecendrungan masyarakat saat ini yang menghabiskan banyak waktu untuk bermain facebook termasuk guru sangat mengkhawatirkan. Mengingat guru adalah contoh dan tauladan bagi peserta didik, maka perlu untuk mengetahui seberapa besar facebook mempengaruhi kinerja para guru. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode penelitian korelasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) dan interview (wawancara). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru MAN 1 Bukittinggi yang berjumlah 72 orang. Sampel penelitian berjumlah 36 orang yang diambil secara acak dengan teknik simple random sampling. Adapun teknik dalam pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Angket diberikan dalam bentuk angket tertutup yang terdiri dari 30 pernyataan. Dengan menggunakan alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju. Data yang diperoleh dilakukan pengolahan dengan uji hipotesis menggunakan rumus koefisien korelasi “r” Product Moment. Tetapi sebelumnya dilakukan uji persyaratan dengan uji normalitas .
Setelah dilakukan uji normalitas diperoleh kedua data berdistribusi normal. Langkah selanjutnya pengolahan data menggunakan rumus koefisien korelasi “r” Product Moment, untuk data kelompok diperoleh hasilnya 0,73. Selanjutnya dilakukan interpretasi dengan menggunakan pedoman interpretasi secara kasar maka diperoleh hasil facebook memiliki kontribusi yang cukup kuat. Selanjutnya mencari besarnya kontribusi diperoleh bahwa facebook memberikan kontribusi sebesar 53,29%. Dilanjutkan dengan menguji tingkat signifikansi diperoleh thitung = 9,098 dan ttabel=1,70. Dengan demikian thitung ≥ ttabel ; artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara facebook dengan kinerja guru. Ternyata thitung > ttabel
, maka H1 diterima dan H0 ditolak, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara facebook
dengan kinerja guru. Facebook memberikan kontribusi sebesar 53,29 % pada kinerja guru dan sisanya diberikan oleh faktor yang lain.
I. PENDAHULUAN
Era globalisasi sekarang ini, telah menyebabkan dunia dilanda oleh eksplosi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Semua orang, tidak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin dan sebagainya dituntut selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya, seperti halnya yang terjadi di negara-negara maju. Bila hal ini tidak dilakukan, maka kita akan senantiasa tertinggal sebab bagaimanapun orang
tidak bisa menutup diri terhadap segala kemajuan yang muncul.
Berkembangnya facebook akhir-akhir ini seolah-olah telah melahirkan dunia baru bagi perjalanan komunikasi manusia. Facebook telah menjadi urat nadi kehidupan, karena mampu mengisi ruang-ruang kosong bagi seseorang untuk berselancar di dunia maya. Kehadiran
facebook telah menjadi fenomena tersendiri bagi kecanggihan teknologi komunikasi yang berkembang pesat saat ini. Facebook digandrungi ribuan bahkan jutaan anak bangsa lintas usia.
STMIK Dharmapala Riau 1881 Kepopuleran facebook membuatnya
melesat menjadi situs pertemanan sosial nomor satu di seluruh dunia.
Kehadiran facebook bukan tanpa dampak, berbagai macam kasus telah ditemukan pada pengguna facebook. Pro dan kontra seputar facebook memang masih ramai dibicarakan. Lingkungan sekolah juga tidak luput dari pengaruh
facebook. Jika kita amati keadaan sekitar
kita akhir-akhir ini, hampir semua orang menggunakan facebook di setiap waktu senggangnya, tidak jarang mereka yang sedang bekerja atau kuliah di ruangan kelas, bahkan guru yang sedang mengajar dalam kelas juga bermain facebook. Padahal saat itu mereka harus mengerjakan pekerjaan lain yang bisa dibilang penting
dari hanya sekedar bermain facebook. Berdasarkan pengamatan penulis di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi, sekolah tersebut juga tidak luput dari hal yang demikian. Berdasarkan uraian di atas, tergambar adanya permasalahan yang cukup menarik untuk dibahas. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar facebook
mempengaruhi kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi. Mengingat guru adalah contoh dan tauladan bagi peserta didik. Guru merupakan orang tua kedua bagi peserta didik. Guru berkewajiban mendidik dan menjaga mereka.
2. KAJIAN LITERATUR
Facebook adalah sebuah web jejaring
sosial yang memungkinkan para penggunanya dapat membuat profil pribadi yang bertujuan untuk mencari teman dan bertukar pesan serta dapat dilengkapi dengan foto, kontak ataupun informasi personil lainnya dan dapat bergabung dalam suatu komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan penggunanya yang lain. Untuk dapat menggunakan facebook seseorang harus mempunyai account facebook. Account
facebook dapat diperoleh dengan cara
mendaftar pada platform yang sudah disediakan. Dampak positif facebook antara lain :
a. Mempererat silaturahmi
Mungkin ini adalah kegunaan dari
facebook yang paling bisa kita rasakan.
Bahkan dengan facebook, kita bisa menemukan kembali orang-orang yang pernah kita kenal di masa lalu.
b. Mengetahui potensi diri
Pada facebook banyak terdapat aplikas seperti kuis yang bermanfaat untuk menggali potensi diri.
c. Media promosi
Facebook bisa digunakan sebagai
media promosi, entah itu
mempromosikan produk, jasa, instansi, atau hal lain. Bahkan, pada saat pemilu legislatif kemarin, sebagian caleg juga menggunakan facebook untuk media kampanye.
d. Sarana diskusi
Di facebook kita bisa bergabung dengan berbagai komunitas / grup yang kita inginkan.
Selain itu facebook juga berdampak negatif diantaranya :
a. Lebih banyak waktu kita yang terbuang sia - sia untuk hal yang kurang bermanfaat apalagi saat ini facebook telah dilengkapi dengan berbagai fitur seperti game online. Dari anak – anak sampai orang dewasa memainkam
game ini.
b. Boros uang
Untuk bisa mengakses internet diperlukan biaya, akses internet melalui telepon selular memerlukan pulsa untuk aktivasi, sedangkan melalui komputer bisa dengan wifi atau modem. Banyak orang menghabiskan uang mereka hanya untuk mendapatkan akses tersebut.
c. Malas
Banyak orang menjadi malas mengerjakan tugas atau pekerjaan yang
STMIK Dharmapala Riau 1882 seharusnya dikerjakan, karena
kecanduan facebook. Dan banyak juga diantaranya yang menjadi lalai akan kewajiban mereka terhadap Tuhannya. d. Memicu terjadinya pergaulan bebas.
Dengan perkembangan zaman dan semakin majunya teknologi informasi maka semakin terbukalah peluang seseorang dalam bergaul dan berhubungan dengan siapa saja tanpa ada batasan ruang dan waktu. Dengan semakin gencarnya promosi dari berbagai vendor mobile phone yang menyediakan layanan untuk mengakses facebook yang lebih murah dan mudah. Sudah banyak kasus terjadinya pergaulan bebas yang disebabkab oleh facebook, karena tidak dibarengi dengan pengawasan.
3. METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survei. Menurut Zikmund (1997) metode penelitian survei adalah satu bentuk teknik penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan. Menurut Gay dan Diehl (1992), metode penelitian survei merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara. Sedangkan menurut Bailey (1982), metode penelitian survei merupakan suatu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan tertulis dan lisan. Tujuan dan maksud penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis–hipotesis tentang adanya hubungan sebab akibat antar berbagai variabel yang di teliti. Penelitian kuantitatif pada dasarnya merupakan suatu pengamatan yang melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau kuantitas. Penelitian kuantatif ini didasarkan pada perhitungan persentase, rata – rata, kuadrat, dan juga perhitungan
statistik lainnya. Metode penelitian kuantitatif dapat dilartikan sebagai metode penelitian yang berlandasankan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Korelasi yang mungkin terjadi antara 2 variabel / lebih dapat berupa :
a. Korelasi positif, dimana jika variabel yang satu meningkat maka variabel yang lain meningkat pula atau sebaliknya.
b. Kolerasi negatif, dimana jika variabel yang satu meningkat maka variabel yang lain menurun atau sebaliknya. c. Tidak ada kolerasi, dimana kedua
variabel tidak menunjukkan hubungan. d. Korelasi sempurna, dimana kenaikan
atau penurunan suatu variabel selalu berbanding seimbang dengan kenaikan atau penurunan variabel lain.
Metode kolerasi digunakan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar pengaruh (korelasi) antara satu variabel dengan variabel lainnya. Contoh : pengaruh media jejaring sosial facebook terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bukittinggi.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dikemukakan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu, Pengaruh Media Jejaring Sosial Facebook Terhadap Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi.
1. Data tentang pengaruh facebook
Data tentang pengaruh facebook diperoleh melalui angket yang diberikan kepada 36 guru yang merupakan sampel dari penelitian. Angket yang diberikan berbentuk angket tertutup, yang disediakan alternatif jawaban sehingga para guru
STMIK Dharmapala Riau 1883 hanya memilih jawaban yang telah
disediakan. Angket tersebut berisi 30 pernyantaan dan alternatif jawaban yang disediakan adalah sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.
Penilaian untuk angket, pernyataan positif diberikan skor 5 untuk “sangat setuju”, skor 4 untuk “setuju”, skor 3 untuk “ragu-ragu”, skor 2 untuk “ tidak setuju”, dan skor 1 untuk “ sangat tidak setuju”. Sedangkan untuk pernyataan negatif diberikan skor 1 untuk “sangat setuju”, skor 2 untuk “setuju”, skor 3 untuk “ragu-ragu”, skor 4 untuk “ tidak setuju”, dan skor 5 untuk “ sangat tidak setuju”. Skor untuk facebook guru-guru menyebar dari nilai terendah 95 dan skor tertinggi 150. Berdasarkan skor yang diperoleh dapat dirumuskan sebagai berikut :
a. Mencari skor terendah dan tertinggi. Melalui pengolahan data statistik, skor untuk facebook menyebar dari skor terendah (L) 95 dan skor tertinggi (H) 150.
b. Mencari Total Range. Dengan rumus R = H – L + 1. Maka didapat hasilnya 150 - 95 + 1 = 56
c. Mencari Banyak Kelas (BK). Dengan rumus 1 + 3,3 log n.
BK = 1 + 3,3 log 36
= 6,69 = 7
d. Mencari Panjang Kelas / interval dengan rumus :
Panjang Kelas = R/BK = 56/7 = 8
e. Buat kelas interval. Kelas interval terdiri dari : pertama, kolom X adalah rentang skor guru. Kedua, kolom F adalah frekuensi guru yang mendapat skor sesuai dengan rentang skor guru pada X. Ketiga kolom batas nyata didapat dengan mengurangi 0,5 dari nilai yang terendah disetiap kelas interval dan menambah 0,5 dari nilai yang tertinggi di setiap kelas interval. Keempat, kolom nilai tengah didapat dari nilai tengah dari batas nyata. Kelima, kolom komulatif atas diawali dari atas ke bawah. Untuk skor pertama dibuat sesuai dengan skor frekuensi yang ada, tetapi untuk skor selanjutnya frekuensi pertama ditambah dengan frekuensi kedua dan ditulis pada komulatif kedua ,begitu seterusnya. Keenam, kolom komulatif bawah diawali dari bawah ke atas dan untuk penyelesaiannya sama dengan komulatif atas. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Daftar Kelas Interval facebook
X F Batas Nyata Nilai
Tengah Komulatif Atas Komulatif Bawah 90 – 98 2 89,5 – 98,5 94 2 36 99 – 107 3 98,5 – 107,5 103 5 34 108 – 116 8 107,5 – 116,5 112 13 31 117 – 125 5 116,5 – 125,5 121 18 23 126 – 134 9 125,5 – 134,5 130 27 18 135 - 143 5 134,5 – 143,5 139 32 9 144 – 152 4 143,5 – 152,5 148 36 4
STMIK Dharmapala Riau 1884
2. Data tentang kinerja guru
Data tentang kinerja guru diperoleh melalui wawancara dengan waka kurikulum MAN 1 Bukittinggi. Setelah data nilai kinerja guru diperoleh, selanjutnya nilai diseleksi sesuai dengan sampel penelitian yakni sebanyak 36 guru. Nilai kinerja guru menyebar dari nilai terendah yakni 95 dan nilai tertinggi 98. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat dilakukan beberapa langkah yang yakni : a. Mencari nilai terendah dan tertinggi.
Melalui pengolahan data statistik, nilai guru menyebar dari nilai terendah (L) 95 dan nilai tertinggi (H) 98.
b. Mencari Total Range. Dengan rumus R = H – L + 1. Maka didapat hasilnya 98 - 95 + 1 = 4
c. Mencari Banyak Kelas (BK). Dengan rumus 1 + 3,3 log n.
BK = 1 + 3,3 log 36 = 6,69
= 7
d. Mencari Panjang Kelas / interval dengan rumus :
Panjang Kelas = R/BK
= 4/7 = 0,57 = 1 e. Buat kelas interval.
Kelas interval terdiri dari : pertama, kolom X adalah rentang nilai guru. Kedua, kolom F adalah frekuensi guru yang mendapat nilai sesuai dengan rentang nilai guru pada X. Ketiga kolom batas nyata didapat dengan mengurangi 0,5 dari nilai yang terendah disetiap kelas interval dan menambah 0,5 dari nilai yang tertinggi di setiap kelas interval. Keempat, kolom nilai tengah didapat dari nilai tengah dari batas nyata. Kelima, kolom komulatif atas diawali dari atas ke bawah. Untuk skor pertama dibuat sesuai dengan skor frekuensi yang ada, tetapi untuk nilai selanjutnya frekuensi pertama ditambah dengan frekuensi kedua dan ditulis pada komulatif kedua ,begitu seterusnya. Keenam, kolom komulatif bawah diawali dari bawah ke atas dan untuk penyelesaiannya sama dengan komulatif atas. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2
Daftar Kelas Interval Nilai Kinerja guru
X F Batas Nilai Komulatif Komulatif
Nyata Tengah Atas Bawah
95 - 96 28 94,5 - 96,5 95,5 28 36 97 - 98 8 96,5 - 98,5 97,5 36 8 f. Membuat Nilai Kinerja Guru
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru, maka hasil wawancara dengan waka kurikulum MAN 1 Bukittinggi diperoleh nilai sebagai berikut : 28 orang guru memperoleh nilai 95 8 orang guru memperoleh nilai 98 Berdasarkan hasil wawancara tersebut maka dapat disimpulkan kinerja guru-guru di MAN 1 Bukittinggi sudah baik.
A. Persyaratan Uji Hipotesis
Sebelum melakukan analisis data menggunakan Koefisien Korelasi “r”
Product Moment, untuk mengetahui pengaruh facebook pada kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi, penulis melakukan uji pesyaratan analisis data dengan uji normalitas menggunakan uji lilie-fors. Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak normal. Uji normalitas tentang facebook dan kinerja guru dapat dilhat pada tabel berikut ini.
STMIK Dharmapala Riau 1885
Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas
Variabel L hitung L tabel Keterangan
Facebook 0,2739 0,886 Berdistribusi Normal Kinerja 0,6327 0,886 Berdistribusi Normal Berdasarkan tabel 4.3 di atas terlihat
bahwa kedua data memiliki nilai Lhitung
lebih kecil dari Ltabel. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa kedua data berdistribusi normal. Perhitungan uji normalitas data dengan uji Lilliefors selengkapnya dapat dilihat pada lampiran V dan lampiran VI.
B. Uji Hipotesis
Setelah dilakukan uji normalitas, diperoleh hasilnya data berdistribusi normal, terlihat dari Lhitung < Ltabel. Dengan demikian
pengolahan data dapat dilanjutkan dengan menggunakan rumus product moment untuk kelompok. Adapun langkah-langkah
pengolahan data menggunakan rumus
product moment yaitu :
1. Membuat hipotesis kalimat
a. Hipotesis Alternatif (H0) : tidak
terdapat pengaruh facebook yang signifikan terhadap kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi.
b. Hipotesis Nihil (H1) : terdapat
pengaruh facebook yang signifikan terhadap kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi.
2. Membuat hipotesis statistik a. H0 : r = 0
b. H1 : r ≠ 0
STMIK Dharmapala Riau 1886
Tabel 4.4 Pengolahan Data Dengan Rumus Product Moment
4. Mencari nilai korelasi
STMIK Dharmapala Riau 1887 5. Mencari besarnya pengaruh
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh facebook pada kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi, maka penulis melanjutkan dengan mencari determinasinya. Adapun rumus yang digunakan adalah :
D = r2 . 100 % D = (0,73)2. 100 % D = 0,5329 . 100 % D = 53,29 %
Artinya facebook memberikan pengaruh terhadap kinerja guru sebesar 53,29 % dan sisanya dipengaruhi variabel lain.
6. Menguji tingkat signifikansi
\
7. Membandingkan thitung dan ttabel
Jika thitung ≥ ttabel ; artinya H1 diterima
dan H0 ditolak dan hubungan
signifikan.
Jika thitung ≤ ttabel ; artinya H1 ditolak dan
H0 diterima dan hubungan tidak
signifikan.
ttabel diperoleh dari tabel yang ada
dengan ketentuan dk = n-2, maka didapat :
Dengan demikian thitung ≥ ttabel ; artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara facebook dengan kinerja guru. 8. Membuat kesimpulan
Besarnya hubungan facebook dengan kinerja guru adalah 0,5329. Yang artinya memiliki hubungan yang cukup kuat.
Facebook memberikan pengaruh sebesar 53,29 % terhadap kinerja guru dan sisanya diberikan oleh yang lain. Ternyata thitung > ttabel , maka H1
diterima dan H0 ditolak, artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara facebook dengan kinerja guru. 9. Pembahasan
Pengaruh facebook pada kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi terdiri dari dua variabel yaitu facebook sebagai variabel X dan kinerja guru sebagai variabel Y. Pengumpulan data tentang facebook sebagai variabel X dilakukan dengan angket yang diberikan kepada 36 guru. Sedangkan data tentang kinerja guru sebagai variabel Y diperoleh dari hasil wawancara dengan waka kurikulum. Untuk mengetahui pengaruh facebook pada kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi, maka dilakukan pengolahan data menggunakan uji hipotesis dengan rumus “r” Product
Moment, untuk data kelompok karena
jumlah sampelnya lebih dari 30 orang. Sebelum dilakukan uji hipotesis dengan rumus “r” Product Moment terlebih dahulu dilakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak normal. Pengolahan data dengan uji normalitas, diperoleh Ltabel > Lhitung
maka data berdistribusi normal. Untuk variabel X yaitu data tentang facebook, diperoleh Lhitung = 0,2739 dan Ltabel =
0,886 apabila Ltabel > Lhitung yaitu 0,886
> 0,2739 maka data berdidtribusi normal. Sedangkan untuk variabel Y yaitu kinerja guru yang diambil dari hasil wawancara dengan waka kurikulum diperoleh Lhitung = 0,6327
dan Ltabel = 0,886, apabila Ltabel > Lhitung
yaitu 0,886 > 0,6327 maka data berdistribusi normal. Berdasarkan perhitungan di atas kedua data berdistribusi normal untuk variabel X (facebook) maupun variabel Y
STMIK Dharmapala Riau 1888 (kinerja), terlihat dari Ltabel > Lhitung.
Langkah selanjutnya melakukan interpretasi terhadap r xy dengan menggunakan rumus Product Moment. Dengan merumuskan hipotesis alternatif (H1) dan hipotesis nihil (H0)
terlebih dahulu. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh nilai korelasi r xy sebesar 0,5329. Sehingga besarnya hubungan facebook dengan kinerja guru adalah cukup kuat. Ternyata thitung
> ttabel yakni 9,098 > 1,70 maka H1
diterima dan H0 ditolak, artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara facebook dengan kinerja guru. Dalam hal ini berarti terdapat korelasi positif yang cukup kuat. Selanjutnya mencari determinasinya dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh facebook pada kinerja guru di MAN 1 Bukittinggi, diperoleh hasilnya 53,29 %. Facebook memberikan pengaruh sebesar 53,29 % terhadap kinerja guru dan sisanya disebabkan oleh faktor yang lain.
5. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka dapat disimpulkan, bahwasanya facebook mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi. Pengolahan dan perhitungan data dilakukan dengan uji normalitas terlebih dahulu dan diperoleh data berdistribusi normal. Setelah itu dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunakan koefisien korelasi ”r”
Product Moment diperoleh hasilnya r xy =
0,73. Yang berarti bahwa hubungan pengaruh facebook dengan kinerja guru adalah cukup kuat. Selanjutnya mencari determinasinya dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh facebook terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi, diperoleh hasilnya 53.29%. facebook memberikan pengaruh sebesar 53.29% terhadap kinerja guru dan sisanya diberikan oleh faktor yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2009
Mayfield Antony, What is social media : Icrossing v1.4, 2008
Sulistyorini, Pengaruh Motovasi Terhadap Tingkat Efektifitas Kerja Dosen STAIN Malang, Jakarta : Tesis, 2001
Dale. A. Tempe, Kinerja, Jakarta : PT. Gramedia Asri Media, 1992
N. Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1996
E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2003
Lexy Moleong. J, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2005
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung : Alfabeta, 2007
Lina Miftahul, Teknik Penarikan Sampel, Jakarta : PT. Rajawali Pers, 2000 Hadi Amirul & Haryono, Metodologi
Penelitian Pendidikan, Bandung : Pustaka Setia Bandung, 1998
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1998
Sudjana, Metoda Statistika, Bandung : PT. Tarsito, 2001
Nurbuko Chail & Ahmadi Abu, Metodologi Penelitian, Jakarta : Bumi Aksara, 1997
Undang-undang no. 14 Tahun 2005, Pasal 1
STMIK Dharmapala Riau 1889 http://kbbi.web.id, mei 2013 www.id.wikipedia.org/wiki/media sosial, 2013 http://id.wikipedia.org/wiki/facebook, 2013 http://addriadis.blogspot.com/2013