46
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1.1 Obyek Penelitian
1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT. Pertiwi Agung atau yang lebih dikenal dengan sebutan Landson didirikan pada tahun 1966 adalah perusahaan manufaktur farmasi yang memproduksi obat-obatan jenis ethical dan juga produk obat-obatan untuk jenis over the counter (OTC). Pada tahun 1984, perusahaan ini diakuisisi dan menjadi bagian dari Mensa Grup. Dibawah manajemen baru, PT. Pertiwi Agung (Landson) telah berhasil mengalami pertumbuhan yang relatif konstan.
Sejak menjadi bagian dari Grup Mensa, PT. Pertiwi Agung (Landson) memperluas jangkauan produk dalam obat sintetis dan obat-obatan herbal. Melalui strategi pemasaran yang komfrehensif yang didukung oleh lebih dari 700 tenaga penjualan, PT. Pertiwi Agung (Landson) telah mencapai pangsa pasar yang signifikan dan menetapkan dirinya menjadi salah satu perusahaan farmasi yang berkembang di Indonesia.
Dengan mendukung kekuatan pemasaran yang solid diseluruh Indonesia, secara bertahap PT. Pertiwi Agung (Landson) telah diakui keberadaannya dipasar farmasi. PT. Pertiwi Agung (Landson) juga terus
47
mencari negara-negara potensial lainnya yang cocok untuk pemasaran produknya dan menjadi terkenal di dunia.
1.1.2 Filosofi dari logo, dimensi dan warna PT. Pertiwi Agung
Dasar ideologi PT. Pertiwi Agung (Landson) adalah “Meningkatkan kualitas hidup” maksudnya, PT. Pertiwi Agung (Landson) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik semua manusia, termasuk kemampuan mereka untuk berfungsi dalam memiliki hidup harmonis dengan melindungi mereka dengan obat-obatan yang berkualitas.
1) Merek filsafat belakang warna dan font
Kepercayaan pada diri sendiri, muda, stabil, tenang, cerdas, adoptabel dan dinamika.
2) Merek ekspresi belakang − Muda, modern, dinamika − Berani
− Bersedia untuk mengubah − Eksperimental
− Bahagia
3) Visi, Misi dan Nilai 1. Visi
Menjadi salah satu perusahaan kesehatan terkemuka di Indonesia dan diakui dipasar global dalam bidang produk kesehatan.
48 2. Misi
Menyediakan produk kesehatan bermutu, terpercaya dan bermanfaat untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Nilai-nilai
− Selalu menjunjung tinggi setiap komitmen.
− Mengutamakan keseimbangan hubungan usaha dan hubungan jangka panjang.
− Menumbuh kembangkan upaya-upaya inovatif. − Selalu berusaha mencapai yang terbaik.
− Mengusahakan perbaikan yang berkesinambungan.
Pada tahun 1993, PT. Pertiwi Agung (Landson) mendirikan pabrik manufaktur baru di Bekasi, Indonesia. Pabrik baru ini menempati sekitar 1,3 hektar lahan, dilengkapi dengan fasilitas produksi baru yang memungkinkan untuk kapasitas produksi meningkat termasuk penelitian dan pengembangan serta kualitas kontrol.
Pada Juli 1994, PT. Pertiwi Agung (Landson) menerima sertifikat GMP dari Badan Pengawasan Produksi Obat dan Makanan (BP POM), untuk tablet, tablet salut, kapsul keras, cairan oral/sirup, krim/salep, larutan topikal dan juga mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu EN ISO 9001-2000 Nomor 04.100-300.482 pada Maret 2003 dan ditingkatkan menjadi ISO 9001-2008 Nomor 16.100.0590 pada Maret 2009. Baru-baru
49
ini PT. Pertiwi Agung (Landson) memperbaharui pabrik untuk menyesuaikan dengan persyaratan cGMP saat ini. Berdasarkan data 2008-2007 dan IMS, PT. Pertiwi Agung (Landson) diindikasikan sebagai salah satu industri farmasi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan perusahaan juga tertarik untuk memperluas posisinya ke pasar global, ekspor ke beberapa negara termasuk Nigeria, Malaysia, Singapura, Mongolia, dan Kamboja.
Dengan mendapatkan peringkat "A" pemetaan yang dilakukan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Landson telah membuat investasi yang signifikan dan memperluas fasilitas produksi dan baru-baru upgrade pabrik dalam rangka untuk memenuhi persyaratan cGMP dan standar internasional lainnya pabrik manufaktur telah mengalami ekspansi besar dari aslinya yaitu awalnya bangunan 2.500 m2 sampai 8.000 m2
1.1.3 Keunggulan Produksi
, membuat ruangan untuk fasilitas produksi tambahan dan teknologi termasuk lini "kapsul lunak" dan "sachet bubuk efervesen".
PT. Pertiwi Agung (Landson) memiliki berbagai produk dalam rentang berikut dan kami melakukan upaya untuk terus memperkenalkan produk baru ke pasar. Gagasan produk yang baik berasal dari bahan baku yang baik adalah apa yang kita paling perhatian. Itu adalah komitmen dasar PT. Pertiwi Agung (Landson) untuk menyediakan berbagai produk farmasi yang canggih untuk para pelanggannya. Tujuannya adalah untuk
50
memproduksi produk berkualitas dan efektif yang akan bermanfaat dalam penyembuhan kondisi pasien.
1) Kapsul lunak (soft capsule)
Kapsul Lunak proses produksi PT. Pertiwi Agung (Landson) didukung oleh teknologi canggih dan peralatan, desain pabrik cGMP encapsulating memiliki bagian kontak semua terbuat dari Stainless Steel 316, validatable sistem GMP, dan pompa garis yang bersih. Ini adalah keadaan sistem seni, dirancang untuk merangkum semua jenis kapsul lunak, suplemen makanan farmasi, vitamin, obat tradisional dan kosmetik. Mesin Kapsul lunak PT. Pertiwi Agung (Landson) mampu memproduksi skala besar di urutan 250 juta kapsul per tahun, dengan ukuran yang paling populer (8 Minims lonjong).
2) Bubuk efervesen (effervescent powder)
Bubuk effervescent dalam sachet adalah bentuk sediaan yang unik yang memerlukan perhatian khusus mulai dari pengolahan bahan baku, pencampuran dan mengisi ke dalam sachet. Proses produksi effervescent PT. Pertiwi Agung (Landson) mengikuti teknologi canggih dan mesin, sesuai dengan cGMP desain pabrik effervescent. Para Sachet Filling
Machine merupakan salah satu fase paling kritis untuk produksi batch
bubuk yang sempurna efervesen, yang merupakan proses yang lebih menuntut daripada pembuatan bubuk lainnya, tablet dan kapsul keras, karena bubuk effervescent harus diisi dan disegel dalam proses di bawah kondisi kelembaban rendah dan suhu dikendalikan secara akurat.
51 1.1.4 Lokasi Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengambil lokasi di RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi, Jl. Raya Pondok Kopi, Jakarta Timur. Penulis menganggap bahwa lokasi tersebut dapat dijadikan subyek sampel yang nantinya digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra perusahaan PT. Pertiwi Agung (Landson).
1.2 Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel X dan variabel Y adalah dengan menggunakan metode penelitian korelasional.
Metode penelitian korelasional yaitu metode penelitian yang dirancang untuk meneliti bagaimana kemungkinan pengaruh yang terjadi antarvariabel dengan memperhatikan besaran koefisien korelasi. Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian korelasional adalah keeratan pengaruh antar variabel penelitian, bukan pada sebab dan penyebab terjadinya pengaruh tersebut.
1.3 Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti yang kebenarannya perlu diuji secara empiris. Jawaban tersebut adalah dasar dari penelitian yang dilakukan penulis yang
52
kemungkinan besar menjadi suatu kebenaran. Dalam melakukan penelitian ini yang akan diuji adalah diduga adanya pengaruh pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra perusahaan PT. Pertiwi Agung (Landson) sebagai berikut:
H0
pembentukan citra perusahaan.
: Tidak terdapat pengaruh pada pemberian sponsorship terhadap
H1
Atau dengan uji hipotesis dalam kalimat statistiknya sebagai berikut : : Terdapat pengaruh signifikan pada pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra perusahaan.
H0
H
: r = 0 (maka X tidak mempengaruhi Y, r = 0)
1 : r ≠ 0 (maka X mempengaruhi Y, r ≠ 0)
1.4 Variabel dan Skala Pengukuran
Dalam melakukan suatu hasil penelitian sangat diperlukan adanya pengukuran sebagai dasar atau batasan – batasan, agar dalam penelitian ini tidak menyimpang jauh dari pokok permasalahan yang dibahas. Masalah yang diteliti bersumber pada dua hal, yaitu pengaruh pemberian
sponsorship sebagai variabel bebas (X) dan pembentukan citra perusahaan
sebagai variabel tidak bebas (Y). Sponsorship adalah cara menciptakan kekayaan untuk melayani kepentingan publik. Sedangkan yang dimaksud dengan citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya (Frank Jefkins, 2004). Namun banyak penelitian mengenai pengaruh-pengaruh
53
dari suatu sponsorship tidak dapat dikemukakan dan dijelaskan secara teoritis bagaimana sponsorship tersebut bekerja dan mempengaruhi pikiran konsumen (e.g., Cornwell et al. 2000). Pengaruh pemberian sponsorship ini diukur dengan melihat aspek sesuai atribut sponsorship.
Metode pengukuran terhadap variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang merupakan metode pengukuran dengan skala interval yaitu skala memiliki urutan dan memiliki interval atau jarak yang sama diantara kategori atau titik – titik terdekatnya.
Nilai untuk skala tersebut adalah :
a. Sangat Setuju ( SS ) : Skor nilai 5 b. Setuju ( S ) : Skor nilai 4 c. Netral ( N ) : Skor nilai 3 d. Tidak Setuju ( TS ) : Skor nilai 2 e. Sangat Tidak Setuju ( STS ) : Skor nilai 1
Definisi operasional variabel merupakan suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau memspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variable tersebut, tujuannya untuk memberikan batasan dan penjelasan dalam rangka analisis lebih lanjut.
54
Untuk memperjelas kedudukan setiap variabel yang diteliti maka penulis akan mengoperasionalkan variabel-variabel tersebut. Operasionalisasi variabel dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Sumber:
1. Balmer (2001)”Corporate identity, Corporate branding and Corporate marketing:
seeingthrough the”, Europen Journal of Marketing, Vol. 35.
2. Frombun (1996), Reputation: Realizing Value from Corporate Change, Harvard Business School Press, USA.
3. Jefkins disempurnakan oleh Yadin (2004), Public Relations edisi kelima.
4. Marie Grey & Reid (2006), Event Sponsorship: Membangun Kemitraan dengan Sponsor
untuk Kelancaran dan Profitabilitas Event.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Wawancara
Variabel Sub Variabel Indikator
Sponsorship (X)
Penyediaan sejumlah sumber daya (uang,peralatan,SDM, dll)
untuk mendukung suatu kegiatan
Types of supporting
Bentuk/Jenis dukungan yang diberikan perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan
prescribers Provosion of
support mechanisms
Mekanisme pemberian dukungan sponsorship yang dilakukan oleh PT. Pertiwi Agung
Pembentukan Citra Perusahaan(Y) Keseluruhan persepsi
seseorang terhadap perusahaan yang dibentuk
melalui proses informasi yang diperoleh dari berbagai
sumber
Personality
Keseluruhan karakteristik perusahaan yang dipahami publik sasaran melalui program
sponsorship
Reputation
Hal yang telah dilakukan perusahaan yang diyakini publik sasaran berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak pihak lain
Value Nilai-nilai (budaya perusahaan)
yang dimiliki PT. Pertiwi Agung
Coporate Identity
Komponen-komponen yang mempermudah pengenalan publik sasaran terhadap perusahaan seperti logo, warna dan slogan
55
Merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian atau dengan cara melalui alat komunikasi, seperti pesawat telepon sehingga dapat langsung berkomunikasi dengan pihak manajemen perusahaan.
2. Kuesioner
Pengumpulan data ini sering tidak memerlukan kehadiran peneliti, namun cukup diwakili melalui penyebaran kuesioner dengan pertanyaan yang telah disusun secara cermat terlebih dahulu. 3. Study literatur
Mengumpulkan data skunder yang berhubungan dengan obyek penelitian melalui :
• Buku-buku literatur • Majalah atau jurnal • Home page atau Website
1.6 Populasi Dan Sampel 1.6.1 Populasi
Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan (Anwar Sanusi, 2011).
Populasi (N) penelitian yang diambil adalah populasi dokter-dokter yang berpraktek di RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi, yang terdiri dari
56
dokter umum dan dokter spesialis. Berdasarkan list jadwal praktek dokter yang dibuat oleh bagian administrasi RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi diketahui dokter-dokter yang berpraktek sebanyak 88 orang.
1.6.2 Metode Pengambilan Sampel
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random
sampling) yaitu proses memilih satuan sampling sedemikian rupa sehingga
setiap satuan sampling dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk terpilih kedalam sampel (Anwar Sanusi, 2011 : 89).
Agar lebih efektif dan efisien maka penulis menerapkan jumlah sampel (n) dari jumlah keseluruhan dokter yang praktek di RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi sebanyak 47 orang.
Untuk mengetahui besarnya sampel (n) maka digunakan rumus Slovin, dimana Slovin memasukkan unsur kelonggaran ketidaktelitian (α = 0,1) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditoleransi adalah sebagai berikut:
( )
2+1 = α N N n( )
0,1 1 88 88 2 + = n57 47 808511 , 46 88 , 1 88 ≈ = = n
1.7 Metode Analisis Data 1.7.1 Pengujian Data
Dalam penelitian ini, hasil pengumpulan data berupa hasil penyebaran kuesioner kepada responden, kemudian akan diolah (melakukan uji statistik) dengan menggunakan beberapa teknik atau metode uji statistik antara lain :
a. Validitas b. Reliabilitas
Dimana uji validitas menggunakan rumus Corelation product
moment dan uji reliabilitas ini menggunakan metode Cronbach
(Alpha/Reliability analysis). a. Uji Validitas
Pengujian validitas data dilakukan pada setiap butir pertanyaan (kuesioner), apakah valid atau tidak valid. Instrumen penelitian yang valid berarti bahwa instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pengujian validitas ini dilakukan terhadap butir-butir pertanyaan (kuesioner) dengan melihat nilai mean dan standar deviasinya.
Pengujian validitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
58 Dimana :
n = jumlah responden
X = skor per item pertanyaan
Y = skor total
b. Uji Reliabilitas
Setelah dilakukan pengujian validitas data, kemudian dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas data. Pengujian ini dilakukan untuk menganalisa data/instrumen penelitian, berupa butir-butir pernyataan (kuesioner), apakah reliabel atau tidak reliabel. Metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas data ini menggunakan Cronbach Alpha. Instrumen penelitian yang reliabel berarti bahwa intrumen tersebut dapat digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama. Pengujian reliabilitas ini dilakukan terhadap butir-butir pernyataan (kuesioner) dengan melihat nilai r (alpha) pada tabel reliabilitas data.
Pengujian Reliabilitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
∑ − − = 22 11 1 1 t i S S K K r
Sedangkan untuk menghitung St2 dan 2 i
S dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
(
) ( )( )
( )
{
∑
∑
−∑
∑
}
{
∑
∑
−( )
∑
}
− = 2 2 2 2 Y Y n X X n Y X XY n r59 ∑ − ∑ = 2 2 2 ( ) n X n X St − = 2 2 n JK n JK Si I s Keterangan :
r = rata-rata korelasi antar variabel
K = banyaknya item yang menjadi variabel laten manifes
2 t
S = harga varians total
2 i
S = jumlah varians item
I
JK = jumlah kuadrat seluruh skor item, dan
I
JK = harga varians item
Untuk memudahkan dalam melakukan perhitungan validitas dan reliabilitas data yang dilakukan dalam penelitian tugas akhir ini, peneliti menggunakan alat bantu Software SPSS Statistics 17.0 for windows.
1.7.2 Asumsi Dasar dengan Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas antara lain Uji Chi-Kuadrat, Uji Liliefors dan Uji Kolmogorov-Smirnov. Dalam penelitian ini yang akan dipakai adalah Uji Kolmogorov-Smirnov.
60 1.7.3 Analisis Regresi Linier Sederhana
Pada umumnya, regresi linear sederhana terdiri atas dua variabel. Satu variabel yang berupa variabel terikat/tergantung diberi simbol Y dan variabel kedua yang berupa variabel bebas diberi simbol X. Regresi sederhana ini menyatakan hubungan kausalitas antara dua variabel dan memperkirakan nilai variabel terikat berdasarkan nilai variabel bebas. Persamaan yang dipergunakan untuk memprediksi nilai variabel Y disebut dengan persamaan regresi.
Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melihat bentuk pengaruh dari pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra secara model matematis. Analisis regresi linear sederhana (Anwar Sanusi, 2011 : 131) dinyatakan dengan persamaan matematika, yaitu :
Model regresi linear sederhana Y = a + bX + e
Model regresi taksiran dengan perhitungan metode kuadrat terkecil Ŷ = a + bx
dimana :
Y = Nilai prediksi pembentukkan citra
a = Koefisien Intercept yang menyatakan perpotongan garis regresi dengan sumbu Y untuk X = 0; Koefisien Intercept diinterprestasikan sebagai nilai bagi Y ketika X = 0 b = Kemiringan atau slope atau perubahan rata-rata dalam ў
61
peningkatan maupun penurunan X = Sponsorship
Nilai a dan b diperoleh melalui metode kuadrat terkecil (Least
Square Methode) dengan syarat bahwa data mengikuti distribusi normal.
Dengan metode kuadrat terkecil, Nilai b (koefisien regresi) dan a (konstanta) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut;
(
)( )
(
)
∑
∑
∑
∑
∑
∑
∑
= = − = − − = X n X Y n Y X b Y a n X X n Y X XY b 1 1 __ __ __ __ 2 2Setelah didapat persamaan regresi taksiran yaitu Ŷ = a + bX maka kita harus melakukan pengujian terhadap koefisien regresinya (b) untuk mengetahui apakah pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y signifikan/berarti atau tidak.
1.7.4 Analisis Korelasi Pearson
Fungsi utama dari analisis korelasi adalah untuk menentukan seberapa erat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dengan syarat variabel tersebut harus berskala minimal interval dengan syarat utama adalah sampelnya berdistribusi normal, maka untuk
62
analisisnya dapat digunakan analisis korelasi pearson dengan rumus sebagai berikut :
Dimana Y = variabel terikat; X = variabel bebas; dan n = banyaknya pengamatan.
Dari hasil yang diperoleh dengan rumus diatas dapat diketahui tingkat keeratan hubungan variabel X dengan variabel Y.
Pada hakekatnya, nilai r dapat bervariasi dari -1 hingga +1, atau secara matematis dapat ditulis menjadi -1 < r < +1
• Bila r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali sehingga tidak mungkin ada pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y.
• Bila r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel dikatakan positif dan sangat kuat sekali.
• Bila r = -1 atau mendekati -1, maka korelasinya dikatakan sangat kuat dan negatif.
Tanda positif (+) dan negatif (-) pada koefisien korelasi memiliki arti yang khas. Bila r positif, maka korelasi antara dua variabel bersifat searah. Dengan kata lain, kenaikan atau penurunan nilai-nilai variabel independen terjadi bersama-sama dengan kenaikan atau penurunan nilai-nilai variabel dependen. Sebaliknya, bila r negatif kenaikan nilai-nilai-nilai-nilai variabel independen terjadi bersama-sama penurunan nilai variabel
(
) ( )( )
( )
{
∑
∑
−∑
∑
}
{
∑
∑
−( )
∑
}
− = 2 2 2 2 X n Y Y X n Y X XY n r63
dependen atau sebaliknya. Untuk dapat menginterpretasikan besarnya koefisien korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen, penulis menyajikan keeratan hubungan tersebut dalam bentuk tabel 3.2 berikut ini :
Tabel 3.2 Kriteria Nilai Korelasi
1 ≤ r ≤ + 1 Tingkat Keeratan
0,80 – 1,00 Korelasi sangat kuat atau sempurna 0,60 – 0,79 Korelasi kuat
0,40 – 0,59 Korelasi sedang 0,20 – 0,39 Korelasi rendah
0,00 – 0,19 Tidak ada korelasi atau korelasi lemah Sumber : Sugiono (2001:183)
1.7.5 Analisis Koefisien Determinasi
Setelah dilakukan perhitungan koefisien korelasi maka selanjutnya dilakukan perhitungan koefisien determinasi untuk menentukan berapa besar pengaruh pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra PT. Pertiwi Agung (Landson). Perhitungan koefisien determinasi dapat dilakukan sebagai berikut :
% 100 2× = r KD Dimana : KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi Pearson
64 1.7.6 Uji Hipotesis dengan Uji-t
Data yang digunakan untuk menguji konseptual yang dikemukakan dalam suatu penelitian merupakan data yang berasal dari suatu sampel berukuran (n), maka harus diuji keberartian koefisien korelasi dengan menggunakan Uji-t : 2 1 2 r n r t − − =
Pada akhirnya nilai t-hitung yang dapat dibandingkan dengan t-tabel
df
dengan = n-2, dan kriteria penolakannya adalah tolak H0 apabila t-hitung ≥ t-tabel
Untuk menentukan apakah H
.
0
Hipotesis penelitian yang akan diuji adalah sebagai berikut :
diterima atau ditolak maka digunakan model uji statistik t yang mengukur pengaruh sponsorship secara keseluruhan terhadap pembentukan citra .
H0:ρ = Pemberian sponsorship tidak berpengaruh terhadap
pembentukan citra PT. Pertiwi Agung (Landson).
H1:ρ = Pemberian sponsorship berpengaruh signifikan terhadap
pembentukan citra PT. Pertiwi Agung (Landson). Untuk menentukan nilai t-hitung
df
tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 5% dan = n-2. Untuk menentukan apakah H0 ditolak atau
diterima perlu dibandingkan t-hitung dan t-tabel. Jika t-hitung > t-tabel, maka H0
ditolak dan H1 diterima. Jika t-hitung < t-tabel, maka H0 diterima dan Ha