• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

46

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

1.1 Obyek Penelitian

1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan

PT. Pertiwi Agung atau yang lebih dikenal dengan sebutan Landson didirikan pada tahun 1966 adalah perusahaan manufaktur farmasi yang memproduksi obat-obatan jenis ethical dan juga produk obat-obatan untuk jenis over the counter (OTC). Pada tahun 1984, perusahaan ini diakuisisi dan menjadi bagian dari Mensa Grup. Dibawah manajemen baru, PT. Pertiwi Agung (Landson) telah berhasil mengalami pertumbuhan yang relatif konstan.

Sejak menjadi bagian dari Grup Mensa, PT. Pertiwi Agung (Landson) memperluas jangkauan produk dalam obat sintetis dan obat-obatan herbal. Melalui strategi pemasaran yang komfrehensif yang didukung oleh lebih dari 700 tenaga penjualan, PT. Pertiwi Agung (Landson) telah mencapai pangsa pasar yang signifikan dan menetapkan dirinya menjadi salah satu perusahaan farmasi yang berkembang di Indonesia.

Dengan mendukung kekuatan pemasaran yang solid diseluruh Indonesia, secara bertahap PT. Pertiwi Agung (Landson) telah diakui keberadaannya dipasar farmasi. PT. Pertiwi Agung (Landson) juga terus

(2)

47

mencari negara-negara potensial lainnya yang cocok untuk pemasaran produknya dan menjadi terkenal di dunia.

1.1.2 Filosofi dari logo, dimensi dan warna PT. Pertiwi Agung

Dasar ideologi PT. Pertiwi Agung (Landson) adalah “Meningkatkan kualitas hidup” maksudnya, PT. Pertiwi Agung (Landson) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik semua manusia, termasuk kemampuan mereka untuk berfungsi dalam memiliki hidup harmonis dengan melindungi mereka dengan obat-obatan yang berkualitas.

1) Merek filsafat belakang warna dan font

Kepercayaan pada diri sendiri, muda, stabil, tenang, cerdas, adoptabel dan dinamika.

2) Merek ekspresi belakang − Muda, modern, dinamika − Berani

− Bersedia untuk mengubah − Eksperimental

− Bahagia

3) Visi, Misi dan Nilai 1. Visi

Menjadi salah satu perusahaan kesehatan terkemuka di Indonesia dan diakui dipasar global dalam bidang produk kesehatan.

(3)

48 2. Misi

Menyediakan produk kesehatan bermutu, terpercaya dan bermanfaat untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

3. Nilai-nilai

− Selalu menjunjung tinggi setiap komitmen.

− Mengutamakan keseimbangan hubungan usaha dan hubungan jangka panjang.

− Menumbuh kembangkan upaya-upaya inovatif. − Selalu berusaha mencapai yang terbaik.

− Mengusahakan perbaikan yang berkesinambungan.

Pada tahun 1993, PT. Pertiwi Agung (Landson) mendirikan pabrik manufaktur baru di Bekasi, Indonesia. Pabrik baru ini menempati sekitar 1,3 hektar lahan, dilengkapi dengan fasilitas produksi baru yang memungkinkan untuk kapasitas produksi meningkat termasuk penelitian dan pengembangan serta kualitas kontrol.

Pada Juli 1994, PT. Pertiwi Agung (Landson) menerima sertifikat GMP dari Badan Pengawasan Produksi Obat dan Makanan (BP POM), untuk tablet, tablet salut, kapsul keras, cairan oral/sirup, krim/salep, larutan topikal dan juga mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu EN ISO 9001-2000 Nomor 04.100-300.482 pada Maret 2003 dan ditingkatkan menjadi ISO 9001-2008 Nomor 16.100.0590 pada Maret 2009. Baru-baru

(4)

49

ini PT. Pertiwi Agung (Landson) memperbaharui pabrik untuk menyesuaikan dengan persyaratan cGMP saat ini. Berdasarkan data 2008-2007 dan IMS, PT. Pertiwi Agung (Landson) diindikasikan sebagai salah satu industri farmasi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan perusahaan juga tertarik untuk memperluas posisinya ke pasar global, ekspor ke beberapa negara termasuk Nigeria, Malaysia, Singapura, Mongolia, dan Kamboja.

Dengan mendapatkan peringkat "A" pemetaan yang dilakukan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Landson telah membuat investasi yang signifikan dan memperluas fasilitas produksi dan baru-baru upgrade pabrik dalam rangka untuk memenuhi persyaratan cGMP dan standar internasional lainnya pabrik manufaktur telah mengalami ekspansi besar dari aslinya yaitu awalnya bangunan 2.500 m2 sampai 8.000 m2

1.1.3 Keunggulan Produksi

, membuat ruangan untuk fasilitas produksi tambahan dan teknologi termasuk lini "kapsul lunak" dan "sachet bubuk efervesen".

PT. Pertiwi Agung (Landson) memiliki berbagai produk dalam rentang berikut dan kami melakukan upaya untuk terus memperkenalkan produk baru ke pasar. Gagasan produk yang baik berasal dari bahan baku yang baik adalah apa yang kita paling perhatian. Itu adalah komitmen dasar PT. Pertiwi Agung (Landson) untuk menyediakan berbagai produk farmasi yang canggih untuk para pelanggannya. Tujuannya adalah untuk

(5)

50

memproduksi produk berkualitas dan efektif yang akan bermanfaat dalam penyembuhan kondisi pasien.

1) Kapsul lunak (soft capsule)

Kapsul Lunak proses produksi PT. Pertiwi Agung (Landson) didukung oleh teknologi canggih dan peralatan, desain pabrik cGMP encapsulating memiliki bagian kontak semua terbuat dari Stainless Steel 316, validatable sistem GMP, dan pompa garis yang bersih. Ini adalah keadaan sistem seni, dirancang untuk merangkum semua jenis kapsul lunak, suplemen makanan farmasi, vitamin, obat tradisional dan kosmetik. Mesin Kapsul lunak PT. Pertiwi Agung (Landson) mampu memproduksi skala besar di urutan 250 juta kapsul per tahun, dengan ukuran yang paling populer (8 Minims lonjong).

2) Bubuk efervesen (effervescent powder)

Bubuk effervescent dalam sachet adalah bentuk sediaan yang unik yang memerlukan perhatian khusus mulai dari pengolahan bahan baku, pencampuran dan mengisi ke dalam sachet. Proses produksi effervescent PT. Pertiwi Agung (Landson) mengikuti teknologi canggih dan mesin, sesuai dengan cGMP desain pabrik effervescent. Para Sachet Filling

Machine merupakan salah satu fase paling kritis untuk produksi batch

bubuk yang sempurna efervesen, yang merupakan proses yang lebih menuntut daripada pembuatan bubuk lainnya, tablet dan kapsul keras, karena bubuk effervescent harus diisi dan disegel dalam proses di bawah kondisi kelembaban rendah dan suhu dikendalikan secara akurat.

(6)

51 1.1.4 Lokasi Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengambil lokasi di RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi, Jl. Raya Pondok Kopi, Jakarta Timur. Penulis menganggap bahwa lokasi tersebut dapat dijadikan subyek sampel yang nantinya digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra perusahaan PT. Pertiwi Agung (Landson).

1.2 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel X dan variabel Y adalah dengan menggunakan metode penelitian korelasional.

Metode penelitian korelasional yaitu metode penelitian yang dirancang untuk meneliti bagaimana kemungkinan pengaruh yang terjadi antarvariabel dengan memperhatikan besaran koefisien korelasi. Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian korelasional adalah keeratan pengaruh antar variabel penelitian, bukan pada sebab dan penyebab terjadinya pengaruh tersebut.

1.3 Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti yang kebenarannya perlu diuji secara empiris. Jawaban tersebut adalah dasar dari penelitian yang dilakukan penulis yang

(7)

52

kemungkinan besar menjadi suatu kebenaran. Dalam melakukan penelitian ini yang akan diuji adalah diduga adanya pengaruh pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra perusahaan PT. Pertiwi Agung (Landson) sebagai berikut:

H0

pembentukan citra perusahaan.

: Tidak terdapat pengaruh pada pemberian sponsorship terhadap

H1

Atau dengan uji hipotesis dalam kalimat statistiknya sebagai berikut : : Terdapat pengaruh signifikan pada pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra perusahaan.

H0

H

: r = 0 (maka X tidak mempengaruhi Y, r = 0)

1 : r ≠ 0 (maka X mempengaruhi Y, r ≠ 0)

1.4 Variabel dan Skala Pengukuran

Dalam melakukan suatu hasil penelitian sangat diperlukan adanya pengukuran sebagai dasar atau batasan – batasan, agar dalam penelitian ini tidak menyimpang jauh dari pokok permasalahan yang dibahas. Masalah yang diteliti bersumber pada dua hal, yaitu pengaruh pemberian

sponsorship sebagai variabel bebas (X) dan pembentukan citra perusahaan

sebagai variabel tidak bebas (Y). Sponsorship adalah cara menciptakan kekayaan untuk melayani kepentingan publik. Sedangkan yang dimaksud dengan citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya (Frank Jefkins, 2004). Namun banyak penelitian mengenai pengaruh-pengaruh

(8)

53

dari suatu sponsorship tidak dapat dikemukakan dan dijelaskan secara teoritis bagaimana sponsorship tersebut bekerja dan mempengaruhi pikiran konsumen (e.g., Cornwell et al. 2000). Pengaruh pemberian sponsorship ini diukur dengan melihat aspek sesuai atribut sponsorship.

Metode pengukuran terhadap variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang merupakan metode pengukuran dengan skala interval yaitu skala memiliki urutan dan memiliki interval atau jarak yang sama diantara kategori atau titik – titik terdekatnya.

Nilai untuk skala tersebut adalah :

a. Sangat Setuju ( SS ) : Skor nilai 5 b. Setuju ( S ) : Skor nilai 4 c. Netral ( N ) : Skor nilai 3 d. Tidak Setuju ( TS ) : Skor nilai 2 e. Sangat Tidak Setuju ( STS ) : Skor nilai 1

Definisi operasional variabel merupakan suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau memspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variable tersebut, tujuannya untuk memberikan batasan dan penjelasan dalam rangka analisis lebih lanjut.

(9)

54

Untuk memperjelas kedudukan setiap variabel yang diteliti maka penulis akan mengoperasionalkan variabel-variabel tersebut. Operasionalisasi variabel dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Sumber:

1. Balmer (2001)”Corporate identity, Corporate branding and Corporate marketing:

seeingthrough the”, Europen Journal of Marketing, Vol. 35.

2. Frombun (1996), Reputation: Realizing Value from Corporate Change, Harvard Business School Press, USA.

3. Jefkins disempurnakan oleh Yadin (2004), Public Relations edisi kelima.

4. Marie Grey & Reid (2006), Event Sponsorship: Membangun Kemitraan dengan Sponsor

untuk Kelancaran dan Profitabilitas Event.

1.5 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Wawancara

Variabel Sub Variabel Indikator

Sponsorship (X)

Penyediaan sejumlah sumber daya (uang,peralatan,SDM, dll)

untuk mendukung suatu kegiatan

Types of supporting

Bentuk/Jenis dukungan yang diberikan perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan

prescribers Provosion of

support mechanisms

Mekanisme pemberian dukungan sponsorship yang dilakukan oleh PT. Pertiwi Agung

Pembentukan Citra Perusahaan(Y) Keseluruhan persepsi

seseorang terhadap perusahaan yang dibentuk

melalui proses informasi yang diperoleh dari berbagai

sumber

Personality

Keseluruhan karakteristik perusahaan yang dipahami publik sasaran melalui program

sponsorship

Reputation

Hal yang telah dilakukan perusahaan yang diyakini publik sasaran berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak pihak lain

Value Nilai-nilai (budaya perusahaan)

yang dimiliki PT. Pertiwi Agung

Coporate Identity

Komponen-komponen yang mempermudah pengenalan publik sasaran terhadap perusahaan seperti logo, warna dan slogan

(10)

55

Merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian atau dengan cara melalui alat komunikasi, seperti pesawat telepon sehingga dapat langsung berkomunikasi dengan pihak manajemen perusahaan.

2. Kuesioner

Pengumpulan data ini sering tidak memerlukan kehadiran peneliti, namun cukup diwakili melalui penyebaran kuesioner dengan pertanyaan yang telah disusun secara cermat terlebih dahulu. 3. Study literatur

Mengumpulkan data skunder yang berhubungan dengan obyek penelitian melalui :

• Buku-buku literatur • Majalah atau jurnal • Home page atau Website

1.6 Populasi Dan Sampel 1.6.1 Populasi

Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan (Anwar Sanusi, 2011).

Populasi (N) penelitian yang diambil adalah populasi dokter-dokter yang berpraktek di RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi, yang terdiri dari

(11)

56

dokter umum dan dokter spesialis. Berdasarkan list jadwal praktek dokter yang dibuat oleh bagian administrasi RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi diketahui dokter-dokter yang berpraktek sebanyak 88 orang.

1.6.2 Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random

sampling) yaitu proses memilih satuan sampling sedemikian rupa sehingga

setiap satuan sampling dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk terpilih kedalam sampel (Anwar Sanusi, 2011 : 89).

Agar lebih efektif dan efisien maka penulis menerapkan jumlah sampel (n) dari jumlah keseluruhan dokter yang praktek di RS. Islam Jakarta Timur Pondok Kopi sebanyak 47 orang.

Untuk mengetahui besarnya sampel (n) maka digunakan rumus Slovin, dimana Slovin memasukkan unsur kelonggaran ketidaktelitian (α = 0,1) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditoleransi adalah sebagai berikut:

( )

2+1 = α N N n

( )

0,1 1 88 88 2 + = n

(12)

57 47 808511 , 46 88 , 1 88 ≈ = = n

1.7 Metode Analisis Data 1.7.1 Pengujian Data

Dalam penelitian ini, hasil pengumpulan data berupa hasil penyebaran kuesioner kepada responden, kemudian akan diolah (melakukan uji statistik) dengan menggunakan beberapa teknik atau metode uji statistik antara lain :

a. Validitas b. Reliabilitas

Dimana uji validitas menggunakan rumus Corelation product

moment dan uji reliabilitas ini menggunakan metode Cronbach

(Alpha/Reliability analysis). a. Uji Validitas

Pengujian validitas data dilakukan pada setiap butir pertanyaan (kuesioner), apakah valid atau tidak valid. Instrumen penelitian yang valid berarti bahwa instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pengujian validitas ini dilakukan terhadap butir-butir pertanyaan (kuesioner) dengan melihat nilai mean dan standar deviasinya.

Pengujian validitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

(13)

58 Dimana :

n = jumlah responden

X = skor per item pertanyaan

Y = skor total

b. Uji Reliabilitas

Setelah dilakukan pengujian validitas data, kemudian dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas data. Pengujian ini dilakukan untuk menganalisa data/instrumen penelitian, berupa butir-butir pernyataan (kuesioner), apakah reliabel atau tidak reliabel. Metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas data ini menggunakan Cronbach Alpha. Instrumen penelitian yang reliabel berarti bahwa intrumen tersebut dapat digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama. Pengujian reliabilitas ini dilakukan terhadap butir-butir pernyataan (kuesioner) dengan melihat nilai r (alpha) pada tabel reliabilitas data.

Pengujian Reliabilitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

      ∑ −     − = 22 11 1 1 t i S S K K r

Sedangkan untuk menghitung St2 dan 2 i

S dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

(

) ( )( )

( )

{

}

{

( )

}

− = 2 2 2 2 Y Y n X X n Y X XY n r

(14)

59      ∑ −    ∑ = 2 2 2 ( ) n X n X St       −       = 2 2 n JK n JK Si I s Keterangan :

r = rata-rata korelasi antar variabel

K = banyaknya item yang menjadi variabel laten manifes

2 t

S = harga varians total

2 i

S = jumlah varians item

I

JK = jumlah kuadrat seluruh skor item, dan

I

JK = harga varians item

Untuk memudahkan dalam melakukan perhitungan validitas dan reliabilitas data yang dilakukan dalam penelitian tugas akhir ini, peneliti menggunakan alat bantu Software SPSS Statistics 17.0 for windows.

1.7.2 Asumsi Dasar dengan Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas antara lain Uji Chi-Kuadrat, Uji Liliefors dan Uji Kolmogorov-Smirnov. Dalam penelitian ini yang akan dipakai adalah Uji Kolmogorov-Smirnov.

(15)

60 1.7.3 Analisis Regresi Linier Sederhana

Pada umumnya, regresi linear sederhana terdiri atas dua variabel. Satu variabel yang berupa variabel terikat/tergantung diberi simbol Y dan variabel kedua yang berupa variabel bebas diberi simbol X. Regresi sederhana ini menyatakan hubungan kausalitas antara dua variabel dan memperkirakan nilai variabel terikat berdasarkan nilai variabel bebas. Persamaan yang dipergunakan untuk memprediksi nilai variabel Y disebut dengan persamaan regresi.

Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melihat bentuk pengaruh dari pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra secara model matematis. Analisis regresi linear sederhana (Anwar Sanusi, 2011 : 131) dinyatakan dengan persamaan matematika, yaitu :

Model regresi linear sederhana Y = a + bX + e

Model regresi taksiran dengan perhitungan metode kuadrat terkecil Ŷ = a + bx

dimana :

Y = Nilai prediksi pembentukkan citra

a = Koefisien Intercept yang menyatakan perpotongan garis regresi dengan sumbu Y untuk X = 0; Koefisien Intercept diinterprestasikan sebagai nilai bagi Y ketika X = 0 b = Kemiringan atau slope atau perubahan rata-rata dalam ў

(16)

61

peningkatan maupun penurunan X = Sponsorship

Nilai a dan b diperoleh melalui metode kuadrat terkecil (Least

Square Methode) dengan syarat bahwa data mengikuti distribusi normal.

Dengan metode kuadrat terkecil, Nilai b (koefisien regresi) dan a (konstanta) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut;

(

)( )

(

)

= = − = − − = X n X Y n Y X b Y a n X X n Y X XY b 1 1 __ __ __ __ 2 2

Setelah didapat persamaan regresi taksiran yaitu Ŷ = a + bX maka kita harus melakukan pengujian terhadap koefisien regresinya (b) untuk mengetahui apakah pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y signifikan/berarti atau tidak.

1.7.4 Analisis Korelasi Pearson

Fungsi utama dari analisis korelasi adalah untuk menentukan seberapa erat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dengan syarat variabel tersebut harus berskala minimal interval dengan syarat utama adalah sampelnya berdistribusi normal, maka untuk

(17)

62

analisisnya dapat digunakan analisis korelasi pearson dengan rumus sebagai berikut :

Dimana Y = variabel terikat; X = variabel bebas; dan n = banyaknya pengamatan.

Dari hasil yang diperoleh dengan rumus diatas dapat diketahui tingkat keeratan hubungan variabel X dengan variabel Y.

Pada hakekatnya, nilai r dapat bervariasi dari -1 hingga +1, atau secara matematis dapat ditulis menjadi -1 < r < +1

• Bila r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali sehingga tidak mungkin ada pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y.

• Bila r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel dikatakan positif dan sangat kuat sekali.

• Bila r = -1 atau mendekati -1, maka korelasinya dikatakan sangat kuat dan negatif.

Tanda positif (+) dan negatif (-) pada koefisien korelasi memiliki arti yang khas. Bila r positif, maka korelasi antara dua variabel bersifat searah. Dengan kata lain, kenaikan atau penurunan nilai-nilai variabel independen terjadi bersama-sama dengan kenaikan atau penurunan nilai-nilai variabel dependen. Sebaliknya, bila r negatif kenaikan nilai-nilai-nilai-nilai variabel independen terjadi bersama-sama penurunan nilai variabel

(

) ( )( )

( )

{

}

{

( )

}

− = 2 2 2 2 X n Y Y X n Y X XY n r

(18)

63

dependen atau sebaliknya. Untuk dapat menginterpretasikan besarnya koefisien korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen, penulis menyajikan keeratan hubungan tersebut dalam bentuk tabel 3.2 berikut ini :

Tabel 3.2 Kriteria Nilai Korelasi

1 ≤ r ≤ + 1 Tingkat Keeratan

0,80 – 1,00 Korelasi sangat kuat atau sempurna 0,60 – 0,79 Korelasi kuat

0,40 – 0,59 Korelasi sedang 0,20 – 0,39 Korelasi rendah

0,00 – 0,19 Tidak ada korelasi atau korelasi lemah Sumber : Sugiono (2001:183)

1.7.5 Analisis Koefisien Determinasi

Setelah dilakukan perhitungan koefisien korelasi maka selanjutnya dilakukan perhitungan koefisien determinasi untuk menentukan berapa besar pengaruh pemberian sponsorship terhadap pembentukan citra PT. Pertiwi Agung (Landson). Perhitungan koefisien determinasi dapat dilakukan sebagai berikut :

% 100 2× = r KD Dimana : KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi Pearson

(19)

64 1.7.6 Uji Hipotesis dengan Uji-t

Data yang digunakan untuk menguji konseptual yang dikemukakan dalam suatu penelitian merupakan data yang berasal dari suatu sampel berukuran (n), maka harus diuji keberartian koefisien korelasi dengan menggunakan Uji-t : 2 1 2 r n r t − − =

Pada akhirnya nilai t-hitung yang dapat dibandingkan dengan t-tabel

df

dengan = n-2, dan kriteria penolakannya adalah tolak H0 apabila t-hitung ≥ t-tabel

Untuk menentukan apakah H

.

0

Hipotesis penelitian yang akan diuji adalah sebagai berikut :

diterima atau ditolak maka digunakan model uji statistik t yang mengukur pengaruh sponsorship secara keseluruhan terhadap pembentukan citra .

H0:ρ = Pemberian sponsorship tidak berpengaruh terhadap

pembentukan citra PT. Pertiwi Agung (Landson).

H1:ρ = Pemberian sponsorship berpengaruh signifikan terhadap

pembentukan citra PT. Pertiwi Agung (Landson). Untuk menentukan nilai t-hitung

df

tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 5% dan = n-2. Untuk menentukan apakah H0 ditolak atau

diterima perlu dibandingkan t-hitung dan t-tabel. Jika t-hitung > t-tabel, maka H0

ditolak dan H1 diterima. Jika t-hitung < t-tabel, maka H0 diterima dan Ha

Gambar

Tabel 3.2  Kriteria Nilai Korelasi   1  ≤ r ≤ + 1  Tingkat Keeratan

Referensi

Dokumen terkait

Metodologi yang digunakan meliputi: evaluasi kinerja jalan Pantura menggunakan MKJI 1997; analisa lalu lintas yang teralihkan ke jalan tol menggunakan kurva

1) Setelah mendapat ijin dari pihak Puskesmas Nalumsari Jepara, maka peneliti mengadakan identifikasi calon responden dengan cara menjelaskan tujuan, manfaat, peran serta

Permohonan kredit yang seharusnya seorang analis kredit sangat mengerti bahwa seharusnya ia tidak meloloskan permohonan kredit itu karena tidak dipenuhinya suatu

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan membuat sebuah rancangan prototype sistem informasi pelayanan

panjangnya ukuran akar lamun dibandingkan dengan stasiun C, karena Ketika kondisi unsur hara dalam substrat lebih tinggi dibandingkan dengan kolom perairan, maka

Penelitian yang dilakukan oleh Nugrahanti, Darsono (2014) meneliti tentang pengaruh audit tenure, spesialisasi kantor akuntan publik dan ukuran perusahaan terhadap

Pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan angket yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa dan guru setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan

a. Kreativitas bukan hanya menciptakan sesuatu yang baru, melainkan juga harus memiliki nilai kemanfaatan. Guru yang kreatif harus mampu memberikan pendidikan yang