• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pergaulan Remaja Kristen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pergaulan Remaja Kristen"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERGAULAN REMAJA KRISTEN

PERGAULAN REMAJA KRISTEN

Sejak semula manusia diciptakan Tuhan untuk saling bersekutu (bergaul) dengan seluruh ciptaan Tuhan (semua mahluk). Jika kita Sejak semula manusia diciptakan Tuhan untuk saling bersekutu (bergaul) dengan seluruh ciptaan Tuhan (semua mahluk). Jika kita membaca Kejadian 1 : 28 tentang : “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas membaca Kejadian 1 : 28 tentang : “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. Perintah Tuhan itu bukanlah semata-mata ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. Perintah Tuhan itu bukanlah semata-mata menunjuk kepada perintah untuk berkeluarga dan berketurunan, serta menguasai segala mahluk. Tapi perlu dilihat bahwa perintah menunjuk kepada perintah untuk berkeluarga dan berketurunan, serta menguasai segala mahluk. Tapi perlu dilihat bahwa perintah dimana Tuhan menginginkan manusia itu untuk membentuk pergaulan baik diantara sesama manusia juga terhadap mahluk lain. dimana Tuhan menginginkan manusia itu untuk membentuk pergaulan baik diantara sesama manusia juga terhadap mahluk lain. Bagaimana pergaulan itu tercipta dan terjalin antara sesama dalam keluarga, pun bagaimana pergaulan dengan mahluk lainnya. Bagaimana pergaulan itu tercipta dan terjalin antara sesama dalam keluarga, pun bagaimana pergaulan dengan mahluk lainnya. Seja

Sejarah rah perjalperjalanan bangsa anan bangsa IsraeIsrael l dari Mesir menuju dari Mesir menuju KanaanKanaan, , pun pun menggmenggambarkambarkan an bagaibagaimana keinginan Tuhan mana keinginan Tuhan membemembentuk satuntuk satu persekutuan antara sesama di tengah-tengah satu bangsa. Selama kurun waktu 40 tahun (perjalanan dari Mesir ke Kanaan) Tuhan persekutuan antara sesama di tengah-tengah satu bangsa. Selama kurun waktu 40 tahun (perjalanan dari Mesir ke Kanaan) Tuhan memberikan waktu untuk proses pembentukan satu bangsa yaitu bangsa Israel, waktu yang cukup lama. Sejarah itu menorehkan satu memberikan waktu untuk proses pembentukan satu bangsa yaitu bangsa Israel, waktu yang cukup lama. Sejarah itu menorehkan satu pemahaman yang besar, dimana persekutuan / pergaulan yang baik di tengah-tengah sesama dan pergaulan yang benar antara manusia pemahaman yang besar, dimana persekutuan / pergaulan yang baik di tengah-tengah sesama dan pergaulan yang benar antara manusia (bangsa) dengan Tuhan, akan mendatangkan berkat. Dan sebaliknya pergaulan yang tidak benar akan mendatangkan malapetaka dan (bangsa) dengan Tuhan, akan mendatangkan berkat. Dan sebaliknya pergaulan yang tidak benar akan mendatangkan malapetaka dan hukuman. Untuk itulah sebagai umat Kristen kita perlu mengingat kembali panggilan dan perintah Tuhan untuk dapat bergaul dengan baik hukuman. Untuk itulah sebagai umat Kristen kita perlu mengingat kembali panggilan dan perintah Tuhan untuk dapat bergaul dengan baik dan benar terhadap : alam (mahluk lain), sesama manusia, dan Tuhan.

dan benar terhadap : alam (mahluk lain), sesama manusia, dan Tuhan. Bergaul dengan Alam (Mahluk lain)

Bergaul dengan Alam (Mahluk lain)

Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, termasuk manusia dan mahluk lain dengan sempurna, indah dan penuh Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, termasuk manusia dan mahluk lain dengan sempurna, indah dan penuh kedamaian serta cinta kasih. Namun sejak manusia jatuh ke dalam dosa, mengakibatkan terjadinya perubahan penciptaan, hidup yang kedamaian serta cinta kasih. Namun sejak manusia jatuh ke dalam dosa, mengakibatkan terjadinya perubahan penciptaan, hidup yang ind

indah ah dan dan penupenuh h kedkedamaamaian ian berbergantganti i dendengan gan kehkehiduidupan pan yanyang g penupenuh h dengdengan an kekkekacaacauan uan dan dan permpermusuusuhanhan. . AkiAkibat bat tirtirani ani dosdosa,a, permu

permusuhan antar ular suhan antar ular dan dan manusmanusia pun ia pun terjterjadi, pembunuhaadi, pembunuhan n (kis(kisah ah Kain dan Kain dan HabelHabel) ) pun mulai terlahirpun mulai terlahir, , kekerkekerasan hidup asan hidup pun mulaipun mulai nampak, persaingan-persaingan pun tidak dapat dihindarkan. Dan kenyataan itu pun harus kita rasakan sampai sekarang ini. Bagaimana nampak, persaingan-persaingan pun tidak dapat dihindarkan. Dan kenyataan itu pun harus kita rasakan sampai sekarang ini. Bagaimana ma

manusnusia ia yayang ng papada da mumulalanynya a didipeperirintntahahkakan n ununtutuk k memengnguauasasai i alalam am sesertrta a isisininya ya dedengngan an penpengegertrtiaian n memengngususahahakakan an dadann mengembangkannya dengan baik menjadi berubah dengan menguasainya dan mempergunakannya dengan semena-mena. Alam dan mengembangkannya dengan baik menjadi berubah dengan menguasainya dan mempergunakannya dengan semena-mena. Alam dan segal

segala a isinisinya ya pun pun menjmenjadi adi sasarsasaran an kesemekesemena-mena-menaan naan dan dan keberikeberingasan manusia. ngasan manusia. PengruPengrusakan tumbuh-tumsakan tumbuh-tumbuhan, pemusnahanbuhan, pemusnahan binat

binatang-biang-binatangnatang, , pengekpengeksploisploitasiatasian n alam yang alam yang mengakmengakibatkibatkan an keruskerusakan di akan di semua belahan semua belahan dunia. Dan dunia. Dan kalau boleh kalau boleh saya katakan,saya katakan, sebaliknya pun alam dan mahluk lain pun kini benar-benar membuat permusuhan yang besar terhadap manusia. Ini terbukti dari sebaliknya pun alam dan mahluk lain pun kini benar-benar membuat permusuhan yang besar terhadap manusia. Ini terbukti dari banyaknya bencana alam yang terjadi, gempa, banjir, kekeringan, musim yang tidak menentu, ditambah lagi penyakit yang disebabkan banyaknya bencana alam yang terjadi, gempa, banjir, kekeringan, musim yang tidak menentu, ditambah lagi penyakit yang disebabkan ole

oleh h binbinataatang-ng-binbinataatang, ng, antantrakraks, s, DBDBD, D, Flu Flu burburungung, , dsbdsb. . PerPergaulgaulan an manmanusiusia a dengdengan an cipciptaataan n lailain n sudasudah h betbetul-ul-betbetul ul rusrusak ak dandan menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi semuanya. Untuk itu, sudah saatnya sebagai umat Kristen kita mengkaji ulang menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi semuanya. Untuk itu, sudah saatnya sebagai umat Kristen kita mengkaji ulang tentang panggilan dan perintah penciptaan itu, untuk hidup dalam damai sejahtera dalam persekutuan dan pergaulan yang baik terhadap tentang panggilan dan perintah penciptaan itu, untuk hidup dalam damai sejahtera dalam persekutuan dan pergaulan yang baik terhadap alam dan segala mahluk ciptaan lainnya.

alam dan segala mahluk ciptaan lainnya. Bergaul dengan Sesama 

Bergaul dengan Sesama 

Sejak pembunuhan yang dilakukan oleh Kain terhadap Habel, timbullah permusuhan antara sesama manusia. Dan memang kisah Adam Sejak pembunuhan yang dilakukan oleh Kain terhadap Habel, timbullah permusuhan antara sesama manusia. Dan memang kisah Adam dan Hawa pun sudah membersitkan suatu permusuhan yang saling mempersalahkan antara sesama manusia. Akibatnya terjadilah dan Hawa pun sudah membersitkan suatu permusuhan yang saling mempersalahkan antara sesama manusia. Akibatnya terjadilah persaingan-persaingan yang tidak sehat yang sampai menimbulkan permusuhan dan pembunuhan. Ketidak perdulian (egois) pun persaingan-persaingan yang tidak sehat yang sampai menimbulkan permusuhan dan pembunuhan. Ketidak perdulian (egois) pun menjadi penyebab utamanya. Hidup yang pada mulanya penuh dengan cinta kasih dan kedamaian berubah menjadi hidup yang saling menjadi penyebab utamanya. Hidup yang pada mulanya penuh dengan cinta kasih dan kedamaian berubah menjadi hidup yang saling mempersalahkan, egois mau untung sendiri, dan akhirnya saling memusnahkan. Padahal perintah beranak-cuculah dan bertambah mempersalahkan, egois mau untung sendiri, dan akhirnya saling memusnahkan. Padahal perintah beranak-cuculah dan bertambah banyak serta penuhilah bumi, sedikitpun tidak mengandung pengertian untuk saling memusnahkan, tapi benar-benar perintah untuk banyak serta penuhilah bumi, sedikitpun tidak mengandung pengertian untuk saling memusnahkan, tapi benar-benar perintah untuk sa

(2)

Sungguh amat tragis memang, kenyataan pun tidak dapat dipungkiri, bagaimana perselisihan dan ketidakpedulian antara sesama manusia yang kita saksikan sekarang ini. Penganiayaan sudah merupakan hal yang biasa, permusuhan seolah-olah menjadi tradisi, pembunuhan pun bukan berita langka lagi. Tidak ada kedamaian, kasih sudah gersang, kebersamaan mulai pudar, pergaulan yang benar sangat langka. Dalam hidup berkebangsaan pun, sebagai satu bangsa dan satu tanah air pun bahkan satu suku dan keturunan, tak luput dari pertikaian dan permusuhan, saling menyikut, saling menekan, saling menghantam dan saling menjatuhkan. Ironisnya, manusia seolah-olah tidak menyadarinya, bahkan semakin terlena dan berlomba-lomba hanya untuk dirinya sendiri. Dan lebih tragisnya lagi, mengaku diri sebagai umat Kristen pun tidak luput terkena imbas, di tengah-tengah persekutuan yang menamakan dirinya Kristen dan bersimbol gereja pun terjadi ketidak perdulian antara sesama bahkan sampai kepada permusuhan dan perpecahan. Persekutuan dan pergaulan itu sepertinya hanya topeng dan ritus-ritus belaka. Kasih sejati sirna hanya karena kepentingan pribadi, saling menghargai punah hanya karena kehormatan semata, tolong-menolong terasa berat hanya karena sibuk dengan kesombongan, persekutuan dan pergaulan terlupakan hanya karena kesibukan pribadi. Panggilan Kristiani untuk saling mengasihi semakin pudar. Sudah saatnya sebagai umat Kristiani kita kembali kepada penciptaan yang hidup dengan damai sejahtera, bersama-sama mengimani panggilan Kristiani untuk hidup dan bergaul dalam cinta kasih.

Bergaul dengan Tuhan

Tuhan menciptakan manusia segambar dan se-rupa denganNya (Kejadian 1:26-27) dengan maksud dan tujuan menjadikan manusia sebagai ciptaan yang sempurna dan mulia, yang menjadi rekan sekerja Allah. Allah menginginkan manusia untuk dapat mendengar, memahami dan melaksanakan perintahNya. Namun apa yang terjadi, pembangkangan dan pemberontakanlah yang ada. Ingin sama seperti Allah (bnd. Hawa tergoda dengan ucapan ular; Nimrod yang membangun menara Babel sampai ke langit) menjadi sumber petaka hingga manusia jatuh ke dalam dosa. Pergaulan dengan Allah yang pada mulanya begitu dekat dan indah menjadi rusak. Pembantahan-pembantahan terhadap perintah Allah, pelanggaran-pelanggaran akan aturan Tuhan pun terjadi di mana-mana. Manusia benar-benar tidak takut Tuhan lagi, manusia benar-benar lupa dengan pergaulan kepada Tuhan. Manusia lebih senang bergaul dengan hal-hal kesenangan yang nyata walaupun itu hanya sementara, pergaulan dengan Tuhan dianggap sebagai hal yang sia-sia. Dan hal itu juga tidak terlepas terhadap umat Kristiani ! Pergaulan dengan Tuhan diperlihatkan hanya sebagai ritus dan rutinitas saja, tidak benar-benar dirasakan dan diimani. Waktu untuk bergaul dengan Tuhan pun seolah-olah merupakan sisa-sisa waktu, bukan waktu yang benar-benar diberikan untuk bergauJ, mendengar dan melakukan perintahNya.

Kristen Umat yang Bergaul

Adalah penting sekali sebagai umat Tuhan (Kristen) menyadari panggilan dan perintah Tuhan Sang Pencipta untuk hidup dalam pergaulan yang baik dan benar yang berkenan bagi Tuhan. Banyak defenisi dan pengertian tentang cara hidup, ciri khas, sikap dan tanggung jawab sebagai umat Kristen. Salah satu tanggung jawab umat Kristen itu adalah mewujudkan panggilan dan perintah untuk hidup bergaul dengan alam, sesama, terlebih kepada Tuhan. Bagaimanakah cara bergaul umat Kristen itu ? Saya mencoba memberikan pengertian pergaulan umat Kristen itu dari kata “KRISTEN” itu sendiri, yaitu : Kasih, Rajin, Iman, Syukur, Taat, Elok, Nyaman.

(3)

Kasih

Tidak ada ke-Kristenan yang tidak didasari dan dilandaskan dengan kasih. Kasih merupakan satu bukti nyata dan kekristenan. Jangan menyebut diri sebagai umat Kristen kalau tidak memiliki kasih. Dan kasih pun merupakan inti dari pergaulan, pergaulan yang tidak didasari dengan kasih akan sirna. Sungguh banyak memang pengertian kasih, namun satu hal yang harus benar-benar kita pahami adalah pengertian kasih menurut 1 Yohanes 4 : 20 (Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya). Maksudnya adalah, bahwa kasih umat Kristen itu bukanlah kasih yang munafik, bukan kasih yang tidak perduli dengan sekitarnya, bukan kasih yang hanya sekedar lips service. Tetapi kasih yang benar-benar perduli dengan sekitarnya, kasih yang nampak dan nyata dilakukan. Dan itu yang harus dilakukan umat Kristen dalam pergaulannya terhadap sesama, alam dan isinya terlebih terhadap Tuhan.

Rajin

Sudah barang tentu orang menyukai bergaul dengan yang rajin! Dan kerajinan dapat mempertahankan pergaulan yang baik. Jika kita ingin bergaul baik dengan alam serta isinya, sesame dan kepada Tuhan, kerajinan sangat diperlukan. Rajin merawat, menjaga dan melestarikan alam dan ciptaan lain; Rajin bersekutu, rajin membantu dan menolong sesama; Rajin bersekutu dan memuji Tuhan. Memang tidak gampang untuk itu, ada harga mahal yang harus dibayar. Tapi yakinlah bahwa harga mahal dan jerih payah kita tidak akan sia-sia (1 Korintus 15:58).

Iman

Kasih dan kerajinan itu haruslah didasari dengan Iman! Imanlah yang mendorong kita untuk mengasihi dan rajin, bukan semata karena mengharapkan imbalan atau upah. Kita mengasihi bukan karena ingin mendapatkan sesuatu imbalan (memberi uang supaya diberi uang, mengerjakan sesuatu supaya diberi upah, dsb). Kita mengasihi karena kita terlebih dahulu dikasihi (baca : 1 Yoh 4:19). Iman yang dimaksud pun bukanlah iman yang murahan! Sedikit saja mendapat tantangan langsung lemah, sedikit saja mengalami kesulitan langsung mundur. Tetapi biarlah iman yang mahal (ingat kisah iman Ayub, habis hartanya, anak dan istrinya bahkan tubuhnya kena penyakit, tetapi ia tetap setia kepada Tuhan). Kenapa perlu iman yang mahal? Karena memang bergaul bukanlah hal yang mudah, mungkin kita akan menemukan rasa kebosanan, tidak senang dengan tingkah laku orang lain, merasa dirugikan, dsb. Namun semua itu tidak boleh membuat kita malas bergaul, tetapi justru lebih memacu kita untuk bergaul dengan lebih baik. Pergaulan yang baik dan benar  juga harus didasari iman, maksudnya, kita tidak bergaul hanya karena kebiasaan yang sama semata (geng), karena sama-sama

pemabuk, karena satu profesi, karena satu marga, dsb, tetapi bagaimana kita mengimani bahwa Tuhan menyukai orang-orang yang mau bergaul dengan baik dan benar.

Syukur

Kenapa orang sulit bergaul ? Mungkin disebabkan rasa kekurangan yang dialami, atau merasa dirugikan. Dan memang, walaupun kita sudah bergaul dengan baik, menolong dan membantu, kadang kita tidak menerirna ucapan terima kasih. Tapi tidak perlu bersedih, justru bersyukur dan berbahagialah sebab sebagaimana dikatakan lebih berbahagia orang yang menolong daripada ditolong, lebih berbahagia yang memberi daripada menerima. Itulah sebabnya kita perlu mensyukuri pemberian Tuhan dalam hidup kita, bagaimana keadaan kita dan apa yang kita terima dalam hidup ini, dengan demikian kita dapat menjalin pergaulan yang benar. Tanda dari rasa syukur itulah yang kita berikan dalam pergaulan kita.

Taat

Ketaatan adalah satu hal yang sangat sulit sekali. Pengendalian diri, ketidak-sabaran, dan mau yang gampang-gampang saja membuat orang sulit untuk taat. Dan memang pergaulan banyak hancur karena ketidaktaatan, apalagi pergaulan kita dengan Tuhan! Untuk itulah ketaatan merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam pergaulan.

(4)

Elok

Sudah pasti semua orang suka dengan yang elok! Tapi keelokan itu bukan hanya sementara, keelokan itu bukan hanya bentuk luar saja, tetapi keelokan itu betul-betul terlihat dan tercipta dari dalam. Sama dengan manusia, yang penting bukan keelokan rupa saja, tetapi inner beauty juga sangat diperlukan, budi pekerti yang elok, tutur kata dan bahasa yang elok, apalagi perilaku yang elok, itu semua yang diharapkan dalam pergaulan.

Nyaman

Kalau sudah elok, maka kenyamanan pun akan tercipta. Kenyamanan adalah rasa aman dan damai sejahtera. Itu juga yang harus dilakukan oleh umat Kristen, sebagaimana Tuhan berfirman bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Kita tentu sering merasakan dalam perkumpulan maupun dalam semua kegiatan kita baik di kantor, sering kita merasakan bahwa perkumpulan itu terasa indah dan menyenangkan jika si A (seseorang) itu ada, sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan. Tapi sebaliknya, kita pernah tidak mengharapkan kehadiran si B karena dia selalu bikin onar. Itu sebabnya kita harus menjadi umat Kristen yang dirindukan dimana pun, yang senantiasa membawa damai sejahtera di dalam cinta kasih. Pergaulan umat Kristen adalah pergaulan yang penuh dengan cinta dan kasih, kerajinan, rasa syukur, ketaatan, keelokan dan kenyamanan, yang kesemuanya itu didasari oleh iman.

Remaja Cerdas, Energik dan Dinamis dalam Pergaulan

Dimasyarakat

Remaja cerdas :

Remaja cerdas, sering diidentikkan seorang dengan kadar intelektual bagus, jenius, briliyan

dan luar biasa, serta mempunyai prestasi akademik yang ‘mencengangkan’. Parameter 

masyarakat masih berpatokan bahwa kecerdasan diukur dengan kemampuan otak untuk 

melaksanakan tugas-tugas yang bersifat akademis. Remaja cerdas dan pintar selalu bermasa

depan cerah, itu kata para orang tua, padahal remaja pintar tak selalu bermasa depan cerah.

Hal itu akan terjadi apabila kepandaian hanya sekadar syarat agar disayangi dan dicintai

orang tua atau diakui oleh lingkungannya. Remaja cuma berkutat pada usaha memenuhi

syarat itu, bagaimana menjadi ranking satu, menjadi juara kelas, berprestasi akademik baik 

dll. Kemampuan mengenal, mengolah, dan mengungkapkan perasaan menjadi terkubur 

dalam-dalam. Akibatnya, ia menjadi tak bahagia bahkan sering mengalami gagap sosial,

karena kemampuan yang dimiliki hanya bersifat akademisi, bahkan sering tidak mendapatkan

 pengakuan dari lingkungan, dianggapkuper alias kurang pergaulan. Pendidikan formal

memang sangat dibutuhkan, akan tetapi tidak diarahkan secara khusus pada kemampuan

remaja mengenal kebutuhan pribadinya. Bisa dikatakan, remaja tidak dibiasakan mengenal

 perasaannya, emosinya, pribadinya. Akibatnya dia menjadi miskin informasi, kurang gaul,

 perkembangan intelegensi dan kecerdasan emosinya tidak seimbang, sehingga bisa

menimbulkan perilaku-perilaku ekstrem. Bahkan berkembang menjadi penyimpangan

 perilaku yang cukup serius. Agar menjadi remaja yang tidak hanya cerdas secara akal saja,

seorang remaja juga membutuhkan ketrampilan sebagai masyarakat yang baik.

Demikian juga sosok remaja yang dinamis dan energik, seringkali rancu dengan remaja yang

agresif dan hiperaktif. Padahal yang terakhir ini justru berkonotasi negatif dan menunjukkan

 bahwa remaja hanya mengandalkan kekuatan ototnya saja, tanpa mengindahkan

kemampuan-kemampuan yang lain. Sebenarnya pengertian dinamis dan energik lebih mengarah pada

(5)

 pemahaman sosok remaja yang mampu bergerak aktif dan selalu mampu menyesuaikan diri

dengan lingkungan, inovatif, kreatif dan penuh ide cemerlang.

Manjadi seorang yang baik tentu sangat diidam-idamkan oleh semua orang, selain itu agar 

untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi maslah didalam masyarakat maka seorang

individu

perlu

memiliki

sifat-sifat

agar

menjadi

pribadi

yang

baik.

Bagaimana sih agar kita menjadi sesorang yang memiliki kepribadian yang baik?

Berikut sepuluh sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang berkepribadian baik.

Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang.

Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi

atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,

 pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “ya diatas ya dan

tidak diatas tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi

dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa

merugikan diri sendiri.

Rendah hati

Beda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, rendah hati justru mengungkapkan

kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang

semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai

keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat

orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Kesetiaan

kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa

dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela

 berkorban dan tidak suka berkhianat.

Bersikap positif 

Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif,

 bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada

keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka

mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam.

Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan

ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati

hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Bisa mentertawakan

situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Punya potensi untuk menghibur dan mendorong

semangat orang lain.

Bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh.

Kalau melakukan kesalahan, berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, tidak akan

mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau merasa kecewa dan sakit hati, tidak 

(6)

akan menyalahkan siapapun. Selalu menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung

 jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Kepercayaan diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya,

menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah

menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Orang yang percaya diri tahu

apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang

 berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika

menghadapi

masa-masa

sukar

tetap

tegar,

tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy going

Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Tidak suka membesar-besarkan

masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Tidak suka

mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Tidak mau pusing dan

stress

dengan

masalah-masalah

yang

berada

di

luar

kontrolnya.

Empaty

Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang

 baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, selalu

mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan

kehendaknya sendiri. Selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

TIPS BERTEMAN YANG BAIK 

Zaman sekarang teman sejati masih ada nggak ya? Jika kamu belum pernah

menemukan teman yang sangat kamu sukai, awalilah dengan menjadi seorang bisa

disukai teman-temanmu. Kita intip dulu tips berikut ini:

1.

Jadilah

pendengar

yang

baik

buat

teman-temanmu.

Jangan pernah sekalipun kamu bersikap menggurui. Memberi nasihat boleh-boleh

aja, tapi jangan melakukannya dengan cepat. Pelahan-lahan namun pastikan

temanmu itu mendengarkannya.

2.

Setiap

orang

memiliki

pribadi

yang

unik

dan

khas.

Cobalah mengerti bagaimana karakter temanmu. Hormatilah pendapatnya. Walau

kadang kalian bisa saling berbeda pendapat dan keyakinan, namun pasti ada jalan

tengah yang bisa ditempuh asal jangan tergesa-gesa memutuskannya.

3.

Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekatmu itu.

Jangan pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu pada orang lain.

Saling jaga rahasia, anggap saja antara kalian ada sebuah permainan yang hanya

bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu.

(7)

4.

Berilah dukungan dan pujilah temanmu, kesampingkan kesalahannya dan

kelemahannya.

5.

Jangan pernah merasa iri kepada temanmu. Kebahagiaannya adalah bahagia

milikmu juga. Ikut berbahagialan atas keberhasilan temanmu.

6.

Dekat

bukan

berarti

harus

tergantung

satu

sama

lain.

Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah ‘jarak’ yang wajar. Mundurlah sedikit bila

kita merasa pertemanan sudah terlampau dekat. Sebaliknya, mendekatlah kala kita

merasa pertemanan sudah semakin renggang.

7.

Sisihkan

waktu

untuk

melakukan

kegiatan

refresing

bersama.

Kembangkan sikap toleransi, fleksibelitas, asertive, empati dan belajar saling

memahami.

8.

Jangan pernah ragu untuk minta maaf pada temanmu saat kamu melakukan

sebuah kesalahan padanya. Setelah itu berusahalah perbaiki kesalahanmu. Begitu

pula sebaliknya, berikan maaf dan lupakan kesalahannya jika ia bersalah

Memilih pergaulan

Dalam perjalanan hidup kita, yang menentukan baik buruknya hidup kita adalah

dengan siapa kita bergaul. Pergaulan menjadi hal penentu utama dalam hidup kita.

Jadi, kita harus pintar pintar memilih teman. Karena teman teman anda, menentukan

masalah yang akan anda temui dan hadapi nanti. Teman bagaikan tombol lift, dapat

membawa anda naik atau turun.

Amsal 13 : 20

" Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak tetapi siapa berteman

dengan orang bebal menjadi malang. "

Banyak sekali muda-mudi jaman sekarang ini salah jalan karena salah pergaulan.

Seharusnya mereka dan termasuk kita juga menyadari, mana pergaulan yang baik

dan mana yang tidak baik. Karena kebanyakan para muda-mudi dalam memilih

pergaulan, mereka hanya mencari orang orang yang bisa menyenangkan hatinya

saja. Dan jika hatinya merasa senang dan nyaman, dia merasa itu yang diinginkan

nya dan dan tidak peduli lagi apakah orang yang dia ajak bergaul, orang baik baik

atau bukan.

Banyak alasan, mengapa para muda-mudi mencari teman yang bisa menyenangkan

hatinya saja tanpa mempertimbangkan yang lainnya.

1. Karena memang pada dasarnya dia sendirilah yang ingin mencari teman yang

bisa menyenangkan hatinya. ( Orang seperti ini pada dasarnya kurang didikan dan

kurang perhatian. Jadi, yang dipikirkan hanya senang senang saja, atau sudah di

didik tetapi tidak mau peduli.)

(8)

2. Karena terpengaruh terpengaruh teman. ( Orang seperti ini pada awalnya hanya

ikut ikutan saja, dan tidak berusaha menghindari. Akhirnya ikut terjerumus juga. )

3. Merasa kecewa dalam hidupnya. ( Orang seperti ini biasanya karena ada suatu

hal yang membuat hatinya terluka dan putus asa. Akhirnya dia mendekati teman

temannya yang suka bersenang-senang.

4. Merasa tidak punya tujuan hidup. ( Orang seperti ini pada awalnya merasa

hidupnya hampa, tidak tau harus berbuat apa. Dan akhirnya bosan, lalu mencari

kesenangan bersama teman teman.

5. Merasa nyaman. ( Orang seperti ini kebanyakan karena secara kebetulan sudah

berada di dalam suatu pergaulan yang tidak baik. Tapi entah mengapa, dia merasa

nyaman disitu. Dan terus mau berada di lingkungan itu. )

 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh anak-anak Tuhan yang telah

menerima pembenaran dari Tuhan untuk menyikapi pergaulan hidup ini. Sehingga

kita benar benar menjadi pribadi yang berbeda. Sikap hidup yang tidak terpengaruh

oleh situasi dan kondisi yang ada, akan membawa kita kepada suatu kestabilan dan

mencintai Tuhan.

Mazmur 1 : 1 - 2

" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak

berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan

malam. "

Dengan bertekun dalam membangun hubungan dengan Tuhan, membuat kita tetap

kuat menghadapi pergumulan hidup dalam diri kita.

Roma 12 : 2

" Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh

pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak

 Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

Referensi

Dokumen terkait

Karena itu, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kami umat Islam dan Kristen Maluku , dengan jiwa terbuka dan hati yang tulus, serta niat untuk hidup dengan

Spiritualitas ketaatan yang dimaksud dalam hal ini adalah ketaatan pada panggilan sebagai orang Kristen untuk tetap menjaga kualitas hubungan dengan diri, sesama dan

Peran keluarga Kristen sebagai lembaga pendidikan pada umumnya untuk menghasilkan kedewasaan Kristen yang sempurna dalam anak remaja.. Orang tua sangatlah perlu

Sebagai khalifah, manusia diberi tangung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptakan Tuhan untuk manusia. Sebagai wakil

menjadi sebuah tahapan penting di dalam awal kehidupan Samuel. Dari ketaatan orang tua kepada Tuhan, Samuel disiapkan Tuhan untuk menerima panggilan dan tugas

Seperti apapun bentuk standar kompetensi lulusan dalam Pendidikan Agama Kristen, tetap memberi kesempatan bagi umat Kristen untuk berperan aktif dan berkontribusi

Dari analisis yang ada, penulis memberikan saran kepada Gen Z Kristen untuk memahami dengan benar tujuan hidupnya di hadapan Tuhan sebelum mencari pasangan hidup sebagaimana yang

Dokumen ini adalah modul pengajaran agama Kristen dan budi pekerti untuk kelas IV mengenai penciptaan manusia oleh