MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Berte 1

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

“Bertentangannya Situasi Masyarakat dengan Pancasila”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Semester 2 Tahun 2016

Disusun oleh

Nama : ERNI ZEGA

NIM

: 1557201108

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pancasila pertama kali diusulkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu "panca" yang berarti "lima" dan "sila" yang berarti "asas, dasar"; sehingga pengertian Pancasila secara harfiah adalah "lima dasar". Setelah Indonesia mencapai kemerdekaan, Pancasila kemudian disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang ke dua PPKI sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila diciptakan berdasarkan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia yang dihormati dan dijunjung tinggi di masyarakat.Tujuannya adalah mencapai keadilan dan kemakmuran sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Artinya, kita harus menjadikan Pancasila sebagai pegangan, pedoman, dan panduan dalam hidup kita. Segala tindakan dan perilaku kita harus berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dalam melaksanakan segala sesuatu harus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pula, serta dalam mengevaluasi tindakan dan kebijakan kita juga berpedoman pada Pancasila, apakah kebijakan tersebut sesuai atau justru bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Inilah masyarakat yang ingin kita capai: yang berpegang teguh dan senantiasa

mengamalkan nilai-nilai dasar negara kita, Pancasila.

Namun pada kenyataannya tidak demikian.Masyarakat zaman sekarang tampaknya lupa pada makna dan peran Pancasila yang sebenarnya. Dapat kita amati bahwa generasi 'modern' kini seolah hanya memandang Pancasila sebagai suatu simbol belaka, suatu peninggalan sejarah dari tokoh-tokoh negara kita. Pancasila menjadi suatu kumpulan kata-kata kosong yang dilafalkan dalam upacara bendera tanpa ada penerapan yang sesungguhnya.Bangsa kita telah lupa alasan dan tujuan utama diciptakannya

Pancasila.Akibatnya, gol utama para pendiri bangsa yang tercantum pada sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pun tampak sebagai mimpi yang terlalu tinggi untuk diwujudkan.

Banyak sekali kejadian dan peristiwa nyata dalam masyarakat masa kini yang kurang mencerminkan nilai-nilai sila Pancasila. Para pionir mayarakat harus segera menemukan solusi yang dapat dijalankan agar masyarakat kita kembali ke masyarakat yang

(3)

B. Rumusan masalah

1. Apa saja situasi dan peristiwa masyarakat masa kini yang bertentangan dengan nilai-nilai sila dalam Pancasila?

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. Nilai-nilai Pancasila

Sesuai namanya, terdapat lima sila dalam Pancasila dan masing-masing memiliki nilai inti yang dijadikan acuan dan pegangan kehidupan masyarakat. Berikut uraian mengenai nilai-nilai pokok dalam Pancasila dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat yang bertentangan dengannya:

a. Sila Pertama: Ketuhanan

‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ diposisikan sebagai sila pertama karena merupakan landasan utama untuk melaksanakan dan mewujudkan sila-sila lain. Indonesia

merupakan negara beragama, yaitu negara yang mengakui hak warga negaranya untuk memercayai dan memeluk agama, serta beribadah menurut agama masing-masing. Ini penting karena agama merupakan pondasi kehidupan seseorang, yaitu pegangan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka masing-masing dan pedoman berperilaku dan beraktivitas untuk kebaikan diri dan orang lain. Sila pertama ini mengandung makna bahwa kita harus menegakkan ajaran agama dalam masyarakat, senantiasa

melaksanakan perintah dan kewajiban kita terhadap Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan demikian, akan terbina masyarakat yang menjunjung moral dan kebaikan, serta tidak menimbulkan kerugian pada orang lain, karena pada dasarnya semua agama menuntun umatnya untuk menuju kebaikan.

Namun kenyataan yang terjadi dalam masyarakat menunjukkan nilai-nilai religi masih belum kuat atau seringkali agama disalahgunakan.Beberapa tahun yang lalu sempat marak video pornografi yang dilakukan beberapa artis terkenal dalam

negeri.Penyebarannya terjadi sangat cepat dan dalam hitungan menit telah tersebar ke penjuru negeri.Kenyataan bahwa masyarakat bersikap antusias terhadap sesuatu yang negative dan secara eksplisit dilarang oleh agama menunjukkan tingkat keimanan masyarakat yang belum mantap dan masih mudah tergoda oleh hal-hal maksiat. Ditambah dengan banyaknya kasus narkoba, termasuk pula yang baru-baru ini menimpa seorang pemain timnas sepakbola kita, dan mudahnya akses anak-anak remaja terhadap obat-obatan terlarang tersebut, bahkan tidak jarang terdengar berita mahasiswa negeri mengadakan pesta narkoba seperti yang terjadi di Surabaya, 28 September 2013 lalu. Banyaknya kasus tawuran antar pelajar seperti yang terjadi pada siswa SMA 12 Banda Aceh, 10 September 2013, kemudian maraknya tempat-tempat prostitusi juga merupakan contoh kurangnya penerapan utuh nilai religi dalam masyarakat.

b. Sila Kedua: Kemanusiaan

(5)

dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Ini menunjukkan bahwa negara Indonesia mengakui persamaan hak dan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, sehingga tidak akan memandang status sosial maupun ekonomi warga negara dalam memberikan sarana dan layanan kepada masyarakat. Sila ini juga mengisyaratkan bahwa kita tidak boleh menyakiti orang lain dan tidak boleh menginjak-injak martabat sesama manusia.

Tetapi tetap saja banyak kasus penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga, penyiksaan, pemerkosaan, penculikan, yang semua ini merupakan aksi orang-orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan, sehingga mereka tidak merasa bahwa mereka telah merampas hak orang lain dan membuat hidup orang lain dalam penderitaan, demi kepentingan dan kesenangan pribadi. Salah satu contohnya adalah ketika seorang wartawan dipukul, dicekik dan ditendang oleh perwira TNI Akpol karena mengambil gambarpesawat tempur yang jatuh di Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Kampar, Oktober 2012.Contoh yang lebih sering ditemukan di masyarakat yaitu perdagangan manusia, dimana para TKI dan TKW ditipu dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.Inilah keadaan yang ada di masyarakat akibat kurang memiliki nilai kemanusiaan dalam diri mereka.

c. Sila Ketiga: Persatuan

‘Persatuan Indonesia’ merupakan salah satu asas penting karena negara kita terdiri dari berbagai macam pulau dengan masyarakat berbagai macam budaya sehingga kita harus dapat membina persatuan di antara perbedaan tersebut agar menjadi lebih kokoh dan kuat.Hal ini juga diutarakan dalam slogan negara kita, yaitu ‘Bhinneka Tunggal Ika’ atau “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.Banyak hal yang membantu

mempersatukan kita, di antaranya bahasa nasional Bahasa Indonesia, lagu nasional Indonesia Raya, dan bendera nasional bendera Merah Putih.Nilai persatuan ini harus kita tanamkan pada diri masing-masing sehingga kita tidak melihat perbedaan itu sebagai sesuatu yang menimbulkan jarak namun harus kita lihat sebagai suatu kekuatan, dengan banyaknya variasi dalam masyarakat maka kita dapat

menggabungkan berbagai macam ide sehingga mendapatkan hasil akhir yang solid dan didukung semua pihak. Dengan adanya nilai persatuan, maka akan timbul kesadaran untuk tidak membeda-bedakan atau mendiskriminasi orang lain berdasarkan ras, suku, agama ataupun golongan.

Namun nilai persatuan ini tampaknya baru diterapkan secara luarnya saja, karena hingga sekarang punmasih banyak tawuran antar agama, peperangan antar suku, serta diskriminasi kepada orang-orang beda suku, ras ataupun agama. Contohnya ketika terjadi penyerangan dan tindak kekerasan terhadap kelompok agama lain seperti di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, Minggu 25 September 2011, kemudian

(6)

betapa kurangnya pemahaman masyarakat tentang nilai persatuan dan masih kentalnya rasa kedaerahan dan kegolongan dalam warga masyarakat kita. d. Sila Keempat: Musyawarah Mufakat

‘Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan’ artinya adalah dalam mengambil keputusan dan kebijakan dari diskusi bersama, kita harus mengutamakan musyawarah mufakat dan melaksanakan keputusan tersebut beserta tugas kita dengan tanggungjawab.Sila keempat ini menyiratkan bahwa segala permasalahan sebaiknya dan lebih baiknya diselesaikan dengan pembicaraan dan diskusi untuk menuju musyawarah mufakat, sehingga dapat dihasilkan keputusan yang mewakili pikiran semua anggota.

Tetapi nilai kekeluargaan dalam musyawarah mufakat ini sepertinya sudah pudar. Negara kita tidak lagi menganut musyawarah mufakat untuk mencapai keputusan, melainkan sudah terpengaruh negara-negara liberal sehingga menggunakan voting atau pemungutan suara untuk mencapai keputusan, seperti yang dapat dilihat pada lembaga-lembaga pemerintahan, yang dimana tak jarang para pejabat pada akhirnya tidak menjalankan keputusan yang telah disepakati dengan baik.

e. Sila Kelima: Keadilan Sosial

‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’; sila kelima inilah tujuan atau gol yang ingin dicapai oleh bangsa dan negara kita.Keadilan social berarti pemerintah dapat mewujudkan pembangunan yang merata, dapat memenuhi kebutuhan seluruh rakyat tanpa ada yang kekurangan atau kelaparan.Nilai keadilan ini juga harus diterapkan dalam hidup kita, yaitu kita senantiasa bersikap adil kepada semua orang, tidak memihak ke satu pihak karena suatu alasan.

(7)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Banyak peristiwa nyata dalam masyarakat yang menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih belum kita terapkan sepenuhnya dalam kehidupan, sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan yang membuat bangsa kita semakin jauh dari tujuan utama kita, yaitu mewujudkan keadilan dan kemakmuran social untuk rakyat. B. Saran

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. AJI Protes hukuman penganiaya wartawan. From

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/09/130917_ajiprotests.shtml , 29 September 2013.

Anonim. 2013. Kasus perdagangan manusia masih marak. From

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/09/130919_wilfrida_soik_perlindu ngan_tki.shtml , 29 September 2013.

Anonim. 2013. Protests continue to dismiss Christian Subdistrict head in S. Jakarta. From

http://www.thejakartapost.com/news/2013/09/25/protests-continue-dismiss-christian-subdistrict-head-s-jakarta.html , 29 September 2013.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...