• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Industri Di PT. Mutiara Mukti Farma (Mutifa) Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Industri Di PT. Mutiara Mukti Farma (Mutifa) Medan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

73

DAFTAR PUSTAKA

BPOM. (2012). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.33.12.12.8915 Tahun 2012 tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Ba ik. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Badan POM RI.(2013). Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat Yang Baik. Jilid I. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hal. 69-70,338,502-503,506.

Menkes RI. (1990). Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 245/Men.Kes/SK/V/1990 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha Industri Farma si. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Menkes RI. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Dirjen Binfar dan Alkes RI.(2011). Pedoman Pelayanan Perizinan Industri Farmasi. Jakarta: Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Hal.4-5,8.

Presiden RI. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia.

Priyambodo, B. (2007). Manajemen Farmasi Industri. Yogyakarta: Global Pustaka Utama. Hal. 2, 78-85.

Referensi

Dokumen terkait

pengujian untuk setiap bahan awal, produk antara, produk ruahan, dan obat jadi. memuat ketentuan dan cara pemeriksaan serta pengujian

mutu melakukan pengujian bahan awal yang akan digunakan dalam produksi. Apabila memenuhi persyaratan spesifikasi maka diluluskan dan bahan

Kegiatan yang dilakukan selama PKP di Industri antara lain membuat catatan kegiatan harian yang berisi absensi, dan materi kegiatan yang ditandatangani oleh pembimbing,

Area penyimpanan hendaklah memiliki kapasitas yang memadai untuk menyimpan dengan rapi dan teratur berbagai macam bahan dan produk seperti bahan awal dan bahan pengemas,

Penilaian hendaklah meliputi semua faktor yang relevan termasuk kondisi pembuatan, hasil pengujian atau pengawasan selama proses, pengkajian dokumen produksi termasuk

Contoh pertinggal diberi identitas yang jelas, mewakili tiap batch bahan baku yang diterima, dan obat jadi dalam kemasan lengkap, disimpan dalam jangka. waktu tertentu (sampai

kemasan), buangan proses produksi, bahan awal yang rusak, produk obat. jadi yang rusak, wadah bekas bahan produksi dan limbah

Melalui Prektek Kerja Profesi di industri farmasi ini diharapkan calon apoteker memenuhi tugas dan fungsi apoteker di industri farmasi, yakni bidang