• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN - RIZQI NOERMENTARI BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN - RIZQI NOERMENTARI BAB III"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Rancangan Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara

metode non eksperimental dan metode eksperimental. Metode non

eksperimental yaitu melakukan determinasi tanaman serai dan cengkih,

destilasi daun cengkih dan serai, identifikasi kandungan senyawa kimia dalam

minyak atsiri serai dan cengkih dengan menggunakan GC-MS. Metode

eksperimental yaitu melakukan uji potensi minyak atsiri serai dan cengkih

sebagai pengawet daging ayam berdasarkan aktivitasnya sebagai

menghambat pertumbuhan bakteri dengan menggunakan perbandingan

konsentrasi minyak atsiri serai dan cengkih.

B. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas

Variabel bebas dari penelitian ini adalah perbandingan konsentrasi minyak

atsiri serai dan cengkih dan waktu penyimpanan daging ayam.

2. Variabel tergantung

Variabel tergantung dari penelitian ini adalah absorbansi sampel yang

dikultur pada media NB dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang

gelombang 600 nm, dan pengamatan organoleptis sampel daging ayam.

3. Variabel terkendali

Variabel terkendali dari penelitian ini adalah proses pengerjaan aseptis,

sterilisasi, media kultur, suhu penyimpanan, waktu destilasi, preparasi

sampel.

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan. Proses pengerjaan determinasi

tanaman cengkih dan serai dilakukan di Laboratorium Taksonomi Tumbuhan

Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, destilasi minyak

(2)

Treatment Fakultas Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto

(UMP), identifikasi kandungan senyawa minyak atsiri serai dan cengkih

dilakukan di Laboratorium Microinstrument Terpadu UMP, dan uji potensi

minyak atsiri serai dan cengkih sebagai pengawet makanan dilakukan di

Laboratorium Bioprocess Fakultas Teknik Kimia UMP.

D. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu timbangan analitik

(Shimadzu), dandang uap destilasi, mikropipet (Socorex), GCMS-QP2010

SE dengan SH-Rxi-5Sil MS (Shimadzu), LAF/Laminar Air Flow

(Mascotte model LH-S), Spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV-1240),

pH meter, autoklaf, oven (Memmert)dan alat-alat gelas (Pyrex).

2. Bahan

Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu simplisia batang

dan daun serai, simplisia daun cengkih, akuades, natrium sulfat anhidrat,

n-heksan, daging ayam segar, formalin, dimetil solfoksida (DMSO),

natrium benzoat, media Nutrient Broth (NB) dan alkohol.

E. Cara Penelitian

1. Pengumpulan Tanaman

Daun cengkih yang dipakai diambil dari daerah Pemalang, Jawa

Tengah. Serai (aerial parts) yang digunakan diambil dari daerah Sokaraja,

Banyumas, Jawa Tengah.

2. Determinasi Tanaman

Determinasi tanaman dilakukan di Laboratorium Taksonomi

Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

mengunakan buku acuan “Flora of Java” Volume III (Backer dan Bakhuizen Van Den Brink, 1968).

3. Penyiapan Simplisia

Sampel yang telah dikumpulkan, dilakukan pengeringan di bawah

(3)

4. Pengambilan Minyak Atsiri (Destilasi)

Pengambilan minyak atsiri serai dan cengkih dilakukan dengan

metode destilasi uap dan air. Simplisia serai dan cengkih masing-masing

dimasukkan ke dalam dandang uap berbeda yang telah diisi dengan

akuades. Proses destilasi berlangsung selama 5-6 jam. Minyak yang

didapat yang masih tercampur dengan air dipisahkan dengan Na2SO4

anhidrat sebanyak 10% dari cairan. Minyak yang telah dipisahkan,

disaring dan disimpan dalam botol vial dalam lemari pendingin suhu

rendah 5±2oC dalam botol kaca dibungkus aluminium foil (Oliveira et al.,

2013).

5. Identifikasi Kandungan Kimia Minyak Atsiri (GC-MS)

Minyak atsiri dianalisis dengan menggunakan GCMS-QP2010 SE

dengan SH-Rxi-5Sil MS, dilengkapi dengan kolom HP-5 5%

fenilmetilsiloksan ukuran 30 m x 0,25 mmID x 0,25 µm df. Suhu oven

diprogram dari suhu 50oC selama 2 menit, lalu dinaikkan sampai 100oC

dengan laju 2oC/menit, dan langsung dinaikkan lagi sampai 2800C dengan

laju 5oC/menit dan ditahan sampai 10 menit. Gas pembawa berupa gas

helium dengan laju alir sebesar 1ml/menit. Rasio injeksinya yaitu 1:50 dan

voltasi ionisasi yaitu 70 eV. Suhu injektor dan deterktor masing-masing

280oC dan 230oC. Volume minyak atsiri atau sampel yang diinjeksi

sebanyak 1µL 10000 ppm dengan n-heksan sebagai pelarutnya. Waktu

tunggu pembacaan pelarut selama 2 menit dan analisis satu sampel

berlangsung selama 73 menit. Identifikasi konstituen dari spektrum massa

dibandingkan dengan library Wiley 9.0 (Adam, 2001).

6. Uji Potensi minyak atsiri serai dan cengkih sebagai bahan pengawet

daging ayam

a. Pembuatan media NB

Melarutkan 4 g NB dalam 500 mL akuades, diaduk dan

dipanaskan di atas hot plate sampai homogen, lalu tutup rapat dengan

aluminium foil. Kemudian dilakukan sterilisasi basah (Pratiwi, 2008).

(4)

Alat yang digunakan disterilkan dengan metode sterilisasi

kering menggunakan oven bersuhu 170oC selama 1 jam (Pratiwi,

2008). Alat yang digunakan dicuci dan dibungkus rapat baru

dimasukkan ke dalam oven.

c. Sterilisasi bahan

Bahan yang digunakan disterilkan dengan metode sterilisasi

basah menggunakan autoklaf 121 0C 1 atm selama 20 menit (Pratiwi,

2008). Bahan diletakkan dalam wadah yang sesuai dan ditutup rapat

dengan aluminium foil, lalu di masukkan ke dalam autoklaf.

d. Persiapan daging ayam

Daging ayam segar diperoleh dari pasar

Tambaksogra-Purwokerto, Jawa Tengah. Daging ayam segar dipotong dadu kecil

(1cm x 1cm x 1cm), kemudian dicuci dengan akuades steril.

e. Persiapan kelompok perlakuan

Penelitian ini menggunakan 9 kelompok perlakuan.

Masing-masing kelompok perlakuan disiapkan dalam volume 500 mL.

Terdapat 3 kelompok yang menggunakan kombinasi minyak atsiri

dengan perbandingan minyak atsiri serai dengan cengkih sebesar

0.2:2, 1:1, dan 2:0.2 %. Dan terdapat 2 kelompok perlakuan dengan

minyak atsiri tunggal konsentrasi 1%. Sebagai kontrol positif

digunakan formalin 10% dan Na benzoat 0.12%. Sebagai kontrol

negatif yaitu DMSO dan air steril.

Sejumlah volume minyak atsiri tertentu dipipet, ditambah

DMSO dengan volume yang sama dan ditambahkan akuades steril

sampai 500 mL. Formalin diambil 50 mL dan ditambahkan akuades

steril sampai 500 mL. Na benzoat ditimbang 0.6 g dan dilarutkan

dengan akuades steril sampai 500 mL. Diambil DMSO 5 mL dan

ditambahkan dengan akuades steril sampai 500 mL. Air steril

disiapkan dalam wadah sebanyak 500 mL (tabel 3.1). Perlakuan

(5)

Tabel 3.1. Jumlah pemipetan cairan kelompok perlakuan

Pengawetan daging ayam dengan cara memasukkan potongan

daging ayam yang telah dicuci bersih ke dalam 9 kelompok perlakuan

selama 1 menit dan dibantu dengan pengadukan. Setiap 6 potong

daging ayam dipindahkan ke dalam gelas steril untuk dilakukan

penyimpanan pada hari ke-0, 3, 6, 9, 12 dan 15. Semua disimpan di

dalam lemari pendingin (2-70C), kecuali untuk penyimpanan hari

ke-0.

f. Pengamatan potensi minyak atsiri serai dan cengkih sebagai pengawet

alami pada daging ayam

Setiap waktu penyimpanan dilakukan pengamatan. Pengamatan

tersebut ada 2 aspek, yaitu pengamatan secara organoleptis dan

absorbansi bakteri pada media NB.

1) Organoleptis

Pengamatan uji organoleptis pada sampel daging ayam

yang telah diawetkan dengan kelompok perlakuan. Uji dilakukan

dengan diambil sampel potongan daging ayam kemudian diamati

keberadaan lendir, tekstur, bau dan warna (Andayani et al., 2014).

(6)

Perhitungan absorbansi bakteri diambil dari sampel daging

ayam yang telah diawetkan dengan kelompok perlakuan. Diambil

1 potong daging ayam dan dimasukkan dalam erlenmeyer yang

berisi 25 mL media NB steril. Homogenkan campuran tersebut

selama 1 menit. Diambil 1 mL cairan yang telah homogen dan

tuangkan pada tabung reaksi yang berisi 9 mL media NB steril.

Tabung reaksi diinkubasi pada suhu 37 0C. Ukur absorbansi media

setelah 24 jam dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang

gelombang 600 nm. Sebagai blanko digunakan media NB steril.

Perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 3x dan semua dalam

keadaan aseptis (De Oliveira et al., 2013; Rialita, 2014).

F. Analisis Data

Analisis deskriptif dilakukan untuk deskripsi data hasil organoleptis

sampel daging ayam hasil penyimpanan. Sedangkan data hasil absorbansi

diolah secara statistik. Sebelum dianalisis harus dilakukan uji homogenitas

dan normalitas. Data yang tidak homogen dan tidak normal, kemudian

dianalisis secara non-parametrik menggunakan metode Kruskal-Wallis. Jika

terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan analisis Post Hoc

menggunakan tes Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antar

kelompok perlakuan, bermakna (p <0.05) atau tidak bermakna (p>0.05)

Gambar

Tabel 3.1. Jumlah pemipetan cairan kelompok perlakuan

Referensi

Dokumen terkait

H 0 = Pemberian perlakuan ekstrak Cinnamomum sp sebagai pengawet alami tidak berpengaruh dalam mempertahankan kualitas fisik manisan basah buah Nypa fruticans

Pada tahap proses klasifikasi citra daging sapi, daging kerbau dan daging babi bertujuan untuk membedakan antara citra daging sapi, daging kerbau dan daging babi berdasarkan nilai

Pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah pencucian daging kerang darah lumat terhadap tingkat kesukaan bakso yaitu dengan pengamatan terhadap kadar

Proses aplikasi mikrokapsul minyak atsiri daun kayu manis pada daging sapi giling segar yakni dengan metode pembaluran. Proses pembaluran mikrokapsul dilakukan

Pengamatan dilakukan sebagai salah satu langkah studi pendahuluan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai masalah yang akan diteliti. Hasil pengamatan ini dijadikan data

Penerimaan usaha ayam petelur adalah nilai produksi yang dihasilkan oleh usaha ayam petelur selama proses produksi, meliputi penjualan telur, penjualan ayam afkir

Merupakan metode pengumpulan data dengan cara pengamatan secara langsung, serta pencatatan secara sistematis terhadap gejala dari objek yang diamati di hotel tempat melaksanakan on the

Rp 110.250,1 Aneka olahan nasi,1 Aneka olahan mie,1 Aneka olahan ayam,1 Aneka olahan daging, 1 Aneka olahan sup,1 Aneka olahan seafood, 1 Aneka olahan salad Buah segarSoft pudding 3.1.4