• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELLITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELLITIAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

INTERPRETASI HASIL PENELLITIAN

A. Analisis Data

Temuan penelitian merupakan data lapangan yang diperoleh melalui hasil penelitian kualitatif. Suatu penelitian akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam penelitian. Pada bab ini akan disajikan pembahasan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis selama 2 minggu. Perlu adanya analisa dari hasil yang ditemukan pada kondisi lapangan dengan teori yang berkaitan dengan penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian mengenai “Tabloid Nyata sebagai Ekspansi Horizontal Jawa Pos .”

Di bab pembahasan ini akan dijelaskan bagaimana Tabloid nyata sebagai bentuk ekspansi Horizontal Jawa Pos. Tabloid Nyata merupakan salah satu bukti adanya pengembangan bisnis media dari Jawa Pos. Pembahasan akan didasarkan pada teori ekonomi media yang menjadi landasan berpikir dalam penelitian ini. Penelitian ini akan melihat bagaimana media massa sebagai sebuah perusahaan yang dalam teori ekonomi bertujuan untuk mencari keuntungan dengan cara perkembangan media bisnis.

Jawa Pos merupakan salah satu koran terbesar di Indonesia. Sirkulasi Jawa Pos menyebar si seluruh Jawa Timur, Bali, dan sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Jawa pos mengklaim sebagai “Harian Nasional yang Terbit dari Surabaya”. Bahkan di tahun 2015 ini, Tabloid Nyata mulai terbit di luar negeri.

(2)

88

Pada tahun 1982, Eric F.H. Samola, waktu itu adalah Direktur utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil ahli Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah kepala biro Tempo di Surabaya untuk mempimpin Jawa Pos. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu hampir mati dengan oplah 6000 eksemplar,dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.

Lima tahun kemudian terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Tidak hanya mengembangkan diri di bidang media cetak, tetapi juga kini Jawa Pos mengepakkan sayapnya di bidang media elektronik. Media elektronik milik Jawa Pos antara lain JTv dan SBO. Namun dalam kajian ini, peneliti berfokus pada Tabloid Nyata sebagai anak perusahaan Jawa Pos di bidang media cetak.

Merujuk pada hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti di lapangan yang telah dilakukan guna untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan oleh peneliti dimana data tersebut merujuk pada masalah yang di teliti oleh peneliti. Dari data yang diperoleh, peneliti dapat menjelaskan mengenai beberapa temuan yang telah ditemukan dilapangan.

Ekspansi Media, merujuk dari kata expansion yaitu aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang ditandai dengan penciptaan pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai,dan lain-lain. Atau peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha.

(3)

89

Perluasaan atau ekspansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetetif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni :

1. Merger atau Penggabungan

Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusaahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu.perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya. Jenis-jenis merger:

a. Merger Vertikal

Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.

b. Merger Horisontal

Perusahaan dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer.

c. Merger Konglomerasi

Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh : perusahaan pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.

Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan beberapa fakta tentang bagaimana Tabloid Nyata sebagai

(4)

90

bentuk Ekspansi Horizontal Jawa Pos. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan pak Adi santoso

Bahwa keinginan Pak Dahlan ingin mengembangkan usahanya di bidang usaha pada jenis usaha yang sama yaitu media cetak yaitu berupa tabloid. Dan pada akhirnya Pak Dahlan menyepakati pembelian saham PT. Dharma Nyata Press dan Dharma Nyata resmi menjadi salah satu anak Jawa Pos Group. Jadi setelah resmi menjadi salah satu anak perusahaan Jawa Pos Group manajemen Dharma Nyata Perss ditangani sepenuhnya oleh pihak Jawa Pos Group. Sehingga pada penerbitannya pertama kali pada tanggal 1 januari 1991 Tabloid Dharma Nyata Perss tersebut terdapat perbedaan secara keseluruhan dengan terbitan sebelumnya, baik dalam hal desain maupun isinya. Tabloid Dharma Nyata Perss edisi baru terbit 32 halaman, pada halaman depan (cover) dicetak full colour dengan desain logo yang menonjol kata “Nyata” tersebut. Sehingga sampai saat ini tabloid tersebut lebih dikenal dengan nama Tabloid “NYATA”. Bahwa Tabloid Nyata merupakan produk pengembangan bisnis di Jawa Pos.

Aset utama sebuh majalah adalah judul atau merek. Konsumen dan bisnis majalah bekerja keras untuk menciptakan merek gambar ‘yang memastikan bahwa pembaca mereka terus membeli mereka setiap minggu atau setiap bulan’. Seringkali, kekuatan merek cukup untuk memastikan bahwa itu akan memiliki beberapa daya tarik untuk kelompok gaya hidup sama di banyak geografis (dan berbeda) pasar yang berbeda, bahkan jika beberapa adaptasi di tingkat lokal mungkin diperlukan.

(5)

91

Dalam Ekspansi Horizontal umum, ekspansi pangsa pasar perusahaan, baik melalui pertumbuhan internal atau dengan perolehan dari perusahaan lain dengan produk serupa dapat termotivasi oleh keinginan memaksimalkan keuntungan perusahaan untuk kekuatan pasar yang lebih besar (misalnya: kemampuan untuk melakukan kontrol yang sama atas harga) atau dengan keuntungan efisensi. Dampak bersih dari ekspansi pada kinerja pasar dan akhirnya, pada kesejahteraan masyarakat umumnya tergantung pada menjualkan antara ada dua hasil yang mungkin. Sementara pencapaia keuntungan efsiensi (penggunaan peningkatan sumber daya) dapat dilihat sebagai melayani kepentingan publik, akumulasi kekuatan pasar dapat meyebabkan perilaku dan praktek yang berjalan bertentangan dengan kepentingan umum.

Media cetak dapat diartikan sebagai sebuah media penyampai informasi yang memiliki kegunaan dan terkait dengan kepentingan rakyat banyak, nan disampaikan secara tertulis. Dari pengertian ini, kita dapat melihat bahwa media cetak ialah sebuah media yang di dalamnya berisi informasi dan juga di dalamnya terkait dengan kepentingan masyarakat generik dan bukan terbatas pada kelompok eksklusif saja.

Sedangkan temuan peneliti lainnya Koran Jawa Pos memberikan informasi lebih ke umumnya, kalau Tabloid Nyata lebih memberi informasinya ke kebutuhan khusus wanita, jadi target utamanya ke wanita. Jadi pemilihan segmentasi pasar merupakan salah satu alasan mengapa diterbitkannya Tabloid Nyata sebagai “anak” dari Jawa Pos. Pemenuhan kebutuhan informasi terhadap wanita, yang mendasari pihak redaksi tergugah untuk menerbitkan majalah bagi kaum wanita.

(6)

92

Hasil temuan yang didapatkan peneliti bahwa masyarakat di Jawa Timur lebih memilih tabloid nyata sebagai minat pembaca unggulan karena dalam pemilihan berita tabloid ini mencari berita yang ter update menarik juga untuk dibaca supaya peminat pembeli tertarik dengan tabloid nyata. Selain itu, Tabloid Nyata juga mengedepankan kualitas, baik dari sisi kertas maupun percetakannya. Media massa di Indonesia sekarang ini memang lebih bersaing ketat mencari keuntungan, bahkan tidak sedikit pemilik modal kuat ikut mengambil bagian dalam perusahaan media massa. Dan tabloid berlomba-lomba mendesain cover semenarik mungkin supaya banyak peminat pembaca.

Hal ini sesuai dengan temuan peneliti setiap tabloid mendesain covernya semenarik mungkin biar ada ketertarikan pelanggan untuk membeli tabloid itu, ciri khas dari tabloid ini adalah menunjukkan cover artis wanita yang umurnya sudah 25 keatas atau yang sudah mempunyai popularitas yang tinggi. Rubrikasi yang menarik yang mempunyai ikatan pembaca yang emosional. Dengan kreativitas inilah yang diharapkan mampu untuk menarik pasar.

Tabloid Nyata adalah tabloid wanita jadi tabloid nyata memfokuskan kebutuhan perempuan. Konsumen media cetak ini pun bukannya hanya dari kalangan ekonomi menengah keatas saja, tapi kalangan ekonomi menengah ke bawah juga sudah bisa menikmati informasi media cetak tersebut. Harga terjangkau oleh semua kalangan mampu buat membeli dan menikmati informasi diberikan oleh media tersebut.

Tabloid Nyata ini memang lebih diperuntukkan kepada wanita. Untuk itu, Tabloid Nyata ini memiliki target pasar yang berbeda dengan Induknya, yaitu

(7)

93

Jawa Pos yang memang merupakan koran reguler dan sajian yang diberikan pun jelas berbeda. Jawa Pos merupakan koran rutin yang menyediakan berita-berita terbaru, dengan beragam topik dan tema.

Sebagai suatu bisnis media, majalah juga mempunyai misi komersial, yaitu mencari laba, sehingga dapat memberikan balas jasa ekonomi (keuntungan) kepada pemilik modal, baik melalui penjualan surat kabarnya, maupun melalui jasa iklan.

Pada awalnya, sumber pendapatan utama majalah adalah hasil penjualan majalah itu sendiri. Sedangkan sumber lainnya adalah dukungan keuangan dari asosiasi atau perusahaan tertentu yang berkepentingan dengan terbitnya majalah tersebut. Baru belakangan majalah mengandalkan pemasukannya dari iklan, dan ini terkait dengan perannya dalam sistem pemasaran. Besarnya sirkulasi dan cakupan nasionalnya menjadikan majalah sebagai media yang baik untuk beriklan. Kini, majalah seringkali diterbitkan khusus untuk kelompok konsumen tertentu. Isi editorial dan iklan-iklannya sengaja disesuaikan terhadapnya.

Karena majalah dapat menciptakan pasar sendiri untuk suatu produk, maka hubungan antara majalah lebih diarahkan untuk kepentingan khlayak tersebut, karena para penerbitnya tidak mau berisiko dengan isi yang belum tentu diterima. Karenannya, majalah sengaja menyediakan diri untuk melayani khalayak itu saja. Kebanyakan sih dari iklan prodak gitu-gitu kebanyakan dari iklan prodak wanita. Tabloid nyata mendapatkan keuntungan dari jasa iklan dan yang paling iklan prodak-prodak wanita seperti contohnya kosmetik, alat mandi juga. Penjelas Pak Ahmad Abidin ini memaparkan bagaimana Tabloid Nyata mendapatkan keuntungan.

(8)

94

Model bisnis Media Cetak adalah didasarkan pada penjualan dua produk, atau dual market, yaitu penjualan surat kabar atau majalah itu sendiri dan iklan. Saat ini pendapatan iklan menempati hampir 60-70% pendapatan surat kabar atau majalah, sementara penjualan surat kabar atau majalah itu sendiri hanya mendapatkan pendapatan antara 30-40% pendapatan. Dalam bisnis media cetak berlaku hukum meningkatnya oplah, mengundang makin banyak pemasang iklan, dan sebaliknya. Selanjutnya makin banyak oplah, makin kecil biaya per unit, sehingga pendapatan iklan semakin besar.

Dari hasil temuan peneliti di lapangan bahwa tidak bisa dipungkiri jika Tabloid Nyata terlihat masih menginduk pada inangnya, yaitu Jawa Pos. Tapi apakah Tabloid Nyata juga dihidupi oleh keuangan dan organisasi dari Jawa Pos. Untuk itu, perlu diperhatikan pula sejauh mana hubungan antara Jawa Pos dan Tabloid Nyata.

Untuk mencapai kemandirian secara ekonomi, sebuah tabloid tentu harus memiliki strategi-strategi. Salah satu strategi pertumbuhan yang sering digunakan oleh penerbit majalah sukses adalah untuk memulai judul baru di pasar luar negeri yang memanfaatkan kekuatan merek pemimpin pasar yang didirikan di dalam pasar negeri.

Jadi, sifat produk dan absen dari hambatan internasional untuk perdagangan menyediakan penerbit majalah dengan membuka peluang untuk menjual barang dagangan mereka di negara-negara lain untuk gaya hidup tertentu atau kelompok profesional. Beberapa penerbit Eropa telah lebih baik dibanding lainnya untuk mengambil keuntungan dari kesempatan ini.

(9)

95

Prospek dan tantangan bisnis media ke depan adalah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (information dan communication Technology, ICT) yang cukup pesat menunjukkan makin besarnya kapasitas infrastruktur komunikasi, sehingga ini akan memperbesar kapasitas industri media. Peningkatan kapasitas infrastruktur komunikasi ini, juga diikuti oleh peningkatan jumlah penggunanya hampir di seluruh dunia, hal ini secara umum, mengindikasikan, makin besarnya prospek usaha media.

Prospek usaha media tentu dapat diperkirakan besarnya peluang usaha untuk bisnis ini, sehingga diharapkan ke depan akan makin banyak bertumbuh usaha media di Indonesia. Seperti disinggung sebelumnya, perkembangan bisnis media tidak hanya akan meramaikan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dapat memberikan kontribusi pada pencerdasan, dan kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara, menyuburkan demokrasi, serta memperteguh kesatuan dan persatuan bangsa.

Dari temuan peneliti hasil wawancara bahwa pihak Jawa Pos Grup memiliki alasan tersendiri mengapa setiap anak perusahaan yang didirikan menggunakan modal yang tidak besar. Grup Jawa Pos sebagai induk perusahaan bisa saja memberikan modal yang besar sebagaimana diterapkan perusahaan besar lain dalam mendirikan anak perusahaan. Perusahaan akan mau mengeluarkan berapapun modal yang dibutuhkan asal perhitungan bisnisnya jelas. Dengan demikian, terbitlah Tabloid Nyata sebagai salah satu bentuk ekspansi horizontal dari Jawa Pos.

(10)

96

B. Konfirmasi Temuan dengan Teori Ekonomi Media

Berdasarkan teori ekonomi media, media muncul dan berkembang dalam kehidupan manusia sesuai dengan tingkatan perkembangan teknologi yang dicapai oleh peradabannya. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa secara umum media tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, baik secara individu, keluarga, masyarakat, bangsa maupun pergaulan antar bangsa. Kedua kata tersebut (ekonomi dan media) seakan-akan sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Hampir setiap hari koran dan media lainnya, berbagai kejadian yang timbul di masyarakat, yang diberitakan oleh media (alat komunikasi massa), biasanya berawal dan atau berpengaruh pada kehidupan masyarakat.

Fakta menunjukkan bahwa media telah tumbuh bukan saja sebagai alat sosial, politik dan budaya tapi juga sebagai perusahaan yang menekankan keuntungan ekonomi. Institusi media harus dinilai sebagai dari sitem ekonomi yang juga bertalian erat dengan sistem politik. Inilah yang dimaksudkan bahwa media mempunyai karakter ganda yang tak terpisahkan yakni karakter sosial-budaya-politik dan karakter ekonomi. Faktor ekonomi telah menjadi faktor penentu dalam mempengaruhi seluruh prilaku media massa modern.

Ekonomi media mempelajari bagaimana industri media memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memproduksi konten dan mendistribusikannya kepada khalayak dengan tujuan memenuhi beragam permintaan dan kebutuhan akan informasi dan hiburan. Media menjadi medium iklan utama dan karenanya menjadi penghubung dan konsumsi, antara produsen barang dan jasa dengan masyarakat.

(11)

97

Ekonomi media, sebenarnya bukanlah jargon baru yang berkembang di masyarakat. Aktivitas ekonomi media sudah berkembang cukup lama, seperti adanya surat kabar, majalah, radio dan televisi, bahkan media online, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari saat ini. Sebagaimana aktivitas ekonomi lainnya, seperti ekonomi pertanian, ekonomi industri, atau ekonomi keuangan, dan sebagainya. Ekonomi media berkaitan dengan cara atau usaha manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya (kebutuhan atau needs, dan keinginan atau wants) melalui bisnis atau industri media.

Ekonomi media mempelajari bagaimana industri media memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memproduksi konten dan mendistribusikannya kepada khalayak dengan tujuan memenuhi beragam permintaan dan kebutuhan akan informasi dan hiburan. Media menjadi alat iklan utama dan karenanya menjadi penghubung dan konsumsi, antara produsen barang dan jasa dengan masyarakat. Ekonomi media berkaitan dengan cara atau usaha manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya (kebutuhan atau needs, dan keinginan atau wants) melalui bisnis atau industri media.

Hal tersebut sesuai dengan hasil temuan wawancara dengan Bapak Ahmad Tabloid Nyata adalah tabloid wanita jadi tabloid nyata memfokuskan kebutuhan perempuan. Konsumen media cetak ini pun bukannya hanya dari kalangan ekonomi menengah keatas saja, tapi kalangan ekonomi menengah ke bawah juga sudah bisa menikmati informasi media cetak tersebut. Harga terjangkau oleh semua kalangan mampu buat membeli dan menikmati informasi diberikan oleh media tersebut.

(12)

98

Tabloid Nyata ini memang lebih diperuntukkan kepada wanita. Untuk itu, Tabloid Nyata ini memiliki target pasar yang berbeda dengan Induknya, yaitu Jawa Pos yang memang merupakan koran reguler dan sajian yang diberikan pun jelas berbeda. Jawa Pos merupakan koran rutin yang menyediakan berita-berita terbaru, dengan beragam topik dan tema.

Di bidang ekonomi lainnya ada suatu hal yang unik dalam ekonomi dan bisnis media ini. Ekonomi atau bisnis lainnya, yang dihasilkan adalah barang dan jasa menurut selera konsumen. Ini untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen yang spesifik (misalnya kebutuhan pakaian, sandang, kendaraan, dan sebagainya).

Dalam hal bisnis media, yang diproduksi adalah informasi yang dikemas dalam bentuk berita (news), hiburan (entertainment), serta pendidikan dan ilmu pengetahuan (education). Tujuan dari bisnis adalah menghasilkan laba. Oleh karena itu, bisnis yang layak adalah bisnis yang dapat mencapai tujuannya, yaitu mendapat laba. Pendapatan dari usaha media pada umumnya adalah dari iklan, walaupun untuk media cetak, ada sebagian kecil pendapatan berasal dari penjualan produk media tersebut, seperti surat kabar dan majalah.

Bisnis media adalah pengelolaan media secara ekonomi, atau usaha (bisnis) media secara ekonomis dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan (konsumsi), baik individu, organisasi, maupun masyarakat, dan para pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya dalam rangka mencari laba.

Dari temuan peneliti ini juga sesuai dengan teori bahwa pihak Jawa Pos Grup memiliki alasan tersendiri mengapa setiap anak perusahaan yang didirikan

(13)

99

menggunakan modal yang tidak besar. Grup Jawa Pos sebagai induk perusahaan bisa saja memberikan modal yang besar sebagaimana diterapkan perusahaan besar lain dalam mendirikan anak perusahaan. Perusahaan akan mau mengeluarkan berapapun modal yang dibutuhkan asal perhitungan bisnisnya jelas.

Iklan pada media cetak adalah bentuk iklan tertua melalui media. Pemasang media iklan cetak bertujuan untuk dapat mencapai jumlah pembaca media cetak yang cukup besar. Sampai saat ini iklan melalui media cetak di Indonesia, masih memegang peranan cukup penting dalam bisnis iklan, walaupun di beberapa negara maju, porsi iklan untuk media cetak ini mulai berkurang, beralih ke media elektronik, terutama televisi. Bahkan untuk negara maju di mana pengguna media interaktifnya (online media), sudah memasyaratkan dengan baik, iklan sudah banyak beralih melalui media online ini.

Iklan melalui media cetak (surat kabar dan majalah), di negara maju masih bertahan biasanya untuk produk tertentu, di mana konsumennya spesifik, yaitu masyarakat dengan kelompok umur 45 tahun ke atas, yang masih setia dengan membaca surat kabar dan majalah khusus dengan target pembaca yang khusus pula, seperti majalah olahraga (spor magazine), kesehatan (helath), gaya hidup (life style), dan lainnya. Oleh karena itu, para pemasang iklan mempunyai pilihan media cetak yang lebih spesifik, untuk pemasang iklannya.

Dengan adanya laba, baik dari hasil iklan maupun dari hasil penjualan, Tabloid Nyata sekarang sudah dapat menghidupi kecukupan rumah tangganya. Kemandirian inilah yang membuat Tabloid Nyata dapat berdiri sendiri tidak bergantung Jawa Pos.

(14)

100

Dalam Ekspansi Horizontal umum, ekspansi pangsa pasar perusahaan, baik melalui pertumbuhan internal atau dengan perolehan dari perusahaan lain dengan produk serupa dapat termotivasi oleh keinginan memaksimalkan keuntungan perusahaan untuk kekuatan pasar yang lebih besar (misalnya: kemampuan untuk melakukan kontrol yang sama atas harga) atau dengan keuntungan efisensi. Dampak bersih dari ekspansi pada kinerja pasar dan akhirnya, pada kesejahteraan masyarakat umumnya tergantung pada menjualkan antara ada dua hasil yang mungkin. Sementara pencapaia keuntungan efsiensi (penggunaan peningkatan sumber daya) dapat dilihat sebagai melayani kepentingan publik, akumulasi kekuatan pasar dapat meyebabkan perilaku dan praktek yang berjalan bertentangan dengan kepentingan umum.

Hubungan antara ukuran dan efisiensi perusahaan tergantung pada ketersediaan skala ekonomi pada apakah biaya marjinal yang kurang dari biaya rata-rata mengembang output. Skala ekonomi, yang sering disebut sebagai motif yang paling penting untuk merger horisontal akuisisi, adalah intensif umum khususnya untuk ekspansi oleh perusahaan media.

Biaya yang berkaitan dengan pemberian layanan yang diberikan cenderung sama, terlepas dari ukuran penonton dan begitu atas, skala ekonomi timbul sebagai khalayak yang lebih besar ditranslasikan ke dalam pendapatan lebih. Skala ekonomi yang hadir di hampir semua sektor media, dari majalah penerbitan untuk siaran radio untuk penerbitan musik. Akibatnya, ekspansi horizontal merupakan strategi menguntungkan bagi sebagian besar perusahaan media. Dalam penerbitan surat kabar, misalnya biaya marjinal yang terlibat dalam menjual satu

(15)

101

salinan tambahan dari edisi yang sama dari surat kabar relatif rendah, sehingga ekonomi produk spesifik dari skala akan timbul sebagai sirkulasi berkembang. Biaya marjinal positif sejak (tidak seperti penyiaran) produk dikirimkan dalam bentuk nyata, yang melibatkan beberapa biaya cetak dan distribusi, tetapi atas editorial cenderung menjadi komponen terbesar dari ekspansi untuk penerbitan media cetak dan ini tidak selalu berubah seperti konsumsi yang ekpand produk atau kontrak.

Dalam bisnis media, ekonomi-lah yang memikirkan bagaimana usaha atau strategi dalam meningkatkan efisensi dalam mengalokasikan sumber-sumber yang terbatas. Gagasan efisiensi sangat berkaitan dengan tujuan perusahaan. Sebagian besar perusahaan media tunduk pada teori ekonomi klasik tentang perusahaan termasuk perusahaan periklanan yang mana bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dan memuaskan pemegang saham.

Bahwa keinginan Pak Dahlan ingin mengembangkan usahanya di bidang usaha pada jenis usaha yang sama yaitu media cetak yaitu berupa tabloid. Dan pada akhirnya pak Dahlan menyepakati pembelian saham PT. Dharma Nyata Press dan Dharma Nyata resmi menjadi salah satu anak Jawa Pos Group. Jadi setelah resmi menjadi salah satu anak perusahaan Jawa Pos Group manajemen Dharma Nyata Perss ditangani sepenuhnya oleh pihak Jawa Pos Group. Sehingga pada penerbitannya pertama kali pada tanggal 1 januari 1991 Tabloid Dharma Nyata Perss tersebut terdapat perbedaan secara keseluruhan dengan terbitan sebelumnya, baik dalam hal desain maupun isinya. Tabloid Dharma Nyata Perss edisi baru terbit 32 halaman, pada halaman depan (cover) dicetak full colour

(16)

102

dengan desain logo yang menonjol kata “Nyata” tersebut. Sehingga sampai saat ini tabloid tersebut lebih dikenal dengan nama Tabloid “NYATA”.

Konsentrasi media biasa disebut juga dengan konglomerasi media karena tujuan kehadirannya untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Konglomerasi media adalah gambaran dari perusahaan berskala besar yang memiliki bagian unit usaha media massa yang berbeda seperti suatu perusahaan yang menaungi televisi dan koran, majalah dan lain sebagainya. Konstentrasi kepemilikan media ini dimaksudkan untuk mencapai efisisensi, sehingga keuntungan ekonomi maksimal dapat diperoleh. Media massa kini berusaha untuk mencari pengeluaran minimal demi mendapatkan penghasilan yang maksimal, hal inilah yang kemudian mendorong terjadinya komersialisasi media massa.

Seperti yang dibilang pak Rudi Wiratmo dalam temuan peneliti Ada banyak, ada JTV, SBO, Radar tapi kalau yang sesama media cetak ya tabloid nyata ini dan yang paling banyak pasarnya. Media cetak mengalami perkembangan juga. Perusahaan media cetak mulai banyak berdiri dan melebarkan pemasarannya sampai pedesaan. Orang-orang berada jauh dari perkotaan bisa menikmati media cetak tersebut.

Dari hasil wawancara dengan pak Adi Susanto, Dharma Kanda mengalami kebangkrutan jadi gak bisa bertahan lama, sedangkan yang di tangani pak Sakdani Dharmopamudjo dapat bertahan lama walaupun olahnya tidak mengalami kemajuan yang berarti. Gara-gara pake bahasa jawa koran ini mengalami banyak hambatan untuk berkembang. Hmm, sekitar tahun 1980-an Dharma Nyata terbit 12 halaman mbak dengan menggunakan dua bahasa yaitu

(17)

103

Jawa dan Indonesia. Tapi pada tahun 1986 Dharma Nyata mengubah strateginya lagi yaitu dengan merubah bentuk Koran menjadi tabloid serta menambah menjadi 16 halaman, 8 halaman diantaranya merupakan edisi Koran Masuk Desa (KMD).

Beberapa proses integrasi media yaitu gelombang merger dan akuisisi yang terjadi di antara raksasa media global. Hal ini memperlihatkan munculnya susunan pasar pasar media global. Susunan utamanya adalah media besar yang berintregasi secara horizontal. Di indonesia juga terjadi sejumlah integrasi yang dilakukan oleh perusahaan media massa besar.

Hal ini juga terjadi pada Jawa Pos yang juga melakukan intregasi secara horizontal yaitu dengan memunculkan tabloid nyata. Sebuah media cetak yang berupa majalah diciptakan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tuntutan kebutuhan bagi para wanita yang membuat Jawa Pos akhirnya memproduksi tabloid nyata.

Penerbitan majalah ini mirip dalam banyak cara untuk penerbitan surat kabar. Seperti dengan koran, pendapatan yang diperoleh dari iklan dan penjualan. Iklan adalah jauh lebih penting dari dua sumber pendapatan ini untuk ‘bisnis’ (atau profesional), majalah, sebagai lawan dari ‘konsumen judul’. Majalah konsumen (mereka yang peduli dengan olahraga, gaya hidup, dll), di sisi lain, berasal sebagian dari pendapatan mereka dari penjualan penutup. Majalah dihadapkan oleh biaya mirip dengan koran editorial, penjualan iklan, kertas, percetakan, distribusi, dll dan meskipun media cetak berjalan cenderung sangat ditandai dengan skala ekonomi.

(18)

104

Majalah modern muncul sebagai medium massa terutama karena peranannya sebagai penghubung sistem pemasaran. Seperti halnya koran, selama bertahun-tahun majalah mampu merangkum aneka selera dan kepentingan yang luas. Namun tidak seperti media lainnya, sebagian besar majalah yang ada terfokus pada khalayak homogen tertentu atau kelompok-kelompok yang kepentingannya sama. Dengan berfokus pada selera atau bidang tertentu, majalah bisa meraih khalayak dari berbagai kelas sosial, tingkat pendapatan atau pendidikan di seluruh penjuru negara.

Pada awalnya, sumber pendapatan utama majalah adalah hasil penjualan majalah itu sendiri. Sumber lainnya adalah dukungan keuangan dari asosiasi atau perusahaan tertentu yang berkepentingan dengan terbitnya majalah tersebut. Baru belakangan majalah mengandalkan pemasukannya dari iklan, dan ini terkait dengan perannya dalam sistem pemasaran. Besarnya sirkulasi dan cakupan nasionalnya menjadikan majalah sebagai media yang baik untuk beriklan. Kini, majalah seringkali diterbitkan khusus untuk kelompok konsumen tertentu. Isi editorial dan iklan-iklannya sengaja disesuaikan terhadapnya.

Karena majalah dapat mencipatakan pasar sendiri untuk suatu produk, maka hubungan antara majalah lebih diarahkan untuk kepentingan khlayak tersebut, karena para penerbitnya tidak mau berisiko dengan isi yang belum tentu di terima. Karenannya, majalah sengaja menyediakan diri untuk melayani khalayak itu saja.

Majalah khusus adalah yang dikembangkan untuk bidang-bidang tertentu, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu,

(19)

105

penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu. Biasanya surat kabar khusus ini terbitnya tidak setiap hari, tetapi berkala, apakah mingguan, dwimingguan, dan lainnya.

Seperti yang disampaikan oleh Bu Arie beda pemasarannya kalau tabloid mingguan lah kalau koran setiap hari segmen pasarnya beda, segmen pelanggannya juga beda. Majalah itu lebih menarik dari koran karena desain majalah lebih berwarna dan isinya lebih ringan.

Masyarakat di jatim lebih memilih tabloid nyata sebagai minat pembaca unggulan karena dalam pemilihan berita tabloid ini mencari berita yang ter update menarik juga untuk dibaca supaya peminat pembeli tertarik dengan tabloid nyata. Selain itu, Tabloid Nyata juga mengedepankan kualitas, baik dari sisi kertas maupun percetakannya.

Referensi

Dokumen terkait

Gambaran mengenai pasar khususnya pangsa pasar sangat diperlukan dalam menyusun strategi baik yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi internal, eksternal, kekuatan dan

Perusahaan yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dengan harga kompetitif akan dapat mempertahankan pangsa pasarnya bahkan meningkatkan pangsa pasar

DAFTAR AKTIVA DAN PENGHAPUSAN (Sebelum Ekspansi). HARGA

Matriks pertumbuhan pangsa adalah metode perencanaan portofolio yang mengevaluasi unit bisnis strategis perusahaan menyangkut tingkat pertumbuhan pasar mererka dan pangsa

Perusahaan A (Singapura) menguasai pangsa pasar sebesar 25%, perusahaan B (Singapura) menguasai pangsa pasar 30%, perusahaan C (Indonesia) 25%, perusahaan D (Malaysia) 10%

Pada posisi ini perusahaan atau produk berada pada posisi dimana memiliki pangsa pasar yang kecil tetapi masih berada dalam kondisi dimana pasar mengalami

Produk-produk kami secara keseluruhan menguasai pangsa pasar rokok Indonesia, dengan pangsa pasar mencapai lebih dari 24%, faktor lainnya adalah kredibiltas perusahaan, perusahaan

• Integrasi hulu dengan pemasok • Peningkatan nilai pelanggan – meningkat • Pasar geografis baru Gunakan Internet untuk: Produk yang ada • Pertumbuhan pangsa pasar – bersaing