Berita Resmi Statistik No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017 1
Bulan Mei 2017, memasuki bulan kelima di tahun 2017 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, Kota Metro mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu terjadinya inflasi didominasi oleh kelompok bahan makanan dengan sumbangan inflasi sebesar 0,4493 persen diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan sumbangan inflasi 0,2083 persen; kemudian diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan sumbangan inflasi 0,1058 persen; kelompok sandang dengan sumbangan inflasi 0,0645 persen dan diikuti oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan sumbangan inflasi 0,0394 persen serta kelompok kesehatan dengan sumbangan inflasi 0,0011 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang menahan laju inflasi di Kota Metro pada bulan Mei 2017 yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil deflasi sebesar 0,0092 persen. Perubahan indeks pada ketujuh kelompok pengeluaran tersebut menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Metro sebesar 0,86 persen.
Komoditas yang memberikan andil inflasi cukup besar selama bulan Mei 2017 diantaranya adalah bawang putih, tarip listrik, cabai merah, telur ayam ras, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, tomat sayur, kentang, bensin dan sepeda motor. Berdasarkan penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2017, inflasi Kota Metro disebabkan oleh adanya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi 1,57 persen; kelompok sandang yang mengalami inflasi 1,15 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mengalami inflasi 0,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan inflasi 0,60 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan inflasi 0,34 persen dan kelompok kesehatan dengan inflasi 0,01 persen. Sementara itu, kelompok yang menahan laju inflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan deflasi 0,13 persen.
Pada Mei 2017, berdasarkan penghitungan inflasi dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, terdapat 70 kota yang mengalami inflasi dan 12 kota yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,96 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Bulukumba dengan inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,13 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar dengan deflasi sebesar 0,01 persen. Kota Metro dengan inflasi 0,86 persen menempati peringkat 5 secara nasional. Dari 23 kota di pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,90 persen dan terendah terjadi di Meulaboh yaitu sebesar 0,06 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang yaitu sebesar 0,93 persen sedangkan deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. Kota Metro dengan inflasi 0,86 persen menduduki peringkat ke-4 di pulau Sumatera.
p
No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017
KOTA METRO BULAN MEI 2017
INFLASI SEBESAR 0,86 PERSEN
MEI 2017 INFLASI SEBESAR 0,86 PERSEN
Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Mei 2017, secara umum mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan harga oleh BPS, pada bulan Mei 2017 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen
(IHK) dari 134,78 pada bulan April 2017 menjadi 135,94 pada bulan Mei 2017.
Komoditas yang memberikan andil inflasi cukup besar selama bulan Mei 2017 diantaranya adalah bawang putih, tarip listrik, cabai merah, telur ayam ras, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, tomat sayur, kentang, bensin dan sepeda motor.
Kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu terjadinya inflasi didominasi oleh kelompok bahan makanan dengan sumbangan inflasi sebesar 0,4493 persen diikuti oleh kelompok perumahan, air, litrik, gas dan bahan bakar dengan sumbangan inflasi 0,2083 persen; kemudian diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan sumbangan inflasi 0,1058 persen; kelompok sandang dengan sumbangan inflasi 0,0645 persen dan diikuti oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan sumbangan inflasi 0,0394 persen serta kelompok kesehatan dengan sumbangan inflasi 0,0011 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang menahan laju inflasi di Kota Metro pada bulan Mei 2017 yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil deflasi sebesar 0,0092 persen. Perubahan indeks pada ketujuh kelompok pengeluaran tersebut menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Metro sebesar 0,86 persen.
IHK IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Inflasi
2017 **) ***)
[2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]
U m u m 130.75 134.08 134.78 135.94 0.86 1.39 3.97
1 Bahan Makanan 153.29 160.43 156.08 158.53 1.57 -1.18 3.42
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 125.66 127.23 127.87 128.64 0.60 1.11 2.37 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 119.81 121.96 127.85 129.05 0.94 5.81 7.71
4 Sandang 117.29 119.17 119.17 120.54 1.15 1.15 2.77
5 Kesehatan 134.51 135.20 135.1 135.12 0.01 -0.06 0.45
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 126.44 134.06 134.07 133.9 -0.13 -0.12 5.90 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 121.99 122.31 124.46 124.88 0.34 2.10 2.37 *) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya
**) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan Mei 2016
[1]
Tabel 1. Laju Inflasi Metro Mei 2017, Tahun Kalender, dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran Mei 2016 Desember 2016 April 2017 Mei 2017 *) Tahun Kalender Tahun ke tahun Mei 2017
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada bulan Mei 2017 mengalami inflasi sebesar 1,57 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 156,08 pada bulan April 2017 menjadi 158,53 pada bulan Mei 2017. Dari sebelas subkelompok dalam kelompok ini, 10 (sepuluh) subkelompok mengalami inflasi yakni subkelompok bumbu-bumbuan dengan inflasi 5,70 persen; subkelompok ikan diawetkan dengan inflasi 3,40 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya dengan inflasi 2,63 persen; subkelompok sayur-sayuran dengan inflasi 2,44 persen; subkelompok lemak dan minyak dengan inflasi 1,82 persen; subkelompok ikan segar dengan inflasi 1,25 persen; subkelompok kacang-kacangan dengan inflasi 0,59 persen, subkelompok buah-buahan dengan inflasi 0,42 persen; subkelompok bahan makanan lainnya dengan inflasi 0,40 persen dan subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya dengan inflasi 0,11 persen. Sementara itu, terdapat 1 (satu) subkelompok yang menahan laju inflasi, yaitu subkelompok daging dan hasil-hasilnya yang mengalami deflasi 3,20 persen.
Kelompok bahan makanan pada bulan Mei 2017 memicu terjadinya inflasi dengan andil inflasi sebesar 0,4493 persen. Komoditas yang memicu terjadinya inflasi diantaranya bawang putih, cabai merah, telur ayam ras, tomat sayur, kentang, udang basah, cabe hijau, beras, minyak goreng, ayam hidup.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks dari 127,87 pada April 2017 menjadi 128,64 pada Mei 2017, sehingga menyebabkan inflasi sebesar 0,60 persen. Inflasi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dipicu oleh kenaikan indeks pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol dengan inflasi 1,18 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol dengan inflasi 0,78 persen dan subkelompok makanan jadi dengan inflasi 0,24 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah rokok kretek filter, air kemasan, makanan ringan/snack, rokok kretek, rokok putih, roti tawar, ice cream dan biskuit.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan Mei 2017 mengalami inflasi sebesar 0,94 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,85 pada bulan April 2017 menjadi 129,05 pada bulan Mei 2017. Inflasi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dipicu oleh kenaikan indeks pada subkelompok bahan bakar, penerangan dan air yang mengalami inflasi 3,33 persen dan subkelompok biaya tempat tinggal yang mengalami inflasi 0,11 persen. Sementara itu subkelompok yang menahan laju inflasi adalah subkelompok penyelenggaraan rumah tangga yang mengalami deflasi 0,66 persen dan subkelompok perlengkapan rumah tangga yang mengalami deflasi 0,38 persen.
Pada bulan Mei 2017, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2083 persen. Komoditas yang memicu terjadinya inflasi pada kelompok ini antara lain tarif listrik, bahan bakar rumah tangga, asbes, keramik, tempat tidur dan kayu lapis.
Berita Resmi Statistik No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017 5
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada bulan Mei 2017 mengalami inflasi sebesar 1,15 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 119,17 pada April 2017 menjadi 120,54 pada Mei 2017. Subkelompok yang memicu terjadinya inflasi adalah subkelompok sandang wanita yang mengalami inflasi 1,51 persen; subkelompok sandang anak-anak yang mengalami inflasi 1,27 persen; subkelompok sandang laki-laki yang mengalami inflasi 1,06 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain yang mengalami inflasi 0,43 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi di kelompok ini adalah baju kaos berkerah, celana panjang jeans, sandal kulit, pembalut wanita, daster, blus, handuk, sepatu, BH katun dan celana dalam wanita.
5. Kesehatan
Kelompok kesehatan pada bulan Mei 2017 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau mengalami kenaikan indeks dari 135,10 pada April 2017 menjadi 135,12 pada Mei 2017, dengan andil inflasi sebesar 0,0011 persen. Subkelompok yang memicu terjadinya inflasi yakni subkelompok obat-obatan dengan inflasi 0,86 persen. Sedangkan subkelompok yang menahan laju inflasi adalah subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik yang mengalami deflasi 0,23 persen. Sementara pada subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah obat gosok, bedak, obat batuk, sabun mandi cair, sabun mandi dan lipstik.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan Mei 2017 mengalami deflasi sebesar 0,13 persen atau mengalami penurunan indeks dari 134,07 pada April 2017 menjadi 133,90 pada Mei 2017. Subkelompok yang memicu terjadinya deflasi adalah subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dengan deflasi 0,83 persen dan subkelompk rekreasi dengan deflasi 0,30 persen. Sedangkan subkelompok yang menahan laju deflasi adalah subkelompok olah raga yang mengalami inflasii 0,80 persen. Sementara itu, pada subkelompok jasa pendidikan dan subkelompok kursus-kursus/pelatihan tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas yang memberikan andil deflasi dikelompok ini adalah buku tulis bergaris, televisi berwarna, modem internet, sepeda anak dan pulpen/bollpoint.
7. Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan
Pada bulan Mei 2017, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,34 persen atau mengalami kenaikan indeks dari 124,46 pada bulan April 2017 menjadi 124,88 pada bulan Mei 2017. Subkelompok yang memicu terjadinya inflasi adalah subkelompok transpor dengan inflasi 0,52 persen dan subkelompok sarana penunjang transpor yang mengalami inflasi 0,06 persen. Sedangkan subkelompok yang menahan laju inflasi adalah subkelompok komunikasi dan pengiriman dengan deflasi 0,12 persen. Sementara pada subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks. Komoditas yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah bensin, sepeda motor, sepeda, ban luar motor, helm dan mobil.
Berita Resmi Statistik No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017 7
INFLASI TAHUNAN
Bila dilihat perbandingan inflasi tahunan, menurut penghitungan inflasi tahun kalender pada Mei 2017 terjadi inflasi sebesar 0,86 persen, menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2016 pada bulan yang sama, dimana pada saat itu terjadi inflasi sebesar 0,36 persen. Sementara inflasi “year on year” pada Mei 2017 adalah sebesar 3,97 persen.
Tabel 5. Inflasi Tahun Kalender Mei 2016, Mei 2017 dan Inflasi Year on Year Mei 2017
Ket : kolom (2) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 kolom (3) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 kolom (4) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan Mei 2016
Gambar 1.
Perbandingan Inflasi Tahun Kalender Mei 2016 dan Mei 2017 menurut Kelompok Pengeluaran
PERBANDINGAN ANTAR KOTA
Pada Mei 2017, berdasarkan penghitungan inflasi dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, terdapat 70 kota yang mengalami inflasi dan 12 kota yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,96 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Bulukumba dengan inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,13 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar dengan deflasi sebesar 0,01 persen. Kota Metro dengan inflasi 0,86 persen menempati peringkat 5 secara nasional. Dari 23 kota di pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,90 persen dan terendah terjadi di Meulaboh yaitu sebesar 0,06 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang yaitu sebesar 0,93 persen sedangkan deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. Kota Metro dengan inflasi 0,86 persen menduduki peringkat ke-4 di pulau Sumatera.
Berita Resmi Statistik No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017 9
Berita Resmi Statistik No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017 11 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA METRO
Jl. Ar Prawiranegara Kec. Metro Pusat Telepon (0725) 41758
Email: [email protected] Website: metrokota.bps.go.id Keterangan lebih lanjut hubungi :
Kepala BPS Kota Metro
Up. Taulina Anggarani, MA
Telpon (0721) 41758 Email: [email protected]
Lampiran
Tabel 1. Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulan Januari – Mei 2017
Tabel 2. Perbandingan Inflasi Month on Month (MoM)
Berita Resmi Statistik No. 05/04/1872/Th.XVII, 2 Juni 2017 13
Tabel 3. Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Point to Point))
Bulan Januari – Mei 2017
Tabel 4. Perbandingan Inflasi Tahun ke Tahun (Year on Year)