• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politik dan Negara tugas pak eko 3 .docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Politik dan Negara tugas pak eko 3 .docx"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

POLITIK DAN NEGARA

DISUSUN OLEH :

PRAWIRAYUDHA PRATAMA (20171040026)

MARETA GANING PUSPITA (20171040045)

MAGISTER ILMU PEMERINTAHAN

(2)

Politik dan Negara

Bayang-bayang Negara membayang hampir di setiap aktivitas manusia. Dari

pendidikan hingga manajemen ekonomi, dari kesejahtraan sosial hingga sanitasi, dan

dari tatanan dalam negeri hingga pertahan luar negeri, Negara membentuk dan

mengontrol, Negara pun mengatur, mengawasi, mengizinkan dan melarang. Bahkan

urusan urusan yang dianggap pribadi sepenuhnya tunduk pada otoritas dari Negara.

lantas hubungannya tentang ilmu politik seperti aapa dan bagaimana?. pada dasarnya

sering sekali ilmu politik dipahami sebagai studi tentang Negara, analisis tntang

organisasi-organisasi kelembagaannya, evaluasi tentang pengaruhnya pada masyrakat

dan sebagainya. Debat ideologi dan politik partai, cenderung berkisar di seputar isu

tentang fungsi atau peran tepat dari Negara : apa sajakah yang harus dilakukan oleh

Negara dan apa sajakah yang harus diserahkan oleh Negara pada individu dan

asosiasi pribadi? Watak Negara telah menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam

analisis politik.

Pembahasan ini kali ini mengarah kepada membahas persoalan tentang watak

atau sifat dari kekuasaan Negara dan dalam proses tersebut, menyentuh sebagaian

dari perpecahan yang paling mendalam dan paling kekal dari politik. Pada dasarnya

akan mengantar pada sbuah pembahasan tentang peran dan tanggung jawab yang

bebrbeda dari Negara dan bentuk yang berbeda yang dimiliki Negara. Dan yang

terakir pembahasan ini akan melihat apakah ditengah globalisasi dan perkembangan

(3)

1. Definis Negara

Istilah ‘negara’ telah digunakan untuk menunjuk pada banyak hal, seperti

sebuah kumpulan lembaga, sebuah territorial, sebuah ide filsafat, sebuah perangkat

pemaksaan atau penindasan, dan sebagainya.1 kekacuan ini muncul sebagian dari

fakta bahwa Negara telah dipahami dalam empat cara yang berbeda, dari perspektif

idealis, perspektif fungsionalis, perspektif organisasional, dan perspektif

internasional.

Pendekatan idealis tentang Negara paling jelas direflesikan dalam tulisan dari

G.W.F.Hegel, hegel mengidentifikasikan tiga momen dari eksistensi sosial yaitu

keluarga, masyarakat sipil, dan Negara.2 Dalam keluarga, ia beperndapat bahwa

sebuah’altruisme tertentu’ berjalan dan mendorong masyarakat untuk menepikan

kepentingan mereka sendiri demi mendahulukan kepentingan dari anak-anak mereka

atau orang tua mereka. Sebaliknya, masyarakat sipil dipandang sebagai sebuah

lingkup ‘egoisme universal’ dimana individu mendahulukan kepentingan mereka

sendiri di depan kepentingan orang lain. Hegel melihat negara sebagai sebuah

komunitas etis yang didukung oleh sikap saling simpati-‘altruism’ namun kelemahan

dari idealisme tersebut, bagaimanapun juga bahwa ia mengemukakan sebuah

gambaran yang tidak keritis tentang Negara dan dengan mendefinisakan Negara

dalam sudut pandang etis, yang gagal membedakan dengan jelas antara

lembaga-1 Negara adalah sebuah kesatuan politik yang membentuk wilayah hukum berdaulat didalam batas batasaan wilayah tertentu, dan menyelnggaraknan otoritas melalui serangkaian lembaga permanen.

(4)

lembaga yang merupakan dari bagian dari Negara dan lembaga-lembaga yang berada

diluar Negara (Thiry, 1981).

Pendekatan fungsionalis tentang Negara berfokus pada peran dan tujuan.

Fungsi utama Negara adalah pemeliharaan tatanan sosial, Negara didefinisikan

sebagaian rangkaian lembaga yang menegakkan tatanan dan menghasilkan stabilitas

social. Pendektaan semacam ini telah diadopsi kalangan neo-marxis yang cenderung

melihat Negara sebagai sebuah mekanisme melalui konflik kelas diredam untuk

menjamin ketahanan sistem kapitalis jangka panjang. Kelemahan dari pandangan

fungsionalis dari sebuah Negara bagaimanapun juga adalah bahwa ia cenderung

untuk mengasosiasikan setiap lembaga yang memelihara tatanan (keluarga, media

masa, serikat buruh dan tempat ibadah) dengan Negara itu sendiri. Inilah mengapa

tidak terjadi pertanyaan yang sebaliknya.

Pendekatan organisasional telah mendefinisikan Negara sebagai perangkat

pemerintah dalam pengertian yang paling luas adalah sebagai rangkaian lembaga

yang dapat dikenali yang bersifat publik dimana mereka bertangungjawab dalam

pengaturan kehidupan sosial dan dibiayai oleh belanja publik. Kelebihan dari definisi

ini bahwa terdapat adanya pembedaan dengan jelas antara Negara dan masyrakat

sipil.3 Pendakatan organisasional sangat memungkinkan kita untuk berbicara tentang

kemajuan atau kemunduran Negara dalam pengertian perluasaan atau pengurangan

tanggung jawab dan kewenangan dari Negara dan pembesaran atau pengecilan dari

(5)

mesin kelembagaanya. Dalam sudut pandang ini lembaga dapat dibedakan untuk

mendefinisikan lima ciri penting dari Negara :

1. Negara adalah penguasa. Ia menggunakan kekuasan yang mutlak dan

tidak terbatas, dimana ia berdiri sendiri diatas semua organisasi dan

kelompok lain di dalam masyarakat. Thomas Hobbes mengusung ide

tentang kekuasaan Negara dengan mengambarkan Negara sebagai

‘leviathan’ yaitu sebuah monster raksasa.

2. Lembaga Negara dapat dikenal sebagai bersifat publik (negeri), berbeda

dengan lembaga privat (swasta) dari masyarkat sipil. Bdan public

bertanggung jawab membuat dan menyelebggarakan keputusan bersama,

sementara badan privat seperti misalnya keluarga, perusahanswasta dan

serikat buruh, ada untuk memenuhui kepentingan individual.

3. Negara adala sebuah ukuran legitimasi. Keputusan dari Negara biasanya

diterima sebagai mengikat para anggota masyarkat karena sebagaimana

diklaim, mereka dibuat untuk kepentingan publik atau untuk kebaiakan

bersama, Negara dianggap mencerminkan kepentingan-kepentingan

permanen dalam masyarakat.

4. Negara adalah sebuah perangkat dominasi. otpritas Negara disokong oleh

sebuah pemaksaan. Negara harus memiliki kapasitas untuk memastikan

hukum-hukumnya diaptuhi dan pelanggarannya dihukum. Menurut max

weber bahwa Negara didefinisikan oeleh memonopolinya terhadap sarana

(6)

5. Negara adalah sebuah territorial. Wilayah hukum dari Negara didefiniskan

secara geografis dan ia mencakup semua yang hidup dalam batas batas

ilayah Negara tesebut, baik mereka itu warga Negara atau bukan. Pada

dasarnya Negara adalah sebuah entitas otonom.

Pendekatan internasional tentang pandangan Negara terutama sebagai pelaku

pada tingkat dunia yaitu sebagai unit dasar politik internasional. Ini memperlihatkan

bahwa bnegara memiliki dua wajah satu wajah menghadap keluar dan satu wajah

menghadap kedalam sementara definisi definisi sebelumnya berkenaan dengan wajah

Negara yang menghadap kedalam yaitu hubungannya dengan iundividu dan

kelompok yang hidup didalam batas batas wilkayahnya, kemampuannya untuk

memelihara tatanan domistik, pandangan internasional berkenaan dengan wajah

Negara menghadap keluar yaitu hubungan dengan Negara-Negara lain dan karena itu

kemampuannya untuk memberikan perlindungan dari serangan luar.

2. Debat tentang Negara

2.1 Teori- teori yang bersaing tentang Negara

Ada empat teori yang bersaing ata berbeda tentang Negara dapat teridentifikasi

sebagai berikut :

1. Negara pluralis 2. Negara kapitalis 3. Negara leviathan 4. Negara patrarkhal

(7)

Teori pluralis tentang Negara memiliki sebuah kaitanya dengan liberal yang

sangat jelas. Ia muncul dari keyakinan bahwa Negara bertindak sebagi wasit atau

pengadil didalam masyarakat. Thomas Hobbes dan John locke berfikir atau berfokus

kepada landasan-landasan bagi kewajiban politik, landasan dimana individu-individu

diwajibkan untuk mematuhi dan menghormati Negara.4 Mereka berpendapat bahwa

Negara muncul atau terbentuk dari sebuah kesepakatan sukarela, atau kontrak sosial

yang dibuat oleh individu-individu yang mengakui bahwa hanyalah bentukan atau

pembentukan dari sebuah kekuasan yang berdaulat yang dapat menjaga mereka dari

ketidakamanan, ketertiban, dan brulaitas dari keadaan alami.5 tanpa sebuah Negara

individu-individu akan melakukan kekerasaan mengeksploitasi dan memperbudak

satu sama lain dengan danya sebuah Negara tatanan dan kehidupan masyarakat sipil

dijamin dan kemerdekaanya dilindungi. Sebagaimana pernyataanya locke “dimana

tidak ada hukum tidak ada kebebasan”. Dalam teori liberal Negara dilihat sebagai

seorang pengadil yang netral diantara kelompok dan individu yang bersaing didalam

masyarakat. Hobbes pun berpendapat bahwa stabilitas dan ketertiban hanya dapat

dijamin dengan adanya pembentukan sebuah Negara yang absolut dan tak terbatas,

dengan kekuasaan dan kekuatan yang tidak dapat ditentang atau dipertanyakan.

dengan kata lain ia berpandangan bahwa warga Negara dihadapkan kepada sebuah

pilihan antar absolutism dan anarki.6

4 Kewajiban politik adalah tugas atau kewajiban dari warga Negara terhadap Negara;landasan bagi hak Negara untuk memerintah

5 Keadaan alami adalah sebuah masyarakat tanpa adanya otoritas politik dan kontrol hukum formal pada individu-individu; biasanya digunakan sebagai alat teoretis.

(8)

2.1.2 Negara kapitalis

Pengertian marxis tentang Negara kapitalis menawarkan sebuah alternative

bagi gambaran pluralis tentang Negara sebagai seorang pengadil atau wasit yang

netral. Kelompok marxis secara khas berargumen bahwa Negara tidak dipahami

secara terpisah dari struktur ekonomi masyarakat. Pandangan ini biasa dipandang

sebgai adanya pembedaan kelas dimana Negara tidak lebih sebagai sebuah

instrument penindasan kelas. (Sachs, 1999) Kapitalisme bisa dikatakan sebuah

pandangan yang menentukan suatu hak kepemilikan pribadi dari alat-alat produksi

dimana adanya distrubusi yang sangat kompetitif dalam mengambil sebuah

keuntungan. Akan tetapi, Marx tidak mengembangkan sebuah teori yang sistematis

atau koheren tentang Negara. Dalam sebuah pengertian umum dia meyakini Negara

sebuah superstruktur yang ditentukan oleh landasan ekonomi yang dianggap sebagai

fondasi yang nyata dari kehidupan sosial. Akan tetapi hubungan yang tepat antara

landasan dan superstruktur dalam kasus ini adalah corak produksi kapitalis adalah

tidak jelas. Dua tulisan marxis yang mengidentifikasi sebuah Negara. Teori pertama

disekspresikan dalam ucapan dia yang dikutip dari (Marx & Engels, 1969) ekskutif

dari Negara modern tidak lain adalah sebuah komite untuk mengelola urusan urusan

umum dari kaum borjuis, dari perspektif ini bahwa Negara jelas bergantung pada

masyarakat dan bergantung pada kelas yang dominan secara ekonomi, yang dalam

kapitalis disebut borjuis.7 lenin medsekripsikan bahwa Negara sebagai sebuah

(9)

perangkat untuk menindas kelas yang terekspolitasi. Teori kedua yang lebih kompleks

dan kaku tentang Negara, dalam analisis marx tentyang peristiwa peristiwa

revolusioner di perancis antar tahun 1847 hingga 1851, the eighteenth brumaire of

Louis Bonaparte. Marx mengemukakan bahwa Negara dapat memiliki apa yang

kemudian dianggap sebagai otonomi relative dari sitem kelas Negara napoleonik

mampu memaksakan kehendaknya pada masyarakat, bertidak sebagai sebuah ‘badan

parasite yang menjijikan’. Akan tetapi dalam perjalannya sikap marx terhadap Negara

tidak selamanya negative . dia berpendapat bahwa Negara dapat digunakan secara

konstruktif selama transisi dari kapitalisme menuju komunisme dalam bentuk

kediktatoran proletariat revulosioner.8 Pengahapusan kapitalisme akan menghasilkan

kehancuran Negara borjuis dan menciptkan sebuah alternative yaitu Negara

proletarian.

Dalam mendeskripsikan Negara sebagai ‘kediktatoran’ proletarian, marx

menggunakan teori Negara dimana dia melihat bahwa Negara sebai sebuah

instrument melalui mana kelas yang dominan secara ekonomi dapat menekan dan

dapat menundukan kelas-kelas lain. Semua Negara dari prespektif ini adalah

kediktatoran kelas. Kediktatoran proletarian dilihat sebagai sebuah alat untuk

melindungi sebuah pencapaian dari revolusi dengan mencegah munculnya

kontra-revolusi oleh kaum borjuis yang telah kehilangan kepemilikannya. Akan tetapi marx

tidak melihat Negara sebagai sebuah formasi social yang penting dan bertahan lama.

(10)

Dengan memprediksi bahwa ketika antagonism kelas telah berakhir Negara akan

mati, berarti bahwa masyarakat komunis akan berbentuk tanpa adanya Negara.

Karena Negara muncul dari sistem kelas, maka sistem kelas telah terhapus, Negara

akan kehilangan alasan untuk eksis. Warisan warisan ambivalen dari pemikiran marx

membuat atau menyediakan ruang lingkup yang lebih luas bagi para marxis modern

ata neo-marxis.

2.1.3 Negara leviathan

Gambara tentang Negara sebagai sebuah leviathan yaitu sebuah monster yang

rakus yang berusaha memeperluas dan memperbesar kekuasaanya. Sesuai dengan

yang dikatakan oleh Hobbes bahwa mengibaratkan Negara sebagai ‘Leviathan’,

sejenis monster (mahkluk raksasa) yang ganas, menakutkan dan bengis yang terdapat

dalam kisah perjanjian lama (Hobbes, 1983). Mahkluk ini selalu mengancam

keberadaan mahkluk-mahkluk lainnya, dan dipatuhi perintahnya. Maka dari

itu muncul ketika siapa pun yang mencoba melanggar hukum Negara. Hobbes

mempergunakan konsep keadaan alamiah tampaknya hanya sebagai, meminjam

istilah Weberian, tipe ideal (ideal type) masyarakat manusia sebelum memasuki

masyarakat politik.

Gambaran-gambar diatas ada kaitannya dengan pandangan neo-liberal atau

pandangan kanan baru, ini dicirikan oleh sebuah antipasti yang kuat terhadap

intervensi. (Fadil, 2008) Negara dalam kehidupan ekonomi sosial meyakini bahwa

(11)

keamanan ekonomi. Para teoritikus kanan baru menjelaskan dinamika ekspasionis

dari kekuasaan Negara dengan mengacu kepada tekanan dari sisi permintaan dan

pemasoka. Tekanan dari sisi permintaan adalah tekanan yang muncul dari masyarakat

itu sendiri, biasanya melalui mekanisme elektoral. Tekanan dari sisi pasokan, disisi

lain adalah tekanan internal dalam Negara. Ini karenanya dijelaskan dalam sudut

pandang lembaga dan personil dari perangkat Negara. Dalam bentuknya berpengaruh,

argument ini dikenal sebagai tesis pasokan berlebihan pemerintahan, biasanya teori

pasokan berlebih biasanya dikaitkan dengan teoritikus pilihan-publik. Dimana ada

implikasi bahwa ada dominasi Negara (elite Negara mampu membentuk pemikiran

dari para politisi yang terpilih).(Rajab, 2004)

2.1.3 Negara patriakhal

Dalam bukunya Andrew heywod mengenai pemikiran tentang Negara

patriakhal bahwa pemikiran modern tentang Negara pada akhirnya harus

memperhintungkan implikasi dari teori feminism. Meskipun demikian, ini tidak

berarti bahwa terdapat teori feminism yang sistematis tentang Negara. Teori feminis

mencakup berbagai ajaran dan perspektif dan karenanya menghasilkam beragam

sikap yang bebeda terhadap kekuasan Negara. Lebih lanjut, kelompok feminis

biasanya tidak menggangap sifat dari kekuasaan Negara sebagai persoalan politik

utama, sebaliknya memilih untuk berkonsentrasi pada struktur yang lebih dalam dari

(12)

ekonomi.9 Sebagai feminis bahkan mempertanyaakan definisi-definisi konvensional

tentang Negara dan berargumen misalnya bahwa ide dalam Negara adalah

menyelenggarakan monopoli kekerasaan yang absah telah menjalar pada penggunaan

kekerasaan dan intimidasi yang rutin terjadi didalam keluarga dan kehidupan

domestic. Meskipun demikian terkadang secara implisit dan terkadang secara

eksplisit, klompok feminis membantu memperkaya debat tentang Negara dengan

mengembangkan perspektif yang baru dan menantang tentang kekuasaan Negara.

3.1 Peran Negara

Setiap negara memiliki tanggungjawab yang sangat besar dalam melakukan

peranannya dan fungsinya. Ada bebeberapa peranan negara yang memilki bentuk

yang berbeda yang pernah dikembangkan adalah sebagai berikut:

(13)

menikmati kebebasan yang seluas mungkin. Nilai negara minimal yaitu memiliki

kapasitas untuk membatasi perilaku individu manusia sehingga memilik arti untuk

mencegah individu melanggar hak dan kemerdekaan dari orang lain. Fungsi dari

negara minimal adalah untuk menyediakan kerangka perdamaian dan juga tatanan

sosial yang mana warga negara dapat menjalankan kehidupan mereka dengan cara

yang baik. Membatasi negara minimal atau yang biasa juga disebut negara malam

tersebut memiliki tiga fungsi utama. Pertama negara untuk memeilihara tatanan

domestik, kedua kesepakatan yang dibuat antara warga secara pribadi dapat

ditegakkan, ketiga menyediakan perlindungan terhadap serangan dari luar.

Negara minimal ini dikemukakan dalam debat politik modern oleh Kanan

Baru yang dapat diambil ide-ide liberal permulaan dan utamnnya pada teori pasar

bebas atau ekonomi klasik. Peran ekonomi dari prespektif Kanan Baru dalam peran

ekonomi dari negara seharusnya dibatasi pada dua fungsi yaitu pemeliharaan sarana

pertukaran yang stabil dan mendukung kompetisi atau persaingan yang sehat melalui

kontrol pada kekuatan monopoli, penetapan harga dan lain sebgainnya. Contoh

negara minimal yaitu seperti inggris dan Amerika Serikat.

3.1.2. Negara Pembangunan

Negara Pembangunan merupakan negara mengenai intervensi kehidupan

ekonomi dengan tujuan yang spesifik untuk mendukung pertumbuhan industri dan

juga untuk perkembangan ekonomi. Hal ini tidak seperti mengganti sistem pasar

(14)

dengan negara dan juga kepentingan ekonomi yang prioritas konservatif dan

nasionalis.

Salah satu contoh negara pembangunan yaitu jepang. Negara jepang selama

periode Meiji (1868-1912) membangun sebuah hubungan dengan zaibutsu yang

memiliki bisnis besar sehingga mendominasi ekonomi jepang sampai perang Dunia

II. Selain jepang Model intervensi pembangunan yaitu Perancis, dimana pemerintah

perancis cenderung untuk mengakui kebutuhan bagi perencanaan ekonomi dan

birokrasi negara sebagai penjaga kepentingan nasional. Di negara seperti Austria ,

Jerman, Perkembangan ekonominya melalui pembentukan negara kemitraaan dimana

pemeliharaan hubungan yang erat dengan negara dan kepentingan ekonomi utama,

terutama perusahan besar dan organisasi buruh. (Scholte, 2007) mengemukakan

bahwa Yang lebih mtakhir, globalisasi ekonomi telah mendorong munculnya ‘negara

kompetisi’, contohnya adalah Negara-negara ekonomi macan dari Asia Timur.10

Negara kompetisi dicirikan oleh pengakuan mereka akan kebutuhan untuk

memperkuat pendidkan dan pelatihan sebagai penjamin utama keberhasilan ekonomi

dalam konteks kompetisi transnasional yang semakin ketat.

3.1.3.Negara Demokrasi Sosial

Negara demokrasi sosial memiliki pandagan untuk menghasilkan

restrukturisasi sosial yang lebih luas, yang biasanya lebih mengacu pada prinsip

10 Negara Kompetisi adalah sebuah Negara yang menjalankan strategi untuk menjamin daya saing jangka panjang dalam sebuah ekonomi global.

(15)

keadilan, kesetaraan dan keadilan sosial.11 Seperti negara austria dan swedia

intervensi negaranya di pandu oleh prioritas pembangunan dan demokrasi sosial,

namun developmentalisme tidak selalu beriringan dengan demokrasi. Kunci negara

demokrasi sosial yaitu dengan sebuah pergeseran dari pandangan negatif tentang

negara, yang dilihat jahat untuk menuju positif yang dilihat sebagai sarana untuk

memperbesar kebebasan dan mendukung keadilan.

(Abdussamad, 2008) Ciri dari negara demokrasi sosial adalah Keynesianisme

dan kesejahteraan sosial , tujuan dari keynesianisme untuk mengelola kapitalisme

dengan pandangan untuk mendukung pertumbuhan dan memelihara lapangan kerja.

Lalu kebijakan kesejahteraan bertanggung jawab luas hingga mencakup dukungan

bagi kesejahteraan sosial diantara semua warga negaranya. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa negara demokrasi sosial adalah negara yang memberdayakan

prinsip pemberdayaan individual.

3.1.4. Negara Kolektif

Negara kolektif merupakan negara yang membawa seluruh kehidupan

ekonomi dibawah kontrol negara. Contoh dari negara kolektif yaitu negara-negara

komunis ortodoks seperti Uni Soviet dan negara komunis eropa timur. Negara seperti

ini berusaha untuk menghapus semua jenis perusahaan swasta dan membentuk

ekonomi yang direncanakan secara terpusat oleh sebuah jaringan kementrian bidang

ekonomi dan komite perencanaan. Pembenaran bagi kolektivisasi oleh Negara berasal

(16)

dari sebuah prinsip sosialis fundamental bagi kepemilikan bersama akan kekyaan

pribadi.12

Negara ini memiliki penggunaan untuk mencapai tujuan ini memperlihatkan

sebuah sikap yang lebih positif terhadapa kekuasaan negara . Dalam Mark dan engles

bahwa selama ini kediktatoran ploretarian, kontrol negara diperluas hingga mencakup

perusahaan, bank, transportasi dan sebagainnya. Tetapi mereka berpandangan bahwa

negara akan bersifat sementara dan akan mati ketika antagonisme telah hilang.

Sebaliknya negara kolektif yang ada di Uni Soviet menjadi permanen yang akan

semakin kuat dan birokratis.

3.1.5. Negara Totalitarian

Negara Totalitarian merupakan esensi dari totalitarianisme yang pembentukan

sebuah negara mencakup dalam segala hal yang pengaruhnya akan masuk dalam

setiap aspek kehidupan manusia.13 Negara tidak hanya membawa ekonomi tetapi juga

pendidikan , kebudayaan, agama dan kehidupan keluarga dan seterusnya di bawah

kontrol negara secara langsung.

Contoh negara totalitarian yaitu jerman hitler dan uni soviet stalin, meskipun

rezim modern seperti irak saddam husein ada yang menggangap memiliki ciri-ciri

yang serupa. Negara Totalitarian secara kolektif memuahkan masyarakat sipil dan

12 Kolektivisasi adalah sebuah pengahapusan kepemilikan pribadi untuk mendukung kepemilikan bersama atau kepemilikan publik.

(17)

juga mengahapus lingkup kehidupan privat. Dalam Negara totalitarian biasanya

menganut pemahaman tentang fasisme. Yang menginginkan untuk melarutkan

identitas individu kedalam kesatuan sosial yang siap secara terbuka mendukungnya.

3.1.6. Negara Keagamaan

Negara keagamaan merupakan sebuah kontradiksi. Di negara-negara seperti

Norwegia, Denmark dan Ingrris terdapat agama negara meskipun keistimewaan yang

dinikmati oleh agama tersebut jauh dari kekuasaan teokratis dan pengaruh politik

mereka secra umum dibatasi oleh tingkat sekularisasi sosial tinggi.

Peride sejak 1980-an menjadi saksi kebangkitan negara keagamaan yang

didorong oleh kecenderungan dalam fundamentallisme keagamaan. Meskipun negara

keagamaan didirikan diatas landasan prinsip-prinsip kegamaan, pemerintah yang

berorientasi agama yang berjalan dalam sebuah konteks yang sekularisme

konstitusioanal.

4.Kemunduran Negara ?

Sejak akhir tahun 1980-an, debat tentang Negara dibayang-bayangi oleh

pernyataan tentang penurunan dan kemunduran Negara. Sang leviathan yang pernah

begitu berkuasa tampak semakin lemah, dimana otoritas Negara telah di rongrong

oleh semakin besarnya pengaruh ekonomi global, pasar, perusahan besar, para pelaku

non-negara dan organisasi internasional (Budi, 2005). Negara dan pasar sejatinya

memang secara umum digambarkan sebagai kekuatan yang saling bersaing, mereka

(18)

pasar tidak dapat berfungsi tanpa adanya sistem hak kepemilikan dimana hanya

Negara yang dapat membentuknya dan melindungi. Selain itu, walaupun Negara

mungkin telah kehilangan otoritasnya dalam hal-hal tertentu, namun Negara mungkin

juga bisa menjadi lebih kuat.

4.1 Kemunduran dan kejatuhan Negara.

Munculnya globalisasi telah merangsang sebuah debat besar tentang

kekuasaan dan peran Negara dalam sebuah dunia yang mengalami globalisasi.

Sebagian teoritikus telah mekmalumatkan keadaan darurat dari pemerintahan

pasca-kedaulatan. (Scholte, 2002) mengemukakan bahwa munculnya globalisasi secara tak

terelakkan diiringin oleh surutnya Negara sebagai pelaku yang bermakna.. Dalam

versi yang paling ekstrim yang di kemukakan oleh perusahan-perusahaan

transnasional (TNCs) bahwa Negara mengalami hiperglobalisasi dimana Negara

terlihat semakin hampa dan sebenarnya tidak relevan. Para teoritikus yang lainnya

menolak dengan argumen tersebut karena justru menolak globalisasi telah merubah

ciri-ciri utama dari politik dunia yaitu sebagaimana di ere-era sebelumnya bahwa

Negara berdaulat adalah penentu utama dari apa yang terjadi dalam batas batas

mereka. Dan tetap merupakan aktor utama diatas panggung dunia. Dalam pandangan

ini globalisasi dan Negara tidak terpisahkan. Negara dan globalisasi tidak selamanya

selalu menghalangi justru globalisasi diciptakan oleh Negara dan karenanya ia

melayani kepentingan kepentingan rakyatnya. Diantara pandangan kedua ini terdapat

pandangan yang ketiga yang mengakui bahwa globalisasi telah menghasilkan

(19)

kekuasaannya tetapi menekankan bahwa perubahan-perubahan ini telah

mentransformasi Negara dari pada menurunkan atau meningkatkan kekuasaannya,

Pasar-pasar finansial yang telah menjadi benar-benar global, dimana aliran

aliran modal diseluruh dunia tampak instan artinya tidakada Negara yang dapat

terhindar dari dampak krisis finansial yang terjadi dibelahan dunia lain. Jika

batas-batas Negara telah menjadi lunak dan batas-batas-batas-batas geografis menjadi goyah,

kedaulatan Negara, paling tidak dalam maknanya yang tradisional tidak lagi bertahan.

Ini ada pengertian bahwa pemerintah di abad ke-21 telah benar benar dihinggapi

karakter pasca-kedaulatan. Terutama sulit untuk melihat bagaimana kedaulatan

ekonomi dapat direkonsialisasi dengan sebuah ekonomi global.14 Kontrol dari sebuah

Negara sangatlah penting dalam perekonomian pasar, terdapat sebuah pengakuan

yang semakin besar bahwa perekonomian berbasis pasar hanya dapat berjalan baik

didalam sebuah konteks tatanan hukum dan social yang mana hanya Negara yang

dapat menjaminnya (Fukuyama,2005)

4.2 Negara-negara gagal dan pembangunan- Negara

Kegagalan Negara bukan sekedar masalah domestik. Negara gagal sering kali

memiliki dampak yang lebih luas misalnya munculnya krisis pengungsi,

menyediakan obat obat terlarang, para penyeludupan senjata dan

organisasi-organisasi teroris, yang memunculkan ketidakstabilan regional dan terkadang

memancing intervensi eksternal yang menyebabkan ketergantungan terhadap

(20)

pihak luar untuk menjaga kesetabilan. (Khurun, Tulisan, Transition, & Binadamai,

2006) Dalam ini dapat penekanan besar pada pembangunan-negara, yang secara khas

diasosiasikan dengan proses pembangunan perdamaian dan usaha usaha untuk

mengatasi sebab-sebab struktural yang mendalam dari sebuah kekerasan yang terjadi

dalam situasi-situasi pasca konflik.15 Pentingnya sebauah peran pemerintah dalm

lembaga-lembaga struktural didalam bangkitnyasebuah Negara karena pada dasarnya

pemerintah bertanggungjawab penuh didalam majunya Negara atau gagalnya sebuah

Negara.

Perlunya transformasi untuk melakukan perubahan dibidang kelembagaan

dirasa sangat perlu agar sebuah Negara mampu mempertahankan eksistensinya dalam

sebauh kekuasaan dan kedaulatan. Dalam bukunya Francis Fukuyama mengatakan

bahwa sebuah Negara gagal bukan disebabkan oleh berbagai hal namun ada hal yang

salah didalam kelembagaanya dan politik dalam sebuah Negara tersebut. (uyat

suyatna, 2009) Ini jelas bahwa sebuah Negara bisa kembali bereksistensi diperlukan

transformasional didalam kelembagaanya dan perlunya kerjasama yang medasar dari

pasar dan masyarakat demi terjagannya stabilitas perekonomian sebuah Negara.

5. Kelebihan dan Kekurangan Buku Andrew Heywood

Jadi, dalam buku ini membahas secara jelas mulai dari pengertian hingga

diberikan contoh-contoh yang relevan sehingga mudah dipahami, khususnya dalam

bab 2 (dua) yang bertema tentang politik dan negara dijelaskan sejelas-jelasnya dan

(21)

juga sedetailnya. Selain itu buku ini mememiliki kelebihan yang sangat terperinci dan

juga sekuensial penjelasannya dalam kelebihanya bagaimanapun buku ini sangat

memberikan banyak literasi dalam menimbulkan pola pikir berkelanjutan. Penyajian

dalam buku ini disertai dengan perkembangan yang sesuai dengan keadaan pada

akhir-akhir ini dan juga contoh negara yang mempraktekan teori-teori tersebut,

sehingga dapat dipahami dengan jelas. Tetapi dalam buku ini memiliki kekuarangan

yaitu adanya paragraf yang terkadang memilki artian yang sama yang sudah

dijelaskan di paragraf sebelumnya, selain itu juga terdapat kata-kata baku yang susah

dipahami. Namun secara keseluruhan buku ini di bandingkan dengan referensi dari

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Abdussamad, Z. (2008). No Title. TANTANGAN DAN PROSPEK KOMUNIKASI POLITIK INDONESIA DALAM NEGARA KESEJAHTERAAN, 5(September), 136–146.

Budi, W. (2005). BAGAIMANA DENGAN INDONESIA BAGAIMANA DENGAN INDONESIA. Globalisasi Dan Krisis Pembangunan.

Fadil, M. (2008). Gagasan Dasar Mengenai Etika dan Negara Menurut Plato. LPPM Paradigma, 9(1), 167–173.

Khurun, I., Tulisan, A., Transition, D., & Binadamai, P. (2006). Tantangan Binadamai : Kegagalan Demokratisasi Pasca Konflik.

Marx, K., & Engels, F. (1969). Manifesto of the Communist Party | 1848. Marx/Engels Selected Works, Vol. I, (May 1871), 98–137. https://doi.org/10.1002/9781118011690.ch23

Rajab, B. (2004). Negara Orde Baru: Berdiri di Atas Sistem Ekonomi dan Politik yang Rapuh (Budi Rajab). Negara Orde Baru: Berdiri Di Atas Sistem Ekonomi Dan Politik Yang Rapuh (Budi Rajab) NEGARA ORDE BARU: BERDIRI DI ATAS SISTEM EKONOMI DAN POLITIK YANG RAPUH, 6, 182–202.

Sachs, J. D. (1999). Twentieth-Century Political Economy : a brief history of global capitalism. Review Literature And Arts Of The Americas, 15(4), 90–101. https://doi.org/10.1093/oxrep/15.4.90

(23)

CSGR Working Paper, (109), 1–34.

Scholte, J. A. (2007). Defining Globalization. Clm.economía, 10, 15–63.

Thiry, L. (1981). NATION , STATE , SOVEREIGNTY AND SELF — DETERMINATION Author ( s ): Leon Thiry Published by : Canadian Mennonite University Stable URL : http://www.jstor.org/stable/23685021, 13(1), 15–20.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan berdasarkan data atau fakta yang sahih dan valid, benar dan dapat dipercaya tentang seberapa

Meskipun demikian, penggunaan metformin pada lansia dibatasi oleh adanya efek samping gastrointestinal berupa anoreksia, mual, dan perasaan tidak nyaman pada perut

Jalan ketujuh, yang lebih buruk dari semua jalan yang telah disebutkan, karena mereka akan benar-benar merana di dalam kebingungan dan dimakan dengan rasa malu, dan akan layu

16 Desmita, Op.Cit, hlm. Santrock, Op.Cit ,hlm.. Attachment adalah suatau hubungan yang psikologis yang diskriminatif dan spesifik serta mengikat seseorang dengan

Kualitas Produk Hijau dan Harga premium merupakan faktor yang berasal dari luar diri konsumen yang diciptakan para produsen untuk menarik perhatian konsumen.Kualitas

Cara menetapkan harga jual berdasar kompetisi ini biasa dipakai oleh pendatang baru. Karena dia “pemain” baru untuk berjualan produk sejenis yang lebih dulu ada, maka dia akan

Penelitian menghasilkan gambaran secara umum pelaksanaan supervisi guru bimbingan dan konseling SMA di Kabupaten Cirebon belum efektif dalam pelaksanaannya karena

Selain itu konsumen yang ingin menjaga kesehatan mata dan otak dan memiliki masalah buang air besar juga dapat mengkonsumsi obat herbal dari bubuk daun kelor dan teh