• Tidak ada hasil yang ditemukan

lAPORAN PRAKTIKUM MIKROSKOP SERTA PENGAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "lAPORAN PRAKTIKUM MIKROSKOP SERTA PENGAM"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN BIOLOGI DASAR

“PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA PENGAMATAN BENTUK DAN STRUKTUR SEL”

Oleh :

Nama : Yuni Andriani

NIM : 140210101042

Kelompok : 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

(2)

I. Judul :

PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA PENGAMATAN BENTUK DAN STRUKTUR SEL

II. Tujuan :

2.1Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaanya

2.2Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati dibawah mikroskop

2.3Mengamati bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan III. Dasar Teori

Mikroskop adalah salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan preparat mikroskopis. Mikroskopis berasal dari bahasa latin yaitu micro : kecil, scopium : penglihatan. Mikroskop ini berfungsi untuk meningkatkan kemamuan daya pisah seseorang, sehingga

memungkinkan untuk dapat mengamati obyek yang sangat halus. (Tim Pengampu Mata Kuliah Biologi Dasar, 2015:1)

Mikroskop merupakan alat untuk membantu mengamati objek yang sangat kecil karena kuatnya kemampuan pembeesar.Mikroskop ini dapat digunakan dalam ilmu pengetahuan dan pendidikan, film

inverstigasi dan analisis biomedis.(the Digital Microsoft and its image processing utility, 2011:565)

Mikroskop pertama kali digunakan oleh ilmuan (sainstis) zaman renainsans. Dalam Mikroskop cahaya ( Light miscroscop LM), cahay tampak diteruskan melalui specimen melalui lensa kaca. Lensa ini

merefleksikan cahaya sedemikian rupa sehingga citra specimen diperbesar ketika diproyeksikan ke mata , ke film fotografi atau sensor digital atau ke layar video. (Campbell. Neil A, 2008 : 103)

(3)

dua titik sehingga masih bisa dibedakan sebagai dua titik. Dan parameter ketiga adalah kontras yang mempertajam perbedaan dalam bagian-bagian dari sample. Mikroskop cahaya dapat memperbesar secara efektif sekitar 1.000 kali dari ukuran asli specimen. Pada perbesaran yang tinggi detail tambahan tidak dapat dilihat dengan jelas ( Campbell, Neil A, 2008:103) Selain mikroskop cahaya, terdapat mikroskop elektron (electron microscope, EM) yang memfokuskan seberkas elektron melalui

specimen.Mikroskop elektron secara teorities dapat mencapai resolusi sekitar 0,002 nm walaupun untuk kegunaan praktik tidak dapat meresolusi struktur bilogis yang lebih kecil daripada 2 nm. Mikroskop electron payar (scanning electron microscope, SEM) berguna untuk penelitian terperinci mengenai permukaan specimen, berkas elektron memindai permukaan sampel yang biasanya dilapisi selapis tipis emas. Berkas tersebut mengeksitasi elektron pada permukaan elektron tersebut terdeteksi oleh alat penerjemah elektron menjadi sinyal elektronik ke layar video. Sem memiliki medah kedalaman yang besar, menghasilkan citra yang tampak berdimensi tiga. Sedangkan elektron transmisi ( transmission elektron microscope, TEM) digunakan untuk mempelajari ultrastruktural internal sel. TEM menggunakan elektromagnetik sebagai lensa untuk

membengkokkan jalur elektron dan akhirnya memfokuskan citra ke layar. Salah satu kekurangan dari mikroskop elektron adalah metode yang digunakan untuk menyiapkan specimen dapat membunuh sel selain itu, penyiapan specimen dapat menimbulkan artifak, fitur structural yang terlihat di mikrograf namun tidak ada pada sel. (Campbell, Neil A, 2008:104-105)

Selain mikroskop cahaya dan elektron juga terdapat jenis-jenis mikroskop menurut (Volk dan Wheeler, 1988:30-31) sebagai berikut :

1. Mikroskop Ultraviolet

(4)

menjadi 2 kali lipatdaripada mikroskop biasa. Cahaya ultraviolet tidak dapat dilihat oleh mata, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya (Photografi Plate) karena menggunakan lensa kuat.

2. Mikroskop Pender

Mikroskop Pender (FlourensceneMicroscope) digunakan untuk mendeteksi benda asing (antigen) seperti bateri atau virus dalam jaringan.Mikroskop medan magnet digunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekati batas daya mikroskop majemuk. Mikroskop medan gelap berbeda dengan cahaya majemuk dalam hal kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat.

3. Mikroskop Fase Kontras

Digunakan untuk mengamati benda-hidup dalam keadaan alamiah dengan tidak memberi warna dalam keadaan hidup sehingga pada mikroskop fase kontras memiliki susunan filter dan diafragma yang akan mengubah perbedaan fase( Tidak dapat ditangkap oleh mata) menjadi perbedaan perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata.

Mikroskop terdiri dari beberapa komponen yaitu terdiri atas kaki mikroskop yang dibuat berat dan kokoh agar dapat berdiri tsatabil. Mikroskop memiliki tiga lensa yaitu lensa obyejtif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Diujung bawah mikroskop terdapat tempat kedudukan lensa obyektif yang bisa dipasang tiga atau lebih lensa obyektif dan dapat diputar yang disebut revolver, Dibawah tabung mekroskop terdapat tempat dudukan preparat atau meja mikroskop.(Tim pengampu mata kuliah Biologi Dasar,2015:2)

(5)

1. Objektif 4 x, okuler 10 x, perbesaran total : 40 x 2. Objektif 10 x, okuler 10 x, perbesaran total : 100 x 3. Objektif 40 , okuler 10 x, perbesaran total : 400 x

Objektif yang paling kuat untuk mikroskop optic adalah 100 x, yang disebut objek minyak emersi karena penggunaannya harus dengan minyak emersi, cara penggunaannya harus dipelajari secara khusus. (parjatmo.widjojo,1987:1)

Dengan mikroskop diperoleh perbesaran sehingga memungkinkan untuk mengamati obyek uang sangat halusyang tidak tampak jika dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop memungkinkan perbesaran dalam kisaran luas sampai ratusan ribu kali. Perbesaran terbatas oleh daya suatu mikroskop yaitu kemampuannya. (Faradiaz,1992:36)

Cara menggunakan mikroskop

Agar memperoleh daya pisah yang maksimal, dilakukanlah langkah-langkah sebagai berikut :

1. Meletakkan mikroskop ditempat yang terang, membuka diafragma sampai maksimal

2. Mengatur posisi cermin datar/cekung sedemikian rupa sehingga kaca kondensor menjadi terang.

3. Menaikkan kondensor sampai maksimal dengan memutar kondensor 4. Menempatkan preparat dimeja mikroskop

5. Menurunkan tabung mikroskop sampai lensa obyektif hamper menyentuh gelas penutup

6. Melalui lensa okuler, mengamati preparat sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus.

Catatan: Pada saat menggunakan mikroskop, gunakan lensa okuler dan lensa obyektif perbesaran lemah terlebih baru. Mengatur celah diafragma sehingga diperoleh pencahayaan yang cukup. (Tim pengampu mata kuliah biologi dasar, 2015:2)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mikroskop :

1. Memegang erat-erat mikroskop dengan satu tangan, sedangka tangan yang lain pakailah utuk menyangga kaki mikroskop

(6)

3. Mmembersihkan lensa dengan kertas/kain khusus untuk lensa 4. Membiasakan kedua mata tetap terbuka ketika mengamati preparat

5. Setelah menggunakan mikroskop aturlah pengatur kasar agar terdapat jarakk antara lensa objektif dengan meja mikroskop, aturlah posisi cermin posisi tegak. Membersihkan lensa obyektif bula terkena minyak emersi dan

bersihkan pula meja mikroskop dari kotoran atau tumpahan medium dengan menggunakan tissue.

6. Menyimpan mikroskop dalam lemari yang diberi pengatur suhu. (Tim pengampu mata kuliah biologi dasar, 2015:2-3)

Sel merupakan satuan structural terkecil dari suatu organism hidup. Pada makhluk bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu sendiri. Sel hewan dan sel tumbuhan mempunya perbedaan, namun tetap mempunyai persamaan dasar mengenai sifat, bentuk. dan fungsi dari bagian sel-selnya. ( Tim pengampu mata kuliah biologi dasar, 2015:3)

Sel sebagai satuan struktur benda hidup. Kebanyakan makhluk hidup dibumi terdiri atas banyak sel. Manusia dewasa berisi 6 x 1013 sel yang berbeda-beda. Semua ini terdapat dalam berbagai macam dalam jumlah besar.contohnya yaitu sel ephitelium yang melapisi bagian dalam pipi dan sel darah merah. Sedangkan organisme yang ersel satu yaitu amoeba. Mereka tidak mampu hidup sendiri karena mereka tidak dapat melakukan semua fungsi organisme hidup.

Unit dasar bagi struktur dan fungsi setiap organism adalah salah satu dari dua tipe sel yaitu sel eukariotik dan sel prokariotik. Perbedaan utama antara sel prokariotik dan sel eukariotik adalah sel prokariotik tidak memiliki membrane inti sedangkan sel eukariotik memiliki membrane inti, yang membedakan antara sel prokariotik dan sel eukariotik adalah lokasi DNA nya. Dalam sel eukariotik sebagian besar DNA nya dalam oorganel yang disebut nucleus. yang dibatasi oleh membrane ganda. Dalam sel prokariotik, DNA terkonsentrasi diwilayah yang tidak terselubung oleh membrane yang disebut nukleoid. ( Campbell, Neil A, 2008:106-107)

(7)

1. Dinding sel merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat –serat selulosa, bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan bentuk sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis. Dinding sel terdapat plasmodesmata yang berfungsi untuk hubungan dengan sel yang disebelahnya.

2. Vakuola adalah suatu rongga yang berisi cairan yang dikelilingin oleh selapis membrane yang disebut tonoplas. Vakuola berisi cairan yang berupa larutan garam mineral,CO2, pigmen dan sisa metabolism yang lain. Vakuola merupakan organela yang berfungsi untuk menimbun sisa-sisa metabolisme dan untuk penguraian molekul-molekul sederhana ( Berfungsi seperti lisosom). Pada sel hewan terdapat vakuola yang sangat kecil atau justru tidak terlihat.

3. Mitokondria adalah organel yang memiliki struktur kompleks yang berfungsi untuk membentuk energy yang disebut “the power house”. mitokondria merupakan tempat berlangsungnya respirasi aerob pada tingkat seluler dan mitondria memiliki enzi-enzim yang berperan untuk mengatur daur krebs yaitu sitokrom.

4. Kloroplas adalah organel yang berperan dalam fotosintesis karena adanya klorofil dan pigmen-pigmen fotosintetik

5. Lisosom merupakan orgganel yang berperan dalam kegiatan fagositik karena didalam lisosom banyak mengandung enzim pencerna

hidrolitik seperti protease, nuclease, lipase, fosfatase. Secara umum fungsi lisoso, berperan dalam menguraikan molekul-molekul.

6. Mikrotubulus adalah organel yang berbentuk benang-benang silindris yang tersusun atas protein.Mikrotubulus bersifat kaki sehingga berfungsi sebagai rangka sel yang berfungso mempertahankan bentuk sel.

7. Mikrofilame berfungsi dalam pergerakan sel dalam makhluk hidup tingkat tinggi. Pergerakan / aliran sitoplasma diatur oleh mikrofilamen 8. Peroksisom merupakan organell yang senantiasa berasosiasi dengan

orhanel lainnya dan banyak mengandung katalase dan ksidase. Enzim ini akan mengkatalisis H2O2 yang berbahaya bagi tubuh.

9. Membran sel merupakan bagian terluar dari sel hewan yang

(8)

mengendalikan pertukaran xat antara sitoplasma dengan lingkungan sel. Membran sel tersusun atas selaput lipoprotein ( lipida dan protein) 10. Sitoplasma adalah cairan sel yang mengisi ruangan antara

membrane sel dengan inti sel. Sitoplasma merupakan sumber bahan kimia yang penting untuk tempat metabolism sel seperti glikolisis, sintesis protein dll.

11. Nukleus adalah organel terbesar yang berfungsi untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel. Sel eukariotik memiliki membrane inti / karioteka sementara sel prokariotik tidak memiliki membrane inti/ karioteka

12. Retikulum Endoplasma adalah organel yang bertindak sebagai saluran-saluran dalam sitoplasma yang menghubungkan membrane sel dengan nucleus. Fungsi reticulum endoplasma adalah untuk

transpotasi protein.

13. Ribosom adalah organel yang terdapat bebas didalam sitoplasma atau menempelkan pada reticulum endoplasma yang tersusun atas protein dan RNA. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein. 14. Aparatus Golgi adalah organel yang berbentuk seperti kantong

pipih yang ebrbentuk jala yang terpusat [ada salah satu sisi nucleus. Organel ini berfungsi untuk pengemasan dan sekresi protein.

(Tim Piloting Jurusan Pend. Biologi FMIPA UNY,2005) Sel Hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan karean sel

tumbuhan memiliki dinding sel, vakuola dan kloroplas. Sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel, vakuola, dan kloroplas tetapi sel hewan memiliki lisosom, sentrosom yang didalamnya terdapat dua sentriol, serta kemungkinan adanya flagella pada sel-sel tertentu. Dalam hal adanya membrane plasma, mitokondria, reticulum

endoplasma, apparatus golgi, nucleus pada sel hwan dan sel tumbhan mempunyai persamaan. ( Tim pengampu mata kuliah biologi

dasar,2015:3) IV. Metode Penelitian

4.1 Alat dan Bahan : 4.1.1. Alat

a) Mikroskop

(9)

d) Skalpel e) Silet tajam 4.1.2. Bahan

a) Potongan kertas yang bertuliskan huruf “b” atau “q” b) Air

c) Epitel rongga mulut d) Bawang merah e) Methilen blue f) Alkohol 70%

4.2 Langkah Kerja

4.2.1 Pengamatan potongan huruf “b” atau “q”

4.2.2 Pengamatan Epitel Rongga Mulut pada hewan n Meletakkan potongan huruf “b” atau “q” pada gelas

obyek dan menutup perlahan-lahan dengan gelas penutup, kemudian mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran lensa objektif lemah.

n Membandingkan letak bayangan dengan letak obyek yang diamati (letak bayangan sama atau terbalik? apakah bayangan tersebut merupakan bayangan cermin?) Menggambar bayangan tersebut.

n Sambil memandang kedalam okuler, menggeser preparat dari kiri ke kanan(kearah mana bayangan bergeser? Dan kemanakah bayangannya jika digeser ke belakang

n Menggambar dan menuliskannya di hasil pengamatan yang kita amati

Membersihkan scalpel dengan alkohol

Mengorek bagian rongga mulut dengan skalpel

(10)

4.2.2 Pengamatan sel bawang merah ( sel tumbuhan )

4.2.3. Pengamatan Sel bawang merah ( sel tumbuhan )

n Mengambil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah dengan silet tajam

Meletakkan hasil irisan pada kaca benda Meneteskan sedikit methilen blue

Menutup dengan kaca penutup

Mengamati dibawah mikroskop dan perbesaran lemah ke kuat

Menggambar dan memberi keterangan bagian yang diamati

Meneteskan dengan sedikit air

Menutup dengan kaca penutup

Mengamati dibawah mikroskop

(11)

V. Hasil Pengamatan

5.1 Pengamatan potongan huruf “b” atau huruf “q”

Gambar Keterangan

Perbesaran : 4 x 10

1. Bayangan terbalik 2. Bayangan tersebut

merupakan bayangan cermin cekung

3. Apabila obyek digeser ke kanan maka bayangan pada mikroskop bergeser ke kiri 4. Apabila obyek digeser ke kiri

maka bayangan pada

mikroskop bergeser ke kanan 5. Apabila obyek digeser ke

depan, maka bayangan pada mikroskop bergeser ke belakang.

(12)

pada mikroskop bergeser ke depan.

5.2. Pengamatn Epitel Rongga Mulut

(13)

Perbesaran 10x10

1. Membran Sel 2. Sitoplasma 3. Inti sel

5.3. Pengamatan Sel Bawang Merah ( Sel Tumbuhan )

Gambar Keterangan

Perbesaran : 10x10

1. Inti sel 2. Dinding sel

VI. Pembahasan

(14)

1. Lensa Objektif adalah lensa yang menghadap kearah preparat yang berfungsi memperbesar bayangan preparat. Perbesaran yang tersedia adalah 10 kali, 40 kali dan 60 kali.

2. Lensa okuler adalah lensa yang menghadap kearah mata kita yang berfungsi untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif. Perbesaran yang tersedia adalah 5 kali, 10 kali dan 12,5 kali.

3. Revolver atau pemutar lensa adalah alat yag digunakan untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.

4. Tubus okuler adalah bagian yang berfungsi mengatur focus dan menghubungkan lensa okuler, revolver dan lensa objektif.

5. Kaca atau cermin merupakan bagian alat penerang yang berfungsi untuk menangkap cahaya yang kemudian memantulkannya kearah kondensor. 6. Diafragma merupakan bagian yang dapat mengatur banyak sedikitnya

cahaya yang masuk. Bagian ini dapat menutup dan membuka.

7. Kondensor meuakan bagian yang berfungsi memusatkan cahaya pada preparat yang kita amati.

8. Kaki atau Dasar berfungsi untuk menopang atau menyangga mikroskop. 9. Penyangga berfungsi untuk menghubungkan dasar dan pegangan

mikroskop.

10. Lengan mikroskop berfungsi sebagai tempat untuk memegang mikroskop. 11. Meja benda berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan preparat yang

akan diamati dengan mikroskop. Bagian tengah meja ini berlubang sebagai lubang untuk masuknya cahaya dari kondensor.

12. Penjepit berfungsi sebagai penjepit kaca yang berisi preparat agat tidak bergeser-geser.

(15)

14. Tombol pengatur halus ( Mikrometer) berfungsi untuk menggerakkan lensa naik-turun secara perlahan-lahan. Bentuknya lebih kecil dari makrometer.

Pengamatan potongan huruf “b” atau “q” pada mikroskop yaitu dengan meletakkan potongan huruf “b” atau “q” pada gelas obyek dan menutupnya dengan gelas penutup. Saat obyek tersebut di amati, bayangan yang diperoleh tidaklah sama dengan letak obyek nyatanya, melainkan terbalik dan terlihat semakin besar. Seperti huruf “b” yang bila diamati pada mikroskop bayangannya akan terlihat terbalik dan tampak lebih besar sehingga bayangannya menjadi huruf “q”. Sama halnya dengan huruf “q” yang bayangannya juga terbalik dan tampak lebih besar sehingga

bayangannya menjadi menjadi huruf “b”. Ini artinya sifat bayangan yang dihasilkan pada mikroskop yaitu maya, terbalik dan diperbesar.

Pada pengamatan yang kami lakukan, terjadi kesalahan dalam

menyimpulkan yaitu bayangan yang dihasilkan bukan merupakan bayangan cermin khususnya cermin cekung melainkan berasal dari lensa yaitu lensa okuler dan lensa objektif karena jika bayangan tersebut dihasilkan dari cermin cekung maka bayangan yang didapat bukan maya, terbalik, diperbesar.

Kesalahan praktikum ini disebabkan karena ketidaktelitian kami dalam membaca bayangan dari potongan huruf “b” atau “q” pada mikroskop dan kelompok kami salah menafsirkan sehingga terjadi kesalahan dalam menyimpulkan atau menafsirkannya.

Sehingga, bayangan tersebut bukanlah bayangan cermin. Jadi terbaliknya huruf tersebut karena pengaruh lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop yang berbentuk cembung. Hal ini disebabkan karena adanya lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop. Lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop yang menggunakan lensa cembung yang memiliki sifat :

o Lensa objektif : sifat bayangan nyata, terbalik dan diperbesar

(16)

Lensa cembung menghasilkan bayangan yang maya, terbalik dan diperbesar. Sehingga bayangan yang terlihat dimikroskop juga demikian. Lensa cembung yang digunakan pada mikroskop cahaya adalah lensa bikonveks yaitu lensa cembung yang memiliki dua sisi cembung.

Oleh karena itu, obyek yang bertuliskan huruf “b” menjadi “q” dan huruf “q” menjadi “b” karena adanya lensa okuler dan lensa objektif yang yang berbentuk cembung. Lensa cembung menghasilkan bayangan yang maya, terbalik, dan diperbesar sehingga menyebabkan bayangan pada mikroskop menjadi maya, terbalik dan menjadi tampak besar.

Tidak hanya bayangan yang dihasilkan terbalik tetapi juga pergeseran obyek pun terbalik. Pada saat obyek digeser ke kanan, bayangan pada

mikroskop bergeser ke kanan , begitupun sebaliknya. Pada saat obyek digeser ke depan maka bayangan pada mikroskop bergeser ke belakang. Bergesernya bayangan tersebut disebabkan karena adanya sinar istimewa pada mikroskop yang menghasilkan pergeseran bayangan terbalik dan diperbesar.

Mikroskop terdiri dari dua buah lensa yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif adalah lensa yang dekat dengan benda atau obyek. Sedangkan lensa okuler adalah lensa yang berada dekat dengan mata pengamat. Mikroskop cahaya menggunakan lensa cembung . Hal ini

mengakibatkan dalam pembentukan bayangan obyek yang terlihat pada lensa okuler terbalik dan terlihat semakin besar dengan obyek yang sebenarnya.

Perbesaran pertama kali dilakukan oleh lensa objektif. Kemudian bayangan tersebut diteruskan oleh lensa okuler dan membentuk bayangan maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan dari lensa okuler tersebut sebagai bayangan akhir yang dilihat oleh pengamat.

(17)

obyek kearah kanan maka bayangan yang obyek akan bergeser ke kiri dan sebaliknya.

Pengamatan berikutnya adalah mengamati bentuk dan struktur sel hewan. Sebelum mengamati preparat atau bahan terlebih dahulu kita mengorek bagian pipi dalam dengan scalpel untuk memperoleh jaringan epitel pada rongga mulut kemudian meletakkan hasil korekan pada kaca benda. Setelah itu, meneteskan dengan methylen blue yaitu sebuah larutan berwarna biru yang berfungsi untuk memperjelas gambar benda yang diamati dimikroskop kemudian menutupnya dengan gelas penutup.

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, Pada pengamatan bentuk dan struktur sel hewan, kami mengambil epitel rongga mulut untuk diamati. Dari pengamatan kami, bentuk dari sel epitel rongga mulut adalah pipih dan berlapis banyak.

Pada sel epitel rongga mulut terdapat :

1. Membran sel :

Membran sel berfungsi Pelindung organel-organel didalam

sel agar dapat lebih aman dalam menjalankan fungsinya

.

Selain itu, Mebran sel berfungsi sebagai perintang selektif yang memungkinkan lalu lintas oksigen, nutrient dan zat-zat yang lainnya perlu keluar atau masuk dalam sel dan sebagai tempat untuk mengatur jalan dan keluarnya sebuah molekul. keluarnya .

2. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian sel yang berisi cairan sebagai tempat berlansungnya metabolisme sel seperti glikolisis, sintesis protein, sistesis asam lemak dan sebagainya. 3. Inti sel ( Nukleus )

(18)

didalam DNA. Selain itu, inti sel ( Nukleus ) berfungsi menyimpan informasi genetika (gen) dalam bentu DNA, mengatur kapan dan dimana ekspresi gen-gen harus dimulai, dijalankan dan diakhiri dan tempat terjadinya replikasi DNA dan transkripsi.

Pada pengamatan sel epitel rongga mulut tidak ditemukannya dinding sel karena membran sel hanya terdapat pada sel hewan sedangkan pada sel tumbuhan tidak memiliki membrane sel melainkan dinding sel. Sehingga sel hewan memiliki bentuk yang tidak beraturan.

Pengamatan bentuk dan struktur sel tumbuhan yaitu dengan mengambil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah dengan silet tajam, kemudian meletakkan hasil irisan tersebut pada kaca benda. Sebelum menutup preparat dengan kaca penutup, meneteskan dengan sedikit air.

Berdasarkan pengamatan, pada sel bawang merah terdapat : 1. Dinding Sel

Dinding sel merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat-serat selulosa yang bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan bentuk sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis. Dinding sel terdapat plamodesmata yang berfungsi untuk hubungan dengan sel sebelahnya.

2. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian sel yang berisi cairan sebagai tempat berlansungnya metabolisme sel seperti glikolisis, sintesis protein, sistesis asam lemak dan sebagainya. 3. Inti sel ( Nukleus )

(19)

Pada pengamatan yang kami lakukan, bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan terdapat perbedaan pada organel-organelnya. Perbedaan bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan diantaranya :

1. Sel Hewan

 Memiliki ukuran sel yang kecil dan bentuk yang tidak tetap.  Tidak memiliki dinding sel, kloroplas, vakuola.

 Memiliki sentriol, lisosom dan sentrosom  Cadangan makanannya berupa butiran glikogen. 2. Sel Tumbuhan

 Memiliki ukuran yang besar dan bentuk yang tetap  Memiliki dinding sel, kloroplas dan vakuola  Tidak memiliki sentriol, lisosom dan sentrosom  Cadangan makanannya berupabutiran granul pati.

VII. PENUTUP 7.1 Kesimpulan

Mikroskop merupakan alat optic yang membantu proses penelitian untuk mengamati benda yang berukuran mikroskopis. Mikroskop memiliki komponen-komponen yang meiliki fungsi yang berbeda-beda yaitu : Lensa objektif, lensa okuler, tubus okuler, kaca atau cermin, diafragma,

kondensor, dasar atau kaki, penyangga, lengan mikroskop, meja benda, penjepit, makrometer dan mikrometer.

Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. Pada dasarnya sel hewan dan sel tumbuhan memiliki persamaan dasar mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel-selnya. Tetapi ada beberapa perbedaan pada sel hewan dan sel tumbuhan berdasarkan organelnya. Sel hewan tidak memiliki dinding sel, kloroplas, vakuola tetapi sel hewan memiliki

(20)

Bagian-bagian sel Fungsi

Membran sel Melindungi isi sel dan alat transportasi Dinding sel Memberi bentuk sel tumbuhan dan

melindingi isi sel

Nukleus Pengendali seluruh kegiatan sel

Sitoplasma Sumber bahan kimia dan tempat reaksi metabolism

RE Tempat sintesis protein

Ribosom Tempat sintesis protein

Lisosom Penghasil enzim hidrolitik dan pencernaan Aparatus Golgi Ekskresi sel dan pembentukan lisosom Mitokondria Penghasil enegi ( respirasi sel )

7.2 Saran

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Faradiaz,Srikandi.1992. Mikrobiologi. Pangan I. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tim Pengampu Mata Kuliah Biologi Dasar.2015.Petunjuk Praktikum Biologi Dasar.Universitas Jember.

Volk dan Mheeler.1998.Mirobiologi dasar. Jakarta:Erlangga.

Campbell,Neil A.2008.Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1.Jakarta:Erlangga. Parjatmo,widjojo,dkk.1987.Biologi Umum 1.Bandung.Angkasa Bandung. Hartati,Sri.2011.The Digital Microscope and its Image Processing Utility.Vol.9.

hal 565. Yogyakarta.[ 28 maret 2015]

(22)

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/19620115198 7031-TAUFIK_RAHMAN/MODUL_STRUKTUR_DAN_FUNGSI_SEL_ %26Piloto_JARINGAN___UTK_PENATARAN_DI.pdf [28 maret 2015]

LAMPIRAN

Srikandi Fardiaz, Mikrobiologi Pangan I

Referensi

Dokumen terkait

Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda).. Baik objektif maupun okuler dirancang

diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler. Untuk memperoleh bayangan yang jelas, Anda dapat menggeser lensa okuler dengan memutar

yang dibentuk lensa objektif merupakan benda untuk lensa okuler dan. bayangan yang dibentuk okuler akan dilihat

diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler. Untuk memperoleh bayangan yang jelas, Anda dapat menggeser lensa okuler dengan memutar

Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa obyektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda).. Baik

Sinar-sinar sejajar yang masuk ke lensa obyektif membentuk bayangan tepat di titik fokus lensa obyektif. Bayangan ini akan berfungsi sebagai benda maya bagi lensa okuler. Oleh

Bayangan benda oleh lensa obyektif akan ditangkap sebagai benda oleh lensa okuler dan bayangan inilah yang tampak oleh mata , sumber cahaya difokuskan

Bagian optik  Lensa okuler  Mrp lensa kompleks  Fungsi: menerima bayangan semu yg terbentuk  Perbesaran umumnya: 4, 6, 10 x  Lensa obyektif  Mrp lensa kompleks  Fungsi: