• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan kadar hs-CRP pada penderita DM tipe 2 yang dislipidemi dan nondislipidemi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan kadar hs-CRP pada penderita DM tipe 2 yang dislipidemi dan nondislipidemi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

xiii

Perbandingan Kadar hsCRP Pada Penderita DM tipe 2 Yang

Dislipidemi Dan Nondislipidemi.

Juli Y.M Pasaribu1,Tapisari Tambunan1,Dharma Lindarto2

1.Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/RSUP H.Adam Malik, Medan, 2. Divisi Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/RSUP.

H.Adam Malik, Medan

.

Pendahuluan : DM tipe 2 merupakan masalah kesehatan dunia yang

prevalensinya terus meningkat. Salah satu komplikasi penyakit ini adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). PJK disebabkan oleh disfungsi endotel yang berlanjut menjadi aterosklerosis. Selain DM, dislipidemia dapat menyebabkan terjadinya disfungsi endotel. Diketahui bahwa 15,95% penderita DM tipe 2 disertai dengan dislipidemia. DM dan dislipidemia, dapat menyebabkan kerusakan endotel, sehingga bila dijumpai adanya dislipidemia pada penderita DM seharusnya dapat meningkatkan resiko terjadinya PJK. Salah satu marker untuk menilai resiko terjadinya PJK adalah hsCRP. Penelitian ini bertujuan mengetahui resiko terjadinya PJK pada penderita DM tipe 2 yang dislipidemia dan nondislipidemia dengan membandingkan kadar hsCRP- nya.

Metode dan cara : Penelitian inibersifat analitik observasional dengan

pendekatan potong lintang. Dilakukan di Departemen Patologi Klinik RSUP H. Adam Malik Medan, terhadap 46 sampel DM tipe 2 dengan dislipidemia sebanyak 29 orang dan nondislipidemia. sebanyak 17 orang. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap, HbA1C, SGOT, SGPT, Lipid Profile, dan hsCRP.

Hasil : Didapati perbedaan yang signifikan untuk rata-rata kadar hsCRP pada

penderita DM tipe 2 yang dislipidemi (2,26±1,74) dan nondislipidemi (1,08±0,59) dengan p=0.01. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara hsCRP dengan total kolesterol (r=0,326,p=0,02), hsCRP dengan LDL (r=0,327,p=0,02), trigliserida dan hsCRP (r=0,468, p=0,01). Tidak tampak hubungan yang signifikan antara hsCRP dan HDL (r=-0,093, p=0,58).

Pembahasan : Pada DM tipe 2, resiko PJK yang digambarkan dengan kadar

hsCRP, terlihat lebih dipengaruhi oleh kadar total kolesterol,HDL dan Trigliserida

Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna kadar hsCRP antara DM tipe2

yang dislipidemia dengan yang nondislipidemia.

Kata kunci : DM tipe 2, dislipidemia, nondislipidemia, PJK, hsCRP

(2)

xiv

The Comparison Level of hsCRP Between Dyslipidemia and Non-

Dyslipidemia DM type 2 Patients

Juli Y.M Pasaribu1, Tapisari Tambunan1, Dharma Lindarto2

1.Clinical Phatology Department, Medical School, Sumatera Utara University/H. Adam Malik Hospital, Medan, 2. Endocrinology Division, Internal Medicine

Department, Medical School of Sumatera Utara University/ H. Adam Malik Hospital, Medan.

Introduction : DM type 2 is a global health problem which the prevalence is getting more increased. One of the complications DM type 2 is the coronary artery disease (CAD). CAD is caused by the endothelial dysfunction which later becomes atherosclerosis. Besides DM, dyslipidemia might cause the endothelial dysfunction. DM and dyslipidemia, each of them might cause the endothelium dysfunction, furthermore, if it is found that the DM patients suffer dyslipidemia, it will increase the risk of the CAD. One of the markers to evaluate the risk of CAD is hsCRP.This study aimed at knowing the risk of the cardiovascular disease in dyslipidemia and non- dyslipidemia DM type 2 patient by comparing their level of hsCRP.

Method : This study is analytical with cross sectional approach. Full blood count,

HbA1C,SGOT,SGPT, Lipid Profile, HsCRP was check to the 29 dyslipidemia samples and 17 non-dyslipidemia DM type 2 patients.

Result : Thereisa significant difference of hsCRP level in dyslipidemia

(2.26±1.74) and non-dyslipidemia (1.08±0.59) DM type 2 patient with p=0.01. The Pearson correlation coefficient shows the significant correlation between hsCRP with total cholesterol (r=0,326, p=0,02), hsCRP with LDL (r=0.327, p=0.02), hsCRP with triglyceride (r=0,468, p=0,01). However, there is no significant correlation between hsCRP with HDL (r=-0.093, p=0.58).

Discussion : In DM type 2, the risk of CAD is illustrated with hsCRP levels, its

more influenced by the total cholesterol, HDL and triglycerides levels.

Conclusion : There is a significant difference between of hsCRP level DM type 2

with dyslipidemia and nondyslipidemia. ..

Key Words : DM type 2, dyslipidemia, nondyslipidemia, CAD, hsCRP

Referensi

Dokumen terkait

terjadinya PJK pada DM, maka peneliti ingin meneliti hubungan kadar HDL pada pasien diabetes melitus Tipe 2 dengan kejadian penyakit jantung koroner melalui

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simvastatin terhadap Penurunan CRP pada pasien diabetes melitus tipe 2 Non obese2. 2..Penelitian ini bertujuan untuk

Mengetahui hubungan peningkatan kadar gula darah puasa (hiperglikemia) dengan kadar VEGF pada penderita DM tipe 2. Mengetahui hubungan kadar gula darah puasa normal

Ucapan terimakasih juga saya ucapkan kepada seluruh teman-teman sejawat pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera

pada molekul protein supaya lipid dapat larut dalam darah yang

cardiovascular risk predictor in type 2 diabetics with normal

kadar asam urat dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.

Penelitian sebelumnya yang membandingkan kadar HbA1C pada penderita DM tipe 2 dengan kadar glukosa darah puasa terkait terapi anitidiabetik, menunjukkan bahwa