METODOLOGI RISET
AKUNTANSI
KARSAM SUNARYO,SE.,MAK.,AK.,QMSA.
© 2009 John Wiley & Sons Ltd.
www.wileyeurope.com/college/sekaran
Pertemuan Keempat
LA
ND
AS
AN
T
EO
RI
DA
N
RU
M
US
AN
HI
PO
TE
SI
S
PROSES RISET
• Interview
• Studi Pustaka
2
PENGUMPULAN DATA AWAL • Interview • Studi Pustaka
3 dan diberi label dan diberi label N, ANALISIS
DAN
INTERPRETASI DATA
6
PENGUMPULA N, ANALISIS
TOPIK BAHASAN
Landasan Teori
Kerangka Pikir
Studi Kepustakaan
Kerangka Konsep
Merumuskan Hipotesis
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kuliah ini Sdr dapat : Memahami landasan teori dengan tetapi
mengutif sumber rujukan baik langsung maupun tidak langsung
Merumuskan kerangka berpikir dan kerangka konsep
Mengerti berbagai jenis hipotesis, manfaatnya, cara menggali dan merumuskannya.
LANDASAN TEORI
Suatu landasan teori dari suatu penelitian
tertentu atau karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka. Melalui kajian teori diperoleh
kesimpulan-kesimpulan atau pendapat-pendapat para ahli, kemudian dirumuskan pada pendapat baru.
"Theory is a set of interrealated concepts,
assumptions and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in organization".
Teori itu berkenaan dengan konsep, asumsi dan generalisasi yang logis yang berfungsi untuk
mengungkapkan, menjelaskan dan memprediksi prilaku yang memiliki keteraturan sebagai
stimulan dan panduan untuk mengembangkan pengetahuan.
LANDASAN TEORI
Teori yang ditulis orang lain atau temuan penelitian orang lain yang dikutip harus disebut sumbernya untuk menghindari tuduhan sebagai pencuri karya orang lain tanpa menyebut sumbernya.
Kutipan langsung ada dua macam, yaitu :
Kutipan langsung yang terdiri atas tidak lebih dari 3 baris tau tidak lebih dari 40
kata ditempatkan didalam paragraf sebagaimana baris yang lain, tetapi diapit oleh tanda petik dua (“…”) yang dimulai atau ditutup dengan identitas rujukan.
Kutipan langsung yang terdiri atas lebih dari 3 baris atau lebih dari 40 kata
diketik dalam paragraf tersendiri dengan spasi tunggal yang didahului dan ditutup dengan tanda petik dua (“…”) dan dimulai pada ketukan ketujuh.
Kutipan tidak langsung umumnya tampil bervariasi; bergantung kepada gaya bahasa penulis. Setiap penulis mempunyai cara sendiri-sendiri
mengungkapkan kembali ide atau konsep orang lain di dalam tulisannya. Ada penulis yang
memberi komentar lebih panjang, tetapi ada yang menyatakannya dengan singkat.
KERANGKA PIKIR
Kerangka pikir merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari perumusan hipotesis.
Bahwa tidak semua penelitian memiliki kerangka pikir. Kerangka pikir pada umumnya hanya diperuntukkan pada jenis penelitian
kuantatif.
Kerangka berpikir terletak pada kasus yang selama ini dilihat atau diamati secara langsung oleh penulis.
STUDI KEPUSTAKAAN
Dalam pencarian teori, peneliti akan
mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan.
Sumber-sumber kepustakaan dapat diperoleh dari: buku, jurnal, majalah, hasil-hasil
penelitian (tesis dan disertasi), dan sumber-sumber lainnya yang sesuai (internet, koran dll).
Istilah studi kepustakaan digunakan dalam ragam istilah oleh para ahli, diantaranya yang dikenal adalah: kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, dan tinjuan teoritis.
Studi kepustakaan meliputi proses umum seperti: mengidentifikasikan teori secara sistematis,
penemuan pustaka, dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian.
STUDI KEPUSTAKAAN
Studi kepustakaan mempunyai beberapa fungsi, meliputi:
Menyediakan kerangka konsepsi atau teori untuk
penelitian yang direncanakan.
Menyediakan informasi tentang penelitian terdahulu
yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Memberi rasa percaya diri bagi peneliti, karena melalui
kajian pustaka semua konstruksi yang berhubungan dengan penelitian telah tersedia.
Memberi informasi tentang metode-metode, populasi
dan sampel, instrumen, dan analisis data yang digunakan pada penelitian yang dilakukan
sebelumnya.
Menyediakan temuan, kesimpulan penelitian yang
dihubungkan dengan penemuan dan kesimpulan kita.
STUDI KEPUSTAKAAN
Beberapa strategi dalam menyampaikan studi kepustakaan:
Ungkapkan kajian pustaka yang benar-benar terkait erat dengan variabel penelitian.
Ungkapkan kajian pustaka dengan urutan dari mulai paparan variabel bebas sampai dengan variabel terikat atau ungkapkan dari variabel yang cakupannya umum dan luas ke arah
variabel yang spesifik. Tentu saja secara luas dan nampak saling menyapa antar paparan variabel tersebut dan bukan merupakan
kumpulan kutipan sehingga tidak menjadi suatu pola pemikiran yang menyeluruh.
Dapat diungkapkan hal-hal yang berkaitan
dengan karakteristik sampel dan demografinya, bila memang dibutuhkan.
KERANGKA KONSEP
Kerangka konseptual merupakan kerangka fikir mengenai hubungan antar variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian atau hubungan antar konsep dengan konsep lainnya dari
masalah yang diteliti sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada studi kepustakaan.
Konsep dalam hal ini adalah suatu abstraksi atau gambaran yang dibangun dengan
menggeneralisasikan suatu pengertian.
Agar supaya konsep tersebut dapat diamati dan diukur, maka konsep tersebut harus dijabarkan terlebih dahulu menjadi variabel-variabel.
KERANGKA KONSEP
Kerangka konseptual akan bermanfaat bagi:
Minat penelitian akan lebih terfokus ke dalam bentuk yang layak diuji dan akan memudahkan penyusunan hipotesis.
Memudahkan identifikasi fungsi variabel penelitian, baik sebagai variabel bebas, tergantung, kendali, dan variabel lainnya.
Cara yang terbaik untuk mengembangkan kerangka konseptual tentu saja harus memperkaya
asumsi-asumsi dasar yang berasal dari bahan-bahan referensi yang digunakan.
Pola berpikir deduksi adalah proses logika yang berdasar dari kebenaran umum mengenai suatu fenomena (teori) dan
menggeneralisasikan kebenaran tersebut pada suatu peristiwa atau data tertentu yang berciri sama dengan fenomena yang bersangkutan. Pola pikir induksi adalah proses logika yang berangkat dari data empirik
lewat observasi menuju kepada suatu teori. Dengan kata lain induksi adalah proses mengorganisasikan fakta-fakta atau hasil-hasil
pengamatan yang terpisah menjadi suatu rangkuman hubungan atau suatu generalisasi.
MERUMUSKAN HIPOTESIS
Hipotesis merupakan jawaban
sementara terhadap masalah
penelitian yang kebenarannya harus
diuji secara empiris.
Hipotesis penelitian dapat dirumuskan
melalui jalur:
Membaca dan menelaah ulang (reviu) teori dan
konsep-konsep yang membahas variabel-variabel penelitian dan hubungannya dengan proses berfikir deduktif.
Membaca dan mereviu temuan-temuan penelitian
terdahulu yang relevan dengan permasalahan penelitian lewat berfikir induktif.
MANFAAT HIPOTESIS
Penetapan hipotesis memberikan
manfaat :
Memberikan batasan dan memperkecil
jangkauan penelitian dan kerja
penelitian.
Mensiagakan peneliti kepada kondisi
fakta dan hubungan antar fakta, yang
kadangkala hilang begitu saja dari
perhatian peneliti.
Sebagai alat yang sederhana dalam
memfokuskan fakta yang
bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu
kesatuan penting dan menyeluruh.
Sebagai panduan dalam pengujian serta
penyesuaian dengan fakta dan antar
fakta.
MANFAAT HIPOTESIS
Penetapan hipotesis memberikan
manfaat :
Memberikan batasan dan memperkecil
jangkauan penelitian dan kerja
penelitian.
Mensiagakan peneliti kepada kondisi
fakta dan hubungan antar fakta, yang
kadangkala hilang begitu saja dari
perhatian peneliti.
Sebagai alat yang sederhana dalam
memfokuskan fakta yang
bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu
kesatuan penting dan menyeluruh.
Sebagai panduan dalam pengujian serta
penyesuaian dengan fakta dan antar
fakta.
CIRI HIPOTESIS YANG BAIK
Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk
kalimat pernyataan deklaratif, bukan kalimat pertanyaan.
Hipotesis berisi penyataan mengenai hubungan antar paling sedikit dua variabel penelitian.
Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menerangkan fakta.
Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis dapat duji secara spesifik menunjukkan
bagaimana variabel-variabel penelitian itu
diukur dan bagaimana prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud.
Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan
terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian.
MANFAAT HIPOTESIS
Kualitas manfaat dari hipotesis tersebut
akan sangat tergantung pada:
Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada. Imajinasi dan pemikiran kreativ dari si peneliti.
Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti.
Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.
JENIS-JENIS HIPOTESIS
Penetapan hipotesis tentu didasarkan pada luas dan dalamnya serta mempertimbangkan sifat dari masalah penelitian. Oleh karena itu, hipotesispun bermacam-macam, ada yang didekati dengan cara pandang: sifat, analisis, dan tingkat kesenjangan yang mungkin muncul pada saat penetapan hipotesis.
JENIS-JENIS HIPOTESIS
Hipotesis dua-arah
Hipotesis penelitian dapat berupa
hipotesis dua-arah dan dapat pula
berupa hipotesis satu-arah.
Contoh hipotesis dua arah:
Ada perbedaan tingkat peningkatan berat badan bayi
antara bayi yang memperoleh susu tambah 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan tidak berperan ganda.
Ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan
prestasi belajar siswa.
JENIS-JENIS HIPOTESIS
Hipotesis Satu Arah :
Hipotesis dua-arah memang kurang
spesifik, oleh karena itu perlu
diformulasikan dalam hipotesis
satu-arah. Contoh:
Terdapat perbedaan peningkatan berat badan bayi
yang signifikan antara bayi yang memperoleh susu tambah 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan tidak berperan ganda.
Ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat
kecemasan siswa dengan prestasi belajar siswa.
HIPOTESIS STATISTIK
Rumusan hipotesis penelitian, pada saatnya akan diuji dengan menggunakan metode statistik, perlu
diterjemahkan dalam bentuk simbolik. Simbol-simbol yang digunakan dalam rumusan hipotesis statistik adalah
simbol-simbol parameter. Parameter adalah besaran-besaran yang apa pada populasi.
Sebagai contoh, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya perbedaan usia menarche yang berarti antara siswi SMU I dan SMU II. Hal ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan rata-rata usia menarche antara siswi dari kedua sekolah tersebut. Dalam statistika, rata-rata berarti mean yang mempunyai simbol M, sedangkan
parameter mean bagi populasi adalah . Oleh karena itu, simbolisasi hipotesis tersebut adalah:
Ha; 1≠ 2 (Hipotesis dua-arah) (kurang spesifik)
Ha: 1 > 2 (Hipotesis satu-arah) (tepat dan spesifik) Atau
Ha; 1- 2 ≠ 0 (Hipotesis dua-arah)
Ha: 1 - 2 > 0 (Hipotesis satu-arah) IDM
HIPOTESIS STATISTIK
Dengan demikian simbol Ha berarti hipotesis alternatif, yaitu penerjemahan hipotesis penelitian secara
operasional. Hipotesis alternatif disebut juga hipotesis kerja. Jadi, statistik sendiri digunakan tidak untuk
langsung menguji hipotesis alternatif, akan tetapi
digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis nihil (nol). Penerimaan atau penolakan hipotesis alternatif
merupakan konsekuensi dari penolakan atau penerimaan hipotesis nihil.
Hipotesis nihil atau null hypothesis atau Ho adalah hipotesis yang meniadakan perbedaan antar kelompok atau
meniadakan hubungan sebab akibat antar variabel. Hipotesis nihil berisi deklarasi yang meniadakan
perbedaan atau hubungan antar variabel. Contoh dari hipotesis nol secara statistik adalah:
Ho; 1- 2 = 0 (Hipotesis dua-arah) Ho: 1= 2= 0 (Hipotesis satu-arah)
KESALAHAN DALAM
PERUMUSAN HIPOTESIS DAN
PENGUJIAN HIPOTESIS
Dalam perumusan hipotesis dapat saja terjadi kesalahan. Macam kesalahan dalam perumusan hipotesis ada dua macam yaitu:
Menolak hipotesis nihil yang seharusnya diterima, maka disebut kesalahan alpha
dan diberi simbol atau dikenal dengan taraf signifikansi pengukuran.
Menerima hipotesis nihil yang seharusnya ditolak, maka disebut kesalahan beta
dan diberi simbol .