i | P a g e
KATA PENGANTAR
Rencana Strategis Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Renstra BP-PAUD dan Dikmas) NTB tahun 2015-2019 disusun mengacu pada (a) Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Renstra Kemendikbud) 2015-2019 dan (b) Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Renstra Ditjen PAUD dan Dikmas) 2015-2019.
Renstra BP-PAUD dan Dikmas NTB harus menjadi dasar dan pedoman bagi Unit kerja di lingkungan BP-PAUD dan Dikmas NTB dalam menyusun: (1) Rencana Kerja Tahunan (RKT);
(2) Program dan kegiatan pembangunan bidang PAUD dan Dikmas secara terukur dan terarah; (3) Koordinasi perencanaan dan pengendalian Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat; (4) Laporan Tahunan; dan (5) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
Selain itu, Renstra ini menyajikan sasaran dan target serta strategi pencapaiannya yang dilakukan melalui peningkatan mutu dan akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang didukung dengan kerangka implementasi dan perkiraan kebutuhan biaya penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dalam kurun waktu 2015-2019, mekanisme pemantauan dan evaluasi, serta pengendalian program untuk penjaminan mutu dan memastikan bahwa penyelenggaran program dan kegiatan berjalan sesuai rencana dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien.
Mataram, 31 Januari 2017 Kepala Balai,
Drs. H. Eko Sumardi, M.Pd NIP196703091993031001
2 | P a g e DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. LatarBelakang ... 1 B. Landasan Hukum ... 2 C. Landasan Filosofis ... 4
D. Paradigma Pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ... 5
E. Pilar-Pilar Strategis ... 7
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS ... 9
A. Visi dan Misi ... 9
B. Tujuan dan Sasaran Strategis Prasarana ... 11
C. Sasaran Strategis PAUD Dan Pendidikan Masyarakat ... 13
D. Tata Nilai ... 14
BAB III GAMBARAN UMUM BP PAUD DAN DIKMAS NUSA TENGGARA BARAT... 16
A. Kelembagaan ... 16
B. SDM (Kompetensi dan Kualifikasi) ... 16
C. Kerjasama/Kemitraan ... 20
3 | P a g e
E. Manajemen ... 22
BAB IV ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI, KERANGKA REGULASI, KERANGKA PENDANAAN DAN KELEMBAGAAN BPPAUD DAN DIKMAS NUSA TENGGARA BARAT ... 24
A. Arah Kebijakan dan Strategi ... 24
B. Kerangka Regulasi ... 27
C. Kerangka Pendanaan ... 29
D. Kelembagaan BP-PAUD dan Dikmas NTB ... 31
BAB V KERANGKA IMPLEMENTASI ... 32
A. Pengembangan Program ... 32
B. Strategi Pendanaan BP-PAUD dan Dikmas NTB ... 33
C. Koordinasi, Tata Kelola, dan Pengawasan ... 33
1 | P a g e
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tugas dan fungsi BP-PAUDNI Regional V Mataram (sebelum revisi) didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal bahwa BP-PAUDNI mempunyai tugas melaksanakan pemetaan mutu pendidikan, pengembangan program, supervisi, fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, dan pengembangan sumber daya serta pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Dalam melaksanakan tugas di atas diterbitkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2012.
Pada tahun 2016 terjadi perubahan nomenklatur dari Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (BP-PAUDNI) menjadi Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Perubahan nomenklatur ini disertai dengan perubahan tugas menjadi melaksanakan pengembangan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. Sejalan dengan ketentuan tersebut, BP-PAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat yang memiliki wilayah kerja propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki peran dan fungsi strategis dalam meningkatkan indeks pembangunan masyarakat (IPM). Pada tahun 2017, wilayah kerja BP-PAUD dan Dikmas hanya meliputi wilayah NTB saja. Sampai saat ini, terdapat beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi oleh provinsi NTB dan Bali sebagaimana tertuang dalam RPJMD tahun 2013-2018 antara lain:
1) Sistem pendidikan yang sedang dilaksanakan belum mengarah pada pembentukan manusia yang berkarakter.
2) Peran perempuan di desa yang belum optimal.
3) Pengangguran lulusan lembaga perguruan tinggi kependidikan yang masih tinggi dan lemahnya sumberdaya manusia.
4) Sarana prasarana pendidikan kurang berkualitas dan tidak sesuai rasio
5) Banyak berdiri lembaga pendidikan nonformal yang tidak diiringi dengan mutu pelayanan.
2 | P a g e
6) Kualifikasi PTK PAUD dan Dikmas masih rendah.
7) Sebagian besar lembaga pendidikan nonformal yang belum terakreditasi.
8) Kualifikasi pendidik PAUD dan Dikmas tidak linear dengan kompetensi yang dibutuhkan.
9) Partisipasi masyarakat sebagai pelaku pendidikan masih kurang.
10) Metode pembelajaran belum memenuhi prinsip pembelajaran pendidikan luar sekolah. 11) Angka niraksara dan putus sekolah relatif tinggi.
12) Kualitas daya saing SDM yang belum optimal.
13) Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi belum maksimal.
14) Mekanisme intermediasi antara akademisi, badan usaha dan pemerintah atau goverment belum bersinergi.
Dalam rangka memberikan arah pelaksananan program pendidikan pada jalur nonformal dan informal, perlu disusun Rencana Strategis BP-PAUD dan Dikmas NTB Tahun 2015-2019 (Revisi 1), dengan menggunakan data dasar perkembangan pembangunan pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal tahun 2014. Dengan demikian, diharapkan mampu memberikan arah kebijakan dan pembangunan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat yang memadai bagi para penentu kebijakan dan para penyelenggara pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat baik di tingkat pusat maupun daerah. Renstra ini menguraikan kondisi saat ini dan analisis situasi, tantangan, peluang dan hambatan; kebijakan, strategi, program dan kegiatan, serta anggaran yang diperlukan dalam kurun waktu 2015-2019.
B. Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Renstra BP PAUD-Dikmas NTB Tahun 2015-2019 adalah: 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.
3 | P a g e
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif.
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019.
11. Peraturan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
12. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Percepatan dan Pemberantasan Buta Aksara.
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 27 Tahun 2012 tentang Bantuan Kepada Satuan PAUD, Nonformal, dan Lembaga Kemasyarakatan di Bidang PAUD, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal.
14. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman penyusunan dan Penelaahan Rencana Strategis Kementrian/Lembaga (Renstra K/L) 2015-2019.
15. Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
16. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015-2019.
17. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan masyarakat.
18. Permendikbud Nomor 49 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan masyarakat.
19. Deklarasi Incheon di Korea Selatan Tahun 2015.
20. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB Tahun 2013-2018.
4 | P a g e
21. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali Tahun 2013-2018.
C. Landasan Filosofis
Pendidikan nonformal dan informal sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional lebih dikenal dengan nama Pendidikan Luar Sekolah dan/atau Pendidikan Masyarakat. Pada awal kemerdekaan RI dengan dibentuknya Kabinet Pertama, Jawatan Pendidikan Masyarakat masuk dalam Struktur Organisasi Kementerian Pendidikan dan Pengajaran, yang mempunyai tugas pokok menyeleggarakan pendidikan keaksaraan atau pemberantasan buta huruf, pendidikan kader pembangunan desa, pendidikan wanita dan kursus keterampilan untuk orang dewasa. Perkembangan kesejarahan Pendidikan Luar Sekolah telah menunjukkan eksistensinya sebagai jalur pendidikan yang berperan untuk membelajarkan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya serta penyambung pendidikan formal dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat atau life long learning. Seiring dengan berjalannya RPJMN Tahap II dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan II, nomenklatur tersebut diubah menjadi Ditjen PAUD DAN DIKMAS. Sedangkan, pada perjalanan RPJMN Tahap III dalam jajaran Kabinet Kerja nomenklatur tersebut diubah menjadi Ditjen PAUD-Dikmas. Namun demikian, tugas dan fungsi tetap sama dengan nomenklatur sebelumnya yaitu pendidikan anak usia dini dan pendidikan sepanjang hayat. Berdasarkan perubahan nomenklatur yang terjadi pada jajaran Kabinet Kerja sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Nusa Tenggara Barat yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen PAUD-Dikmas juga terjadi perubahan nomenklatur. Dari semula yang bernama BP-PAUD dan Dikmas menjadi Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas).
Prinsip pendidikan masyarakat sebagai perwujudan dari pendidikan sepanjang hayat ialah bahwa belajar berlangsung mulai lahir sampai dengan meninggal, sehingga tidak ada kata berhenti belajar. Itulah prinsip pendidikan nonformal yang dicetuskan para penggagas pendidikan nonformal seperti Ivan Illich dan Poulo Freire.Prinsip itu semakin relevan jika diimplementasikan pada abad 21 ini, dimana masyarakat banyak yang karena sesuatu hal tidak memiliki kesempatan mengikuti pendidikan formal dan kesempatan untuk memperoleh
5 | P a g e
layanan pendidikan yang berkualitas. Pada kondisi seperti itu maka peran pendidikan nonformal dan informal sangat strategis.
Belajar sepanjang hayat merupakan prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal. Belajar sepanjanag hayat berasumsi bahwa proses belajar terjadi seumur hidup walaupun dengan cara yang berbeda dan proses yang berbeda. Tujuan layanan pendidikan nonformal adalah untuk mendapatkan layanan pendidikan yang tidak diperoleh dari pendidikan formal, mengatasi dari kemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, meningkatkan keahlian, mengembangkan kepribadian atau untuk beberapa tujuan lainnya. Dengan pemaknaan seperti itu maka keberadaan pendidikan nonformal dan informal dapat memainkan peran sebagai pengganti (substitute), pelengkap (complement), dan/atau penambah (suplement) dari pendidikan formal. Sehingga, filosofi tersebut telah menempatkan pendidikan nonformal dan informal pada posisi Strategis dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Filosofi tersebut juga menjadikan pendidikan nonformal dan informal memiliki karakteristik tersendiri yang unik dan spesifik, sehingga sangat berbeda dengan karakteristik pendidikan formal.
D. Paradigma Pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada beberapa paradigma universal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
1. Pemberdayaan Manusia Seutuhnya
Memperlakukan peserta didik sebagai subjek yang memiliki hak untuk mengaktualisasikan dirinya secara optimal dalam aspek kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, sosial, dan kinestetik. Paradigma ini merupakan fondasi dari pendidikan yang menyiapkan peserta didik untuk berhasil sebagai pribadi yang mandiri (makhluk individu), sebagai elemen dari sistem sosial yang saling berinteraksi dan mendukung satu sama lain (makhluk sosial) dan sebagai pemimpin bagi terwujudnya kehidupan yang lebih baik di muka bumi (makhluk Tuhan).
Dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), salah satu faktor yang sangat menunjang keberhasilan dalam persaingan itu adalah faktor sumberdaya manusia. Oleh karena itu, untuk provinsi NTB dan Bali perlu meningkatkan sumberdaya manusia yang berdaya saing dalam persaingan bebas tersebut.
6 | P a g e
Pembelajaran merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, yaitu pembelajaran sejak lahir hingga akhir hayat yang diselenggarakan secara terbuka dan multi makna. Pembelajaran sepanjang hayat berlangsung secara terbuka melalui jalur formal, nonformal, dan informal yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat setiap saat tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu. Pembelajaran dengan sistem terbuka diselenggarakan dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan (multi entry-multi exit system).
Pendidikan multi makna diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, pembentukan akhlak mulia, budi perkerti luhur, dan watak, kepribadian, atau karakter unggul, serta berbagai kecakapan hidup (life skills). Paradigma ini memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong masyarakat menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif, inovatif, sportif, dan berkewirausahaan. 3. Pendidikan untuk Semua
Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tehnologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia adalah amanat konstitusi. Hak untuk mendapatkan pendidikan sebagai pemenuhan hak asasi manusia telah menjadi komitmen global. Oleh karena itu, program pendidikan untuk semua yang inklusif diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan sistem pendidikan terbuka dan demokratis serta bertindak gender agar dapat menjangkau mereka yang berdomisili di tempat terpencil serta mereka yang mempunyai kendala ekonomi dan sosial.
Paradigma ini menjamin keberpihakan kepada masyarakat yang memiliki hambatan fisik, mental, ekonomi dan sosial, ataupun kendala geografis, yaitu melalui layanan pendidikan untuk menjangkau mereka yang tidak terjangkau. Keberpihakan diwujudkan dalam bentuk optimalisasi peran serta masyarakat, pemberdayaan organisasi mitra dan program pemberdayaan masyarakat, sehingga menjamin terselenggaranya pendidikan yang demokratis, merata, dan berkeadilan serta berkeadilan gender.
4. Pendidikan sebagai Suatu Gerakan
Pemerintah memang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi semua warga negara. Namun, semua pihak dapat memberi kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan agar hasilnya optimal. Penyelenggaraan pendidikan harus
7 | P a g e
disikapi sebagai suatu gerakan, yang mengintegrasikan semua potensi negeri dan peran aktif seluruh masyarakat.
5. Pendidikan Menghasilkan Pembelajar
Penyelenggaraan pendidikan harus memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif dan inovatif. Pendidikan diupayakan menghasilkan insan yang suka belajar dan memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Pembelajar hendaknya mampu menyesuaikan diri dan merespons tantangan baru dengan baik.
6. Pendidikan Membentuk Karakter
Pendidikan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, dan pembentukan kepribadian. Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran, berakhlak mulia, mandiri, serta cakap dalam menjalani hidup.
7. Sekolah yang Menyenangkan
Sekolah sebagai satuan pendidikan yang utama merupakan suatu ekosistem. Suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, maupun orang tua siswa. E. Pilar-Pilar Strategis
Dalam penyelenggaraan PAUD-Dikmas, kerangka dasar yang menjadi rujukan dalam implementasi landasan filosofis pendidikan masyarakat mengacu pada strategi pembangunan pendidikan nasional. Strategi pembangunan PAUD-Dikmas tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pokok dan kerangka implementasi program dan kegiatan pembaruan pendidikan yang akan dilaksanakan oleh Ditjen PAUD-Dikmas beserta seluruh jajarannya dan para pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah, meliputi: 1. Pendidikan agama, akhlak mulia dan pembentukan karakter/kepribadian masyarakat yang
mandiri serta memiliki daya saing.
2. Proses pembelajaran yang mendidik, dialogis serta pembelajaran berpusat pada peserta didik dan kontektual.
3. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi yang selaras dengan dunia kerja.
4. Peningkatan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan. 5. Penyediaan sarana belajar.
8 | P a g e
6. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. 7. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka, merata, dan berkelanjutan.
8. Pemberdayaan masyarakat, organisasi masyarakat, dan asosiasi profesi. 9. Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan.
10. Sistem pendidikan yang mengarah pada pembentukan manusia yang berkarakter. 11. Mengoptimalkan peran perempuan di pedesaan.
12. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
13. Meningkatkan kualitas daya saing SDM dalam menyambut MEA.
14. Mensinergikan pembangunan IPTEK yang dilaksanakan oleh akademisi, badan usaha, dan pemerintah.
9 | P a g e
BAB II
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS A.Visi dan Misi
Dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005—2025 menyatakan bahwa visi 2025 adalah Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna). Visi ini masih amat relevan untuk dipertahankan, dengan tetap mempertimbangkan integrasi pendidikan dan kebudayaan ke dalam satu kementerian. Makna insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.
Dengan mangecu kepada Nawacita dan memperhatikan visi 2025, serta integrasi pembangunan pendidikan dan kebudayaan, ditetapkan Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019 adalah “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong”.
Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan yang berkarakter dapat dimaknai sebagai terwujudnya tujuh elemen ekosistem. Meskipun pengertian insan sudah tercakup dalam istilah ekosistem, insan tetap disebut tersendiri. Penyebutan secara demikian dimaksudkan untuk memberi tekanan lebih besar pada arti sangat penting dari peran pelaku dalam suatu ekosistem.
Tujuh elemen ekosistem pendidikan tersebut yaitu: 1) sekolah yang kondusif; 2) guru sebagai penyemangat, 3) orangtua yang terlibat aktif; 4) masyarakat yang sangat peduli; 5) industri yang berperan penting; 6) organisasi profesi yang berkontribusi besar; 7) pemerintah yang berperan optimal.
Dalam rangka mecapai visi dan misi kemdikbud sebagaimana tersebut diatas maka BP-PAUD dan Dikmas NTB menetapkan visi dan misi. Visi BP-PAUD dan Dikmas NTB :
“Bersama Mewujudkan Lembaga PAUD dan Dikmas yang Mandiri, Berdaya saing dan Berbudaya Mutu Tahun 2024”
10 | P a g e
Untuk mempertegas apa yang dimaksud bermutu dan berdaya saing dapat dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 2.1
Makna Bermutu dan Berdaya Saing
Makna Bermutu Makna Berdaya Saing
Program
Bermutu dalam program yaitu: 1) program tepat sasaran; 2) mudah dilaksanakan; 3) didukung dengan anggaran; 4) tersedia SDM yang terstandar dan profesional; 5) ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Berdaya saing artinya: 1) memiliki daya tarik; 2) memiliki manfaat; 3) memiliki keunggulan; 4) mudah diakses dan dilaksanakan; 5) Jelas hasil pelaksanaanya.
Proses
Bermutu dalam proses yaitu: 1) Penyusunan dan penetapan program dilaksanakan secara bersama menyertakan semua unsur terkait secara internal dan eksternal; 2) Sosialisasi dilaksanakan secara konfrehensip sehigga
semua pemangku kepentingan dapat
memahami program secara utuh; 3) program memiliki indikator mutu; 4) Penyelenggaraan program dapat dievaluasi secara sistematis; 5) SDM pelaksana program memiliki integritas dan komitmen untuk pencapaian tujuan program.
Produk
Bermutu dalam produk yaitu: 1) Sasaran program dapat memanfaatkan hasil program; 2) produk dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas; 3) produk yang dihasilkan memiliki kualitas.
Untuk pencapaian visi BP-PAUD Dan Dikmas NTB, maka ditentukan misi meliputi:
a. Melakukan pengembangan program PAUD Dan Pendidikan Masyarakat bermutu
b. Melakukan pemetaan mutu PAUD dan pendidikan Masyarakat
c. Melakukan Supervisi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
d. Memberikan fasilitasi dalam bentuk pendampingan dan bimbingan penyusunan dan pelaksanaan program
e. Melakukan pengembangan dan peningkatan mutu sumber daya PAUD dan Pendidikan Masyarakat.
f. Melaksanakan kemitraan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat
11 | P a g e
B.Tujuan dan Sasaran Strategis
Dalam upaya merealisasikan visi dan misi BP-PAUD dan Dikmas NTB 2015-2019, dirumuskan tujuan dan sasaran-sasaran strategis yang menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi.
Tujuan strategis BP-PAUD dan Dikmas NTB 2015-2019 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tujuan Strategis 1 (T1): pengembangan program PAUD Dan Pendidikan Masyarakat bermutu.
Pengembangan model dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat yang mutahir sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi berorientasi pada keterlaksanaan pembelajaran di bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat. Hasil pengembangan model harus dapat menjadi solusi dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat yang bermutu.
2. Tujuan Strategis 2 (T2): pemetaan mutu PAUD dan pendidikan Masyarakat . Standar Nasional Pendidikan yang dirumuskan dalam 8 standar yaitu: 1) Standar Kompetensi Lulusan; 2) Standar Isi; 3) Standar Proses; 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 5) Standar Sarana dan Prasarana; 6) Standar Pengelolaan; 7) Standar Pembiayaan; 8) Standar Penilaian. Akumulasi dari pencapaian 8 SNP direfresentasikan dalam pelaksanaan pemetaan mutu. Oleh karena itu hasil pemetaan mutu harus dapat mencerminkan ketercapaian mutu kelembagaan, sehingga masyarakat sebagai sasaran layanan memiliki keyakinan dan komitmen serta kepastian dalam peningkatan partisipasi terhadap PAUD dan Pendidikan Masyarakat.
3. Tujuan Strategis 3 (T3): Supervisi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.
Pengendalian seluruh proses pembelajaran dan pengelolaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat harus dapat terlaksana secara berkelanjutan dan sistematis pada seluruh satuan pendidikan Dikmas. Pelaksanaan pengendalian dilakukan dalam bentuk supervisi menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, sehingga hasil yang dicapai dalam pelaksanaan supervisi dapat dijadikan rujukan dalam pembinaan dan pengembangan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat.
12 | P a g e
4. Tujuan Strategis 4 (T4): Fasilitasi dalam bentuk pendampingan dan bimbingan penyusunan dan pelaksanaan program.
Demokratisasi penyelenggaan pendidikan nonformal dilaksanakan untuk memberikan Ketersediaan layanan pendidikan, Keterjangkauan layanan pendidikan, meningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan, mewujudkan kesetaraan untuk pendidikan dan menjamin kepastian layanan pendidikan. Agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang demokratis, maka proses pengelolaan pendidikan dengan melakukan pendampingan dan bimbingan terhadap lembaga dan pengelola pendidikan nonformal, secara terpadu dengan menyertakan seluruh komponen yang bertanggungjawab terhadap lembaga pendidikan.
5. Tujuan Strategis 5 (T5): Pengembangan dan peningkatan mutu sumber daya PAUD dan Pendidikan Masyarakat.
Mutu sumber daya PAUD dan Pendidikan Masyarakat dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai standar menurut jenis layanan satuan pendidikan. Dalam rangka mencapai kuantitas dan kualitas mutu sumber daya PAUD dan Pendidikan Masyarakat, dilaksanakan pendidikan dan pelatihan tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan kebutuhan. Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang berorientasi pada persaingan di era tekhnologi informasi dan wawasan yang memadai baik nasional dan internasional dilaksanakan magang di dalam negeri dan luar negeri bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kelayakan.
6. Tujuan Strategis 6 (T6): Kemitraan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat. Penyelenggaraan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat akan bisa terlaksana dengan baik dan sistematis harus dapat melibatkan seluruh komponen dan pemangku kepentingan pendidikan. Dalam rangka menyertakan seluruh komponen dan pemangku kepentingan secara aktif, maka diperlukan adanya kemitraan.
13 | P a g e
7. Tujuan Strategis 7 (T7): Tatakelola administrasi yang akuntabel dan berbasis elektronik.
Pengelolaan tatakelola administrasi yang akuntabel dan berbasis elektronik harus dapat mencerminkan prinsip pemerintahan yang baik dan bersih. Dalam rangka mewujudkan tatakelola tersebut di atas, maka dilaksanakan pembinaan tekhnis bagi tenaga administrasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat meminimalisir adanya penyimpangan yang dapat menurunkan citra kelembagaan dan kepercayaan publik.
C. Sasaran Strategis PAUD Dan Pendidikan Masyarakat
Dalam mengukur tingkat ketercapaian tujuan strategis pembangunan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, diperlukan sejumlah Sasaran Strategis (SS) yang menggambarkan kondisi yang dicapai pada tahun 2019. Selanjutnya ditetapkan Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) untuk mengukur apakah sasaran strategis untuk mengkonfirmasi tujuan strategis tersebut dicapai pada tahun 2019. Sasaran strategis adalah sebagai berikut.
No Sasaran Strategis (SS) IKK
1 Tersedianya hasil pengkajian dan pengembangan Model/Program, PAUD-Dikmas yang bermutu, berwawasan Gender, Pendidikan untuk pembangunan bekelanjutan (ESD) dan kewarganegaraan global serta replikabel diseluruh
regional/wilayah
1) Model/Program PAUD-Dikmas yang Dikembangkan
2) Lembaga/Satuan PAUD-Dikmas yang Menerapkan Model/Program hasil kajian/pengembangan
3) Jumlah peralatan dan failitas perkatoran 4) Kendaraan operasional perkantoran 5) Jumlah Dokuem perencanan dan Evaluasi
pelaksanaan rencana
6) Dokumen keuangan, kepegawaian, ketatausahaan, dan BMN
14 | P a g e
Pengukuran keberhasilan penerapan strategi ini dilakukan dengan merumuskan indikator dan target pencapaian yang dijabarkan sebagai berikut :
No. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Target
2015 2016 2017 2018 2019 IKK.3.4074.1.1 Model/Program PAUD-Dikmas yang
Dikembangkan 7 8 8 8 8
IKK.3.4074.1.2 Lembaga/Satuan PAUD-Dikmas yang Menerapkan Model/Program hasil
kajian/pengembangan 22 100 170 457 457
IKK.3.4074.1.4 Jumlah peralatan dan failitas perkatoran 261 24 1 2 2 IKK.3.4074.1.5 Kendaraan operasional perkantoran - - - 1 1 IKK.3.4074.1.6 Jumlah Dokuem perencanan dan
Evaluasi pelaksanaan rencana 3 3 3 3 3 IKK.3.4074.1.7 Dokumen keuangan, kepewaian,
ketatausahaan, dan BMN
4 4 4 4 4
IKK.3.4074.1.9 Bangunan Gedung - 1392 1392 2784 2784
D. Tata Nilai
Pelaksanaan misi dan pencapaian visi memerlukan penerapan tata nilai yang sesuai dan mendukungnya. Tata nilai merupakan dasar sekaligus arah bagi sikap dan perilaku seluruh pegawai dalam menjalankan tugas. Tata nilai yang di utamakan pada Renstra PAUD dan Pendidikan Masyarakat NTB 2015—2019 ini adalah sebagai berikut.
1. Memiliki Integritas
Konsisten dan teguh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan, terutama dalam hal kejujuran dan kebenaran dalam tindakan, memiliki integritas, bersikap jujur, dan mampu mengemban kepercayaan.
2. Kreatif dan Inovatif
Memiliki pola pikir, cara pandang, dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan, serta mampu menghasilkan karya baru.
3. Inisiatif
Inisiatif adalah kemampuan bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan, melakukan sesuatu tanpa menunggu perintah lebih dahulu dengan tujuan untuk
15 | P a g e
memperbaiki atau meningkatkan hasil pekerjaan, dan menciptakan peluang baru atau untuk menghindari timbulnya masalah.
4. Pembelajar
Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan, pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian.
5. Menjunjung Meritokrasi
Memiliki pandangan yang memberi peluang kepada orang untuk maju berdasarkan kelayakan dan kecakapannya.
6. Terlibat Aktif
Suka berusaha mencapai tujuan bersama serta memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya.
16 | P a g e
BAB III
GAMBARAN UMUM BP-PAUD DAN DIKMAS NUSA TENGGARA BARAT
A. Kelembagaan 1. Profil
BP-PAUD dan Dikmas NTB adalah UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Permendikbud Nomor 02 Tahun 2017). Secara operasional BP-PAUD dan Dikmas NTB melaksanakan tugas sejak 17 Maret 2008. Tahun 2009 kantor di Jalan Gajah Mada Nomor 173 Jempong Baru Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tugas pokok dan fungsi BP-PAUD dan Dikmas NTB sesuai Permendikbud Nomor 02 Tahun 2017 adalah mempunyai tugas melaksanakan pemetaan mutu pendidikan, pengembangan program, supervisi, fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, dan pengembangan sumber daya serta pelaksanan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi telah menghasilkan beberapa produk pengembangan baik pengembangan program pendidikan anak usia dini, keaksaraan, maupun pendidikan kecakapan hidup. Produk-produk tersebut diharapkan dapat di implementasikan untuk mengisi berbagai program percontohan di 2 provinsi yakni Nusa Tenggara Barat sebanyak 12 Satuan Pendidikan daerah yakni 1 Satuan Pendidikan BPKBM dan 11 SKB di Kabupaten dan Kota, dan Provinsi Bali 1 Satuan Pendidikan BPKB dan 9 SKB di Kabupaten dan Kota.
17 | P a g e
2. Struktur Organisasi
Gambar 1: Struktur Organisasi BP-PAUD dan Dikmas NTB 3. Wilayah Kerja
Pada tahun 2015 s.d 2016 Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Dikmas (BP-PAUD dan Dikmas) NTB adalah salah satu dari 29 Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 02 Tahun 2017, dengan wilayah kerja meliputi Provinsi NTB.
Berdasarkan Permendikbud Nomor 69 Tahun 2015, terjadi perubahan nomenkelatur Satker Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, dan (BP-PAUD dan Dikmas) NTB menjadi Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat NTB disertai dengan kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas tentang perubahan wilayah kerja dan koordinasi yaitu terdiri dari 1 (satu) propinsi yaitu Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari 10 kabupaten/kota.
4. Visi, Misi, Tugas, dan Fungsi Lembaga
1) Visi
Visi lembaga adalah “Bersama Mewujudkan Lembaga PAUD dan Dikmas yang Mandiri, Berdaya saing dan Berbudaya Mutu Tahun 2024”.
2) Misi
Untuk pencapaian visi BP-PAUD Dan Dikmas NTB, maka ditentukan misi meliputi: a. Melakukan pengembangan program PAUD Dan Pendidikan Masyarakat
bermutu;
KEPALA BPPAUD DAN DIKMAS NTB DRS. EKO SUMARDI, M.Pd. SUBBAGIAN UMUM SUHARMAN, S.H. SEKSI PENGEMBANGAN SUMBERDAYA H. AHMAD BAWAZIR, S.H SEKSI PENGEMBANGAN PROGRAM HARYANTO, M.Pd.
SEKSI INFORMASI & KEMITRAAN HIZBUL MAUDUDI, S.S.
18 | P a g e
b. Melakukan Pemetaan mutu PAUD dan pendidikan Masyarakat;
c. Melakukan Supervisi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat;
d. Memberikan fasilitasi dalam bentuk pendampingan dan bimbingan penyusunan dan pelaksanaan program;
e. Melakukan pengembangan dan peningkatan mutu Sumber Daya PAUD dan Pendidikan Masyarakat;
f. Melaksanakan kemitraan program PAUD dan Pendidikan Masyarakat g. Melaksanakan tatakelola administrasi yang akuntabel dan berbasis elektronik.
3) Tugas
Melaksanakan pengembangan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat.
4) Fungsi
Dalam melaksanakan tugas BP-PAUD dan Dikmas memiliki fungsi lembaga, meliputi:
a. Pengembangan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;
b. Pemetaan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;
c. Supervisi satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;
d. Fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;
e. Pengembangan sumber daya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;
f. Pengelolaan sistem informasi pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;
g. Pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; dan
19 | P a g e
5. Fasilitas kelembagaan
a. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana prasarana
Infrastruktur yang dimiliki BPPAUD dan Dikmas NTB adalah 4 gedung yang terdiri dari: (a) Gedung Perkantoran (b) Guest House (c) Labsite PAUD dan (d) Aula (Ruang Micro Teaching), Laboratorium Bahasa dan Ruang-ruang Kelas Pembelajaran (rincian pada lampiran).
b. Kesesuaian dan Kecukupan Sarana dan Prasarana
Infrastruktur (sarpras) pendukung pada BP-PAUD Dan Dikmas NTB akan terus dikembangkan sesuai dengan masterplan, yang jika dikaji dengan kebutuhan dan kondisi kekinian, maka sarpras saat ini dibanding jumlah ketenagaan cukup memadai untuk melaksanakan layanan dan mengembangkan program/kegiatan secara optimal. Namun jika memenuhi tuntutan ideal sebuah unit BP-PAUD dan Dikmas NTB, maka kedepan kondisi infrastruktur pada Balai sudah tidak dapat memenuhi prasyarat layanan dan pengembangan yang optimal, sehingga dibutuhkan segala bentuk fasilitas penambahan dari kekurangan/ataupun kerusakan yang ada.
c. Keberlanjutan Pengadaan, Pemeliharaan dan Pemanfaatannya
BP-PAUD Dan Dikmas NTB, secara berkesinambungan memerlukan
pemenuhan/kecukupan fasilitas untuk menunjang proses layanan kepada masyarakat secara baik dan optimal. Pengadaan dan Pemanfaatan sarpras harus terus diupayakan seoptimal mungkin, disamping upaya-upaya pemeliharaan (maintenance), yang harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
6. Strategi Pelaksanaan Program Kegiatan
Untuk mencapai tujuan, sasaran, dan keluaran/output yang telah ditetapkan, maka pelaksanaan program kerja BP-PAUD Dan Dikmas NTB, didasarkan pada strategi:
a. Penjabaran tugas pokok dan fungsi pada masing-masing Subbag/Seksi ke dalam program-program kerja di lingkungan BPPAUD dan Dikmas NTB. Penjabaran ini sangat penting karena memungkinkan masing-masing Subbag/Seksi untuk dapat melaksanakan program yang sesuai dengan rincian tugasnya masing-masing.
b. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka menciptakan sinkronisasi program dan sinergi sumber daya sehingga pelaksanaan program kegiatan semakin efektif dan efisien. Koordinasi dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Koordinasi menjadi semakin penting karena pada dasarnya pelaksanaan program tidak dapat dilakukan secara parsial atau terpisah antara program kegiatan yang satu dengan yang lainnya.
20 | P a g e
c. Pelaksanaan program mengacu pada mekanisme sesuai organisasi dan tata kerja balai serta ketentuan perundangan yang berlaku.
d. Optimalisasi pelaksanaan koordinasi di wilayah kerja BP-PAUD dan Dikmas NTB terhadap Satuan Pendidikan dan Lembaga Mitra, BP-PAUD dan Dikmas NTB membentuk Tim Raih Budaya Mutu, yang terbagi menjadi 10 Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan Satuan Pendidikan dan Lembaga Mitra penyelenggara program PAUD dan Dikmas untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan.
e. Menindak lanjuti petunjuk teknis peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang Satuan Pengawasan Internal (SPI) maka dipandang perlu untuk membentuk Tim SPI pada BP-PAUD dan Dikmas NTB dalam melaksanakan tugas pengawasan yang mencakup kelembagaan lingkup tugas kompetensi sumber daya manusia, kode etik, standar audit, laporan dan telaahan sejawat.
B. SDM (Kompetensi dan Kualifikasi)
Pembinaan sumber daya manusia pada BP-PAUD dan Dikmas NTB menjadi prioritas utama dalam menunjang implementasi visi, misi tujuan dan sistem penyelenggaraan pengembangan sistem pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Seluruh unit kerja (seksi) supaya dikembangkan secara bersamaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Tenaga analis di masing-masing unit (seksi) diberi kesempatan penuh untuk mengembangkan gagasannya demi pengembangan BP-PAUD dan Dikmas NTB yang berkualitas dan diberikan penghargaan bagi yang berprestasi dan sanksi bagi yang melanggar aturan-aturan yang telah ditentukan. Ketenagaan yang dimiliki BP-PAUD dan Dikmas NTB secara keseluruhan adalah 68 orang yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil 35 orang dan Pramubhakti 33 orang (rincian pada lampiran).
C. Kerjasama/Kemitraan
Menindaklanjuti pengembangan dan pelaksanaan program BP-PAUD dan Dikmas NTB, dan memperkuat kemitraan dengan berbagai stakeholder dan komponen masyarakat lainnya merupakan suatu keharusan. Membangun kemitraan dan jejaring kerja (networking) dengan instansi dan Universitas/Akademik, Satuan Pendidikan dan Lembaga Mitra baik secara internal maupun eksternal, maka BP-PAUD dan Dikmas NTB harus mempersiapkan kualitas secara menyeluruh baik yang berkaitan dengan sarana dan prasarana, proses, maupun
21 | P a g e
ketenagaan yang ada. Secara organisasi BP-PAUD dan Dikmas NTB merupakan UPT pusat yang menyelenggarakan koordinasi dan fasilitasi berbagai program PAUD dan Dikmas di Provinsi NTB. BP-PAUD dan Dikmas NTB juga telah melaksanakan berbagai bentuk Kerjasama/MoU dengan lembaga mitra baik pemerintah maupun swasta, sebagai langkah strategis pemberdayaan masyarakat (rincian pada lampiran).
D. Manajemen
1. Kepemimpinan Organisasi
Efisiensi dan efektifitas kepemimpinan di dalam pengelolaan program sangat menentukan keberhasilan dari setiap program yang dilaksanakan. Dalam kepemimpinan diperlukan dukungan dari semua elemen yang terkait dan manajemen yang handal serta profesional. Efektifitas dan efisiensi kepemimpinan harus dimulai dari analisis dan perencanaan yang tepat sehingga di dalam pengelolaan program selanjutnya dapat dilakukan secara maksimal. Seorang pemimpin harus mampu memberikan pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada para bawahannya. Dedikasi seorang pemimpin akan terangkat jika kepuasan bawahannya tercipta dengan baik. Pemanfaatan kebutuhan BP-PAUD dan Dikmas NTB bagi bawahannya tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikesampingkan dan semua itu dilakukan dengan efektif dan efisien.
2. Perencanaan dan Pengembangan Program
Perencanaan ini didasarkan atas 6 (enam) bidang pembahasan yaitu: (1) Perencanaan: tujuan perencanaan, faktor perencanaan, strategi perencanaan, dan tahap perencanaan. (2) Melakukan organisasi baik dari jajaran pimpinan sampai bawahan. (3) Melakukan komunikasi sebagai bentuk sistem interaksi sosial antar lembaga dalam mencapai tujuan yang diinginkan. (4) Melakukan koordinasi sebagai wujud kerjasama dan saling mendukung atas program yang ingin dijalankan. (5) Melakukan pengawasan terhadap proses kegiatan yang telah berjalan, sehingga dapat diketahui titik positif dan negatif dan terahir (6) setelah mendapatkan hasil dari pengawasan, dilanjutkan dengan melakukan penilaian program sebagai bentuk pengawasan.
Tujuan Perencanaan diarahkan untuk penyempurnaan dan pemantapan lembaga dan pengembangan program. Adapun faktor perencanaan mengacu pada potensi yang dimiliki oleh BP-PAUD dan Dikmas NTB yaitu pegawai/staf (negeri maupun pramubhakti), masing-masing unit atau seksi, sistem organisasi dan administrasi, perpustakaan, sarana dan prasarana, alat perlengkapan penunjang keberhasilan program dan keuangan. Sedangkan
22 | P a g e
strategi perencanaan merujuk pada penetapan sasaran-sasaran pendirian dan usaha yang akan dilaksanakan yang tersusun dalam bentuk rencana pengembangan yang diterapkan dalam 2 (dua) tahap perencanaan yakni perencanaan jangka panjang dan jangka pendek.
3. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu hasil pengembangan Hasil evaluasi yang dilakukan secara bertahap dari pengembangan program selama ini maka BP-PAUD dan Dikmas NTB masih memerlukan kerja keras dan pembenahan secara terus menerus baik secara internal yang berkaitan dengan pelayanan, bimbingan, dan persiapan konsep bagi kelanjutan dan keberhasilan pegawai/staf kedepannya. Selanjutnya dampak secara eksternal, penjabaran informasi masih belum merata di tengah-tengah masyarakat. Kendati demikaian pengenalan informasi tentang BP-PAUD dan Dikmas NTB ini terus dilakukan secara maksimal dan terus-menerus. Hasil evaluasi yang didapat selama ini bahwa terdapat masih lemahnya koordinasi yang dilakukan kepada berbagai instansi yang membutuhkan sehingga adanya beberapa program yang disalurkan sampai saat ini belum menciptakan hasil maksimal.
23 | P a g e
BAB IV
ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI, KERANGKA REGULASI,
KERANGKA PENDANAAN DAN KELEMBAGAAN BP-PAUD DAN DIKMAS NUSA TENGGARA BARAT
A. Arah Kebijakan dan Strategi
Arah kebijakan dan strategi BP-PAUD dan Dikmas NTB mengacu pada arah kebijakan dan strategi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta arah kebijakan dan strategi yang ada pada Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas tahun 2015—2019. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini kita memasuki tahap ketiga (2015-2019) dari Tahapan pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Pada tahapan ketiga dari RPJPN ini bertema memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif, perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang berkualitas, serta kemampuan IPTEK.
Arah kebijakan BPP-AUD dan Dikmas NTB tahun 2015—2019 memuat langkah-langkah yang berupa program dan kegiatan untuk memecahkan permasalahan yang penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan, serta memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian Rencana Strategis Ditjen PAUD dan Dikmas tahun 2015-2019. Oleh karena itu, arah kebijakan dan strategi yang ada dalam Renstra BP-PAUD dan Dikmas ini selalu mempertimbangkan agenda-agenda dan komitmen di semua level, mulai di level internasional, nasional, hingga komitmen dan agenda di level regional.
Di level internasional, ada komitmen seperti konvensi internasional mengenai pendidikan, khususnya Konvensi Dakar tentang Pendidikan untuk Semua (Education for All) termasuk agenda EFA setelah tahun 2015, Konvensi Hak Anak (Convention on the Right of Child), Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community- AEC) pada tahun 2015, dan beberapa komitmen lainnya. Di level nasional ada komitmen pemerintah terhadap pengembangan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index-HDI), dan beberapa komitmen di level regional seperti visi-misi Provinsi NTB. Kualitas sumber daya manusia (SDM) tercermin dari tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan penduduk, yang menjadi komponen inti Indeks Pembangunan Manusia
24 | P a g e
(IPM). IPM Indonesia terus mengalami peningkatan dari 71,8 pada tahun 2009 menjadi 73,8 pada tahun 2013. IPM tersebut menggambarkan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas selama 8,14 tahun dan angka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 94,1%. Sementara itu, usia harapan hidup saat lahir mencapai 69,9 tahun dan produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar Rp33,3 juta. Jumlah penduduk miskin juga menunjukkan penurunan, dari 12,4% atau 29,9 juta orang pada tahun 2011 menjadi 11,5% atau 28,6 juta orang pada tahun 2013. NTB yang menjadi salah satu wilayah kerja BP-PAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat menempati urutan IPM 30 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Artinya, posisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi BP-PAUD dan Dikmas NTB untuk merumuskan arah kebijakan yang tepat untuk membantu peningkatan IPM di wilayah kerjanya.
Problem pembangunan SDM di NTB menjadi agenda penting untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks inilah pentingnya gerakan revolusi mental untuk mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku semua orang, yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan, sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia, dan provinsi NTB menjadi provinsi yang bisa berdaya saing. Revolusi mental mengandung nilai-nilai esensial yang harus diinternalisasi baik pada setiap individu maupun bangsa, yaitu: etos kemajuan, etika kerja, motivasi berprestasi, disiplin, taat hukum dan aturan, berpandangan optimistis, produktif-inovatif-adaptif, kerja sama dan gotong royong, dan berorientasi pada kebajikan publik dan kemaslahatan umum.
Melalui revolusi mental, pembangunan manusia diharapkan akan melahirkan insan-insan bekualitas dan unggul, yang menjunjung tinggi nilai, norma, dan identitas budaya bangsa; memiliki kesa-daran dalam mengelola kekayaan alam secara efisien dan berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; berpartisipasi dalam politik kenegaraan dengan memberi kontribusi pada penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (anti korupsi), sejalan dengan proses penegakan hukum yang tegas untuk mewujudkan keadilan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan negara-bangsa dengan memberi jaminan dan perlindungan hak-hak dasar warga negara; dan berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas melalui berbagai macam kegiatan ekonomi yang berorientasi untuk mengentaskan kemiskinan dan didukung oleh infrastruktur yang memadai, sehingga dapat memacu percepatan pembangunan nasional. Dengan demikian, revolusi mental
25 | P a g e
merupakan faktor yang sangat penting untuk mendorong transformasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilakukan melalui pembangunan inklusif untuk mencapai kemajuan dan mewujudkan kemakmuran.
Arah kebijakan BP-PAUD dan Dikmas NTB merupakan strategi penjabaran program dan/atau prioritas pembangunan sesuai dengan visi dan misi kementerian pendidikan dan kebudayaan dan Renstra Ditjen PAUD dan Dikmas. Arah kebijakan tersebut dituangkan dalam strategi yang merupakan langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi Kemendikbud dan Renstra Ditjen PAUD dan Dikmas DIKMAS. Arah kebijakan BP-PAUD dan Dikmas NTB selanjutnya dilaksanakan melalui program dan kegiatan tahun 2015-2019 dengan menggunakan struktur perencanaan dan anggaran yang terbaru. Penyesuaian dan penyempurnaan dilakukan pada struktur kinerja yang mencakup sasaran strategis (SS) dan indicator kinerja kegiatan (IKK). Pelaksanaan kebijakan dijabarkan menurut Sasaran Strategis (SS) dan indikator kinerja kegiatan (IKK) BP-PAUD dan Dikmas NTB. Program BP-PAUD dan Dikmas NTB bertujuan untuk menghasilkan pengkajian dan pengembangan Model/Program, PAUD-Dikmas yang bermutu, berwawasan Gender, pendidikan untuk pembangunan bekelanjutan (ESD) dan kewarganegaraan global serta direplikasi diseluruh regional/ wilayah.
No. Sasaran Strategis (SS) IKK
1 Tersedianya hasil pengkajian dan pengembangan Model/Program, PAUD-Dikmas yang bermutu, Berwawasan Gender, Pendidikan untuk pembangunan bekelanjutan (ESD) dan kewarganegaraan global serta replikabel diseluruh
regional/wilayah
a. Model/Program PAUD-Dikmas yang Dikembangkan
b. Lembaga/Satuan PAUD-Dikmas yang Menerapkan Model/Program hasil kajian/pengembangan
c. Jumlah peralatan dan failitas perkatoran d. Kendaraan operasional perkantoran e. Jumlah Dokuem perencanan dan Evaluasi
pelaksanaan rencana
f. Dokumen keuangan, kepegawaian, ketatausahaan, dan BMN
g. Bangunan Gedung
26 | P a g e
Pengukuran keberhasilan penerapan strategi ini dilakukan dengan merumuskan indikator dan target pencapaian yang dijabarkan sebagai berikut.
No. Indikator Kinerja Kegiatan
(IKK)
Target
2015 2016 2017 2018 2019 IKK.3.4074.1.1 Model/Program PAUD-Dikmas yang
Dikembangkan 7 8 8 8 8
IKK.3.4074.1.2 Lembaga/Satuan PAUD-Dikmas yang Menerapkan Model/Program hasil kajian/pengembangan
22 100 170 457 457 IKK.3.4074.1.4 Jumlah peralatan dan failitas 261 24 1 2 2
IKK.3.4074.1.5 Kendaraan operasional perkantoran - - - 1 1
IKK.3.4074.1.6 Jumlah Dokuem perencanan
dan Evaluasi pelaksanaan 3 3 3 3 3
IKK.3.4074.1.7 Dokumen keuangan, kepewaian, ketatausahaan, dan BMN
4 4 4 4 4
IKK.3.4074.1.9 Bangunan Gedung - 1392 1392 2784 2784
Tabel 4.2 Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) B. Kerangka Regulasi
Kerangka regulasi yang mendukung dan melandasi pelaksanaan program BP-PAUD dan Dikmas NTB tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:
1. Pengkajian dan pengembangan Model/Program
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu hasil pengkajian dan pengembangan Model/program Paud-Dikmas diperlukan aturan atau ketentuan dengan menyiapkan antara lain: (i) penyusunan proposal atau Term of refrence (TOR) pengkajian/pengembangan model; (ii) penyusunan desain pengkajian/pengembangan model/program; (iii) melaksanakan tahapan-tahapan pengkajian dan pengembangan model/progam sebagaimana tertuang dalam desain, (iv) penyusunan pedoman kerjasama dengan Perguruan Tinggi dalam rangka asistensi pengkajian dan pengembangan model/program.
2. Penyelenggaraan program BP-PAUD dan Dikmas yang bermutu
Dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan program BP-PAUD dan Dikmas yang bermutu, diperlukan aturan atau ketentuan dengan menyiapkan antara lain: (i) Penyusunan pedoman penyelenggaraan program sesuai dengan model/program hasil
27 | P a g e
pengembangan, (ii) penyusunan Pedoman peningkatan kompetensi PTK satuan pendidikan BP-PAUD dan Dikmas, (iii) Pengembangan kurikulum dan bahan ajar, (iv) Petunjuk Pelaksanaan Pemetaan Mutu dan Supervisi yang berpedoman pada Perdirjen Nomor 2 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pemetaan Mutu Program/Satuan PAUD dan Dikmas dan Perdirjen Nomor 3 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Supervisi pada PAUd dan Dikmas.
3. Program PAUD dan Dikmas berwawasan Gender
Dalam upaya mewujudkan program BP-PAUD dan Dikmas yang berwawasan gender di wilayah BP-PAUD dan Dikmas NTB, perlu memberikan bahan masukan untuk: (i) penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kesetaraan Gender, atau pengarusutamaan gender, atau istilah yang sejenis lainnya; (ii) penyusunan regulasi atau kebijakan terkait pelaksanaan PUG termasuk PPRG di berbagai bidang pembangunan; (iii) penyusunan regulasi terkait pencegahan dan penanganan berbagai tindak kekerasan. Selain itu diupayakan juga untuk: (i) penguatan lembaga yang menangani kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan termasuk perlindungan perempuan dari berbagai tindak kekerasan; (ii) penguatan lembaga pelayanan perempuan korban kekerasan termasuk TPPO; (iii) penguatan lembaga dan jejaring PUG di tingkat regional NTB ; (iv) peningkatan kapasitas SDM dalam penerapan PUG dan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan termasuk TPPO; (v) prioritas penyelenggaraan program PAUD dan Dikmas untuk komunitas perempuan; dan (v) menfasilitasi penyelenggaraan koordinasi antara pemerintah, lembaga layanan, masyarakat, dan dunia usaha dalam penerapan PUG. 4. Pendidikan untuk pembangunan bekelanjutan (ESD) dan kewarganegaraan global.
Guna mengimplementasikan komitmen bagi terwujudnya Pendidikan untuk pembangunan bekelanjutan (ESD), BP-PAUD dan Dikmas NTB akan terlibat dan mengambil bagian dalam program yang mendukung terwujudnya ESD, seperti memaksimalkan program PAUD, Kesetaraan, kursus dan pelatihan, Keaksaraan, Pendidikan Keluarga dan program Dikmas lainnya. BP-PAUD dan Dikmas NTB juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, penguasaha, dan masyarakat pada umumnya untuk mewujudkan ESD.
28 | P a g e
5. Replikasi Model/Program di seluruh regional/wilayah.
Untuk menjamin terlaksananya program replikasi model di wilayah NTB, maka BP-PAUD dan Dikmas NTB akan mengambil beberapa kebijakan/regulasi, yakni; pertama, memastikan model yang didesain dan dikembangkan dijamin proses dan prosedur teruji. Di samping itu, karena yang akan dilakukan adalah replikasi model, maka BP-PAUD dan Dikmas NTB akan berkoordinasi dengan Direktorat Teknis Ditjen PAUD dan Dikmas, pemerintah daerah, satuan pendidikan BPKB dan SKB, serta lembaga penyelenggara program BP-PAUD dan Dikmas. Untuk menjamin pelaksanaan replikasi model berlangsung dengan baik, maka harus dipastikan adanya Standar Operating Prosedure (SOP) Replikasi Model.
C. Kerangka Pendanaan
Kerangka pendanaan pendidikan terdiri dari: (1) membagi beban dan tanggung jawab pembia-yaan pembangunan pendidikan (pemerintah pusat, provinsi, kab/kota, masyarakat); (2) memper-baiki Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK); (3) memperbaiki mekanisme dan cakupan penggunaan dana bantuan; (4) memperbaiki petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. Selain itu pendanaan pembangunan BP-PAUD dan Dikmas dalam kurun waktu 2015-2019 mengacu pada amanat UUD RI 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, serta melanjutkan fungsi dan tujuan pendidikan dan kebudayaan sebagaimana telah ditetapkan pemerintah untuk jangka waktu 2005-2025, yaitu (1) memperjelas pemihakan kepada masyarakat miskin; (2) penguatan desntralisasi dan otonomi pendidikan; (3) insentif dan disinsentif bagi peningkatan akses, mutu dan tata kelola pendidikan dan kebudayaan. Pelaksanaan ketiga fungsi pendidikan dan kebudayaan tersebut bertujuan untuk mewujudkan pelayanan pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan standard nasional pendidikan dan standard pelayanan minimal BP-PAUD dan Dikmas, yang dicerminkan dalam kerangka pendanaan dan anggaran serta pembagian tanggungjawab pendanaan antara pemerintah dengan pemerintah daerah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 Pasal 13 tentang tata cara pengelolaan bersama. Meskipun penyediaan anggaran pendidikan menjadi kewajiban pemerintah (sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU Sisdiknas (sesuai Keputusan MK RI Nomor 13 Tahun 2008), namun partisipasi masyarakat dalam mensupport penyelenggaraan PAUD dan Dikmas masih sangat diharapkan, apalagi anggaran untuk bidang PAUD
29 | P a g e
dan Dikmas sangat terbatas (termasuk alokasi yang disediakan oleh pemerintah daerah). Hal ini terlihat dari anggaran yang diperoleh satuan pendidikan setiap tahunnnya yang relatif kecil, padahal jumlah sasaran yang harus dilayani sangat besar. Oleh karena itu, partisipasi pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha/industri serta lembaga mitra, dan masyarakat pada umumnya sangat diperlukan.
Ada beberapa prinsip pendanaan yang menjadi rujukan dalam mengimplementasikan program yang diselenggarakan oleh BP-PAUD dan Dikmas NTB, yaitu;
1. Prinsip keadilan, yang berarti bahwa besarnya pendanaan pendidikan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat disesuaikan dengan kamampuan masing-masing, dan pembagian kewenangan anggarannya secara proporsional.
2. Prinsip kecukupan, yang berarti bahwa pendanaan pendidikan cukup untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi sandar nasional pendidikan.
3. Prinsip keberlanjutan, dengan maksud bahwa pendanaan pendidikan dapat digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan layanan pendidikan yang memenuhi standard nasional pendidikan.
4. Prinsip efisiensi, yaitu dengan mengefektifkan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan menggunakan anggaran yang terbatas untuk mendapatkan hasil yang maksimal, termasuk dalam menjamin terwujudnya capaian akses, mutu, relevansi dan daya saing lapayanan pendidikan.
5. Prinsip transparansi, yakni dilakukan dengan memenuhi asas kepatutan dan tata kelola yang baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan yang didirikan oleh masyarakat, dan satuan pendidikan sehingga dapat diaudit atas dasar standard audit yang berlaku, dan menghasilkan opini audit wajar tanpa perkecualian, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan.
6. Prinsip akuntabilitas publik, yakni diwujudkan dengan memberikan
30 | P a g e
satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
D. Kelembagaan BP-PAUD dan Dikmas NTB
Pelaksanaan pengembangan dan pelayanan pandidikan anak usia dini, Pendidikan Masyarakat, seperti yang tertuang dalam renstra BP-PAUD dan Dikmas harus dapat dilaksanakan secara terstruktur mulai dari tingkat regional sampai tingkat paling bawah yaitu lembaga masyarakat. Proses pelaksanaan pengembangan disesuaikan dengan tupoksi dan kedudukan lembaga BP-PAUD dan Dikmas itu sendiri.Kedudukan BP-PAUD dan Dikmas dalam organisasi adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang secara struktur berada dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dan Pendidikan Masyarakat (Permendikbud No. 17 Tahun 2012). Tugas dan fungsi BP-PAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat adalah Melaksanakan pemetaan mutu pendidikan, pengembangan program, supervisi, fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, dan pengembangan sumber daya serta pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat.
Sesuai dengan fungsi pengembangan, diketahui bahwa pada tingkat regional, pengembangan program BP-PAUD dan Dikmas dilaksanakan oleh BP-PAUD dan Dikmas provinsi Nusa Tenggara Barat, sedangkan hasil pengembangan yang telah dilaksanakan, selanjutnya diimplementasikan oleh satuan pendidikan yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang ada di wilayah kerja BP-PAUD dan Dikmas NTB. Perlu diketahui bahwa BP-PAUD dan Dikmas NTB yang berlokasi di Kota mataram mempunyai wilayah layanan: provinsi NTB terdiri dari 10 SKB sebagai satuan pendidikan.
Ditingkat kabupaten/kota, pengelolaan dan penyelenggaraan program BP-PAUD dan Dikmas dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, khususnya bidang Paud-Dikmas dan satuan pendidikan Paud dan Paud-Dikmas SKB kabupaten/kota. Dinas pendidikan kabupaten/kota bersama datuan pendidikan Kab/kota merupakan instansi/kelembagaan sebagai pelaksana program pendidikan, karena pemerintah kabupaten/kota sebagai pembina secara langsung terhadap lembaga penyelenggara satuan pendidikan dan pelayanan BP-PAUD dan Dikmas kepada masyarakat, seperti lembaga PAUD, LKP, PKBM, dan lembaga sejenis lainnya.
31 | P a g e
BAB V
KERANGKA IMPLEMENTASI
Kerangka implementasi Renstra BP-PAUD dan Dikmas NTB 2015–2019 mencakup: (a) pengembangan program; (b) strategi pendanaan; (c) koordinasi, tata kelola dan pengawasan yang menjamin terlaksananya tugas dan fungsi serta tercapainya visi, misi serta tujuan BP-PAUD dan Dikmas NTB.
A. Pengembangan Program
BP-PAUD dan Dikmas NTB melaksanakan reformasi perencanaan dan penganggaran berpedoman pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendikbud Nomor 9 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehubungan dengan hal tersebut, penyusunan Renstra menjadi keharusan bagi setiap UPT di Lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan keberlanjutan program selama lima tahun ke depan. Renstra juga merupakan persyaratan utama bagi upaya mewujudkan akuntabilitas dan transparansi serta peningkatan mutu keluaran (output) dan hasil (outcome) dalam pemanfaatan APBN. Renstra akan menjadi acuan (guidance) pelaksanaan program dan kegiatan bagi setiap satuan kerja agar dalam melaksanakan tugas dan fungsinya semakin akuntabel.
Sejalan dengan itu juga tetap dilakukan reformasi bidang perencanaan yang dimaksudkan agar di dalam penyusunan Renstra tergambar secara jelas keterkaitan antara Sasaran strategis dengan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). Hal ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja/performance based budgeting.
Selanjutnya melalui reformasi perencanaan dan penganggaran diharapkan diperoleh gambaran pembiayaan selama lima tahun mendatang. Renstra BP-PAUD dan Dikmas NTB 2015—2019 ini disusun dengan pendekatan bottom up dan top down dengan keterlibatan seluruh Seksi/Subbag. Pendekatan top down mengandung makna bahwa perencanaan ini memperhatikan pula ketersediaan anggaran sesuai anggaran yang dialokasikan oleh Ditjen PAUD dan Dikmas. Dari sisi pelaksanaan, pendekatan bottom up dilakukan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pendanaan berdasarkan data kebutuhan riil guna mewujudkan kondisi pendanaan ideal.
32 | P a g e
B. Strategi Pendanaan BP-PAUD dan Dikmas
1. Perkiraan Kebutuhan Anggaran Paud-Dikmas
Besarnya pembiayaan program dan kegiatan BP-PAUD dan Dikmas NTB selama lima tahun (2015-2019) dihitung berdasarkan kebutuhan anggaran untuk mencapai target jumlah satuan pendidikan yang memenuhi standar nasional pendidikan. Perkiraan kebutuhan anggaran BP-PAUD dan Dikmas sebagai berikut :
Progra m/ Kegiat
an
Sasaran Strategis/ Sasaran Kegiatan (Output)
Alokasi (dalam ribuan rupiah)
TOTAL 2015 2016 2017 2018 2019 4074 SK.3.4 074.1 Layanan Pengkajian, Pengembangan
Model/Program, dan Pemetaan Mutu PAUD Dikmas
15.881.805 29.806.944 20.552.418 42.407.300 44.351.130 152.999.597
Tersedianya hasil pengkajian dan pengembangan model/program PAUD-Dikmas yang bermutu, berwawasan gender pendidikan untuk
pembangunan berkelanjutan (ESD). dan kewarganegaraan global, serta replikabel diseluruh regional/wilayah
Table Perkiraan Kebutuhan Anggaran Program BP-PAUD-Dikmas NTB Tahun 2015–2019
C. Koordinasi, Tata Kelola, dan Pengawasan
Keberhasilan dalam mengimplementasikan Renstra sangat tergantung pada komitmen dalam proses penyusunan dan penjabarannya jika dilakukan koordinasi dan pengawasan yang baik. Untuk mencapai tujuan yang dituangkan dalam Renstra perlu dilakukan koordinasi, penataan sistem tata kelola, dan pengawasan dalam perencanan dan implementasi Renstra.
1. Koordinasi Perencanaan Paud-Dikmas
Koordinasi penyusunan Renstra PAUD-Dikmas dilakukan melalui workshop penyusunan renstra yang melibatkan semua unit kerja di lingkungan BPPAUD dan Dikmas NTB. Pokok pembahasan adalah implementasi kebijakan, sasaran program dan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi tahunan Renstra BPPAUD dan Dikmas. 2. Sistem Tata Kelola
Implementasi Renstra BP-PAUD dan Dikmas NTB 2015–2019 secara umum digambarkan pada Bagan Bisnis Proses BP-PAUD dan Dikmas NTB.
33 | P a g e
3.Pengendalian dan Pengawasan
Pengendalian terhadap implementasi Renstra dilakukan melalui pengawasan internal dan pengendalian yang merupakan tanggungjawab Kepala BPPAUD dan Dikmas yang dalam pelaksanaan pengendalian internalnya dilakukan oleh SPI.
Mekanisme Pelaksanaan Program dan Anggaran BP-PAUD dan Dikmas NTB 3. Pemantauan dan Evaluasi
a. Tujuan Pemantauan dan Evaluasi
Sistem pemantauan dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementsi Renstra. Pemantauan dan evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian dan kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dalam Renstra BP-PAUD dan Dikmas NTB 2015–2019 dengan hasil yang dicapai berdasarkan kebijakan yang dilaksanakan melalui kegiatan dan/atau program PAUD-Dikmas.
DIREKTORAT TERKAIT
TEKNOLOGI INFORMASI
Pemetaan Mutu Mengembangkan Model Pengembangan Sumber Daya Supervisi
Peta Mutu Satuan Model PAUD Kompetensi SDM Satuan Pendidik Memenuhi 8 SNP Kemitraan SDM Sarana Prasarana Sistem Kerja (SOP &
Instruksi Kerja) Anggaran Peraturan Perundangan Dasar Perencanaan dan Pelaksanaan Program Diaplikasikan pada satuan Pendidikan SDM dapat bekerja profesional Satuan pendidik berkualitas/ terakreditasi/ bermutu
34 | P a g e
b. Prinsip-Prinsip Pemantauan dan Evaluasi
Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip yaitu: (1) kejelasan tujuan dan hasil yang diperoleh dari pemantauan dan evaluasi; (2) pelaksanaan dilakukan secara objektif; (3) dilakukan oleh petugas yang memahami konsep, teori dan proses serta berpengalaman dalam melaksanakan pemantauan dan evaluasi agar hasilnya sahih dan handal; (4) pelaksanaan dilakukan secara terbuka (transparan), sehingga pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan hasilnya dapat dilaporkan kepada stakeholders melalui berbagai cara; (5) melibatkan berbagai pihak yang dipandang perlu dan berkepentingan secara proaktif (partisipatif); (6) pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan secara internal dan eksternal (akuntabel); (7) mencakup seluruh objek agar dapat menggambarkan secara utuh kondisi dan situasi sasaran pemantauan dan evaluasi (komprehensif); (8) pelaksanaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan pada saat yang tepat agar tidak kehilangan momentum yang sedang terjadi; (9) dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan; (10) berbasis indikator kinerja, yaitu kriteria/indikator yang dikembangkan berdasarkan kebijakan Kemendikbud; dan (11) efektif dan efisien, artinya target pemantauan dan evaluasi dicapai dengan menggunakan sumber daya yang ketersediaannya terbatas dan sesuai dengan yang direncanakan.
c. Ruang Lingkup Pemantauan dan Evaluasi
Impelementasi pemantauan dan evaluasi yang sudah bejalan pada Seksi dan Subbag di Lingkungan BP-PAUD dan Dikmas NTB meliputi:(a) pemantauan dan pengendalian program bulanan dan triwulanan, (b) evaluasi kinerja tahunan , (c) evaluasi kinerja tengah periode Renstra melalui Pencapaian Kinerja BP-PAUD dan Dikmas NTB, (d) evaluasi akhir masa Renstra.
1) Pemantauan dan Pengendalian Program
Sistem pemantauan dan pengendalian program di lingkungan BP-PAUD dan
Dikmas NTB dilakukan secara bulanan dan triwulanan.
Perkembangan/kemajuan bulanan pelaksanaan program/kegiatan di masing-masing Seksi dan Subbag dilaporkan secara tertulis kepada Kepala Balai dengan sistem pelaporan sebagai berikut :