• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Pengawasan Mutu.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Pengawasan Mutu.pdf"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PENGAWASAN/PENGENDALIAN

Pengertian Pengendalian menurut Fayol

(3)

JENIS-JENIS PENGAWASAN

 Pengendalian Karyawan  Pengendalian Keuangan  Pengendalian Produksi  Pengendalian waktu  Pengendalian Teknis

 Pengendalian Kebijaksanaan  Pengendalian Penjualan

 Pengendalian Inventaris

(4)

 Menentukan standar

 Mengukur pelaksanaan/hasil yg dicapai

 Membandingkan pelaksaan dan standar

dan menentukan penyimpangan bila ada

 Melakukan tindakan perbaikan

(5)

AZAS PENGAWASAN

 Tercapainya tujuan

 Efisiensi pengawasan

 Tanggung jawab

 Terhadap masa depan

 Pengendalian Langsung

 Refleksi rencana

(6)
(7)

AZAS PENGAWASAN (2)

 Pengendalian individual

 Sesuai standar

 Pengendalian terhadap bagian strategis

 Kekecualian( bila keadaan berubah)

 Fleksibel

(8)

PEMANTAUN FUNGSI

PENGAWASAN

 PENGAWASAN LANGSUNG

 PENGAWASAN TIDAK LANGSUNG

 PENGAWASAN BERDASARKAN

(9)

SUPERVISI

 Supervisi merupakan salah satu fungsi pokok

yang harus dilaksanakan oleh manajer, dan merupakan cara pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan.

 Supervisi adalah proses pemberian

sumber-sumber yang dibutuhkan karyawan untuk menyelesaikan tugas dalam rangka

pencapaian tujuan.

(10)

TUJUAN SUPERVISI

 Tujuan supervisi adalah pemenuhan &

peningkatan kepuasan pelayanan pada pelanggan.

 Berfokus pada kebutuhan, ketrampilan,

(11)

LANGKAH/ PRINSIP

SUPERVISI (I)

 Dilakukan sesuai dengan struktur organisasi.  Memerlukan pengetahuan dasar manajemen,

ketrampilan hubungan antar manusia,

kemampuan menerapkan prinsip manajemen dan kepemimpinan.

 Fungsi supervisi diuraikan dengan jelas dan

terorganisir dan dinyatakan melalui petunjuk, peraturan, atau kebijakan, uraian tugas/job disc, standar.

 Supervisi adalah proses kerjasama yang

demokratis supervisor dan pelaksana/staf.

(12)

LANGKAH/ PRINSIP

SUPERVISI (II)

 Supervisi menggunakan proses manajemen

termasuk menerapkan visi, falsafah, tujuan, dan rencana yang spesifik untuk mencapai tujuan.

 Menciptakan lingkungan yang mendukung,

komunikasi efektif, merangsang kreatifitas, dam motivasi.

 Mempunyai tujuan utama atau akhir yang

memberi keamanan, hasil guna dan daya guna pelayanan yang memberi kepuasan pelanggan, karyawan, dan manajer.

(13)

SYARAT/ KOMPETENSI

SUPERVISOR

 Kompetensi memberikan pengarahan dan

petunjuk yang jelas

 Kompetensi memberi saran, nasihat dan dan

bantuan yang benar-benar dibutuhkan staf

 Kemampuan memberikan motivasi untuk

semangat kerja staf

 Kompetensi memberi latihan dan bimbingan

yang diperlukan staf

 Kompetensi memberi penilaian secara

(14)

Peran dan Fungsi Supervisi

(I):

Mempertahankan keseimbangan manajemen

pelayanan, manajemen sumber daya dan manajemen anggaran yang tersedia.

 Manajemen Pelayanan.

Supervisor terlibat dalam mendukung pelayanan,

rencana program, implementasi, dan evaluasi sistem pelayanan.

 Manajemen Sumber Daya.

Supervisor membantu seleksi, latihan dan

mempertahankan staf yang handal,membantu staf menggunakan sumber dan fasilitas secara ekonomis.

(15)

PERAN DAN FUNGSI

SUPERVISI (II)

 Manajemen Anggaran.

• Membantu menilai rencana

keseluruhan dihubungkan dengan dana tahunan yang tersedia.

• Membantu mendapatkan informasi statistik untuk merencanakan anggaran. • Memberi justifikasi proyeksi

(16)

TEKNIK SUPERVISI

 Langsung: kegiatan yang sedang

berlangsung, pendampingan dan memberi umpan baik

 Tidak langsung: laporan lisan maupun

(17)

MANAJEMEN MUTU

(18)

MUTU

 Pengertian Mutu adalah gambaran

 total sifat dari suatu produk atau jasa

 pelayanan yang berhubungan dengan

 kemampuan untuk memberikan

 kebutuhan kepuasan (American Society

(19)

Defenisi ini didasarkan atas elemen

sebagai berikut

 Mutu meliputi usaha untuk memenuhi

atau melebihi harapan pelanggan

 Mutu mencakup produk, jasa, manusia,

proses dan lingkungan

 Mutu merupakan kondisi yang selalu

berubah ( misalnya apa yang dianggap merupakan mutu saat ini mungkin

(20)

mutu perlu diperhatikan

beberapa aspek

 Perhatian pada pelanggan, baik

pelanggan internal maupun pelanggan eksternal.

 Memiliki obsesi yang tinggi terhadap

mutu.

 Menggunakan pendekatan ilmiah dalam

pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

(21)

Lanjutan

 Membutuhkan kerja sama tim  Memperbaiki proses secara

berkesinambungan

 Menyelenggarakan pendidikan dan

pelatihan

 Memberikan kebebasan yang terkendali  Memiliki kesatuan tujuan

 Adanya keterlibatan dan pemberdayaan

(22)

TUJUAN MUTU

 Mengurangi tingkat kesalahan.

 Mengurangi pekerjaan ulang dan pemborosan

 Mengurangi kegagalan di lapangan, beban garansi.  Mengurangi ketidakpuasan pelanggan.

 Mengurangi keharusan memeriksa dan menguji.

 Memendekkan waktu guna melempar produk baru ke

pasar.

(23)

Manfaat Program Jaminan Mutu.

 Meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan yang

dilaksanakan oleh lembaga tersebut.

 Lebih terjaminnya efisiensi manajemen pelayanan

lembaga tersebut.

 Masyarakat akan menerima produk dan pelayanan

kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.

 Para petugas kesehatan akan lebih terlindungi jika

(24)

Sasaran Program Jaminan

Mutu

.

 Komponen masukan (

input )

pelayanan.

 Komponen proses (

process

)

(25)

 Input ( dana, tenaga dan sarana ) baik

kuantitas maupun kualitasnya.

 Proses ( tindakan medis dan non medis )

(26)

Indikator Mutu Pelayanan Untuk Mengukur Tingkat Efisiensi Rumah Sakit

 Unit Cost untuk rawat jalan.

 Jumlah penderita yang mengalami dekubitus.  Jumlah penderita yang jatuh dari tempat tidur.  BOR

 TOI ( Turn Over Interval )

(27)

Indikator Mutu Yang Berkaitan

Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

 Jumlah keluhan dari pasien atau

keluarganya.

 Surat pembaca dikoran.

 Surat kaleng.

 Surat masuk di kotak saran

 Survei tingkat kepuasan pengguna

(28)

Indiktor Cakupan Playanan

Sebuah RS terdiri dari

 Jumlah dan persentasi kunjungan rawat

jalan / inap menurut jarak rumah sakit dan asal pasien.

 Jumlah pelayanan dan tindakan medik

yaitu jumlah tindakan pembedahan dan jumlah kunjungan spesialis.

(29)

Indikator Mutu Yang Mengacu

Pada Keselamatan Pasien :

 Pasien terjatuh darii tempat tidur / kamar

mandi.

 Pasien diberi obat salah.

 Tidak ada obat / alat emergensi.  Tak ada oksigen

 Tak ada alat pengisap lendir.

(30)

DEMENSI MUTU

 Waktu tunggu

(31)

LINGKRAN MUTU

Plan

Action Do

(32)

TQM (Total Quality

Management)/ GKM

TQM adalah suatu manajemen model

pengendalian mutu yang didasarkan pada

partisipasi semua anggota tim dengan

menempatkan kualitas sebagai sentral

dengan tujuan memuaskan pelanggan dan mencapai keberhasilan organisasi dalam

(33)

 Deteksi Kesempatan: isu, keluhan, hasil

monitor (pelayanan lambat)

 Definisi Masalah

 Identifikasi akar penyebab masalah

 Upaya pemulihan

(34)

Trilogi Juran (I)

Mutu tidak datang demikian saja, perlu direncanakan atau dirancang :

1. Perencanaan Mutu.

 Mengidentifikasi siapa pelanggan.

 Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.

 Mengembangkan keistimewaan produk, merespon

kebutuhan pelanggan.

 Mengembangkan proses yang mampu menghasilkan

keistimewaan produk.

(35)

Trilogi Juran (II)

2. Pengendalian Mutu.

Kontrol Mutu adalah proses deteksi dan koreksi adanya penyimpangan atau perubahan segera

setelah terjadi sehingga mutu dapat dipertahankan. Langkah kegiatan :

 Evaluasi kinerja dan kontrol produk.

 Membandingkan kinerja aktual dengan tujuan

produk.

 Bertindak terhadap perbedaan atau penyimpangan

(36)

Trilogi Juran (III)

3. Peningkatan Mutu.

Peningkatan mutu mencakup mempertahankan dan mengurangi tingkat kecacatan dan kesalahan yang

menyangkut pelanggan internal dan ekstenal. Kegiatan peningkatan mutu ;

Mengadakan infrastruktur yang diperlukan bagi upaya

peningkatan mutu.

Identifikasi apa yang periu ditingkatkan dan proyek

peningkatan mutu.

Meningkatkan tim proyek.

Menyediakan tim dengan sumber daya, peiatihan,

motivasi

(37)

CONTOH INSTRUMEN/ UPAYA

PENINGKATAN MUTU

 STANDAR

 SURVEY KEPUASAN PELANGGAN

 BENCHMARKING: membandingkan dengan

perusahaan lain yang mempunyai produksi / jasa layanan yang lebih baik dengan berbagi kinerja dan informasi operasional untuk

(38)

Standar (I)

Standar dibedakan atas dasar:

Standar Struktur yang berorientasi

pada institusi (input)

Standar Proses berorientasi pada

kinerja.

Hasil yang berorientasi pada

(39)

Standar (II)

Tujuan dari Standar adalah :

 Meningkatkan kuantitas Asuhan /

Pelayanan.

 Menurunkan Biaya Kesehatan.

 Melindungi karyawan dari kelalaian

dalam melakukan tugas dan melindungi Pelanggan dari tindakan yang tidak

(40)

Standar (III)

Manfaat Standar :

 Membantu dalam mengevaluasi dan meningkatkan

praktek pelayanan.

 Memberikan kepuasan kepada karyawan bila ia dapat

memberikan Asuhan/ pelayanan yang baik.

 Memberikan kriteria yang obyektif untuk mengkaji

hasil kerja karyawan.

 Menentukan kebutuhan tenaga di ruangan/unit  Mengidentifikasi isi program orientasi dan

(41)

PARADIGMA MUTU

 INPUT PROSES OUTPUT

baik baik baik baik jelek jelek jelek baik baik

(42)
(43)

EVALUASI/

PENILAIAN KINERJA

(44)

PENILAIAN KINERJA

Penilaian Kinerja adalah

suatu upaya untuk

melakukan penilaian hasil

kerja/ prestasi .

(45)

TUJUAN/MANFAAT

PENILAIAN KINERJA

 Mengetahui tingkat pencapaian dibandingkan

dengan target

 Melakukan identifikasi dan analisa masalah,

mencari penyebab serta hambatannya

 Dasar pembinaan

 Rekomendasi Pelatihan

 Promosi (peningkatan karir)/demosi

(46)

PRINSIP PENILAIAN

 Obyektif

(47)

CARA/ METODE PENILAIAN

 Rating Scale 1...2...3...4

 Check List SS...S...K...TP

 Critical Incident Method

 Field review method

 Performance test and observation

 MBO (Management By Obyective):

(48)

TOLOK UKUR/ASPEK

PENILAIAN

 Kualitas Pekerjaan  Kuantitas Pekerjaan  Tanggung jawab  Inisiatif

 Kecepatan bekerja  Kemandirian

 Hubungan dengan staf lain  Ketrampilan

 Pengetahuan

(49)

WAKTU PENILAIAN

 SETIAP ENAM BULAN

 SETIAP TAHUN

(50)

PENILAIAN KINERJA DI

INDONESIA

INDIVIDU

 DP3/ PENILAIAN UMUM

 PENILAIAN JABATAN FUNGSIONAL

LEMBAGA

Akreditasi : - Input (standar)

- Proses (plaksanaan standar) - Output (Indikator/ cakupan)

(51)

MANAJEMEN MUTU

(52)

MUTU

 Pengertian Mutu adalah gambaran

 total sifat dari suatu produk atau jasa

 pelayanan yang berhubungan dengan

 kemampuan untuk memberikan

 kebutuhan kepuasan (American Society

(53)

Defenisi ini didasarkan atas elemen

sebagai berikut

 Mutu meliputi usaha untuk memenuhi

atau melebihi harapan pelanggan

 Mutu mencakup produk, jasa, manusia,

proses dan lingkungan

 Mutu merupakan kondisi yang selalu

berubah ( misalnya apa yang dianggap merupakan mutu saat ini mungkin

(54)

mutu perlu diperhatikan

beberapa aspek

 Perhatian pada pelanggan, baik

pelanggan internal maupun pelanggan eksternal.

 Memiliki obsesi yang tinggi terhadap

mutu.

 Menggunakan pendekatan ilmiah dalam

pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

(55)

Lanjutan

 Membutuhkan kerja sama tim  Memperbaiki proses secara

berkesinambungan

 Menyelenggarakan pendidikan dan

pelatihan

 Memberikan kebebasan yang terkendali  Memiliki kesatuan tujuan

 Adanya keterlibatan dan pemberdayaan

(56)

TUJUAN MUTU

 Mengurangi tingkat kesalahan.

 Mengurangi pekerjaan ulang dan pemborosan

 Mengurangi kegagalan di lapangan, beban garansi.  Mengurangi ketidakpuasan pelanggan.

 Mengurangi keharusan memeriksa dan menguji.

 Memendekkan waktu guna melempar produk baru ke

pasar.

(57)

Manfaat Program Jaminan Mutu.

 Meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan yang

dilaksanakan oleh lembaga tersebut.

 Lebih terjaminnya efisiensi manajemen pelayanan

lembaga tersebut.

 Masyarakat akan menerima produk dan pelayanan

kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.

 Para petugas kesehatan akan lebih terlindungi jika

(58)

Sasaran Program Jaminan

Mutu

.

 Komponen masukan (

input )

pelayanan.

 Komponen proses (

process

)

(59)

 Input ( dana, tenaga dan sarana ) baik

kuantitas maupun kualitasnya.

 Proses ( tindakan medis dan non medis )

(60)

Indikator Mutu Pelayanan Untuk Mengukur Tingkat Efisiensi Rumah Sakit

 Unit Cost untuk rawat jalan.

 Jumlah penderita yang mengalami dekubitus.  Jumlah penderita yang jatuh dari tempat tidur.  BOR

 TOI ( Turn Over Interval )

(61)

Indikator Mutu Yang Berkaitan

Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

 Jumlah keluhan dari pasien atau

keluarganya.

 Surat pembaca dikoran.

 Surat kaleng.

 Surat masuk di kotak saran

 Survei tingkat kepuasan pengguna

(62)

Indiktor Cakupan Playanan

Sebuah RS terdiri dari

 Jumlah dan persentasi kunjungan rawat

jalan / inap menurut jarak rumah sakit dan asal pasien.

 Jumlah pelayanan dan tindakan medik

yaitu jumlah tindakan pembedahan dan jumlah kunjungan spesialis.

(63)

Indikator Mutu Yang Mengacu

Pada Keselamatan Pasien :

 Pasien terjatuh darii tempat tidur / kamar

mandi.

 Pasien diberi obat salah.

 Tidak ada obat / alat emergensi.  Tak ada oksigen

 Tak ada alat pengisap lendir.

(64)

DEMENSI MUTU

 Waktu tunggu

(65)

LINGKRAN MUTU

Plan

Action Do

(66)

TQM (Total Quality

Management)/ GKM

TQM adalah suatu manajemen model pengendalian mutu yang didasarkan

pada partisipasi semua anggota tim

dengan menempatkan kualitas

sebagai sentral dengan tujuan

memuaskan pelanggan dan

mencapai keberhasilan organisasi dalam jangka panjang. Perbaikan yang

(67)

 Deteksi Kesempatan: isu, keluhan, hasil

monitor (pelayanan lambat)

 Definisi Masalah

 Identifikasi akar penyebab masalah

 Upaya pemulihan

(68)

Trilogi Juran (I)

Mutu tidak datang demikian saja, perlu direncanakan atau dirancang :

1. Perencanaan Mutu.

 Mengidentifikasi siapa pelanggan.

 Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.

 Mengembangkan keistimewaan produk, merespon

kebutuhan pelanggan.

 Mengembangkan proses yang mampu menghasilkan

keistimewaan produk.

(69)

Trilogi Juran (II)

2. Pengendalian Mutu.

Kontrol Mutu adalah proses deteksi dan koreksi adanya penyimpangan atau perubahan segera

setelah terjadi sehingga mutu dapat dipertahankan. Langkah kegiatan :

 Evaluasi kinerja dan kontrol produk.

 Membandingkan kinerja aktual dengan tujuan

produk.

 Bertindak terhadap perbedaan atau penyimpangan

(70)

Trilogi Juran (III)

3. Peningkatan Mutu.

Peningkatan mutu mencakup mempertahankan dan mengurangi tingkat kecacatan dan kesalahan yang

menyangkut pelanggan internal dan ekstenal. Kegiatan peningkatan mutu ;

Mengadakan infrastruktur yang diperlukan bagi upaya

peningkatan mutu.

Identifikasi apa yang periu ditingkatkan dan proyek

peningkatan mutu.

Meningkatkan tim proyek.

Menyediakan tim dengan sumber daya, peiatihan,

motivasi

(71)

CONTOH INSTRUMEN/ UPAYA

PENINGKATAN MUTU

 STANDAR

 SURVEY KEPUASAN PELANGGAN

 BENCHMARKING: membandingkan

dengan perusahaan lain yang

mempunyai produksi / jasa layanan

yang lebih baik dengan berbagi kinerja dan informasi operasional untuk

(72)

Standar (I)

Standar dibedakan atas dasar:

Standar Struktur yang berorientasi

pada institusi (input)

Standar Proses berorientasi pada

kinerja.

Hasil yang berorientasi pada

(73)

Standar (II)

Tujuan dari Standar adalah :

 Meningkatkan kuantitas Asuhan /

Pelayanan.

 Menurunkan Biaya Kesehatan.

 Melindungi karyawan dari kelalaian

dalam melakukan tugas dan melindungi Pelanggan dari tindakan yang tidak

(74)

Standar (III)

Manfaat Standar :

 Membantu dalam mengevaluasi dan meningkatkan

praktek pelayanan.

 Memberikan kepuasan kepada karyawan bila ia dapat

memberikan Asuhan/ pelayanan yang baik.

 Memberikan kriteria yang obyektif untuk mengkaji

hasil kerja karyawan.

 Menentukan kebutuhan tenaga di ruangan/unit  Mengidentifikasi isi program orientasi dan

(75)

PARADIGMA MUTU

 INPUT PROSES OUTPUT

baik baik baik baik jelek jelek jelek baik baik

(76)

Referensi

Dokumen terkait

data yang sesuai untuk memperagakan kesesuaian dan efektifitas sistem manajemen mutu serta mengevaluasi apakah peningkatan berkesinambungan dari sistem manajemen mutu

2. Bersikap tanggap terhadap perkembangan teknologi dan peningkatan kebutuhan pengelolaan universitas dengan tetap mempertahankan konsistensi mutu produk dan

Hasil evaluasi audit mutu oleh tim audit mutu internal maupun eksternal berupa rekomendasi peningkatan mutu yang ditetapkan maupun peningkatan standar mutu baru

Implementasi manajemen mutu dalam pembangunan pendidikan di Provinsi Sumatera Utara menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam tujuh

Kelemahan ini merupakan bagian internal manjemen institusi yang masih lemah yang menyangkut: Peningkatan mutu layanan laboratorium computer, Peningkatan mutu

Proses Peningkatan Mutu dilakukan untuk mengukur dan meninjau etektifitas dari penerapan Sistem Manajemen Mutu yang dijalankan serta mengambil tindakan yang

Peningkatan profesional seseorang sangat penting dan mengandung unsur pengabdian dalam manajemen peningkatan

Sistem Manajemen Mutu SMM Sistem manajemen mutu merupakan bagian yang nantinya akan menjadi awalkeberhasilan peningkatan kinerja dalam menghadapi era globalisasi dan revolusiindustry