• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Fisika Matematika I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Catatan Fisika Matematika I"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhammad Fauzi Mustamin
  • Pengajar:
    • Prof. Wira Bahari Nurdin, Bannu, M.Si.
    • Dr. Tasrief Surungan
  • Sekolah: Universitas Hasanuddin
  • Mata Pelajaran: Fisika
  • Topik: Catatan Kuliah: Fisika Matematika II
  • Tipe: catatan kuliah
  • Tahun: 2016
  • Kota: Makassar

I. Fungsi Khusus

Bagian ini membahas fungsi-fungsi khusus yang sering muncul dalam fisika matematika, termasuk fungsi gamma, beta, dan formula Stirling. Fungsi gamma, sebagai contoh, memiliki aplikasi penting dalam ekspansi Taylor dan sering digunakan dalam perhitungan yang melibatkan bilangan non-integer. Pemahaman tentang fungsi-fungsi ini sangat penting untuk memecahkan masalah fisika yang kompleks. Selain itu, hubungan antara fungsi gamma dan fungsi beta dijelaskan, serta bagaimana keduanya saling berinteraksi dalam konteks integral. Formula Stirling memberikan pendekatan untuk menghitung nilai faktorial dari bilangan besar, yang sangat berguna dalam statistika dan probabilitas.

1.1 Fungsi Gamma

Fungsi gamma merupakan fungsi spesial yang muncul dalam banyak konteks fisika, terutama dalam ekspansi Taylor. Definisi fungsi gamma dan sifat-sifatnya dijelaskan dengan rinci, termasuk hubungan rekursif dan integral Euler. Fungsi ini tidak hanya mendeskripsikan kuantitas fisik, tetapi juga muncul sebagai faktor dalam ekspansi kuantitas fisik yang relevan.

1.2 Hubungan Fungsional

Bagian ini menjelaskan hubungan antara fungsi gamma dan fungsi beta, serta berbagai identitas penting seperti rumus pantulan. Pembuktian dari identitas ini sering kali melibatkan teknik integrasi yang kompleks dan memberikan wawasan tentang sifat simetri dalam fungsi-fungsi ini.

1.3 Fungsi Beta

Fungsi beta didefinisikan melalui integral yang melibatkan fungsi gamma. Sifat simetri dari fungsi beta juga dibahas, serta hubungan antara fungsi beta dan fungsi gamma yang menunjukkan bagaimana keduanya saling melengkapi dalam analisis matematis.

1.4 Formula Stirling

Formula Stirling memberikan pendekatan untuk menghitung nilai faktorial dari bilangan besar, yang sangat penting dalam statistik. Penjelasan tentang bagaimana formula ini dikembangkan dan aplikasinya dalam berbagai konteks matematis dan fisika diperluas, termasuk ekspansi asimtotik yang membantu dalam estimasi kesalahan.

II. Persamaan Diferensial Lanjut

Bagian ini mencakup berbagai jenis persamaan diferensial yang sering digunakan dalam fisika, termasuk persamaan Legendre, Bessel, Hermite, Laguerre, dan Chebyshev. Setiap persamaan dijelaskan dengan bentuk umum dan solusi yang relevan, serta aplikasi dalam konteks fisika. Pemahaman tentang persamaan ini penting untuk analisis sistem fisika yang kompleks, seperti dalam mekanika kuantum dan teori gelombang.

2.1 Persamaan Diferensial Legendre

Persamaan diferensial Legendre memiliki aplikasi luas dalam fisika, terutama dalam masalah yang melibatkan simetri bola. Solusi dari persamaan ini, yaitu fungsi Legendre, digunakan dalam berbagai konteks, termasuk potensi gravitasi dan elektromagnetik. Sifat-sifat dari fungsi Legendre, termasuk ortogonalitas, juga dijelaskan.

2.2 Persamaan Diferensial Bessel

Persamaan Bessel muncul dalam konteks koordinat silinder dan memiliki solusi yang dikenal sebagai fungsi Bessel. Bagian ini menjelaskan sifat-sifat fungsi Bessel, termasuk ortogonalitas dan aplikasinya dalam gelombang silindris dan masalah getaran. Fungsi Bessel sangat penting dalam teori gelombang dan mekanika kuantum.

2.3 Persamaan Diferensial Hermite

Persamaan Hermite sering digunakan dalam mekanika kuantum untuk menggambarkan osilasi harmonik. Solusi dari persamaan ini, yaitu fungsi Hermite, memiliki sifat ortogonalitas yang penting dalam analisis statistik. Fungsi ini juga berhubungan erat dengan polinomial ortogonal lainnya.

2.4 Persamaan Diferensial Laguerre

Persamaan Laguerre muncul dalam konteks atom hidrogen dan memiliki solusi yang dikenal sebagai fungsi Laguerre. Bagian ini menjelaskan bagaimana fungsi Laguerre digunakan dalam masalah kuantum dan sifat-sifatnya, termasuk ortogonalitas dan hubungan dengan fungsi Laguerre asosiasi.

2.5 Persamaan Diferensial Chebyshev

Persamaan Chebyshev memiliki solusi dalam bentuk polinomial yang digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam teori kontrol dan analisis numerik. Sifat ortogonalitas dari polinomial Chebyshev sangat penting dalam pengembangan metode numerik dan analisis fungsi.

III. Persamaan Diferensial Parsial

Bagian ini membahas persamaan diferensial parsial (PDP), yang merupakan alat penting dalam mendeskripsikan fenomena fisika. Berbagai jenis PDP, termasuk persamaan gelombang, difusi, dan Laplace, dijelaskan dengan rinci. Teknik penyelesaian, termasuk metode separasi variabel dan superposisi solusi, juga dibahas, memberikan pemahaman yang mendalam tentang aplikasi PDP dalam fisika.

3.1 Persamaan Diferensial Parsial Secara Umum

PDP umumnya digunakan untuk mendeskripsikan fenomena yang melibatkan lebih dari satu variabel, seperti waktu dan ruang. Persamaan gelombang, difusi, dan Laplace dijelaskan sebagai contoh, menunjukkan bagaimana PDP dapat digunakan untuk analisis sistem fisika yang kompleks.

3.2 Separasi Variabel

Metode separasi variabel digunakan untuk mencari solusi dari PDP dengan memisahkan variabel-variabel yang terlibat. Teknik ini memungkinkan penyederhanaan persamaan yang kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah dikelola dan dianalisis. Contoh penerapan metode ini dalam persamaan gelombang dan difusi disajikan.

3.3 Superposisi Solusi Terpisah

Prinsip superposisi memungkinkan kombinasi solusi dari PDP linear untuk membentuk solusi umum. Contoh penerapan prinsip ini dalam konteks masalah fisika, seperti distribusi temperatur dalam logam, menunjukkan bagaimana solusi dapat dibangun dari solusi dasar yang terpisah.

3.4 Separasi Variabel pada Kordinat Polar

Separasi variabel dalam koordinat polar, silinder, dan bola memberikan keuntungan dalam analisis sistem fisika yang memiliki simetri tertentu. Bagian ini menjelaskan bagaimana PDP dapat ditransformasikan dan diselesaikan dalam sistem koordinat ini, dengan fokus pada aplikasi praktis dalam fisika.

Gambar

Gambar 2.1 Empat polynomial Legendre awal
Gambar 2.2 Skema beberapa nilai pertama polynomial Hermite
Gambar 2.3 Skema beberapa nilai awal polynomial Laguerre
Gambar 2.4 Beberapa nilai awal polynomial Chebyshev bentuk pertama
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bemisia tabaci (Gennadius) dikenal mempunyai variasi genetik tinggi dan merupakan hama penting pada tanaman hortikultura sekaligus sebagai vektor Geminivirus. Penyakit kuning pada

Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh kita dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh

Hasil citra objek untuk variasi frekuensi sinyal sebagai hasil simulasi dari persamaan diferensial yang diselesaikan pada pdetool, ditunjukkan pada gambar 10. Hasil

Hasil citra objek untuk variasi frekuensi sinyal sebagai hasil simulasi dari persamaan diferensial yang diselesaikan pada pdetool, ditunjukkan pada gambar 10. Hasil

Model proses ini dikenal sebagai pembelajaran aktif atau pembelajaran interaktif dengan karakteristiknya sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal, kelompok dan

 (38) dan f (x) untuk x bernilai besar dapat dihitung nilainya sebagai suatu pendekatan dengan mengambil beberapa, misalkan 2, suku pertama saja dari ekspansi di persamaan

(29) Perhatikan bahwa persamaan Laplace untuk potensial (28) dan divergensi medan (29) tetap berlaku walaupun pusat koordinat ditaruh di sembarang posisi, bukan di posisi massa r m

FISIKA MATEMATIKA Buku 1 Meliputi Materi: Deret, Bilangan Kompleks, Matrik dan Determinan, Diferensial Parsial, Integral Lipat, Analisis Vektor, Deret Fourier, Persamaan Diferensial