KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
1
Curriculum vitae
Curriculum vitae
N a m e : Elly Nurachmah
Address : FON – Universitas Indonesia Date of birth : August 17, 1948.
Position : Senior lecturer – Professor in medical surgical nursing Education : Diploma in Nursing program (Akper graduated 1971)
BS in Public Administration (graduated 1983). BS in Nursing (PSIK-FK UI graduated in 1988).
Master in Nursing (University of Sydney in 1990). Doctor in Nursing Science (Catholic University of America, in 1998).
Work experience: Nursing staf at ICCU – RSCM (1971 – 1984)
Head of section at Subdit Perawatan Ministry of Health Lecturer at PSIK / FON-UI (1990 till present).
Head of post graduate study program (1999-2000) Dean FON – UI (2000 – 2008).
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
2
Curriculum vitae
Curriculum vitae
Profession –Organization:
- Member of Indonesian National Nurses Association
(INNA/PPNI)
- Member of Inkavin.
- Member of Sigma Theta Tau International.
- Member of Oncology Nurses Association.
- Member of Indonesian Hospital Association (MAKERSI /PERSI).
- Member of Indonesian Oncology Nurses Association
(HIMPONI).
Elly Nurachmah
Elly Nurachmah
Ketua AIPNI
Ketua AIPNI
3
4
Menghasilkan lulusan Ners yang sesuai
dengan KKNI (Kerangka Kualifkasi
Nasional Indonesia).
• Uji kompetensi nasional
Menghasilkan standar pendidikan Ners.
• Sistem akreditasi oleh lembaga mandiri
Meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pendidikan Ners di setiap anggota.
• Kurikulum terintegrasi dan berbasis kompetensi. • Model belajar peserta didik.
• Kualitas SDM dosen dan pendidik klinik.
Meningkatkan pengakuan lulusan
(nasional dan global)
5
Terdiri dari dua tahapan :
Tahap akademik untuk mencapai kompetensi
sebagai profesi
Tahap profesi untuk mencapai kemandirian
Lulus dalam uji masuk klinik sebelum profesi Pola belajar : internship
Pola bimbingan : preseptorship
Fokus: pendelegasian kewenangan bertahap.
Penyelenggaraan menyatu dan
berkesinambungan dengan luaran NERS.
6
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
7
TH-1 TH-2 TH-3 TH-4 TH-5
AKADEMIK 144 SKS
PROFESI 36-40 SKS
ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN
ORGANISASI PROFESI
REKOMENDASI
AKREDITASI
TIM GAB PPNI-AIPNI
Sehat - sakit
Hubungan Ners-Klien Keragaman
budaya
Pendekatan Utama:
Scientifc problem solving
Belajar aktif dan mandiri
Pendidikan di masyarakat
Berorientasi ke masa depan
8
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
9
Care Provider
Community Leader
Educator
Manager Researcher
Care provider:
Menerapkan keterampilan berfikirkritis dan pendekatan sistem untuk penyelesaian masalah serta pembuatan keputusan keperawatan
dalam konteks pemberian askep yang komprehensif dan holistik berlandaskan aspek etik dan legal.
Community leader:
Mampu menjalankankepemimpinan di berbagai komunitas, baik komunitas profesi maupun komunitas sosial.
Educator:
Mampu mendidik pasien dan keluargayang menjadi tanggung jawabnya
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Manager:
Mampu mengaplikasikan kepemimpinandan manajemen keperawatan dalam asuhan klien
Researcher:
Mampu melakukan penelitiansederhana keperawatan dengan cara menumbuhkan kuriositas, mencari jawaban terhadap fenomena klien, menerapkan hasil kajian dalam rangka membantu
mewujudkan Evidence Based Nursing Practice (EBNP).
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
12
TH-1 TH-2 TH-3 TH-4 TH-5
AKADEMIK 144 SKS
PROFESI 36-40 SKS
IQF LEVEL 6 IQF LEVEL 7
S.Ke
SERTIFIKAT KOMPETENSI
SERTIFIKAT KOMPETENSI
ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN
ORGANISASI PROFESI
REKOMENDASI
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
13
TH-1 TH-2 TH-3 TH-4 TH-5
AKADEMIK144 SKS
PROFESI 36-40 SKS
IQF LEVEL 6
IQF LEVEL 7
S.Kep
S.Kep
NERS
NERS
SERTIFIKAT KOMPETENSI
SERTIFIKAT KOMPETENSI
ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN
ORGANISASI PROFESI
STR
STR
SIPP
SIPP
DINKES PROPINSI
DINKES PROPINSI
5 TH
WORK PLACE ASSESMENT (WPA) REKOMENDASI REKOMENDASI
LEMBAGA UJI KOMPETENSI
KOORDINASI
01/11/19 13
DINKES PROPINSI
DINKES PROPINSI
14
Tujuan Pendidikan Ners
Menghasilkan Ners yang berpengetahuan,
keterampilan dan sikap/perilaku baik yang
mampu memberikan layanan kesehatan
dengan menerapkan prinsip-prinsip
keperawatan dalam mengutamakan
keselamatan klien, diri, dan lingkungan
mengacu pada sistem pelayanan kesehatan
nasional dan dapat bersaing secara global
1. Berperilaku sebagai anggota profesi keperawatan yang bijaksana dan menyesuaikan diri didalam sistem pelayanan kesehatan sesuai dengan
kebijakan kesehatan pemerintah.
2. Selalu meningkatkan dan mengembangkan diri melalui pendidikan sepanjang hayat
3. Mengkaji kemampuan diri secara teratur, menyadari keperluan untuk menambah
kemampuan melalui pendidikan formal maupun informal.
15
4. Mengembangkan ilmu kesehatan, terutama ilmu keperawatan melalui berbagai kegiatan ilmiah. 5. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan penelitian. 6. Proaktif membantu menyelesaikan masalah
kesehatan
sistem klien dan sistem pelayanan kesehatan. 7. Bersikap mempertahankan integritas,
bertanggung jawab, terbuka, dan menghargai orang lain
8. Berkinerja secara produktif, kreatif, dan inovatif. 9. Terbuka terhadap perubahan dan berorientasi ke
masa depan.
16
1. Berkomunikasi secara efektif
2. Menerapkan aspek etik dan legal
dlm praktik keperawatan
3. Melaksanakan asuhan keperawatan
profesional di klinik dan komunitas.
17
Kompetensi Utama Ners
4. Mengaplikasikan kepemimpinan
dan manajemen keperawatan
5. Menjalin hubungan interpersonal
6. Melakukan penelitian sederhana
7. Mengembangkan profesionalisme
secara terus menerus atau belajar
sepanjang hayat.
18
Kompetensi Utama Ners
Sarjana Keperawatan:
Ners:
19
Kompetensi Utama NERS
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Kewenangan
sebagai
profesi
Belajar untuk
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
20 KERANGKA KERJA
KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA
PRAKTIK PROFESSIONAL, ETIS, LEGAL, PEKA BUDAYA
AKONTABILIT AS
PRAKTIK LEGAL
PRAKTIK ETIS, PEKA BUDAYA
PEMBERIAN ASUHAN DAN MANAJEMEN
PRINSIP ASUHAN KEPERAWATAN
PROMOSI KESEHATAN PERENCANA
EVALUASI
PENGKAJIAN
IMPLEMENTASI
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK KEPEMIMPINAN DAN
MANAJEMEN
PELAYANAN KESEHATAN INTERPROFESIONAL
KESELAMATAN LINGKUNGAN
DELEGASI DAN SUPERVISI
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL, PERSONAL DAN KUALITAS
PENGEMBANGAN PROFESI
PENINGKATAN KUALITAS
PENDIDIKAN BERKELANJUTAN
Tahun 1983 : Keperawatan sebagai Profesi dan
pendidikannya ditumbuhkan sebagai pendidikan profesi di pendidikan tinggi.
Sejak 1984-85 kurikulum Nasional yang disebut
Kurikulum Inti Pendidikan Ners Indonesia (KIPNI - I),
disusun berdasarkan keilmuan dan mulai digunakan di PSIK-FKUI.
Merupakan kurikulum terintegrasi (akademik
profesional) dengan gelar SKp.
Kurikulum ini dipersiapkan oleh Konsorsium Ilmu Kesehatan- Dirjen Dikti.
21
1998 KIPNI I diganti dengan KIPNI - II yang
menyatakan bahwa pendidikan
keperawatan terdiri dari 2 tahap
(akademik dan profesi)
Tahap profesi dijalankan setelah lulus
tahap akademik.
Gelar akademik: Skep, dan Sebutan
profesi Ners ---
Skep Ners /
Ns...SKep
22
Tahun 2000 lahir PP tentang KBK.
Tahun 2003 lahir UU no. 20 tentang SISDIKNAS, pasal 19
menyatakan Pendidikan profesi setelah Pendidikan sarjana.
KIK DIKTI dibubarkan dan tidak ada lagi pihak yang menata
kurikulum pendidikan Ners.
Sejak 2004, AIPNI mulai menyusun Kurikulum berbasis
Kompetensi.
Tahun 2006 Direktorat Akademik DIKTI membimbing AIPNI
mengembangkan KBK melalui serangkaian pelatihan secara terus menerus untuk seluruh anggota.
Tahun 2008 bulan Juni, AIPNI berhasil menyelesaikan KBK
program Akademik (sarjana) dan beberapa anggota secara sukarela mulai menerapkannya sesuai dengan tuntutan
aturan pemerintah dan Borang Akreditasi.
23
Tahun 2009 awal:
• KBK Sarjana menimbulkan multi interpretasi, sehingga
direvisi dan disempurnakan.
• Proyek Hpeq diluncurkan oleh DIKTI dengan melibatkan 4
profesi kesehatan
• AIPNI-PPNI sepakat mengubah KBK program menjadi KBK
terintegrasi dan menjadi tahapan menyatu.
Awal 2010: AIPNI menyelesaikan KBK
terintegrasi dan siap dilokakaryakan bersama
PPNI.
Juli 2010: resmi digunakan untuk seluruh
anggota.
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Tahap I : KBK akademik berfokus pada pembelajaran
peserta didik untuk menghasilkan lulusan Sarjana yang kompeten dan berkemampuan analisis kritis. Sifat proses pembelajaran terintegrasi antara teori dan praktik
menggunakan blok paralel dan atau seri. Bentuk kegiatan: menyelesaikan modul2.
Tahap II : KBK profesi dengan pola pembelajaran
INTERNSHIP dan pola bimbingan PRESEPTORSHIP. Fokus: menerapkan kemampuan yang dimiliki kedalam tatanan nyata melalui pendelegasian kewenangan. Peserta didik belajar menjadi anggota profesi. Sebelumnya: Lulus uji masuk klinik.
Tahap akhir pendidikan profesi : Uji kompetensi (entry
level test atau exit exam) sebelum dinyatakan sebagai NERS dan masuk sebagai anggota profesi Ners.
25
Student centered learning (SCL).
Fokus pada penyelesaian masalah atau penemuan baru.
Pembelajaran terintegrasi (teori dan praktik)
Berbasis tatanan nyata dan berorientasi kemasa depan.
Early Clinical exposure.
26
Strategi Pembelajaran
Problem Based Learning
Project Based Learning
Discovery Learning
Ceramah
Computer Assisted Learning
Praktik laboratorium
Diskusi kelompok kecil
Praktik klinik
Belajar di masyarakat, dll.
27
Tahap akademik
1. Telah menyelesaikan materi kuliah
2. Telah menyelesaikan uji laboratorium
3. Telah mengucapkan janji
kepaniteraan
Tahap profesi:
1. Lulus uji masuk klinik.
28
Diskusi kasus
Presentasi Kasus
Seminar ilmiah kecil
Kegiatan prosedural keperawatan
Asuhan keperawatan klien (bertahap)
Rotasi tugas sesuai preseptor
29
Kompetensi utama : RS level A, B, B
pendidikan.
Kompetensi pendukung: RS level B , C, C
pendidikan
Kompetensi lain2 : RS khusus, dll.
30
31 Student
assessor
Curriculum
evaluator Assessor
Facilitato r
Mentor Learning Facilitator
Teaching role
model
Informatio
n Provider Lecturer
Clinical or
practical teacher
Planner
Curriculu m planner
Course organizer
Resource Develope r
Study guide
producer Resource Material Creator
Harden 2000
Pelatihan desain instruksional (CSG)
Pelatihan fasilitator dan soft skill
Pelatihan tutor
Pelatihan evaluasi pembelajaran
dll.
32
1. Data dikumpulkan dari :
Kuesioner untuk mahasiswa
Kuesioner untuk fasilitator
Kuesioner untuk lecturer
Kuesioner untuk pengelola modul
2. Unit Penjaminan Mutu Akademik
3. Senat Akademik
4. Bench marking
33
34
Sarana Penunjang Pendidikan
35
Sarana Penunjang
Pendidikan
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Ruang2 Diskusi Kelompok kecil
Kapasitas 8 – 12 peserta didik
Ruang laboratorium biomedik
Ruang laboratorium keperawatan (beberapa buah)
Ruang laboratorium komputer
Ruang laboratorium bahasa
Perpustakaan lengkap, berfungsi 24 jam
Buku Komunikasi (Mahasiswa- Pembimbing
Akademik dan Mahasiswa – Preseptor)
Buku Panduan Akademik Program Studi Ners
(akademik dan profesi)
Buku Pedoman Pendidikan
Buku Kurikulum Pendidikan Ners Buku Rancangan Pengajaran
Buku Pedoman Kerja Mahasiswa Modul2 / Course Study Guide
Buku Pedoman Praktikum Buku Log
36
Alat:
MCQ
OSCE
Problem solving skill
Kasus lengkap, kasus singkat
SOCA –
Student Oral Case Analysis
Log book
Porto folio
37
Melengkapi kurikulum AIPNI (60%)
menjadi kurikulum institusi (100%)
dengan ciri2 :
•
Mencerminkan unggulan prodi dan institusi
(mata kuliah yang sesuai dengan VISI, MISI,
TUJUAN).
•
Mengakomodasi isu global (dalam rangka
KKNI dan peluang bekerja).
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Menyiapkan SDM dosen dan pendidik
klinik :
• Menambah jumlah dosen tetap untuk setiap prodi
sarjana dan profesi (minimal 6 orang S2 : 4 S2 Kepr dan 2 S2 serumpun) -- sesuai rasio kelas, lab dan klinik
• Meningkatkan pendidikan formal ke S2 bagi dosen
yang masih S1 Ners (tidak boleh merekrut Skep). • Mengikut sertakan dalam pelatihan2 metoda
pembelajaran dan substansi (slide sebelumnya).
• Magang pada institusi yang lebih mapan / mumpuni.
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Melengkapi dan menyempurnakan
laboratorium keperawatan:
•
Menata setiap laboratorium sesuai dengan
landasan konsep dari laboratorium tersebut
dan kompetensi kritikal yang harus dicapai
mahasiswa pada lab tersebut.
•
Menambah pantom dan peralatan kecil
dengan memperhatikan rasio alat dan
jumlah mahasiswa.
•
Menyempurnakan mekanisme dan sistem
penggunaan laboratorium.
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
Menyiapkan wahana praktik klinik:
• Menetapkan pendidik klinik tetap yang akan berfungsi sebagai preseptor.
• Mengikut sertakan pendidik klinik pada pelatihan preseptor.
• Mengembangkan berbagai pedoman dan perangkat yang dibutuhkan.
• Membuat MOU yang dilegalisasi oleh KemKumHam.
KURIKULUM NERS - TORAJA 2011
42