• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluarga sakinah keluarga tanpa harmonis.pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Keluarga sakinah keluarga tanpa harmonis.pptx"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

“You don’t choose your family. They are God’s gift to you, as you

are to them.”

(2)
(3)

Membangun Keluarga Harmonis &

Bahagia

Maka ALLAH menciptakan

manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar ALLAH

diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya

mereka.” Kejadian 1:27  

Keluarga adalah sebuah

lembaga yang diciptakan oleh ALLAH sendiri, ALLAH yang mengambil inisiatif untuk

menciptakan manusia dengan dua jenis kelamin yang berbeda yaitu : laki-laki dan perempuan, karena itu pernikahan dalam

konsep agama Kristen memiliki nilai “sakral” yang sangat tinggi sebab pernikahan itu adalah

(4)

Dalam perkembangan jaman yang

semakin modern ini, makna dari

nilai

“sakral”

dalam sebuah

pernikahan jadi semakin luntur.

Banyak orang yang menganggap

pernikahan seperti sebuah

“mainan”

yang dapat digunakan

(5)

Hal ini dapat dilihat dari tingginya

angka perceraian yang terjadi di dunia.

Di Indonesia saja, menurut data

Bimbingan Masyarakat (Bimas)

Kementerian Agama Indonesia, angka

perceraian mencapai 10% dalam

setiap tahunnya, yaitu sekitar 250.000

pasangan kawin yang sah bercerai

setiap tahunnya.

Belum lagi perkawinan-perkawinan

(6)

Sebagai pengikut KRISTUS, kita

harus mengetahui bahwa TUHAN

yang kita sembah itu membenci

perceraian. Karena itu, konsep

perkawinan dalam agama Kristen

adalah :

“SEKALI UNTUK

SELAMANYA,

SAMPAI MAUT

(7)

Salah satu faktor penyebab

tingginya angka perceraian ialah

karena KETIDAKHARMONISAN

dalam rumah tangga.

Suami-istri yang sering

bertengkar, salah paham yang

terjadi, masalah ekonomi, serta

faktor “orang ke-tiga”, seringkali

menjadi penyebab terjadinya

(8)

Untuk mencegah hal itu terjadi, maka

hari ini kita akan sama-sama belajar

tentang bagaimana cara untuk

membangun keluarga Kristen yang

harmonis dan bahagia

.

1.  Meletakkan KASIH

KRISTUS sebagai DASAR

yang mempersatukan 

(9)

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Kolose 3:14

 

Bahasa Yunani untuk kata “kasih” yang digunakan dalam kitab Kolose 3:14 ini menggunakan kata

“agape”. Dalam bahasa Yunani, sedikitnya ada 4 kata yang dapat menggambarkan tentang KASIH, yaitu : Agape, Philia, Storage dan Eros. Dan kasih “agape” memiliki tingkat yang paling tinggi dari semua jenis “kasih” yang lain. Kasih “agape”

adalah kasih ALLAH sendiri, kasih yang tulus, murni dan suci, kasih yang tidak egois dan mencari

(10)

Dalam membangun keluarga kristen yang harmonis dan bahagia, unsur kasih ini mutlak diperlukan.

Sehingga dengan demikian setiap masalah maupun persoalan yang timbul, dapat diselesaikan dengan baik, karena keluarga tersebut memiliki kasih

KRISTUS sebagai dasar yang mengikat dan

mempersatukan mereka. Dengan adanya kasih ini, maka masalah yang besar dapat dibuat menjadi

kecil, dan masalah yang kecil dapat dihilangkan. Tetapi jika sebuah keluarga tidak memiliki kasih KRISTUS, maka yang terjadi adalah sebaliknya,

masalah yang sebenarnya kecil, dapat berkembang menjadi sangat besar, karena ada unsur emosi,

(11)

“Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; Lalu ALLAH memberkati Nuh dan anak-anaknya”

Kejadian 8:20,  9:1  

Adalah sangat penting membangun mezbah doa dalam sebuah keluarga. Melalui mezbah ini

setiap anggota keluarga dibawa untuk menjadi semakin dekat dan semakin intim dengan

TUHAN. Mereka juga akan belajar disiplin untuk berdoa, memuji dan menyembah TUHAN.

(12)

Mereka akan membiasakan diri untuk berdiskusi tentang kebenaran Firman TUHAN, sehingga karakter dari setiap anggota keluarga menjadi semakin terbentuk melalui

kebenaran Firman TUHAN tersebut. Karena itu mezbah

keluarga juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi setiap anggota keluarga. Tentu proses pembentukan

karakter tersebut tidak akan terjadi dalam “semalam”, dibutuhkan kesabaran dan kerja keras dari setiap

(13)

3.  Suami harus menjadi IMAM

dalam keluarga

Karena suami adalah kepala isteri sama seperti KRISTUS adalah kepala jemaat. Dialah yang

menyelamatkan tubuh. Efesus 5:23  

Dalam kehidupan berumahtangga, suami harus menjalankan fungsinya sebagai imam dalam

keluarga. Ia bertanggung jawab untuk membawa seluruh anggota keluarganya datang kepada

TUHAN. Ia harus menanamkan “nilai-nilai” atau

(14)

Seorang suami yang tidak menjalakan

fungsinya sebagai imam dalam keluarga

akan berdampak buruk bagi keharmonisan

rumah tangga tersebut. Sebuah keluarga

yang harmonis dan bahagia membutuhkan

sebuah “figur“ yang dapat dijadikan

panutan/ teladan bagi seisi rumahnya, dan

iblis mengetahui hal ini, karena itu dia

berusaha dengan sekuat tenaga untuk

(15)

4.  Istri TUNDUK kepada suami, dan

suami MENGASIHI istri

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada

suamimu, sebagaimana seharusnya di

dalam TUHAN. Hai suami-suami, kasihilah

isterimu dan janganlah berlaku kasar

(16)

ALLAH yang kita sembah adalah ALLAH yang luar

biasa. Dia yang menciptakan kita manusia, dan Dia mengenal kita lebih dari kita mengenal diri kita

sendiri. Karena itu Dia tahu, bahwa semua wanita di dunia mempunyai kebutuhan yang sama, yaitu

mereka ingin merasa DISAYANG oleh suaminya. Dan semua pria didunia mempunyai kebutuhan yang

sama juga, yaitu mereka ingin DIHARGAI /

DIHORMATI oleh istrinya. Wanita sebagai mahkluk yang secara fisik lebih lemah dari pria,

(17)

Dan pria sebagai mahkluk yang secara

fisik lebih kuat dari wanita,

membutuhkan pengakuan bahwa

memang dia lebih kuat, lebih perkasa

dari istrinya. Karena itu kedua hal ini

harus berjalan bersama-sama, yaitu istri

TUNDUK kepada suami, dan suami

MENGASIHI istri. Jika ada salah satunya

yang dilanggar, maka akan

mengakibatkan pelanggaran juga pada

sisi yang lain. Contoh : jika suami tidak

mengasihi istri dan berlaku kasar, maka

akan mengakibatkan istri tidak mau

tunduk kepada suami. Atau jika istri

tidak mau tunduk kepada suami

melainkan “tanduk”, maka akan

mengakibatkan suami berlaku kasar

kepadanya.

(18)

 

5.  Anak TAAT kepada orang tua, dan orang tua JANGAN SAKITI HATI anak

 

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal,

karena itulah yang indah di dalam TUHAN. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar

hatinya. Kolose 3:20-21  

Untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia dibutuhkan kerjasama yang baik

antara anak dan orang tuanya. Peraturan bagi

seorang anak ialah TAAT kepada orang tua. Didalam kekristenan, orang tua memegang otoritas atas

anaknya. Selama anak tersebut belum menikah dan membangun keluarganya sendiri, maka yang

(19)

Tidak ada orang tua yang mau mencelakakan

anaknya sendiri, setiap orang tua pasti ingin

melihat anaknya berhasil, sukses dan hidup

bahagia. Sebagai seorang yang sudah

banyak makan “asam garam” kehidupan

tentu orang tua memiliki pengalaman yang

lebih banyak daripada anaknya. Tetapi hal ini

sering tidak disadari oleh sang anak, sebagai

orang yang masih muda mereka cenderung

mengikuti keinginan hatinya sendiri,

(20)

Untuk membangun sebuah keluarga yang

harmonis, seorang anak harus menjalankan

perannya dengan baik, yaitu TAAT kepada orang tua. Dan sebaliknya, bagi orang tua peraturannya adalah JANGAN SAKITI HATI ANAK. Ada banyak

orang tua yang menyakiti hati anaknya, misalnya dengan cara tidak menepati janji, menghukum

secara berlebihan, pertengkaran antara suami istri dan lain sebagainya. Sebagai orang tua, kita harus menyadari bahwa anak adalah “titipan TUHAN”

yang harus dididik, dibesarkan dan dibina sesuai

dengan nilai-nilai kristiani, agar mereka bertumbuh besar menjadi anak-anak yang cinta TUHAN dan

(21)

Kesimpulan :

 

Memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia

tentu menjadi idaman bagi setiap rumah tangga. Namun untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan

usaha yang sungguh-sungguh serta komitmen dari setiap anggota keluarga untuk mau menjalankan fungsi perannya masing-masing sesuai dengan

kebenaran Firman TUHAN, sebab hanya Firman TUHANlah satu-satunya standar yang harus kita

(22)

7 Cara Alkitabiah untuk

Membangun Keluarga yang

Bahagia

 

     

1.Ikuti Apa yang Diperintahkan

Allah dalam Alkitab (2Tim.

(23)

1.

        

Allah menginstitusikan pernikahan (Kej. 2:24). Karena

itu, pernikahan akan gagal jika pasangan suami-isteri

hidup bersama dengan menggunakan aturannya sendiri

dan bukan aturan Allah.

2.

        

Akibatnya: (1) Keluarga berantakan (Kej. 27:1-46); (2)

Kesetiaan anak-anak akan terpecah-pecah (1Raj. 1:6);

(3) Anak-anak menyimpan kepahitan seumur hidupnya

(24)

3.

       

Prinsipnya:

a.

    

Semua harus sudah lahir baru (Yoh. 3:3, 7)

b.

  

Dibaptiskan, bersaksi bahwa hidup lama Anda

(25)

c.

       

Serahkanlah diri Anda masing-masing untuk

berlaku yang benar (Rm. 12:1-2)

d.

       

Baca Alkitab dan berdoalah tiap hari dengan

pasangan dan keluarga (Ul. 6:6-7)

e.

  

Aktiflah dan hadirlah bersama-sama dalam

setiap

kebaktian dalam jemaat Tuhan yang

alkitabiah (Ibr. 10:25)

f.

          

Carilah kesempatan untuk melayani Tuhan

(26)

II.

 

Peneguhan Kembali bahwa Pernikahan

Itu Komitmen Permanen dan Persatuan

yang Tidak Dapat Dipisahkan (Mat. 19:6)

1.

Ingat “Dalam keadaan suka ataupun duka, kaya atau

miskin, sehat atau sakit … sampai kematian memisahkan

kita.”

2.

Peganglah janji ini benar-benar bersama pasangan

Anda.

(27)

III. Pernikahan itu Bukan

Pembagian 50/50

1.  Pembagian 50/50 ini berarti: “Jika kamu melakukan bagianmu, maka aku akan

melakukan bagianku.” Bila tidak dilakukan, jadilah pertengkaran!!

2.   Setiap pasangan harus memenuhi tanggung jawabnya 100%: Suami 100% dan isteri 100%,

meskipun seandainya salah satu pasangan tidak dapat memenuhinya. Maksudnya, dengan

(28)

3.

       

Perintah Allah dalam pernikahan 100%-100% ini ada

dalam Ef. 5:18-33:

a.

       

Isteri: (1) tunduk pada suami, seperti kepada Tuhan

(ingat bahwa ini bukan hanya jika suami melakukan

tanggung jawabnya); (2) Isteri hendaknya tidak menggurui

suaminya.Dia dapat memenangkan suaminya dengan

perilakunya (1Ptr. 3:1)

b.

       

Suami: (1) kepala keluarga—bukan dalam hal

superior-inferior tetapi dalam hal otoritas dan tanggung jawab;

(2) Mengasihi isteri, bahkan hingga rela mengorbankan

(29)

4.

       

Bagaimana jika kita belum memberikan

100% ini?

a.

       

Akui dosa dan kegagalan di hadapan Tuhan

secara rinci (1Yoh. 1:9-10)

b.

       

Minta pengampunan pada pasangan karena

(30)

IV.  Kenali Bahwa Masing-masing Memiliki

Kebutuhan Pribadi yang Berbeda-beda

1.            Suami dan isteri masing-masing memiliki kebutuhan yang harus

dipenuhioleh pasangannya (Ef. 5:33)

2.       Apa yang dibutuhkan isteri?—(a) kasih; (b) mendengar bahwa dia

dikasihi; (c) menerima bukti kasih suaminya; (d) rasa aman, perlindungan, dll

3.       Apa yang dibutuhkan suami?—(a) dihormati dan dihargai;

(b) mengetahui bahwa isterinya tetap menghargainya, khususnya pada saat ada kegagalan; (c) mengetahui bahwa isterinya bergantung padanya, sama seperti jemaat bergantung pada Kristus.

4.      Jika tidak dipenuhi akan timbul konflik yang mengarah usaha

(31)

V.

Usahakanlah Untuk Memenuhi Kebutuhan Pasangan

Anda (1Kor. 7:3)

1. Apakah kebutuhan Anda itu sudah cukup terpenuhi oleh

pasangan Anda?

2. Mulailah dari diri Anda untuk memberi lebih dahulu (Luk.

6:38a): Jika kita memberi kasih … kita akan mendapatkan kasih. Jika kita memberi pertolongan, kita akan menerima pertolongan. Jika

(32)

VI. Pandanglah Perbedaan dengan

Cara Allah (1Kor. 7:4-5)

1.       Delapan Langkah Penurunan Hubungan (mengarah pada penceraian):

a.       Hilangnya persekutuan yang hangat, komunikasi, dan kesatuan.

b.   Perangkap perzinaan—saat pasangan mencari pemenuhan kebutuhan

(33)

c.

      

Untuk menghindari luka yang lebih parah, pasangan

yang terluka itu menarik diri dan membangun benteng

perlindungan.

d.

  

Orang yang terluka itu mencari kambing hitam

dengan menyakiti orang lain, biasanya anak-anak atau

kerabat terdekat yang bersama mereka.

e.

         

Benteng perlindungan pun akan juga dibangun.

f.

        

Pernikahan menjadi dingin, formalitas, tanpa makna,

kasih, dan komunikasi yang bermakna.

g.

 

Pasangan tidak lagi memenuhi kebutuhan

(34)

2.

       

Bagaimana solusi terhadap penurunan hubungan itu?

a.

   

Gesekan-gesekan oleh karena perbedaan itu harus

diselesaikan segera (Mat. 18:15)

b.

           

Sikap yang perlu dikembangkan adalah pengampunan

(Mrk. 11:25; Luk. 17:3-4)

(35)

3.       Bagaimana Tuhan mengampuni?

a.       Kristus tidak berdosa, tetapi Dia menanggung dosa, kesalahan,

malu, dan penghukuman kita (Rm. 5:8). Itu jugalah yang harus kita lakukan pada orang lain … terlebih pasangan kita (Mat. 5:39). Saat kita benar-benar mengampuni, kita harus menempatkan diri kita di tempat di mana kita bisa kembali disakiti.

b.   Bila pengampunan itu diberikan, dasar pemulihan komunikasi

dan keterbukaan dalam pernikahan pun akan kembali terbangun

c.        Selesaikan perbedaan itu dengan cara Allah, jangan pernah

(36)

VII.Percaya Sepenuhnya Satu Sama

Lain

1.

  

Pernikahan akan kokoh bila didasari oleh saling percaya

termasuk kepercayaan untuk pasangan dapat memulai

lagi dari awal meskipun dia telah gagal

2.

  

Tanda-tanda ketidak percayaan: (a) cemburu; (b) curiga;

(37)

3.  Kita dapat memberikan kepada pasangan kita kepercayaan tanpa

syarat hanya jika kita percaya bahwa Tuhan akan menjaganya benar dan menguatkannya bila dia gagal.

4.        Suami harus dapat mempercayai isterinya (Ams. 31:10-11)

5.        Isteri dapat taat pada firman Allah (Ef. 5:22) jika dia percaya

(38)

Referensi

Dokumen terkait

Myös Grönfors korostaa muistiinpanojen laadun ja kirjaamisen tavan tärkeyttä (Grönfors 2015, 156). Siksi kirjoitin kenttämuistiinpanoni puhtaaksi tietokoneella heti..

Tujuan penatan struktur tata ruang propins NTB tidak terlepas dari aspek pertumbuhan, pemerataan dan keseimbangan atau stabilitas. Tujuan tersebut antara lain

Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa Pengindeksan Subjek adalah kegiatan melakukan identifikasi tentang subjek atau pokok persoalan yang dibahas dalam suatu bahan

Sebagai sekolah yang berada di dalam naungan FIC serta paroki Muntilan tidak serta merta membuat sekolah tersebut menjadi sekolah homogen yang didominasi oleh

1. Melalui parikan yang bertemakan kehidupan sehari-hari serta lingkungan tempat tinggal siswa dapat menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa.. sebagai anugrah Tuhan

Dari hasil pengukuran dan pengujian dengan menggunakan SecureCRT yaitu tools yang digunakan oleh pihak perusahaan penyelenggara maka dilakukan beberapa kali

telah dilakukan penelitian air tanah di wilayah Kota Semarang dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik air tanah dangkal pada saat musim penghujan melalui pendekatan

Disediakan alat dan bahan percobaan pemuaian zat cair dan gas, siswa dapat menyiapkan percobaan sederhana sesuai dengan prosedur Lembar Kerja (LK) 3.. Disediakan alat dan