• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen umum dan manajemen bank (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen umum dan manajemen bank (2)"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

Disini saya akan berbagi sedikit informasi mengenai manajemen,

sebuah ilmu pengetahuan yang sekiranya berguna untuk

pembacanya

Home

Jumat, 30 November 2012

PENGORGANISASIAN ( ORGANIZING)

A.

PENGERTIAN PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian adalah langkah untukmenetapkan, menggolongkan dan

mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugastugas pokok, wewenang dan

pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan

organisasi.Berdasarkan defenisi tersebutmaka Fungsi pengorganisasian merupakan

alat untuk memadukan (sinkronisasi) dan mengatur semua kegiatan yang ada

kaitannya dengan personil, finansial, materil dan tata cara untuk mencapai tujuan

organisasi yang telah disepakati bersama.

Istilah pengorganisasian mempunyai berbagai macam pengertian. Istilah

tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini :

1.

Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif

sumber daya- sumberdaya keuangan phisik,bahan baku,dan tenaga kerja organisasi.

2. Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya ,dimana setiap

pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang

untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.

3.

Hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan,tugas-tugas dan para karyawan.

4.

Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus

(2)

diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.Pengorganisaian merupakan suatu

dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja sebaiknya tidak terlalu berat sehingga

tidak dapat diselesaikan,atau terlalu ringan sehingga ada waktu mengganggur, tidak

efisien dan terjadi biaya yang tidak perlu.

3.

Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk menkoordinasikan pekerjaan

aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian yaitu :

1. Pembagian kerja

2. Departementalisasi(atau sering disebut dengan istilah departementasi)

3. Bagan organisai formal

4. Rantai perintah dan kesatuan perintah

5. Tingkat-tingkat hirarki manajemen

6. Saluran komunikasi

7. Pengguna komite

8. Rentang manajemen dan kelompok-kelompok informal yang dapat dihindarkan.

C.

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal

dengan mana organisasi yag dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan

susunan perwujudan pola tetap hubungan- hubungan di antara

fungsi-fungsi,bagian-bagian atau posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukkan,tugas

wewenang dan tanggungjawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur ini

mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja,standarisasi,koordinasi,sentralisasi,atau

desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran(ukuran) satuan kerja.

Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai

berikut :

(3)

2.

tekhnologi yang digunakan. Contoh

perusahaan mobil memerlukan tingkat standarisasi

dan spesialisasi yang lebih tinggi di banding industry pakaian.

3.

Anggota(karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.

4.

Ukuran organisasi,

yang apabila semakin besar ukuran organisasi,struktur organisasi

akan semakin kompleks dan harus di pilih bentuk struktur yang tepat.

D.

UNSUR-UNSUR STRUKTUR ORGANISASI

1.

Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan

kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas

tersebut menjadi satuan-satuan kerja(departementalisasi).

2.

Standardinasi kegiatan ,merupakan prosedur-prosedur yang dugunakan organisasi

untuk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan.

3.

Koordinasi kegiatan, menunjukkan prosedur-prosedur yang mengintregasikan

fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi.

4.

Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan yang menunjukkan lokasi

kekuasaan pembuatn keputusan.

5.

Ukuran satuan kerja menunjukkan jumlah kariyawan dalam suatu kelompok kerja.

Tiang dasar pengorganisasian adalah prinsip pembagian kerja (

division of

labor

). Yang meemungkinkan sinergi terjadi. Untuk mengembangkan fungsi

pengorganisasian, seorang manajer dapat mengetahui pembagian tugas untuk per

orangan dan kelompok,hubungan organisatoris antar manusia yang menjadi anggota

dan staf sebuah organisasi,pendelegasian wewenang, serta pemanfaatan dan fasilitas

fisik yang dimiliki organisasi.Kualifikasi personalia yang rendah digunakan dan latihan

jabatan lebih mudah.Gerakan-gerakan dan perpindahan yang percuma dari komponen

pekerjaan yang besar diminimumkan. Lebih dari itu,pembagian kerja mengarahkan

penanaman pada peralatan dan mesin-mesin yang efisien untuk meningkatkan

produktifitas.

Namun apabila pembagian kerja dilakukan secara ekstrim maka akan

menimbulkan kebosanan,keletihan,monoton dan kehilangan motivasi yang dapat

menghasilkan ketidak efisienan dan bukan efisiensi.

E.

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI FORMAL

Bagan organisasi memperlihatkan susunan

fungsi-fungsi,departemen-departemen,atau posisi-posisi organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan di

antaranya. Satuan-satuan organisasi yang terpisah biasanya digambarkan dalam

kotak-kotak,dimana di hubungkan satu dengan yang lain dengan garis yang

menunjukkan rantai perintah dan jalur komunikasi formal.

Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama suatu struktur

organisasi,yang secara ringkas dapat di uraikan sebagi berikut :

1.

Pembagian kerja(setiap kotak menunjukkan individu atau kelompok yang bertanggung

jawab)

2.

Manajer dan bawahan atau rantai perintah(menunjukkan hubungan wewenang dan

tanggungjawab yang menghubungkan atasan dan bawahan)

(4)

4.

Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan(departementalisasi)

5.

Tingkatan manajemen(menunjukkan keseluruhan hirarki manajemen)

Seberapa luas tingkat spesialisasi kerja dalam organisasi dapat di perkirkan

dengan membaca label-label yang menunjukkan pekerjaan-pekerjaan yang berbeda

dan bagaimana tugas-tugas dikelompokkan. Garis menunjukkan rantai perintah yang

merupakan aspek kunci koordinasi dalam setiap organisasi,tetapi tanpa informasi

tambaha akan menimbulkan gambar yang tidak jelas.

Kelemahan atau kekurangan utama bagan adalah masih banyak hal-hal yang

tidak jelas atau tidak di tunjukkan. Bagan, sebagai contoh tidak menunjukkan

seberapa besar tingkat wewenang dan tanggung jawab setiap tingkatan manajerial.

Bagan juga tidak menunjukan hubungan-hubungan informal dan saluran

komunikasi,dimana organisai tidak dapat berfungsi secara efisien.

Dengan pembagian wewenang dapat dibedakan berbagai tipe organisasi

yaitu:

1.

Wewenang lini (Linie authority) yaitu wewenang yang mengalir secara vertikal.

Pelimpahan wewenang dari atas ke bawah dan pengawasan langsung oleh pemimpin

kepada staf yang menerimanya.

2.

Wewenang staf (Staf authority) yaitu wewenang yang mengalir ke samping yaitu

wewenang yang diberikan kepada staf khusus untuk membantu melancarkan tugas staf

yang diberikan wewenang lini. Wewenang staf diberikan karena ada spesialisasi adanya

tugastugas menejerial yang terkait dengan fungsi staf seperti pengawasan, pelayanan

kepada staf, atau penasihat.

3.

Wewenang staf dan lini .Perpaduan antara wewenang lini dan staf merupakan bentuk

struktur organisasi yang paling umum saat ini. Bentuk organisasi kelihatan kompleks

tetapi sesungguhnya adalah pengembangan dari bentuk lini dan staf.

Bentuk-bentuk Bagan Organisasi

Menurut

henry G Hodges,

terdapat empat bentuk bagan organisasi, yaitu :

1.

Bentuk pyramid. Bentuk ini yang paling banyak digunakan karena sederhana,jelas dan

mudah di mengerti.

2.

Bentuk vertical. Bentuk vertical agak menyerupai bentuk pyramid, yaitu dalam

pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah.hanya bagan vertical berwujud tegak

sepenuhnya.

3.

Bentuk horizontal,dimana wewenang dan tanggungjawab di gambarkan dari kiri ke

kanan.

4.

Bentuk lingkaran,bagan in menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan

jabatan lain.

F.

KELOMPOK-KELOMPOK KERJA ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

Organisasi Formal

(5)

forces)

. Kesatuan tugas khusus atau tim proyek di bentuk untuk menangani suatu

masalah atau tugas khusus. Kesatuan ini keberadaannya hanya sampai tugas

diselesaikan atau masalah di pecahkan.Kesatuan tugas biasanya di bentuk untuk

menangani masalah-masalah dan tugas-tugas yang kompleks dan melibatkan beberapa

satuan kerja organisasi.Biasanya meliputi para wakil (atau para pembuat keputusan)

dari satuan-satuan organisasi, ditambah para ahli yang secara teknis diperlukan untuk

menangani masalah atau tugas.

Panitia tetap(standing committees)

dan panitia ad hoc. Poanita tetap atau structural

adalah bagian tetap dari structural suatu organisasi yang dibentuk guna menangani

tugas yang ada dalam organisasi.panitia disini memiliki tugas untuk membuat

rekomendasi formal kepada manajer tingkata atas atau mempunyai wewenang untuk

membuat keputusan sendiri bagi suatu kegiatan organisasi yang terbatas.

Tujuan terbentuknya panitia manajemen terutama adalah untuk mengkoordinasikan

dan mempertukarkan informasi,memberi saran manajemen puncak, atau bahkan

membuat keputusan-keputusan sendiri.

Panitia ad hoc I

mempunyai tugas yang sama dengan panitia tetap namun sifatnya tidak

tetap.

Dewan dan komisi.

Dewan(boards) dibentuk dari individu-individu yang dipilih atau di

tugaskan untuk mengelola suatu organisasi masyarakat atau swasta. Sebagai

contoh,dewan direktur suatu perusahaan,menetapkan tujuan dan kebijaksanaan

kebijaksanaan tersebut,dan meninjau kembali jalannya perusahaan.

Organisasi Informal

Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokkan informal dan

hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh disbanding

hubunganihubungan formalsepeti yang ditunjukkan pada bagan organisasi.Organisasi

informal memainkan peranan penting dalam dinamika perilaku organisasi. Perbedaan

pokok antara organisasi formal dan informal adalah bahwa organisasi formal

mempunyai tujuan,struktur dan pola hubungan kerja yang teratur melalui

manajemen,organisasi informal berdiri di atas struktur yang tidak jelas,fleksibel,sukar

didefinisikan,keanggotaannya sulit ditentukan dan pola hubungan di antara para

anggota tanpa tujuan yang khusus. Agraris mengemukakan 4 (empat) bidang utama di

mana organisasi formal dan informal berbeda :

1.

Hubungan-hubungan antar pribadi. Dalam organisasi formal hubungan-hubungan

antara orang-orang di gambarkan jelas,sedangkan dalam hubungan-hubungan

informal sangat tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka.

2.

Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul

dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal.

3.

Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan

melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok-kelompok informal

mengendalikan pada anggota dengan pemenuhan kebutuhan.

4.

Ketergantungan. Karena kapisitas pemimpin formal terlegkap pada penghargaan dan

hubungan ,bawahan-bawahan lebih tergantung daripada para anggota suatu kelompok

informal.

(6)

selalu mempunyai organisasi informal,dan setiap organisasi informal berkembang

dalam berbagai tingkatan organisasi formal.

Fungsi-fungsi yang dilaksanakan kelompok informal :

1.

Menetapkan,memperkuat,dan meneruskan norma-norma dan nilai-nilai social-budaya

penting para anggota kelompok.

2.

Memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi dan bantuan terhadap pelaksanaan

tugas manajer.

3.

Menstimulasi komunikasi efektif dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan,dan

4.

Memberikan kepuasan dan status social kepada para anggota yang tidak

dapat diberikan oleh organisasi formal.

Masalah yang disebabkan oleh kelompok informal

adalah mereka menciptakan konflik,

mendorong penolakan terhadap perubahan,menghidupkan dan menyebarkan

desas-desus dan mengembangkan keseragaman di antara para angggota,termasuk

pembatasan pelaksanaan kegiatan.

Sikap manajemen terhadap organisasi informal. Kelompok-kelompok informal tidak

dapat terhindarkan kehadirannya dan manajemen akan melakukan tindakan sia-sia

bila mencoba menentang dan menghapuskannya.karena hal ini akan menimbulkan

konflik terus menerus. Maka sikap manajemen yang baik adalah memahami,mencari

persesuaian dan melakukan kerjasama yang saling menguntungkan dengan

kelompok-kelompok informal.manajemen organisasi formal lebih memusatkan perhatian untuk

memelihara kesatuan untuk pencapaian tujuan organisasi dan organisasi informal

memberikan kepaduan,kerjasama,dan kepuasan social bagi para anggota organisasi.

G.

DEPARTEMENTALISASI

Efisiensi aliran pekerjaan tergantung pada keberhasilan integrasi satuan

satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Pembagian kerja dan kombinasi

tugas seharusnya mengarah ke tercapainya struktur-struktur departemen dan

satuan-satuan kerja.Cara dimana organisasi dapat memutuskan pola organisasi yang akan

digunakan untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang bermacam-macam untuk

dilaksanakan. Beberapa bentuk departementalisasi yang akan dibicarakan berikut ini

adalah atas dasar fungsi,produk atau jasa,wilayah,langganan,proses atau

peralatan,waktu,pelayanan,alpha numerical,proyek dan matriks.

Departementalisasi Fungsional

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau

kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Semua individu

yang melaksanakan fungsi yang sama di kelompokkan bersama,seperti seluruh

personalia penjualan,akutansi,programmer computer dan sebagainya.

(7)

minimum,membutuhkan lebih sedikit ketrampilan dasar pribadi dan meminimumkan

duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya.

Kelemahan struktur fungsional adalah

struktur ini bisa menimbulkaan konflik antar

fungsi-fungsi,menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang

berurutan,memberikan tanggapan lebih lambat terhadap perubahan ,hanya

memusatkan pada kepentingan tugas-tugasnya,dan menyebabkan para anggota

berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.

Departementalisasi Divisional

Banyak perusahaan besar dengan banyak jenis produk,di organisasikan menurut

struktur organisasi divisional. Bila departementalisasi perusahaan menjadi terlalu

kompleks dan tidak praktis bagi struktur fungsional,manajer perlu membentuk

divisi-divisi semi otonomi diman setiap divisi-divisi merancang,memproduksi dan memasarkan

produknya sendiri.

Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar

produk,wlayah(geografi),langganan,dan proses atau peralatan.

Struktur organisasi divisional atas dasar produk.

Setiap departemen bertanggungjawab

atas suatu produk atau sekumpulan produk adalah pola logik yang dapat diikuti bila

jenis-jenis produk mempunyai tekhnologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran

yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.

Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah

yaitu pengelompokan kegiatan-kegiatan

menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuaan-satuan organisasi

menjalankan kegiatannya.

Struktur organisasi divisional atas dasar langganan,

adalah pengelompokkan

kegiatan-kegiatan yang di pusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu yang terutama

di gunakan dalam pengelompokan kegiatan kegiatan penjualan dan pelayanan.

Struktur organisasi divisional atas dasar proses dan peralatan,

yaitu pengelompokan

kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi yang sering digunakan dalam

departemen produksi.

Kebaikan organisasi divisional

1. Koordinasi yang sesuai

2. Menempatkan pengembangan dekat dengan dengan lingkungan

3. Tanggungjawab yang jelas

4. Kepala eksekutif bebas untuk membuat keputusan

5. Cocok untuk lingkungan yang ceoat berubah

6. Mempertahankan spesialisasi setiap fungsional devisi

7. Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategic

Kelemahan organisasi divisional

1.

Menyebabkan berkembangnya persaingan

2.

Masalah seberapa besar delegasin wewenang yang diberikan kepada manajer-manajer

divisi

3.

Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumberdaya dan distribusi biaya overhead

perusahaan

(8)

Organisasi proyek dan matriks

Bentuk ini merupakan tipe departementalisasi campuran (hybrid design).Kedua

struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe departementalisasi

lainnya.Struktur proyek dan matriks bermakhsud ujtuk mengkombinasikan

kebaikan-kebaikan kedua tipe desain fungsional dan divisional dengan menghindarkan

kekurangannya.

Struktqp organisasi proyek,

menyangk5t pembentdkan tim-tim,spesialis yang di per,ukan

untuK mencapai tujuan Khusus.

Struktur organisasi matriks,

sama dengan

Struktur organisasi matriks

namun para

karyawan mempunyai dua atsan sehinega mereka berada di bawah dua wewe.ang.

Kebaikan organisasi matriks

1. Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional

2. Mengembangkan keterampilan kariyawan

3. Melibatkan,memotivasi serta menantang kariyawan terhadap masalah perusahaan

4. Memberikan fleksibelitas perusahaan

5. Menstimulasi kerjasama

6. Membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan

Kelemahan organisasi matriks

1. Pertanggungjawaban ganda

2. Memerlukan koordinasi horizontal dan vertical

3. Memerlukan lebih banyak keterampilan

4. Mendorong pertentangan kekuasaan

5. Mengandung resiko timbulnya perasaan anarki

6. Sangat mahal untuk di implementasikan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Solusi Bisnis Indonesia

Daerah Istimewa Yogyakarta

Digus Hanggariksa Putra

Class Bussines Reg. Sore_Manajemen

SEMOGA BERMANFAAT

Diposkan oleh

Digus Hanggariksa

di

06.31

Reaksi:

Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Bagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link

(9)

WeL

Beranda

Facebook

Twitter

Google+

RSS Feeds

Artikelsiana

Artikel Belajar dan Bermanfaat

HOME

TENTANG KAMI

DAFTAR ISI

KONTAK KAMI

PRIVACY POLICY

DISCLAIMER

Home» IPS» Pengertian Organisasi, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur dan Teorinya

Pengertian Organisasi, Ciri-Ciri,

Unsur-Unsur dan Teorinya

Pengertian Organisasi, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur, dan Teorinya|

Apasih itu Organisasi ?.Bingung

?. Kali ini pembahasan berupa pengertian, tujuan, ciri-ciri, unsur, teori dan manfaatnya dalam

sebuah organisasi.

Secara umum, Pengertian Organisasi

adalah suatu kelompok orang yang

bekerja sama untuk tujuan bersama. Sedangkan secara terperinci pengertian organisasi adalah

sebagai tempat atau wadah untuk orang berkumpuldan berkerja sama secara rasional dan

sistematis, terencana, terpimpin, dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya baik uang,

metode, material, dan lingkungan, dan sarana-prasarana, data dan lain sebagainya yang

digunakan secara efisen dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi,

(10)

tersebut menjadi sebab adanya tujuan dalam organisasi, dengan menyatukan kepentingan dan

tujuan yang berbeda-beda untuk menjadi kepentingan dan tujuan yang sama. Tujuan organisasi

berpengaruh dalam mengembangkan organisasi baik dalam perekrutan anggota, dan

pencapaian apa yang ingin dilakukan dalam berjalannya organisasi tersebut.Tujuan-tujuan

organisasi antara lain sebagai berikut...

Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemandirian dan sumber daya yang dimilikinya

dalam mencapai tujuan

Sebagai tempat mencapai tujuan dengan selektif dan efisien karena melakukan secara

bersama-sama

Sebagai tempat mendapatkan jabatan dan pembagian kerja

Tempat mencari keuntungan bersama-sama

Sebagai tempat mengelola dalam lingkungan bersama-sama

Sebagai tempat mendapatkan penghargaan

Sebagai tempat dalam mendapatkan kekuasaan dan pengawasan

Sebagai tempat menambat pergaulan dan memanfaatkan waktu luang

2. Pengertian Organisasi Menurut Definisi Para Ahli -

Ditinjau dari pengertian organisasi yang

beragam seperti pengertian organisasi secara umum dan luas, para ahli juga mengemukakan

pendapatnya mengenai pengertian organisasi antara lain sebagai berikut..

Stoner

, Menurutnya pengertian organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan

melalui mana orang-orang dibawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

Stephen P. Robbins,

Menurut definisinya, pengertian organisasi adalah kesatuan

(entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif

dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai

suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

James D. Mooney,

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk

mencapai tujuan bersama.

Chester I. Bernard,

Menyatakan bahwa organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja

sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

(11)

Max Weber,

Menurut pendapatnya pengertian organisasi adalah suatu kerangka

hubungan terstruktur yang didalmnya terdapat wewenang, dan tanggung jawab serta

pembagian kerja menjalankan sesuatu fungsi tertentu.

3. Ciri-Ciri Organisasi -

Organisasi dapat dibedakan dengan melihat ciri-ciri organisasi dimana

ciri-ciri organisasi beraneka ragam antara lain sebagai berikut..

a. Ciri-Ciri Organisasi Secara umum

Memiki tujuan dan sasaran

Memiliki komponen yaitu atasan dan bawahan

Adanya kerja sama yang terstruktur

Memiliki pendegelasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Memiliki keterikatakan format dan tatat tertip yang harus ditaati

b. Ciri-Ciri Organisasi Menurut Para Ahli yaitu Berelson dan Steiner

Formalitas,

adalah ciri organisasi sosial yang merujuk pada perumusan tertulis daripada

peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi dan

seterusnya

Hierarki,

adalah ciri organisasi yang mengacu pada pola kekuasaan dan kewenangan

yang berbentuk piramida, artinya terdapat orang-orang tertentu dengan kekuasaan dan

kewenangan yang tinggi dari pada orang biasa dalam organisasi tersebut.

Besar dan Kompleksnya,

adalah ciri organisasi sosial yang memiliki banyak anggota

sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal) yang

biasanya disebut dengan "gejala birokrasi"

Lamanya (Duration),

adalah ciri organisasi dimana eksistensi organisasi lebih lama dari

pada keanggotaan pada organisasi tersebut.

c. Ciri-Ciri Organisasi Modern

Organisasi bertambah besar

Penggunaan staf lebih intensif

Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

Pengelolaan data semakin cepat

(12)

Cenderung spesialisasi

4. Unsur-Unsur Organisasi -

Setiap organisasi memiliki beragam unsur antara lain sebagai

berikut..

a. Unsur-Unsur Organisasi Secara Umum

Man,

adalah unsur utama pembentuk organisasi yang disebut sebagai personil atau

anggota yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri atas unsur pimpinan

(administrator) sebagai pemimpin tertinggi organisasi, para manajer pemimpin unit

tertentu suatu kerja sesuai fungsinya dan para pekerja (workers). Setiap hal tersebut

merupakan kekuatan organisasi.

Kerja Sama,

adalah unsur organisasi dimana setiap anggota atau personil melakukan

perbuatan secara bersama-sama untuk tujuan bersama.

Tujuan Bersama,

adalah Sasaran yang ingin dicapai/ diharapkan baik dari prosedur,

program, pola atau titik akhir dari pekerjaan organisasi tersebut.

Peralatan (Equipment)

, adalah sarana dan prasarana yang berupa kelengkapan dari

organisasi tersebut baik itu berupa bangunan (gedung, kantor), materi, uang, dan

kelengkapan lainnya.

Lingkungan (Environment),

adalah unsur organisasi yang juga memiliki pengaruh.

Faktor tersebut adalah ekonomi, sosial budaya, strategi, kebijaksanaan. anggaran, dan

peraturan yang telah ditetapkan.

Kekayaan Alam,

yang termasuk dengan kekayaan alam adalah air, cuaca, keadaan

iklim, flora dan fauna.

Kerangka/Kontruksi Mental Organisasi

, adalah landasan dari organisasi yang berada

pada visi organisasi tersebut dibuat.

b. Unsur-Unsur Organisasi Menurut Keith Davis

Unsur Pertama,

bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan

keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan

secara jasmaniah

Unsur Kedua,

adanya sikap sukarela dalam membantu kelompok mencapai tujuan

tertentu.

Unsur Ketiga,

unsur tanggung jawab merupakan rasa yang paling menonjol dalam

menjadi anggota

(13)

Personil atau anggota

Visi

Misi

Wewenang

Struktur

Hubungan

Formalitas

Sumber Energi

Proses Kegiatan organisasi

5. Teori-Teori Organisasi -

Terdapat macam-macam teori organisasi antara lain sebagai

berikut..

a. Teori Organisasi Klasik

adalah teori yang memiliki konsep organisasi mulai dari tahun 1800

(abad 19) yang mendefinisikan organisasi adalah sebagai struktur hubungan,

kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor lain ketika

orang bekerja sama. Teori klasik sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta

pemberian petunjuk mekanistik struktural yang kaku dan tidak kreatif yang digambarkan oleh

para teoritisi. Teori Klasik disebut juga dengan teori tradisional. Teori klasik berkembang dalam 3

jenis aliran antara lain sebagai berikut..

Teori Birokrasi,

teori birokrasi dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya yang

berjudul "The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism

Teori Administrasi

, teori administrasi dikembangkan atas sumbangan dari Henry Fayol

dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooeny dan Reliey dari Amerika

Manajemen Ilmiah,

teori ini dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor yang dimulai

pada tahun 1900.

b. Teori Organisasi Neoklasik

adalah Teori yang menekankan pada pentingnya aspek

psikologis dan sosial, baik sebagai individu dan kelompok dalam lingkungan kerja. Teori

Neoklasik adalah teori/aliran hubungan manusia (The Human Relation Movement). Dalam

pembagian kerja, diperlukan hal-hal berikut yang telah dikemukakan teori neoklasik antara lain

sebagai berikut..

(14)

Perluasan kerja, yaitu sebagai kebalikan dari pola spesialisasi

Manajemen bottom-up, yang akan memberikan kesempatan para junior untuk

berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

c. Teori Organisasi Modern

adalah teori yang bersifat terbuka dimana semua unsur organisasi

satu kesatuan yang saling ketergantungan. Teori modern dipelopori oleh Herbert Simon yang

ditandai dan dimulai disaat berakhirnya gerakan contingency. Teori modern disebut juga sebagai

analisa system pada organisasi yang merupakan aliran ketiga terbesar dalam teori organisasi

dan manajemen. Sistem terbuka yang dipelopori Katz dan Robert kahn dalam bukunya "the

social psychology of organization". yang menjelaskan dalam bukunya mengenai keunggulan

sistem terbuka.

5. Manfaat Organisasi -

Mengikuti dan menjadi anggota dalam organisasi memiliki manfaat

antara lain sebagai berikut...

Tercapainya sebuah tujuan

Melatih mental bicara di publik

Mudah memecahkan masalah

Melatih leadership

Memperluas pergaulan

Kuat dalam menghadapi tekanan

Meningkatkan wawasan dan pengetahuan

Membentuk karakteristik dengan seseorang

Mampu dalam mengatur waktu dengan baik

(15)

Demikianlah informasi mengenai

Pengertian Organisasi, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur dan

Teorinya.

Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat baik itu pengertian organisasi,

ciri-ciri organisasi, unsur-unsur organisasi, teori-teori organisasi, dan manfaat organisasi. Sekian

dan terima kasih.

"Salam Berbagi Teman-Teman".

Related Posts:

Pengertian Pers dan Fungsi Pers

Pengertian Interaksi Sosial dan

Contohnya

Angin Muson Barat dan Angin Muson

Timur

Pengertian, Perbedaan Visi & Misi

Serta Contohnya

Pengertian, Penyebab, Dampak

Globalisasi

Pengertian Masyarakat, Apa Itu ?...

Please FOLLOW and JOIN to get update!

.

Zakapedia

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Klik (X) 2 kali tuk menutup

Baca juga: Cara menghilangkan jerawat

Dukung kami dengan ngelike fanspage

×

(16)

RINALDY MEINAKI

DARI TITIK MENJADI SEBUAH GARIS

HOME

LOOKS NOW

ARTIKEL

READ HERE

GALLERY

BROWSE THE ALBUMS

DOWNLOADS

FIND HERE

SIGN IN

MEMBERS ZONE

TUGAS ( JELASKAN

CIRI - CIRI DAN

UNSUR - UNSUR

ORGANISASI ! )

Pengertian, Ciri - Ciri dan Unsur Organisasi

(17)

Memahami pengertian organisasi penting karena dapat membantu kita untuk

membentuk suatu tim kerja atau aktifitas tertentu. Organisasi identik dengan

invidu ataupun sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yagn

tergabung dalam suatu system. Pengertian organisasi adalah wadah untuk

sekelompuk individu untuk berinteraksi dalam wewenang tertentu. Organisasi

yang dibentuk terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan bersama

untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama.

Siapapun memerlukan pengalaman dalam organisasi, ini dikarenakan manusia

adalah makhluk social yang pasti akan berinteraksi dengan yang lain. Dengan

bekerja sama dengan yang lain maka pekerjaan akan terasa lebih ringan. Selain itu

pekerjaan atau tugas akan lebih cepat terselesaikan dibandingkan kita hanya

bekerja seorang diri.

Ciri-ciri Organisasi

Ciri-ciri dari organisasi adalah :

Adanya komponen ( atasan dan bawahan).

Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang.

Adanya tujuan.

Adanya sasaran.

Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.

Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Adanya komunikasi antar suatu anggota dengan yang lain.

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri

sebagai berikut :

Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya

perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur,

kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.

Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola

kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang

tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih

tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.

(18)

Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih

lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Unsur-unsur Organisasi

Organisasi memiliki unsur-unsur tertentu, yaitu :

Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama, artinya : Organisasi

merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk

mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi

saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang

tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan.

Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak,

sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung

atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan

tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah

sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi

buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang, artinya : Suatu organisasi,

selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama

sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan

dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan

kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai

kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu

organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan

antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan

sebaik-baiknya.

Jelas tugas kedudukannya masing-masing, artinya : Dengan adanya

organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan

satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel

pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang

yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana

hubungan antara yang satu dengan yang lain.

Ada tujuan tertentu, artinya : Betapa pentingnya kemampuan

mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi

organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang

baik tetapi organisasi tidak baik.

(19)

Teori organisasi Muncul pada abad 19 dilatarbelakangi oleh Revolusi Inggris dan

lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat. Berikut ini akan dibahas mengenai

teori organisasi klasik yang dipelopori oleh

Max Weber

, teori neoklasik, dan teori

organisasi modern.

Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya

dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang

bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkup kerja mereka.

Teori organisasi adalah suatu konsefsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau

pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam

mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Masalah adalah segala sesuatu yang

segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan organisasi yang

memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan.

Ada banyak masalah yang dihadapi organisasi (kompleks) dan memerlukan

pemecahan tersendiri sehingga muncul berbagai kajian untuk lebih memahami

efektivitas organisasi Teori organisasi Muncul pada abad 19 dilatarbelakangi oleh

Revolusi Inggris dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat.

"Organisasi merupakan sebuah sekumpulan orang orang yang terbagi dalam

beberapa kelompok dimana mereka semua memiliki tujuan yang sama serta saling

bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Dari penjelasan ciri - ciri diatas

dapat ditarik kesimpulan bahwa organisasi tidak dapat terbentuk dari satu orang,

karena di dalam organisasi harus terdapat minimal 2 orang yang terdiri dari atasan

dan bawahan. Kemudian organisasi tidak dapat terbentuk jika suatu organisasi

tersebut tidak memiliki tujuan dan sasaran yang jelas serta suatu organisasi akan

menjadi acak - acakan apabila di dalam organisasi tersebut tidak memiliki suatu

tata tertib, wewenang dan pembagian tugas bagi para anggota organisasi."

Sumbernya dari sini

Share on Facebook

Bookmark on Delicious

(20)

Digg it!

Share this on Technorati

Share it on Reddit

Share on FriendFeed

Post on Google Reader

Share to MySpace

Share it on StumbleUpon

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

1

followers

1

subscribers

UNIVERSITAS GUNADARMA

UNIVERSITAS GUNADARMA

ARSIP BLOG

 ► 2015 (8)

 ▼ 2014 (13)

(21)

o ► November (2)

o ▼ Oktober (4)

 TULISAN ( Tuliskan sistem manajemen dan sistem org...

 TUGAS ( Jelaskan hubungan Manajemen, Tata Kerja da...

 TUGAS ( Jelaskan Ciri - Ciri dan Unsur - Unsur Org...

 Jurnal Nasional tentang EVOLUSI dan KINERJA KOMPUT...

o ► Mei (3)

o ► Maret (1)

 ► 2013 (7)

MENGENAI SAYA

Rinaldy Meinaki Lihat profil lengkapku

POPULAR POSTS

 TUGAS ( Jelaskan Ciri - Ciri dan Unsur - Unsur Organisasi ! )

 Contoh Kasus Investasi

 JELASKAN MENGENAI KONFLIK ORGANISASIONAL DAN SEBUTKAN JENIS-JENIS KONFLIK

TERSEBUT ?

 Jurnal Nasional tentang EVOLUSI dan KINERJA KOMPUTER

 Perilaku Masyarakat Terhadap Perubahan Budaya

 SEBUTKAN HAL-HAL APA SAJAKAH YANG DAPAT MENIMBULKAN KONFLIK

ORGANISASIONAL ?

 Data Inflasi 3 Tahun Terakhir dan Hubungannya dengan Salah Satu Saham 1

 Sebutkan hal-hal penting dalam membentuk Organisasi!

(22)

 TUGAS ( Jelaskan hubungan Manajemen, Tata Kerja dan Organisasi ! )

CATEGORIES

 Social (9)

Copyright 2013 © Rinaldy Meinaki. Template by SoraTemplates and Blogger Templates

BLOGROLL

PotretKU KaryaKU

Selasa, 14 Oktober 2014

Pengertian Dan Fungsi-Fungsi Manajemen Menurut

Para Ahli

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN

Pengertian Dan Fungsi-Fungsi Manajemen

Menurut Para Ahli

Dosen : Bpk. Stepanus Sandy, SE, MM.

Disusun Oleh :

Nama : Richard Arthur Tutu

Nim : 3027 011310 80094

Kelas : C

(23)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)

JAMBATAN BULAN TIMIKA

TAHUN 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala Rahmat dan kesempatan yang

diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas pengantar manajemen ini dengan segala

baik adanya. Tugas ini memuat tentang “PENGERTIAN DAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN MENURUT

PARA AHLI”.

Penulis menyadari bahwa penulisan tugas ini masih begitu banyak kekurangan yang harus dilengkapi.

Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan guna tercapainya

sebuah penulisan yang baik.

Kiranya yang Maha Kuasa tetap menyertai kita sekalian, dengan harapan pula agar tugasini dapat

bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.

Timika, 10 November 2013

Penulis.

(24)

HALAMAN JUDUL... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar belakang... 1

B.. Tujuan... 1

BAB II PEMBAHASAN

A.

Pengertian manajemen menurut para ahli ... 2

B.

Fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli ... 4

BAB III PENUTUP

A.

Kesimpulan ... 19

DAFTAR PUSTAKA... 20

BAB I

P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang.

(25)

tujuan tertentu. Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan konsep dasar manajemen pada

situasi-situasi yang problematik.

Supaya bisa mencapai hal diatas para mahasiswa memerlukan dasar-dasar pengantar dan

fungsi-fungsi manajemen. Pada akhirnya mahasiswa akan mampu mengembangkan pemahaman yang lebih

baik mengenai peranan manajemen kedalam lingkungan sekitar kita secara lebih nyata.

B. Tujuan.

Tujuan penulisan tugas ini untuk mengetahui apa saja pengertian dan fungsi-fungsi manajemen

menurut para ahli

.

BAB II

P E M B A H A S A N

A. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli.

Manajemen sejauh ini belum ada kata mapan dan diterima secara universal tentang pengertian dari

manajemen dan dengan demikian, maka beberapa para ahli masih memiliki pandangan yang

berbeda terkait dengan pengertian manajemen itu sendiri. Seperti apa pengertian manajemen oleh

beberapa ahli? Berikut adalah pemaparannya :

1.

G. R. Terry.

Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan

suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

2.

Hilman.

(26)

3.

The Liang Gie, 1982

Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan

dan mengarahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar

tercapai.

4. Drs. Oey Liang Lee.

Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan

pengawasan dari pada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

5. William H. Newman.

Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

6.

Renville Siagian.

Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh

para tenaga ahli terlatih serta berpengalaman.

7.

Richard L. Daf (2002).

Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien

melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.

8.

Dr. Sp. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi”

Manajemen dapat di definisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu

hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.

9.

Marry Parker Follet.

(27)

10. Mulayu S. P. Hasibuan (2000).

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan

sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai satu tujuan.

B. Fungsi – Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli.

Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan

berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu

perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah

serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya

tujuan kegiatan atau pekerjaan. Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen,

di antaranya yaitu :

1. Hendry Fayol.

Lima fungsi manajemen telah diringkas sedetail mungkin oleh Hendry Fayol yaitu :

a. Planning atau perencanaan

Merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi

kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan

untuk mencapai tujuan.

b. Organizing

(Pengorganisasian).

1)

Penentuan sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

2)

Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa

hal-hal tersebut ke arah tujuan.

3)

Penugasan tanggung jawab tertentu.

4)

Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugasnya.

(28)

Staffing atau penyusunan personalia adalah penarikan (recruitment) latihan dan pengembangan

serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yang

menguntungkan dan produktif.

d. Leading

(Pengarahan).

Adalah bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan dan

harus mereka lakukan.

e. Controlling

(Pengawasan)

.

Adalah penemuan dan penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan

sesuai dengan yang telah ditetapkan.

2. George Terry.

Berikut ini adalah Empat fungsi manajemen menurut George Terry:

a. Perencanaan (

Planning

).

Perencanaan (

planning

) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah

yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan,

memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk

pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.

b. Pengorganisasian (

Organization

).

Pengorganisasian (Organization) sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan

mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.

c. Penggerakan (

Actuating

) .

Penggerakan (

actuating

) yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian

kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar

pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa mencapai tujuan.

(29)

Pengawasan (

controlling

) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai

dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa

terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.

3. Lyndall F. Urwick (1974)

Fungsi Manajemen menurut Lyndall F. Urwick

terdiri dari :

a. Staffing

(Penyusunan).

Staffing adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan

atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsi-fungsi

kepada pejabat yang lebih tinggi.

b. Planning

(Perencanaan).

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit.

Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian

tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan

perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :

1)

Tindakan apa yang harus dikerjakan ?

2)

Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?

3)

Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?

4)

Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?

5)

Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?

6)

Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

c.

Organizing

(Pengorganisasian)

.

Organizing atau pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam

cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

d. Controlling

(Pengawasan)

.

(30)

bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan

semula.

e. Directing

(Pengarahan)

.

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi

bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan

yang telah ditetapkan semula.

f. Coordinating

(Kordinasi)

.

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan

berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan

menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama

yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

4.

Harold Koentz.

Fungsi-fungsi manajemen menurut Harold Koentz , terdiri dari :

a. Planning

(Perencanaan)

.

Perencanaan merupakan aktivitas untuk memilih dan menghubungkan fakta serta aktivitas membuat

rencana mengenai kegiatan-kegitan apa yang akan dilakukan dimasa depan. Adapun beberapa

aktivitas perencanaan adalah peramalan, pengembangan tujuan-tujuan, pengembangan

strategi-strategi, pemprograman, penjadwalan, penganggaran, pengembangan kebijakan-kebijakan, dan

pengembangan prosedur-prosedur.

b. Organizing

(Pengorganisasian)

.

Pengorganisasian adalah usaha yang dilakukan untuk menciptakan hubungan kerja antar personal

dalam organisasi dengan cara mengelompokan orang-orang beserta penetapan tugas-tugas,

fungsi-fungsi, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing agar tercapainya tujuan bersama melalui

aktivitas-aktivitas yang berdaya dan berhasil guna karena dilakukan secara efektif dan efisien.

(31)

Penyusunan kepegawaian pada suatu organisasi dari awal masa penerimaan, seleksi, orientasi,

pelatihan dan pengembangan karir hingga menggerakan pegawai agar setiap tenaga kerja yang ada

memberikan dan melaksanakan suatu kegiatan yang menguntungkan organisasi.

d. Directing

(Pengarahan)

.

Fungsi directing atau sering dikenal dengan leading adalah satu kegiatan yang berhubungan dengan

pemberian perintah dan saran agar para bawahan dapat mengerjakan tugas yang dikehendaki

manajer. Kegiatannya meliputi mengambil keputusan, mengadakan komunikasi antara manajer dan

bawahan agar ada rasa saling pengertian, memberikan semangat, motivasi ataupun dorongan

kepada bawahan dalam melaksanakan tugasnya, memilih orang-oramg yang mempunyai

kemampuan untuk bergabung dalam kelompoknya, dan memperbaiki pengetahuan serta sikap

bawahan agar terampil dalam mengerjakan pekerjaan.

e. Controlling (Pengawasan).

Melalui aktivitas pengendalian, manajer harus mengevaluasi dan menilai pekerjaan-pekerjaan yang

dilakukan bawahannya untuk mengetahui apakah pekerjaan dilakukan sesuai dengan rencana yang

telah ditetapkan atau tidak. Pengendalian tidaklah bermaksud untuk mencari kesalahan bawahan.

Namun pengendalian dilakukan bertujuan untuk mencari penyimpangan yang terjadi sehingga dapat

dilakukan perbaikan kearah yang lebih baik.

5. James A. F. Stoner.

Fungsi-fungsi manajemen menurut James A. F. Stoner dalam buku "Manajemen" dari Jilid 1 terbitan

bahasa Indonesia, terdiri dari :

a.

Perencanaan (

Planning

) menunjukan bahwa para manajer memikirkan tujuan dan kegiatannya

sebelum melaksanakannya. Kegiatan mereka biasanya berdasar suatu cara, rencana, atau logika,

bukan asal tebak saja.

b.

Pengorganisasian (

Organization

) berarti para manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan

(32)

mempengaruhi bawahannya, menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, Dengan

menciptakan suasana tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik mungkin.

d.

Pengendalian (

Controlling

) berarti para manajer berusaha untuk meyakinkan bahwa organisasi

bergerak dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah yang salah, para

manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang

benar.

6. Luther Gullick.

Fungsi - fungsi Manajemen menurut Luther Gullick, terdiri dari:

a.

Planning

(Perencanaan).

Perencanaan dasarnya merupakan tindakan memilih dan menetapkan segala aktifitas dan sumber

daya yang akan dilaksanakan dan digunakan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan

tertentu. Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan dimasa

depan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan aktivitas

tersebut untuk mencapai tujuan secara maksimal.

b. Organizing

(Pengorganisasian).

Pengorganisasian sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya sarana

dan prasarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi dan mengatur mekanisme

kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan.

c.

Staffing

(Penyusunan).

Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya, staffing juga merupakan fungsi yang tidak kalah

pentingnya. Tetapi agak berbeda dengan fungsi lainnya, penekanan dari fungsi ini lebih difokuskan

pada sumber daya yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dan

diorganisasikan secara jelas pada fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Aktifitas yang dilakukan

dalam fungsi ini, antara lain menentukan, memilih, mengangkat, membina, membimbing sumber

daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan dan atau seni pembinaan sumber daya

manusia.

(33)

Pengarahan adalah penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para petugas

yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan

dengan lancar, dengan pengarahan staf yang telah diangkat dan dipercayakan melaksanakan tugas

dibidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis program yang telah ditentukan.

e. Coordinating

(Koordinasi).

Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan

pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan

keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri. Koordinasi ini mengajak semua

sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerjasama menuju ke satu arah yang telah ditentukan.

f. Reporting

(Pelaporan).

Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada

manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur

pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat

dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal penting dalam

pembuatan keputusan oleh manajer.

Fungsi ini umumnya lebih banyak ditangani oleh bagian ketatusahaan. Hasil catatan ini akan

digunakan manajer untuk membuat laporan tentang apa telah, sedang dan akan dilakukan dalam

upaya pencapaian tujuan. Fungsi recording and reporting ini akan berhasil jika tata kearsipan dapat

dikelola secara efektif dan efesien.

g. Budgeting

(Pembuatan Anggaran).

Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan

fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua hal: pertama

sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme.

h. Controlling

(Pengawasan).

Proses pengawasan mencatat perkembangan kearah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi

penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum

terlambat. Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi rencana, kebijakan, dan

upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

(34)

Robbins dan Coulter menyebutkan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan,

pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan.

a.

Perencanaan mencakup pendefinisian tujuan, penetapan strategi, dan mengembangkan rencana

untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.

b.

Pengorganisasian adalah menentukan tugas apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan,

bagaimana tugas-tugas dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan pada tingkat mana

keputusan harus dibuat.

c.

Kepemimpinan meliputi kegiatan-kegiatan memotivasi bawahan, mengarahkan, menyeleksi saluran

komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan konflik.

d.

Pengawasan meliputi pemantauan kegiatan-kegiatan untuk memastikan bahwa semua orang

mencapai apa yang telah direncanakan dan mengkoreksi penyimpangan- penyimpangan yang ada.

8. Prof. Oei Liang Lee.

Fungsi-fungsi manajemen menurut Profesor Oei Liang Lee terdiri dari lima macam fungsi yaitu,

planning, organizing, directing, coordinating dan controlling. Lebih rinci dijelaskan sebagai berikut:

a. Palnning

(Perencanaan).

Perencanaan ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang.

Adapun langkah-langkah dalam perencanaan menurut Oei Liang Lee yaitu :

1)

Menetapkan tujuan;

2)

Menyusun anggapan-anggapan (premising).

3)

Menentukan berbagai alternatif tindakan.

4)

Mengadakan penilaian terhadap alternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih.

5)

Mengambil keputusan, dan

6)

Menyusun rencana pendukung

b.

Organizing

(Pengorganisasian).

(35)

Fungsi pengorganisasian sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia

dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada

suatu tujuan.

c. Directing

(Pengarahan).

Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para

bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk

mencapai tujuan. Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip,

yaitu prinsip mengarah kepada tujuan, prinsip keharmonisan dengan tujuan dan prinsip kesatuan

komando.

d.

Coordinating

(Pengkoordinasian).

Koordinasi perlu diadakan agar terdapat suatu keadaan yang harmonis sehingga tujuan organisasi

dapat tercapai. Koordinasi antar bagian dan individu didalam organisasi akan dapat tercapai

bilamana diikuti dengan tiga prinsip, yaitu prinsip kontak langsung, prinsip penekanan pada

pentingnya koordinasi dan hubungan timbal balik diantara faktor-faktor yang ada.

e.

Controlling

(Pengawasan).

Pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah

direncanakan. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah

menciptakan standard, membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard dan melakukan

tindakan koreksi.

9. Harold Koontz dan Cyril O’Donnell

Lima macam fungsi manajemen menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnell, terdiri dari :

a. Planning

(Perencanaan).

Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa yang

akan datang dan penentuan starategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan

organisasi.

b. Organizing

(Pengorganisasian).

Referensi

Dokumen terkait

permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. Ada dua cara untuk melakukan perkusi yaitu cara

PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS.. BERKUALITAS SEBAGAI UNIT

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024) 8508081, Fax. Jabatan : Kepala Sub Bagian (Pj. Kepala Sub Bagian Keuangan Bagian TU

kan teknologi Menggunakan  teknologi  untuk  membuat  barang dan  jasa yang  sifatnya  berulang­ ulang pada  tingkat dasar  di bawah  pengawasan  Menggunakan

Namun, mengadopsi tindakan pembatasan, seperti mengeluarkan larangan iklan yang ditujukan pada anak di bawah usia tertentu (biasanya di bawah usia 12, Valkenburg, 2000), yang

[r]

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sebuah kegiatan kurikuler yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa praktikan sebagai usaha pelatihan guna menerapkan teori

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam walaupun mempunyai tujuan khusus akan tetapi pendidikan yang dilaksanakannya harus merupakan bagian yang tidak terpisahkan