SKRIPSI
EFEKTIVITAS TAGLINE #DIJAMINORI DAN RESPONSIVENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JD.ID PADA
MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
OLEH
LELY KHAIRUNA HASIBUAN 170521128
PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN EKSTENSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2019
3
i ABSTRAK
EFEKTIVITAS TAGLINE #DIJAMINORI DAN RESPONSIVENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JD.ID PADA
MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tagline dan responsiveness terhadap keputusan pembelian produk JD.id. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang pernah melakukan pembelian produk JD.id, dengan jumlah sebanyak 96 orang responden yang diambil menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian dengan mengunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tagline dan responsiveness secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian JD.id dan secara parsial tagline dan Responsiveness berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian JD.id.
Kata Kunci: Tagline, responsiveness, keputusan pembelian
ABSTRACT
TAGLINE EFFECTIVENESS # DIJAMINORI AND RESPONSIVENESS ON JD.ID PURCHASING DECISIONS ON STUDENT
OF UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
The purpose of this research is to study the effect of tagline and responsiveness to JD.id product purchase decisions. The population in this study were students of the Universitas Sumatera Utara who had purchased JD.id products, with a total of 96 respondents taken using accidental sampling techniques. Data collection using a questionnaire. Data analysis techniques in the study by using linear multiple regression analysis. The simultaneous positive and significant tagline and responsiveness of the JD.id product purchasing decisions and the partial and positive and significant tagline responsiveness to the JD.id product purchase decision.
Keywords: Tagline, responsiveness, purchasing decisions
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur peneliti panjatkan atas kehadiran Allah SubhanahuwaTa’ala yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan baik yang berjudul “Efektivitas Tagline #DijaminOri dan Responsiveness Terhadap Keputusan Pembelian JD.id Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara”. Skripsi ini dikerjakan demi memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Selama proses penyusunan skripsi ini, peneliti telah mendapatkan dukungan dan doa dari berbagai pihak. Terutama peneliti persembahkan untuk kedua orang tua tercinta, Ayahanda Baringin Hasibuan dan Ibunda Nursaima Daulay yang tidak pernah berhenti berdoa dan memberikan semangat, nasihat, dan bantuan lain baik secara moriil maupun materiil. Pada kesempatan ini peneliti juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE, M.Si, dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Dr. Fadli, SE, M.Si , selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan selama penulisan skripsi ini.
4. Bapak Liasta Ginting, SE, M.Si, selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.
5. Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, M.M, selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.
6. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah banyak mengajarkan dan berbagi ilmu kepada peneliti selama masa perkuliahan.
7. Kepada saudara-saudara terkasih, yaitu abang Fuad, dan Adek Afif yang senantiasa mendoakan, memberi semangat, sehingga peneliti dapat menyelesaikan perkuliahan.
8. Sahabat-sahabat terbaik peneliti : Dita, Falam, Uni, Oyok, Wita, Ecoy, Nisa, Adel, Tiwi, Tasya, Lulu, Micel dan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan Program Studi Manajemen Ekstensi stambuk 2017 yang telah memberikan semangat dan dukungan kepada peneliti yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
Peneliti menyadari bahwa penyajian skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu peneliti menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga karya penelitian skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi banyak pihak.
Medan, Oktober 2019 Peneliti,
Lely Khairuna Hasibuan 17052112
v DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 8
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Manfaat Penelitian ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Definisi Digital Marketing ... 10
2.2 Tagline (Slogan) ... 11
2.2.1 Definisi Tagline (Slogan) ... 11
2.2.2 Tujuan Tagline ... 12
2.2.3 Fungsi Tagline ... 13
2.2.4 Tagline Yang Efektif ... 13
2.3 Responsiveness (Daya Tanggap) ... 14
2.3.1 Pengertian Responsiveness (Daya Tanggap) .... 14
2.3.2 Indikator Responsiveness (Daya Tanggap) ... 16
2.4 Keputusan Pembelian ... 16
2.4.1 Pengertian Keputusan Pembelian ... 16
2.4.2 Proses Keputusan Pembelian ... 17
2.4.3 Dimensi Keputusan Pembelian ... 18
2.4.4 Indikator Keputusan Pembelian ... 19
2.5 Penelitian Terdahulu ... 20
2.6 Kerangka Konseptual ... 23
2.7 Hipotesis ... 25
BAB III METODE PENELITIAN ... 26
3.1 Jenis Penelitian ... 26
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 26
3.3 Batasan Operasional ... 26
3.4 Operasionalisasi Variabel ... 27
3.5 Skala Pengukuran Variabel ... 28
3.6 Populasi dan Sampel ... 29
3.6.1 Populasi ... 29
3.6.2 Sampel ... 29
3.7 Jenis Data dan Sumber Data ... 31
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 31
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 32
3.9.1 Uji Validitas ... 32
3.9.2 Uji Reliabilitas ... 33
3.10 Analisis Data ... 34
3.10.1 Analisis Deskriptif ... 34
3.10.2 Analisis Regresi Linier Berganda ... 34
3.11 Uji Asumsi Klasik ... 35
3.11.1 Uji Normalitas ... 35
3.11.2 Uji Heteroskedastisitas ... 36
3.11.3 Uji Multikolinearitas ... 36
3.12 Koefisien Determinasi (R2) ... 37
3.13 Uji Hipotesis ... 37
3.13.1 Uji Signifikasi Simultan (Uji Statistik-F) ... 37
3.13.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik-t) ... 38
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 39
4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 39
4.2 Teknik Analisis Data ... 40
4.2.1 Analisis Deskriptif ... 40
4.2.2 Deskripsi Jenis Kelamin Responden ... 40
4.2.3 Deskripsi Usia Responden ... 41
4.2.4 Deskripsi Frekuensi Responden Melakukan Pembelian ... 41
4.3 Analisis Deskriptif Jawaban Responden ... 42
4.3.1 Tagline ... 42
4.3.2 Responsiveness ... 44
4.3.3 Keputusan Pembelian ... 45
4.4 Analisis Linear Berganda ... 47
4.5 Uji Asumsi Klasik ... 48
4.5.1 Uji Normalitas ... 48
4.5.2 Uji Heteroskedastisitas ... 50
4.5.3 Uji Multikolinieritas ... 51
4.6 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 52
4.7 Uji Hipotesis ... 52
4.7.1 Uji Simultan (Uji-F) ... 52
4.7.2 Uji Signifikan Parsial (Uji-t) ... 53
4.8 Pembahasan ... 54
4.8.1 Pengaruh Tagline Terhadap Keputusan Pembelian ... 54
4.8.2 Pengaruh Responsiveness Terhadap Keputusan Pembelian ... 55
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 56
5.1 Kesimpulan ... 56
5.2 Saran ... 56
DAFTAR PUSTAKA ... 63
vii
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
1.1 Platform E-Commerce Paling banyak Dikunjungi Di Indonesia
Tahun 2018 ... 6
2.1 Penelitian Terdahulu ... 20
3.1 Definisi Operasional Variabel ... 28
3.2 Instrumen Skala Likert ... 29
3.3 Hasil Uji Validitas ... 33
3.4 Hasil Uji Reabilitas ... 34
4.1 Deskripsi Jenis Kelamin Responden ... 40
4.2 Deskripsi Usia Responden ... 41
4.3 Deskripsi Frekuensi Responden Melakukan Pembelian JD.id ... 42
4.4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Tagline ... 43
4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Responsiveness ... 44
4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian ... 46
4.7 Hasil Uji Analisis Linear Berganda ... 48
4.8 Hasil Uji One-Sample Kolomogrov-Smirnov ... 50
4.9 Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser ... 51
4.10 Hasil Uji Multikolinieritas ... 51
4.11 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 52
4.12 Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji-F) ... 52
4.13 Hasil Uji Signifikan Pengaruh Parsial (Uji-t) ... 53
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman
1.2 Grafik Pertumbuhan Pengguna Internet Tahun 1998- 2018 ... 1
1.3 Keluhan Konsumen JD.id Tahun 2017-2019 ... 7
2.1 Kerangka Konseptual ... 25
4.1 Hasil Uji Normalitas Histogram Hipotesis ... 49
4.2 Hasil Uji Normalitas P-P Plot Hipotesis ... 49
ix
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
1 Kuesioner Penelitian ... 57
2 Daftar Distribusi Jawaban Responden ... 63
3 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 69
4 Deskriptif Responden ... 67
5 Analisis Deskriptif Jawaban Responden ... 68
6 Analisis Regresi Linier Berganda... 69
7 F Tabel dan t Tabel ... 70
1.1 Latar Belakang
Era globalisasi pertumbuhan ekonomi serta perkembangan teknologi di Indonesia berkembang sangat baik, hal itu didukung dengan adanya internet.
Internet dapat memberikan kemudahan kepada penggunanya tidak perlu melakukan tatap muka secara langsung untuk berbagai aktifitas, seperti mencari informasi, berkomunikasi serta menjadi sarana berbelanja. Menurut Kusnandar (2018) pengguna internet di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Berikut ini adalah gambar grafik pertumbuhan pengguna internet dari tahun 1998 - tahun 2018:
sumber : https://databoks.katadata.co.id
Gambar 1.1
Grafik Pertumbuhan Pengguna Internet Tahun 1998 - Tahun 2018 Berdasarkan Gambar 1.1 grafik tersebut menunjukkan hasil survei pertumbuhan pengguna internet mengalami kenaikan setiap tahunnya. Berdasarkan hasil survei APJI jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2018 bertambah
2018
2
27,91 juta (10,12 persen) menjadi 171,18 juta jiwa. Artinya penetrasi pengguna internet di tanah air meningkat menjadi 64,8 V dari total penduduk yang mencapai 264,16 juta jiwa.
Pertumbuhan pengguna internet tersebut mendorong terjadinya suatu potensi besar terciptanya e-commerce atau perdagangan elektronik. E-commerce merupakan salah satu strategi bisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan melakukan transaksi bisnis secara online melalui internet. Oleh sebab itu, peluang untuk menjalankan bisnis secara online semakin terbuka bagi pelaku bisnis di Indonesia sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk menciptakan keinginan konsumen dalam menggunakan produk baik berupa barang maupun jasa, juga menjalin hubungan yang dekat antara perusahaan dan konsumen.
Terdapat berbagai macam e-commerce yang sedang berkembang di Indonesia saat ini diantaranya Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, JD.id, dll. Keragaman bisnis e-commerce menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat. Oleh karena itu, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis dalam jangka panjang berbagai macam strategi pemasaran dilakukan oleh perusahaan untuk menarik perhatian dan minat konsumen terhadap barang yang diproduksinya.
Strategi dalam pemasaran banyak berkaitan dengan komunikasi.
Periklanan merupakan suatu bentuk khusus dari komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran. Agar dapat menjalankan fungsi pemasaran kegiatan periklanan tentu saja harus lebih dari sekedar memberikan informasi kepada masyarakat. Periklanan seharusnya mampu membujuk masyarakat supaya
berperilaku sedemikian rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan untuk mencetak penjualan dan keuntungan. Periklanan sendiri harus mampu mengarahkan konsumen untuk membeli suatu produk dimana oleh departemen periklanan telah dirancang sedemikian rupa, sehingga diyakini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pembeli.
Penayangan iklan di media tujuannya adalah untuk memperkenalkan suatu produk termasuk membujuk calon konsumen agar termotivasi untuk melakukan pembelian. Iklan merupakan salah satu bauran promosi yang digunakan sebagai alat pengantar untuk membentuk sikap konsumen. Untuk tujuan tersebut maka iklan harus dirancang sekreatif mungkin sehingga dapat menimbulkan sifat yang komunikatif dan persuasif.
Iklan merupakan arus informasi satu arah yang terjadi dalam rangka mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran barang atau jasa. Terjadinya pertukaran barang dan jasa tentunya harus dibarengi dengan strategi pemasaran. Salah satu media promosi dalam mencapai sasaranya mempengaruhi konsumen, maka iklan harus mampu memberikan kesan yang mendalam terhadap konsumen. Suatu perusahaan khususnya perusahaan yang menggunakan iklan sebagai media promosi baik melalui media cetak ataupun elektronik biasanya bersaing dalam membuat tagline atau slogan untuk produknya.
Hal ini dilakukan agar pesan yang disampaikan menimbulkan kesan mendalam dan mudah diingat dalam kampanye iklan yang sering digunakan adalah tagline.
Dalam bidang komunikasi pemasaran, tagline atau slogan memang sering kali digunakan perusahaan-perusahaan dalam mempromosikan produk-produk
4
yang akan dilempar ke pasaran, namun seberapa efektif dan efisien strategi ini masih belum pasti karena banyak perusahaan yang tetap tidak bisa meningkatkan penjualan akan produknya. Ada juga beberapa penelitian yang menganggap bahwa variable tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumennya.
Penggunaan tagline dalam iklan merupakan suatu hal yang sudah lazim dan banyak dilakukan, diharapkan dengan tagline tersebut mampu memberikan kesan yang mendalam sehingga mudah diingat oleh konsumen. Kesan yang timbul terhadap konsumen ini diharapkan mampu mengingat pesan serta informasi yang disampaikan melalui tagline tersebut. Dengan tagline diharapkan mampu meningkatkan sikap keputusan membeli dalam diri konsumen.
JD.id adalah salah satu e-commerce yang menggulirkan satu kampanye pemasaran yang ber-tagline #DijaminOri, didedikasikan untuk seluruh pelanggannya di Indonesia. Tagline ini dipilih dari kondisi industri e-commerce di Indonesia yang secara umum menawarkan hal yang sama, mulai dari ragam pilihan produk, harga yang paling murah, hingga ongkos kirim gratis, namun tidak dibarengi dengan keaslian produk. JD.id adalah perusahaan mal online yang beroperasi di Jakarta, yang merupakan anak perusahaan dari JD.com, JD.com juga dikenal sebagai JingDong Mall.
JD.id mulai beroperasi di Indonesia sejak Oktober 2015 dan memulai kampanye #DijamiOri ini pada 08 September 2017. JD.id melakukan kampanye ini karena mereka menganggap masih banyak e-commerce yang menjual produk tidak orisinil seperti sepatu, pakaian, tas, bahkan barang elektronik. Menurut Sari
(2017), pasar produk palsu di Indonesia termasuk besar. (3,8 persen obat-obatan, 8,5 persen makanan dan minuman, 12,6 persen kosmetik, 33,5 persen software, 37,2 persen barang-barang kulit. 38,9 persen pakaian dan 49,4 persen tinta printer) dan menjadi penyebab kerugian sebesar Rp 65,1 triliun perekonomian nasional pada tahun 2014. Di era digital ini produk palsu banyak didistribusikan melalui e- commerce karena konsumen tidak dapat melihat secara langsung barang yang akan dibelinya. Semua detail tentang produk mengenai bentuk, ukuran, fungsi, kelengkapan, keaslian dan harga sudah tercantum di website dan aplikasi. Oleh karena itu JD.id menegaskan bahwa hanya menjual menjual produk orisinil dikarenakan banyaknya e-commerce yang menjual produk palsu.
Selain melakukan kampanye pemasaran, JD.id juga menggunakan sistem curated marketplace yaitu pasar yang terkurasi, artinya JD.id hanya bekerja sama dengan produsen atau distributor utama (jika barang impor) dan tidak bekerja sama dengan pedagang perorangan, jadi kualitas dan keaslian produk bisa lebih terkontrol. Saat ini produk-produk yang dijual di JD.id terbagi dalam 13 kategori, mulai dari gadget, perlengkapan ibu dan bayi, komputer dan laptop, kamera, gaming, produk gaya hidup, fashion, perlengkapan rumah, groceries, voucher, otomotif, sampai produk-produk kesehatan dan kecantikan. Menurut Rizal (2018) JD.id membuat peringkat lima besar kategori berdasarkan penjualan tertinggi, yang tertinggi diraih oleh ponsel, tablet dan aksesoris, diurutan kedua alat rumah tangga dan elektronik. Diurutan ketiga kebutuhan sehari-hari dan kesehatan, diurutan keempat laptop dan desktop dan diurutan kelima perlengkapan ibu, bayi dan anak-anak.
6
Menurut Penalosa (2018), berdasarkan total pengunjung desktop dan mobile web, JD.id termasuk kedalam deretan 7 platform e-commerce paling banyak dikunjungi di Indonesia. Berikut merupakan gambar platform e-commerce paling banyak dikunjungi di Indoneisa tahun 2018:
Tabel 1.1
Platform E-Commerce Paling Banyak Dikunjungi Di Indonesia Tahun 2018 - 2019
2019 Kuartal I (Januari -
Maret)
Kuartal II (April - Juni)
Kuartal III (Juli - September)
Kuartal IV (Oktober - Desember)
Kuartal I (Januari - Maret) 1 Tokopedia 117,000,000 111,484,100 153,639,700 168,000,000 137,200,900 2 Bukalapak 93,589,900 85,138,900 95,932,100 116,000,000 115,256,600 3 Shopee 34,510,800 30,843,400 38,882,000 67,677,900 74,995,300 4 Lazada 118,000,000 49,990,700 36,405,200 58,288,400 52,044,500 5 Blibli 45,940,100 29,044,100 31,303,500 43,097,200 32,597,200 6 JD.id 13,211,700 11,269,000 11,401,500 16,978,200 10,656,900 7 Zalora 5,205,500 3,841,100 3,505,300 5,518,600 4,343,000
TOKO ONLINE NO
PENGUNJUNG WEB PER KUARTAL TAHUN 2018 - 2019 2018
sumber : https://iprice.co.id
Pada Tabel 1.1 menunjukan bahwa jumlah pengunjung JD.id pada pada kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun 2018 mengalami penurunan jumlah pengunjung, kemudian pada kuartal keempat tahun 2018 mengalami peningkatan jumlah pengunjung dan di tahun 2019 pada kurtal pertama terjadi penurunan jumlah pengunjung sebanyak 6.321.200 pengunjung. JD.id masih jauh tertinggal dibandingkan dengan e-commerce lain seperti tokopedia, bukalapak, shopee, lazada dan blibli.
Berdasarkan hasil wawancara pada 30 orang mahasiswa (responden) Universitas Sumatera Utara, 14 dari 30 responden tidak mengetahui tagline
#DijaminOri JD.id dan tidak pernah membeli produk JD.id. Dari 14 responden tersebut bahwasannya ada yang menyatakan tagline JD.id tidak menarik dan tagline tersebut tidak berpengaruh terhadap keputusan membeli produk ataupun
mengunjungi website JD.id.
Penurunan pengunjung pada JD.id ini juga dapat disebabkan oleh beberapa hal lain, kemungkinan diantaranya yaitu kurangnya daya tanggap (responsiveness) customer service JD.id dalam mengatasi keluhan konsumen. Berikut ini adalah gambar mengenai keluhan konsumen JD.id tahun 2017- 2019 :
Sumber : https://mediakonsumen.com
Gambar 1.3
Keluhan Konsumen JD.id Tahun 2017-2019
Pada Gambar 1.3 menunjukkan bahwa daya tanggap (Responsiveness) JD.id dalam mengatasi keluhan konsumen masih kurang memuaskan. Keluhan konsumen mengenai kualitas layanan JD.id akan menyebabkan menurunnya minat beli konsumen untuk membeli produk tersebut, dengan adanya kesediaan perusahaan melayani konsumen dengan cepat, maka akan sangat mempengaruhi keputusan
8
pembelian konsumen. Menurut peneliti yang dilakukan oleh Parmin (2015), pelanggan akan sangat puas jika dilayani dengan cepat, paling lambat pelanggan akan direspon 1 x 24jam. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya peningkatakan kualitas layanan khususnya daya tanggap akan berdampak kepada keputusan pembelian.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Tagline #DijaminOri dan Responsiveness Terhadap Keputusan Pembelian JD.id Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah Tagline #DijaminOri dan Responsiveness secara simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara?
2. Apakah Tagline #DijaminOri secara parsial berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara?
3. Apakah Responsiveness secara parsial berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara?
1.3 Tujuan Penelitian
Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan dapat memberikan tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Tagline #DijaminOri dan Responsiveness terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
2. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Tagline #DijaminOri terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
3. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Responsiveness terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. Bagi Manajemen JD.id
Sebagai bahan masukan dan tambahan informasi bagi perusahaan JD.id khususnya pemasaran regional Medan untuk mengetahui Efektivitas Tagline
#DijaminOri dan Responsiveness berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
2. Bagi Peneliti
Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai sejauh mana Efektivitas Tagline #DijaminOri dan Responsiveness terhadap Keputusan Pembelian JD.id pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
3. Bagi Pihak Lain
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan ataupun referensi untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang produk ini ataupun yang berhubungan dengan penelitian sejenis.
10 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Digital Marketing
Menurut Purwana (2017) bahwa konsep digital marketing berasal dari internet dan mesin pencari (search engines) pada situs. Ketika puncak penggunaan internet di tahun 2001, pasar didominasi oleh Google dan Yahoo sebagai search engine optimization (SEO). Dan penggunaan pencarian melalui internet berkembang pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 penggunaan perangkat mobile meningkat drastis yang juga meningkatkan penggunaan internet di masyarakat dari berbagai penjuru dunia mulai berhubungan satu sama lain melalui media sosial.
Menurut Chaffey (2015), digital marketing atau pemasaran digital memiliki arti yang hampir sama dengan pemasaran elektronik (e-marketing), keduanya menggambarkan manajemen dan pelaksanaan pemasaran menggunakan media elektronik, jadi yang dimaksud digital marketing adalah penerapan teknologi digital yang membentuk saluran online (channel online) ke pasar (website, e-mail, database, digital TV dan melalui berbagai inovasi terbaru lainnya termasuk di dalamnya blog, feed, podcast, dan jejaring sosial) yang memberikan kontribusi terhadap kegiatan pemasaran yang bertujan untuk mendapat keuntungan serta membangun dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan selain itu mengembangkan pendekatan yang terencana untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsumen, kemudian menyatukan komunikasi yang ditargetkan dengan pelayanan online sesuai kebutuhan masing-masing individu atau pelanggan yang spesifik. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan digital marketing adalah
mencapai tujuan pemasaran melalui penerapan teknologi dan media digital.
2.2 Tagline (Slogan)
2.2.1 Definisi Tagline (Slogan)
Tagline atau slogan ialah bagian dari iklan yang bertujuan agar iklan tersebut mudah diingat oleh konsumen. Tagline secara tradisional bisa juga diartikan sebagai “Jingles” atau slogan. Tagline adalah lini yang ekspresif yang digunakan untuk mendramatisir emosi dan fungsional dari merek bagi para pelanggan dan pelanggan potensial. Tagline memberitahu konsumen bagaimana mereka diharapkan akan merasakan tentang merek tersebut. Menurut Yektiningsih (2010), sebuah tagline harus dibuat dengan memahami product insight dan consumer insight. Setelah proses tersebut dilewati munculah product positioning.
Product positioning biasanya muncul dalam bahasa marketing. Kemudian bahasa marketing tersebut diterjemahkan dalam bahasa konsumen dan terciptalah tagline.
Tagline yang berkembang dalam budaya populer dibutuhkan untuk menyederhanakan suatu pemahaman. Tagline itu harus mudah diingat, pemilihan kata yang simple dan singkat (Soebroto, 2013)
Pengenalan tagline baru biasanya dilakukan melaluin program above the line (ATL) berupa penayangan iklan diberbagai media massa cetak dan elektronik.
Tagline adalah salah satu atribut dalam sistem identitas, berupa satu kata atau lebih yang menggambarkan esensi, personality maupun positioning brand. Menurut Rustan (2009), seorang penulis dan ahli brand tagline mendefinisikan tagline sebagai susun kata yang ringkas (biasanya tidak lebih dari tujuh kata), diletakkan mendampingi logo dan mengandung pesan brand yang kuat ditujukan kepada
12
audience tertentu. Selain slogan, tagline juga dikenal dengan istilah motto. Tagline juga disebut slogan/motto, yakni sebuah frase yang menyertai nama merek untuk mengartikan dengan cepat positioning dan brand statement kedalam beberapa kata yang mudah diingat yang menyampaikan penawaran merek, janji dan posisi sejajar (Chiaravalle & Schenck, 2015).
Menurut Chairiawaty (2012), penyampaian tagline/slogan dalam iklan dianjurkan menggunakan kata-kata yang pantas, secara proporsional, yang mudah dicerna oleh pihak lain, dan tidak menimbulkan interpretasi yang bermacam- macam. Usia pemakaian sebuah tagline pada suatu brand tidak selamanya, karena tagline seringkali diganti untuk menyesuaikan perkembangan pasar dan gaya.
Selain itu tagline harus efektif, karena tagline turut berfungsi membentuk brand image di benak publik dan bukan hanya sebagai tambahan/pemanis.
Berdasarkan beberapa pengertian dari para ahli maka dapat disimpulkan bahwa tagline merupakan suatu frase pendek atau singkat yang menyertai logo atau nama merek untuk menyampaikan inti pesan dari suatu produk dan tujuan dari sebuah merek atau perusahaan kepada konsumen dan audience (masyarakat) luas yang mewakili apa yang ingin mereka atau perusahaan sampaikan dengan menciptakan frase yang mudah diingat.
2.2.2 Tujuan Tagline
Menurut Diandra (2016), tujuan utama dari tagline sendiri ialah untuk merangsang minat pembeli terhadap suatu produk. Selain itu, sebuah tagline memberikan gambaran akan tujuan dan maksud dari suatu bisnis tersebut. Menurut Altstiel & Grow (2006), Tujuan utama dari tagline adalah untuk membangun atau
memperkuat merek, dalam melakukan hal ini, tagline harus melakukan hal-hal berikut:
1. Menyediakan kontinuitas untuk periklanan, tagline salah satunya komponen umum dari suatu periklanan multimedia yang bisa menjadikan iklan berbeda serta tagline yang baik telah melalui perubahan dalam strategi perikalanan.
2. Memperoleh kejelasan mengenai suatu produk dengan menyiratkan suatu pesan produk.
2.2.3 Fungsi Tagline
Menurut Andini (2016), keberhasilan tagline dalam menjalankan fungsinya dapat diukur dengan 3 indikator, yaitu :
1. Familiarity (Keakraban)
Tagline mudah diingat dan mudah dikenali oleh konsumen ketika ditayangkan di telivisi serta konsumen menyadari jika terdapat perubahan dalam tagline iklan tersebut.
2. Differentiation (Perbedaan)
Perbedaan yang menjadi ciri khas yang dari produk-produk pesaing lainnya.
Tagline yang dimiliki produk iklan sesuai dengan harapan konsumen.
3. Message of Value (Pesan dan Nilai)
Sejauh mana efek pesan iklan yang disampaikan itu dapat menarik perhatian, dimengerti, dipahami, membangkitkan emosi dan menggerakkan sasarannya untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
2.2.4 Tagline Yang Efektif
Tagline yang baik (efektif) memiliki kualitas tertentu yang membuatnya
14
dapat bekerja dan bermanfaat bagi sebuah merek produk. Kualitas tersebut membuat tagline mudah di kenali dan diingat konsumen dan menjadikannya abadi. Menurut Chiaravalle & Schenck (2015), menjelaskan bahwa tagline yang hebat memiliki sejumlah atribut umum. Yakni dengan memenuhi kriteria sebagai berikut:
1 It’s memorable, ketika mendengarnya, mengingatnya, dan mengulangnya dengan mudah.
2 It’s short, tagline yang hebat memiliki sedikitnya sepuluh suku kata sehingga mereka cepat untuk dibaca, mudah diselipkan disamping logo, dan cukup pendek untuk dimasukkan dalam komunikasi singkat.
3 It conveys a brand’s point of difference (Menyampaikan titik pembeda merek).
4 It differentiates a business from all others, tagline yang hebat begitu unik sehingga tidak bekerja ketika dikaitkan dengan merek pesaing.
5 It reflects the brand’s identity, character, promise, and personality (mencerminkan identitas merek, karakter, janji, dan kepribadian).
6 It’s believable and original (terpercaya dan asli).
2.3 Responsiveness ( Daya Tanggap )
2.3.1 Pengertian Reponsiveness ( Daya Tanggap )
Menurut Tjiptono & Chandra (2016), daya tanggap merupakan kemampuan pengecek online untuk memberikan informasi yang tepat kepada pelanggan sewaktu timbul masalah, memiliki mekanisme untuk menangani pengembalian produk dan menyediakan garansi online.
Menurut Ho & Y (2007), dimensi Responsiveness diukur berdasarkan
ketepatan waktu dari sebuah website yang merespons customer dalam sebuah lingkungan online, seperti bagaimana menjawab pertanyaan dari customer dengan cepat dan efisien atau bagaimana kebutuhan dan komplain dari customer dapat direspons melalui email secara sopan. Masalah-masalah tersebut secara konsep merupakan komponen dari dimensi responsiveness.
Pada pelayanan, kemampuan untuk segera mengatasi kegagalan secara profesional dapat memberikan persepsi yang positif terhadap kualitas pelayanan.
Adapun bentuk kepedulian tersebut dapat dilakukan baik melalui pencapaian informasi atau penjelasan-penjelasan ataupun melalui tindakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Daya tanggap dalam E-service ialah persepsi konsumen untuk mendapatkan tanggapan maupun bantuan dengan cepat ketika mempunyai masalah atau pertanyaan (Swaid & Wigand, 2009).
Menurut Zeithaml & Bitner (2002), Responsiveness Adalah kecepatan dari pelayanan melalui media elektronik yang diterapkan oleh perusahaan meliputi waktu kerja dari customer service serta kecepatan respon dari customer service.
Ketanggapan (responsiveness) yaitu respon yang cepat dan kemampuan untuk membantu jika terdapat masalah atau pertanyaan (Parasuraman, 2005).
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan kesigapan dan kemauan adalah bentuk kepedulian kepada pelanggan. Daya tanggap merupakan suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggan dan daya tanggap memiliki mekanisme untuk menangani pengembalian produk, dan menyediakan garansi online.
Daya tanggap merupakan dimensi yang penting dalam kualitas layanan,
16
baik kualitas layanan offline maupun kualitas layanan online. Responsiveness mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk menyediakan informasi kepada pelanggan ketika terjadi masalah, memiliki mekanisme menanggani pengembalian dan memberikan jaminan daring (Zeithaml & Bitner, 2002).
2.3.2 Indikator Responsiveness ( Daya Tanggap )
Daya Tanggap (Responsiveness) yaitu suatu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayana yang cepat (Responsif), dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian imformasi yang jelas. Membiarkan pelanggan tampa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.
Menurut Tjiptono (2012), Indikator kualitas pelayanan Daya tanggap Responsiveness yaitu:
1. Merespon keluhan konsumen dan memberikan informasi dengan cepat.
2. Menangani pengembalian produk
3. Menyediakan garansi online kepada konsumen.
2.4 Keputusan Pembelian
2.4.1 Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian dalam suatu bisnis merupakan hal yang diharapkan oleh perusahaan terhadap konsumen atas produk yang dihasilkannya setelah melalui tahap-tahap pertimbangan. Menurut Schiffinan & Kanuk (2009) keputusan pembelian adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, harus tersedia
beberapa alternatif pilihan.
Menurut Alma (2011), bahwa keputusan pembelian merupakan suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi, politik, budaya, produk, harga, lokasi, promosi, physical evidence, people dan process, sehingga membentuk suatu sikap pada konsumen untuk mengolah segala informasi dan mengambil kesimpulan yaitu respon yang muncul berupa produk apa yang akan dibeli. Sedangkan menurut Tjiptono (2011), keputusan pembelian adalah pemilihan satu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah proses evaluasi dan sikap konsumen untuk mengolah data menjadi respon untuk melakukan pembelian (Tjiptono, 2011).
Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk merupakan suatu tindakan yang lazim dijalani oleh setiap individu konsumen ketika mengambil keputusan membeli. Keputusan membeli atau tidak membeli merupakan bagian dari unsur yang melekat pada diri individu konsumen yang disebut behavior, dimana ia merujuk kepada tindakan fisik yang nyata.
2.4.2 Proses Keputusan Pembelian
Menurut Kotler (2016), proses pengambilan keputusan pembelian melalui lima tahapan:
1. Problem recognition (pengenalan kebutuhan)
Pada tahap ini, konsumen menyadari adanya suatu masalah atau kebutuhan yang harus diselesaikan atau dipenuhi. Kebutuhan dapat dipicu oleh faktor internal, seperti rasa lapar, haus, dan faktor eksternal seperti iklan atau melqalui
18
obrolan dengan orang lain.
2. Information research (pencarian informasi)
Konsumen mencari sebanyak-banyaknya informasi atas alternatif-alternatif pilihan akan barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan .
3. Evaluation of alternatives (evaluasi alternatif)
Informasi yang telah didapat oleh konsumen akan diproses untuk dievaluasi dengan melihat dari manfaat dan solusi tertentu dari produk atau jasa yang akan dibeli, yang memiliki kriteria sesuai.
4. Purchace decision (keputusan pembelian)
Pada tahap ini konsumen telah menetapkan pilihan pada satu alternatif dan melakukan pembelian.
5. Postpurchase decision (perilaku setelah membeli)
Pada tahap setelah pembelian dan menggunakan produk, maka terdapat kesan atau pengalaman yang dirasakan oleh konsumen. Hal itu akan mendorong konsumen menentukan sikapnya terhadap produk tersebut dimasa yang akan datang.
2.4.3 Dimensi Keputusan Pembelian
Menurut Kotler (2016), mengemukakan bahwa ada enam dimensi yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian yaitu:
1. Keputusan pemilihan produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli produk atau jasa untuk berbagai tujuan, dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada konsumen yang berminat untuk membeli produk yang
mereka tawarkan.
2. Keputusan merek yang dipilih
Konsumen harus memutuskan merek dari produk atau jasa yang akan dibeli, karena setiap produk dan jasa memiliki perbedaan tersendiri.
3. Keputusan toko yang dipilih
Konsumen mengambil keputusan tentang penyalur yang akan digunakan.
4. Keputusan mengenai jumlah
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk atau jasa yang akan dibelinya pada suatu saat.
5. Keputusan mengenai waktu pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu bisa berbeda-beda. Misalnya ada yang berkunjung setiap hari, satu bulan sekali, atau bahkan satu tahun sekali.
6. Keputusan mengenai cara pembayaran
Konsumen dalam melakukan pembelian produk atau jasa pasti harus melakukan pembayaran. Pada saat inilah konsumen menentukan cara pembayaran yang sesuai keinginannya.
2.4.4 Indikator Keputusan Pembelian
Menurut Thomson (2013) ada 4 indikator dalam keputusan pembelian yaitu:
1. Sesuai kebutuhan.
2. Mempunyai manfaat.
3. Ketepatan dalam membeli produk.
4. Pembelian berulang.
20
2.5 Penelitian Terdahulu
Adapun penelitian terdahulu yang digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No. Nama
(Tahun) Judul
Penelitian Metode
Analisis Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan 1 Eric Kurnia
Abdillah, Derriawan, Djoharsyah Mx. (2019)
Pengaruh Tagline dan Celebrity Endorser Terhadap Brand Awareness dan
Dampaknya terhadap Behavioural Intention Produk Kuku Bima Ener-G di Wilayah Jakarta
Analisis Jalur (Path Analysis)
Terdapat pengaruh yang signifikan antara tagline dan celebrity endorser secara bersama- sama terhadap brand awareness, sedangkan tagline dan celebrity endorser terhadap behavioural intention tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan hasil penelian antara brand awareness terhadap behavioural intention produk Kuku Bima Ener-G terdapat pengaruh yang signifikan
Variabel bebas : Tagline
Variabel bebas : Celebrity Endorser
Variabel terikat : Brand Awareness dan
Behavioural Intention
Metode Analisis : Analisis Jalur (Path Analysis)
Lanjutan Tabel 2.1
No. Nama (Tahun)
Judul Penelitian
Metode Analisis
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan 2 Siti
Roykhanah (2018)
Pengaruh Tagline Shopee Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya
Analisis korelasi product moment
Variabel tagline shopee secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya
Variabel bebas : Tagline
Variabel terikat : Keputusan pembelian
Metode Analisis : Analisis korelasi product moment
3 Putri Megawati (2017)
Pengaruh Celebrity Endorser, Word Of Mouth Dan Tagline Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Brand Awareness Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Pengguna Ponsel OPPO
Analisis regresi berganda
Variabe;
celebrity endorser dan tagline berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui brand awareness.
Selain itu, kesimpulan lain yang juga dihasilkan dalam penelitian ini yaitu word of mouth tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui brand awareness.
Variabel bebas : Tagline
Variabel terikat : Keputusan pembelian
Metode Analisis : Analisis regresi berganda
Variabel bebas : Celebrity Endorser, Word Of Mouth
Variabel terikat : Brand Awareness
22
Lanjutan Tabel 2.1
No. Nama (Tahun)
Judul Penelitian
Metode
Analisis Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan 4 Putri
Oktaviani Rahayu Lestari (2017)
Pengaruh Celebrity Endorser, Tagline Dan Citra Merek Terhadap Kesadaran Merek Konsumen Facial Foam Pond’s Di Smk Al- Makmur Ciganjur Jakarta Selatan)
Analisis regresi berganda
Variabel celebrity endorser, tagline dan citra merek secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran merek pada konsumen facial foam Pond’s di SMK Al-Makmur Ciganjur, Jakarta Selatan
Variabel bebas : Tagline
Metode Analisis : Analisis regresi berganda
Variabel bebas : Celebrity Endorser dan Citra Merek
Variabel terikat : Kesadaran Merek
5 Ramadhani Dwi Lestari (2017)
Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian produk di Gulai Kepala Ikan Bank Jo
Analisis regresi berganda
Variabel harga dan kualitas pelayanan bepengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk di Gulai Kepala Ikan Bank Jo.
Variabel terikat : Keputusan Pembelian
Metode Analisis : Analisis regresi berganda
Variabel bebas : Harga dan Kualitas Pelayanan
6 M
Kholilurroh man (2016)
Efektivitas Tagline Aqua dan
pengaruhnya pada Brand Awareness dan Keputusan Pembelian Aqua di kota Malang
Analisis Jalur (Path Analysis)
Variabel tagline secara simultan berpengaruh terhadap brand awareness sedangkan brand awareness secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian
Variabel bebas : Tagline
Variabel terikat : Keputusan pembelian
Metode Analisis : Analisis Jalur (Path Analysis)
Variabel terikat : Brand Awareness
Lanjutan Tabel 2.1
No. Nama (Tahun)
Judul Penelitian
Metode
Analisis Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan 7 Roki
Trianda Putra (2016)
Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Depot Air Minum Isi Ulang Bening Di Barung - Barung Balantai Kabupaten Pesisir Selatan
Analisis regresi berganda
Variabel bukti fisik (Tangible), kehadalan (Reliability), daya tanggap
(Responsiveness), jaminan
(Assurance) dan empati (Emphaty) mempunyai pengaruh
signifikan terhadap kepuasan
pelanggan
Variabel bebas : Responsive ness
Metode Analisis : Analisis regresi berganda
Variabrl bebas : Tangible, Reliability, Assurance, Empaty
Variabel terikat : Kepuasan pelanggan
8 Michelle Pusura Putri Kosasih (2016)
Keandalan, Daya
Tanggap Dan Empati Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Di Princess Cosmetic
Analisis regresi berganda
Variabel keandalan dan daya tanggap berpengaruh positif terhadap
keputusan pembelian, sedangkan variabel empati berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian
Variabel bebas : Daya tanggap
Variabel terikat : Keputusan pembelian
Metode Analisis : Analisis regresi berganda
Variabel bebas : Keandalan dan Empati
2.6 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu. Kerangka konseptual adalah pondasi utama dimana proyek penelitian itu ditujukan, dimana kerangka konseptual menghubungkan
24
secara teoritis antara variabel bebas dan variabel terikat.
Tagline merupakan bagian dari iklan yang bertujuan agar iklan tersebut dapat mudah diingat oleh konsumen. Tagline dalam suatu iklan memegang peranan penting. Tagline adalah kalimat singkat sebagai penutup teks inti yang menyimpulkan secara singkat tujuan komunikasi suatu iklan. Tagline merupakan cara mengungkapkan pesan pendek agar mudah dipersepsi konsumen dengan positif. Tagline digunakan untuk memperkuat kemampuan iklan dalam mengeksekusi (mencapai sasarannya) yaitu mempengaruhi konsumen untuk menggunakan produk yang diiklankan.
Dengan adanya tagline dalam sebuah iklan, maka akan sangat membantu masyarakat untuk mengingat merek dari produk yang ditawarkan. Jadi tagline merupakan sederetan kalimat atau ungkapan kreatif yang mudah diingat dan mampu mempresentasikan keseluruhan pesan iklan dari perusahaan kepada konsumen atau masyarakat, yang meliputi merek dan karakter produknya, dalam rangka proses penanaman konsep terhadap produk secara positif ke dalam benak konsumen, sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut.
Responsiveness (Daya Tanggap) yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi kesigapan karyawan dalam melayani konsumen, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan konsumen. Kesigapan karyawan dalam membantu konsumen dan memberikan layanan akan mempermudah konsumen dalam menikmati produk jasa, sehingga pelanggan akan merasa puas jika menerima pelayanan yang sesuai dengan harapan, sebaliknya
pelanggan akan merasa tidak puas jika menerima pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan. Daya tanggap yang sesuai dengan harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat digambarkan kerangka konseptual yang diajukan adalah sebagai berikut:
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual
2.7 Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara berdasarkan rumusan masalah yang kebenarannya akan diuji dalam pengujian hipotesis.
Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Tagline dan Responsiveness berpengaruh secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian JD.id Pada Universitas Sumatera Utara.
2. Tagline berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keputusan pembelian JD.id Pada Universitas Sumatera Utara.
3. Responsiveness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian JD.id Pada Universitas Sumatera Utara.
Responsiveness Tagline
Keputusan Pembelian
26 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2012). Tagline sebagai variabel independen (X1), Responsiveness sebagai variabel independen (X2) dan keputusan pembelian variabel dependen (Y).
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Dr. T. Mansur No. 9, Kampus Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2019 sampai Agustus 2019.
3.3 Batasan Operasional
Batasan operasional variabel digunakan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan dalam penelitian. Batasan operasional penelitian ini adalah mengenai Pengaruh Tagline dan Responsiveness Terhadap Keputusan Pembelian JD.id Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
1. Variabel bebas (independent) yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain, dimana:
X1 = Tagline
X2 = Responsiveness
2. Variabel Y yaitu variabel yang berpengaruh dan di pengaruhi variabel
independen dan variabel dependen terhadap faktor yang di amati, dimana:
Y = Keputusan Pembelian
3.4 Operasionalisasi Variabel
Untuk menjelaskan variabel yang diidentifikasi, maka perlu definisi operasional dari masing – masing variabel sebagai upaya pemahaman dalam penelitian. Definisi operasional yaitu suatu definisi yang diberikan pada suatu variabel dengan memberikan arti dari membenarkan kegiatan atau suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi variabel yang diteliti adalah sebagai berikut :
1. Variabel Tagline (X1)
Tagline adalah frasa pendek,singkat dan mudah diingat oleh Mahasiswa Universitas Sumatera Utara untuk mempengaruhi keputusan dalam membeli produk JD.id. Skala pengukuran yang digunakan ialah skala Likert.
2. Variabel Responsiveness (X2)
Responsiveness yaitu kemampuan pelayanan JD.id untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert.
3. Variabel Keputusan Pembelian Ulang (Y)
Keputusan Pembelian merupakan serangkaian proses yang dilewati oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara dalam mengambil suatu keputusan untuk membeli suatu produk JD.id. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert.
28
Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Operasional
Variabel Indikator Skala
Pengukuran Tagline
(X1)
Tagline adalah frasa pendek,singkat dan mudah diingat oleh Mahasiswa Universitas Sumatera Utara untuk mempengaruhi keputusan dalam membeli produk JD.id
1. Familiarity 2. Differentiation
3. Massage of value
Likert
Responsiveness (X2)
Responsiveness yaitu kemampuan pelayanan JD.id untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
1. Merespon keluhan konsumen dan memberikan informasi dengan cepat.
2. Menangani
pengembalian produk
3. Menyediakan garansi online kepada konsumen
Likert
Keputusan
pembelian (Y) Keputusan pembelian merupakan
serangkaian proses yang dilewati
Mahasiwa Universitas Sumatera Utara dalam mengambil sebuah keputusan untuk membeli produk JD.id
1. Sesuai kebutuhan.
2. Mempunyai manfaat.
3. Ketepatan dalam membeli produk.
4. Pembelian berulang.
Likert
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Skala pengukuran variabel adalah kesepakatan yang digunakan sebagai acuan pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan akan menghasilkan data kuantitatif. Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Sugiyono (2012), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pada penelitian ini responden memilih salah satu dari jawaban yang tersedia, kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. Total skor inilah yang akan ditafsir sebagai posisi responden dalam
Skala Likert. Kriteria pengukuran untuk variabel adalah sebagai berikut : Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
No Alternatif Jawaban Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Ragu – ragu (RG) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian 3.6.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2012) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i Universitas Sumatera Utara yang mengenal produk JD.id, pernah melakukan pembelian produk JD.id dan tidak diketahui jumlahnya.
3.6.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel diambil dengan rancangan sampel nonprobabilitas dengan teknik pengambilan snowball sampling yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar (Sugiyono, 2012).
Menurut Supramono & Haryanto (2005)untuk menentukan jumlah sampel dari populasi yang tidak diketahui dapat menggunakan rumus:
30
𝒏 = 𝒁𝜶𝟐 (𝒑)(𝒒) (𝒅)𝟐 Keterangan:
Bila α maka 0,01 Zα = 2,58 Bila α maka 0,05 Zα = 1,96 Bila α maka 0,01 Zα = 1,67 n = jumlah sampel
Zα = nilai standar normal yang besarnya tergantung α p = estimator proporsi populasi yang sesuai kriteria sampel q = proporsi populasi yang sesuai kriteria sampel (1-p) d = penyimpangan yang ditolerir (10 persen)
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada 30 Mahasiswa Universitas Sumatera Utara ditemukan bahwa 16 orang mengenal produk dan pernah melakukan pembelian produk JD.id (53 persen) p= 0,53, dan 14 orang lainnya (47 persen) q= 0,47 belum mengenal produk dan belum pernah membeli produk JD.id. Berdasarkan α = 0,05 dengan menggunakan rumus tersebut maka dapat diperoleh jumlah sampel sebagai berikut:
𝑛 =(1,96)2 (0,53)(0,47) (0,1)2
= 95, 694256 = 96 orang
Berdasarkan uraian yang telah di kemukakan maka jumlah responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 96 orang. Untuk mencari 96 responden caranya dengan teknik pengambilan snowball sampling, yaitu pertama- tama di pilih satu atau dua orang , tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa
lengkap terhadap data yang di berikan, maka peneliti mencari orang lain yang di pandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang di berikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.. Adapun kriteria yang sudah penulis tetapkan adalah mengetahui tagline JD.id dan pernah melakukan pembelian produk JD.id.
3.7 Jenis dan Sumber Data
Menurut Situmorang & Lutfi (2018), jenis data yang dilakukan penelitian adalah :
1. Data Primer
Data primer (primary data) yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan / suatu organisasi secara langsung dari obyek yanbg diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interviu, observasi.
2. Data Sekunder
Data sekunder (secondary data) yaitu data yang diperoleh/dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Data sekunder dalam penelitian ini adalah teori-teori dan data yang bersumber dari buku-buku dan majalah-majalah.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.
Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan akan memberi respon atas pertanyaan tersebut.
32
2. Studi dokumentasi dilakukan dengan meneliti dokumen-dokumen dan bahan tulisan dari perusahaan, data dari buku-buku, jurnal, internet, dan sumber data lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.9.1 Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner merupakan data yang valid atau tidak. Uji validitas pada penelitian ini dilakukan di Universitas Sumatera Utara kepada 30 mahasiswa (responden) diluar sampel. Menurut Situmorang & Lutfi (2018), uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai rhitung (Correlated Item-Total Correlation) dengan nilai rtabel. Adapun kriteria penilaian dalam uji validitas yaitu:
1. Jika rhitung ≥ rtabel maka pernyataan dinyatakan valid.
2. Jika rhitung < rtabel maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
Berdasarkan survei tersebut, kuisioner diberikan kepada 30 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling yaitu mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan untuk menguji valid atau tidaknya seluruh pertanyaan yang digunakan dalam kuisioner yaitu variabel Tagline dan Responsiveness terhadap Keputusan Pembelian. Pada α = 0,05, n = 30; df = n-2
=30-2 = 28 diperoleh rtabel = 0,361.
Pada Tabel 3.3 terlihat bahwa seluruh butir pernyataan adalah valid, di mana nilai rhitung pada Corrected Item-Total Correlation pada keseluruhan butir adalah lebih besar dari nilai rtabel (0,361) sehingga diperoleh 15 pernyataan valid yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian