1 1.1. Latar Belakang
PT. Lestari Karya Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kemasan karton bergelombang / packaging, dimana perusahaan ini memproduksi box kemasan tersebut sesuai order dari perusahaan lain (job order). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995, menempati areal seluas 29.170 m2 yang berlokasi di jalan Mastrip IX kilometer 1,3 Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Produk yang dihasilkan oleh PT. Lestari Karya Makmur merupakan produk kemasan yang terintegrasi dari bahan baku kertas karton yang diproduksi menjadi single face, sheet corrugated boxes (kotak karton bergelombang), offset printing and packaging, paper product (PE - laminate paper, food packaging, paperbag, stationary, dll.), pulp product (eggtray, layer, fruit display, chip board, etc.). Bahan baku yang dipergunakan dalam pembuatan sheet corrugated boxes (kotak karton bergelombang) adalah kertas gelondongan dengan lebar tertentu (antara 90 cm hingga 180 cm). Jenis kertas yang digunakan pada umumnya adalah jenis kertas kraft dan jenis kertas medium, sedangkan untuk box dengan warna dasar putih menggunakan jenis kertas white kraft. Ketebalan karton (tebal gelombang) yang dihasilkan juga bervariasi, yakni E-Flute (EF) dengan tebal 1,6 mm, B-Flute (BF) dengan tebal 3,1 mm, C-Flute (CF) dengan tebal 4,0 mm dan BC-Flute (BC) dengan tebal 7 mm.
PT. Lestari Karya Makmur membagi proses produksi dalam 2 bagian, yaitu bagian corrugating dan converting. Sedangkan untuk bagian persiapan sebelum proses produksi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian persiapan karet, persiapan pisau dan persiapan tinta. Pada bagian corrugating, bahan baku berupa gelondongan kertas akan diproses menjadi sheet (karton dengan lapisan tengah yang bergelombang) dengan ukuran tertentu. Sedangkan pada bagian converting, sheet tersebut akan diolah lebih lanjut. Bagian converting ini memiliki banyak mesin, antara lain mesin Flexo (mesin printing), mesin Die-cut, mesin Wax, mesin Slitter, mesin Stiching dan ada mesin Glue. Kebanyakan, sheet yang dihasilkan
dari proses corrugating akan selalu melewati mesin Flexo, kemudian baru ke mesin lainnya seperti ke mesin Stiching, mesin Die cut atau mesin Glue. Setelah melalui bagian converting, maka sheet yang telah diproses menjadi box tersebut akan di simpan di gudang penyimpanan bahan jadi untuk selanjutnya dikirimkan kepada pelanggan.
PT. Lestari Karya Makmur telah menetapkan target produksi untuk setiap mesin dalam proses produksi. Perhitungan target produksi tersebut digunakan untuk mengukur kinerja dari setiap mesin atau sekelompok mesin pada setiap shift-nya. Pada umumnya, perhitungan target produksi / shift kerja perusahaan menggunakan ketentuan sebagai berikut:
[ waktu produksi – (jumlah OPI x waktu setting mesin) ] x RPM mesin (1.1) dimana :
- Untuk waktu produksi bersih per shift adalah 7 jam (420 menit) sedangkan untuk lembur adalah 11 jam (660 menit).
Perusahaan beroperasi dalam 2 shift, dimana regu yang bekerja dalam tiap shift dinamakan regu A dan regu B (bergantian tiap minggu) :
- Shift 1 : pukul 07.00 – 15.00 ; istirahat 1 jam.
lembur 07.00 – 19.00 ; istirahat 1 jam.
- Shift 2 : pukul 15.00 – 23.00 ; istirahat 1 jam.
lembur 19.00 – 07.00 ; istirahat 1 jam.
- OPI = Order Produksi Interen ; berisi keterangan tentang order.
- Waktu setting mesin adalah waktu untuk mengganti order yang telah diselesaikan dengan order baru (downtime yang diijinkan / ditargetkan oleh perusahaan).
- RPM (Revolution per Minute) mesin adalah banyaknya putaran mesin yang terjadi dalam satu menit. Hal ini dapat dikonversikan sebagai jumlah produk yang dihasilkan oleh suatu mesin dalam satu menit.
Target produksi yang telah ditetapkan perusahaan seringkali tidak tercapai.
Oleh sebab itu, dalam penelitian ini pencapaian target produksi yang diinginkan adalah sebesar 95 % ke atas. Sehingga dalam analisa produktivitas nantinya, mesin yang tidak dapat mencapai angka utilitas sebagai pengukur produktivitas
sebesar 95 % adalah mesin yang akan difokuskan untuk ditingkatkan produktivitasnya.
Target produksi yang tidak tercapai ini tentunya berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan, dimana tidak tercapainya target produksi ini disebabkan oleh masih banyaknya aktivitas non produktif yang dialami oleh suatu mesin selama proses produksinya. Perusahaan seringkali menyebut aktivitas non- produktif ini sebagai “hambatan”. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses produksi sangat bervariasi pada setiap mesin, ada yang disebabkan oleh mesin itu sendiri ataupun dari faktor manusia ataupun dari faktor yang lain. Apabila hambatan yang terjadi selama proses produksi ini dapat diminimalisasi / dikurangi, maka waktu untuk melakukan kegiatan produksi (aktivitas produktif) juga akan bertambah banyak. Sehingga dengan bertambah banyaknya waktu yang digunakan untuk berproduksi ini, diharapkan agar jumlah output barang yang dihasilkan juga bertambah besar, yang berarti bahwa angka produktivitas juga akan meningkat.
Mengingat produktivitas adalah hal yang penting bagi suatu perusahaan, maka langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas juga amat penting. Hal ini terutama diperlukan untuk mesin Flexo, yang menjadi titik sentral perhatian pengelola perusahaan pada saat ini. Dengan hal tersebut diharapkan bila produktivitas pada mesin Flexo meningkat, maka rantai proses produksi di perusahaan juga akan stabil dan menunjang untuk proses setelah mesin Flexo itu sendiri.
1.2 Perumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan ditas, maka permasalahan yang ingin diselesaikan dalam penelitian Tugas Akhir dalam bentuk magang kerja ini adalah bagaimana cara melakukan perbaikan untuk meningkatkan angka produktivitas pada setiap mesin, terutama pada mesin Flexo di PT. Lestari Karya Makmur ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
a. Mengetahui dan menganalisa penyebab terjadinya hambatan yang terjadi selama proses produksi di mesin Flexo yang berpengaruh terhadap naik turunnya tingkat produktivitas perusahaan.
b. Memberikan usulan perbaikan dan usaha-usaha yang dapat dilakukan (perencanaan perbaikan) berkaitan dengan cara mengatasi hambatan yang terjadi selama proses produksi terutama di mesin Flexo, sehingga produktivitas perusahaan dapat mengalami peningkatan.
1.4 Batasan Masalah
Untuk memfokuskan pembahasan masalah agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian Tugas Akhir ini, maka ditetapkan beberapa batasan masalah, yaitu :
a. Analisa produktivitas hanya dilakukan pada mesin yang berproduksi secara kontinu (setiap hari berproduksi), agar angka produktivitas dan jenis hambatan yang diperoleh lebih valid.
b. Langkah penelitian yang dilakukan untuk usulan perbaikan akan lebih diperdalam pada mesin Flexo, mengingat mesin Flexo adalah titik sentral perhatian pengelola perusahaan dan untuk memenuhi permintaan dari pihak perusahaan.
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan Tugas Akhir.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab ini berisi uraian dan kajian mengenai teori-teori yang relevan dengan pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi langkah-langkah dan juga metode-metode yang dilakukan dalam penyusunan Tugas Akhir.
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini berisi data-data yang dikumpulkan selama penelitian Tugas Akhir dan serta penerapan dari teori-teori dan metode-metode yang digunakan dalam pengolahan data.
BAB V ANALISA DATA
Bab ini berisi analisa dari hasil pengolahan data dan penyesuaian batasan masing-masing data yang digunakan.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian Tugas Akhir beserta saran-saran perbaikan yang dapat diberikan sebagai masukan kepada pihak perusahaan.