• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Kediri, 22 September 2016 Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Kediri, 22 September 2016 Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

i

(2)

ii PENGESAHAN

(3)

iii KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirrabbil ‘alamiin dan salam sejahtera saya ucapkan sebagai ungkapan rasa syukur kami atas tersusunnya Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat (RENSTRA-PPM) LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri sebagai standart yang meliputi hasil, isi, proses, penilaian, pelaksanaan, sarana dan prasarana, pengelolahan dan pendaanan serta pembiyaaan PPM selama kurun waktu 2016-2020.

RENSTRA-PPM secara umum bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, untuk menciptakan suatu kehidupan akademik yang memiliki quality assurance dan kehidupan research kesehatan, serta menjadi masyarakat kampus yang ilmiah berlandaskan visi, misi, dan tujuan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri yang mampu berkembang dan bersifat responsif.

Selesainya RENSTRA-PPM ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan ini. Mudah-mudahan segala bantuan yang telah diberikan mendapat banyak pembelajaran. Semoga RENSTRA-PPM ini bermanfaat bagi pengembangan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat yang bersifat kewilayahan melalui peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan kesehatan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Kediri, 22 September 2016

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Ns, Yohanes Andy R. S.Kep., M.Kep., CWCS

(4)

iv DAFTAR ISI

PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

BAB II LANDASAN PENGEMBANGAN PPM ... 3

2.1. Analisis Kondisi PPM LP2M IIK Bhakti Wiyata Kediri ...4

2.2. Ruang Lingkup Standart Nasional PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri ...13

BAB III GARIS BESAR RENSTRA-PPM IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI ... 16

3.1. Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan PPM ...16

3.2. Strategi dan kebijakan LP2M dalam PPM ...16

BAB IV PROGRAM, KEGIATAN, DAN INDIKATOR KINERJA ... 18

4.1. Program dan Jenis Kegiatan PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri ...18

4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan ...23

4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM ...28

BAB V POLA PELAKSANAAN, PEMANTAUAN, EVALUASI DAN DISEMINASI ... 39

5.1. Rencana Pendanaan PPM ...39

5.2. Perkiraan Dana yang Dapat Diperoleh ...42

5.3. Pola Pemantauan dan Evaluasi Implementasi RENSTRA-PPM IIK Bhakti Wiyata setiap tahun ...42

5.4. Pola Diseminasi Hasil Kegiatan PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri ...42

BAB VI PENUTUP ... 43

(5)

v DAFTAR TABEL

Tabel 1 Sarana Pendukung Kegiatan PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri... 7

Tabel 2 Kelengkapan Standar Operational Procedure (SOP) PPM ... 11

Tabel 3 Hasil Analisis SWOT IIK Bhakti Wiyata Kediri ... 11

Tabel 4 Rencana pendanaan PPM ... 39

Tabel 5 Perkiraan dana PPM yang dapat diperoleh ... 42

(6)

vi DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Grafik PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri ... 4 Gambar 2 Struktur Organisasi LP2M IIK Bhakti Wiyata Kediri... 9 Gambar 3 Strategi Pengembangan PPM di IIK Bhakti Wiyata Kediri ... 17

(7)

1 BAB I

PENDAHULUAN

Insitut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri sebagai institusi kesehatan memiliki kewajiban dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM). PPM merupakan salah satu komponen dalam tri dharma perguruan tinggi yang merupakan tugas dan tanggung jawab setiap komponen civitas akademika dan tenaga kependidikan di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti wiyata Kediri. Kegiatan PPM Insitut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat terkait bidang kesehatan yang bersifat kewilayahan, terintegrasi, sinergistik dan melembaga sesuai dengan roadmap penelitian Insitut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dan RPJM Kediri.

Dalam upaya mewujudkan tercapainya tujuan yang sesuai tujuan pendidikan nasional, visi dan misi, maka diperlukan adanya Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat (RENSTRA-PPM) yang diharapkan dapat menjadi landasan, acuan, dan pijakan utama dalam menentukan kebijakan operasional yang harus dilaksanakan dalam menjalankan peran LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri serta bagi seluruh civitas akademika pelaksanan PPM di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

RENSTRA-PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri merupakan arah kebijakan dalam pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berlaku selama 5 tahun (2016-2020). RENSTRA-PPM mencakup prinsip pengembangan yang akan memberikan nuansa dan arahan pengabdian kepada masyarakat di masa yang akan datang. RENSTRA-PPM secara umum bertujuan meningkatkan dan mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menciptakan suatu kehidupan akademik yang memiliki quality assurance dan kelangsungan research university, serta menjadi masyarakat kampus yang ilmiah berlandaskan visi, misi, dan tujuan yang mampu berkembang dan menjawab tantangan jaman. Selain itu, peningkatan dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi terukur, terpadu, dan produktif, serta diharapkan menjadi perguruan tinggi yang memiliki link and match antara produktivitas pendidikan dengan kebutuhan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Penetapan kebinekaan intelektual dapat dilihat melalui SDM yang dimiliki oleh Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri yang beranekaragam riwayat pendidikan yang dilakukan pembentukan pusat studi sesuai bidang minat dan bersinergi dengan roadmap. Penetapan kemitraan, program serta sumber dana diatur melaui Standart Operasional Prosedur LP2M.

(8)

2 Alur penyusunan RENSTRA-PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dibentuk melalui roadmap pengabdian, penyusunan program kerja, penyiapan sumber daya dan tata kelola, agar tujuan PPM dapat tercapai. Penyusunan RENSTRA-PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri mengkolaborasikan strategi top-down dan bottom-up. Strategi top down yang dimaksud dalam penyusunan RENSTRA-PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri disusun berdasarkan:

1. Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi

2. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

3. Peraturan Menteri Ristek-Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang 4. Standar Nasional Pendidikan Tinggi

5. Renstra Kemenristek-Dikti 2015 – 2019

6. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019 7. RPJMD PROVINSI Jawa Timur 2014-2019

8. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Kediri

9. Rencana Induk Pengembangan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri 10. RENSTRA Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Adapun yang dimaksud dengan strategi bottom up adalah bahwa penyusunan RENSTRA-PPM disusun dengan memperhatikan potensi Sumberdaya pelaksana, sehingga pelaksanaan PPM Institusi dapat menjawab serta memperhatikan isu global, isu Nasional, isu wilayah dalam membangun desa mandiri berbasis kesehatan, serta rencana pembangunan jangka mengengah pemerintahan provinsi Jawa Timur dan kota serta kabupaten Kediri dalam membangun kesejahteraan kesehatan.

(9)

3 BAB II

LANDASAN PENGEMBANGAN PPM

Visi dan Misi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Visi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri :

Menjadi Perguruan Tinggi unggulan dan global di bidang IPTEK, berwawasan kebangsaan, kompetitif, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, berperan utama dalam penyelenggaraan pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat kepada manusia serta menghasilkan tenaga professional di bidangnya.

Misi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri :

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat bermutu unggul secara profesional, kreatif dan inovatif, kompeten dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga menghasilkan tenaga profesional kesehatan.

2. Menciptakan kehidupan kampus menjadi wahana pendidikan tinggi untuk membentuk masyarakat ilmiah yang santun dan berbudi luhur.

3. Mendayagunakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK), humaniora yang dimiliki melalui penelitian dan pengabdian masyarakat guna kesejahteraan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

4. Mempunyai wawasan global dalam pelaksanaan Tridharma dan pengembangan.

5. Mengembangkan sistem dan metode belajar/kuliah sesuai perkembangan IPTEK di bidang pendidikan tanpa melupakan kemampuan individu mahasiswa sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia belajar.

Visi dan Misi LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Visi LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Terwujudnya lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dinamis dan berorientasi pada pengembangan teknologi sebagai upaya peningkatan mutu pembangunan kesehatan.

Misi LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

1. Membangun budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, terstruktur, dan berkelanjutan.

2. Melakukan tata kelola dan pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada: (1) inkubasi herbal dan terapi komplementer;

(10)

4 (2) kesehatan ibu dan anak; (3) penyakit menular dan tidak menular serta kesehatan lingkungan; dan (4) manajemen pelayanan kesehatan.

3. Mamfasilitasi publikasi luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bereputasi.

4. Mengembangkan jalinan kerjasama kelembagaan, baik lokal, nasional, maupun internasional.

2.1. Analisis Kondisi PPM LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Riwayat dan Capaian PPM

Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri berkomitmen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat (PPM) untuk menjawab isu kewilayahan, juga tidak menutup mata akan perkembangan isu nasional dan global yang terjadi dan bersiap untuk berkontribusi dalam menjawab isu-isu tersebut Kegiatan PPM.

Kegiatan PPM sebelum adanya LP2M telah terlaksana secara mandiri oleh dosen- dosen, namun belum terdokumentasikan serta terorganisasi dengan baik.

Sejak didirikannnya LP2M pada tahun 2014, kegiatan PPM mulai diorganisasikan sebagai kegiatan rutin per tahun. Sumber pendaan kegiatan PMM dibedakan menjadi 2 sumber yaitu berasal dari pendaan internal (yayasan) dan pendanan eksternal (mitra yang bekerjasama atau lembaga lainnya).

Pada tahun 2016, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri mengajukan 3 proposal pengabdian kepada masyarakat untuk Hibah Kemenristek Dikti. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri melalui LP2M berkomitmen untuk meningkatkan usulan dan perolehan dana hibah pengabdian kepada masyarakat baik dari jumlah maupun kualitas kegiatan.

Gambar 1 Grafik PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri

Tahun 2014 Tahun 2015

Internal 37 40

Eksternal 4 12

100 20 3040 50

GRAFIK PPM

(11)

5 Peran Kerja LP2M

LP2M memiliki peran sejalan dengan arah pengembangan Institusi dan tuntutan kontribusi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri terhadap pembangunan bangsa di bidang kesehatan khususnya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dapat mendukung Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri untuk mencapai visi dan misi.

Secara struktural, posisi LP2M berada di bawah koordinasi Wakil Rektor III. Oleh karena itu, dalam melaksanakan kegiatannya L2PM berkonsultasi dan melaporkan hasil penelitian ke Wakil Rektor III. Tugas LP2M secara umum adalah memfasilitasi, mengkoordinasikan dan melakukan penelitian serta kegiatan PPM, serta terus melakukan pembangunan dan peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian dan PPM, dan melaksanakan penelitian multi-disiplin dan atau penelitian kolaboratif.

Kerjasama LP2M

Dalam pelaksanaan PPM, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri menyadari bahwa diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan tersebut. LP2M Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan bahwa kegiatan kerjasama dapat berjalan dengan lancar dan relevan terhadap perkembangan institusi secara keseluruhan.

Mutu kegiatan kerjasama dijaga dengan cara memiliki indikator yang jelas.

Kuantifikasi peningkatan kerja sama dengan institusi pemerintah dan swasta dilakukan dengan cara menghitung akumulasi MoU/MoA selama satu tahun yang ditambahkan dengan MoU atau MoA pada tahun sebelumnya yang belum kadaluarsa. Selanjutnya jumlah akumulasi MoU/MoA ini dibagi menjadi dua bagian yaitu realisasi kegiatan kerjasama dalam negeri dan realisasi kerjasama luar negeri.

Realisasi kerja sama yang menjadi bentuk kegiatan yang melibatkan civitas akademika dan lembaga mitra baik secara institusional maupun secara individu untuk PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri berupa kegiatan produktif dan kegiatan reseptif. Kegiatan produktif. Sampai saat ini, IIK Bhakti Wiyata Kediri telah menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi lain untuk mengadakan joint research dan PPM.

Kerjasama bidang PPM antara lain dilakukan oleh dosen dan mahasiswa kuliah kerja nyata, pendampingan guru-guru sekolah menengah, Dalam rangka meningkatkan pendapatan institusi dari dana kerjasama, maka terus digalang kerjasama dengan lembaga pemerintah, perbankan, maupun mitra industri.

Pendapatan universitas berupa pemberian sumbangan beasiswa maupun kegiatan

(12)

6 program CSR untuk peningkatan sarana prasarana maupun kegiatan kegiatan yang dilaksananakan oleh dosen maupun mahasiswa. Hingga saat ini LP2M telah memiliki dua mitra yaitu Lion dan Surabaya Grammar School yang menjadi donator dalam beberapa kegiatan pengabdian masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. IIK Bhakti Wiyata Kediri terus berkomitmen untuk membuka diri menjalin kemitraan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Guna menjamin keberlanjutan kerjasama institusi dengan pihak mitra, institusi selalu melakukan need assessment terhadap mitra yang sedang melakukan kerja sama dengan IIK maupun calon mitra kerja sama yang dibidik. Demikian juga telah membuat SOP kerja sama dalam negeri dan juga SOP kerja sama luar negeri.

SOP ini meliputi tata cara penerimaan tamu, tata carapengurusan ijin perjalanan dinas luar negeri, tata cara penandatanganan MoU, tatacara pembukaan program double degreedsb. SOP ini telah disosialisasikan baikdari tingkat universitas maupun unit. Untuk mengakomodasi pemangku kepentingan internasional, institusi menyediakan Kantor Urusan Internasional. memiliki komitmen yang kuat untuk menjalin dan menjaga kerjasamadengan institusi atau instansi dalam negeri dan luar negeri. Intensitas pelaksanaan kerjasama ditunjukkan oleh kurun waktu kerjasama dan keberlanjutan kerjasama. Untuk menjamin keberlanjutan kegiatan kerjasama, maka melalui LP2M berusaha agar setiap kerjasama memiliki MoU dan MoA. Selain itu serta terdapat upaya monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melihat tingkat produktivitas yang dihasilkan dari kegiatan kerjasama PPM.

Potensi yang dimiliki di bidang PPM

Pelaksanaan dan pengembangan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dapat terlaksana selain karena adanya kemitraan dengan pihak lain, juga karena adanya potensi di dalam Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri sendiri yang meliputi bidang sumber daya manusia, sarana prasarana, biaya, informasi dan manajemen organisasi.

1. Sumber Daya Manusia

Sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan, IIK Bhakti Wiyata Kediri memiliki sumber daya, yang mendukung terlaksananya pengabdian masyarakat.

Dosen di Institut Ilmu kesehatan Bhakti Wiyata Kediri berjumlah 111 orang.

2. Sarana

Sebagai institut pendidikan tinggi yang bergerak di bidang kesehatan, IIK Bhakti Wiyata Kediri dilengkapi dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut serta berbagai laboratorium dan direncanakan akan diadakan pembangunan gedung adipatma 7 lantai dengan fasilitas sarana dan prasarana yang lebih baik, yang fasilitasnya

(13)

7 dapat digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat Institut Ilmu kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Tabel 1 Sarana Pendukung Kegiatan PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri

No Sarana Pendukung Kegiatan PPM

1 Lab Sterilisasi 2 Lab Farmasetika 3 Lab Teknik Semi Solid 4 Lab Teknik Solida 5 Lab Kimia Kuantitatif 6 Lab Kimia Kualitatif 7 Lab Hematologi 8 Lab Kimia Klinik

9 Lab Analisis Makanan Dan Minuman 10 Lab Bakteriologi

11 Lab Serologi 12 Lab Resep 13 Lab Farmakognosi 14 Lab Instrumen 15 Lab Biologi Farmasi 16 Lab Analisa Obat 17 Lab Pediatri 18 Lab Terapi Latihan 19 Lab Ft B

20 Lab Sistohistopatologi 21 Lab Mikologi

22 Lab Assembling And Filling 23 Lab Kesehatan Masyarakat 24 Lab Mini Hospital 25 Lab RMIK

26 Lab Kdpk (Keterampilan Dasar Praktik Klinik) 27 Lab Anc (Antenatal Care)

28 Lab Inc (Intranatal Care) 29 Lab Pnc (Post Natal Care) 30 Lab Kb (Keluarga Berencana) 31 Lab Babies

32 Lab Children

33 Traditional Chinese Medicine Clinic 34 Lab Biokimia

35 Lab Obat Tradisional 36 Lab Parasitologi 37 Lab Anatomi Fisiologi 38 Lab Media

39 Lab Gizi

(14)

8

No Sarana Pendukung Kegiatan PPM

40 Lab Kimia Fisika 41 Lab Mikrobiologi 42 Lab Biomaterial

43 Lab Kedokteran Gigi Klinik 44 Lab X-Ray/ Radiologi Gigi 45 Lab Dental Simulator 46 Lab Porcelain Dan Logam 47 Lab Bagian Kering 1 48 Lab Bagian Kering 2 49 Lab Bagian Basah 50 Lab Informatika 51 Lab Audio Visual (Ava) 52 Lab Bahasa

Sarana pendukung kegiatan PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri selain berupa sarana laboratorium, juga terdapat sarana berupa desa mitra. Jumlah desa mitra IIK Bhakti Wiyata Kediri sampai tahun 2016 adalah sebanyak 9 desa yang berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Desa mitra tersebut meliputi Desa Datengan, Desa Kalipang, Desa Cerme, Desa Grogol, Desa Sonorejo, Desa Bakalan, Desa Gambyok, Desa Wonoasri, dan Desa Sumberejo.

3. Biaya

Sumber pembiayaan PPM dosen dapat bersumber dari institusi dan biaya eksternal.

Pelaksanaan PPM internal dilakukan selama satu tahun akademik, dimulai dari pengusulan proposal, masa advice proposal, review proposal, seminar proposal, pelaksanaan PPM, masa monitoring dan evaluasi, seminar, dan publikasi hasil.

Sumber pembiayaan eksternal dan pola kerjasama yang dibangun adalah pola kemitraan, baik dalam bentuk sharing sumber daya, kolaborasi, dan sharing pendanaan. Pelaksanaan PPM eksternal prosedur dan tahapan PPM disesuaikan dengan agenda dari pihak pemberi dana (Dikti-Kemendiknas, Kemenristek maupun pihak-pihak lainnya). Penyaluran dana PPM internal bagi dosen dianggarkan maksimal Rp. 3.000.000,00 tiap proposal.

Institusi terus mendorong dosen untuk mengikuti skim PPM pendanaan dari eksternal seperti penelitian Dikti-Kemendikbud, Kemenristek, dan Kementerian lain terkait yang dikompetisikan secara nasional. Iklim kompetisi tersebut juga telah dibudayakan oleh civitas akademik dalam mengikuti skim PPM internal.

4. Informasi dan Manajemen Organisasi

Kegiatan PPM di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri merupakan kegiatan terprogram yang diwadahi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian

(15)

9 kepada Masyarakat (LP2M) IIK Bhakti Wiyata Kediri. Adapun Struktur organisasi LP2M IIK Bhakti Wiyata Kediri adalah sebagai berikut.

Gambar 2. Struktur Organisasi LP2M IIK Bhakti Wiyata Kediri

Struktur organisasi LP2M pada gambar di atas menunjukkan bahwa LP2M dipimpin oleh seorang ketua, dibantu sekretaris dan lima kepala bagian. Berikut ini adalah tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian di struktur organisasi LP2M IIK Bhakti Wiyata Kediri.

Tugas Pokok dan Fungsi Ketua

1. Merencanakan dan menyusun program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

2. Menyelenggarakan dan mengkoordinasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

3. Menyelenggarakan diseminasi hasil penelitian

4. Bertanggung jawab meningkatkan pengembangan kapasitas sumber daya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

5. Mengevaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 6. Memberikan laporan dan bertanggung jawab kepada Rektor

Sekretaris

1. Menyusun rencana kerja kesekretariatan

2. Menyiapkan bahan kebijakan pedoman standarisasi pelayanan administrasi serta perencanaan evaluasi dan pelaporan

3. Mengkoordinasikan antara ketua dan kepala bagian 4. Menyiapkan bahan administrasi LP2M

5. Melakukan koordinasi internal LP2M

6. Membuat laporan tugas dan fungsi kepada Ketua LP2M Ketua Lembaga

Sekeretaris Lembaga

Kepala Bagian Mutu Penelitian

Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat

Kepala Bagian Kerjasama dan Publikasi

Kepala Bagian research

center

Kepala Bagian Komisi Etik

(16)

10 Bagian Mutu Penelitian

1. Mengelola penelitian;

2. Meningkatkan penjaminan mutu penelitian;

3. Menyiapkan dan mengelola basis data/database penelitian;

4. Mengelola dan mendata publikasi penelitian;

5. Mengelola Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) 6. Membuat laporan tugas dan fungsi kepada Ketua LP2M Bagian Pengabdian Masyarakat

1. Mengelola kegiatan pengabdian kepada masyarakat

2. Meningkatkan penjaminan mutu kegiatan pengabdian kepada masyarakat;

3. Mengelola dan mendata publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat;

4. Mengelola kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 5. Membuat laporan tugas dan fungsi kepada Ketua LP2M Bagian Kerjasama dan Publikasi

1. Meningkatkan mutu penelitian dan publikasi ilmiah pada jurnal ilmiah bereputasi melalui jejaring kerjasama dari para peneliti perguruan tinggi.

2. Membangun kerjasama antar perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

3. Memfasilitasi para dosen untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada media eksternal.

4. Membuat laporan tugas dan fungsi kepada Ketua LP2M Bagian Research Center

1. Melaksanakan inkubasi hasil penelitian 2. Melaksanakan mini- expo penelitian industri 3. Mengembangkan proposal penelitian industri

4. Menyusun tim kerja penelitian industri dan mekanisme kerja sama penelitian industri

5. Melaksanakan kegiatan penelitian-penelitian spesifik

6. Melakukan pemasaran penelitian dan hasil kepada lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan

7. Membuat laporan tugas dan fungsi kepada Ketua LP2M Komite Etik

1. Melakukan kajian aspek etik protocol penelitian kesehatan yang mengikutsertakan manusia sebagai subjek ynag hewan percobaan yang diajukan melalui LP2M IIK BW Kediri

2. Memberikan persetujuan etik (etichal clearance/ethical approval)

(17)

11 3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian yang telah

memperoleh persetujuan.

4. Menyelenggarakan pelatihan etik penelitian kesehatan serta melakukan sosialisasi pedoman etik penelitian kesehatan khususnya pada civitas akademika IIK BW Kediri

5. Membuat laporan tugas dan fungsi kepada Ketua LP2M

Manajemen PPM Institut llmu Kesehatan Bhakti Wiyata dilakukan melalui beberapa prosedur, yaitu pengajuan proposal PPM baik untuk hibah internal maupun eksternal, penetapan pemenang dana hibah PPM baik internal maupun eksternal, pelaksanaan PPM dan monitoring evaluasi, dan pelaporan hasil dan luaran PPM. Prosedur-prosedur tersebut diatur oleh Standar Operational Procedure (SOP) tercantum dalam Tabel 2.

Tabel 2 . Kelengkapan Standar Operational Procedure (SOP) PPM

No Komponen Ketersediaan SOP

Ada Tidak

1 Kegiatan pelatihan dan atau klinik proposal √ 2 Prosedur rekrutmen reviewer internal √

3 Prosedur evaluasi proposal √

4 Prosedur seminar pembahasan proposal √

5 Prosedur penetapan pemenang √

6 Proses kontrak pelaksanaan PPM √

7 Proses monitoring dan evaluasi internal √

8 Proses pelaporan hasil PPM √

9 Kegiatan seminar/pameran hasil PPM √

10 Proses penjaminan mutu √

11 Tindak lanjut hasil PPM √

12 Sistem penghargaan (reward dan punishment) √

5. Analisis SWOT PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Analisis SWOT merupakan hasil evaluasi diri mengenai kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang yang dimiliki oleh Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Hasil analisis SWOT ini selanjutnya dijadikan sebagai titik tolak penyusunan renstra PPM. Adapun hasil analisis SWOT terangkum pada Tabel 3.

Tabel 3 Hasil Analisis SWOT IIK Bhakti Wiyata Kediri

STRENGHT WEAKNESS

1. Penjaminan mutu dalam pengelolaan bidang penelitian dan pengabdian masyarakat dikoordinasi oleh Lembaga

1. Masih belum ada PPM dosen yang didanai dari dana hibah dana eksternal Kemenristek dikti 2. Kurang optimalnya kerjasama

(18)

12 Penjaminan Mutu (LPMI)

2. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas yang cukup baik dari tahun ke tahun

3. Tingginya komitmen Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bentuk dukungan dana penelitian dan pengabdian masyarakat 4. Penelitian dosen juga

dikembangkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sehingga terjadi jalinan yang harmonis dan saling menguatkan antara kegiatan pendidikan dan pengabdian pada masyarakat 5. Kegiatan PPM tidak hanya

dilakukan oleh dosen, namun juga dilakukan oleh mahasiswa

yang relevan dengan pihak eksternal dalam bidang pengabdian masyarakat.

3. Ragam program PPM yang belum variatif

OPPORTUNITY THREAT

1. Adanya anggaran dana-dana pengabdian kepada masyarakat baik secara internal maupun eksternal

2. Banyak kesempatan

mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat di jurnal terakreditasi

3. Adanya kemudahan akses informasi ilmiah yang disediakan oleh Dikti-Kemendukbud maupun instansi lain secara online 4. Terbukanya kerjasama kemitraan

dengan instansi lain dibidang 5. pengabdian kepada masyarakat

Ketatnya persaingan dalam memperoleh hibah kompetetif untuk aktivitas pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan dari Kemenristek Dikti.

(19)

13 2.2. Ruang Lingkup Standart Nasional PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti

Wiyata Kediri

1. Standar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan kriteria yang meliputi: a) minimal hasil PPM dalam menerapkan, mengamalkan, dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi guna memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa; b) hasil PPM dapat berupa penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan memanfaatkan keahlian sivitas akademik yang relevan, pemanfaatan teknologi tepat guna, bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau bahan ajar atau modul pelatihan untuk pengayaan sumber belajar.

2. Standar Isi Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan kriteria minimal tentang: a) kedalaman dan keluasan materi PPM mengacu pada standar hasil PPM yaitu bersumber dari hasil penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, b) hasil penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, memberdayakan masyarakat, teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, model pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomedasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, dan/atau industri.

3. Standar Proses Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan kriteria minimal tentang: a) kegiatan PPM yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan; b) kegiatan PPM dapat berupa pelayanan kepada masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang keahliannya, peningkatan kapasitas masyarakat; atau pemberdayaan masyaraka; c) PPM yang wajib mempertimbangkan standar mutu, menjamin keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, serta keamanan pelaksana, masyarakat, dan lingkungan; d) kegiatan PPM yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu dari bentuk pembelajaran harus mengarah pada terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan serta memenuhi ketentuan dan peraturan di perguruan tinggi; e) kegiatan PPM yang harus diselenggarakan secara terarah, terukur, dan terprogram.

4. Standar Penilaian Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan kriteria minimal penilaian terhadap: a) proses dan hasil pengabdian kepada masyarakat; b) penilaian proses dan hasil pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara terintegrasi dengan prinsip penilaian paling sedikit dari sisi edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan;

(20)

14 c) kesesuaian dengan standar hasil, standar isi, dan standar proses pengabdian kepada masyarakat; d) Pedoman Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi X ; e) tingkat kepuasan masyarakat, terjadinya perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada masyarakat sesuai dengan sasaran program, dapat dimanfaatkannya ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat secara berkelanjutan, terciptanya pengayaan sumber belajar dan/atau pembelajaran serta pematangan sivitas akademika sebagai hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta teratasinya masalah sosial dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan; f) dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan instrumen yang relevan, akuntabel, dan dapat mewakili ukuran ketercapaian kinerja proses dan pencapaian kinerja hasil pengabdian kepada masyarakat.

5. Standar Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan kriteria minimal yang meliputi: a) kemampuan pelaksana untuk melaksanakan PPM; b) wajib memiliki penguasaan metode penerapan keilmuan yang sesuai dengan bidang keahlian, jenis kegiatan, serta tingkat kerumitan dan kedalaman sasaran kegiatan yang ditentukan berdasarkan kualifikasi akademik dan hasil pengabdian kepada masyarakat; c) kemampuan pelaksana PPM untuk menentukan kewenangan melaksanakan PPM yang diatur dalam pedoman rinci yang dikeluarkan oleh LP2M.

6. Standar Sarana Dan Prasarana Pengabdian Kepada Masyarakat Merupakan kriteria minimal tentang: a) sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses PPM dalam rangka memenuhi hasil PPM yang ada di perguruan tinggi untuk memfasilitasi PPM yang terkait dengan penerapan bidang ilmu dari program studi yang dikelola perguruan tinggi dan area sasaran kegiatan; b) sarana dan prasarana PPM merupakan sarana perguruan tinggi yang dimanfaatkan juga untuk proses pembelajaran dan kegiatan penelitian serta harus memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan.

7. Standar Pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan kriteria minimal tentang: a) perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan PPM yang dilaksanakan oleh unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang bertugas untuk mengelola PPM dengan bentuk lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, atau bentuk lainnya yang sejenis sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan perguruan tinggi; b) kelembagaan yang wajib untuk menyusun dan mengembangkan rencana program PPM sesuai dengan rencana strategis PPM, serta menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal kegiatan pengabdian kepada masyarakat; c) kelembagaan yang dapat memfasilitasi pelaksanaan kegiatan PPM yang meliputi pelaksanaan pemantauan, evaluasi pelaksanaan, diseminasi hasil

(21)

15 PPM; d) kelembagaan yang dapat memfasilitasi kegiatan peningkatan kemampuan pelaksana pengabdian kepada masyarakat, memberikan penghargaan kepada pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang berprestasi, mendayagunakan sarana dan prasarana PPM pada lembaga lain melalui kerja sama; e) kemampuan lembaga untuk dapat melakukan analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat, serta menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dikelolanya ke pangkalan data simlitabmas.

8. Standar Pendanaan Dan Pembiayaan Pengabdian Kepada Masyarakat Merupakan kriteria minimal: a) sumber dan mekanisme pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada masyarakat melalui dana internal, pendanaan pemerintah, kerja sama dengan lembaga lain, baik di dalam maupun di luar negeri, atau dana dari masyarakat; b) pengelolaan PPM bagi dosen atau instruktur yang Pedoman Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi X digunakan untuk membiayai perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, pelaporan, serta diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat; c) mekanisme pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada masyarakat yag harus diatur berdasarkan ketentuan di perguruan tinggi; d) Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri wajib menyediakan dana pengelolaan termasuk peningkatan kapasitas pelaksana pengabdian kepada masyarakat

(22)

16 BAB III

GARIS BESAR RENSTRA-PPM INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI

3.1. Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan PPM Tujuan

1. Terbentuknya budaya pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, terstruktur, dan berkelanjutan.

2. Terbentuknya tata kelola dan pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada: (1) inkubasi herbal dan terapi komplementer; (2) kesehatan ibu dan anak; (3) penyakit menular dan tidak menular serta kesehatan lingkungan; dan (4) manajemen pelayanan kesehatan

3. Terfasilitasinya publikasi luaran pengabdian kepada masyarakat yang bereputasi.

4. Terbentuknya jalinan kerjasama kelembagaan, baik lokal, nasional, maupun internasional.

Sasaran

1. Meningkatnya jumlah dan kualitas luaran pengadian kepada masyarakat berupa buku ajar, prototype, karya seni, desain, model/modul, presentasi hasil pemikiran dalam forum ilmiah bertaraf lokal, nasional, internasional, Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI), teknologi tepat guna, maupun rekayasa sosial yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat.

2. Meningkatnya jumlah kegiatan PPM, joint research, dan angka partisipasi dosen yang terlibat dalam kegiatan PPM.

3. Meningkatnya jumlah dana yang diserap untuk kegiatan PPM baik dari sumber dana internal maupun eksternal.

4. Meningkatkan pemanfaatan internet dan sarana lain (e journal) sebagai sarana knowledge management untuk pemanfaatan, penyebaran dan publikasi hasil PPM.

3.2. Strategi dan kebijakan LP2M dalam PPM

Perencanaan di bidang PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri didasarkan pada kebutuhan minimal untuk mencapai keadaan ideal yang ingin dicapai per tahun.

Pentahapan pencapaian sasaran ini dirancang secara linear dengan mempertimbangkan pada kemampuan/potensi yang dimiliki saat ini. Secara garis besar peta strategi pengembangan PPM di Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri meliputi pengelolaan SDM penelitian, agenda penelitian, sumber dana dan outcome disajikan pada gambar 2.

(23)

17 Gambar 3 Strategi Pengembangan PPM di IIK Bhakti Wiyata Kediri

Adapun program strategi yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan budaya partisipasi dosen dalam mengikuti hibah PPM kompetitif.

2. Meningkatkan luaran penelitian berupa buku ajar dan prototype/karya seni/desain/model/rekayasa sosial, serta teknologi tepat guna.

3. Meningkatkan presentasi hasil PPM dalam forum ilmiah lokal, nasional maupun internasional.

4. Meningkatkan pengabdian yang berorientasi pada HKI.

5. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa, tenaga laboran, dan alumni dalam pengabdian dosen.

6. Menyelenggarakan pelatihan pembuatan proposal pengabdian untuk mengikuti hibah kompetitif.

7. Menyediakan dana hibah kompetitif internal.

8. Menyelenggakan pelatihan pembuatan naskah publikasi ilmiah.

9. Menyediakan dana publikasi

10. Meningkatkan dana kerjasama pengabdian 11. Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain.

Penggunaan Iptek

Input (Sumber daya)

Proses Dana

PPM Outcome

Kerja- sama SDM

Sarana pra- sarana

Pelaksanaan PPM terprogram

Sentrali sasi 100%

1. Publikasi 2. Peningkatan

kuantitas dan kualitas produk 3. Peningkatan

pemahaman dan keterampilan masyarakat 4. Peningkatan

kesehatan masyarakat 5. HAKI 6. Buku ajar Pelaksanaan

PPM insidental

(24)

18 BAB IV

PROGRAM, KEGIATAN, DAN INDIKATOR KINERJA

4.1. Program dan Jenis Kegiatan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Program strategis yang akan dilakukan ada sebanyak program, sesuai hasil analisis SWOT di bab 2. Berikut ini adalah program strategis beserta indikator yang sudah ditentukan dan diharapkan dicapai IIK Bhakti Wiyata Kediri selama lima tahun ke depan. Jenis indikator yang digunakan adalah indicator kinerja utama pengabdian (IKUP) yang telah ditentukan oleh Ristekdikti dan indicator tambahan yang ditentukan oleh IIK Bhakti Wiyata Kediri.

1. Meningkatkan dosen yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah dosen mengajukan proposal

pada hibah pengabdian kompetitif eksternal mono tahun (DRPM)

3 6 9 12 15

Jumlah dosen mendapatkan dana hibah pengabdian kompetitif eksternal mono tahun (DRPM)

0 2 4 6 8

Jumlah dosen mengajukan proposal pada hibah pengabdian kompetitif eksternal multi tahun (DRPM)

0 3 6 9 12

Jumlah dosen mendapatkan dana hibah pengabdian kompetitif eksternal multi tahun (DRPM)

0 1 2 3 4

Jumlah dosen mendapatkan dana hibah pengabdian kompetititf eksternal (Non-DRPM)

12 15 18 21 24

Jumlah dosen mendapatkan dana hibah pengabdian kompetitif internal

251 270 300 320 340

Angka partisipasi dosen dalam pengabdian (jumlah dosen melakukan pengabdian dibagi jumlah dosen tetap)

1.3 1.3 1.5 1.6 1.7

(25)

19 2. Meningkatnya mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada

masyarakat

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam

kegiatan PPM

502 540 600 640 680

Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN-PPM

274 300 320 340 360

3. Meningkatnya alumni yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah alumni yang terlibat dalam

kegiatan PPM

251 270 300 320 340

4. Meningkatnya staf administrasi yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah staf administrasi yang terlibat

dalam kegiatan PPM

251 270 300 320 340

5. Meningkatnya jumlah teknisi/laboran yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah teknisi/laboran yang terlibat

dalam kegiatan PPM

251 270 300 320 340

(26)

20 6. Meningkatkan kelayakan ruang kantor lembaga yang menangani

pengelolaan PPM di perguruan tinggi

Indikator Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun

2017 2018 2019 2020

Ruang pimpinan Memadai Memadai Memadai Memadai Sangat memadai Ruang

administrasi

Memadai Memadai Memadai Memadai Sangat memadai Ruang

penyimpanan arsip

Tidak ada Memadai Memadai Memadai Sangat memadai Ruang

pertemuan

Kurang Memadai

Memadai Memadai Memadai Sangat memadai Ruang seminar Tidak ada Memadai Memadai Memadai Sangat

memadai

7. Membentuk pusat studi/kajian

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Terbentuknya pusat studi inkubasi

herbal dan terapi komplementer

0 0 1 1 1

Terbentuknya pusat studi kesehatan ibu dan anak

0 1 1 1 1

Terbentuknya pusat studi penyakit menular dan tidak menular

0 1 1 1 1

Terbentuknya pusat studi gawat darurat dan manajemen bencana

0 0 1 1 1

8. Meningkatkan jumlah desa binaan

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020

Jumlah desa binaan 9 15 20 25 30

(27)

21 9. Meningkatkan jumlah mitra kerjasama

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah mitra kerjasama dengan

Perguruan Tinggi

11 15 20 25 30

Jumlah mitra kerjasama dengan Pemda

11 15 18 21 24

Jumlah mitra kerjasama dengan CSR industri swasta

6 10 15 20 25

Jumlah mitra kerjasama dengan rumah sakit

20 25 30 35 40

10. Menyediakan dana hibah kompetitif internal (dalam juta rupiah)

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah dana hibah internal yang

disediakan untuk satu tahun periode pengabdian

240 288 336 409 460

11. Meningkatkan pengabdian yang berorientasi pada HKI

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020

Jumlah pengajuan HKI 0 1 3 6 9

Jumlah Paten 0 0 1 2 3

Jumlah Paten sederhana 0 0 1 2 3

Jumlah Hak cipta 0 0 1 2 2

Jumlah Merek dagang 0 0 0 1 2

Jumlah Rahasia dagang 0 0 0 1 2

Jumlah Desain produk industri 0 0 0 1 2

Jumlah Indikasi geografis 0 0 0 1 2

Jumlah Perlindungan varietas tanaman 0 0 0 1 1

Jumlah Perlindungan topografi sirkuit terpadu

0 0 0 1 1

(28)

22 12. Meningkatkan luaran pengabdian berupa buku ajar dan prototype/karya

seni/desain/model/rekayasa sosial, serta teknologi tepat guna

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020

Jumlah buku ajar (ISBN) 0 1 3 6 9

Jumlah prototype/karya

seni/desain/model/rekayasa sosial

0 4 8 12 16

Jumlah teknologi tepat guna 0 1 3 6 9

13. Meningkatkan jumlah publikasi hasil pengabdian kepada masyarakat

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Jumlah artikel pada jurnal

internasional

0 2 4 6 8

Jumlah artikel pada jurnal nasional 0 3 6 9 12

Jumlah artikel pada jurnal lokal 0 5 10 15 20

Jumlah tulisan/berita dalam media masa internasional

0 0 1 2 3

Jumlah tulisan/berita dalam media masa nasional

0 2 4 6 8

Jumlah dosen yang menjadi pemakalah di forum ilmiah internasional

0 0 1 2 3

Jumlah dosen yang menjadi pemakalah di forum ilmiah nasional

0 3 6 9 12

Jumlah dosen yang menjadi pemakalah di forum ilmiah regional

0 5 10 15 20

14. Membentuk unit bisnis perguruan tinggi sebagai bentuk kerjasama dengan mitra

Indikator

Kondisi Awal (2016)

Capaian per tahun 2017 2018 2019 2020 Terbentuknya unit bisnis perguruan

tinggi

0 0 1 2 3

Peningkatan nilai revenue per tahun 0 0 1 2 3

(29)

23 4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Kemitraan

Kompetensi Pelaksana

Indikator kinerja sesuai KPI PT UMKM CSR Pemda

I Nasional Kurangnya penggunaan fitofarmaka sebagai alternatif obat untuk menjaga, memelihara, dan pengobatan.

1. Penyediaan sediaan fitofarmaka yang telah lolos uji keamanan praklinik dan klinik melalui beberapa penelitian 2. Membangun

kesadaran

masyarakat tentang pentingnya

fitofarmaka sebagai alternative obat

√ √

 D3 Ahli Teknik Gigi

 D3 Analis Farmasi dan Makanan

 D3 Farmasi

 D4 Traditional Chinese Medicine

 S1 Biologi

 S1 Farmasi

 S1 Kimia

 S1 Kedokteran Gigi

 S1

Laporan PPM, publikasi ilmiah, paten, dan jenis luaran lainnya

(30)

24 4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Kemitraan

Kompetensi Pelaksana

Indikator kinerja sesuai KPI PT UMKM CSR Pemda

Keperawatan II Global Angka

kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi

1. Peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak 2. Optimalisasi fungsi

pos pelayanan kesehatan

3. Peningkatan KIE kesehatan dengan penekanan kepada

promotif dan

preventif tanpa meninggalkan pendekatan kuratif dan rehabilitative 4. Peningkatan

kesehatan reproduksi

√ √

 D3 Kebidanan

 D3 Rekam Medis dan Informasi

 D3 Fisioterapi

 S1

Keperawatan

 S1 Kesehatan Masyarakat

Laporan PPM, publikasi ilmiah

Global Masalah gizi di negara berkembang

1. Membangun kesadaran

masyarakat tentang

√  D3 Kebidanan

 D3 Rekam Medis dan

Laporan PPM, publikasi

(31)

25 4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Kemitraan

Kompetensi Pelaksana

Indikator kinerja sesuai KPI PT UMKM CSR Pemda

termasuk Indonesia masih tinggi

masalah gizi salah (gizi buruk/obesitas) 2. Perbaikan status gizi

dengan pemanfaatan bahan local 3. Peningkatan status

gizi mikro

masyarakat 4. Perbaikan lifestyle

yang mendukung derajat kesehatan dan gizi.

Informasi

 D3 Fisioterapi

 S1

Keperawatan

 S1 Kesehatan Masyarakat

ilmiah

III RPJM Peningkatan lingkungan sehat

Pengaturan tata lingkungan sehat terkait dengan bisnis, usaha peternakan, pertanian, dan industri kecil di pemukiman

√ √ √ Kolaborasi

program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi

Laporan PPM, publikasi ilmiah

(32)

26 4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Kemitraan

Kompetensi Pelaksana

Indikator kinerja sesuai KPI PT UMKM CSR Pemda

Fakultas Kedokteran Gigi

Fakultas Sains Nasional Tingginya

prevalensi penyakit menular dan penyakit tidak menular.

1. Meningkatkan imunitas terhadap penyakit menular 2. Pemanfaatan

nutreaceutical untuk meningkatkan

imunitas dan

kesehatan

√ √

Kolaborasi program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi Fakultas Kedokteran Gigi

Fakultas Sains

Laporan PPM, publikasi ilmiah, paten, dan luaran lainnya

IV Wilayah Pelayanan kesehatan di Indonesia

Indonesia harus bisa mengukur pelayanan kesehatannya sendiri

√ √ √ √ Kolaborasi

program studi di:

Laporan PPM, publikasi

(33)

27 4.2. Program dan Jenis Kegiatan PPM Sinergistik berbasis Kebhinekaan Intelektual Kewilayahan

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Kemitraan

Kompetensi Pelaksana

Indikator kinerja sesuai KPI PT UMKM CSR Pemda

masih dinilai kurang maksimal

sehingga dapat meningkatkan pelayanan

kesehatatan yang lebih optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengabdian mengenai pelayanan kesehatan.

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi Fakultas Kedokteran Gigi

Fakultas Sains ilmiah

(34)

28 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

I Nasional Kurangnya

penggunaan fitofarmaka sebagai

alternative obat untuk menjaga, memelihara, dan pengobatan.

1. Penyediaan sediaan

fitofarmaka yang telah lolos uji keamanan praklinik dan klinik melalui beberapa penelitian 2. Membangun

kesadaran masyarakat tentang pentingnya fitofarmaka sebagai

1. Sosialisasi implementasi sediaan fitofarmaka pada masyarakat

2. Optimalisasi potensi daerah yang dapat digunakan sebagai sediaan fitofarmaka 3. Pendampingan

implementasi sediaan fitofarmaka sebagai salah

satu bentuk

kewirausahaan

4. Pengembangan hasil penelitian terkait sediaan fitofarmaka dalam bentuk produk

 D3 Ahli Teknik Gigi

 D3 Analis Farmasi dan Makanan

 D3 Farmasi

 D4 Traditional Chinese Medicine

 S1 Biologi

 S1 Farmasi

 S1 Kimia

 S1 Kedokteran Gigi

 S1 Keperawatan

(35)

29 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

alternative obat II Global Angka kematian

ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi

1. Peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak 2. Optimalisasi

fungsi pos

pelayanan kesehatan 3. Peningkatan KIE

kesehatan dengan penekanan kepada promotif dan preventif tanpa meninggalkan pendekatan kuratif

1. Pendampingan remaja dalam peningkatan kesehatan reproduksi remaja

2. Pendampingan pembentukan Keluarga Sadar Gizi dalam upaya peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak

3. Optimalisasi peran

kader dalam

pendampingan kesehatan ibu dan anak

 D3 Kebidanan

 D3 Rekam Medis dan Informasi

 D3 Fisioterapi

 S1 Keperawatan

 S1 Kesehatan Masyarakat

(36)

30 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

dan rehabilitative 4. Peningkatan

kesehatan reproduksi

4. Pemberdayaan

masyarakat terkait Keluarga Berencana 5. Optimalisasi peran

posyandu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak

6. Pelayanan kesehatan ibu dan anak

7. Promosi peningkatan kesehatan ibu dan anak 8. Sosialisasi

pengembangan hasil penelitian

Global Masalah gizi di negara

1. Membangun kesadaran

1. Optimalisasi peran kader dalam penurunan

 D3 Kebidanan

 D3 Rekam Medis dan Informasi

(37)

31 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

berkembang termasuk Indonesia masih tinggi

masyarakat tentang masalah gizi salah (gizi buruk/obesitas) 2. Perbaikan status

gizi dengan pemanfaatan bahan local 3. Peningkatan status

gizi mikro masyarakat 4. Perbaikan lifestyle

yang mendukung derajat kesehatan dan gizi.

masalah gizi mikro 2. Pendampingan keluarga

yang mempunyai anak berstatus gizi kurang atau buruk

3. Promosi perbaikan gaya hidup yang mendukung derajat kesehatan dan gizi

4. Pelayanan kesehatan pada masyarakat 5. Optimalisasi pangan

lokal dalam pembuatan MP-ASI sebagai upaya perbaikan status gizi anak

 D3 Fisioterapi

 S1 Keperawatan

 S1 Kesehatan Masyarakat

(38)

32 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

6. Pendampingan pembentukan Keluarga Sadar Gizi

7. Sosialisasi dokumentasi data kesehatan ibu dan anak di pos kesehatan atau Puskesmas 8. Sosialisasi

pengembangan hasil penelitian

III RPJM Peningkatan

lingkungan sehat

Pengaturan tata lingkungan sehat terkait dengan bisnis, usaha peternakan, pertanian, dan industri kecil di

1. Pendidikan kepada masyarakat terkait sistem informasi tata lingkungan sehat 2. Pendidikan kepada

masyarakat terkait

Kolaborasi program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Sains

(39)

33 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

pemukiman upaya perwujudan

lingkungan sehat 3. Pemberdayaan

masyarakat terkait pengolahan limbah usaha menjadi komoditas usaha 4. Kegiatan pelestarian

lingkungan sekitar kampus

5. Pemberdayaan

masyarakat menuju lingkungan sehat di sekitar daerah industry 6. Sosialisasi

pengembangan hasil

(40)

34 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

penelitian Nasional Tingginya

prevalensi penyakit menular dan penyakit tidak menular.

 Meningkatkan imunitas terhadap penyakit menular

 Pemanfaatan nutreaceutical untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan

 Perbaikan lifestyle yang mendukung derajat kesehatan dan gizi.

1. Peningkatan kemampuan

masyarakat dalam mendeteksi berbagai gangguan kesehatan melalui kit deteksi yang telah dikembangkan 2. Pelayanan kesehatan

dalam mendeteksi berbagai penyakit baik menular ataupun tidak menular

3. Promosi tindakan preventif penyakit menular dan penyakit

Kolaborasi program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Sains

(41)

35 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

tidak menular 4. Pemberdayaan

masyarakat terkait pemanfaatan

nutraceutical untuk kesehatan

5. Promosi perubahan lifestyle untuk mendukung kesehatan 6. Pelayanan kesehatan

dalam pengobatan atau pencegahan berbagai penyakit melalui pengembangan terapi medis

7. Peningkatan

(42)

36 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

kemampuan

masyarakat dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan 8. Optimalisasi potensi

daerah untuk digunakan sebagai bahan nutraceutical

9. Sosialisasi

pengembangan hasil penelitian

IV Wilayah Pelayanan kesehatan di Indonesia masih dinilai kurang maksimal

Indonesia harus bisa mengukur pelayanan kesehatannya sendiri sehingga dapat meningkatkan

1. Pendidikan pada masyarakat terkait model keperawatan holistic

2. Pendidikan pada

Kolaborasi program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi Fakultas Kedokteran Gigi

(43)

37 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

pelayanan

kesehatatan yang lebih optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengabdian mengenai pelayanan kesehatan.

masyarakat terkait manajemen pelayanan kesehatan

3. Pendidikan pada masyarakat terkait penanganan

kegawatdaruratan 4. Penguatan

kelembagaan di daerah rawan bencana pasca bencana

5. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam kesiapsiagaan

menghadapi bencana 6. Pendampingan kepada

Fakultas Sains

(44)

38 4.3. Program PPM di Jurusan yang Merupakan Turunan RENSTRA-PPM

No Isu strategis G/N/W/RPJM

Jenis permasalahan

prioritas

Solusi Iptek Program PPM di Jurusan Kompetensi Pelaksana

masyarakat terkait rehabilitasi kesehatan pasca bencana dengan metode keperawatan holistic

7. Pendidikan pada masyarakat terkait kesehatan dan keselamatan kerja 8. Sosialisasi

pengembangan hasil penelitian

(45)

39 BAB V.

POLA PELAKSANAAN, PEMANTAUAN, EVALUASI DAN DISEMINASI 5.1. Rencana Pendanaan PPM

Sumber pendanaan PPM di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri terdiri atas 2 sumber, yaitu sumber internal dan eksternal.

Pelaksanaan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri diharapkan dapat memperoleh dana hibah eksternal baik dari Kemenristek DIKTI, CSR, Pemda ataupun UMKM. Rencana Pendanaan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri disajikan dalam Tabel 4.

Tabel 4 Rencana pendanaan PPM

No Program Unggulan

Program/Kelompok

Studi Isu Strategis

Dana per tahun (dalam juta rupiah)

2016 2017 2018 2019 2020 I Inkubasi

herbal dan terapi komplementer

D3 Ahli Teknik Gigi D3 Analis Farmasi dan Makanan

D3 Farmasi

D4 Traditional Chinese Medicine

S1 Biologi S1 Farmasi S1 Kimia

S1 Kedokteran Gigi S1 Keperawatan

Kurangnya penggunaan fitofarmaka sebagai alternative obat untuk menjaga, memelihara, dan pengobatan

84 100 110 120 120

(46)

40 No Program

Unggulan

Program/Kelompok

Studi Isu Strategis

Dana per tahun (dalam juta rupiah)

2016 2017 2018 2019 2020 II Kesehatan ibu

dan anak

D3 Kebidanan S D3 Kebidanan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan D3 Fisioterapi S1 Keperawatan S1 Kesehatan Masyarakat

Angka kematian ibu dan anak masih tinggi dan masih adanya malnutrisi

60 70 80 90 100

III Program Pengendalian Penyakit Infeksius, Penyakit Degeneratif dan Penyehatan Lingkungan

Kolaborasi program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi Fakultas Kedokteran Gigi

Fakultas Sains

Peningkatan lingkungan sehat

Tingginya prevalensi penyakit menular dan penyakit tidak menular.

102 110 115 120 125

IV Manajemen pelayanan kesehatan

Kolaborasi program studi di:

Fakultas Ilmu Kesehatan

Pelayanan kesehatan di Indonesia masih dinilai kurang maksimal.

36 45 55 60 65

(47)

41 No Program

Unggulan

Program/Kelompok

Studi Isu Strategis

Dana per tahun (dalam juta rupiah)

2016 2017 2018 2019 2020 Fakultas Farmasi

Fakultas Kedokteran Gigi

Fakultas Sains

(48)

42 5.2. Perkiraan Dana yang Dapat Diperoleh

Dana PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri untuk tahun 2016-2020 direncanakan mendapat hibah dari berbagai sumber, antara lain Kemenristek DIKTI dengan berbagai skim, Pemda, UMKM, dan CSR berbagai perusahaan. Perkiraan dana yang dapat diperoleh pada tahun 2016-2020 disajikan dalam Tabel 5.

Tabel 5 Perkiraan dana PPM yang dapat diperoleh

No Sumber

Dana Skim Pengabdian Dana per tahun (dalam juta rupiah) 2016 2017 2018 2019 2020 1 Kemenristek

DIKTI

Iptek bagi Masyarakat (IbM) 0 100 200 300 400

Iptek bagi Desa Mitra 0 150 300 450 450

Program KKN-PPM 0 100 200 300 400

2 Non

Kemenristek DIKTI

Pemda 0 6 8 10 12

UMKM 0 6 8 10 12

CSR PT 36 40 54 63 72

5.3. Pola Pemantauan dan Evaluasi Implementasi RENSTRA-PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata setiap tahun

Pemantauan dan evaluasi implementasi PPM hibah internal dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dengan membentuk tim monitoring dan evaluasi PPM. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi PPM dilaksanakan pada jadwal yang telah ditentukan dengan dosen terlebih dahulu mengunggah laporan kemajuan, penggunaan dana, dan logbook melalui Simlitabmas. Laporan hasil pemantauan dan evaluasi PPM disahkan oleh LP2M dan diunggah ke Simlitabmas. Pemantauan dan evaluasi PPM yang didanai oleh Kemenristek Dikti dilakukan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristek Dikti setelah menelaah hasil pemantauan dan evaluasi internal yang masuk dalam Simlitabmas. Hasil pemantauan dan evaluasi internal dan DRPM digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk keberlanjutan pengabdian pada tahun berjalan dan pengusulan pada tahun berikutnya.

5.4. Pola Diseminasi Hasil Kegiatan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Hasil kegiatan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri belum didesiminasikan secara meluas. Hasil kegiatan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri selanjutnya akan didesiminasikan dalam bentuk publikasi ilmiah di jurnal atau prosiding dan publikasi pada media massa (cetak/elektronik).

(49)

43 BAB VI

PENUTUP

IIK Bhakti Wiyata Kediri berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan PPM di bidang kesehatan seperti yang tertuang pada Renstra PPM ini. Sarana dan sumber daya manusia yang dimiliki akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan PPM. Luaran kegiatan PPM harus ditingkatkan dengan peningkatan kuantitas dan kualitan luaran PPM. Kegiatan PPM harus berkesinambungan agar dapat mengikuti perkembangan jaman. Oleh karena itu, tersusunnya Renstra PPM ini diharapkan dapat menjadi acuan agar penelitian selalu dilaksanakan secara berkesinambungan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusuunnya Renstra PPM ini. Ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada nama yang tersebut dibawah ini atar keterlibatannya secara langsung dalam penyusunan Renstra PPM.

1. drg. R.P. Bambang Noerjanto, MS., Sp.RKG (K) 2. Yohanes Andy Rias., M.Kep., Ns., CWCS 3. Nining Tyas Triatmaja., S.Gz., M.Si 4. Mohamad Anis Fahmi, S.K.M., M.P.H 5. Ahmad Hidayat, S.K.M., M.P.H 6. Mastuti Widyaningsih, S.Si., M.Sc

Demikian Renstra PPM ini disusun untuk keberlanjutan kegiatan PPM Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Semoga bermanfaat.

(50)

44

Gambar

Gambar 1 Grafik PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri
Tabel 1 Sarana Pendukung Kegiatan PPM IIK Bhakti Wiyata Kediri
Gambar 2. Struktur Organisasi LP2M IIK Bhakti Wiyata Kediri
Tabel 2 . Kelengkapan Standar Operational Procedure (SOP) PPM
+3

Referensi

Dokumen terkait

Densitogram hasil eluasi sildenafil sitrat dan matriks permen karet dengan fase gerak kloroform : metanol : asam asetat glasial (70:2:0,2, v/v/v,

Pada prinsipnya semua negara mengatur beberapa hal yang sama tentang klaim antara lain tidak boleh menyesatkan konsumen dan tidak memuat klaim yang dikaitkan dengan peranan

Pimpinan STIE Sebelas April Sumedangdan Ketua Program Studimengimplementasikan kriteria perencanaan, pelaksanaan,pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan

Kemudian mengubah karakter query menjadi huruf kecil, membuang stopwords dalam query, dan melakukan parsing terhadap kalimat tanya dengan memisahkan kata tanya dan kata

Inilah yang dinamakan hampiran beda maju untuk turunan pertama (forward difference

3 tahun 2020 disebutkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat harus dikelola oleh

minimal tentang: a) perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang

No. Standar Pengelolaan pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan