Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.BjmP U T U S A N
Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN Bjm
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Ban jarmasin yang mengadil perkara perselisihan hubungan industrial pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:
1. MUHAMMAD PAHRIANOOR,Tempat tanggal lahir Banjarmasin, 10 November 1998, Pekerjaan Karyawan PT. BORNEO BROADBAND TECHNOLOGY, Jabatan Tekhnisi Lapangan, Alamat Komplek Pesona Al Azhar, No.01 RT.03 RW.01, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin , Provinsi Kalimantan Selatan ; 2. MUHAMMAD SAID, Tempat tanggal lahir Bajarmasin, 30 November
1995, Pekerjaan Karyawan PT BORNEO BROADBAND TECHNOLOGY, Jabatan Tekhnisi Lapangan. Alamat Jl. Sie Tabuk Abunbun Jaya RT.01, Kelurahan Sungai Tabuk Kota, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan;
Dalam hal ini memberikan kuasa kepada ISHFI RAMADHAN, S.H., M.H. dan kawan-kawan, Advokat/Advokat Magang/Anggota Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Lambung Mangkurat, yang beralamat Kantor di Jalan Brigjen. H. Hasan Basry, Komplek Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin 70124, Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 02 Juli 2020; sebagai Para Penggugat;
Lawan
PT. BORNEO BROADBAND TECHNOLOGY, beralamat di Jalan KS. Tubun No.163 RT 15, Kelurahan Pekauman, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili oleh Direktur Utama M. MUSLIM INSAN UTAMA dalam hal ini memberikan kuasa kepada WANTO A SALAN K, SH., M.H., dan kawan-kawan, semuanya adalah Advokat-Pengacara dan Asisten Advokat Magang pada Kantor
Advokat-Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.BjmPengacara WANTO A SALAN K, S.H., M.H., & REKAN, yang beralamat di Jalan P. Hidayatullah Komplek Abdi Persada Jaya Blok B No. 11 Banua Anyar. RT.09, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan; berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 12 Agustus 2020, sebagai Tergugat;
Pengadilan Hubungan Industrial tersebut; Membaca berkas perkara yang bersangkutan; Mendengar kedua belah pihak yang berperkara;
Memperhatikan bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang bahwa Para Penggugat dengan Surat Gugatan tanggal 29 Juli 2020 yang dilampiri anjuran atau risalah penyelesaian, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pen gadilan Negeri Banjarmasin pada tanggal 04 Agustus 2020 dalam Register Nomor 33/Pdt.Sus-PHI/2020/PN Bjm, telah mengajukan gugatan sebagai berikut: DASAR GUGATAN
DALAM PROVISI :
Bahwa Para Penggugat bekerja di tempat Tergugat telah menyerahkan Ijazah Sekolah sebagai pra syarat kerja yang sampai sekarang masih disimpan dan belum dikembalikan oleh Tergugat dan Para Penggugat sangat memerlukan Ijazah Sekolah tersebut maka Para Penggugat mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar memerintakan kepada Tergugat agar segera mengembalikan Ijazah Sekolah itu kepada Para Penggugat. 1. Bahwa Para Penggugat adalah sebagai pekerja tetap di perusahaan
Tergugat.
2. Bahwa Penggugat I mulai bekerja sejak 8 Juni 2016 sampai dengan terakhir tidak diijinkan masuk oleh Tergugat tertanggal 5 Januari 2020, dengan masa kerja 3 (tiga) tahun 8 (delapan) bulan, dengan jabatan terakhir instalasi dan terakhir menerima upah Januari 2020 sebesar :
a. Gaji pokok Rp.2.918.227.- ditambah : b. Tunjangan Rp.275.000.-,
c. Jamsostek Perusahaan sebesar Rp.123.733.- d. BPJS Perusahaan sebesar Rp.116.720.-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjme. Tabungan THR 2020 sebesar Rp.291.822.40.- totalnya sebesar Rp.3.725.502,40.- per bulan.
3. Bahwa Penggugat II mulai bekerja sejak 07 Agustus 2018 sampai dengan terakhir tidak diijinkan masuk oleh Tergugat tertanggal 5 Januari 2020, dengan masa kerja 1 (satu) tahun 5 (lima) bulan, dengan jabatan terakhir traning tehnisi dan terakhir menerima upah Januari 2020 sebesar :
a. Gaji pokok Rp.2.105.000.- ditambah :
b. Jamsostek Perusahaan sebesar Rp.132.112.- , c. BPJS Perusahaan sebesar Rp.116.398.- d. Tabungan THR 2020 sebesar Rp.210.500.- totalnya sebesar Rp.2.564.010.- per bulan.
4. Bahwa selama menjalankan tugas (bekerja) Para Penggugat selain mendapatkan upah setiap bulan juga dijanjikan komisi oleh Tergugat dalam melakukan pemasangan jaringan internet yang sudah terpasang adalah terletak di daerah Tanah Bumbu sebanyak 144 titik den gan komisi sebesar Rp.2.000.000.- per titik totalnya 144 X Rp.2.000.000.- = Rp.288.000.000.- yang sampai sekarang masih belum dibayarkan oleh Tergugat.
5. Bahwa selama bekerja Para Penggugat telah melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan perusahaan dan melaksanakannya dengan baik dan berdekasi yang tinggi untuk menguntungkan perusahaan hingga perusahaan masih beroperasional sampai sekarang.
6. Bahwa tanpa ada kabar sebelumnya kepada Para Penggugat tiba-tiba Tergugat tidak menginzinkan masuk bekerja bagi Para Penggugat sejak tanggal 5 Januari 2020 hingga sekarang ini diajukannya gugatan pada Pengadilan Negeri Banjarmasin.
7. Bahwa Para Penggugat sudah pernah menanyakan kepada Tergugat secara langsung akan alasan Tergugat tidak mengijinkan masuk bekerja itu tetapi Tergugat tidak pernah menanggapinya, dan begitu juga melalui kuasa hukum Para Penggugat melalui surat yang pertama tertanggal 10 Maret 2020 dan surat yang kedua tertanggal 16 Maret 2020 tetapi Tergugat tidak pernah memberikan tanggapannya dan yang terakhir pertemuan pada Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin dan tidak juga memberikan hasil yang sesuai dengan ketentuan hukum mengenai hak-hak Para Penggugat. 8. Bahwa berdasarkan hasil Mediator Hu bungan Industrial pada Dinas
Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin yang tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjmberhasil memediasikan antara Para Penggugat dengan Tergugat, kemu dian berdasarkan Risalah Penyelesaian Hubungan Industrial dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin tertanggal 20 Juli 2020, akhirnya Para Penggugat mengajukan gugatan Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja pada Pengadilan Negeri Banjarmasin terhadap PT.Borneo Broardband Technologi dengan harapan hak-hak Para Penggugat dapat terpenuhi dan terlindungi oleh hukum.
9. Bahwa sejak bulan Januari 2020 Tergugat tidak mengijinkan bekerja telah menghentikan upah Para Penggugat sehingga terhenti segala pen gh asilan Para Penggugat, dan perbuatan Tergugat yang telah memberhentikan Para Penggugat tanpa melalui prosedur yang resmi dan tanpa mengeluarkan surat skorsing kepada Para Penggugat maka adalah kewajiban Tergugat untuk membayar upah Para Penggugat 100 % selama dalam proses persidangan.
10. Bahwa Tergugat telah tidak men gijinkan Para Penggugat masuk bekerja sejak 5 Januari 2020 dan menghentikan upah sehingga Para Penggugat kehilangan sumber penghasilan serta menghilangkanhak-haknya, maka sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan RI Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 163 Ayat (2) Penggugat mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Banjamasin menghukum Tergugat agar memenuhi hak-hak Penggugat yaitu membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3),dan uang pergantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4), serta upah 100 % selama menjalani persidangan yang keseluruhannya berjumlah sebagaimana perincian berikut ini :
➢ Penggugat I :
• Upah selama 7 (tujuh) bulan selama sidang
Rp.3.725.502.-X 7 =Rp. 26.078.514.-
• Uang Pesangon
Rp.3.725.502.-X 1 X 2 =Rp 7.451.004.-
• Uang Penghargaan Masa Kerja
Rp.3.725.502.-X 2 =Rp 7.451.004.-
• Uang Pergantian Hak X 15%
=Rp 2.235.301.-
Jumlah =Rp 43.215.823.-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm➢ Penggugat II :
Upah selama 7 (tujuh) bulan selama sidang
• Rp.2.564.010.- X 7 = Rp. 17.948.070.- • Uang Pesangon
Rp.2.564.010.- X 1 X 2 =Rp. 5.128.020.- • Uang Penghargaan Masa Kerja
Rp.2.564.010.- X 1 =Rp. 2.564.010.- • Uang Pergantian Hak X 15%
=Rp. 1.153.804.-
Jumlah =Rp . 26.793.904.-
Berdasakan alasan-alasan tersebut diatas, mohon kiranya agar Ketua/Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memberikan putusan :
DALAM PROVISI :
Bahwa selama Para Penggugat bekerja di tempat perusahaan Tergugat telah menyerahkan ijazah Sekolah yang sampai sekarang belum dikembalikan oleh Tergugat dan agar ijazah Sekolah itu dapat dipergunakan untuk keperluan lain oleh Para Penggugat dan melalui Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar memerintakan kepada Tergugat mengembalikan Ijazah Sekolah itu kepada Para Penggugat.
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
2. Menyatakan pemutusan hubungan kerja yang sepihak oleh Tergugat kepada Para Penggugat tidak sah dan tidak beralasan hu kum.
3. Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang Ketenagakerjaan.
4. Menyatakan hubungan kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat putus karena Pemutusan Hubungan Kerja terhitung sejak adanya putu san Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Banjarmasin dibacakan dan berkekuatan hukum tetap.
5. Memerintahkan kepada Tergugat untuk membuatkan dan menyerahkan kepada Para Penggugat Surat Keterangan Pengalaman Kerja.
6. Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Para Penggugat atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak dengan rincian sebagai berikut:
➢ Penggugat I :
• Upah selama 7 (tujuh) bulan selama sidang
Rp.3.725.502.- X 7 =Rp. 26.078.514.-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm• Uang Pesangon
Rp.3.725.502.-X 1 X 2 =Rp 7.451.004.-
• Uang Penghargaan Masa Kerja
Rp.3.725.502.-X 2 =Rp 7.451.004.-
• Uang Pergantian Hak X 15%
=Rp 2.235.301.-
Jumlah =Rp 43.215.823.-
➢ Penggugat II :
Upah selama 7 (tujuh) bulan selama sidang
• Rp.2.564.010.- X 7 = Rp. 17.948.070.- • Uang Pesangon
Rp.2.564.010.- X 1 X 2 =Rp. 5.128.020.- • Uang Penghargaan Masa Kerja
Rp.2.564.010.- X 1 =Rp. 2.564.010.- • Uang Pergantian Hak X 15%
=Rp. 1.153.804.-
Jumlah =Rp . 26.793.904.-
7. Menghukum Tergugat untuk tetap membayar kepada Para Penggugat upah selama proses persidangan pada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Banjarmasin.
8. Bahwa total keseluruhan yang haru s dibayarkan oleh Tergugat kepada Para Penggugat adalah : Rp. 43.215.823.- + Rp .26.793.904.-+Rp.288.000.000.-= Rp. 358.009.727,- (tiga ratus lima puluh delapan juta sembilan ribu tujuh ratus dua puluh tujuh rupiah).
9. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara
Menimbang bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan , u ntuk Para Penggugat dan Tergugat masing-masing menghadap kuasanya tersebut ;
Menimbang bahwa sebelum persidangan dilan jutkan Majelis Hakim telah mengupayakan kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara a
quo secara damai, akan tetapi tidak berhasil;
Menimbang bahwa oleh karena upaya perdamaian tidak berhasil, pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan yang isinya tetap dipertahankan oleh Para Penggugat;
Menimbang bahwa terhadap gugatan Para Penggugat tersebut Tergugat mengajukan jawaban sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.BjmDALAM EKSEPSI :
1. Bahwa benar pada waktu Para Penggugat melamar pekerjaan di Perusahaan Tergugat, salah satu syarat Penggugat menyerahkan Ijazah yang merupakan jaminan berkerja. Dan apabila Para Penggugat sudah tidak berkerja lagi di Perusahan Tergugat, Tergugatakan men gembalikan Ijazah tersebut kepada Para Penggugat apabila Para Penggugat berhenti dengan baik dan tidak ada merugikan Perusahaan.
2. Bahwa oleh karena Para Penggugat sejak Tanggal 5 Januari 2020 sudah tidak turun lagi ke Perusahaan Tergugat. Tergugat sudah berusaha memanggil Para Penggugat baik secara lisan maupun secara tertulis kepada Para Penggugat, justru tidak datang ke kantor Tergugat. Bagaimana Tergugat mau menyerahkan Ijazah kepada Para Penggugat kalau Para Penggugat tidak datang ke kantor Tergu gat. Maka oleh sebab itu, dalil gugatan Penggugat yang demikian haruslah ditolak dan dikesampingkan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, mohon Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industri pada Pengadilan Negeri Banjarmasain yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan putusan sebagai berikut :
• Menerima eksepsi Tergugat seluruhnya;
• Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke
verklaard).
DALAM POKOK PERKARA :
1. Bahwa segala sesuatu yang diuraikan di dalam bagian Eksepsi tersebut diatas dianggap terulang kembali dalam bagian pokok perkara ini sepanjan g yang diakui kebenarannya.
2. Bahwa Tergugat mengakui, Para Tergugat telah bekerja di Perusahan Tergugat. Akan tetapi, Tergugat membatah dengan tegas kalau Tergugat tidak mengizinkan Para Penggugat masuk bekerja di
Perusahaan Tergugat, karena Tergugat telah berulang kali menghubungi Para Penggugat baik secara lisan maupun secara tertulis. Namun demikian Para Penggugat tidak pernah datang kekantor Tergugat tanpa alasan yang jelas.
3. Bahwa setelah diketahui ternyata Para Penggugat telah menggelapkan barang Perusahan dan telah menggelapkan dana milik Perusahaan sebesar Rp. 1.200.000.000 ( satu milyar dua ratus juta rupiah ) dan bersama – sama Para Penggugat dalam Perkara Nomor : 33/Pdt.Sus-PHI/2020/PN
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.BjmBJM tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pada Tergugat, dan nanti akan Tergugat buktikan didalam pembuktian nanti.
4. Bahwa menunjuk kembali dalil gugatan Penggugat angka 2,3,4,5 ,6, 7, 8, 9, 10, dengan tegas Tergugat tolak secara keseluruhannya. Sebab pada kenyataannya bahwa Para Penggugat tidak mau turun kekantor Tergugat dikarenakan Tergugat meminta pertangung jawaban terhadap barang perusahan dan dana perusahaan yang digelapkan oleh Para Penggugat sebesar RP. 1.200.000.000 ( Satu Miliyar dua ratus juta rupiah ) dan bersama – sama Para Penggugat dalam Perkara Perdata Nomor : 33/Pdt.Sus-PHI/2020/PN Bjm yang digunakan oleh Para Penggugat tanpa persetujuan dan sepengetahuan dari Tergugat. Maka oleh sebab itu,dalil gugatan Para Penggugat yang demikan tidak beralasan hukum sama sekalidan haruslah ditolak dan di kesampingkan.
5. Bahwa oleh karena Para Penggugat telah dipanggilsecara lisan dan secara tertulis untuk datang bekerja dan meminta pertangung jawaban dana yang digunakan oleh Para Penggugat tersebut diatas, dan untuk mengembalikan barang kantor yang digunakan oleh Para Penggugat tapi tidak datang juga kekantor Tergugat. Maka pada tanggal 22 Juli 2020 Para Penggugat telah diberhentikan tidak hormat karena telah melakukan tindak Pidana Penggelapan Dana milik Perusahaan sehingga Para Penggugat dapat dikategorikan melanggar pasal 372 KUHP karena telah merugikan Perusahaan milik Tergugat. Sekarang Para Penggugat telah dilaporkan ke Polda Kalimantan Selatan dan sedang dalam penyelidikan.
6. Bahwa jika Para Penggugat telah dipanggil oleh Tergugat untuk datang ke kantor Tergugat dan memberikan pertangung jawaban terhadap dana yang Para Penggugat gunakan tersebut diatas dan mengembalikan barang milik Perusahan, maka Tergugat akan menyerahak Ijazah milik Para Penggugat tersebut. Akan tetapi justru mereka tidak pernah datang bahkan mengajukan gugatan melalui Pengadilan Hubungan Industri pada pengadilan Negeri Banjarmasin.
7. Bahwa oleh karena Para Penggugat dipanggil kekantor tidak datang baik secara lisan maupun secara tertulis, Para Penggugat telah menggelapkan dana milik Perusahan dan tidak mengembalikan barang milik Perusahaan. Maka perbuatan mereka adalah merupakan perbuatan tindak pidana, sehingga tidak ada alasan hukum Para Penggugat untuk meminta uang gajih dan uang penanggungan kepada Perusahaan milik Tergugat.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm8. Bahwa untuk dalil gugatan Para Penggugat yang selebihnya tidak perlu Tergugat tanggapi, karena Terugat menganggap dalil gugatan yang demikian tidak mempunyai nilaisecara Yuris sehingga secara keseluruhannya Tergugat tolak dan dikesampingkan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, mohon Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industri pada Pengadilan Negeri Banjarmasin yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan putusan :
1. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya.
2. Menghukum Penggugat membayar biaya perkara.
Menimbang bahwa selanjutnya Para Penggugat telah mengajukan replik dan Tergugat telah pula mengajukan duplik sebagaimana tercantum dalam berita acara;
Menimbang bahwa untuk mempertahankan dalil gugatannya, Para Penggugat telah mengajukan bukti surat berupa:
1. P-1 : Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Kebupaten Tanah Bumbu dengan PT. Born eo Broadband Technology tentang Pemasangan Jaringan Intranet dan Internet,
Nomor: 2019/BBT-PKSTANBU, pada tanggal 13 Mei 2019;
2. P-2 : Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Desa Pandan SarI, Kecamatan Karang Bintang, Kebupaten Tanah Bumbu dengan PT. Borneo Broadband Technology tentang Pemasangan Jaringan Intranet dan Internet,
Nomor: 2019/BBT-PKSTANBU, pada tanggal 15 April 2019;
3. P-3 : Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Desa Gusunge, Kecamatan Kusan Hilir, Kebupaten Tanah Bumbu dengan PT. Borneo Broadband Technology tentang Pemasangan Jaringan Intranet dan Internet, Nomor: 2019/BBT-PKSTANBU, pada tanggal 16 Mei 2019;
4. P-4 : Slip-slip Setoran dari PT. Bank Mandiri; 5. P-5 : Foto-foto;
6. P-6 : Surat Keterangan Upah Jasa;
7. P-7 : Risalah Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial pada tan ggal 20 Juli 2020;
8. P-8 : Anjuran Mediator dari Pemerintah Kota Banjarmasin Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja pada tanggal 29 Juni 2020;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm9. P-9 : Slipp Gaji Penggugat dari Tanggal 08 Juni 20016, masa kerja 3 (tiga) tahun 8 (delapan) bulan sampai dengan Jan uari 2020 atas nama Muhammad Fahrianoor;
10. P-10 : Slipp Gaji Penggugat dari Tanggal 7 Agustus 2018, masa kerja 1 (tahun) tahun 5 (lima) bulan 20 (dua puluh) hari sampai dengan Januari 2020 atas nama Muhammad Said;
11. P-11 : Surat Tanda Terima Ijazah atas nama M. Fahrianoor (Penggugat) kepada Tergugat (PT. Borneo Broadband Technology);
12. P.12 : Surat dari Kuasa Hukum Para Penggugat untuk mengadakan mediasi Bipartit antara Penggugat dan Tergugat, pada tanggal 30 Maret 2020;
13. P-13 : Surat dari Pemerintah Kota Banjarmasin Dinas Koperasi Usaha Mikro Tenaga Kerja, pada tanggal 20 April 2020;
14. P.14 : Surat dari Pemerintah Kota Banjarmasin Dinas Koperasi Usaha Mikro Tenaga Kerja, pada tanggal 04 Juni 2020;
15. P-15 : Permintaan Mediasi dari Kuasa Hukum Para Penggugat kepada Kepala Kantor Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, pada tanggal 15 April 2020;
16. P-16 : Surat Perintah Tugas No: B/094/2912/Sekret/K.I/VI/2019 atas nama Para Penggugat, pada tan ggal 28 Juni 2019;
17. P-17 : Surat dari Kuasa Hukum Para Penggugat yaitu Perihal Pengembalian Ijazah dan Tuntutan Pembayaran Karena Di PHK, pada tanggal 16 Maret 2020;
18. P-18 : Bukti Kwitansi Pembayaran dari Bendahara Desa Pandan Sari kepada Saudara Raji pada tanggal 15 April 2019;
19. P-19 : Bukti Kwitansi Pembayaran dari Bendahara Desa Pandan Sari kepada Saudara Raji pada tanggal 15 April 2019;
20. P-20 : Bukti Kwitansi atas nama Ramlan pada tan ggal 16 Mei 2018; 21. P-21 : Kwitansi atas nama Ramlan pada tanggal 1 Desember 2018;
22. P-22 : Daftar nama-nama desa yang sudah konex jaringan intenet sebanyak 120 buah desa;
Menimbang, bahwa surat bukti P.1 sampai dengan P.22 kesemuanya telah dibubuhi meterai cukup dan telah dicocokkan sama serta sesuai dengan aslinya, kecuali bukti P-5, P-6, P-9, P-10, P-16 dan P.21 merupakan photocopy dari photocopy;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.BjmMenimbang bahwa pada kesempatan pembuktian ini selain mengajukan bukti surat, Para Penggugat juga menghadirkan 2 (dua) orang saksi ke persidangan yaitu HERIYADIdan MUHAMMAD RICKY yang telah disumpah memberikan keterangan, pada pokoknya sebagai berikut:
1. HERIYADI
- Bahwa Saksi menyatakan kenal dengan Para Penggugat dan tahu dengan Tergugat, tidak ada hubungan keluarga dengan Para Penggugat dan Tergugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan para penggugat karena pernah sama-sama ikut dengan para penggugat sebagai tenaga sewaan;
- Bahwa yang mengajak Saksi bekerja sebagai tenaga sewaan adalah saudara Budi Satria direksi PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa Saksi ikut bekerja sebagai pekerja sewaan mulai bulan Juli 2019 sampai akhir tahun 2019;
- Bahwa Saksi tidak mendapat gaji hanya di janjikan akan mendapat bayaran jasa dari setiap pemasangan jaringan internet yang dilaksanakan oleh para penggugat dan akan dibayar bila pekerjaan selesai;
- Bahwa pekerjaan tidak selesai karena berhenti di awal tahun 2020 dan hal tersebut disebabkan tidak dikirimkannya alat yang akan dipasang; - Bahwa alat-alat yang dipasang tersebut biasanya dikirim dari perusahaan
PT. Borneo Broadband Technology ke mess di Kab. Tanah Bumbu ; - Bahwa sekarang para Penggugat sudah tidak bekerja di PT. Borneo
Broadband Technology karena di pecat sejak awal tahun 2020;
- Bahwa Saksi tidak tahu kenapa para penggugat di pecat bekerja oleh PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa sepengetahuan Saksi para Penggugat tidak ada mendapat pesangon dari PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa Saksi tidak tahu tentang tagihan invoice bulan Maret sampai dengan November 2019 yang belum disetor oleh para Penggugat ke PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa Saksi juga tidak tahu tentang dana PT. Borneo Broardband Technologi sebesar Rp. 64.152.200,- yang dipegang oleh saudara Ramlan Ardi dan kawan -kawan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm- Bahwa Saksi tidak tahu tentang panggilan kepada para Penggugat untuk datang menyelesaikan masalah dengan PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa sepengetahuan Saksi yang menagih pembayaran internet ke pelanggan dilakukan oleh petugas khusus dari PT. Borneo Broadband Technology;.
- Bahwa Saksi sebagai tenaga sewaan di PT. Borneo Broadband Technology tersebut tidak ada perjanjiannya, hanya secara lisan disampaikan oleh saudara Budi Satria;
- Bahwa tugas Saksi hanya membantu pekerjaan para Penggugat sebagai teknisi lapangan.
2. MUHAMMAD RICKY
- Bahwa Saksi menyatakan kenal dengan Para Penggugat dan tahu dengan Tergugat, tidak ada hubungan keluarga dengan Para Penggugat dan Tergugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan para penggugat karena pernah ikut magan g bekerja sama-sama dengan para Penggugat di PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa Saksi pernah ikut magang pada bulan Juni sampai dengan Agustus tahun 2017;
- Bahwa para Pengggat adalah karyawan di PT. Borneo Broadband Technology dan sudah tidak bekerja lagi sejak awal tahun 2020 karena di PHK secara sepihak oleh PT. Borneo Broadband Technology; - Bahwa Saksi juga ikut saat mengerjakan proyek pemasangan jaringan
internet di Kab. Tanah Bumbu karena setelah magang Saksi bekerja secara freelance;
- Bahwa alat yang dipasang untuk pekerjakan proyek pemasangan jaringan internet di Kab. Tanah Bumbu tersebut adalah dari PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa pada saat magang Saksi ikut kerja bersama degan saudara Ramlan Ardi dan Mukrim.
- Bahwa Saksi mendengar bahwa setiap satu titik pemasangan jaringan internet tersebut ada insentif sbesar Rp. 2.000.000, satu titik merupakan satu tiang;
- Bahwa setiap karyawan yang bekerja di PT. Borneo Broardband Technologi harus menyerahkan ijazah terakhirnya sebagai jaminan ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm- Bahwa alat-alat yang dipasang adalah alat-alat milik PT. Borneo Broadband Technologiy;
- Bahwa untuk pembayaran tagihan internet para pelanggan biasanya langsung ke pihak perusahaan PT. Borneo Broadband Technologiy; - Bahwa saudara Ramlan Ardi dan Mukrim ada menagih pembayaran
internet tersebut ke rumah-rumah pelanggan;.Bahwa Saksi bisa magang di PT. Borneo Broadband Technology karena di tunjuk oleh pihak sekolahan.dan tidak mendapat upah saat magang di PT. Borneo Broadband Technology;.
- Bahwa jabatan para Penggugat di saat Saksi magang di PT. Borneo Broadband Technology adalah sebagai teknisi lapangan.
- Bahwa para Penggugat melakukan pemasangan jaringan internet atas perintah managemen PT. Borneo Broadband Technology dan perintah untuk melakukan pemasangan jaringan internet tersebut secara tertulis;. - Bahwa pada tahun 2019 ada sebanyak seratus dua puluh titik yang
sudah dikerjakan oleh para Penggugat.
- Bahwa Saksi tidak tahu tentang pemberian insentif kepada para Penggugat tersebut apakah ada perjanjian tertulisnya ataukah hanya secara lisan saja;.
- Bahwa Saksi tidak tahu tentang adanya tagihan invoice bulan Maret sampai dengan November 2019 yang belum disetor oleh para Penggugat ke PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa Saksi juga tidak tahu tentang dana PT. Borneo Broadband Technology sebesar Rp. 64.152.200,- yang dipegang oleh saudara Ramlan Ardi dan kawan -kawan;
- Bahwa Saksi tidak tahu tentang panggilan kepada para Penggugat untuk dating menyelesaikan masalah dengan PT. Borneo Broadband Technology;
Menimbang bahwa untuk membuktikan dalil bantahannya, Tergugat telah mengajukan bukti surat berupa:
1. T-1 : Akta Pendirian Perusahaan PT. Borneo Broadband Technology pada tanggal 29 Juni 2020;
2. T-2 : Surat Konsiliator dan Hubungan Industri pada tanggal 31 Maret 2020 dan 7 April 2020, memanggil Saudara Muhammad Said untuk dating ke Kantor Konsiliator dan Hubungan Industri untuk meminta penjelasan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjmterhadap masalah antara PT. Borneo Broadband Technology dengan Penggugat;
3. T-3 : Surat Konsiliator dan Hubungan Industri pada tanggal 31 Maret 2020 dan 7 April 2020, memanggil Saudara Muhammad Fahrianoor untuk dating ke Kantor Konsiliator dan Hubungan Industri untuk meminta penjelasan terhadap masalah antara PT. Borneo Broadband Technology dengan Penggugat
4. T-4 : Tanggapan surat dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Lambung Mangkurat pada tanggal 16 Maret 2020 oleh Kantor Pengacara Wanto A. Salan K, SH. MH. Pada tanggal 31 Maret 2020;
5. T-5 : Surat tanda terima Laporan Polisi pada tanggal 14 Juli 2020 yang diduga melakukan tindak pidana milik PT. Borneo Broadband Technology yang dilakukan oleh saudara Ramlan Ardi dan kawan -kawan, dan pidana sedang dalam proses penyidikan;
6. T-6 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
7. T-7 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
8. T-8 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
9. T-9 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
10. T-10 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
11. T-11 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
12. T-12 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
13. T-13 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
14. T-14 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
15. T-15 : Invoice Tagihan Pelanggan ISC Sudan yang tidak disetorkan ke Kantor mulai bulan Maret 2019 sampai dengan November 2019;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm16. T-16 : Dana pemasangan internet Kantor Desa di Kabupaten Tanah Bumbu yang tidak disetorkan ke Perusahaan oleh Ramlan Ardi Cs senilai Rp 396,000,000 (tiga ratus sembilan puluh enam juta rupiah);
17. T-17 : Penggelapan Dana Desa yang digelapkan oleh Ramlan Ardi Cs di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut sejumlah Rp 64,152,205,- (en am puluh empat juta seratus lima puluh dua ribu dua ratus lima rupiah);
18. T-18 : Pemasangan Alat Internet Pelanggan yang diserahkan kepada Ramlan Ardi Cs namun tidak disetorkan ke Perusahaan dengan jumlah 104 Pelanggan;
19. T-19 : Buku Catatan Ramlan Ardi dalam kurun waktu tahun 2019;
20. T-20 : Buku Catatan Milik Budi untuk mencatat dana yang ada di tangan Ramlan Ardi;
21. T-21 : Surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang ditu jukan kepada Saudara Muhammad Said pada tanggal 22 Juli 2020;
22. T-22 : Surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang ditujukan kepada Saudara Muhammad Pahrianoor pada tanggal 22 Juli 2020;
23. T-23 : Rincian barang Inventaris Perusahaan dan Kas Bon Uang Perusahaan yang tidak dikembalikan oleh Ramlan Ardi Cs;
24. T-24 : Surat Pernyataan An. Muhammad Satria Budi Utama pada tanggal 12 September 2020;
25. T-25 : Surat Pernyataan An. Fahrurrazi pada tanggal 12 September 2020; 26. T-26 : Surat Pernyataan An. Atmawijaya pada tanggal 12 September 2020; 27. T-27 : Surat Pernyataan An. Hamsan pada tanggal 12 September 2020; 28. T-28 : Anjuran Diskopumker (Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga
Kerja);
29. T-29: Surat Keterangan dari Kepala Desa Wirittasi Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Atas Nama Evan Roviyan tanggal 11 September 2020;
30. T-30: Surat Pernyataan dari Sekretaris Desa Sungai Loban atas nama Ayatollah Chatim, SE. M.Sos. tanggal 14 September 2020;
31. T-31: Surat Tanda Terima uang senilai Rp. 31,000,000 tanggal 27 Januari 2020;
32. T-32: Print chat WhatsApp tanggal 3 Februari 2020; 33. T-33: Print Chat WhatsApp tanggal 1 Juli 2020; 34. T-34: Print Chat WhatsApp tanggal 6 Februari 2020; 35. T-35: Surat Pernyataan Antung Hasnah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm36. T-36: Surat Pengambilan Jasa Uang di Tanah Bumbu;
37. T-37: Surat Pernyataan dari Staf Pemerintah Desa Sungai Loban atas nama Siti Asiah tanggal 14 September 2020;
Menimbang, bahwa surat bukti T-1 sampai T-37 semuanya telah dibubuhi meterai cukup dan telah dicocokan sama serta sesuai aslinya, kecu ali bukti T-32, T-33, T-34 dan T-36 berupa photocopy dari photocopy;.
Menimbang bahwa pada kesempatan pembuktian ini selain mengajukan bukti surat, Tergugat juga menghadirkan 2 (dua) orang saksi ke persidangan yaitu MUHAMMAD SATRIA BUDI UTAMA dan ATMA WIJAYA, yang telah disumpah memberikan keterangan, pada pokoknya sebagai berikut:
1. MUHAMMAD SATRIA BUDI UTAMA
- Bahwa Saksi kenal dengan Para Penggugat dan tahu dengan Tergu gat, tidak ada hubungan keluarga dengan Para Penggugat dan Tergugat; - Bahwa Saksi kenal dengan para penggugat karena sama-sama bekerja
di PT. Borneo Broadband Technology.
- Bahwa Para Penggugat bekerja sebagai tenaga teknisi lapangan PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa persyaratan untuk bisa diterima bekerja di PT. Borneo Broadban d Technology adalah membuat surat lamaran dilampiri dengan fotokopi KTP dan asli ijazah terakhir; Bahwa pekerjaan Saksi di PT. Borneo Broadband Technology adalah sebagai Sales;
- Bahwa PT. Borneo Broadband Technology bergerak di bidang jasa pelayanan internet atau provider;. Bahwa hubungan antara PT. Borneo Broadband Technology dengan PT. Hasanah ada hubungan semacam satu group atau sebagai sister company, dimana PT. Borneo Broadband Technology untuk wilayah Kalimantan Selatan adapun PT. Hasanah untuk wilayah di seluruh Kalimantan;
- Bahwa untuk pemasangan proyek jaringan internet di Kabupaten Tan ah Bumbu dilakukan oleh PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa permasalahan Para penggugat adalah diminta perusahaan datang ke kantor untuk dimintai klarifikasi sehubungan dengan komplain -komplain pelanggan internet dan penggunaan dana-dana yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan untuk para Penggugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm- Bahwa Para Penggugat sekarang sudah tidak masuk bekerja lagi di PT. Borneo Broadband Technology karena dimintai pertanggung jawaban atas penggunaan dana PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa ijazah para Penggugat masih belum diambil dan masih ditahan oleh pihak perusahaan karena masih ada hutang berupa penggunaan dana perusahaan yang belum dikembalikan ;
- Bahwa Perusahaan tidak memberikan surat peringatan atas masalah penggunaan dana, perusah aan hanya memanggil para Penggugat secara lisan saja namun tidak pernah dipenuhi oleh para Penggugat;.
- Bahwa walaupun para Penggugat tidak datang untuk memenuhi panggilan perusahaan, gaji mereka tetap dibayarkan oleh perusahaan; - Bahwa Saksi sebagai sales di PT. Borneo Broadband Technology adalah
sebagai karyawan tetap;
- Bahwa sebagai sales Saksi mengetahui adanya tagihan pelanggan yang sudah dibayar tapi tidak disetorkan ke perusahaan dari komplain pelanggan ke PT. Borneo Broadband Technology yang diputus jaringan internetnya, ternyata mereka sudah membayar melalui saudara Ramlan Ardi;
- Bahwa para penggugat adalah karyawan PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa yang memasang jaringan internet di Kabupaten Tanah Bumbu selain dari masyarakat, juga dari instansi kantor-kantor desa Kabupaten Tanah Bumbu, kantor desa yang diapsang jaringan internetnya sekitar 62 desa dan disetiap desa ada 3 titik jaringan internet;
- Bahwa biaya pemasangan setiap titiknya adalah Rp. 18.000.000,- dan untuk pemasangan tiap titik jaringan internet tersebut para Penggugat mendapatkan insentif sebesar Rp. 2.000.000,- pertitiknya;
- Bahwa Saksi sebagai sales hanya mendapat insentif closing pen awaran perpelanggan sebesar Rp. 500.000,-, tetapi tidak dapat insentif dari pemasangan jaringan internet;
- Bahwa perusahaan mengalami kerugian dari masalah para Penggugat tersebut sampai 1,2 milyar rupiah , dihitung dari masalah tagihan yang tidak disetor dan kerugian dana perusahaan yang dipakai oleh para Penggugat yang belum dikembalikan, juga perhitungan alat-alat yang dibawa para Penggugat yang juga belum dikembalikan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm- Bahwa Saksi sekarang sudah tidak bekerja di PT. Borneo Broadband Technology, karena mengundurkan diri pada bulan Desember 2019 dengan alasan orang tua sakit namun setelah itu bekerja di PT. Hasanah sebagai Direktur;
- Bahwa Saksi yang mengangkat diri sendiri sebagai Direktur dan Pemegang sahan di PT. Hasanah adalah Saksi sendiri;
- Bahwa. PT. Hasanah sudah dibentuk sejak tahun 2019, dan baru tahun 2020 perusahaan tersebut berdiri sendiri;
- Bahwa yang melakukan penagihan terhadap para pelanggan jaringan internet PT. Borneo Broadband Technology hanya saudara Ramlan Ardi dan kawan-kawannya;
- Bahwa untuk upah tenaga sewaan yang membantu saudara Ramlan Ardi tersebut sudah dibayarkan pihak perusahaan melalui saudara Ramlan Ardi;
2. ATMA WIJAYA
- Bahwa Saksi menyatakan kenal dengan Penggugat dan tahu dengan Tergugat, tidak ada hubungan keluarga dengan Penggugat dan Tergugat;
Bahwa Saksi pernah bekerja di PT. Borneo Broadband Technology sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2019 sebagai costumer sevice dan marketing;
- Bahwa Saksi pernah bekerja di Kabupaten Tanah Bumbu untuk marketing PT. Borneo Broadband Technology dan saat itu para Penggugat sebagai teknisi lapangan yang melakukan pemasangan jaringan internet di kantor-kantor desa di Kabupaten Tanah Bumbu - Bahwa pelaksanaan pemasangan jaringan internet di Kabupaten Tan ah
Bumbu tersebut mulai pada bulan maret 2019;.
- Bahwa ada delapan orang yang melakukan pemasangan jaringan internet di Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2019 yaitu Saudara Ramlan Ardi, Fahrurraji, Hamsan, M. Said, Budi dan yang lainnya Saksi lupa namanya;
- Bahwa kantor desa yang dipasangan jaringan internet oleh saudara Ramlan Ardi di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut ada sebanyak enam puluh dua kantor desa dan disetiap desa ada tiga titik;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm- Bahwa biaya pemasangan jaringan internet dikantor desa sebesar Rp. 18.000.000,- dan sumber dananya dari anggaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu;
- Bahwa Saksi dan kawan -kawan ikut melakukan penagihan terhadap pelanggan di Kabupaten Tanah Bumbu yang kemudian uangnya diserahkan kepada saudara Ramlan Ardi untuk disetorkan ke perusahaan;
- Bahwa gaji Saksi saat bekerja di PT. Borneo Broadband Technology sebesar Rp. 2.900.000,- dan ditambah insentif lainnya;
- Bahwa Saksi juga mendapat bonus untuk setiap closing pelanggan yang bersedia memasang internet sebesar 5 %;
- Bahwa Saksi sudah berhenti PT. Borneo Broadband Technology dan lebih dulu berhenti dari para Penggugat;
- Bahwa tidak ada larangan bagi Saksi dan para Penggugat untuk datang ke kantor PT. Borneo Broadband Technology;
- Bahwa Saksi tidak tahu tentang surat dari PT. Borneo Broadband Technology kepada para Penggugat;
- Bahwa Saksi pernah mendengar adanya komplain dari para pelanggan kantor desa di Kabupaten Tanah Bumbu;
- Bahwa cara pembayaran dari para pelanggan internet tersebut ada yang dengan cara di transfer da nada juga yang di tagih ;
- Bahwa Saksi tidak tahu tentang surat peringatan kepada para Penggugat atas masalah pembayaran tagihan yang tidak disetorkan;’
Menimbang bahwa selanjutnya para pihak telah mengajukan kesimpulannya masing-masing pada tanggal 12 Oktober 2020;
Menimbang bahwa para pihak menyatakan tidak ada lagi hal -hal yang akan diajukan dan mohon putusan;
Menimbang bahwa untuk menyingkat putusan, segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan putusan ini;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM DALAM PROVISI
Menimbang bahwa dalam petitum gugatan Para Penggugat memohon kepada Majelis Hakim agar melakukan tindakan pendahuluan (Tuntutan Provisi);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.BjmMenimbang bahwa maksud dan tujuan dari tuntutan provisi Para Penggugat adalah permohonan Para Pen ggugat agar Majelis Hakim melakukan tindakan pendahuluan agar Tergugat segera mengembalikan ijazah sekolah kepada Para Penggugat;
Menimbang, bahwa terhadap permohonan provisi yang diajukan oleh Para Penggugat tersebut telah dibantah oleh Tergugat dengan menyatakan bahwa tuntutan Provisi yang diajukan Para Penggugat tersebut haruslah ditolak, karena tidak memiliki dasar hukum;
Menimbang, bahwa terhadap permohonan provisi yang diajukan oleh Para Penggugat tersebut Majelis Hakim akan mempertimbangkan sebagai berikut:
Menimbang, bahwa sebagaimana ditentukan dalam hukum acara perdata, lembaga Provisi adalah permohonanatau tuntutan yang bersifat sementara yang penting dan mendesak untuk segera diambil tindakan berupa putusan yang mendahului sebelum memutus pokok perkara;
Menimbang, bahwa setelah mencermati provisi a quo majelis hakim berpendapat bahwa perintah pengembalian ijazah bukan termasuk dalam ranah perselisihan hubungan industrial maka permohonan provisi a quo Para Penggugat harus dikesampingkan dan ditolak;
Menmbang bahwa terhadap tuntutan selebihnya dalam Provisi
dikarenakan hal tersebut merupakan bagian dari pokok perkara, maka terhadap tuntutan tersebut akan dipertimbangkan dalam pokok perkara;
DALAM POKOK PERKARA
Menimbang, bahwa dalam jawabannya Tergugat mengajukan eksepsi yang setelah Majelis Hakim cermati materi eksepsi yang diajukan Tergugat adalah merupakan materi dalam pokok perkara;
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas maka terhadap eksepsi Tergugat akan dipertimbangkan lebih lanjut dalam pokok perkara; Menimbang bahwa maksud dan tujuan gugatan Para Penggugat pada pokoknya adalah pada tanggal 5 Januari 2020 tanpa ada kabar sebelumnya kepada Para Penggugat tiba-tiba Tergugat tidak mengijinkan Para Penggugat masuk bekerja lagi. Para Penggugat pernah menanyakan kepada Tergugat secara langsung akan alasan Tergugat tidak mengijinkan masuk bekerja tetapi Tergugat tidak pernah menanggapinya;
Menimbang bahwa oleh karena telah diakui atau setidak-tidaknya tidak
disangkal maka menurut hukum harus dianggap terbukti bahwa Para Penggugat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjmbekerja pada PT BORNEO BROADBAND TECHNOLOGY, dan telah berhenti bekerja sejak 5 Januari 2020;
Menimbang bahwa yang menjadi Perselisihan antara kedua belah pihak adalah Pada tanggal 5 Januari 2020 tanpa ada kabar sebelumnya kepada Para Penggugat tiba-tiba Tergugat tidak mengijinkan Para Penggugat masuk bekerja lagi. Para Penggugat pernah menanyakan kepada Tergugat secara langsung akan alasan Tergugat tidak mengijinkan masuk bekerja tetapi Tergugat tidak pernah menanggapinya,begitu juga melalui kuasa hukum Para Penggugat melalui surat pertama tanggal 10 Maret 2020 dan surat kedua tanggal 16 Maret 2020, Tergugat tidak pernah memberikan tanggapannya dan yang terakhir pertemuan pada Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin tidak juga memberikan hasil yang sesuai dengan ketentuan hukum mengenai hak-hak Para Penggugat. Oleh karena itu Para Penggugat menuntut kepada Tergugat untuk memenuhi hak-hak Para Penggugat sesuai dengan ketentuan pasal 163 ayat (2) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjan. Tergugat membantah dengan tegas kalau Tergugat tidak mengijinkan Para Penggugat masuk bekerja di Perusahaan Tergugat, karena Tergugat telah berulang kali menghubungi Para Penggugat baik secara lisan maupun secara tertulis. Namun demikian Para Penggugat tidak pernah datang ke kantor Terrgugat tanpa alasan yang jelas. Oleh karena Para Penggugat telah dipanggil secara lisan dan secara tertulis untuk datang bekerja dan meminta pertanggung jawaban dana yang digunakan dan untuk mengembalikan barang kantor yang digunakan oleh Para Penggugat tapi tidak datang juga ke kantor Tergugat, maka pada tanggal 22 Juli 2020 Para Penggugat telah diberhentikan tidak hormat karena telah melakukan tindak pidana penggelapan dana milik Perusahaan sehingga Para Penggugat dapat dikategorikan melanggar pasal 372 KUHP karena telah merugikan perusahaan milik Tergugat, sehingga tidak ada alasan hukum Para Penggugat untuk meminta uang gaji dan uang penanggungan kepada Tergugat;
Menimbang bahwa dengan demikian Perselisihan tersebut merupakan jenis Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja;
Menimbang bahwa berdasarkan hal tersebut Majelis Hakim perlu mempertimbangkan terlebih dahulu sebagai berikut:
1. Apakah Hubungan Kerja antara Para Penggugat dan Tergugat berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Terten tu;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm2. Apakah Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh Tergugat kepada Para Penggugat sah secara hukum;
3. Apakah Para Penggugat berhak mendapat uang pesangon dan hak–hak lainnya sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
Menimbang bahwa oleh karena gugatan Para Penggugat dibantah oleh Tergugat maka Majelis Hakim menetapkan beban pembuktian kepada Para Pihak untuk membuktikan hal tersebut sebagaimana ketentuan pasal 283 Rbg jo Pasal 1865 KUH Perdata;
Menimbang bahwa Para Penggugat untuk menguatkan dalilnya telah mengajukan bukti surat yang bertanda bukti P-1 sampai dengan P-22 dan 2 (orang) Saksi yaitu MUHAMMAD RICKY dan HERIYADI;
Menimbang bahwa Tergugat untuk menguatkan dalil bantahannya telah mengajukan bukti surat yang bertanda bukti T-1 sampai dengan T-37 dan 2 (dua) orang Saksi yaitu M. SATRIA BUDI UTAMA dan ATMAWIJAYA;
Menimbang, bahwa untuk menjawab Apakah Hubungan Kerja antara Para Penggugat dan Tergugat berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu, Majelis Hakim akan mempertimbangkan berdasarkan Undang–undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Perundang–undangan yang berlaku serta bukti–bukti yang diajukan oleh para pihak dimuka persidangan di bawah ini;
Menimbang bahwa dalam Posita angka 1 dan 2 mendalilkan Penggugat I sebagai pekerja tetap di Perusahaan Tergugat, mulai bekerja sejak tanggal 8 Juni 2016 sampai dengan terakhir tidak diijinkan masuk oleh Tergugat tanggal 5 Januari 2020, dengan masa kerja 3 (tiga) tahun 8 (delapan) bulan dengan jabatan terakhir instalasi dan terakhir menerima upah Januari 2020 sebesar
a. Gaji pokok Rp. 2.918,277,- ditambah: b. Tunjangan Rp. 275.000,-
c. Jamsostek Perusahaan Rp. 123.733,- d. BPJS Perusahaan Rp. 116,720,- e. Tabungan THR 2020 Rp. 291,822,40,- Total Rp. 3.725.502,40,- per bulan;
Menimbang bahwa dalam Posita angka 1 dan 3 Penggugat II sebagai
pekerja tetap di Perusahaan Tergugat, mulai bekerja sejak tanggal 7 Agustus
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 23 dari 28Putusan Nomor 34/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Bjm2018 sampai dengan terakhir tidak diijinkan masuk oleh Tergugat tanggal 5 Januari 2020, dengan masa kerja 1 (satu) tahun 5 (lima) bulan dengan jabatan terakhir training tehnisi dan terakhir menerima upah Januari 2020 sebesar a. Gaji pokok Rp. 2.105,000,- ditambah:
b. Jamsostek Perusahaan Rp. 132.112,- c. BPJS Perusahaan Rp. 116,398,- d. Tabungan THR 2020 Rp. 210,500,- Total Rp. 2.564.010,- per bulan;
Menimbang bahwa dalam jawabannya Tergugat tidak membantah mengenai masa kerja, jabatan dan upah Para Penggugat;
Menimbang bahwa atas dalil gugatan Para Penggugat dan jawaban Tergugat tersebut Majelis Hakim akan mempertimbangkan sebagai berikut:
Menimbang bahwa memperhatikan bukti P.9 berupa slip gaji atas nama Muhammad Pahrianoor dari tanggal 08 Juni 2016 sampai dengan Januari 2020, masa kerja 3 (tiga) tahun 8 (delapan) bulan, membuktikan bahwa Tergugat melakukan pembayaran gaji kepada Penggugat setiap bulan;
Menimbang bahwa memperhatikan bukti P.10 berupa slip gaji atas nama Muhammad Said dari tanggal 07 Agustus 2018 sampai dengan Januari 2020, masa kerja 1 (satu) tahun 5 (lima) bulan, membuktikan bahwa Tergugat melakukan pembayaran gaji kepada Penggugat setiap bulan;
Menimbang bahwa berdasarkan keterangan saksi M. Satria Budi Utama, Para Penggugat adalah pekerja tetap dan tidak ada perjanjian kerja secara tertulis yang dibuat antara Tergugat dengan Para Penggugat;
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa :” Hubungan kerja
terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja /buruh;
Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa “
perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan”;
Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 57 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan “Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang dibuat tidak tertulis bertentangan
dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dinyatakan sebagai perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu”
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :